BEKERJA MELALUI STRATEGI ORGANISASI UNTUK SUKSES

“Strategi Adalah Logika Berpikir Yang Terencana Melalui Pengetahuan Untuk Mencapai Visi dan Misi Dengan Sempurna.” – Djajendra

Strategi organisasi merupakan logika berpikir organisasi berlandaskan kepemimpinan dalam budaya organisasi untuk menentukan arah dan ruang lingkup organisasi dalam mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; dengan memanfaatkan seluruh keunggulan dan kekuatan sumber daya yang dimiliki dalam memenuhi kebutuhan pasar dan stakeholder dalam arti luas.

Michael Porter, seorang ahli strategi dan profesor di Harvard Business School, berpendapat bahwa strategi harus didefinisikan dengan jelas untuk bisa mengkomunikasikan posisi unik organisasi; dan menentukan bagaimana sumber daya organisasi, keterampilan, dan kompetensi yang harus dikombinasikan untuk menciptakan keunggulan kompetitif.

Karena strategi merupakan logika berpikir berlandaskan pengetahuan dan nilai-nilai, maka sampai hari ini sangatlah tidak mudah untuk dibuatkan sebuah definisi yang bersifat umum. Definisi strategi biasanya bersifat khusus sesuai kepentingan dan harapan masing-masing organisasi atau perusahaan. Hal ini disebabkan oleh alasan bahwa setiap orang atau setiap pemimpin selalu memiliki logika berpikir dan nilai-nilainya sendiri tentang strategi dalam cara yang berbeda untuk mencapai sebuah hasil akhir. Tapi, walaupun strategi berasal dari logika berpikir, tetaplah harus diformulasikan dalam sebuah perencanaan dengan kalkulasi risiko yang tepat, agar strategi tersebut mampu memberikan hal-hal terbaik untuk pasar dan menjamin masa depan organisasi yang lebih cemerlang.

Strategi organisasi yang baik adalah yang mampu memandu setiap orang di dalam organisasi menuju visi organisasi. Di sini, setiap individu atau pun tim mampu bekerja berdasarkan strategi organisasi secara seragam sesuai fungsi dan peran masing-masing di dalam organisasi. Artinya, setiap individu harus patuh pada logika berpikir yang ada di dalam strategi organisasi tersebut, dan tidak boleh ada orang yang mencoba berpikir atau bertindak berdasarkan logika berpikir individu atau kelompok. Bila ada individu atau kelompok yang berpikir dengan logika berpikir masing-masing di dalam organisasi, maka yang muncul adalah konflik kepentingan, yang pada akhirnya akan membuat strategi organisasi tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

Strategi organisasi harus selalu mempertimbangkan kompetensi internal yang kuat dengan keunggulan teknologi dan sumber daya yang berkualitas. Dalam hal ini, sekelompok pemimpin dalam organisasi harus berpikir jernih dan kompak untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan cara mengembangkan dan memelihara semua keunggulan organisasi secara profesional. Tidak boleh ada konflik kepentingan diantara pemimpin dalam memahami strategi organisasi, semua pemimpin harus kompak dan bersatupadu sebagai sebuah tim kerja yang solid dan terpercaya.

Strategi organisasi haruslah memiliki kualitas untuk mengelola sumber daya organisasi secara maksimal dan berkesinambungan, agar dapat menciptakan nilai tambah buat organisasi dan stakeholder. Oleh karena itu, strategi organisasi harus mampu memandu setiap orang untuk bekerja lebih efisien, produktif, dan efektif  melalui semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan pada level tertinggi organisasi. Setiap individu harus menyiapkan diri masing-masing dengan kualitas, keunggulan, dan kesiapan untuk berkontribusi sesuai strategi organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan