KOLABORASI MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS ORGANISASI

KOLABORASI MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS ORGANISASI

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Tidak Boleh Ada Pihak Yang Menganggap Dirinya Paling Benar Dan Paling Pintar. Sebab, Bila Ada Yang Menganggap Paling Benar Atau Paling Pintar, Maka Keharmonisan Dalam Kolaboratif Akan Hilang, Dan Digantikan Konflik Yang Sulit Dipadamkan.” ~ Djajendra

Kolaborasi adalah praktek kerja dimana individu bekerja sama, untuk tujuan yang sama, untuk mencapai manfaat bisnis dengan maksud mencapai efisiensi dan efektifitas. Banyak organisasi memanfaatkan kolaborasi untuk meningkatkan kerjasama dan mengurangi jumlah ruang, waktu, orang, sumber daya, dan biaya.

Syarat utama dalam kolaborasi adalah kesadaran untuk meyakini bahwa setiap orang dalam kolaborasi adalah bagian dari entitas yang bekerja bersama untuk satu tujuan organisasi. Di sini, setiap individu yang terlibat dalam kolaborasi harus memiliki motivasi diri yang kuat, dan mendorong diri masing-masing untuk terlibat dalam ritme kerja kolaboratif, serta selalu proaktif dalam konsensus pemecahan masalah.

Iklim dan ritme kolaboratif membutuhkan karakter kerja individu yang selalu siap berpartisipasi dalam kolaborasi, dan mengharapkan orang lain untuk berpartisipasi. Dan setiap individu harus cerdas bernegosiasi, saling berkontribusi dalam kerja sama, untuk menemukan titik tengah dari solusi yang diinginkan. Hubungan timbal balik yang adil dan terbuka merupakan dasar untuk menghasilkan iklim kolaboratif yang efektif dan efisien untuk kepentingan organisasi.

Setiap kepentingan dalam kolaborasi harus terlibat secara proaktif, tidak boleh hanya menunggu dan melihat hal-hal terjadi tanpa partisipasi, serta memotivasi diri sendiri untuk berpikir dan mempertimbangkan alternatif terbaik, agar dapat memberikan kontribusi sesuai harapan.

Kolaborasi merupakan kemampuan untuk eksis dalam realitas kebersamaan. Realitas kebersamaan akan sukses bila setiap orang didasarkan pada nilai-nilai diri sendiri. Dan tidak boleh ada pihak yang menganggap dirinya paling benar dan paling pintar. Sebab, bila Ada yang menganggap paling benar atau paling pintar, maka keharmonisan dalam kolaboratif akan hilang, dan digantikan konflik yang sulit dipadamkan. Oleh karena itu, dalam rangka membangun kepercayaan dengan orang lain, Anda harus tahu nilai-nilai Anda sendiri, keyakinan, dan motivasi Anda untuk berada dalam iklim kolaboratif yang harmonis.

Keragaman dan perbedaan adalah sesuatu yang abadi dalam kehidupan. Oleh karena itu, dalam iklim kolaboratif tidak boleh ada niat atau upaya untuk menyeragamkan keragaman. Jadilah pembelajar untuk menghargai dan mengelola kelompok yang beragam. Perbedaan adalah aset penting untuk proses kolaboratif yang efektif. Bila terjadi konflik oleh perbedaan, maka tampillah untuk resolusi konflik yang konstruktif. Dalam lingkungan kolaboratif, konflik dipandang sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan kesepakatan. Oleh karena itu, gunakan kekuatan Anda untuk menciptakan win-win situasi. Pembagian kekuasaan dan pengakuan atas dasar kekuatan diri sendiri adalah bagian dari kolaborasi yang efektif.

Kolaborasi yang efektif terwujud dari berbagai proses pendewasaan atas komunikasi, kerjasama, ketulusan, keikhlasan, dan fleksibilitas. Mengakui bahwa kolaborasi adalah sebuah perjalanan. Keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu dan praktek. Resolusi konflik, keunggulan komunikasi, penyelidikan apresiatif, dan pengetahuan tentang proses kelompok dalam keterampilan belajar di sepanjang proses kolaboratif. Menghargai kerja sama yang dapat terjadi secara spontan. Jadi, kolaborasi adalah suatu kondisi yang secara otomatis akan saling berkontribusi secara spontan jika faktor-faktor  seperti komunikasi, kerjasama, ketulusan, keikhlasan, fleksibilitas, resolusi konflik, penghormatan terhadap perbedaan dan keragaman telah benar – benar sempurna pada tempatnya.

Kolaborasi bukanlah sebuah peristiwa tunggal yang terhenti di satu titik persoalan. Tetapi, kolaborasi merupakan sebuah proses belajar dari keberhasilan dan kegagalan kolaboratif itu sendiri. Dan mendorong setiap orang untuk menjadi bagian dari tim eksklusif, yang bisa menjadi yang terbaik, dalam kreatifitas dan inovasi kerja. Jadilah reflektif. Bersedia untuk mencari umpan balik dan mengakui kesalahan untuk perbaikan terus menerus.

Kolaborasi adalah salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan di tempat kerja saat ini, dan ada kebutuhan bagi semua pemangku kepentingan untuk belajar keterampilan ini. Kolaborasi bukanlah obat mujarab, jadi pahami kapan harus menerapkan kolaborasi dan kapan tidak dibutuhkan kolaborasi untuk sebuah tindakan atau keputusan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

About these ads