KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

cropped-djajendra-corporate-motivator.jpg

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

 “Kreativitas itu seni. Kreativitas tidak akan mengalir saat Anda ngotot atau memaksakan diri. Kreativitas sangat aktif saat Anda tenang, santai, melamun, dan memainkan ide-ide di dalam imajinasi. Kreativitas tidak patuh pada satu aturan tertentu, dia adalah sesuatu yang bebas, sesuatu yang tanpa aturan.” ~ Djajendra

Ketika seseorang terlibat dalam rutinitas tanpa imajinasi, dia berpotensi kehilangan kreativitas. Kreativitas dihasilkan dari disiplin dan pengulangan oleh imajinasi artistik dan ilmiah, untuk membentuk wujud dari ide-ide yang dimiliki. Dan, kreativitas tidak dihasilkan dari sebuah aturan ataupun prosedur, tetapi dihasilkan dari ketidakteraturan, dari bebasnya imajinasi untuk sesuka hatinya membentuk sesuatu.

Orang-orang kreatif tidak akan terjebak dalam sebuah fokus ataupun gagasan, mereka akan membiarkan wawasan dan cara berpikirnya liar dan merdeka untuk memungkinkan apa-apa yang sebelumnya dirasakan tidak mungkin. Mereka berani melintasi semua batas-batas disiplin, mereka berani menjauh dari sebuah gambaran umum, dan mereka berani mencampur segala sesuatu walau hal-hal itu sebelumnya dianggap tidak wajar.

Kreativitas sangat diperlukan untuk memecahkan masalah, untuk menemukan solusi, dan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.  Jadi, orang-orang kreatif harus keluar dari kotak nyaman, harus berani bergerak bersama risiko, dan harus cerdas intuisi untuk melihat hal-hal yang tidak mampu dilihat oleh orang-orang biasa. Orang-orang kreatif adalah orang-orang luar biasa.

Orang-orang kreatif harus fokus pada energi kreatif dirinya, dan harus sadar diri bahwa kreatif artinya bebas tanpa batas, dan kebebasan itu sebebas-bebasnya imajinasi diri sendiri.

Orang-orang kreatif bukanlah orang-orang yang ngotot dalam rutinitas pekerjaannya dengan aturan dan prosedur. Tetapi, mereka adalah orang-orang yang setiap harinya menumbuhkan potensi dirinya di dalam energi kreativitas diri sendiri yang inovatif. Biasanya, orang-orang kreatif sangat serius dan fokus untuk menekuni usaha atau hal-hal yang sifatnya artistik. Mereka pasti memiliki hobi dari salah satu bidang kreatif berikut, seperti: melukis, menulis, memahat, memainkan alat musik, menari, bernyanyi, fotografer, menulis puisi, atau aktivitas artistik lainnya. Hobi mereka tersebut akan membantu imajinasi kreatif mereka untuk melewati batas-batas rutinitas sehari-hari.

Orang-orang kreatif harus melatih semua inderanya agar dapat memiliki imajinasi yang intuitif. Latihan yang terus-menerus untuk menyatukan emosi, pikiran, dan jiwa ke dalam hal-hal yang dikerjakan dengan sepenuh hati dan totalitas, akan memudahkan diri menjadi lebih intuitif terhadap hal-hal yang dikerjakan.

Kekuatan intuitif adalah kekuatan untuk merasakan sesuatu secara naluri. Memperkuat intuitif  bisa dilakukan dengan membiasakan jiwa untuk merasakan dan mendengarkan ide-ide yang dihasilkan oleh imajinasi artistik kreatif.

Leonardo da Vinci adalah seorang ilmuwan yang paling kreatif dan sangat membantu terciptanya peradaban seperti abad ke 21 ini. Sebagai ilmuwan paling kreatif, Leonardo da Vinci memiliki beragam kemampuan kreatif  dibanyak bidang. Dia seorang pelukis yang sangat terkenal, salah satu karyanya adalah Mona Lisa; dia juga seorang pematung, arsitek, musisi, ahli matematika, insinyur, penemu berbagai teknologi persenjataan militer, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani, penulis, dan banyak hal-hal kreatif lainnya yang telah disumbangkan oleh Leonardo da Vinci untuk kemajuan peradaban manusia. Leonardo da Vinci adalah contoh nyata aliran energi kreatif secara artistik dan ilmiah. Dia seorang jenius yang mau tahu semua hal, pikirannya terus-menerus ingin tahu; dan dia sangat cerdas membebaskan emosi, pikiran, dan jiwanya untuk mengembara sebebas-bebasnya di dalam imajinasi kreatif, baik secara artistik maupun ilmiah.

Bukan Leonardo da Vinci saja yang membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah, tetapi Albert Einstein juga membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah. Sebagai ahli fisika, Albert Einstein juga sering melamun bersama musiknya, dia sering memainkan biolanya untuk mendapatkan imajinasi bebas. Dan, demikian juga dengan para ahli diberbagai bidang, yang menghasilkan karya-karya paling kreatif dan inovatif di dunia; mereka selalu mampu meleburkan emosi, pikiran, dan jiwanya ke dalam energi artistik dan energi ilmiah.

Proses kreativitas adalah pertumbuhan dengan menghasilkan beberapa hasil yang bertentangan. Sebagai contoh, seorang pelukis selalu membuat banyak sketsa sebelum memilih satu sebagai ide untuk lukisannya. Jadi, sebelum sebuah lukisan itu dihasilkan, sudah ada banyak ide yang dituangkan dalam bentuk sketsa. Demikian juga dengan penulis, sebelum menulis sesuatu pasti sudah memiliki berbagai ide atau sudut pandang yang akan ditulis, dan diantara sekian banyak sudut pandang, diangkatlah salah satu yang diyakini. Dan semua ini bisa terjadi, karena intuisi mampu melihat potensi dari ide-ide yang dihasilkan tersebut. Lalu, disinilah proses pengambilan keputusan yang tegas dan berani menciptakan sebuah hasil akhir.

Kreativitas selalu bekerja dari wilayah imajinasi bebas, lalu dituangkan ke dalam metode ilmiah, yang selanjutnya bermain di wilayah hipotesa, pengujian, konsep, draft; dan terus-menerus akan bermain di wilayah metode ilmiah sampai hasil akhir diputuskan secara resmi oleh yang berwenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com