MANAJEMEN IMPLEMENTASI

MANAJEMEN IMPLEMENTASI

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Implementasi Adalah Proses Yang Berawal Dari Sebuah Studi Kelayakan, Lalu Melakukan Eksekusi Sesuai Perintah Dan Rencana, Berkemampuan Untuk Menjamin Ketaatan, Kepatuhan, Dan Beretika Dalam Setiap Tindakan. Termasuk, Berkemampuan Untuk Mempertemukan Cita-Cita, Harapan, Kemudahan, Kualitas, Gaya Hidup, Dan Standar Yang Lebih Baik.” ~ Djajendra

Implementasi adalah proses mewujudkan rencana. Manajemen implementasi adalah tata kelola dan kepemimpinan yang bertindak dengan ide, rencana, metode, desain, prinsip, etika, dan motivasi untuk melakukan dalam upaya mewujudkan tujuan. Oleh karena itu, implementasi adalah sebuah proses tindakan yang harus konsisten dan patuh pada rencana awal yang sudah sangat terkalkulasi risiko dan manfaatnya. Jadi, manajemen implementasi mencakup semua proses keterlibatan dan keterhubungan pihak-pihak terkait, teknologi, pengetahuan, keterampilan, sistem, prosedur, tata kelola, kepemimpinan, etika dan integritas pribadi, dari awal hingga akhir untuk mendapatkan sebuah harapan baru sesuai tujuan dalam lingkungannya, termasuk keberanian untuk membuat perubahan yang diperlukan sesuai risiko dan tantangan.

Manajemen implementasi merupakan kelanjutan dari manajemen perubahan. Sebelum bertindak ke manajemen implementasi, ada baiknya mental dan pengetahuan orang-orang dipersiapkan dengan sempurna, agar setiap proses perubahan dapat diterapkan dalam antusiasme yang tinggi, tertib, terkontrol, sistematis, penuh disiplin, dan saling bertanggung jawab untuk melakukan perubahan yang diinginkan. Termasuk, perlu disiapkan strategi implementasi, agar dapat mengelola sumber daya manusia dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses implementasi tersebut. Dan juga, kepemimpinan yang fokus pada efisiensi dan efektifitas, terutama dalam operasional dari setiap titik proses implementasi yang detail. Proses implementasi membutuhkan motivasi, koordinasi, dan kolaborasi yang sangat kuat dan solid. Oleh karena itu, keterampilan kepemimpinan yang unggul akan menjadi penentu dari kualitas akhir implementasi.

Proses implementasi akan menciptakan masa transisi atau perubahan dari yang lama ke yang baru. Di sini, diperlukan sebuah kemampuan adaptif dan persiapan untuk menggunakan cara atau sistem baru. Periode migrasi dari sistem yang ada ke sistem yang baru sangat berpotensi menghadapi resistensi terhadap perubahan. Sebab, kebiasaan lama biasanya sudah menguasai pikiran alam bawah sadar. Oleh karena itu, potensi sabotase terhadap perubahan mungkin terjadi tanpa disengaja atau tanpa sadar, dan hal ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proses implementasi.

Konsistensi proses implementasi sangat tergantung dari proyeksi yang direncanakan. Kepemimpinan dalam proses implementasi ini harus patuh pada proyeksi awal, dan harus siap dengan mental pejuang untuk menghadapi kesulitan dan tantangan saat menggunakan proyeksi tersebut. Penguatan interaksi dengan sistem, data, laporan dan pertanyaan tidak boleh diabaikan, dan sebaiknya dipersiapkan sebuah buku manual untuk digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan implementasi dengan berkualitas.

Sebelum memulai pelaksanaan proses implementasi diperlukan kekuatan pendorong, dan Anda harus berpikir kreatif untuk menentukan kekuatan pendorong, termasuk kekuatan untuk mengatasi hambatan yang muncul dari realitas di setiap titik implementasi. Pastikan Anda merumuskan strategi untuk mengatasi berbagai risiko dan hambatan di sepanjang proses implementasi. Jangan terburu-buru langsung terjun ke dalam implementasi tanpa analisis dan pengetahuan yang tepat. Sebab, hal ini berpotensi membuat Anda mengalami terlalu banyak kesulitan dan hambatan, akibatnya Anda akan kehilangan rasa percaya diri dan bisa frustasi, lalu kehilangan arah dan tidak tahu cara untuk mengimplementasi dengan efektif.

Pastikan dalam situasi apa pun, Anda dapat mengendalikan kekuatan pendorong dan kekuatan menahan yang mempengaruhi implementasi. Kemudian, siapkan orang-orang yang ahli dibidangnya masing-masing, lalu jadikan mereka pasukan unggul dengan kekuatan-kekuatan yang memfasilitasi pelaksanaan implementasi. Jangan biarkan ada pihak yang menahan atau menghambat proses implementasi. Bila ada kepentingan yang mencoba menghambat atau menahan proses implementasi, maka segeralah bersikap dengan tegas dan berani, kemudian ciptakan keyakinan dan ubah kekuatan menahan menjadi kekuatan penggerak.

Setiap tindakan dalam implementasi haruslah mencapai keberhasilan sesuai target, waktu, anggaran, kualitas, dan harapan. Artinya, implementasi harus memberi keberhasilan dan manfaat seperti yang disampaikan atau dijelaskan dalam studi kelayakan. Jadi, pengembangan praktek kerja harus bertujuan untuk memenuhi apa saja yang ditargetkan oleh studi kelayakan.

Implementasi adalah fase antara keputusan dan realisasinya. Oleh karena itu, implementasi harus dapat ditempatkan dalam sebuah rangkaian, di mana interaksi secara terus-menerus harus terjadi, antara pemilik ide, pembuat konsep, para ahli untuk realisasi ide, dan orang-orang yang bertindak di setiap titik proses implementasi. Jadi, pihak yang mencari tujuan akhir harus mendapatkan hak mereka dengan sebuah akhir implementasi yang sempurna dan berkualitas.

Pelaksanaan implementasi yang efektif  haruslah mengatasi kesenjangan antara niat dan janji, prestasi dan kinerja, aspirasi, resep dan realitas. Implementasi terdiri dari kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara yang dipilih. Implementasi harus menjadi proses yang interaktif dan dinamis, serta dibangun dari fondasi hubungan yang solid dalam rantai hubungan yang saling menghubungkan dengan maksud dan tujuan, dengan impian dan harapan, dengan cita-cita dan perjuangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

About these ads