EMPATI ADALAH ASET UNTUK KESUKSESAN BISNIS

 

DJAJENDRA 20 NOV 2013

EMPATI ADALAH ASET UNTUK KESUKSESAN BISNIS

“Kehidupan tanpa empati sangatlah merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Empati adalah emosi yang terang akal, yang membuat hubungan dan komunikasi berjalan lancar. Empati memiliki kekuatan untuk menjadikan semua persoalan ada solusinya, dan juga kehidupan akan menjadi semakin indah dan saling menguntungkan.” ~ Djajendra

Dunia bisnis sedang di alam globalisasi. Sekaranglah waktunya untuk meningkatkan kualitas empati di lingkungan bisnis. Sebab, globalisasi mengharuskan orang-orang untuk cerdas terhubung dan berkomunikasi di alam lintas budaya, lintas pemikiran, lintas keyakinan, dan lintas persepsi. Bila sumber daya manusia perusahaan tidak cerdas empati, maka hal ini pasti akan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Dan dampaknya, perusahaan tidak akan mampu bersaing untuk memenangkan kompetisi bisnis yang semakin ketat di dunia yang semakin mengglobalisasi. Padahal, dunia globalisasi menyediakan potensi pasar yang lebih besar dan lebih luas. Jadi, seharusnya peluang globalisasi ini dimanfaatkan dengan lebih terang akal supaya pasar yang sangat besar ini dapat menciptakan kinerja yang lebih.

Empati merupakan kekuatan yang meningkatkan ikatan kepercayaan antara semua stakeholders. Sebab, empati di dalam hati berkemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami realitas orang lain. Bila para pebisnis sudah mampu memahami realitas pasar atau potensi para pembeli dengan hatinya, maka mereka secara otomatis akan memiliki intuisi untuk menciptakan produk, jasa, pelayanan, ataupun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau para pelanggan.

Dalam hal penjualan, para penjual yang sukses selalu memiliki empati yang kuat, sehingga mereka bisa dengan cepat bereaksi untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dan juga, empati yang mereka miliki mempertajam keyakinan hati dan menginformasikan realitas dengan benar, sehingga mereka dapat segera mengambil keputusan yang cepat, untuk mempermudah proses penjualan sesuai keinginan pelanggan.  

Empati adalah ilmu dari suara hati, yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu hati dengan hati yang lainnya dengan jujur dan cerdas. Jadi, di dalam sebuah perusahaan, bila semua orang terlatih dengan energi empati, maka hubungan kerja pasti akan harmonis di dalam soliditas kerja yang sangat kolaboratif. Demikian juga dengan insan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, mereka akan semakin cerdas untuk terhubung dengan beragam pelanggan, sehingga mampu meningkatkan penjualan perusahaan melebihi target. Intinya, empati haruslah dialirkan dengan sempurna di semua aspek dan dimensi kerja perusahaan, sehingga perusahaan dapat terus-menerus sukses dan meraih kinerja terbaik.

Kuatkan tim marketing dengan energi empati; kuatkan tim penjualan dengan energi empati; kuatkan tim pelayanan dengan energi empati; kuatkan tim back office dengan energi empati; dan kuatkan semua bagian lainnya di dalam perusahaan dengan energi empati agar bisnis Anda selalu sukses dan berdaya tahan di semua situasi dan kondisi.

Energi empati akan menghasilkan kelimpahan, kekuatan, kesuksesan, dan hubungan yang lebih baik.

Semakin kuat energi empati di dalam sebuah perusahaan, semakin kuat kreativitas dan inovasinya yang selaras dengan impian dan harapan masyarakat. Jadi, para pebisnis unggul selalu mampu memiliki empati terhadap keyakinan, kepercayaan, persepsi, cara berpikir, dan budaya kehidupan masyarakat. Dan, hasil empati mereka akan melahirkan produk atau jasa yang sesuai dengan keyakinan, kepercayaan, persepsi, budaya, ataupun cara berpikir dari calon pelanggannya. Pada akhirnya, mereka dengan cerdas mampu menggarap potensi pasar dari berbagai realitas kehidupan masyarakat.

