KENAPA ETIKA BISNIS GAGAL MENCEGAH KORUPSI ?

DJAJENDRA PROFILECinta membuat semua orang hidup dalam rasa aman, bahagia, damai, dan sejahtera. Tetapi, cinta selalu terganggu oleh jahat dan serakah. Jahat dan serakah menjadikan cinta kehilangan kekuatan untuk mewujudkan damai, bahagia, sejahtera, dan rasa aman. ~ Djajendra

Setiap perusahaan dan instansi yang sudah menjalankan good governance, pastilah memiliki panduan etika bisnis dan panduan kode etik perilaku kerja. Panduan etika bisnis adalah dokumen yang berisi perincian tentang cara etis untuk melaksanakan kegiatan usaha, termasuk dalam berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip good governance yang paling minimal, seperti: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairnes; pastilah sudah menjadi semangat dan motivasi di dalam pelaksanaan etika bisnis.

Secara teori, perusahaan dan instansi yang sudah menjalankan etika bisnis; seharusnya tidak mungkin bisa terlibat dalam peristiwa korupsi, penyuapan, dan tindakan-tindakan tidak etis lainnya. Sebab, di dalam panduan etika bisnis dengan tegas telah dituliskan apa-apa yang terlarang atau tidak boleh dilakukan saat berhubungan dengan pemangku kepentingan. Artinya,  penerapan etika bisnis yang penuh integritas pasti menjauhkan perusahaan dan instansi, dari perbuatan-perbuatan yang  berkaitan dengan korupsi, penyuapan, dan pelanggaran etika bisnis yang lainnya.

Tetapi, secara praktik, banyak pihak yang menganggap etika bisnis sebagai sesuatu yang kaku, dan tidak mungkin dijalankan di dalam dunia praktis. Dan, ketika persepsi dan logika berpikir membenarkan bahwa etika bisnis tidak mungkin dijalankan di dunia praktis, maka orang-orang tidak jujur, dan pastinya serakah, akan memanfaatkannya untuk berbisnis dengan cara-cara tidak etis. Hasilnya, panduan etika bisnis tidak akan berfungsi untuk mencegah tindakan-tindakan tidak etis di dalam bisnis, dan hubungannya dengan stakeholders.

Pada umumnya, pelanggaran terhadap etika bisnis bukan disebabkan oleh rendahnya kualitas tata kelola atau sistem yang digunakan. Tetapi, oleh rendahnya kualitas niat baik di dalam jiwa dan pola pikir orang-orang  yang bertanggung jawab. Orang-orang yang jiwanya terisi energi negatif cendrung tidak ingin menginternalisasikan nilai-nilai etis ke dalam mindsetnya. Sebab, mereka memang meniatkan atau merencanakan sejak lama untuk melakukan korupsi, dan memperkaya dirinya dengan segala cara, walau itu melanggar hukum. Jadi, pelanggaran etika bisnis adalah persoalan manusia yang tidak jujur, bukan persoalan sistem atau tata kelola yang tidak jujur.

Orang-orang yang berpikir positif, yang memiliki niat baik untuk memaksimalkan nilai tambah perusahaan, serta jalan hidupnya terbentuk dari fondasi integritas yang unggul. Biasanya, memiliki koneksi positif untuk menjalankan etika bisnis dengan sepenuh hati, transparan, dan penuh tanggung jawab. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak pernah berpikir bahwa panduan etika bisnis sebagai sesuatu yang kaku, tetapi menjadikannya sebagai sesuatu yang praktis di dalam perilaku sehari-hari mereka di tempat kerja. Mereka mampu memberikan etika bisnis dengan nilai bisnis praktis, sehingga integritas dan kejujuran mereka selalu dihormati dimanapun.

Perusahaan dan semua organisasi bisnis lainnya adalah sumber daya ekonomi; adalah mesin ekonomi yang menciptakan nilai tambah, sehingga perlu dirawat dengan efektif dan produktif  agar mesin ekonomi tersebut menjadi bermanfaat untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Jelas, korupsi adalah peristiwa yang menguras sumber daya ekonomi. Bila sumber daya ekonomi perusahaan dikuras dengan korupsi, maka peristiwa ini sama saja seperti menguras sumber daya ekonomi bangsa dan negara. Sebab, setiap organisasi bisnis ataupun perusahaan merupakan kekayaan bangsa dan negara. Jadi, bila peristiwa korupsi secara kuat menguras semua sumber daya ekonomi sebuah bangsa, maka dapat dipastikan bangsa tersebut akan jatuh miskin, dan masyarakatnya akan kehilangan kehormatan di dalam pergaulan internasional. Dan juga, bangsa tersebut berpotensi terpecah belah di dalam kemiskinan dan kekuarangan. Oleh karena itu, etika bisnis bukanlah sesuatu hal yang sepele, dia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghentikan korupsi.

Etika bisnis harus benar-benar difungsikan dan dijalankan dengan sepenuh hati di setiap organisasi, instansi, dan perusahaan. Berjalannya etika bisnis dengan sepenuh hati di dalam budaya integritas, akan menjadikan semua kegiatan bisnis bebas korupsi.

Ketika etika bisnis berkuasa di dalam aktivitas sehari-hari; maka energi negatif, seperti: serakah, curang, korupsi, jahat, dan semua yang merugikan perusahaan, akan menjadi lemah dan tidak berdaya.

Kuatkan etika bisnis agar korupsi tidak menguras sumber daya dan kekuatan perusahaan.  Libatkan semua orang dan didiklah semua pihak untuk patuh pada etika bisnis. Etika bisnis yang kuat dan unggul di dalam budaya integritas, akan menjadi kekuatan yang mencegah dan menghentikan korupsi.

Ketika korupsi sudah mampu dilemahkan dan dihentikan di dalam sebuah negara; maka, kehidupan rakyatnya akan menjadi lebih bahagia, sejahtera, sehat, kaya, damai, aman, dan tenang. Dan, semua ini dapat dimulai dengan menjalankan etika bisnis yang penuh integritas dan akuntabilitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com