DIALOG ANTARA ETIKA DAN INTEGRITAS

“Bila Panca Indera Manusia Mau Berkompromi Dengan Integritas Dan Etika, Maka Keadilan Dan Kewajaran Akan Berdiri Dengan Berkualitas.” – Djajendra

Integritas: “Etika! Kamu sangat diperlukan untuk membuat orang-orang agar tidak saling menyakiti dan merugikan, tapi saya tidak melihat perjuanganmu untuk itu?”

Etika: “Mengapa kau berkata seperti itu padaku, bukankah dirimu yang harus melakukan interospeksi terhadap ketidakpedulian orang-orang kepada etika?”

Integritas: “Aku tidak paham maksudmu!”

Etika: “Dirimu adalah Integritas, kau adalah kepribadian yang diagungkan di sepanjang masa kehidupan manusia. Bila dirimu sudah menguasai kepribadian manusia, maka si manusia akan berpikir, bertindak, berperilaku, berucap, dan bersikap sesuai apa yang dia katakan dan pikirkan. Dia akan menjadi manusia yang sangat jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, dan semua ini hanya dirimu yang mampu melakukannya.”

Integritas: “Bukankah engkau ‘Etika’ yang sangat menguasai moralitas kehidupan manusia, sehingga manusia bisa membedahkan mana yang benar dan mana yang salah. Tanpa dirimu, manusia akan buta di sepanjang kehidupannya, mereka akan menjadi  makhluk yang tidak tahu apa itu benar dan apa itu salah. Lantas, mengapa kau bilang Aku yang sangat menentukan untuk membuat manusia menjadi baik dan jujur?”

Etika: “Hanya engkau sang Integritas yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menyadarkan manusia. Hanya dirimulah yang mampu membujuk manusia untuk menjadi jujur, adil, tidak korupsi, dan berperilaku lebih manusiawi.”

Integritas: “Jujur, adil, tidak korupsi, dan berperilaku lebih manusiawi?”  “Bung Etika! Saya sudah lelah dan lelah untuk membujuk pikiran dan batin manusia agar mereka menjadi jujur, adil, tidak korupsi, dan berperilaku lebih manusiawi. Tapi, tahukah kamu bahwa manusia memiliki kekuatan panca indera; mereka bisa melihat, merasakan, meraba, mencium, dan mendengarkan semua yang ada di luar diri mereka. Aku Integritas, hanya mampu menguasai sisi dalam kepribadian manusia, tapi kau Etika sangat menentukan pengendalian sisi luar manusia. Jadi, please Etika, jangan salahkan aku terus.”

Etika: “Ohhh begitu yah! Aku tidak mampu mengendalikan sisi luar manusia, karena Keadilan dan Kewajaran tidak mau peduli pada kehidupan. Aku jadi sangat  lelah berurusan dengan Keadilan dan Kewajaran.”

Integritas: “Aku senang kamu akhirnya sadar, dan jangan salahkan aku lagi. Aku sudah berjuang habis-habisan, dan kamu juga sudah berjuang habis-habisan, kita berdua sudah bekerja keras untuk membuat manusia menjadi lebih berkualitas. Tapi, Keadilan dan Kewajaran sepertinya tidak peduli kepada kita berdua. Mereka lebih suka kehidupan manusia menjadi lebih komersial daripada lebih manusiawi dalam keseimbangan hidup.”

Etika: “ Maksudmu apa! Bilang Keadilan dan Kewajaran sudah sangat komersial?”

Integritas: “Kalau kamu merenung bersama kejujuran hati nurani mu, maka kamu pasti akan menemukan jawabannya.”

Etika: “?????????”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

MEMBERI PEKERJAAN KEPADA PIKIRAN

“Pikiran Yang Terombang-Ambing Adalah Hasil Dari Ketidakmampuan Diri Untuk Memberi Pekerjaan Kepada Pikiran.” – Djajendra

Murid: “Guru! Saya selalu terombang –ambing dan tidak konsisten untuk mendapatkan hasil terbaik.”

Guru: “ Sekolahkan pikiranmu, dan latih pikiranmu untuk tidak terombang-ambing.”

