MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM NEGOSIASI

“Emosi Anda yang cerdas tidak akan pernah mengalahkan perjuangan Anda untuk mencapai kemenangan atas negosiasi yang Anda lakukan. Sebab, emosi yang cerdas mampu memasuki hati nurani orang lain, dan mempengaruhinya dengan cinta.” ~ Djajendra

Orang-orang yang emosinya cerdas mampu melunakan hati yang kaku dan keras. Apalagi dalam hal bernegosiasi, orang-orang yang emosinya cerdas pasti mampu mengarahkan hasil akhir untuk kesepakatan yang lebih harmoni.

Di dalam kecerdasan emosional ada energi strategi dan taktik yang bersatupadu untuk memandu jiwa melakukan segala sesuatu dengan terfokus, bijak, meyakinkan, serta membangkitkan kepercayaan dengan cinta dan kepedulian.

Orang-orang yang cerdas emosional pastilah selalu menjadi pemenang dalam segala hal yang terkait dengan negosiasi. Sebab, kemampuan mereka dalam mengelola emosi, membuat mereka menjadi seperti air, yang dapat mengalir kemana saja, juga dapat menyesuaikan diri di berbagai ukuran ruang dan dimensi. Jadi, daya mempengaruhi emosi orang lain oleh orang-orang yang cerdas emosi ini sangat tinggi, sehingga mereka tidak akan merusak interaksi dan komunikasi di dalam setiap usaha negosiasi.

Kecerdasan emosional akan membuat seseorang menjadi tulus dan tanpa pamrih memperjuangkan sesuatu yang baik. Dalam hal negosiasi, seseorang yang cerdas emosional dapat menghentikan energi frustasi siapapun, dan dengan tegas mampu menghentikan hal-hal yang merugikan pihak manapun. Lalu, dengan akal sehat dan logika berpikir yang adil, mampu terhubung dengan berbagai pihak yang berkonflik, kemudian cerdas membuat keputusan tanpa emosi negatif.

Kecerdasan emosional bersumber dari kesadaran diri sendiri, untuk memahami fakta-fakta yang ada di dalam kepentingan diri, serta fakta-fakta yang terdapat di dalam kepentingan diri orang lain. Bila Anda dengan penuh kesadaran di dalam integritas pribadi sudah mampu mengidentifikasi hasrat diri Anda, serta mampu mengelolanya di dalam emosi yang cerdas; termasuk, mampu menangkap hasrat orang lain, dan menyiapkan kecerdasan emosi Anda untuk berada dalam kekuatan yang mempengaruhi, serta menyiapkan taktik yang membangun kepercayaan orang-orang kepada Anda, maka Anda akan mencapai hasil terbaik dari negosiasi yang Anda lakukan.

Memanfaatkan kecerdasan emosional dalam negosiasi sangatlah membantu untuk mendapatkan hasil akhir terbaik. Jadi, kecerdasan emosional di dalam diri akan menjadi kemampuan untuk mengatasi tekanan; menjadi kemampuan untuk membangun kepercayaan, keyakinan, akal sehat, dan empati; menjadi kemampuan untuk bernegosiasi dengan akal dan sepenuh hati; menjadi kemampuan untuk menciptakan pengaruh walau tanpa jabatan dan kekuasaan; menjadi kemampuan untuk menavigasi arah negosiasi; menjadi kemampuan untuk mengambil risiko dan sekaligus mengecilkan bahaya dari risiko tersebut; menjadi kemampuan untuk lebih rinci dan menghindari kesembronoan; menjadi kemampuan yang menenangkan emosi dan pikiran di dalam ketahanan diri yang kuat dan solid.

Emosi sangatlah menular dan dengan mudah mempengaruhi orang lain. Jadi, emosi itu seperti virus yang mampu menulari orang-orang melalui pertemuan tanpa sentuhan secara fisik. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kata-kata yang diucapkan, perbuatan yang dilakukan, dan sikap yang diperlihatkan. Bila kata-kata, sikap, dan perbuatan sudah dihasilkan dari kecerdasan emosional, maka ego diri akan terkendali, dan tidak akan tampil dari respons otomatis oleh situasi, sebab-akibat, ataupun kondisi. Dan, Andapun dapat menyelesaikan negosiasi berdasarkan prinsip-prinsip yang disepakati bersama secara sadar dan adil.

Kuatkan jiwa dengan menyelaraskan fluktuasi pikiran di dalam kestabilan emosi. Untuk itu, pastikan Anda sudah terlatih untuk bersabar, ikhlas, tulus, peduli, dan bertindak dengan sepenuh hati; termasuk, menjauhkan diri dari rasa kecewa, dan selalu mencari akal untuk menyusun taktik dan strategi yang lebih efektif agar Anda menang dalam negosiasi tersebut.

Jangan pernah ngotot dalam negosiasi, kalau terpaksa mundurlah selangkah, dan persiapkan diri dengan langkah-langkah berikut yang lebih terencana untuk menang. Jadi, jangan ragu untuk memiliki keyakinan bahwa kadang-kadang kemenangan akan didapatkan kalau kita ikhlas untuk mundur beberapa langkah, dan kemudian maju kembali dengan kesiapan untuk menang.

Emosi Anda yang cerdas tidak akan pernah mengalahkan perjuangan Anda untuk mencapai kemenangan atas negosiasi yang Anda lakukan. Sebab, emosi yang cerdas mampu memasuki hati nurani orang lain, dan mempengaruhinya dengan cinta.

Menegosiasikan sesuatu bukanlah persoalan siapa yang paling pintar dan siapa yang paling banyak akal. Tetapi, merupakan sebuah interaksi hati, emosi, dan pikiran berdasarkan fakta-fakta yang ada.  Di sini, diperlukan emosi yang kuat untuk melayani segala sesuatu dengan niat untuk kebaikan yang lebih besar, serta mampu mengendalikan sabotase oleh kekuatan ego dari masing-masing pihak yang sedang bernegosiasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com