MELAYANI KEPEMIMPINAN DENGAN EFEKTIF

LEADERSHIP TRAINING DJAJENDRA 2 HARI 16 JAM

MELAYANI KEPEMIMPINAN DENGAN EFEKTIF

“Sebelum bertindak pahami dengan baik hal yang akan dilakukan. Jangan sekedar bertindak tanpa tahu arah dan hasil yang akan dicapai. Diperlukan komunikasi dua arah atas setiap tindakan terhadap tujuan dan prioritas.”~ Djajendra

Pemimpin adalah orang yang memiliki kekuasaan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan. Bersama-sama dengan orang-orang yang dipimpin, pemimpin akan bertindak secara terorganisir, untuk mewujudkan visi dengan rencana yang detail.

Pemimpin pasti menginginkan kontribusi yang berkualitas dari kompetensi orang-orang terbaik yang membantunya, untuk melayani kepemimpinan yang dia pimpin dengan berkualitas dan berkinerja tinggi. Hubungan kepemimpinan yang saling membantu dalam kepercayaan yang saling membangun, akan menjadi kekuatan kolaboratif, yang membawa kepemimpinan tersebut selalu sukses bersama tindakan.

Setiap orang yang terhimpun dan terorganisir dalam sebuah kepemimpinan, wajib menjadi energi yang berharga, untuk membangun hubungan yang saling percaya dari kekuatan integritas pribadi yang solid. Pemimpin adalah pribadi yang akan meraih semua visi kepemimpinannya dengan baik, bila dirinya dibantu dan didukung dengan sepenuh hati oleh semua orang yang berada di dalam kepemimpinan tersebut. Bila orang-orang di dalam kepemimpinan tersebut masing-masing berpikir dan bertindak untuk kepentingan masing-masing, dan meninggalkan pemimpinnya sendirian dalam ketidakmampuan, maka kepemimpinan tersebut pasti tidak akan berhasil.

Pemimpin yang cerdas pasti akan menjelaskan setiap sisi kepemimpinannya dengan sangat detail kepada orang-orang yang dia pimpin. Dia akan memberikan gambaran besar yang umum, dan menunjukkan dampak yang spesifik dari setiap tindakan dari gambaran besar itu, untuk mewujudkan visi melalui tujuan yang dikerjakan secara kolaboratif. Dia juga akan mengidentifikasi solusi terhadap setiap tantangan. Lalu, menjelaskan kepada orang-orang yang dipimpin, tentang cara untuk memecahkan tantangan tersebut, dengan solusi dan pilihan tindakan yang tepat dan menguntungkan.

Pemimpin yang berkualitas selalu berdiskusi atau mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang dipimpin, untuk menemukan ide-ide terbaik buat keberhasilan kepemimpinannya, juga memberikan keputusan dan contoh-contoh konkret tentang cara menjalankan ide-ide terbaik tersebut. Sebagai pemimpin, dia akan menjadi pusat dari arus informasi di dalam organisasinya, serta mampu menginspirasi dengan berbagai gaya dan cara unik dirinya, untuk menanamkan kepercayaan dan keberanian kepada orang-orang yang dipimpin, agar mereka mampu bertindak sesuai dengan tugas mereka, dalam skala tanggung jawab yang ada di masing-masing fungsi dan peran mereka.

Setiap orang yang menerima tanggung jawab dari pemimpin dan organisasi, wajib menunjukkan komitmen untuk memastikan keberhasilan atas semua pekerjaan yang dilakukan. Sebagai pribadi yang melayani kepemimpinan, pemimpin, dan organisasi, haruslah mampu bekerja sama dengan setiap orang di dalam organisasi, serta menjadi pribadi yang cerdas untuk mengembangkan rencana aksi dalam mewujudkan hasil akhir terbaik.

Membangun dan menanamkan kepercayaan pada setiap orang, untuk selalu bersikap dan bekerja dengan kolaboratif, haruslah menjadi energi yang disalurkan pemimpin ke dalam organisasi. Kepemimpinan akan sukses, bila semua fungsi dan peran di dalamnya, dapat bekerja dalam sebuah keharmonisan yang solid. Setiap proses kerja haruslah terhubung dalam sikap saling percaya, dan semuanya dilakukan dari energi integritas pribadi masing-masing, untuk dikontribusikan ke dalam energi integritas organisasi dan kepemimpinan yang unggul dan solid.

