SUMBER DAYA MANUSIA HANYA BISA TUMBUH MENJADI ASET TERMAHAL DI DALAM BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT

 

DJAJENDRA 20 NOV 2013

SUMBER DAYA MANUSIA HANYA BISA TUMBUH MENJADI ASET TERMAHAL DI DALAM BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT

 “Ketika pemimpin perusahaan mengatakan bahwa karyawan adalah aset yang paling penting, maka dia sudah menempatkan sumber daya manusia perusahaan di dalam budaya organisasi yang kuat. Dan, tidak lagi memperlakukan karyawan seperti biaya, atau menjadikan sumber daya manusia sebagai pusat biaya, melainkan sebagai pusat penghasil nilai tambah, karena manusia korporasi sudah dianggap sebagai aset produktif yang penting.”~ Djajendra

Budaya perusahaan yang kuat adalah segalanya untuk menjadikan sumber daya manusia di perusahaan sebagai aset termahal. Dan, semua slogan tentang menjadikan manusia sebagai aset akan gugur, bila perusahaan gagal memiliki budaya organisasi yang kuat dan unggul. Oleh karena itu, untuk menjadikan sumber daya manusia perusahaan sebagai aset, bukan slogan atau kata-kata orasi yang hebat yang diperlukan, tetapi kemampuan untuk membangun budaya organisasi yang kuatlah yang diperlukan. Jadi, pidato dan khotbah, tanpa bertindak membangun budaya yang kuat, akan menjadi hal yang sia-sia.  

Hanya perusahaan yang mampu membumikan visi, misi, dan nilai-nilai kerja menjadi perilaku kerja yang akan menghasilkan manusia-manusia aset. Dan jelas,  semua ini memerlukan praktik bisnis yang etis dengan tata kelola yang konsisten dan profesional. Termasuk, kekuatan narasi perusahaan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan semangat perjuangannya, dan juga kemampuan untuk mengemas cerita perjuangan perusahaan dari titik awal hingga menjadi seperti sekarang. Dan yang tak kalah penting adalah, kepemimpinan yang mampu menjadi energi support untuk setiap proses penguatan budaya organisasi.

Budaya perusahaan yang kuat akan menjadikan sumber daya manusia sebagai energi aktif untuk mencapai target dan tujuan dengan strategi yang efektif.  Kemampuan karyawan untuk menyadari kekuatan nilai-nilai kerja dan kemampuan untuk mempraktikan nilai-nilai kerja melalui perilaku kerja yang konsisten dan profesional, akan menjadi kunci sukses untuk pencapaian tertinggi.

Sumber daya manusia akan menjadi alat yang hebat untuk menghasilkan kinerja dan juga sekaligus untuk menguatkan budaya organisasi. Kesadaran untuk memahami nilai-nilai perusahaan sebagai alat perjuangan di dalam kompetisi dan persaingan bisnis, akan meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan untuk mencapai yang terbaik.

Membangun budaya organisasi yang kuat bukanlah pekerjaan yang seketika, mendadak, tiba-tiba, atau saat itu juga. Tetapi, merupakan sebuah proses seumur hidup yang dimulai dengan penguatan sistem, tata kelola, kepemimpinan, dan semua organ organisasi yang lainnya secara profesional dan penuh integritas. Kemudian, seluruh organ organisasi harus memiliki energi positif yang mampu mempengaruhi mental dan kesadaran sumber daya manusia, untuk bersikap dan bertindak sesuai nilai-nilai perusahaan, nilai-nilai moral positif, dan patuh pada etika bisnis.

Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh budaya kehidupan di luar perusahaan. Setiap wilayah atau kota pasti memiliki budaya lokal yang berpotensi mempengaruhi budaya organisasi. Sebab, setiap karyawan perusahaan merupakan warga masyarakat yang juga hidup dan berkembang di dalam budaya masyarakat tersebut. Jadi, perusahaan harus cerdas memahami hal ini, sehingga proses penguatan budaya di internal organisasi dapat lebih dipetakan, sehingga dapat menghindari sabotase dari budaya masyarakat yang bertentangan dengan budaya perusahaan.

