Corporate Secretary Sebagai Pengawal Informasi Perusahaan

“Membiarkan Setiap Orang Di Dalam Perusahaan Menjadi Juru Bicara Perusahaan Kepada Publik Adalah Perbuatan Yang Berpotensi Mengundang Bencana Ke Dalam Perusahaan.” – Djajendra

Kelalaian menyampaikan informasi yang benar kepada publik akan menjadikan perusahaan kehilangan kredibilitas. Oleh karena itu,  perusahaan harus selalu menjaga kerahasian informasi internal perusahaan, dan tidak seorang pun diperbolehkan membicarakan informasi rahasia perusahaan kepada pihak di luar perusahaan.

Prinsip transparansi di dalam good corporate governance bukan berarti setiap pegawai boleh bicara apa saja, atau memberikan informasi apa saja kepada pihak di luar perusahaan. Tetapi, setiap pegawai harus bekerja secara terbuka dan jujur atas setiap inci informasi di dalam internal perusahaan. Lalu, setiap inci informasi yang benar itu dirangkum secara benar sesuai prosedur kerja perusahaan sebelum diinformasikan kepada publik.

Perusahaan yang sehat dan baik adalah perusahaan yang mampu mendisiplinkan proses keluar masuk informasi. Terutama informasi keluar haruslah benar-benar matang dan tidak asal-asalan. Sebab, sekali informasi internal keluar, maka informasi internal tersebut akan menjadi informasi publik.

Untuk mengawasi setiap informasi internal perusahaan yang keluar, perusahaan harus menetapkan kebijakan satu pintu keluar buat informasi dari internal perusahaan ke publik. Satu pintu itu sebaiknya melalui fungsi dan peran corporate secretary. Artinya, apapun hal-hal yang akan perusahaan sampaikan ke publik, semua itu harus diperiksa ulang dan diverifikasi ulang oleh fungsi corporate secretary. Tidak boleh ada kekuatan apa pun diperusahaan yang boleh tampil bersama informasi internal kepada publik. Semua informasi wajib disaring dan dipahami terlebih dahulu secara bijaksana, agar informasi tersebut tidak menciptakan dampak-dampak negatif buat perusahaan, karyawan, pemegang saham, dan stakeholder lainnya.

Di dalam aktivitas sehari-hari sebaiknya fungsi corporate secretary didukung secara total oleh fungsi good corporate governance, agar setiap ketentuan internal dan eksternal perusahaan dapat dipastikan benar oleh fungsi good corporate governance.

Harus ada kebijakan yang jelas diperusahaan untuk tidak membicarakan hal-hal terlarang kepada pihak di luar perusahaan atau ke publik. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dan diberi pemahaman untuk berhati-hati di dalam setiap kata-kata dan komentar tentang informasi perusahaan yang belum pasti.

Iklan

Karyawan Kutu Loncat

”Buat Karyawan Kutu Loncat Pekerjaan Itu Sifatnya Profesional Yang Harus Saling Menguntungkan. Mereka Bukan Pribadi Yang Mampu Melakukan Pengabdian Total Tanpa Ada Bayaran Yang Wajar.” – Djajendra

Ada dua tipe karyawan yang selalu berjuang untuk meraih karier yang lebih baik dipekerjaan. Pertama, tipe karyawan yang secara setia fokus kepada sebuah perusahaan untuk mencapai jenjang karier tertinggi. Dan yang kedua, tipe karyawan yang suka mencari peluang melalui pindah-pindah kerja, yang biasanya disebut juga sebagai karyawan kutu loncat. Tipe karyawan kutu loncat selalu memiliki pemikiran bahwa hanya melalui pindah kerjalah dia mampu mencapai jabatan, gaji, dan kekuasaan yang lebih tinggi. Untuk itu, tipe karyawan kutu loncat ini selalu secara sempurna mempersiapkan dirinya dengan berbagai kualitas yang unggul, agar di dalam persaingannya dia mampu mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar. Masalah loyalitas sangatlah jauh dari mind set para karyawan kutu loncat. Buat mereka pekerjaan itu sifatnya profesional yang harus saling menguntungkan. Mereka bukan pribadi yang mampu melakukan pengabdian total tanpa ada bayaran yang wajar.