Murid: “Saya sudah berlatih dan berusaha mengendalikan pikiran, tapi tetap saja saya masih terombang-ambing.”

Guru: “ Kalau begitu, berikan pekerjaan kepada pikiranmu, agar pikiranmu sibuk dengan pekerjaan yang terfokus, dan tidak lagi terombang-ambing dalam ketidakkonsistennya.”

Murid: “Bagaimana caranya memberikan pekerjaan kepada pikiran?”

Guru: “ Pusat kehidupan ada pada otak, dan otak adalah sumber penghasil pikiran. Bila kamu mampu memerintahkan otak mu untuk menghasilkan pikiran-pikiran yang fokus pada pekerjaan yang kamu inginkan, maka pikiranmu akan terpusat kepada pekerjaan tersebut. Artinya, kamu tidak akan terombang-ambing lagi, karena pikiranmu sudah terfokus kepada sebuah pekerjaan.”

Murid: “Apakah mudah untuk dipraktikkan?”

Guru: “ Untuk mudahnya; pertama, kamu harus sadar dulu, dan kemudian memfokuskan dirimu kepada pekerjaan yang kamu berikan kepada pikiranmu, dan jangan tergoda untuk melakukan hal-hal lain, selain yang kamu perintahkan kepada pikiranmu.”

Murid: “ Apakah pikiran sangat sakti, sehingga seluruh hidup kita ditentukan oleh pikiran.”

Guru: “Iya! Pikiran sangat sakti, dan sangat menentukan segala sesuatu tentang kepribadian seseorang. Orang-orang yang mampu bersahabat dengan pikirannya, dan mampu memanfaatkan keunggulan pikirannya, akan menjadi sangat kreatif untuk menghasilkan karya dan prestasi yang luar biasa.”

Murid: “ Apakah guru yakin saya mampu bersahabat dan memanfaatkan keunggulan pikiran saya?”

Guru: “ Saya tidak yakin kamu mampu, sebab saya merasakan keraguan mu tentang kekuatan pikiran mu untuk membuat kamu tidak terombang-ambing.”

Murid: “ Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan, guru?”

Guru: “ Tanyalah pada suara integritas dirimu, untuk membuat dirimu bisa melihat pusat kehidupanmu, dan mampu memanfaatkan pikiran-pikiranmu untuk keberhasilanmu.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KAYA ITU NIKMAT

“Diri Yang Tersesat Di Ruang Kehidupan Sebatas Uang Dan Harta Benda Adalah Diri Yang Akan Kehilangan Kedamaian Dan Ketenangan Kehidupan.” – Djajendra

Tidak ada orang yang tidak ingin hidup dalam kekayaan. Kaya batin, kaya uang, kaya harta benda, kaya pikiran, kaya cinta, kaya kesehatan,  kaya dalam kesejahteraan emosi dan spiritual, serta kaya dalam keutuhan bersama keluarga, adalah sederetan kekayaan yang selalu membawa orang-orang kepada nikmat kehidupan.

Fakta memperlihatkan bahwa manusia dalam hidupnya selalu menghabiskan waktu dan energi untuk mencari kekayaan. Di mana, sebagian besar orang-orang lebih suka mencurahkan energi dan waktunya hanya untuk mencari kekayaan finansial atau harta benda, dan suka mengabaikan dirinya untuk mencari dan memperoleh kekayaan-kekayaan lainnya selain uang dan harta benda. Hal inilah yang pada akhirnya membuat mereka berkehidupan dalam ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan hidup.

Perasaan cinta yang berlebihan terhadap uang dan harta benda akan menghadirkan rasa takut dalam ketidakbahagiaan hidup. Takut miskin, takut gagal, takut kehilangan, takut tidak kebagian, takut rugi, takut ini atau takut itu; dan akan ada pembiaraan terhadap rasa takut untuk memimpin kehidupan dan sikap yang bersedia mengabdikan diri untuk melayani rasa takut. Cinta terhadap kekayaan uang dan harta benda akan mengecilkan arti kesejahteraan emosional dan spiritual. Termasuk, mengecilkan arti cinta terhadap keluarga, teman, dan lingkungan.

