12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

DMU 004 2013

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1.Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2.Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3.Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4.Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5.Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6.Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7.Tidak melawan keinginan pelanggan. Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati. Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8.Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9.Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh. Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan. Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Untuk seminar/training hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Iklan

6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance.

6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance.

“Temukan Nilai-Nilai Kebaikan Dan Keadilan Untuk Mendukung Profesionalisme Bisnis Anda, Agar Bisnis Anda Dicintai Oleh Setiap Stakeholder Di Sepanjang Zaman.” – Djajendra

Menjalankan praktik bisnis dengan prinsip-prinsip good corporate governance, sama artinya dengan menyiapkan payung sebelum hujan turun, ataupun menjauhkan perusahaan dari berbagai masalah dengan risiko tinggi.

Good corporate governance memerlukan komitmen tinggi dengan dukungan konsistensi pikiran, emosi, dan tindakkan yang strategis dalam setiap kebijakan dan operasional perusahaan.

Konsep good corporate governance, bila dijalankan secara cerdas dan bijaksana, maka ia akan berfungsi sebagai alat yang membantu manajemen untuk memperkuat  semua aspek kerja perusahaan, baik itu untuk memperkuat internal perusahaan, maupun untuk menjaga reputasi dan kredibilitas ke eksternal, khususnya stakeholder.

Good corporate governance yang baik haruslah disinergikan ke dalam total quality management, agar gaya manajemen perusahaan bisa berjalan sesuai dengan konsep manajemen mutu yang didalamnya diperkuat oleh prinsip-prinsip good governance. Semua ini diperlukan, agar perusahaan bisa menjalankan strategi bisnisnya secara mulus, sekaligus dapat mengidentifikasikan dan mengatasi berbagai potensi risiko yang bisa merusak reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata stakeholdernya.
Praktik good corporate governance tidaklah boleh sekedar menjadi alat kontrol yang berlebihan, tapi harus menjadi alat yang memperkuat fungsi-fungsi manajemen untuk memberikan kualitas terbaik kepada stakeholder.

Perusahaan harus memanfaatkan prinsip-prinsip good corporate governance, untuk  meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada karyawan, customer, shareholder, dan stakeholder lainnya secara cerdas dan profesional, sesuai dengan arah dari strategi bisnis perusahaan.

Berikut ini ada 6 langkah untuk mengimplementasikan good corporate governance yang efektif.

1. Mempersiapkan Mind Set Sumber Daya Manusia
Mind set adalah sesuatu yang begitu penting, dan sangat berpengaruh atas suksesnya implementasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip good governance di dalam perusahaan. Oleh karena itu, pada langkah pertama ini, perusahaan harus melakukan motivasi dan mengembangkan mind set baru yang sesuai dengan nilai dan prinsip good governance kepada setiap orang di perusahaan, tanpa terkecuali. Langkah pertama ini adalah awal dalam proses menginternalisasikan nilai-nilai good corporate governance kepada setiap individu di perusahaan. Di sini, diperlukan komitmen dan ketulusan dari para top manajemen untuk meletakkan kerangka dasar good corporate governance di setiap fungsi dan aspek kerja perusahaan. Sebab, hanya para top manajemen-lah yang memiliki kekuasaan besar, untuk mengharuskan setiap individu dalam perusahaan, bekerja sesuai nilai dan prinsip good corporate governance.

2. Mempersiapkan Rencana Implementasi
Langkah kedua ini adalah langkahnya para top manajemen. Implementasi good governance hanya bisa dimulai atas restu dan kuasa para top manajemen. Oleh sebab itu, pimpinan puncak perusahaan harus menyiapkan tim yang hebat untuk menyusun rencana implementasi. Di mana, rencana ini dibuat untuk menyatukan setiap proses bisnis dan organisasi secara total, berbasiskan nilai dan prinsip good governance.

Rencana implementasi harus mencakup,  rencana memanfaatkan nilai dan prinsip good governance untuk membangun reputasi dan kredibilitas pelayanan perusahaan kepada shareholder, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya. Rencana untuk memperkuat daya tahan dan daya saing perusahaan, termasuk rencana untuk memperbaiki setiap risiko menjadi peluang, sehingga perusahaan dapat memfokuskan dirinya buat masa depan yang lebih cemerlang.

