Tinggalkan Urusan Kantor Di Kantor

“Meski Anda Kesulitan Untuk Keluar Dari Jebakkan Permainan Kerja Kantor, Anda Bisa Memulai Hari Ini Untuk Membuat Hari Esok Anda Agar Tidak Terjebak Dalam Rutinitas Permainan Kerja Kantor.” – Djajendra

Sering sekali para eksekutif terjebak di dalam ruang kerja, yang tidak memberi kesempatan dan waktu buat mereka untuk bersantai bersama keluarga. Dan, hal ini terus berlangsung hingga menjadi kultur kerja yang membuat para eksekutif tersebut menjadi sulit untuk meninggalkan urusan kantor di kantor. Di era kerja yang penuh dengan kompetisi ketat ini, waktu menjadi sangat mahal dan sangat berharga, sehingga para eksekutif harus pintar-pintar mengelola waktu kerja mereka, agar mereka tetap memiliki waktu untuk sejenak bersantai bersama keluarga.

Saya sering mendapatkan beban kerja eksekutif yang melebihi jam kerja mereka, sehingga mau tidak mau mereka harus lembur untuk menyelesaikan kelebihan beban kerja tersebut dengan tambahan waktu. Hal ini berakibat pada hilangnya waktu mereka untuk bersama-sama dengan keluarga mereka.

Memang benar sudah ada time management yang bisa mengatasi berbagai persoalan waktu dan beban kerja, tapi ternyata time management sulit membudaya dalam perilaku kerja yang beban kerjanya tidak terukur secara proporsional. Pada umumnya para eksekutif yang saya pelajari ini memiliki sikap kerja yang mendominasi secara total dari semua aspek kehidupan mereka. Jadi, mereka benar-benar gila kerja dan tidak peduli pada urusan keluarga, yang berakibat hilangnya titik keseimbangan hidup mereka  dalam perangkap beban kerja yang berlebihan, dan mereka menikmatinya.

Lantas apakah salah bila seseorang sulit meninggalkan urusan kantor di kantor?, atau apakah salah bila seseorang mencampuradukan waktu untuk urusan kantor dengan waktu untuk urusan rumah?. Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu bisa sangat beragam dan sangat tergantung kepada seberapa nyaman dan bahagia mereka dengan sikap mereka itu. Apabila mereka dan keluarga mereka menikmati semua itu secara wajar, maka tidak ada persoalan apa-apa dengan mencampuradukan waktu kantor dengan waktu rumah, tapi hal ini jelas berdampak negatif pada sikap kerja yang professional. Sebab, profesionalisme mengharuskan seseorang untuk mampu memisahkan urusan kantor dan urusan rumah secara tegas dan jelas. Jadi, ketika seseorang membawa urusan kantor sampai ke rumah, maka sesungguhnya ia telah membohongi dirinya sendiri sebagai profesional sejati.

Ketika Anda sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, maka sesungguhnya Anda telah gagal menjadi seorang eksekutif yang profesional. Oleh sebab itu, diperlukan upaya serius yang tekun dan penuh disiplin untuk mengajari diri sendiri, agar menjadi lebih patuh pada semua praktik-praktik kerja yang sehat dan baik. Melalui praktik-praktik kerja yang sehat dan baik, Anda akan mendapatkan nilai-nilai kehidupan kerja yang lebih terbuka, lebih adil, lebih jujur, dan lebih bertanggungjawab dalam integritas kerja yang utuh dan profesional.

Mungkin di hari ini Anda bisa sangat menikmati perilaku kerja yang super sibuk, yang membuat Anda tidak mampu membedahkan antara waktu kantor dan waktu rumah, tapi perilaku Anda ini akan sangat merugikan potensi Anda untuk jangka panjang, dan Anda akan terperangkap pada rutinitas kerja yang memperbudak Anda. Untuk tujuan menyelamatkan potensi hebat Anda buat masa depan Anda yang lebih cemerlang, Anda harus mau melatih diri Anda secara cerdik agar Anda tidak sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, dan Anda mampu memanfaatkan waktu luang Anda untuk bersama keluarga Anda, sambil mengasah potensi hebat Anda buat masa depan Anda yang lebih cemerlang.