Pemimpin haruslah menjadi energi yang merekatkan dan membantu untuk mengenalkan satu sama lain. Lalu, menanamkan budaya kolaborasi dalam sinergi dan komunikasi yang efektif. Bila setiap orang di dalam organisasi sudah mampu memiliki antusiasme, terutama untuk saling berkontribusi dengan kepedulian dan kecintaan mereka kepada organisasi dan kepemimpinan, maka hal itu akan menjadi pendorong terbentuknya hubungan pribadi yang baik dan profesional di dalam kepemimpinan tersebut.

Kekuasaan dan tanggung jawab yang melekat pada seorang pemimpin, haruslah dijadikan modal untuk memperkuat kualitas kepemimpinan yang tegas dan pasti, serta menjadi energi yang membawa manfaat buat organisasi dan stakeholders. Pemimpin tidak boleh membiarkan dirinya terjebak dalam struktur kekuasaan, dan menciptakan berbagai birokrasi yang menjauhkan dirinya dengan orang-orang yang dipimpin. Pemimpin yang efektif pasti tahu bahwa dia memiliki hak, untuk bergerak ke setiap arah dan dimensi organisasi, agar memahami akar persoalan yang sebenarnya, serta berani bertindak atau mengambil alih atas pekerjaan-pekerjaan, yang gagal dikerjakan oleh orang-orang yang dipercaya.

Pemimpin harus memastikan bahwa setiap orang yang dipimpin, mampu menerima nilai-nilai kepemimpinannya dengan bahagia dan sepenuh hati. Setiap orang yang dipimpin itu harus peduli dan membantu kepemimpinan. Jika ada orang-orang yang tidak sepenuh hati membantu dan melayani kepemimpinan, maka mereka berpotensi menjadi energi negatif, untuk mengkontribusikan hal-hal yang tidak diinginkan dalam setiap proses kerja menuju visi dan tujuan. Pemimpin harus mencegah kepemimpinannya dari dominasi orang-orang, yang tidak total dan sepenuh hati membantunya. Untuk itu, pemimpin secara rutin harus menafsirkan tujuan dan nilai-nilai kepemimpinannya kepada setia orang yang dipimpin. Dan, menciptakan budaya kerja untuk membantu kepemimpinan, agar  kepemimpinannya mampu fokus pada visi dan tujuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

MOTIVASI DAN INSPIRASI 30 JANUARI 2013

Sering-seringlah temui hati nurani, tanyakan kepada hati nurani tentang keikhlasannya untuk menerima realitas Anda saat ini. Bila hati nurani menolak terhadap realitas Anda saat ini, maka siapkan kualitas diri untuk melakukan perubahan, agar hati nurani mendapatkan kehidupan yang memenuhi kebutuhannya.~ Djajendra

Pikiran yang tidak dijaga akan menjadi liar dan kadang-kadang bisa membahayakan hidup. Jika Anda tekun dan disiplin mengelola pola pikir Anda, maka pikiran Anda akan terkawal dengan baik.~ Djajendra

Ketika diri sudah menganggap dirinya guru paling hebat; diri yang paling banyak tahu tentang seluk beluk kehidupan; diri yang paling memahami benar dan salah; diri yang paling menganggap dirinya mengetahui segalanya. Maka, sejak itu dirinya akan terus hidup dalam ketidaktahuan. ~ Djajendra

Ketika ego diri menjadi sangat sombong dalam batas keyakinan, maka sejak itu diri akan tinggal dalam ketidaktahuan luasnya kehidupan. Ego yang tidak mau belajar dari luasnya kehidupan, akan tetap hidup dalam sempitnya pengetahuan. ~ Djajendra

Iri hati merupakan tanda diri sangat lemah dengan hidupnya. Iri hati yang tidak dihapus akan menciptakan rasa cemburu. Iri hati juga akan membuat hidup selalu berada dalam ketidakpuasan. Iri hati sangat tidak menguntungkan diri dalam upayanya untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan hidup. ~ Djajendra