3. Mempersiapkan Standard Operating Procedure Yang Baru

Langkah ketiga ini adalah kelanjutan dari langkah kedua. Setelah pimpinan puncak menyiapkan rencana implementasi, maka harus dibentuk sebuah tim, untuk menyesuaikan kembali Standard Operating Procedure (SOP) yang ada dengan nilai dan prinsip good governance, yang sesuai dengan kebijakan yang dihasilkan dari langkah kedua. Selanjutnya, SOP yang baru ini, wajib menginternalkan nilai dan prinsip good governance ke dalam prosedur pengoperasian bisnis dan organisasi perusahaan; wajib menjelaskan mengenai bagaimana prosedur standar dalam mengelola perusahaan berbasis good governance; dan wajib menjadi alat yang konsisten untuk membantu setiap orang di perusahaan dalam menjalankan bisnis perusahaan sesuai visi, misi, values, dan strateginya.

4. Mempersiapkan Implementasi SOP Secara Paralel

Setelah langkah ketiga tuntas, maka pimpinan puncak harus membuat tim untuk melakukan implementasi terhadap SOP baru. Implementasi terhadap SOP baru tidak boleh bersifat langsung, sebab nanti bisa menciptakan stres dan kepanikan di dalam organisasi. Untuk itu, SOP baru haruslah dijalankan secara paralel dengan SOP yang lama. Tim yang dibentuk pimpinan puncak ini, harus secara intensif mempelajari dan mengambil tindakkan untuk memperbaiki setiap stres dan kepanikan yang ditimbulkan oleh SOP baru. Tim harus fokus untuk menyiapkan SOP baru dari segala aspek, agar bisa segera menggantikan SOP lama secara permanen. Konsep paralel ini hanya bersifat sementara, dan harus dihentikan segera pada saat setiap orang terbiasa dengan SOP yang baru.

5. Membangun Komitmen Dan Mempertegas Budaya Baru Berbasis Good Governance

Pada langkah kelima ini, SOP baru harus sudah diterima dengan sepenuh hati oleh setiap orang di perusahaan. Termasuk, setiap pemimpin telah menjadi lebih ikhlas untuk melaksanakan setiap proses kerja berdasarkan prinsip dan nilai  good governance. Dan, sekaranglah saatnya untuk membangun komitmen yang mempertegas kembali kepada setiap orang, untuk selalu konsisten menjalankan budaya kerja berbasiskan nilai dan prinsip good governance, serta harus siap memperbaiki kesalahan untuk memenuhi komitmen yang telah tersusun rapi dalam wujud SOP baru.

Tim yang dibentuk pada saat implementasi SOP paralel, harus dibentuk kembali dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, untuk mengawasi dan memperbaiki proses pelaksanaan SOP baru. Selain itu, pimpinan puncak juga harus mempertegas komitmennya terhadap implementasi good governance dengan aturan, kebijakan, dan sistem organisasi yang sesuai dengan SOP baru.

Seluruh nilai-nilai yang ada di SOP baru tersebut, haruslah terfokus kepada daya saing dan daya tahan perusahaan, untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan yang memuaskan stakeholder. Khususnya, buat pelanggan, karyawan, dan shareholder.

6. Mengubah Teori Dan Konsep Menjadi Realitas

Sudah menjadi kebiasaan banyak orang yang sangat takut menghadapi perubahan. Jadi, pasti akan ada pihak-pihak yang keberatan dengan implementasi good governance di perusahaan. Pasti akan ada pihak-pihak yang berkata bahwa semua ini hanya teori dan konsep yang tak mungkin bisa dijalankan dalam lingkungan perusahaan. Untuk itu, pimpinan puncak bersama-sama dengan setiap pimpinan unit kerja harus bersikap super disiplin, untuk mengubah teori dan konsep good governance menjadi realitas yang membudaya di setiap sudut organisasi perusahaan. Ajarkan kepada setiap pribadi secara terus-menerus bahwa menciptakan perusahaan yang jujur, adil, terbuka, dan bertanggung jawab kepada stakeholder, serta membuat perusahaan menjadi lebih profesional, sehat, berdaya saing, berdaya tahan, berkinerja tinggi, akan menjadi tempat yang nyaman dan damai buat membangun impian karier masa depan yang gemilang.

