STRATEGI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGELOLA SIKAP DAN PERILAKU POSITIF

DJAJENDRA 20 NOV 2013

STRATEGI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGELOLA SIKAP DAN PERILAKU POSITIF

“Kedewasaan dan kematangan seseorang akan menjadikan dirinya lebih berkualitas dan lebih produktif. Semakin sadar dan mau menjadikan dirinya sebagai yang terbaik, akan menjadikan dirinya terus tumbuh menjadi yang terbaik. Semakin sadar tentang kesenjangan antara potensi diri dan kinerja yang sedang ditampilkan sekarang, serta pengetahuan untuk mengisi kesenjangan tersebut agar dapat berkinerja secara lebih konsisten, akan menjadikan dirinya terus-menerus mencari puncak pencapaian terbaik. Semakin sering berlatih dan berkonsentrasi lebih banyak pada hal-hal yang ingin dicapai; semakin mengerti menempatkan kualitas diri untuk mengoptimalkan potensi diri; dan semakin kreatif atau menguasai cara terbaik untuk menyembunyikan kelemahan diri; maka semakin mudahlah perjalanan diri untuk sampai pada puncak keberhasilan.”~ Djajendra

Perilaku dan sikap adalah komponen terpenting untuk pencapaian prestasi dan kinerja terbaik. Memiliki sikap dan perilaku yang konsisten merupakan jaminan untuk mencapai segala sesuatu dengan risiko yang lebih rendah. Reaksi cerdas dari emosi yang mengikuti aturan akal sehat, akan menghasilkan perilaku yang cerdas menghadapi berbagai realitas kehidupan.

Bila ingin memiliki masa depan yang cemerlang, maka siapkan perilaku dan sikap dengan menggunakan strategi kecerdasan emosional. Sebab, strategi kecerdasan emosional akan menghasilkan sikap dan perilaku dengan kualitas pribadi bintang, yang secara konsisten mampu tampil dengan terampil untuk urusan di dalam diri dan urusan di luar diri. Kemampuan untuk menguasai keterampilan di dalam diri dan di luar diri, akan menjadikan sikap dan perilaku selalu konsisten menuju sukses.

Ketika strategi kecerdasan emosional diterapkan untuk mengelola sikap dan perilaku, maka setiap peristiwa di sepanjang hidup dapat dikuasai dengan reaksi yang menguntungkan diri. Dan, diri yang sudah terbiasa menggunakan strategi kecerdasan emosional, akan dengan mudah berkomunikasi secara efektif, tanpa terpancing oleh emosi dari luar diri yang tidak menguntungkan dirinya.  Intinya, memanfaatkan strategi kecerdasan emosional untuk menguatkan konsistensi sikap dan perilaku, akan menjadikan diri selalu tenang dan unggul di setiap momen kehidupan.

Mengapa diperlukan strategi kecerdasan emosional untuk mengelola sikap dan perilaku?

Setiap orang hidup dalam kompleksitas  pikiran dan kompleksitas sosial yang beragam. Dan hal ini, sangat mempengaruhi seseorang untuk mengelola perilaku dan sikap. Bila diri tidak cerdas emosi, maka diri akan terbawa arus permainan pikiran, dan juga arus permainan dari kompleksitas sosial. Akibatnya, diri sulit mengelola perilaku yang konsisten agar dapat mengendalikan kompleksitas sosial, dan membuat keputusan untuk meraih hasil terbaik.

Strategi kecerdasan emosional yang paling sederhana adalah menguasai kompetensi pribadi dan kompetensi sosial. Ke dua kompetensi ini harus saling terhubung dan menjadikan diri cerdas mengelola perilaku dan sikap.

Kompetensi pribadi bisa dimulai dari keterampilan memahami diri sendiri; keterampilan kesadaran atas diri sendiri; ketrampilan manajemen diri; keterampilan memotivasi diri sendiri; keterampilan mengarahkan diri pada sasaran; keterampilan mengendalikan diri sendiri; keterampilan mengevaluasi diri sendiri; dan keterampilan pribadi yang lainnya. Intinya, kompetensi pribadi merupakan segala sesuatu keterampilan untuk meningkatkan kualitas diri dari dalam diri sendiri.

Kompetensi sosial dimulai dari keterampilan untuk memahami realitas di luar diri; keterampilan kesadaran sosial; keterampilan manajemen hubungan; keterampilan empati dan toleransi, seperti: memahami suasana hati orang lain, memahami mengapa mereka berperilaku dan bersikap seperti yang diperlihatkan, dan apa motif mereka dalam membangun hubungan dengan Anda. Jadi, kompetensi sosial bertujuan untuk menangkap emosi dan kepentingan orang lain, dan memahaminya secara akurat agar dapat memberikan respon yang tepat.

Ketika kompetensi pribadi dan kompetensi sosial mencerdaskan emosi dan akal sehat diri, maka diri akan memiliki kemampuan untuk menggunakan akal sehat atas dasar kecerdasan emosi, dan terhubung secara berkualitas ke dalam semua interaksi kehidupan.

Sikap dan perilaku selalu menjadi bagian akhir dari teka-teki kehidupan. Semua realitas hidup pasti keputusan akhirnya ditentukan oleh sikap dan perilaku. Bila sudah mampu menampilkan sikap dan perilaku yang stabil dan konsisten, maka diri akan tampil dengan lebih dewasa untuk menyikapi semua realitas hidup.

Memanfaatkan strategi kecerdasan emosional untuk penguatan sikap dan perilaku, akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan karier. Sebab, diri mampu memfokuskan semua energi positif untuk melayani pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kecerdasan emosional sangatlah membantu orang-orang di semua wilayah kehidupan dan pekerjaannya. Jadi, di tempat kerja; di semua tingkatan struktur organisasi; di setiap wilayah individu, kelompok, dan komunitas perusahaan; sangatlah perlu dikuatkan sikap dan perilakunya dengan strategi kecerdasan emosional. Semakin cerdas emosi sebuah organisasi dan isinya, semakin kuatlah organisasi tersebut untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com