Mereka juga tidak mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh perusahaan. Sifat dan karakter  karyawan kutu loncat ini biasanya sangat percaya diri dan sangat yakin bahwa ada jutaan perusahaan yang siap memberikan hal-hal lebih baik kepada mereka dari pada perusahaan mereka yang sekarang. Dan mereka juga sangat terdidik, pintar, cerdik, serta memiliki hubungan pergaulan yang luas. Sebenarnya para karyawan kutu loncat ini adalah aset-aset yang sangat berharga buat perusahaan, tapi karena tidak semua perusahaan pintar untuk memanfaatkan potensi dan kecerdasan mereka, maka para kutu loncat ini selalu berpetualang dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan semua impian dan harapan mereka. Jarang sekali seorang karyawan kutu loncat bisa bertahan lebih dari tiga tahun di sebuah perusahaan. Dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, mereka tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan – pekerjaan baru yang lebih baik. Dalam banyak peristiwa yang saya amati, para karyawan kutu loncat ini selalu mencapai prestasi tinggi lebih cepat dibandingkan para karyawan yang fokus pada sebuah perusahaan. Pertanyaannya adalah siapakah Anda? Apakah Anda tipe karyawan kutu loncat yang suka berpetualangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau Anda seorang yang sangat loyal kepada perusahaan Anda? Hidup Anda adalah milik Anda dan semua keputusan Anda adalah hak Anda.

Bagaimana Caranya Karyawan Menjadi Kaya?

“Karyawan Dengan Gaji Yang Kecil Juga Pasti Bisa Kaya, Asal Memiliki Keberanian Untuk Melakukan Investasi Dan Tidak Menjadi Pribadi Yang Konsumtif.” – Djajendra

Hari Jumat lalu saya ditelepon oleh pak Anggara dari Radio HardRock Bali, dan memberikan judul di atas sebagai materi pembahasan dalam siaran tanya-jawab dengan saya, untuk hari Senin pagi tanggal 28 September 2009.

Pertanyaan di atas merupakan sebuah pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan dari para karyawan yang memiliki semangat dan obsesi untuk menjadi orang kaya. Dan sesungguhnya setiap orang, siapa pun dia, selama dia memiliki mimpi, harapan, dan kerja keras, maka dia pasti bisa menjadi orang kaya. Apalagi karyawan yang setiap bulannya sudah pasti memiliki penghasilan tetap, dan hanya tinggal menjadi lebih kreatif dalam melakukan berbagai tindakan investasi buat membangun jembatan menuju masa depan yang kaya dengan materi dan uang.

Menjadi karyawan yang kaya adalah hak si karyawan, tapi untuk menjadi kaya perlu tekad dan keyakinan diri yang kuat, lalu perlu upaya-upaya terencana untuk mengoptimalisasikan potensi diri. Ingat, hanya melalui investasilah orang bisa menjadi kaya. Jadi, karyawan yang memiliki obsesi dan niat untuk menjadi orang kaya wajib melakukan investasi kepada dua hal. Pertama, melakukan investasi untuk mengoptimalisasikan potensi diri sendiri agar mampu meraih karir, gaji, dan jabatan yang lebih tinggi. Kedua, melakukan investasi kepada harta benda yang harganya setiap tahun pasti naik, yang harganya tidak hilang oleh inflasi, dan yang risikonya sangat rendah.

Hal lain yang tak kalah pentingnya dalam proses menuju diri yang kaya raya adalah melakoni pola hidup hemat yang tak tergoda oleh barang-barang konsumtif. Termasuk tidak melakukan pinjaman-pinjaman untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Ingat, barang-barang konsumtif setelah dibeli sudah tidak ada harganya lagi, biasanya langsung menjadi biaya. Hindari untuk menciptakan banyak biaya hidup, dan fokuskan gaji Anda untuk menciptakan banyak investasi. Ciptakan kekayaan masa depan Anda dari investasi – investasi kecil di hari ini. Lakukan investasi tersebut kepada hal-hal yang pasti nilainya bertambah dan yang tidak memiliki risiko tinggi. Ingat, jika Anda ingin kaya Anda harus melakukan investasi, bukan spekulasi. Jadi, mulai hari ini sisihkan sebagian dari gaji untuk melakukan investasi pada hal-hal yang tepat dan kalau bisa yang berisiko nol. Pastikan juga mind set Anda telah Anda kembangkan menjadi mind set investor.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kegagalan Mengajari Kita Untuk Lebih Bertanggung Jawab

“Hidup Ini Perlu Tanggung Jawab. Dan Setiap Ujian Kehidupan Sesungguhnya Sedang Menguji Tanggung Jawab Kita Kepada Kehidupan.” – Djajendra

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah mungkin lurus seperti sebuah garis lurus yang sempurna. Kehidupan manusia lebih menyerupai gelombang turun naik seperti yang terlihat di grafik denyut jantung. Semua itu menggambarkan ketidaksempurnaan kehidupan yang manusia miliki. Ketidaksempurnaan kehidupan manusia itulah menjadikan manusia suka terjatuh ke dalam lubang kegagalan. Tetapi, kegagalan adalah guru terbaik yang mengajari manusia untuk lebih bertanggung jawab kepada kehidupan. Oleh karena itu, bila Anda sedang jatuh dalam kegagalan, janganlah bersedih, apalagi berkeluhkesah, tapi belajarlah dari kegagalan dan jadilah lebih bersemangat untuk meraih keberhasilan.