Perusahaan harus membangun kualitas dari semua karyawan, tanpa kecuali, untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan nilai dan prinsip good governance. Untuk itu, diperlukan pelatihan yang dilakukan secara rutin dan terprogram dengan baik, yang terfokus kepada upaya membantu proses transformasi dari teori dan konsep menjadi kebiasaan baru yang membudaya.

Lakukan motivasi secara terus-menerus untuk menginternalisasikan nilai dan prinsip kerja good governance di semua level. Khususnya, yang terkait dengan pedoman etika bisnis, code of conduct, peraturan dan kebijakan perusahaan yang strategis lainnya. Lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat konsistensi dan keberkelanjutan dari setiap orang terhadap budaya baru berbasis good governance.

Jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada unit kerja dan individu yang mampu menjadi inspirator dan motivator dalam membudayakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip good governance di perusahaan. Dan, pastikan tidak ada yang menyerah atau merasa gagal untuk mentransformasikan nilai dan prinsip good governance menjadi budaya kerja yang dicintai oleh setiap orang di perusahaan

www.djajendra-motivator.com

PHK Merusak Semangat Membangun

”PHK Hanya Akan Menyelamatkan Perusahaan Dari Kerugian Angka-Angka, Tapi Mematikan Semangat Membangun  Bangsanya.” – Djajendra

Ketika keadaan bisnis dan keuangan perusahaan memburuk, adalah sangat wajar bila pengusaha melakukan PHK untuk menyelamatkan dan memulihkan keadaan bisnis perusahaanya. Hal ini adalah sah-sah saja dalam sebuah sistem perekonomian yang mengutamakan pertumbuhan bisnis untuk meraih keuntungan maksimal. Persoalannya,  bila di sebuah negara terlalu sering terjadi PHK dengan jumlah yang besar, maka negara tersebut akan memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. Saat angka pengangguran cukup tinggi, emosi negatif dan pikiran negatif akan mengisi jiwa dan pikiran si penganggur, dan hal ini secara tidak langsung akan menurunkan rasa percaya diri dan daya tahan sebuah bangsa untuk hidup adil, makmur, aman dan damai.

Pengangguran yang bila tak ditangani secara kemanusiaan, maka akan menghasilkan masyarakat yang putus asa untuk mampu bangkit menjawab berbagai tantangan yang ada.

Salah satu langkah yang wajib diambil sebuah bangsa, saat tingkat pengangguran tinggi, adalah memperbanyak lapangan kerja dengan cara menginspirasi dan memberi kemudahan buat orang-orang untuk menjadi entreprenuer baru. Dan, pemerintah juga wajib melindungi eksistensi para entrepreneur baru ini dari ancaman pasar bebas dan perusahaan raksasa dalam negeri. Jadi, perlu dilakukan proteksi atau pengamanan terhadap benih-benih entreprenuer baru ini, agar tidak digilas oleh para raksasa yang mahir dengan berbagai teknik bisnis yang tidak adil.

Setiap kejadian PHK haruslah diintervensi oleh pemerintah, dan setelahnya,  mencari berbagai cara untuk membantu korban PHK tersebut, agar  para korban PHK ini bisa segera menjadi pribadi-pribadi yang produktif buat kemakmuran dan kebesaran bangsa tersebut. Membiarkan masyarakat menjadi pengangguran, adalah sebuah krisis kemanusiaan yang akan melemahkan daya tahan bangsa tersebut untuk membangun kebesaran.

Bangsa yang besar tidak akan tersenyum pada ukuran pertumbuhan ekonominya yang besar, tapi akan lebih fokus kepada berbagai upaya pemerataan pendapatan secara kreatif dan strategis, untuk membuat masyarakatnya seratus persen produktif dan menghasilkan nilai tambah ekonomi buat menghapus pengangguran dari buminya. Banyak negara yang sangat bangga dengan pertumbuhan ekonominya yang cukup tinggi, tapi sebagian besar  penduduknya  tidak mempunyai penghasilan yang cukup buat membiayai kehidupan minimum. Jadi, ukuran pertumbuhan tidaklah penting untuk urusan kemanusiaan dan kesejahteraan orang banyak.

