BERPRESTASI DALAM RUTINITAS KERJA DAN MERAIH KINERJA TERBAIK SETIAP HARI

DJAJENDRA2013“Orang-orang sukses selalu menyadari bahwa kualitas rutinitas kerja sangatlah menentukan keberhasilan di setiap wilayah waktu; baik itu di waktu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Rutinitas kerja dengan disiplin dan ketekunan yang luar biasa akan menghasilkan keunggulan dan kehebatan. Rutinitas kerja yang berkualitas pastinya harus hidup di wilayah tujuan, sistem, dan proses.” ~ Djajendra

Pada umumnya, penilaian kinerja terfokus pada dua aspek besar, yaitu: aspek angka atau akuntansi dan aspek non angka. Menilai aspek angka sangatlah mudah, sebab faktanya dapat dilihat dengan hitungan yang jelas dan sederhana; sedangkan aspek non angka, biasanya berada di wilayah kompleksitas, berpotensi sangat subyektif oleh persepsi, sehingga diperlukan kebijaksanaan untuk bisa menilai aspek non angka. Artinya, salah menilai di aspek non angka, berpotensi kinerja di tahun yang akan datang turun oleh rasa frustasi dari yang tidak puas dengan hasil penilaian.

Perusahaan yang berbudaya kuat selalu sadar akan bahaya dari rasa frustasi atau rasa tidak percaya karyawan pada hasil penilaian kinerja. Bila karyawan merasa tidak puas dengan proses evaluasi kinerja mereka, maka dapat dipastikan mereka akan bekerja dengan setengah hati, dan tidak mungkin mau mengoptimalkan keterampilannya untuk mencapai kinerja yang diinginkan perusahaan.

Sekarang ini, sudah banyak perusahaan yang tidak memaksakan tujuan kepada karyawannya. Perusahaan-perusahaan berbudaya kuat mulai mengalirkan energi dan potensi karyawan ke dalam sistem dan proses. Karyawan dibuat bahagia dan senang di wilayah proses dan sistem, sehingga mereka berfokus dengan sepenuh hati pada sistem dan proses untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas. Di sini, tidak ada benchmark yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan. Budaya perusahaan yang kuat telah dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja, yang membuat setiap orang menikmati rutinitas, sehingga totalitas mereka di dalam rasa senang menghasilkan kinerja terbaik.

Dalam budaya perusahaan yang kuat, sistem kerja telah dirancang dengan baik untuk selalu menang dan untuk selalu berkinerja terbaik. Budaya kerja yang berfokus pada sistem yang unggul, akan menguatkan komitmen setiap orang untuk proaktif dan totalitas di dalam proses kerja.

Seperti kita ketahui, tujuan selalu memberikan arah dan pandangan untuk mencapai sesuatu. Sistem dan proses yang unggul akan memberikan ruang yang terang untuk bertindak dengan sepenuh hati.  Jadi, perusahaan tidak perlu memaksa karyawan untuk fokus pada tujuan. Perusahaan cukup memotivasi dan merawat kualitas rutinitas kerja karyawan di dalam sistem dan proses kerja, untuk bisa menghasilkan kinerja terbaik setiap hari. Dan hal ini, karyawan secara otomatis akan mencapai tujuan perusahaan melalui kinerja rutinitas yang dihasilkan dari sistem dan proses yang unggul.

Sistem yang kuat tidak akan mengkotak-kotakan karyawan oleh ego peran dan fungsi masing-masing. Jadi, walaupun dalam realitas struktur organisasi karyawan merupakan bagian-bagian unit kerja yang berkolaborasi untuk mewujudkan visi organisasi. Tetapi, tanpa sistem dan budaya yang unggul, kerja sama yang baik sulit terwujud.

Bila sistem dan proses bergerak berpondasikan indikator kinerja yang transparan dan adil, maka sangatlah mudah untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan supaya mereka menjadi pekerja keras, yang berdedikasi untuk menghasilkan kinerja terbaik organisasi. Perusahaan harus menguatkan transparansi atas Key Performance Indicator (KPI). Setiap karyawan wajib diberikan edukasi tentang arti KPI atau indikator utama dalam penilaian kinerja. Setiap poin-poin yang ada di dalam KPI, yang akan digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja individu wajib diinternalisasikan, sehingga mereka tahu apa yang membuat mereka terlihat hebat, berhasil, unggul, menang, dan mencapai kebesaran karir.

Berprestasi dalam rutinitas kerja dan meraih kinerja terbaik setiap hari. Setiap karyawan yang ingin mendapatkan karir hebat haruslah bekerja dengan motivasi 100 persen dan kemampuan menghasilkan kinerja yang 100 persen. Jadi, bila sudah berada dalam lingkungan budaya organisasi yang kuat dan unggul, maka hanya diperlukan kesadaran untuk mendisiplinkan diri, memampukan diri, dan memotivasi diri sendiri secara terus-menerus agar mampu menjadi pribadi hebat yang selalu konsisten memberikan kinerja kerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com