MENDENGARKAN ADALAH BAGIAN TERPENTING DARI SEBUAH KOMUNIKASI

“Ketika seseorang sedang berbicara, dengarkan dia; ketika seseorang membutuhkan jawaban, berbicaralah kepadanya. Jangan berbicara saat seseorang sedang berbicara, dan jangan diam saat seseorang mau mendengarkan pendapat Anda. Pahami seluruh pesan pembicaraan, jadilah lawan berbicara yang bijak dan penuh empati.”~Djajendra

Komunikasi adalah cara untuk menampilkan diri secara utuh, baik secara verbal dan non verbal supaya dapat memahami maksud, pesan, dan kebutuhan seseorang atau banyak orang. Komunikasi mengalir dalam wujud berbicara, mendengarkan, menuliskan, merasakan, memahami, penampilan fisik diri, ekspresi emosi, ekspresi pikiran kreatif, ekspresi jiwa terdalam, dan kualitas untuk memberikan umpan balik yang bijak.

Salah satu bagian terpenting dari komunikasi adalah mendengarkan. Sering sekali orang-orang hanya pintar mendengar dan tidak pintar untuk mendengarkan. Mendengarkan berarti mampu memahami seluruh pesan dan makna dari kata-kata yang diucapkan dengan penuh empati. Sedangkan mendengar berarti masih belum memahami isi pesan secara keseluruhan. Jadi, kalau masih baru mendengar, janganlah mengambil kesimpulan atau keputusan. Kalau sudah mampu mendengarkan secara keseluruhan, maka barulah boleh mengambil kesimpulan dan keputusan.

Mendengarkan dengan bijak dan penuh empati adalah keterampilan komunikasi yang berkualitas tinggi. Siapapun yang mampu mendengarkan dengan bijak dan penuh empati, maka dia akan menjadi energi positif dalam aliran komunikasi tersebut. Pendengar yang buruk biasanya mendengar apa yang dikatakan, tetapi karena dia tidak bijak dan tidak memiliki empati, maka dia tidak mampu mendengarkan seluruh isi pesan. Ego diri di dalam sistem keyakinan yang kaku telah membatasinya untuk menjadi pendengar yang baik.

Seseorang yang tidak cerdas mendengarkan berpotensi kehilangan informasi penting dari sebuah pembicaraan. Dampaknya, dia hanya mampu merumuskan tanggapan sebatas pikiran dan kepentingannya, dan dia tidak mampu berempati untuk mendapatkan pengetahuan tentang realitas di sekitarnya.

Pendengar yang baik selalu mampu meningkatkan hubungan yang lebih baik, dan menikmati komunikasi yang lebih berkualitas. Biasanya, seorang pendengar yang baik mampu memahami apa yang dikatakan, menemukan solusi dengan mudah, serta menjadi lebih produktif dan efektif dalam setiap hubungan.

Pendengar yang baik selalu fokus pada percakapan penting, dan tidak membiarkan pikiran egonya menjadi energi pengganggu atau penghambat untuk menerima informasi baru. Perhatian penuh dan melayani pembicaraan dengan empati akan menjadikan percakapan lebih berkualitas. Di samping itu, bahasa tubuh dan nada suara akan menjadi semakin ramah, sehingga membuat percakapan tersebut mengalirkan energi baik yang menciptakan rasa nyaman.

Pendengar yang baik tidak akan mengganggu jalan pikiran seseorang, dan juga tidak mudah terganggu oleh pola pikiran dari lawan bicaranya. Dia selalu menempatkan empati untuk menyerap energi lawan bicaranya, sehingga dia memiliki informasi dan pengetahuan yang tepat untuk dikontribusikan dalam pembicaraan tersebut. Pendengar yang baik selalu menunggu lawan bicaranya untuk menyelesaikan apa yang ingin mereka katakan sebelum dia berbicara.

Pendengar yang baik tidak akan berdebat atau bereaksi secara spontan, dia akan merespon setelah mendapatkan seluruh isi pesan dengan baik. Dia juga tidak akan menghakimi atau mengkritik lawan bicaranya, tetapi dia akan merespon dengan akal dan pengetahuan yang tepat.

Pendengar yang baik selalu mampu mengenali emosi dari lawan bicaranya, dan memahami logika lawan bicaranya, sehingga dia mampu mendengarkan, lalu memberikan jawaban sesuai kebutuhan lawan berbicaranya. Kecerdasan empati dan pengetahuan empati yang dimiliki mampu menyelam ke dalam perasaan dan suara hati nurani lawan bicaranya.

Pendengar yang baik mampu mengekspresikan diri sejatinya dan membuat orang merasa nyaman saat berbicara dengan dirinya. Dia sangat cerdas untuk memberi perhatian sepenuh hati, dan juga sangat cerdas memahami energi tubuh diri seseorang, sehingga mampu memahami unsur-unsur parabahasa maupun komunikasi nonverbal lainnya. Termasuk, mampu mendengarkan perspektif orang lain dengan jiwa besar dan penuh empati.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com