Sistem distribusi keuangan yang adil dan yang tidak memiskinkan orang lain, haruslah menjadi konsep buat membangun masyarakat yang adil dan makmur. Transaksi keuangan yang memangsa satu pihak tanpa melihat sisi kemanusian, hanyalah tabungan kemiskinan buat bangsa itu di masa depan. Sebab, ketika sistem keuangan membiarkan satu pihak yang kuat memangsa pihak yang lemah, maka sistem itu akan menciptakan orang-orang miskin baru. Dan, hal ini tidak sesuai dengan konsep membangun masyarakat yang adil dan makmur. Orang-orang miskin baru ini hanya akan menjadi beban buat bangsanya, beban yang muncul oleh ketidakadilan sistem keuangan dan perbankan yang ada.

Pemerintahan yang hebat selalu anti pada pengangguran, dan akan menggunakan energi kekuasaannya untuk membantu setiap korban PHK dan para pencari kerja, dengan berbagai kemudahan atas akses keuangan murah, untuk bisa mengarahkan mereka menjadi entrepreneur baru yang kuat dan andal buat menghapus pengangguran dari buminya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Good Governance Untuk Kemitraan Yang Saling Membesarkan

“Jika Sebuah Bisnis Berjalan Dengan Model Kemitraan Yang Saling Membesarkan, Maka Kemakmuran Akan Menjadi Hasil Akhir Dari Kemitraan Tersebut.” – Djajendra

Sangat banyak korporasi yang melakukan aktifitas bisnis dengan menggunakan model kemitraan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkualitas. Model kemitraan ini,  pada umumnya lebih tergantung kepada kemauan pihak yang kuat, sedangkan pihak yang lebih lemah biasanya tidak seberuntung pihak yang lebih kuat. Padahal dalam membangun kekuatan fundamental bisnis, para mitra kerja harus mendapatkan keuntungan yang adil dan yang saling mensejahterakan, agar ketersediaan bahan baku dengan kualitas terbaik bisa tetap terjamin untuk mendukung kebutuhan korporasi tersebut di sepanjang masa.

Model kemitraan yang saling menguntungkan adalah model kemitraan yang paling unggul untuk melakukan pemerataan kekayaan di antara stakeholder di sebuah bisnis.

Salah satu kebijakan ekonomi publik yang baik adalah melakukan pemerataan pendapatan terhadap semua masyarakatnya. Dan caranya adalah melalui kebijakan bisnis dengan model kemitraan di antara stakeholder. Di mana, model kemitraan ini harus yang berintegritas, beretika, jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab, untuk membesarkan setiap stakeholder dengan cara-cara yang profesional dan bijaksana.

Saat ketidakadilan ekonomi menjadi realitas kehidupan sebuah bangsa, maka bangsa itu harus membuat kebijakan ekonomi yang saling mendukung dan saling memberikan yang terbaik dalam sebuah model kemitraan yang jujur, terbuka, adil, beretika, profesional, saling membesarkan, dan bersikap penuh tanggung jawab, untuk merangkul semua kekuatan ekonomi bangsa tersebut buat kemakmuran dan kesejahteraan setiap individu masyarakatnya.

Model kemitraan yang adil haruslah didukung dengan kontrak kerja sama yang saling membesarkan dan yang saling mensejahterakan, bukan yang saling memanfaatkan untuk keuntungan masing-masing pihak dengan cara memiskinkan pihak lain.

Kemitraan yang baik harus menjadi jaminan buat menjaga kualitas terbaik dan harga yang tidak kalah oleh inflasi.

Indonesia dengan kebanyakan penduduknya yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, seharusnya dijadikan sebagai modal besar untuk menjadi mitra kerja industri-industri yang terkait dengan hasil produksi petani dan nelayan tersebut. Jika saja dunia industri menyatu dan saling merangkul dalam sebuah model kemitraan yang jujur, adil, terbuka, beretika, mandiri, saling membesarkan, profesional, dan penuh tanggung jawab untuk mensejahterakan orang banyak, dapat dipastikan sebagian besar dari orang-orang miskin di Indonesia akan menjadi orang-orang kaya baru, yang siap dengan daya beli baru buat membesarkan kekuatan pasar Indonesia. Persoalannya, apakah niat untuk saling membesarkan di antara para mitra kerja itu ada?, atau hanya ada niat untuk saling mengambil keuntungan lebih besar dengan cara-cara yang tidak adil dan tidak jujur?

