Mendaki Puncak Pencerahan Total

Apakah manusia pernah mencapai puncak pencerahan total?, atau apakah manusia mampu mencapai puncak pencerahan total secara sempurna?  Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan di atas tidaklah mudah, kita harus mendengar suara kejujuran dari orang – orang yang mengaku telah sampai di atas puncak pencerahan total. Kita semua menyadari bahwa puncak pencerahan total adalah puncak imajinasi atas keyakinan spritualitas diri seseorang yang merasa bahwa dia telah sampai di puncak pencerahan diri yang paling tinggi. Pikiran positif dan batin positif melalui perasaan penuh empati positif merupakan jalan pendakian terbaik menuju puncak pencerahan total.
Dimanakah puncak pencerahan total itu berada? Sudah banyak sekali sejarah spritualitas mencatat tentang kisah – kisah anak manusia yang berjuang keras untuk sampai ke puncak pencerahan total. Tetapi cerita – cerita mereka belum juga memberikan kedamaian abadi dalam kehidupan umat manusia. Sebut saja para guru Zen yang mengajarkan jalan dan cara spiritual menuju diri sendiri, atau Mohandas Karamchand Gandhi yang rela meninggalkan karier kerjanya untuk bersatu bersama rakyatnya dalam mendaki puncak pencerahan total, yang akhirnya kita kenal sebagai ajaran anti kekerasan “Ahimsa” Mahatma Gandhi. Masih banyak lagi contoh – contoh para pendaki puncak pencarahan total yang dapat kita pelajari. Mereka semua memulai langkah awal menuju pendakian puncak pencerahan total, setelah mereka sadar dari penderitaan panjang dan membangun sebuah keyakinan yang kuat di dalam diri mereka, bahwa kebaikan dan perilaku positif adalah jalan menuju kedamaian, kebahagian, dan kemakmuran bersama.
Puncak pencerahan total  ada pada batin  pribadi  yang peduli pada cinta setiap manusia tanpa terkecuali, yang telah melatih dan belajar untuk menjadikan dirinya sebagai sumber segala kebaikan hidup tanpa ada perasaan pamrih atas pikiran dan jiwa positifnya tersebut. Dia adalah pribadi yang menyerahkan dirinya untuk cinta, kasih sayang, kebaikan, dan menerima semua realitas hidup sebagai kodrat untuk dijalani secara sempurna tanpa berpikir negatif. Dan, dia hanya berpikir positif atas semua peristiwa hidupnya, dia bersyukur atas semua keadaannya, dia tidak suka memperdebatkan benar atau salah tentang nilai-nilai spiritual, dia adalah seorang yang hidup damai dengan pikiran dan tindakan positif,  yang pada akhirnya memancarkan sinar aura cinta kasih keseluruh lingkungan hidupnya. Siapakah orang tersebut ? Jawabannya bisa Anda, atau siapa saja tanpa terkecuali yang mau dengan ikhlas dan tulus berbagi hidup dengan kehidupan lain melalui cinta dan kepedulian.
Ada sebuah cerita tentang seorang imam bernama Zuigan. Cerita ini saya kutip dari Hakikat Zen -Sekkei Harada. Setiap pagi, saat bangun tidur, Zuigan akan selalu berbicara dengan dirinya sendiri. Zuigan akan bertanya pada dirinya sendiri, “Guru, apakah kamu sadar?” kemudian Zuigan akan menjawab sendiri, “Ya, ya.” Ini adalah latihannya. Lalu Zuigan akan berkata, “jangan dibodohi orang lain.” kemudian Zuigan akan menjawabnya sendiri, “Tidak, tidak.” demikianlah semua latihan yang bersifat monolog tersebut secara teratur dan terus – menerus dilakukan oleh imam Zuigan sampai dia benar – benar mendapatkan dirinya telah duduk di puncak pencerahan total.
Mendaki puncak pencerahan total memerlukan integritas tinggi untuk hidup dalam sebuah perilaku, imajinasi, dan penyerahan total kepada segala kebaikan hidup. Cerita imam Zuigan yang selalu melatih pengendalian dirinya melalui cara monolog, dimana dalam monolog tersebut Zuigan berimajinasi bahwa suara hatinya adalah guru yang membimbing dirinya menuju puncak pencerahan total.
Mendaki puncak pencerahan total memerlukan kesabaran, komitmen, dan integritas untuk berbuat kebaikan dalam hidup ini, yaitu sebuah kebaikan total yang tidak didasarkan oleh kepentingan ego diri. Puncak pencerahan total hanya memerlukan penyerahan total kepada segala kebaikan hidup, yang melayani cinta dan kasih sayang kepada semua kehidupan tanpa batas dan tanpa pamrih.
Apakah Anda perlu mendaki puncak pencerahan total ?  Jawabannya adalah kalau Anda berniat untuk hidup bahagia, nyaman, tenteram,  jelas Anda perlu mendaki puncak pencerahan total. Caranya adalah Anda wajib melakukan latihan – latihan intensif untuk berpikir positif, bertindak positif, dan penyerahan total kepada segala kebaikan hidup. Latihan seperti apa yang harus dilakukan ?  Terserah setiap individu untuk memilih cara latihan menuju puncak pencerahan total yang sesuai dengan keyakinan batin dan suara hatinya. Seperti imam Zuigan yang melatih dirinya dengan monolog, seperti Mahatma Gandhi dengan sehelai kain putih yang membalut dirinya dalam praktik hidup sederhana, atau mungkin seperti Anda dengan segala kekayaan materi mulai melatih diri untuk tidak lagi hidup Anda dikendalikan oleh benda – benda yang ada disekitar Anda, tetapi Andalah mengendalikan semua harta benda yang ada ditangan Anda untuk membangun kebahagian sejati diri Anda.
Semua cara menuju puncak pencerahan total adalah mutlak pilihan pribadi Anda, sebab puncak pencerahan total hanya dapat dicapai secara individu oleh setiap manusia melalui pengalaman khusus yang didapatkannya dalam proses perjalanan spritualitasnya menuju puncak pencerahan total.
Jalan menuju puncak pencerahan total sama seperti sidik jari dari setiap orang, yang pasti berbeda antara satu sidik jari dengan sidik jari yang lain. Spritualitas adalah hak individu yang sangat pribadi, mungkin yang paling pribadi dibandingkan apapun. Tidak ada dua pengalaman spiritualitas yang sama antara satu pribadi dengan pribadi yang lain. Tuhan memang menciptakan manusia satu per satu dengan potensi dan keunikan yang berbeda antara satu orang dengan yang lain, walaupun manusia adalah pribadi sosial yang harus hidup secara berkelompok. Tetapi Semua keunikan dan pengalaman spritualitas individu tersebut merupakan kekayaan potensi kehidupan  manusia yang luar biasa besar, tanpa batas, dan ukuran dalam menciptakan kreatifitas positif bagi nilai tambah kehidupan di bumi ini.