Sering sekali saya mendengar cerita putus asa dari orang-orang yang merasa kalah di dalam hidupnya. Setelah saya pahami, sesungguhnya orang-orang tersebut tidak kalah di dalam hidupnya, tapi hanya sedang menjalani sebuah ujian untuk tumbuh menjadi lebih besar dan lebih hebat dari sebelumnya.  Dan, di sinilah diperlukan pikiran positif, emosi positif, dan kerja keras untuk bangkit dari lubang kegagalan tersebut.

Hidup ini perlu tanggung jawab. Dan setiap ujian kehidupan sesungguhnya sedang menguji tanggung jawab kita kepada kehidupan. Bila kita mampu secara cerdas menjawab semua ujian tersebut dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, maka kita akan dipermudahkan oleh Tuhan dengan berbagai kemudahan untuk mendapatkan keberhasilan seperti yang kita harapkan.

Kadangkala kita mungkin memiliki rencana-rencana yang luar biasa sempurna dan terukur, tapi masih juga bisa terjatuh ke dalam lubang kegagalan. Artinya, kegagalan bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Kegagalan tidak mengenal pintar atau pun tidak pintar. Kegagalan tidak mengenal sempurna atau pun tidak sempurna. Kegagalan hanya hadir sebagai bagian dari sebuah proses kehidupan, bagian dari sebuah ujian kehidupan, bagian dari sebuah proses kenaikan kelas buat kehidupan yang lebih baik.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang tidak menyalahkan orang lain atas kegagalan kita. Sebab, sikap menyalahkan orang lain atas kejatuhan atau pun kegagalan kita hanya akan membuat lubang kegagalan semakin mendalam, dan mungkin semakin sulit untuk bangkit dari lubang yang terlalu dalam.

Pastikan Anda masih bisa tersenyum dan lebih bersemangat tinggi untuk keluar dari lubang kegagalan. Jangan malu atau pun merasa rendah oleh senyum sinis orang-orang di sekitar Anda. Bangkitlah dalam sikap rendah hati, lalu berdoalah kepada Tuhan, dan lanjutkan perjuangan Anda untuk keluar dari lubang kegagalan dan mendaki ke puncak kejayaan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mengungkap 5 Rahasia Yang Membuat Diri Anda Selalu Kompetitif

“Jika Anda Memiliki Mimpi, Cita-Cita, Dan Harapan Yang Besar Untuk Mencapai Keberhasilan Di Dalam Hidup Anda. Maka Jangan Berdiam Diri, Tapi Kembangkan Kualitas Diri Anda Agar Mampu Berkompetisi Dengan Orang-Orang Lain.” – Djajendra

Di tempat kerja atau pun di dunia bisnis Anda tidak pernah sendirian. Di sana akan ada terlalu banyak orang yang siap bersaing dengan Anda untuk mendapatkan yang terbaik. Para kompetitor Anda akan saling berlomba untuk mempersiapkan diri mereka buat mencapai hal-hal tertinggi dibidangnya. Mereka akan berusaha melampaui kualitas diri Anda melalui pengembangan kualitas diri mereka ke arah yang lebih baik. Salah satu kekuatan kompetitif yang paling penting untuk dikembangkan adalah perilaku kerja dan mind set sukses Anda. Jika Anda tetap bekerja dengan cara-cara lama tanpa mau memperbaiki setiap kekurangan yang ada pada diri Anda, maka janganlah pernah memiliki mimpi dan harapan yang besar. Sebab, mimpi dan harapan besar adalah milik dari orang-orang yang mau berjuang keras untuk mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang berkualitas tinggi yang pantas dihargai dengan berbagai jabatan, kekuasaan, dan kekayaan. Apakah Anda mau menjadi pribadi yang diperkaya kualitas hidup Anda melalui jabatan, kekuasaan, dan kekayaan? Jika Anda mau, maka berikut ini ada 5 rahasia yang perlu Anda renungkan dan menyerapnya secara bijaksana.

