MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

DJAJENDRA 26 FEB 2014

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

“Presentasi yang dibuat menjadi cerita menarik, disampaikan oleh karakter yang unik dan positif, akan menyenangkan hati pendengarnya.”~ Djajendra

Salah satu pekerjaan pembicara publik yang penting adalah mengekspresikan ide-ide dalam bentuk cerita. Intinya, sebuah presentasi tidak hanya cukup dengan data, informasi, angka, pengetahuan, dan filosofi. Diperlukan cerita yang membuka hati dan pikiran audience, sehingga audience memahami manfaat dari hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Presentasi yang baik haruslah menjadi alat untuk interaksi, diskusi, percakapan, termasuk untuk menginformasikan dan mengekspresikan ide-ide baru.

Pembicara publik sebaiknya menjadi diri sendiri. Jangan mencoba menjadi diri orang lain. Jangan mencoba memainkan gaya atau karakter yang tidak dikuasai dengan baik. Jangan ingin melucu atau bergaya seperti komedian, bila tidak menguasai pengetahuan dan karakter untuk melucu dengan baik. Intinya, sampaikan pengetahuan, ide, pengalaman, cerita, dan presentasi sesuai dengan gaya diri sendiri, gaya diri sejati yang unik.

Seluruh slide presentasi haruslah dapat disambungkan ke dalam sebuah inti cerita yang saling terhubung. Kemudian, jadikan presentasi seperti sebuah film yang menghibur, yang memberikan pencerahan, instruksi, serta menampilkan apa yang menjadi pahlawan dan apa yang harus dimenangkan oleh pahlawan tersebut. Pada akhirnya, presentasi harus menjadi guru yang mengajarkan hal-hal terbaik, dan dapat digunakan oleh audience untuk kehidupan dan pekerjaan mereka.

Presentasi pasti menjadi menarik bila pembicara publik sudah menjadikannya film dipikirannya, sehingga dia hanya tinggal bercerita dengan memanfaatkan karakter diri atau karakter bahasa tubuh yang menyenangkan. Dalam hal ini, presentasi harus membawa realitas dari hal-hal yang dibicarakan ke dalam ruangan dan menciptakan kehidupan yang memotivasi audience.

Karakter pembicara harus dimulai dari hal-hal yang sifatnya fisik, seperti: gaya rambut, pakaian, sepatu, dan semua penampilan diri yang utuh secara visual. Kemudian, karakter kepribadian yang mampu menampilkan jati diri asli dengan kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri terhadap segala sesuatu yang ditampilkan. Intinya, seorang pembicara publik harus mampu secara konsisten menampilkan gaya dan karakter diri yang mudah untuk diingat oleh audience.

Ucapkan kata-kata positif dan jauhkan diri dari kata-kata yang tidak terpuji.Pembicara publik haruslah menjadi energi positif yang menyampaikan kebaikan, serta menggunakan bahasa dan kata-kata positif untuk mempengaruhi audience. Ingat, audience tidak pernah ingin menyerahkan dirinya kepada orang-orang negatif, dan memaksa mereka untuk mendengarkan hal-hal negatif dari seorang pembicara berenergi negatif.

Seorang pembicara publik tidak hadir untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Tetapi, hadir untuk menyampaikan pengetahuan dan ide-ide baru, yang bisa membantu kemajuan audience. Pastikan film yang dibuat benar-benar fokus pada materi yang dibutuhkan dan diinginkan oleh audience. Jangan pernah tampil dihadapan audience kalau filmnya belum dikuasai oleh pikiran dan emosi diri.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com