KEGAGALAN TIDAK HARUS DISALAHKAN

DJAJENDRA PROFILEKEGAGALAN TIDAK HARUS DISALAHKAN

“Kadang-kadang seseorang harus melalui kegagalan kecil untuk mendapatkan keberuntungan yang lebih besar. Jangan pernah menyerah saat kegagalan hadir, dan jangan pernah terlalu bergembira saat keberuntungan hadir. Tetaplah rendah hati dan optimis dengan realitas hidup.”~Djajendra

Orang-orang optimis selalu bersikap bahwa kegagalan hanyalah guru yang mengajarkan dirinya untuk menjadi lebih baik. Biasanya, orang-orang optimis selalu belajar dan mampu menemukan sesuatu yang baik dari sebuah kegagalan. Jadi, untuk mereka, kegagalan hanyalah pengalaman untuk pembelajaran menuju kebaikan. Oleh karena itu, orang-orang optimis selalu menciptakan ruang dialog dengan diri sendiri agar dapat memahami makna kegagalan yang sedang dialami. Selanjutnya, mereka dengan berani mengambil tindakan untuk menghasilkan sukses dan prestasi dari pengalaman gagal tersebut.

Orang optimis selalu berprinsip bahwa kegagalan bukanlah akhir, tetapi awal untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga mereka tidak pernah menyalahkan siapapun atau apapun. Tetapi, selalu fokus dan memberikan perhatian yang lebih total kepada target yang harus dicapai.

Orang-orang pesimis paling suka mencari alasan untuk menutupi kegagalannya. Biasanya, orang-orang pesimis akan menyalahkan orang lain untuk ketidakmampuan dirinya. Intinya, orang-orang pesimis paling suka mencari alasan untuk menutupi kegagalannya.

Kehidupan berjalan di atas risiko dan ketidakpastian. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memiliki data dan informasi yang relevan, serta cerdas melakukan analisis yang tepat agar potensi kegagalan dapat diminimalkan. Jadi, sebelum membuat keputusan, pastikan bahwa keberuntungan dapat diraih sesuai rencana. Dan, jangan biarkan hal-hal kecil yang tidak terlihat menjadi energi yang melawan keberuntungan Anda.

Selain analisa dan pembelajaran dari data dan informasi, diperlukan juga untuk mengajukan banyak pertanyaan kepada diri sendiri sebelum mengambil sebuah tindakan. Pertanyaan kepada diri sendiri akan menemukan jawaban dari kualitas diri terdalam. Jadi, bila keyakinan diri sangat kuat untuk meminimalkan risiko ataupun potensi kegagalan, yang bersumber dari ketidakpastian tersebut, maka dampak negatif dari sebuah kegagalan dapat diminimalkan.

Pastinya tidak ada seorangpun yang mau mengalami kegagalan, dan semua rencana pasti dibuat dengan memperhatikan berbagai potensi risiko. Tetapi, dalam kehidupan nyata apapun bisa terjadi, ketidakpastian selalu berpotensi hadir dalam kondisi apapun. Tidak ada sebuah jaminan dalam hidup, yang ada hanyalah keyakinan dan optimisme untuk berhasil dan mencapai sukses.

Biasakan untuk melihat kegagalan sebagai jalan untuk pencapaian yang lebih. Dan, jangan menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk membiarkan diri dalam kecemasan dan keraguan. Siapkan diri untuk menemukan jalan sukses dari realitas kegagalan yang sedang dialami. Temukan peluang dan proyeksikan kemenangan yang realistis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com