1. Jadilah Diri Sendiri Yang Positif.

Pastikan Anda mampu memahami dan mengetahui jati diri sejati Anda. Pastikan Anda mengetahui tentang perubahan-perubahan yang harus Anda lakukan agar diri Anda mampu menjadi diri sejati yang diperkaya dengan nilai-nilai kebijaksanaan hidup. Pastikan Anda mampu memiliki pikiran positif, emosi positif, etika dan moral kehidupan yang positif, kemampuan berkomunikasi dengan keluarga dan semua pihak lain yang positif, dan kemampuan mengelola kekayaan dan keuangan yang positif.

2.  Tingkatkan Standar Diri Anda
Pastikan Anda mampu meningkatkan kualitas, ukuran, dan mutu diri Anda yang sesuai dengan harapan pasar atau bisnis yang terkait dengan pekerjaan Anda. Anda harus meningkatkan semua standar diri Anda untuk kemudian disesuaikan dengan standar-standar tertinggi dibidang pekerjaan yang Anda tekuni. Pastikan juga sikap dan perilaku Anda selalu terfokus untuk meningkatkan kualitas dan kinerja diri Anda secara maksimal.

3. Jangan Memiliki Keyakinan Yang Sempit

Jadilah pribadi yang berwawasan luas, yang mampu menyerap semua kebaikan kehidupan melalui sistem keyakinan dan kepercayaan diri Anda yang luas. Jadilah seperti matahari yang mampu menyinari setiap bagian kehidupan di bumi ini secara adil dan penuh cinta kasih, tanpa membeda-bedakannya. Jadi, walaupun mungkin Anda mampu meningkatkan standar kehidupan Anda secara hebat, tapi bila tidak mampu merubah sistem keyakian dan kepercayaan diri Anda yang sempit, Anda tetap akan mengalami kesulitan untuk menjadi pribadi berkualitas yang diperkaya dengan kebijaksanaan kehidupan. Anda tetap akan hidup dalam kotak sempit sesuai keyakinan dan kepercayaan Anda. Untuk itu, saatnya Anda menjadi pribadi cemerlang yang mampu memahami realitas kehidupan, yang mampu memahami perubahan, yang mampu memahami masa depan yang lebih cemerlang buat kebahagian Anda dan keluarga Anda.

4. Rubah Strategi Anda Dalam Meraih Sukses

Anda tidak boleh kaku dan fanatik dengan sebuah cara atau pun strategi, tapi Anda harus selalu melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap nilai-nilai kehidupan yang Anda gunakan buat menciptakan strategi Anda di semua aspek kehidupan Anda. Pahami semua situasi dan kondisi yang ada, lalu sesuaikan semua strategi Anda tersebut pada situasi dan kondisi yang ada. Pastikan Anda adalah seorang pembelajar yang selalu cerdas memahami setiap persoalan melalui kekuatan intuisi dan kekuatan empati Anda.

5. Satukan Diri Anda Kepada Kekuatan Tuhan

Sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun yang pintar dan hebat. Semua kepintaraan dan kehebatan itu hanyalah titipan Tuhan kepada manusia dan kehidupan. Sehebat apa pun upaya kita, kita wajib berdoa dan selalu berdoa sambil minta restu dan petunjuk dari Tuhan. Dekatkan diri kepada Tuhan. Kerjakan semua mimpi, cita-cita, harapan, ambisi,  dan keinginan sambil mengingat kebesaran Tuhan.

Setiap Pekerjaan Harus Dapat Diukur

”Jangan Pernah Mengabaikan Untuk Mengukur Dan Mengelola Kualitas Pekerjaan Yang Anda Kerjakan Sendiri. Miliki Integritas Untuk Mengatur Diri Anda Bersama Tanggung Jawab Pekerjaan Anda. Pastikan Anda Selalu Berhasil Mengelola Orang Lain Dengan Sempurna Dan Mengelola Diri Anda Sendiri Dengan Lebih Sempurna.” – Djajendra

Apakah benar seorang pekerja itu produktif? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan mutu barang atau jasa yang berkualitas tinggi? Apakah benar seorang pekerja itu berkinerja optimal? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi buat perusahaan?

Apakah benar seorang pekerja itu memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan? Apakah benar seorang pekerja itu bekerja berdasarkan etika bisnis yang mulia? Apakah benar seorang pekerja itu bahagia bersama perusahaan dan pekerjaannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan dilakukan secara terukur dan benar.

Di zaman yang penuh persaingan ketat ini,  perusahaan sudah tidak lagi sekedar berpendapat tentang kualitas karyawannya, tapi wajib mengukur setiap pekerjaan karyawannya melalui data-data yang benar dan akurat, lalu mengembangkan kualitas para karyawannya untuk bekerja secara optimal sesuai sasaran tertinggi perusahaan.