Ketika Anda sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, maka Anda harus bangkit dan berupaya untuk bisa keluar dari perangkap kerja Anda. Bila Anda sulit keluar dari perangkap beban kerja yang berlebihan, Anda hanya sedang menunggu saat yang tepat untuk diserang dan dikuasai oleh stress, insomnia, depresi, ketegangan otot, dan perasaan yang tidak stabil. Di mana, semua itu merupakan penyakit dari hilangnya titik keseimbangan hidup Anda.

Setiap orang memiliki hak mutlak untuk bersikap seperti yang diinginkannya dalam sebuah pekerjaan, tapi saya menyarankan agar Anda bersikap lebih cerdik sebelum waktu penyesalan tiba.

Apabila Anda terlanjur masuk perangkap rutinitas kerja dengan beban berlebihan, saatnya Anda melakukan perbaikan secara bertahap, Anda tidak mungkin keluar dari perangkap beban kerja berlebihan itu dengan sekaligus, tapi Anda butuh selangkah demi selangkah untuk melakukan konsolidasi diri Anda seperti yang seharusnya. Oleh sebab itu, saya sarankan Anda sebaiknya memiliki praktik-praktik kerja yang efesien, efektif, produktif, yang Anda yakini mampu mengeluarkan Anda dari perangkap beban kerja berlebihan itu. Pastikan bahwa Anda menguasai tehnik-tehnik kerja yang lebih efektif dan efisien untuk Anda gunakan dalam menyelesaikan semua beban kerja berlebihan tersebut. Latilah diri Anda dengan tehnik-tehnik kerja yang lebih efektif dan efisien itu, dan biasakan, lalu jadikan semua itu sebagai etos kerja Anda. Evaluasi semua aktivitas Anda itu secara regular per minggu, per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, dan seterusnya, hingga Anda benar-benar terbebas dari perangkap beban kerja berlebihan dan rutinitas kerja yang memperbudak Anda. Hal terpenting adalah secara bertahap Anda mampu meninggalkan urusan kantor di kantor, dan Anda mampu membagi waktu hidup Anda untuk urusan kantor dan untuk urusan rumah secara sehat dan baik. Semua itu akan menghasilkan titik keseimbangan hidup Anda dalam wujud daya tahan mental, emosi, fisik, spiritual, yang lebih unggul dan cemerlang.

Iklan

Memotivasi Diri Sendiri

“Jauhi Orang Yang Mencoba Mengecilkan Ambisimu. Orang Kerdil Selalu Melakukannya, Tapi Orang Yang Benar-Benar Hebat Membuatmu Merasa Bahwa Kau Juga Bisa Jadi Hebat.” – Mark Twain

“Ketika Gairah Hidup Mengalir Bebas Di Dalam Diri Anda, Energi Motivasi Akan Menguat Dalam Sugesti Sukses Anda.” – Djajendra

“Tak Ada Yang Nyata, Kecuali Pikiran Kita Membuatnya Nyata.” – William Shakespeare

Kemampuan diri menyalakan api motivasi dengan kekuatan sugesti sukses akan berfungsi untuk menggerakan semangat pantang menyerah dalam diri di sepanjang masa. Setiap orang memiliki energi motivasi dan tingkat sugesti sukses dalam level yang berbeda, ada orang-orang yang sangat mudah termotivasi kepada sebuah inspirasi atau pun pada sebuah kata-kata, tapi ada juga orang-orang yang sangat sulit menerima arti motivasi, termasuk tidak mudah membangun sugesti sukses di dalam dirinya. Di sinilah peran seorang motivator sangat diperlukan, yaitu kemampuan motivator untuk melakukan pencerahan agar mampu menaikkan sugestivitas seseorang terhadap sukses. Ketika seseorang memiliki sugesti terhadap sukses, maka secara otomatis energi motivasi di dalam dirinya akan bergerak dan mendorong dirinya untuk meraih sukses tersebut. Oleh karena itu, tugas utama seorang motivator haruslah memberi pencerahan dan membangun sugesti sukses ke dalam diri audiencenya. Ingat! Kekuatan motivator ada pada kesediaan batin dan pikiran audience untuk menerima kata-kata dari si motivator. Jika para audience menganggap ucapan dan kata-kata si motivator itu sebatas teori, maka si motivator akan gagal memberi motivasi kepada audience, sebab audience tidak membuka batin dan pikiran terdalam mereka untuk mau menerima kata-kata dan ucapan motivator.