Kehidupan selalu memberikan pelajaran untuk mendewasakan diri seseorang. Sering sekali karena kesadaran yang rendah, orang-orang menjadi panik dan frustasi saat menerima pelajaran dari kehidupan. Walaupun tidak ada yang pernah tahu kapan atau bagaimana seseorang akan menerima pelajaran dari kehidupan, tetapi bila dirinya hidup dalam kesadaran, bersandar pada pola kehidupan yang sederhana dan rendah hati, maka setiap kesempatan belajar dari kehidupan akan digunakan untuk melakukan perubahan terhadap kehidupannya menuju kepada yang terbaik. Dan, dia juga akan memastikan dirinya unggul menghadapi semua tantangan dan rintangan dari proses pembelajaran tersebut, serta tidak akan membiarkan dirinya kehilangan arah dalam menuju visi.~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SENYUM DALAM PELAYANAN PELANGGAN

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

SENYUM DALAM PELAYANAN PELANGGAN

“Senyum tulus yang membudaya dalam internal organisasi akan menjadi keunggulan yang menguntungkan perusahaan.” ~ Djajendra

Senyum adalah bahasa komunikasi yang paling efektif dan menyentuh hati. Setiap pelayanan pelanggan yang dimulai dengan senyum tulus, pasti akan menghasilkan pelayanan yang menyenangkan hati. Senyum akan menghilangkan kekakuan dalam komunikasi dan mengisinya dengan suasana yang menyenangkan hati.

Keberadaan customer service adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada pelanggan. Semua yang terbaik dan berkualitas itu hanya dapat dimulai dari kepribadian yang sopan, ramah, rendah hati, berempati, dalam senyum tulus yang penuh persahabatan. Sikap pelayanan yang memperlakukan pelanggan dengan hormat dan senyum tulus, akan menciptakan interaksi yang memperkuat hubungan pelanggan dengan perusahaan ke dalam loyalitas.

Senyum tulus customer service dalam pelayanan pelanggan akan mengekspresikan pesan ramah-tamah perusahaan kepada para pelanggannya. Senyum adalah komponen terpenting dalam memberikan pelayanan berkualitas, dan senyum itu sendiri sangat tergantung kepada kualitas kepribadian customer service. Semakin mulia dan baik hati seorang customer service, semakin berkualitas dirinya dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan. Senyum adalah komponen pelayanan yang berbiaya murah, dan sangat tergantung kepada ketulusan hati dari para pelayan perusahaan.

Senyum tulus adalah bahasa hati nurani yang dapat mempengaruhi hati nurani orang lain, untuk terhubung dalam energi baik. Ketika customer service mampu terhubung dalam energi baik dengan pelanggan, maka pelanggan akan selalu memprioritaskan pembeliannya kepada perusahaan yang ramah kepadanya. Hal ini akan membuat perusahaan selalu unggul dengan kinerja terbaik. Sebab, semua pelanggannya menjadi setia dan selalu bertransaksi dengan perusahaan yang ramah dan yang memberikan kemudahan dalam pelayanan.

Ketika perusahaan membangun budaya senyum dari kekuatan pelayanan di internal organisasi. Lalu, mengekspresikannya dalam kebiasaan dan rutinitas pelayanan ke eksternal organisasi, maka budaya senyum itu akan menjadi kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Senyum tulus yang membudaya dalam organisasi, pastilah menjadi keunggulan yang selalu menguntungkan perusahaan.

Senyum tulus hanya dapat dimunculkan dari jiwa yang cerdas emosi, dari jiwa yang selalu rendah hati bersama empati dan toleransi, untuk memberikan kontribusi terbaik dari dalam dirinya kepada setiap stakeholders. Semakin positif kepribadian dan karakter seseorang, maka semakin mampu dirinya untuk memberikan senyum tulus. Senyum tulus yang dilengkapi dengan pelayanan yang peduli dengan harapan dan kebutuhan pelanggan, akan menjadi keunggulan pribadi yang membuat diri selalu tumbuh bersama karir yang luar biasa.

Senyum tulus selalu menjadi hal terbaik untuk membuat diri lebih berkualitas. Seseorang yang tanpa senyum akan dianggap sombong dan tidak menyenangkan. Sikap dan perilaku hidup yang terbiasa dengan mudah senyum dalam pergaulan sosial, akan menjadi hal yang positif untuk membuat diri terbiasa senyum dari hati yang paling tulus.