Untuk mendapatkan kekayaan sejati manusia harus selalu melaluinya dalam jalan ketekunan, ketenangan, kesabaran, disiplin, kualitas, kerja cerdas, dan doa-doa untuk membimbing diri agar selalu bersyukur dan berterima kasih dengan realitas. Sifat dan perilaku diri yang tetap terus berusaha untuk mendapatkan keharmonisan dalam keseimbangan hidup, dalam tantangan seberat apa pun, adalah sebuah perilaku yang akan membuat diri mampu menikmati kekayaan sejati kehidupan.

Kaya itu nikmat dan oleh karenanya setiap orang harus cerdas menjalani hidupnya bukan dalam keabu-abuan kehidupan, tapi dalam terang yang mampu melihat seluruh aspek kekayaan sejati secara jelas dalam realitas. Diri yang tersesat di ruang kehidupan sebatas uang dan harta benda adalah diri yang akan kehilangan kedamaian dan ketenangan kehidupan. Pastikan jiwa, raga, dan pikiran  Anda telah berjalan bersama doa-doa untuk bimbingan menuju kekayaan sejati, dan miliki sikap syukur untuk menciptakan kelimpahan di dalam semua aspek kekayaan sejati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN BUDAYA KOLABORASI UNTUK LEVEL TOP MANAJEMEN PROGRAM 4 JAM – DJAJENDRA

Program Pelatihan Team Building Untuk Level Top Manajemen

PELATIHAN BUDAYA KOLABORASI UNTUK LEVEL TOP MANAJEMEN  PROGRAM 4 JAM – DJAJENDRA

JUDUL: The Culture of Collaboration – Collaborative Leadership

 Budaya Kolaborasi Adalah Bagian Dari Strategi Organisasi Untuk Menciptakan Lingkungan Dari Dua Atau Lebih Organisasi, Agar Dapat Saling Bekerja Sama Dengan Tujuan Untuk Memaksimalkan Kinerja Keseluruhan.” – Djajendra

DESKRIPSI

Membangun budaya kolaborasi diantara departemen, divisi, atau unit kerja di dalam satu group perusahaan sangat ditentukan oleh aspek kebijakan, prosedur, sistem, kinerja, teknologi, efisiensi, nilai, interaksi, komitmen, motivasi, loyalitas, persepsi, integritas, etika, kepemimpinan, karyawan, dan komunikasi. Bila semua aspek di atas dapat dipenuhi dengan sempurna oleh organisasi group dari level tertinggi hinggal level terendah, maka perilaku kolaboratif diantara individu atau kelompok dapat diimplementasikan melalui best practices organisasi untuk menghasilkan kinerja group secara keseluruhan yang optimal.

Secara bisnis, legalitas, dan akuntansi sangatlah mudah untuk menyatukan dan mengatur kolaborasi diantara semua anak perusahaan group sebagai unit bisnis yang menjadi hak milik dari perusahaan induk (holding company). Tetapi, dari sisi kepemimpinan, karyawan, prestasi, gengsi, kinerja, dan wilayah kekuasaan organisasi; sangatlah tidak mudah untuk mengharapkan semua pihak dengan ikhlas melakukan kolaborasi tanpa memikirkan kepentingan masing-masing. Setiap pemimpin dan karyawan di setiap anak perusahaan pasti memiliki obsesi dan mimpi untuk menjadi yang terbaik. Kompetisi yang lebih mengedepankan peran daripada visi besar group akan menciptakan politik kantor yang berpotensi mengaburkan nilai-nilai budaya kolaborasi. Padahal, setiap anak perusahaan harus meningkatkan nilai bisnis dan reputasi untuk dikontribusikan ke dalam perusahaan induk. Oleh sebab itu, diperlukan peran kepemimpinan dan karyawan dalam kerendahan hati untuk berkontribusi dalam loyalitas dan integritas yang tinggi untuk kepentingan visi besar perusahaan induk.