Seluruh proses memberi motivasi adalah kejadian “Self Motivation”, artinya seseorang yang diberi motivasi itu sesungguhnya adalah pribadi yang sangat berperan dalam membangun sugesti sukses di dalam dirinya.

Jika Anda pernah melihat seorang motivator melakukan motivasi dengan begitu hebatnya, sadarilah bahwa kemampuan yang luar biasa itu justru datangnya dari para audience yang bersedia dirinya dimotivasi oleh si motivator. Bila para audience sejak awal sudah menolak dan tidak suka kepada si motivator, maka si motivator akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan teknik dan cara memotivasi yang luar biasa itu. Motivasi adalah masalah hati! Saat hati para audience tertutup oleh keyakinan lama dirinya, maka setiap kata dan ucapan si motivator akan terdengar seperti tanpa nilai dan makna.

Setiap orang dapat dimotivasi selama yang bersangkutan mau atau tidak menolak untuk dimotivasi; mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan motivator bersama sikap baik; memiliki kemampuan untuk fokus pada setiap proses motivasi; memiliki kemampuan untuk menyimak secara mendalam setiap ucapan dan kata-kata motivator; memiliki antusiasme untuk terlibat dalam pembahasan tentang besarnya potensi diri yang harus diaktifkan melalui energi motivasi.

Para audience harus memiliki respek yang tinggi terhadap motivator, respek yang tinggi ini akan mengembangkan kemampuan audience untuk fokus kepada semua hal yang dibicarakan oleh motivator.

Miochan Ingin Mempunyai Toko Fashion

“Miliki Mimpi Setinggi Langit Dan Jangan Ragu Untuk Memulai Langkah Pertama Dalam Mewujudkan Semua Mimpi Anda.” – Djajendra

Cahaya Miochan Bertanya?

Siang, saya berusia 25 tahun sekarang saya bekerja pada sebuah perusaaan jasa selama 3 tahun sebagai staff  tiketing di sebuah tour and travel.

saya ingin mempunyai sebuah usaha sendiri sebagai wiraswasta tapi saya masih bingung, saya tertarik untuk mempunyai toko fashion tapi saya bingung untuk pengambilan barang2nya, saya minta saran dari bapak sekiranya bisa membantui saya .

terima kasih. – Cahaya Miochan

Djajendra Menjawab!

Dear Cahaya Miochan,

Perasaan ingin dan tertarik untuk memiliki toko fashion adalah langkah awal yang baik, tapi Anda juga harus membangun perasaan cinta, dan tidak sekedar berhenti pada perasaan ingin dan tertarik.

Selanjutnya, semangat Anda untuk memiliki usaha sendiri haruslah diikuti dengan rencana-rencana kecil yang terfokus kepada upaya menghadirkan toko fashion Anda yang sesuai dengan harapan Anda.

Bayangkan dalam imajinasi Anda tentang bentuk dan model toko fashion yang ingin Anda miliki. Lalu, mulailah berdagang di dalam imajinasi Anda. Setelah Anda merasa menguasai dan siap berdagang. Cobalah berdagang tanpa membuka toko. Anda bisa membeli barang-barang yang ingin Anda tawarkan, lalu coba jualan dulu dengan orang-orang disekitar Anda. Dan, terus perbesar jaringan target pasar Anda. Bila Anda merasa cocok dengan bisnis fashion,  berani mengambil risiko, dan berani hidup tanpa gaji tetap. Silakan rencanakan sebuah toko fashion yang sesuai dengan keberanian Anda dalam mengambil besarnya risiko.