Senyum tulus dalam pelayanan pelanggan akan membantu perusahaan untuk berkomunikasi dari hati ke hati dengan pelanggan. Dan hal ini merupakan sebuah potensi kekayaan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, untuk mencapai kinerja dan prestasi yang lebih tinggi. Ketika perusahaan memiliki budaya tatakrama dalam ruang percakapan yang menggembirakan hati pelanggan, maka pelanggan pasti setia selamanya kepada perusahaan, dan selalu mengingat pengalaman bahagianya saat terhubung dengan perusahaan.

Senyum tulus adalah bahasa hati nurani yang terekspresikan dari kekuatan emosi baik. Semakin cerdas Anda mengekspresikan senyum tulus dari kekuatan baik jiwa dan pikiran Anda, maka semakin bahagialah hidup Anda bersama hari-hari terindah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

Perilaku yang paling sia-sia adalah membohongi diri sendiri. Ketika Anda mulai membohongi diri sendiri, tidak ada orang lain yang akan rugi, hanya Anda sendiri yang akan rugi, karena sudah tidak jujur kepada diri sendiri. Jadilah jujur kepada diri sendiri, agar semua potensi Anda membantu hidup Anda.~ Djajendra

Saat Anda tersenyum tulus kepada orang-orang yang Anda temui, maka nilai kebaikan akan memasuki perasaan dari orang-orang yang menerima senyum tulus Anda. Dan, Anda akan menjadi pribadi baik yang disukai semua orang.~Djajendra

Bila Anda cerdas memusatkan semua energi Anda pada sebuah target yang terfokus, maka diri Anda akan mendapatkan daya dorong dari kekuatan fokus Anda, untuk meraih prestasi dan kinerja yang lebih hebat.~ Djajendra

Bahagia adalah hak asasi Anda, dan merupakan sesuatu yang didapatkan dari pencarian diri sendiri ke dalam diri. Anda harus tumbuh dalam kekuatan yang tak dapat dikalahkan oleh hal apapun untuk dapat meraih bahagia. Anda yang tumbuh dari kelemahan realitas sosial, politik, keyakinan, ekonomi, dan budaya, pastilah kebahagiaannya bisa dikendalikan, bahkan bisa diambil oleh kekuatan dari luar diri Anda. Jadilah kuat dan hentikan diri dari pelemahan oleh realitas yang menjauhkan diri Anda dari bahagia. Temukan pemecahan atas semua tantangan dan masalah, jangan pernah menyerah untuk memenangkan diri Anda dari hal-hal yang menghalangi kebahagiaan Anda, dan lihatlah ke depan dengan optimis untuk meraih bahagia sebagai hak Anda. ~ Djajendra

Kemajuan kepribadian seseorang tidak muncul dari kecerdasannya untuk menilai dan mengkritik orang lain; tapi dari kecerdasannya untuk menilai, memperbaiki, dan mengembangkan kepribadiannya menjadi lebih unggul.~ Djajendra

Semakin sadar Anda untuk meningkatkan kualitas kemandirian dan tanggung jawab dalam kehidupan; semakin Anda akan tumbuh secara intelektual, sosial, dan profesional, dalam realitas yang Anda inginkan.~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INSPIRASI DAN MOTIVASI

Building and Maintaining a Team

Hidup haruslah tahu diri bahwa yang sangat baik itu hanya ada dalam persepsi. Ketika Anda tidak mengembangkan persepsi baik terhadap sesuatu hal, maka Anda pasti akan menilainya dengan persepsi sebatas pengetahuan dipikiran Anda. Persepsi dapat dikembangkan dengan menjadi pribadi yang terbuka, untuk mempelajari banyak hal baru, dan membuka diri untuk menerima banyak wawasan hidup, yang melampaui batas-batas kehidupan dengan kreatif. ~ Djajendra

Keyakinan dalam hidup boleh berbeda, logika berpikir juga boleh berbeda. Tuhan tetap memberikan matahari dan kehidupan untuk semua yang berbeda itu dengan sangat adil dan penuh cinta. Bila ada yang mempersoalkan atau menciptakan permusuhan dalam hidup, hanya dengan alasan keyakinan dan logika berpikir yang berbeda, maka dia telah diperbudak oleh ego dan cara berpikirnya, dan dia lupa dengan Tuhan yang maha adil dan penuh cinta.~ Djajendra