Pelatihan The Culture of Collaboration – Collaborative Leadership, akan disampaikan dalam bentuk  motivasi interaktif dengan tambahan aktivitas role play dan games di dalam kelas. Pelatihan akan difokuskan untuk mengembangkan mindset, perilaku, kebiasaan, dan kepribadian peserta agar dapat mengelola dan meningkatan nilai perusahaan melalui kolaborasi kepemimpinan yang profesional. Termasuk, mengembangkan nilai-nilai budaya kerja yang menuju pada kepemimpinan kolaboratif yang saling mendukung untuk mencapai kinerja perusahaan secara total; memahami  kaitan antara kolaborasi  dan produktivitas karyawan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi  kolaborasi; merumuskan  strategi untuk membangun  kolaborasi  di  lingkungan masing-masing; serta mengimplementasikan collaboration framework untuk me-menage dan mengukur kolaborasi.

Mengembangkan budaya kolaborasi dan kepemimpinan yang kolaboratif dilingkungan sebuah perusahaan atau bersama-sama anak perusahaan berarti melibatkan seluruh kepemimpinan dan karyawan dalam lingkungan budaya kerja yang saling percaya satu sama lain untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dalam batas-batas yang ditentukan oleh organisasi induk. Komunikasi yang efektif, beretika, dan terbuka akan membuat setiap pihak bisa saling percaya dan saling mendengarkan untuk menghasilkan hal-hal luar biasa buat organisasi induk. Setiap kepemimpinan dan karyawan dari anak perusahaan mana pun harus memiliki sikap positif  dan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain; tapi berjiwa besar untuk saling memotivasi, menghormati, mendukung, dan secara bersama-sama mengelola perbedaan dan keragaman dengan bijak melalui wawasan dan gambaran besar. Setiap kontribusi kepemimpinan dilingkungan tempat kerja harus dihargai dan diakui secara tepat waktu oleh organisasi, agar setiap pemimpin di dalam tim kolaborasi dapat memiliki motivasi yang kuat untuk bekerjasama sesuai komitmen dan fokus pada kebutuhan peningkatan kinerja organisasi induk. Pelatihan selama empat jam ini bertujuan untuk membahas praktik-praktik terbaik dalam pengembangan budaya kolaborasi dilingkungan perusahaan atau organisasi.

KONSEP DASAR PELATIHAN

  1. Kebutuhan menjalankan partnership leadership dilingkungan perusahaan adalah suatu keharusan untuk  mensukseskan strategi perusahaan untuk mencapai kinerja optimal.
  2. Agar partnership leadership tersebut dapat berjalan dengan optimal dan dapat meningkatkan value bisnis perusahaan, maka perusahaan perlu mengembangan budaya collaborative leadership.
  3. Dalam rangka menuju collaborative leadership  tersebut perlu disiapkan training best practice leadership advance untuk level manajer, senior manajer, vice president, direksi, dan komisaris.

 TUJUAN UMUM PELATIHAN

Membangun budaya kolaborasi dilingkungan perusahaan untuk  meningkatkan value perusahaan.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN

  1. Peserta  memahami  mengapa perusahaan perlu membangun budaya kolaborasi.
  2. Peserta memahami  kaitan antara kolaborasi  dan produktivitas karyawan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi  kolaborasi.
  3. Peserta memahami  bagaimana kolaborasi dapat meningkatkan business value perusahaan.
  4. Peserta dapat  merumuskan  strategi bagaimana membangun  kolaborasi  di  lingkungan masing-masing.
  5. Peserta dapat mengimplementasikan collaboration framework untuk me-menage dan mengukur kolaborasi (bagaimana mengimplementasikan kolaborasi)

METODE PELATIHAN

Indoor: Presentasi, Tanya-Jawab, Diskusi, Brainstorming, Role Play, Games Dan Icebreaker.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta belajar memahami konsep menjalankan leadership partnership (kepemimpinan kemitraan) untuk memperkuat budaya kolaborasi.
  2. Peserta belajar  menerapkan budaya kolaborasi berlandaskan integritas, pelayanan, dan pengabdian untuk kepentingan visi besar perusahaan.
  3. Peserta belajar tentang perilaku kerja yang berdasarkan nilai-nilai budaya kolaborasi.
  4. Peserta belajar meningkatkan nilai bisnis perusahaan melalui peran kepemimpinan yang kolaboratif untuk mendukung semua kepentingan strategis perusahaan.
  5. Peserta belajar tentang peran budaya kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas karyawan untuk menghadapi tantangan bisnis dari pengaruh globalisasi.
  6. Peserta belajar tentang hambatan dan tahapan yang harus dilalui untuk membangun kolaborasi.
  7. Peserta belajar tentang  pengaruh budaya perilaku kerja, teknologi, proses, dan pemerintah terhadap kerangka kerja kolaborasi.
  8. Peserta belajar cara mengelola dan mengukur keberhasilan kolaborasi.