Jika saja para petani, nelayan, peternak, dan yang lainnya mampu menikmati hasil produksinya dengan harga yang menguntungkan, maka jumlah petani, nelayan, dan peternak yang antusias untuk memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat akan meningkat dengan pesat, dan hal ini akan membuat Indonesia menjadi negara dengan daya tahan pangan yang super kuat.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Belanjakan Uang Secara Bijak

”Sering Kali Hanya Dalam Ukuran Detik Seseorang Mendapatkan Kekayaan, Tapi Perlu Menjalani Proses Bertahun-Tahun Untuk Mendapatkan Kesempatan Dalam Ukuran Detik Itu.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Saya seorang karyawan dengan penghasilan 10 jutaan per bulan. Gaji yang saya terima ini sangat pas-pas an dengan pengeluaran saya. Saya selalu cemas memikirkan masa depan saya, sebab sampai hari ini angka tabungan saya nol besar. Rumah juga masih ngontrak, mobil juga masih leasing. Apakah saya bisa menjadi orang kaya? Mohon pencerahannya. Terima kasih, Ade S, Jakarta.

Djajendra menjawab!

Dear Ade S,

Menjadi kaya raya adalah urusan takdir, yang penting Anda harus memiliki harapan dengan penuh kepercayaan, dalam kerja keras untuk menjadi kaya. Jadi, mulai detik ini singkirkan rasa cemas Anda dan lakoni hari-hari Anda dengan gaya hidup yang peduli pada hari esok yang lebih cemerlang.

Ingat, menjadi kaya raya itu memang urusan takdir, tapi takdir hanya dapat diketahui pada nafas terakhir kehidupan sang diri. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Anda untuk berjuang total, tanpa pernah mengenal kata menyerah dalam semangat menuju kekayaan. Dan, salah satu jalan menuju kekayaan adalah dengan melakukan investasi di bidang usaha yang Anda pahami. Tetapi, jika Anda tidak mengerti bidang usaha apa pun, sebaiknya investasikan uang Anda ke dalam pengembangan  keterampilan diri Anda untuk menunjang karier kerja Anda di masa depan, juga lakukan investasi dalam emas dan tanah.

Pastikan penghasilan Anda yang 10 juta itu tidak semuanya habis untuk konsumsi. Berkomitmenlah untuk menyisikan sebagian dari uang gaji Anda itu untuk investasi. Berusahalah untuk tetap bersikap konsisten dalam menjaga perasaan kaya dalam diri Anda. Singkirkan rasa cemas Anda tentang menjadi orang kaya. Fokuskan pikiran dan konsentrasikan energi Anda kepada setiap proses untuk meningkatkan potensi diri Anda menuju sumber kekayaan. Sekian dulu ya, Ade S. Have a nice day!

Ketika Hidup Digunakan Untuk Mengejar Uang Dan Jabatan

”Saat Anda Berbakti Pada Uang Dan Jabatan, Maka Nilai Tertinggi Kemanusiaan Anda Akan Memudar.” – Djajendra

Uang dan jabatan adalah dua hal yang bisa membuat seseorang melupakan banyak hal baik, atau membuat seseorang menjadi malaikat baik hati, yang menggunakan uang dan jabatannya untuk mensejahterakan orang banyak.

Ketika diri dipaksa hanya untuk hidup buat ambisi dalam mengejar uang dan jabatan, dengan melupakan niat tulus untuk mensejahterakan orang banyak, maka sesungguhnya diri telah diperdaya oleh nafsu untuk menikmati pesta duniawi dan melupakan kedamaian batin kemanusiaan.

Uang dan jabatan sangat mempermudah seseorang untuk bertindak memuaskan segala ambisi positif dan ambisi negatif dirinya. Uang dan jabatan tidak memiliki empati, yang punya empati itu adalah si pemilik uang dan jabatan. Jadi, segala kebaikan dan manfaatnya sangat tergantung kepada karakter dan niat baik si pemilik uang dan jabatan tersebut.