Iklan

Aku Bukan Mahatahu

“Kalau Anda Merasa Mahatahu Atas Semua Takdir Kehidupan Anda, Maka Potensi Diri Anda Akan Lenyap Oleh Perasaan Sombong Anda.” – Djajendra

Persepsi adalah sumber perilaku, penyebab eksistensi diri terhadap pikiran, dan persepsi menjadi kacamata diri dalam melihat warna kehidupan ini. Persepsi untuk hidup dalam pengendalian diri yang terukur dengan nilai spiritual positif, dan yang merupakan sifat penting dalam menjadikan diri sebagai pribadi yang sederhana dan pembelajar, tidak lain adalah hasil dari pemahaman diri terhadap prinsip hidup yang berbunyi “Aku bukan mahatahu”.
Meminjam kalimat Stephen R. Covey dari bukunya “The 7 Habits Of Highly Effective People” yang mengutip kata – kata Joseph Addison yang berbunyi “Ketika saya melihat makam orang – orang besar, semua emosi rasa iri pudar dalam diri saya; ketika saya membaca tulisan – tulisan di atas batu nisan orang – orang cantik, semua keinginan yang tak terkendali menjadi sirna; ketika saya melihat kesedihan para orangtua di atas batu nisan, hati saya luluh dengan rasa iba; ketika saya melihat kuburan para orangtua itu sendiri, saya memikirkan sia – sianya kedukaan mereka yang kita harus ikuti dengan cepat: ketika saya melihat para raja berbaring di dekat orang – orang yang menumbangkan mereka, ketika saya memikirkan orang – orang yang dulu saling bersaing kini berbaring berdampingan, atau orang – orang suci yang membagi – bagi dunia dengan pertentangan dan perselisihan mereka, saya merenung dengan duka dan heran melihat kompetisi, penggolongan, dan perdebatan umat manusia. Ketika saya membaca beberapa tanggal pada batu nisan, dari beberapa yang meninggal kemarin, dan beberapa yang meninggal enam ratus tahun yang lalu, saya memikirkan Hari Agung dimana kita semua menjadi orang sezaman, dan tampil bersamaan”.
Suara hati Joseph Addison melalui tulisannya tersebut menggambarkan betapa dia menginginkan suatu dunia yang aman dan nyaman buat setiap penghuninya tanpa terkecuali. Persoalannya adalah kehidupan ini tidak sederhana, dan setiap orang memiliki persepsi masing – masing dalam melihat kehidupan dari sisi kacamata mereka, sama seperti Joseph Addison yang mencoba mengungkapkan persepsi kehidupan dari kacamata hidupnya. Tetapi sebagai manusia cerdas seharusnya sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk berpikir bahwa kita semua “bukan mahatahu”. Oleh karena itu, belajarlah selalu dengan segala kerendahan hati bersama segala pikiran positif dalam kreatifitas kerja tanpa batas. Dan jangan pernah lupa untuk selalu belajar mengendalikan diri dari semua pikiran negatif yang merusak keseimbangan hidup.