Cinta sejati ada karena dua jiwa saling berbagi empati, toleransi, peduli, dan saling percaya dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif. Cinta hanya dapat diberikan oleh jiwa yang memiliki empati, toleransi, dan kepedulian. Kemampuan seseorang untuk menerima cinta harus juga diikuti dengan kecerdasan dirinya untuk memberikan cinta. Ketika egonya hanya peduli untuk menerima dan tidak peduli untuk memberikan cinta, maka saat itu cinta akan kehilangan keseimbangan, dan cinta tidak akan tumbuh untuk memberikan kebahagiaan. Cinta adalah bahasa perbuatan dan tindakan dari ketulusan dan keikhlasan jiwa untuk saling mengerti, tanpa saling curiga.~ Djajendra

Perfeksionisme adalah beban kehidupan. Ketika kesempurnaan menjadi alasan untuk menjalani hidup, Anda akan menjadi mudah melakukan penolakan, dan sulit untuk menerima realitas apa adanya. Perfeksionisme akan mengikat diri Anda untuk hidup demi citra kesempurnaan, dan akan menghilangkan diri asli Anda, lalu digantikan pesona diri dalam perangkap kesempurnaan. ~ Djajendra

Harga diri yang terlalu tinggi pasti menjadi beban hidup. Buanglah beban harga diri dengan kesederhanaan pola hidup dalam sikap rendah hati. Jangan biarkan kebesaran diri menjadi tidak berkembang, hanya karena ambisi untuk mempertahankan harga diri setinggi langit.~ Djajendra

Dalam diri Anda ada cahaya untuk menerangi hidup. Jangan habiskan waktu setiap hari tanpa memahami cahaya di dalam diri. Dengan memahami cahaya di dalam diri, Anda dapat menerangi perjalanan hidup Anda dari kesadaran diri sendiri.~ Djajendra

Rasa bersalah, menyesal, kecemasan, dan stres yang tak terkendali akan menghentikan aliran energi bahagia ke dalam diri. Temukan keberanian dan kemampuan dari dalam diri, untuk mengurangi dan menghilangkan sifat-sifat penghambat aliran energi bahagia ke dalam diri Anda. Sebab, Anda lahir untuk bahagia, dan jadilah cerdas untuk bahagia.~ Djajendra

Kehidupan sangat berlimpah dan semua yang diinginkan telah tersedia dalam hidup. Anda hanya perlu bertindak keluar bersama diri yang kreatif dan penuh percaya diri, untuk menikmati kelimpahan yang ada dalam kehidupan. ~ Djajendra

Hargai hidup dengan pikiran positif. Kuatkan hidup dengan komitmen untuk sukses. Isi batin dengan semangat dan gairah untuk sukses. Anda ada untuk sukses, dan jangan ragu untuk sukses.~Djajendra

Hidup haruslah kuat dan mandiri. Ketika diri merasa tak berdaya dan hidup dalam kelemahan, saat itu diperlukan kekuatan untuk menumbuhkan keberanian di dalam diri. Lalu, membuat diri berhenti memikirkan kelemahannya, dan mulai fokus kepada semua keunggulan.~ Djajendra

Potensi seseorang tidak terbatas, apa saja dapat dihasilkan atau dimunculkan dari dalam potensi dan sumber daya diri seseorang, selama orang tersebut memiliki keberanian mental dan emosi. Keberanian mental dapat diwujudkan dari kecerdasan mental yang mampu memahami, menguraikan, menyimpulkan, memagari risiko, mendefinisikan, memutuskan, dan bersikap pasti dengan sebuah tindakan. Kalau mental sudah berani bertindak dengan keunggulan kreatifnya atas sebuah impian atau rencana, maka diri akan bergerak dengan keyakinan dan kepercayaan untuk mewujudkannya dengan sukses. Mental yang kreatif dan berani akan membangkitkan keberanian emosi dalam wujud gairah, antusiasme, mood yang siap bertindak dan bekerja keras dalam disiplin diri yang penuh motivasi, serta rasa nyaman emosi bersama keunggulan kreatif mental untuk melampaui batas-batas normatif yang ada. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI

Dalam diri Anda ada cahaya untuk menerangi hidup. Jangan habiskan waktu setiap hari tanpa memahami cahaya di dalam diri. Dengan memahami cahaya di dalam diri, Anda dapat menerangi perjalanan hidup Anda dari kesadaran diri sendiri.~ Djajendra