Kabar terbaik dari uang dan jabatan adalah energi yang dimiliki uang dan jabatan tersebut luar biasa hebat untuk membangun kemakmuran dan perdamaian buat orang banyak. Tetapi, kabar buruknya adalah bila uang dan jabatan itu berada di tangan orang yang serakah, maka kemiskinan dan kekacauanlah yang akan muncul disekitarnya.

Uang dan jabatan ditangan orang-orang jujur dan terbuka akan menjadi harta karun, yang membuat jantung ekonomi masyarakat berdetak dengan sehat. Di mana, masyarakat disekitar orang-orang jujur itu akan memiliki daya beli yang kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika uang dan jabatan berada ditangan orang-orang yang tidak jujur dan serakah, maka kebaikan dan rencana perubahan sehebat apa pun tidak akan memberikan kemakmuran dan kedamaian buat orang banyak. Uang dan jabatan akan menjadi hal yang bermanfaat buat kemakmuran ekonomi secara merata. Jika, orang-orang yang memiliki uang dan jabatan tersebut mampu menjadi alat yang efektif untuk menjalankan setiap proses ekonomi secara jujur, adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab terhadap kehidupan orang banyak.

Tetapi, jika para pemilik uang dan jabatan secara serakah memanfaatkan setiap titik peluang untuk mengisi pundi-pundi kekayaan diri sendiri, maka janganlah pernah bermimpi untuk menghadirkan kemakmuran dan kedamaian. Serakah adalah benih terburuk dalam diri. Serakah adalah sahabat baik penderitaan. Untuk menghapus benih serakah, diperlukan komitmen yang konsisten untuk menanam benih-benih kebaikan dalam bentuk nilai-nilai kehidupan yang penuh empati, cinta, dan kepedulian kepada kesejahteraan dan kebahagiaan hidup orang banyak.

Membuat Hidup Menjadi Lebih Sederhana

“Saat Anda Memulai Ambisi-Ambisi Anda, Anda Harus Mau Berdamai Dengan Setiap Keadaan Untuk Memenangkan Tantangan-Tantangan Tersulit.” – Djajendra

Orang bijak selalu memberi nasehat untuk membuat hidup menjadi lebih sederhana, walau hidup itu sendiri tidak pernah berjalan sederhana, dan selalu menguji daya tahan seseorang sebelum menuju kepada kehidupan yang lebih berkualitas.

Dalam realitas kehidupan, orang-orang harus berhadapan dengan tantangan kehidupan yang selalu menguji sikap sabar. Bila dia mampu menjadi sabar dan tegar, maka dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam memenuhi setiap harapan dan impian hidupnya.

Saat realitas kehidupan menjadi sangat kejam dengan berbagai tantangan hidup yang berat, Anda harus tetap sadar dalam terang. Lalu, bekerja lebih cerdas untuk berdamai dengan keadaan, dan menjadikan setiap tantangan tunduk kepada diri Anda.

Jalani kehidupan Anda sesuai dengan proses yang harus Anda jalani. Kendalikan nafsu dan ego, dan fokuskan diri Anda untuk sebuah tujuan hidup yang ingin Anda raih.

Hidup yang berkualitas hanya bisa lahir dari cara-cara sederhana untuk menekuni sebuah pekerjaan dengan penuh integritas dan pengabdian. Karena, pada saat Anda mampu mengabdikan diri Anda kepada sebuah pekerjaan, maka pekerjaan tersebut akan menjadi alat untuk menghasilkan jalan kemudahan buat diri Anda untuk meraih kekayaan dan kebahagiaan.

Pola hidup yang sederhana harus dijalani dengan kekuatan pikiran dan perasaan positif. Pikiran dan perasaan positif akan membuat diri Anda lebih sabar dan tegar dalam menghadapi situasi rumit yang penuh dengan ketidakpastian hidup.

Hidup Anda menjadi tidak sederhana ketika Anda terlalu ngotot untuk meraih sukses, tanpa mau berkorban untuk berjuang melewati jalan terjal yang penuh dengan krikil tajam. Jika Anda mau berdamai dengan setiap keadaan dalam perjalanan menuju sukses, maka hidup Anda akan menjadi lebih sederhana. Oleh karena itu, ikuti semua proses perjalanan hidup Anda dengan ikhlas dan senang hati, dan jauhkan diri Anda dari sikap dan perilaku berkeluh-kesah dan putus asa.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com