Saran saya, cobalah berdagang kecil-kecil an dulu sambil tetap menekuni pekerjaan sekarang, fokuskan pada selisi jual beli. Artinya, belajarlah untuk belanja dengan harga yang murah, lalu ambil untung sedikit dan jual dulu dengan orang disekitar Anda. Mungkin Anda bisa memulai belanja di pasar tanah abang, jatinegara, manggadua, dan lain sebagainya. Setelah Anda sukses berbelanja dengan murah di pasar-pasar yang saya sebut di atas, mulailah mencari informasi tentang sumber utama pemasok barang-barang dagangan tersebut ke pasar-pasar di atas, lalu temui para pemasok itu, dan gunakan kecerdasan bernegosiasi Anda untuk membeli barang dagangan dengan harga murah. Dan, pikirkan rencana toko fashion Anda. Apakah Anda mau membuka toko grosir di pusat perbelanjaan, toko ritel di pinggiran kota, atau di mal. Semua itu terserah Anda, sebab kreativitas dan kerja keras Anda yang selaras dengan getaran hati untuk mendapatkan sukses besar melalui toko fashion pasti akan mewujudkan  sukses Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Adalah Pelaksana Strategi

“ Orang Yang Berani Menyia-Nyiakan Satu Jam Dalam Hidupnya Berarti Belum Mengetahui Nilai Kehidupan.” – Charles Darwin

Pemimpin terbaik adalah pelaksana strategi yang hebat, dan mampu mengeksekusi setiap rencana dengan cara-cara yang hebat.  Mempersiapkan pikirannya untuk sebuah kreativitas yang hebat. Selalu fokus pada visi, misi, strategi, dan nilai-nilai perusahaan. Mampu bekerja untuk menciptakan struktur yang berfungsi dengan efektif. Selalu melakukan tindakan positif untuk mengawali perjalanan menuju puncak sukses.

Memiliki mental super-optimis untuk bekerja buat kuantitas kerja yang sesuai target dan harapan perusahaan; buat kualitas kerja yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik, ditinjau dari ketelitian, kerapian, kebersihan, biaya, serta berdaya guna.  Bekerja melalui proses pencapaian hasil yang sesuai dengan standar kerja perusahaan. Berdisiplin dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan efektif, serta cerdas memanfaatkan alat-alat bantu kerja untuk pelayanan yang hebat.

Pemimpin harus pintar memahami perencanaan kerja jangka pendek maupun jangka panjang. Pintar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak secara efektif, tegas, lugas, yang dilandasi dengan sikap baik. Pintar melakukan delegasi dengan cara mendelegasikan tugas dan tanggung jawab sesuai perencanaan kerja.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang mampu melakukan pembinaan, pengawasan, kerja sama, serta memiliki sikap disiplin, dedikasi, loyalitas, kemandirian, dan tanggung jawab yang konsisten.

Pemimpin yang baik pasti mampu membangkitkan semangat dan motivasi dirinya sendiri untuk mendapatkan sukses tanpa batas.

Pemimpin Tidak Hanya Sekedar Mengelola Harta Berwujud Dan Harta Tak Berwujud Perusahaan

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Yang Sepele.” – Michelangelo

“Saya Harus Menciptakan Suatu Sistem, Atau Saya Akan Diperbudak Oleh Sistem Yang Diciptakan Orang Lain.”- William Blake

“Pemimpin Yang Terlahir Dari Jalan Proses Yang Panjang Akan Memiliki Kekuatan Dalam Bentuk Kedewasaan Pikiran Dan Perasaan Yang Hebat. Anda Hanya Perlu Menjadi Pribadi Pembelajar Yang Setia Dengan Pikiran, Perasaan, Dan Tindakan Positif.” – Djajendra

“Membuat Yang Sederhana Menjadi Rumit Adalah Hal Yang Lumrah; Membuat Yang Rumit Menjadi Sederhana; Sangat Sederhana, Itulah Kreativitas.” – Charles Mingus

Bottom of Form

Pemimpin hari ini harus bertindak cerdas dengan  cara mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang andal untuk memenangkan kompetisi di hari ini. Pemimpin hari ini harus mampu mengelola harta berwujud dan tidak berwujud perusahaan menjadi kekuatan yang membuat perusahaan menjadi semakin unggul. Pemimpin hari ini harus memiliki integritas dan kompetensi yang mampu untuk menerangi pikiran dan imajinasi kreatif diri sendiri. Pemimpin hari ini harus memiliki kualitas yang hebat, karakter yang hebat, etos kerja yang hebat, mind set yang hebat, nilai- nilai kehidupan yang hebat, prinsip-prinsip cara kerja yang hebat, keberanian untuk bertindak yang hebat, dan kecerdikan diri yang hebat agar bisa menjadi pribadi terefektif dalam memenangkan kompetisi bisnis di hari ini dan di masa depan.