MATERI PELATIHAN

Sesi 1: Best Practice – Membangun Budaya Kolaborasi Dilingkungan perusahaan.

Materi Sub Bahasan: pengertian dan pemahaman budaya kolaborasi; peran hard system dan soft system dalam mendukung budaya kolaborasi;konsep leadership partnership untuk memperkuat budaya kolaborasi; mengelola dan meningkatkan nilai perusahaan melalui kolaborasi; nilai-nilai perilaku utama untuk membangun budaya kolaborasi; budaya kolaborasi meningkatkan produktivitas karyawan dari pengaruh globalisasi; pengaruh budaya perilaku, teknologi, proses, dan pemerintah terhadap kerangka kerja kolaborasi; mengimplementasikan kolaborasi;mengelola dan mengukur kolaborasi.

Sesi 2: Membangun Budaya Kolaborasi Melalui Aktivitas Games, Role Play, Dan Collaboration Self Test.

Materi Sub Bahasan: selama dua jam seluruh peserta akan membentuk kelompok untuk melakukan berbagai aktivitas bersifat role play untuk melakukan kolaborasi di dalam kelompoknya. Setelahnya, peserta akan mengisi collaboration self test dan hasilnya akan didiskusikan dalam forum diskusi besar.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk training hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax      : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

MENYATUKAN HAL-HAL YANG BELUM BERSATU

“Masing-Masing Fungsi Pekerjaan Harus Terintegrasi Ke Dalam Satu Kekuatan Yang Tak Terpisahkan Oleh Hal Apa Pun, Agar Bisa Membangun Keunggulan Bersama Untuk Menghasilkan Kinerja Yang Maksimal.” – Djajendra

Secara rasional seorang pemimpin pasti berharap seluruh fungsi dan peran kerja mampu menyatu menjadi satu kekuatan untuk menghasilkan tujuan dengan tepat waktu dan tepat jumlah. Tantangannya, manusia yang menjadi pelaku utama dari fungsi dan peran kerja, tidak semuanya mampu menyatu dan menjadi orang-orang dalam satu rasional dan satu persepsi, untuk menjalankan fungsi dan peran masing-masing secara profesional dalam integritas dan etika. Oleh karena itu, pimpinan harus secara proaktif mengkoordinasikan nilai-nilai kebersamaan untuk menyatukan hal-hal yang belum bersatu dalam sebuah kolaborasi kerja yang saling memperlancar interaksi di dalam organisasi.

Kolaborasi dalam pekerjaan selalu dimulai dari pikiran dan perasaan yang mampu mengalir ke dalam emosional mana pun, dan selalu memiliki kebesaran hati untuk bersatupadu dan berjuang bersama, untuk tujuan tertinggi organisasi. Pikiran dan perasaan yang terlatih untuk terkendali dalam perilaku tegar dan sabar pasti mampu menyatu dalam perbedaan dan keragaman fungsi dan peran organisasi. Bila setiap pelaku dari peran dan fungsi organisasi dapat diyakinkan dan dikoordinir untuk bekerja sama secara total dalam mencapai tujuan besar organisasi, melalui keunggulan masing-masing fungsi dan peran; maka organisasi akan menjadi sangat kuat dan dinamis untuk memberikan kinerja, karya, dan prestasi yang luar biasa buat semua stakeholdernya.

Dalam proses menyatukan hal-hal yang belum bersatu, setiap pelaku dari peran dan fungsi kerja harus berada dalam kondisi pikiran dan perasaan positif untuk bersatu, dan merasa lebih positif bila menyatu daripada tidak menyatu. Kesadaran dari masing-masing pelaku sangat menentukan keberhasilan penyatuan terhadap hal-hal yang belum bersatu. Dalam tahap ini, peran pemimpin sangat menentukan integrasi dari setiap pelaku untuk bersatu demi tujuan utama organisasi. Untuk itu, seluruh potensi dan energi harus disadarkan melalui filosofi “bersatu kita kuat, tidak bersatu kita kalah”.