Kesadaran kepemimpinan untuk tidak memainkan standar ganda di tempat kerja, termasuk tidak aktif dengan politik kantor yang menciptakan ketidakpercayaan karyawan kepada manajemen, adalah hal-hal yang harus diperhatikan dengan serius. Sebab, kedua kejadian di atas akan melemahkan budaya organisasi. Jadi, kuatnya budaya organisasi itu tidak ditentukan oleh kata-kata manis seperti yang sudah dituliskan di dalam visi, misi, nilai-nilai, ataupun slogan perusahaan. Tetapi, oleh realitas kerja yang mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan nilai-nilai budaya perusahaan secara profesional dan konsisten.

Budaya itu hidup dan dapat berubah oleh perilaku dan suasana hati. Jadi, kepemimpinan harus cerdas menciptakan organisasi yang suka belajar dan terbiasa untuk merangkul perubahan. Semakin sering sumber daya manusia diberikan berbagai wawasan dan pengetahuan baru, semakin mereka akan mahir menghadapi perubahan, sehingga tidak akan ada dampak negatif terhadap budaya organisasi.

Budaya organisasi yang kuat akan menciptakan jati diri perusahaan dengan reputasi dan kredibilitas yang kuat. Dalam hal ini, budaya perusahaan akan menembus hati nurani setiap karyawan, untuk kemudian mendedikasikan dirinya secara profesional di dalam kehidupan kerja sehari-hari. Termasuk, hirarki, otoritas, struktur, kekuasaan, dan tanggung jawab, akan melebur di dalam efektivitas budaya yang kuat. Jadi, setiap orang di dalam perusahaan, baik karyawan maupun para pemimpinnya, sudah mampu lebih fokus pada tindakan untuk mencapai omset yang lebih besar dan profitabilitas yang lebih tinggi.

Karyawan akan tumbuh sebagai aset yang luar biasa produktif, saat mereka mendapatkan lingkungan kerja yang etis, yang membantu mereka untuk hidup lebih sehat dan lebih berharga, serta yang memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan karir melalui pencapaian kinerja terbaik.

Karyawan sebagai aset akan terwujud saat mereka sudah mampu berbagi nilai-nilai inti perusahaan di dalam kolaborasi dan komunikasi kerja. Dan juga, memiliki kemauan, kesadaran, kemampuan, keikhlasan, ketulusan, dan cinta, untuk merangkul nilai-nilai perusahaan dengan sepenuh hati dan totalitas. Dalam hal ini, bila nilai-nilai inti terwujud dengan sempurna di dalam kolaborasi dan komunikasi kerja, maka karyawan akan menjadi aset yang luar biasa efektif untuk memberikan kekuatan daya saing kepada perusahaan, sehingga perusahaan selalu unggul dalam persaingan bisnis.

Walaupun para pimpinan dan karyawan berasal atau hadir dari berbagai budaya masyarakat yang beragam dan unik, dan kita semua tahu bahwa dunia tidak hidup di dalam budaya yang homogen. Tetapi, di dalam perusahaan, setiap orang tidak berjuang untuk kepentingan mereka masing-masing. Perusahaan memiliki visinya sendiri, dan semua orang di dalam perusahaan adalah alat untuk mewujudkan visi perusahaan. Jadi, di sini, diperlukan sebuah budaya yang sama, yang seragam, yang tunggal.

Walau setiap karyawan tersebar di berbagai bangunan struktur organisasi, baik atas peran dan fungsi; budaya organisasi haruslah selalu menciptakan ruang yang terang dan jelas agar sumber daya manusia tercipta di dalam persepsi dan keyakinan kerja yang sama.  

Budaya organisasi harus membuat setiap karyawan dan pimpinan berada dalam satu bangunan jiwa yang sama; jiwa dengan ruang terbuka yang penuh empati, komunikasi, kolaborasi, cinta, dan kepedulian untuk saling membantu. Dan, membuat setiap orang sadar tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing, bekerja proaktif untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, serta bagaimana cara melakukannya.  

Budaya organisasi yang kuat adalah rumah untuk menciptakan manusia menjadi aset yang paling produktif, unik, dan mahal. Jadi, perusahaan harus sangat sadar untuk menjadikan sumber daya manusianya sebagai aset terpenting dalam meraih kinerja terbaik. Oleh karena itu, lakukan investasi dengan tulus dan sepenuh hati terhadap sumber daya manusia perusahaan agar mereka betul-betul menjadi energi penghasil yang paling produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com