Untuk menjadikan diri Anda sebagai pemimpin yang andal, maka Anda sebaiknya jangan tergoda kepada cara-cara instan untuk mendapatkan posisi pemimpin. Anda sebaiknya tetap berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal. Sebab, pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Anda hanya perlu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.

Anda adalah energi sukses yang harus mencerahkan diri Anda secara terus-menerus untuk menjadi andalan perusahaan. Anda wajib memimpin diri Anda dengan kekuatan kebijaksanaan tertinggi untuk memperkuat hubungan dengan kekuatan sumber daya manusia perusahaan dalam semangat menghadapi tantangan kompetisi secara lebih tenang untuk menang.

Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif  menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.

Pemimpin terbaik akan selalu berkonsentrasi untuk menyelaraskan antara visi dengan realitas, ia tidak akan membiarkan kekuatan sumber daya manusianya bekerja dalam kebingungan arah dan kultur. Ia adalah seorang pencerah yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi dari semua orang -orangnya untuk berpikir dan berimajinasi searah visi perusahaan. Ia selalu menerangi pikiran dan imajinasi dari orang – orangnya untuk selalu fokus pada misi, strategi, dan memberi kesadaran akan arah perjuangan perusahaan secara jelas untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pemimpin Semakin Akan Diawasi Dan Dievaluasi

“Pemimpin Yang Baik Harus Memiliki Niat Dan Upaya Untuk Membuat Orang Lain Menjadi Lebih Bahagia, Lebih Sejahtera, Lebih Sehat, Dan Lebih Berguna. Artinya, Pemimpin Harus Bekerja Untuk Membuat Orang Lain Menjadi Lebih Hebat.” – Djajendra