Kerendahan hati dalam jiwa besar yang penuh toleransi adalah sebuah kekuatan yang mampu membuat semua fungsi dan peran organisasi untuk saling berkolaborasi, dan mempersembahkan sebuah maha karya buat para stakeholdernya. Bila semua fungsi dan peran kerja saling bersepakat dalam batas tanggung jawab, etika, dan integritas demi sebuah loyalitas kepada organisasi; maka tidaklah sulit untuk menyatukan hal-hal yang belum bersatu. Sebab, melalui kesadaran masing-masing pelaku dari peran dan fungsi kerja di dalam organisasi, akan muncul budaya kolaborasi dalam kebanggaan untuk memberikan pengabdian total kepada organisasi, tanpa memiliki kepentingan untuk diri sendiri atau kelompok eksklusif dari masing-masing pihak.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERJASAMA UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

“Bila Saja Kolaborasi Membudaya Dan Menjadi Kebiasaan Kerja, Maka Sinergi Secara Otomatis Akan Menguat Dan Menciptakan Keunggulan Kompetitif Organisasi.” – Djajendra

Salah satu perilaku dominan sumber daya manusia yang membuat organisasi unggul adalah kerjasama dalam wujud kolaborasi dan sinergi. Kolaborasi adalah proses bekerja sama untuk mencapai tujuan kolektif. Walaupun secara individu sering sekali peran kolaborasi tidak kelihatan manfaatnya atau tidak nyambung hubungannya. Tapi, untuk sebuah tujuan besar yang sifatnya kolektif, setiap individu dan kelompok harus berjiwa besar untuk berkontribusi melakukan kolaborasi demi misi yang ada dalam gambaran besar organisasi. Sinergi adalah beberapa fungsi yang saling tergantung dan harus bekerja sama untuk bisa menghasilkan sebuah kinerja. Artinya, setiap fungsi yang saling tergantung itu harus berkemampuan menggabungkan keunggulan masing-masing untuk hasil yang tidak mungkin dapat dicapai secara individu atau satu fungsi. Bila kolaborasi dan sinergi bisa menjadi sebuah mindset dalam perilaku dan kebiasaan kerja dalam organisasi, maka organisasi tersebut akan memiliki keunggulan kompetitif.

Kolaborasi dan sinergi harus dibiasakan dan dijadikan sebagai energi positif  untuk menghadirkan perasaan senang di dalam organisasi. Untuk itu, organisasi harus menciptakan ritual dan seremonial secara rutin untuk memperkuat interaksi dan komunikasi dari hati ke hati, agar setiap pelaku kolaborasi dan sinergi bisa menyatu secara batin. Bila setiap jiwa di dalam organisasi memiliki niat yang kuat untuk menunjukkan perilaku kerja sama melalui kolaborasi dan sinergi, maka setiap jiwa di dalam organisasi pasti akan mampu berkembang melalui komunikasi yang saling menghargai untuk menuju puncak kinerja tertinggi.

Peran kepemimpinan puncak untuk memotivasi atau memfasilitasi semua fungsi di dalam organisasi untuk sebuah mindset dan perilaku kolaborasi akan sangat menentukan keberhasilan kolaborasi dan sinergi. Bila saja kolaborasi membudaya dan menjadi kebiasaan kerja, maka sinergi secara otomatis akan menguat dan menciptakan keunggulan kompetitif organisasi. Untuk ini semua, tidak boleh diabaikan peran dan fungsi kepemimpinan dalam melakukan koordinasi untuk terciptanya kolaborasi dan sinergi yang luas di dalam organisasi.

Kerja sama dalam bentuk kolaborasi dan sinergi akan menjadikan organisasi sangat unggul dan berdaya tahan kuat dalam menghadapi kompetisi dari sudut atau sisi manapun. Bila kepemimpinan dan organisasi mampu menyatukan nilai-nilai untuk sebuah komitmen kolaborasi dan sinergi, maka semua kelompok individu dari berbagai fungsi akan tergerak hatinya, untuk bersama-sama bekerja sama satu sama lain berdasarkan seperangkat tujuan dan nilai-nilai inti yang disepakati oleh kepemimpinan dan organisasi.