Orang-orang kreatif  penghasil uang, adalah energi empati yang sangat mampu membayangkan dirinya dalam posisi orang lain, apalagi saat membuat produk atau jasa yang akan mereka jual. Mereka tidak akan peduli dengan keyakinan pribadinya ataupun pola pikir dari orang-orang di lingkungannya. Mereka hanya akan fokus bersama energi kreatif dan terhubung di dalam energi empati yang kuat, untuk memahami apa saja kebutuhan dan harapan orang lain. Kemudian, dengan energi kreatif,  mereka akan menciptakan karya-karya sesuai kebutuhan orang lain.

Empati adalah otot bisnis. Bila ingin memperbesar otot bisnis, maka setiap hari latihlah dan biasakan energi empati menjadi budaya kerja. Semakin terbiasa setiap orang di dalam perusahaan menggunakan energi empati, semakin kuat hubungan kerja, dan semakin profesional perilaku kerja positif. Jadi, energi empati tidak akan menjadikan karyawan sebagai penonton atas berbagai realitas. Tetapi, menjadikan mereka berani tampil dengan lebih percaya diri, untuk menjawab semua reaksi di perusahaan dengan pengetahuan positif.  

Perusahaan yang mampu membumikan energi empati di dalam budaya organisasinya, akan memiliki sumber daya manusia yang hadir ke tempat kerja dengan energi empati, sehingga empati benar-benar akan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan kerja. Dampaknya, setiap orang akan saling memperlakukan orang-orang dengan etis, sikap baik, dan emosi cerdas.

Ketika setiap karyawan bekerja dengan energi empati, mereka secara otomatis akan menjadi aset perusahaan. Sebab, mereka mampu bekerja dengan memahami apa maunya perusahaan, apa maunya pelanggan, dan apa maunya orang-orang di sekitarnya. Dan hal ini, akan membuat mereka mudah untuk memberikan fokus, perhatian, kepedulian, reaksi, perasaan, keprihatinan, dan juga motif untuk sebuah perubahan atau koreksi.

Empati di dalam perusahaan akan memiliki kecerdasan penalaran untuk memahami pikiran stakeholders. Dalam hal ini, perusahaan tidak akan berhenti di satu sudut pandang untuk memahami potensi suksesnya. Tetapi, selalu akan membuka ruang kreatif untuk memahami berbagai dimensi dari potensi bisnis. Dan juga, akan menggunakan empati untuk mendengarkan semua sudut pandang yang beragam, sehingga dapat merespon segala sesuatu untuk pencapaian tujuan bisnis dengan lebih baik.

Setiap orang di dalam perusahaan wajib untuk memiliki energi empati yang konsisten, sebab hal ini akan memudahkan terjalinnya hubungan kerja yang positif dan profesional. Jadi, semakin mampu menggunakan empati untuk melayani perusahaan dan stakeholders, semakin kuat kepercayaan dan ikatan hubungan baik yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

Empati di dalam terangnya akal sehat akan mengembangkan peluang untuk menciptakan kapasitas bisnis yang lebih besar, sehingga perusahaan akan selalu unggul dan menang di setiap kompetisi. Oleh karena itu, jangan pernah disepelekan ataupun dianggap kecil tentang kekuatan empati sebagai aset untuk kesuksesan bisnis. Kembangkan kesadaran di internal organisasi tentang empati sebagai aset terpenting agar orang-orang mampu merasakannya. Berikan contoh tentang cara kerja empati, sehingga empati betul-betul dapat dipahami dan diakui oleh sumber daya manusia sebagai salah satu aset terpenting untuk menciptakan nilai tambah, reputasi, kinerja, keuntungan, dan prestasi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com