Percaya atau tidak di masa depan para pemimpin akan semakin ketat diawasi dan dievaluasi oleh masyarakat yang merasa peduli pada kualitas dan kenyamanan hidup. Manusia sedang memasuki tahap kehidupan yang lebih tinggi dengan target terciptanya kemanusiaan yang lebih adil dan lebih beradab. Semua ini disebabkan oleh kuatnya arus informasi yang tercipta setiap detik untuk memberikan pengetahuan dan wawasan hidup kepada manusia di mana pun mereka berada. Pemimpin sudah bukan lagi sebagai sang pengendali yang bisa memanipulasi data untuk membohongi masyarakat, tetapi pemimpin justru akan dikendalikan oleh masyarakat dalam hal apa pun. Tak terkecuali para konsumen yang akan menilai kualitas kepemimpinan dari seorang eksekutif perusahaan berdasarkan nilai – nilai kejujuran yang dijual kepada konsumen. Sudah waktunya buat para pemimpin untuk mulai mendidik dan melatih diri sendiri, agar mampu menjawab tantangan masa depan yang semakin menuntut sisi kemanusiaan yang lebih dari sebelumnya. Hal ini disebabkan keberanian masyarakat semakin hari semakin tinggi untuk memantau, melihat, dan menilai tentang integritas dan kredibilitas dari para pemimpin dalam melayani masyarakat di berbagai aspek kehidupan.
Diperlukan kesadaran total dari diri pemimpin untuk mau membangun kualitas mental yang andal dalam upaya menciptakan persepsi positif tentang jati diri sebuah kepemimpinan berasas positif. Persepsi positif tentang jati diri bukanlah dengan cara – cara lama yang terkesan lebih pada penampilan luar diri, tapi saat ini diperlukan integritas diri yang andal dalam membangun keunggulan kepemimpinan dari sisi internal diri seorang pemimpin.
Pemimpin hari ini tidak hanya cukup menguasai berbagai tehnik kepemimpinan untuk menjawab semua tantangan yang menunggu di hari esok, dengan cara memoles gaya dan penampilan fisik secara sempurna. Sebab, hari esok telah menjadi lebih cerdas untuk menuntut para pemimpin dalam memberikan totalitas kepemimpinannya secara adil dan jujur dalam sebuah integritas yang dikendalikan oleh sikap dan sifat positif untuk lebih memperhatikan masyarakat dengan tulus dan ikhlas.
Untuk menjawab tantangan hari esok, pemimpin sudah harus menata dan memahami tentang diri sendiri di hari ini. Khususnya, melalui dua belas kualitas kepemimpinan positif yang wajib dimiliki oleh para pemimpin untuk bisa menjadikan dirinya sebagai seorang pemimpin positif.
Kualitas pertama adalah kepemimpinan yang tidak berprasangka buruk terhadap siapa pun, apalagi terhadap para stafnya. Di sini, pemimpin harus menunjukkan sikap tidak berpihak dan selalu merangkul semua orang secara bijak, dan mampu menjadi penengah yang bijaksana dalam menyelesaikan semua potensi konflik secara cepat dan tepat. Sikap tidak berprasangka buruk haruslah dijadikan sebagai kekuatan mental positif dari seorang pemimpin dalam membangun dan melayani semua aspek kepemimpinannya.
Kualitas kedua adalah kepemimpinan yang mampu menjadi sumber kekuatan batin buat memanajemani tugas dan tanggung jawab dari para staf. Sikap yang penuh empati, serta membantu staf secara jernih dan tepat sasaran akan menciptakan kualitas kepemimpinan positif yang mampu mengatasi keyakinan dan kepercayaan diri dari para staf secara baik.
Kualitas ketiga adalah kepemimpinan sebagai sumber kebijaksanaan dalam semua aspek kehidupan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin harus benar – benar terlibat dalam semua proses kerja dengan tidak mengabaikan prinsip kerja yang konsisten, serta tidak ragu terhadap semua kemungkinan yang masuk akal. Pemimpin yang mau secara bijaksanaan bersikap terhadap semua aspek kepemimpinan akan menjadi kunci keberhasilan.
Kualitas keempat adalah kepemimpinan sebagai pembersih pikiran negatif. Pikiran negatif tidak memiliki kebaikan apa pun, untuk itu pemimpin harus mampu menata pikiran semua staf secara bijak agar bisa berkontribusi secara optimal buat organisasi.
Kualitas kelima adalah kepemimpinan sebagai energi vital organisasi. Di sini pemimpin harus bisa melepaskan semua sikap dan perilaku penghambat sukses, dan menjadi pusat energi sukses buat organisasi.
Kualitas keenam adalah kepemimpinan sebagai kesadaran spiritual. Pemimpin harus melibatkan kesadaran spiritual dalam upaya mengatasi rasa cemas dan rasa takut dalam menghadapi tantangan hari esok. Pemimpin harus mampu membangun nilai – nilai spiritual yang menjaga dan merawat etos kerja dalam sebuah keharmonisan bersama.
Kualitas ketujuh adalah kepemimpinan tanpa serakah. Pemimpin tidak akan dihormati dan dicintai bila ia masih merampas hak orang lain dalam bentuk dan wujud apa pun. Pemimpin hari ini haruslah mempersiapkan hari esok untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semua orang.
Kualitas kedelapan adalah kepemimpinan yang hidup sederhana. Pemimpin yang mampu mempraktikkan kehidupan sederhana, sesungguhnya telah memiliki kekuatan untuk tidak diombang – ambing oleh kesenangan dan sensasi sesaat, ia juga telah memiliki prinsip memimpin yang bebas dari segala beban, konflik, dan kekacauan.
Kualitas kesembilan adalah kepemimpinan yang terbuka terhadap semua situasi dan kondisi organisasi. Sikap keterbukaan akan memberikan kekuatan buat pemimpin untuk melaksanakan kepemimpinan yang tidak mencari – cari alasan untuk memojokkan seseorang oleh sebuah situasi buruk, tapi pemimpin akan bertindak secara jujur, adil, bijaksana, dan penuh rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan semua situasi buruk dengan solusi jitu.
Kualitas kesepuluh adalah kepemimpinan sebagai guru kebajikan. Di sini pemimpin haruslah menjadi seorang guru yang baik dan bijaksana dalam menyikapi semua persoalan yang ada. Sebagai seorang guru yang baik, ia harus memberi contoh keteladanan dalam bersikap terhadap semua stafnya dalam keadaan apa pun. Ketenangan dan kewibawaan harus bisa terpancar secara sempurna.
Kualitas kesebelas adalah kepemimpinan sebagai penyempurna kultur. Kultur yang usang haruslah disingkirkan, dan segera disempurnakan dengan kultur yang sesuai dengan tuntutan zaman. Pemimpin harus bersikap fleksible dalam menjalankan perannya sebagai seorang penyempurna kultur yang andal dan efektif.
Kualitas keduabelas adalah kepemimpinan sebagai pusat sukses. Masa depan merupakan sebuah harapan buat semua orang, dan pemimpin harus bisa menjalankan peran dan fungsinya secara bijaksana untuk menjadi pusat sukses buat organisasi dan staf.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Bekerja Untuk Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik

“Jalan Untuk Sukses Selalu Ada Bagi Karyawan Yang Menginginkannya. Salah Satu Jalan Terbaik Menuju Kesuksesan Yang Saya Temukan Ada Pada Mind Set Untuk Bekerja Buat Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik.” – Djajendra

Produktifitas merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan perusahaan yang sehat dan kuat. Bila para karyawan mampu bekerja untuk kuantitas yang maksimal dan kualitas yang prima, maka perusahaan akan menjadi semakin efektif dalam operasionalnya.

Perilaku kerja yang mampu mendorong produktifitas adalah perilaku kerja yang cerdas untuk berkolaborasi, berkomunikasi, bersinergi, berkoordinasi, dan fokus pada prestasi.

Berkolaborasi artinya selalu siap bekerja sama dengan siapa pun tanpa memiliki perasaan suka atau tidak suka terhadap pihak-pihak terkait.

Berkomunikasi artinya mampu mencair bersama irama kerja sama yang saling memahami dalam satu bahasa persepsi. Bersinergi artinya selalu siap melakukan kegiatan bersama atau kerja gabungan untuk mencapai sasaran dan target. Berkoordinasi artinya selalu menyatukan persepsi terhadap setiap aturan, peraturan, kebijakan agar setiap tindakan dapat berjalan sempurna dan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

Perilaku kerja di atas tersebut haruslah menjadi karakter kerja yang membatin dalam diri. Sebab, tanpa kerja sama yang baik, tanpa saling pengertian, dan tanpa saling membantu, maka setiap upaya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas kerja terbaik akan mengalami kegagalan.

Kuantitas kerja berarti karyawan harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencapai hasil kerja yang sesuai dengan target. Artinya, karyawan harus selalu menyiapkan kondisi tubuh yang kuat dan sehat; kondisi perasaan dan emosi yang penuh semangat; kondisi pikiran yang jernih, tenang, dan kreatif.

Kualitas kerja berarti karyawan harus memiliki mind set, keterampilan, pengetahuan, dan niat baik untuk bekerja dengan berkualitas, rapi, bersih, teliti, dan indah.

Keberhasilan mengoptimalkan kualitas kerja dan kuantitas kerja sangat tergantung kepada niat dan kemauan karyawan untuk berprestasi. Bila karyawan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadikan diri sendiri sebagai pribadi yang produktif, maka mereka pasti memfokuskan diri untuk kuantitas dan kualitas kerja yang prima.

Setiap orang dilahirkan untuk mencapai apa yang diinginkan. Setiap orang diberi kesempatan oleh kehidupan untuk mencapai semua harapan dan keinginan. Setiap orang memiliki hak untuk menjadi sukses dan menghasilkan keberhasilan dalam hidupnya. Setiap orang hanya bisa sukses bila dia bekerja untuk kuantitas dan kualitas terbaik. Jadi, sekaranglah waktunya untuk mulai bekerja secara cerdas buat kuantitas dan kualitas terbaik.

www.djajendra-motivator.com