Kepemimpinan yang baik akan membawa organisasinya menjadi tempat berkarya yang menguntungkan semua pihak. Termasuk, menciptakan kecerdasan kolektif secara terintegrasi untuk mengembangkan organisasi menuju kinerja tertinggi melalui kolaborasi, sinergi, dan inovasi. Perilaku kerja yang saling percaya dan saling berkontribusi untuk sebuah maha karya melalui kolaborasi dan sinergi, sesungguhnya tidaklah sulit dilaksanakan. Asal, semua pihak bersikap rendah hati dan semua hal diatur secara jujur, terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN TEAM BUILDING BEST PRACTICE PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN TEAM BUILDING BEST PRACTICE PROGRAM 1 HARI 8 JAM

Judul: Membangun Budaya  Kerja Sama Dilingkungan Tempat Kerja

Deskripsi

Kerja tim adalah cara bekerja di mana masing-masing anggota tim bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini melibatkan hubungan kerjasama, komunikasi yang terbuka, kelompok pemecahan masalah, dan konsensus pengambilan keputusan. Kerjasama hanya dapat efektif dalam lingkungan organisasi yang berlandaskan etika, integritas, loyalitas, kejujuran, kepercayaan, komunikasi terbuka, keterlibatan individu, kebanggaan pada pekerjaan, dan komitmen terhadap tanggung jawab.

Kerjasama berarti melibatkan seluruh anggota tim dalam lingkungan kerja yang saling percaya satu sama lain untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dalam batas-batas yang ditentukan oleh organisasi. Komunikasi yang efektif, beretika, dan terbuka akan membuat semua anggota tim bisa saling percaya dan saling mendengarkan untuk menghasilkan hal-hal luar biasa buat organisasi. Pemimpin dan anggota tim harus memiliki sikap positif selama masa-masa sulit dan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain tapi harus saling memotivasi, saling menghormati, saling mendukung, dan secara bersama-sama mengelola konflik dengan bijak. Anggota tim harus saling berkontribusi sesuai kompetensi teknis masing-masing dan harus selalu percaya bahwa keragaman, individualitas, dan kreativitas adalah nilai tambah untuk keuntungan organisasi. Setiap kontribusi Individu dan kontribusi tim harus dihargai dan diakui secara tepat waktu oleh organisasi, agar setiap orang dalam tim bisa memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja sesuai komitmen dan fokus pada kebutuhan organisasi.

Pelatihan selama satu hari ini bertujuan untuk membuat setiap fungsi dan peran kerja mampu bekerja sama seperti sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama dengan cara-cara yang efektif dan produktif. Kerja sama yang berkualitas akan memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia dalam organisasi. Kerja sama yang berkualitas akan memberikan keputusan yang lebih baik dan motivasi untuk membawa setiap persoalan pada penyelesaian yang tepat. Kerja sama memungkinkan semua orang bisa berpartisipasi untuk memberikan kontribusi buat organisasi. Kerja sama membangun hubungan kerja yang terkelola dalam koordinasi kerja yang profesional. Kerja sama yang berkualitas akan mengarahkan setiap anggota kepada peningkatan kepuasan kerja dan manfaat dalam pekerjaan itu sendiri. Selanjutnya, kerja sama yang berkualitas di dalam struktur organisasi akan membuat organisasi menjadi semakin dinamis, efektif, kreatif, efisien, dan produktif. Kondisi ini akan menyediakan struktur organisasi dan sumber daya manusia yang sangat responsif untuk bersaing dengan sukses dalam lingkungan ekonomi yang selalu berubah dari hari ini dan masa depan.