Rasa bersalah, menyesal, kecemasan, dan stres yang tak terkendali akan menghentikan aliran energi bahagia ke dalam diri. Temukan keberanian dan kemampuan dari dalam diri, untuk mengurangi dan menghilangkan sifat-sifat penghambat aliran energi bahagia ke dalam diri Anda. Sebab, Anda lahir untuk bahagia, dan jadilah cerdas untuk bahagia.~ Djajendra

Kehidupan sangat berlimpah dan semua yang diinginkan telah tersedia dalam hidup. Anda hanya perlu bertindak keluar bersama diri yang kreatif dan penuh percaya diri, untuk menikmati kelimpahan yang ada dalam kehidupan. ~ Djajendra

Hargai hidup dengan pikiran positif. Kuatkan hidup dengan komitmen untuk sukses. Isi batin dengan semangat dan gairah untuk sukses. Anda ada untuk sukses, dan jangan ragu untuk sukses.~Djajendra

Hidup haruslah kuat dan mandiri. Ketika diri merasa tak berdaya dan hidup dalam kelemahan, saat itu diperlukan kekuatan untuk menumbuhkan keberanian di dalam diri. Lalu, membuat diri berhenti memikirkan kelemahannya, dan mulai fokus kepada semua keunggulan.~ Djajendra

Potensi seseorang tidak terbatas, apa saja dapat dihasilkan atau dimunculkan dari dalam potensi dan sumber daya diri seseorang, selama orang tersebut memiliki keberanian mental dan emosi. Keberanian mental dapat diwujudkan dari kecerdasan mental yang mampu memahami, menguraikan, menyimpulkan, memagari risiko, mendefinisikan, memutuskan, dan bersikap pasti dengan sebuah tindakan. Kalau mental sudah berani bertindak dengan keunggulan kreatifnya atas sebuah impian atau rencana, maka diri akan bergerak dengan keyakinan dan kepercayaan untuk mewujudkannya dengan sukses. Mental yang kreatif dan berani akan membangkitkan keberanian emosi dalam wujud gairah, antusiasme, mood yang siap bertindak dan bekerja keras dalam disiplin diri yang penuh motivasi, serta rasa nyaman emosi bersama keunggulan kreatif mental untuk melampaui batas-batas normatif yang ada. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERTANYAAN DAN CARA BERTANYA DALAM SEBUAH WAWANCARA

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

PERTANYAAN DAN CARA BERTANYA DALAM SEBUAH WAWANCARA

“Pewawancara yang melengkapi dirinya dengan etika, tatakrama, emosi dan mental yang cerdas; pasti cerdas berimajinasi bersama pertanyaan dan cara bertanya, untuk mendapatkan jawaban dan informasi, termasuk untuk mendapatkan simpati dari publik dan narasumber.”~ Djajendra

Pertanyaan memberi kuasa kepada pewawancara. Saat seorang pewawancara ingin mendapatkan informasi, maka dia dapat memulai sebuah percakapan yang sifatnya menggali informasi dengan teknik dan cara bertanya yang cerdas sosial.  Pewawancara wajib menjunjung tinggi etika dan tatakrama dalam percakapan. Ketika pewawancara mengabaikan etika dan tatakrama dalam bertanya, narasumber berhak untuk tidak menjawab. Apalagi bila pertanyaan itu berpotensi melukai perasaan orang lain. Sebuah pertanyaan bertujuan untuk mendapatkan jawaban yang jujur dan sesuai dengan realitas yang ada. Jadi, sebuah pertanyaan tidaklah boleh ditanyakan dengan tujuan untuk menciptakan opini negatif tentang orang lain, ataupun dengan tujuan menjebak narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan sensitif yang dapat melukai kehidupan sosial.

Pewawancara berhak bertanya dari berbagai sudut pandang dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran yang utuh dari sebuah persoalan. Untuk itu, pewawancara haruslah memiliki pengetahuan yang sangat mendalam, baik secara teori maupun secara fakta, termasuk memiliki kepribadian yang dewasa cara berpikirnya dalam keunggulan kecerdasan emosi dan mental. Semua pertanyaan dari pewawancara haruslah terkonsepkan secara berkualitas. Karena narasumber membiarkan dirinya ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan dari persepsi dan logika berpikir pewawancara, maka diperlukan kontrol diri yang kuat dari pewawancara untuk menjaga kehormatan dan harga diri narasumber.