Jika para manajer di setiap level dan di setiap unit kerja tidak bisa mengukur sebuah hasil pekerjaan, maka para manajer tersebut pasti tidak bisa mengelola pekerjaannya dengan baik. Hasilnya, mungkin perusahaan akan sulit bertahan dan bersaing di pasar bisnis yang ketat.

Sekarang ini zamannya di mana setiap manajer wajib bekerja dengan menggunakan data-data pekerjaan yang benar dan terukur, buat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memaksimalkan sasaran dan target.

Setiap target, sasaran, dan upaya kerja harus didukung dengan informasi bisnis dan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya. Bukan sekedar imajinasi yang bersifat spekulatif atau coba-coba.

Perusahaan harus membangun kekuatan kerjanya untuk tidak hanya sekedar bertahan melawan ketatnya kompetisi, tapi mengukur setiap pekerjaan diperusahaan dengan cara-cara yang benar, lalu memfokuskan perusahaan untuk berkembang sesuai visi dan misi.

Perusahaan wajib membangun sebuah standar pengukuran pekerjaan yang bersifat konsisten untuk setiap aspek kerja secara total. Ukuran-ukuran kerja itu bisa dalam wujud  persentase, uang, jumlah, jam, kepuasan kerja, perasaan bahagia, dan ukuran kinerja yang lainnya.

Setiap manajer tidak hanya harus pintar untuk mengukur kinerja para bawahannya, tapi juga harus pintar untuk mengukur dan mengelola kinerja dirinya sendiri secara profesional dan jujur.

Keputusan Yang Baik Dihasilkan Melalui Informasi Yang Benar Dan Akurat

“Sebuah Ide Cemerlang Yang Bila Tidak Searah Dengan Realitas Kehidupan, Maka Ide Cemerlang Itu Hanya Menjadi Cemerlang Sebatas Di Atas Kertas.” – Djajendra

Sering sekali kita mendapatkan ide-ide yang luar biasa cemerlang, lalu dengan ide-ide cemerlang tersebut kita mencoba membuat keputusan-keputusan yang luar biasa hebat. Tetapi setelah ide-ide hebat itu dikerjakan dan dijalankan, ternyata hasil akhirnya tidak seperti yang ada direncana kita. Lantas di mana salahnya? Salahnya adalah kita malas untuk memahami realitas dan informasi yang benar. Kita lebih suka menggunakan selera dan keyakinan kita dibandingkan fakta dan informasi yang benar.

Kita selalu lalai untuk melakukan pengukuran, penganalisaan, dan menghubungkan ide-ide cemerlang kita kepada realitas kebutuhan. Kita selalu berpikir bahwa pekerjaan mengukur, menganalisa, dan menghubungkan adalah pekerjaan sia-sia yang hanya membuang-buang waktu dan tidak efektif. Padahal sebuah ide cemerlang yang bila tidak searah dengan realitas kehidupan, maka ide cemerlang itu hanya menjadi cemerlang sebatas di atas kertas.

Memang benar bahwa kita semua harus menjadi pribadi yang tegas dan berani dalam menjalankan ide-ide terbaik kita. Tetapi bukan berarti kita langsung terjun bersama ide-ide hebat tersebut tanpa memahami realitas yang ada di lapangan.

Suatu ketika ada seorang kenalan yang bercerita tentang kisah kegagalan bersama proyek cemerlang. Kenalan saya itu merasa ide-idenya sudah luar biasa hebat, dan dia langsung melompat ke dalam tindakan dan terus bergerak maju tanpa sedikitpun ragu tentang keberhasilan dirinya bersama proyek cemerlangnya tersebut. Beberapa hari lalu dia bercerita kisah sedih tentang kerugian dan kehilangan banyak uang oleh proyek cemerlangnya tersebut. Di mana salah dia? Ternyata salahnya ada pada keyakinan yang berlebihan, tapi miskin dengan informasi yang benar dan akurat. Hasilnya bukan kinerja hebat yang dia dapatkan, tapi kerugian demi kerugian yang akhirnya membuat dirinya terperangkap pada kebingungan untuk menjalani hari esok.

Sehebat apa pun ide-ide yang Anda miliki ada baiknya Anda bersedia untuk mengukur kemampuan ide-ide Anda tersebut dalam menghasilkan manfaat buat kehidupan orang lain. Sebab, bila ide-ide Anda tersebut tidak mampu menghasilkan manfaat buat orang lain, maka dapat dipastikan ide-ide Anda tersebut sulit menciptakan nilai tambah kebaikan buat kehidupan diri Anda dan buat orang-orang disekitar Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com