Metode Pelatihan

Indoor yang dilakukan melalui presentasi, tanya-jawab, diskusi, latihan tertulis, brainstorming, role play, games dan icebreaker.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini membangun keterampilan bekerja sama dalam tim struktur (berdasarkan peran dan tanggung jawab) di dalam struktur organisasi. Tujuannya agar organisasi bisa mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusia yang secara rutin mampu bekerja sama dalam sinergi dan kolaborasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada peserta tentang kekuatan kerja sama dalam menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi. selanjutnya, pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan energi positif dalam organisasi dengan cara memberdayakan potensi kerja sama individu; pemeliharaan hubungan yang konstruktif diantara individu; membuat individu menjadi visioner, inovatif, saling menghargai, terbuka dan jujur;  membuat individu mampu memelihara perasaan bangga kepada organisasi; membuat individu bekerja atas dasar etika, loyalitas, integritas, dan selalu cerdas menjawab tantangan baru dengan sikap positif.

Manfaat Pelatihan

  1. Peserta belajar hal-hal mendasar dalam kerja sama tim, seperti: forming, storming, norming, performing, team structure, roles and responsibilities.
  2. Peserta belajar untuk tumbuh dan berkembang melalui kekuatan kerja sama.
  3. Peserta belajar tentang karakter orang-orang dalam kerja sama, hubungan antar pribadi, dan dinamika dalam kerja sama.
  4. Peserta belajar meningkatkan kolaborasi dan kerjasama.
  5. Peserta belajar berkontribusi pada proses pemecahan masalah secara kreatif.
  6. Peserta belajar bekerja sama secara lebih kohesif dan terpadu.
  7. Peserta belajar untuk membangun kepercayaan dalam kerja sama.
  8. Peserta belajar membuat keputusan tim yang efektif dan terencana.
  9. Peserta belajar untuk lebih terlibat dan memberikan kontribusi positif untuk lingkungan kantor.

Materi Pelatihan

 SESI 1 : KEUNGGULAN PRIBADI UNTUK KERJA SAMA TIM YANG SOLID (PERSONAL EXCELLENCE FOR SOLID TEAMWORK)

Peserta belajar tentang peran individu dalam tim dan kerja sama; perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim; membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama; membangun kepribadian yang mampu mendukung semua kepentingan strategis organisasi dengan berkualitas.

SESI 2: BEST PRACTICE – MEMBANGUN BUDAYA KOLABORASI DILINGKUNGAN TEMPAT KERJA

Peserta belajar tentang pengertian dan pemahaman budaya kolaborasi, peran hard system dan soft system dalam mendukung budaya kolaborasi, mengelola dan meningkatkan nilai perusahaan melalui kolaborasi, nilai-nilai perilaku utama untuk membangun budaya kolaborasi, mengimplementasikan kolaborasi, mengelola dan mengukur kolaborasi.

SESI 3: BERTINDAK UNTUK MEMBANGUN DAN MENJAGA KERJA SAMA. (ACTING TO BUILD AND MAINTAIN TEAMWORK)

Peserta belajar menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid di dalam organisasi. Belajar memiliki motivasi dan mampu membuat keputusan yang lebih baik. Belajar untuk selalu berpartisipasi dan memelihara peningkatan hubungan kerja. Belajar menghargai dan mencintai pekerjaan. Belajar meningkatkan komunikasi dan kualitas kontribusi informasi. Belajar menyatu dalam keutuhan struktur organisasi dan bekerja total ke arah tujuan bersama. Belajar mendukung perspektif organisasi yang luas.

SESI 4: MEMBANGUN BUDAYA KOLABORASI MELALUI AKTIVITAS GAMES, ROLE PLAY, DAN COLLABORATION TEST.

Peserta akan melakukan aktivitas di dalam kelas untuk bertindak dan melakukan kegiatan-kegiatan kolaborasi. Dan setelahnya, peserta akan melakukan collaboration test dari semua kegiatan-kegiatan kolaborasi yang dilakukan. Kemudian, mendiskusikan hasil collaboration test

SESI 5: KERJA SAMA MEMPERMUDAH PEKERJAAN (TEAM WORK MAKES EASIER WORK )

Peserta belajar tentang hubungan interpersonal dan karakter orang-orang dalam kerja sama; belajar tentang menciptakan energi positif dalam kerja sama; belajar membangun mind set tim pemenang; belajar menjinakkan hal-hal yang tidak produktif dalam kerja sama.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com