Kebebasan untuk bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan sesuai kehendak dari kepentingan pewawancara haruslah memiliki empati. Bila empati hilang, maka kontrol diri pewawancara pasti kelihatan tidak sopan dan kurang etis. Seorang pewawancara wajib bertanggung jawab atas percakapan yang terjadi, karena sebagai pewawancara telah diberikan kuasa oleh narasumber untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bermanfaat bagi stakeholders. Bila seorang pewawancara disusupi dengan kepentingan kelompok atau pribadi, maka biasanya pewawancara akan kehilangan empati dan tanggung jawab terhadap percakapan tersebut.

Pewawancara berhak bertanya dengan teknik interogasi, tapi interogasinya haruslah dalam gaya bertanya yang persuasif. Pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada interogasi bermaksud untuk mendapatkan informasi yang sifatnya sangat detail. Dalam teknik interogasi yang baik, narasumber harus dibuat nyaman dan sangat percaya diri. Hal ini merupakan tugas dari pewawancara untuk menciptakan kondisi dan situasi yang persuasif dan penuh persahabatan. Setelah kondisi tanya jawab yang persuasif terbentuk, pewawancara dengan kecerdasan bertanya dapat menggiring narasumber ke hal-hal yang sangat detail, tanpa menciptakan kesan untuk memojokkan narasumber dengan pertanyaan dan cara bertanya yang tidak sesuai dengan realitas. Pewawancara harus mampu menguasai diri dan memiliki pengetahuan yang lebih, agar dapat mengeksplorasi narasumber dari gambaran besar untuk mendapatkan hal-hal yang sangat detail.

Pertanyaan yang berkualitas dihasilkan dari kecerdasan pewawancara untuk menguasai pengetahuan teori dan fakta dari topik pembahasan. Dan juga kecerdasan pewawancara untuk melengkapi dirinya dengan etika dan tatakrama, yang membuat narasumber tenang dan percaya diri. Bila narasumber tenang dan percaya diri, maka semua pertanyaan berkualitas dari pewawancara akan mendapatkan jawaban dan informasi yang berkualitas dari narasumber. Semakin nyaman mood narasumber dalam wawancara tersebut, maka semakin mudah untuk pewawancara melakukan eksplorasi informasi secara mendalam dan berkualitas. Semua ini membutuhkan kualitas dan wawasan dengan pengetahuan yang total dari kepribadian pewawancara. Bila kualitas pewawancara kalah dari narasumber, maka pewawancara hanya akan memiliki kekuasaan untuk bertanya, tapi kekurangan kemampuan untuk mendapatkan jawaban dan informasi berharga dari narasumber.

Pertanyaan yang berkualitas selalu bertujuan untuk mencari jawaban yang jujur, bukan untuk membingungkan atau memojokkan narasumber. Kualitas seorang pewawancara tidak saja harus cerdas secara kompetensi; tapi juga harus cerdas secara moral, etika, emosi, dan mental.  Pewawancara yang cerdas pasti akan melengkapi dirinya dengan kecerdasan emosi, moral, etika, dan tatakrama. Sebab, dia sadar bahwa semua pertanyaannya pasti akan ditonton atau dilihat oleh banyak orang, sehingga dia tidak mungkin membiarkan dirinya terlihat tidak cerdas dalam realitas kehidupan sosial. Untuk itu, seorang pewawancara yang cerdas tidak akan membiarkan dirinya dibeli oleh kepentingan apapun. Dia dengan penuh komitmen dan disiplin akan bertanya dengan pertanyaan yang sederhana dalam bahasa yang objektif, untuk mendapatkan jawaban yang objektif.  Pewawancara yang cerdas juga akan menampilkan gairah dan antusiasme bertanya dengan cara bertanya, yang terkendali dalam kecerdasan emosi dan logika, yang mampu mengundang empati sosial terhadapnya. Kecerdasan dia dalam bertanya akan terfokuskan untuk mendapatkan respon positif dari publik. Dan dia juga dengan cerdas memahami kredibilitas dan reputasi narasumber di persepsi publik. Bila publik sedang mengidolakan narasumber, maka pewawancara pasti cerdas memahami hal ini, untuk tidak menjadikan dirinya sebagai orang yang tidak disukai publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com