Biarkan kreatifitas tumbuh dengan subur bersama lingkungan yang beraura positif, dan jangan pernah membangun “doktrin” untuk mengikat hasil kreatifitas dalam sebuah keharusan, sebab “doktrin” tersebut suatu ketika nanti akan mengurung semua kreatifitas dan memenjarakan potensi – potensi sukses setelah Anda, ke dalam lubang persepsi “mahatahu”.
Di seluruh dunia kehidupan kita ini ada banyak kelompok – kelompok masyarakat yang membangun pertahanan diri melalui satu persepsi yang absolut untuk dipahami oleh mereka sebagai “doktrin” gaya hidup kelompok tersebut. Semua ini terjadi karena kompetisi hidup yang tinggi, sehingga diperlukan sebuah energi besar yang mampu mengikat setiap orang dalam kelompok dengan tali pengikat yang saya beri nama “doktrin”. Apakah mereka salah mempertahankan eksistensi persepsi hidup mereka dengan sebuah doktrin yang mengikat setiap orang di dalam kelompoknya? Apabila saya ditanya seperti itu, maka jawaban saya adalah tidak ada yang salah dengan sebuah doktrin, selama doktrin tersebut bersifat terbuka dan mampu menghadapi tantangan – tantangan realitas zaman secara sempurna dalam kerangka nilai – nilai kebaikan bersama. Manusia adalah kreatifitas yang harus mampu mengendalikan dirinya agar manusia tidak menjadi sang “mahatahu”, sebab sekali manusia menjadi sang “mahatahu”, pasti malapetaka besar akan datang merusak semua potensi – potensi kreatifitas positif menjadi potensi – potensi negatif yang berkarakter angkaramurka. Jelas kebahagian, kenyamanan, keamanan, dan kebaikan akan segera hilang tergantikan oleh semua potensi negatif yang akan membuat setiap diri seperti di dalam neraka yang mereka pikirkan.
Dengan memusatkan kehidupan kepada segala potensi kebaikan, maka kita akan mengerti kenapa hidup perlu selalu dikendalikan agar kita tidak menjadi “manusia mahatahu”. Perasaan aman dan nyaman lahir dari sikap  kreatif dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dan bukan menjadi pribadi yang “mahatahu”. Sekali kesombongan pikiran dan perasaan terperangkap kepada kalimat “Aku Adalah Mahatahu”, maka tamatlah potensi kreatifitas sukses untuk tumbuh terus dalam setiap situasi bersama pengetahuan, wawasan, dan teknologi baru. Hidup selalu berubah arah, kadang ke atas, kadang ke bawah, seperti grafik detak jantung. Jangan pernah bermimpi untuk menjadi “mahatahu”, sebab akhirnya Anda akan tinggal bersama kemiskinan jiwa yang membangunkan istana indah bersama persepsi hidup Anda dalam ruang “Aku Mahatahu”. Semoga Anda tidak terjebak ke dalam kehidupan semu yang merasa Anda adalah “mahatahu”. “Masih ada langit di atas langit”, bunyi peribahasa kuno.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

wisdom

Pengetahuan.

Pengetahuan seperti secangkir minuman vitamin berenergi yang mendorong imajinasi menjadi realitas kehidupan. Pengetahuan yang terus – menerus mengalir akan memberikan wawasan dan kreatifitas untuk manfaat kehidupan banyak orang. Pengetahuan yang terkunci rapat di dalam pikiran seseorang, hanya akan menjadi racun yang mencemari pikiran dan akal sehat. Pikiran yang tercemar racun kepicikan, akan terserang penyakit sombong kecerdasan yang kronis.
Kewajiban semua pemimpin untuk membuka pengetahuannya kepada semua orang yang dipimpinnya. Mengalirkan pengetahuan tanpa pamrih dan tanpa batas akan membuka wawasan kehidupan yang cemerlang.
Kehidupan ini haus akan pengetahuan – pengetahuan yang membuka pikiran menjadi lebih kreatif, serta berguna untuk kemakmuran dan kenyamanan hidup setiap orang. Pemimpin yang memiliki kecerdasan dan hati nurani pasti menjadi inspirasi dan sumber pengetahuan positif, dan sumber pengetahuan yang menyegarkan hati, dan mengkreatifkan kehidupan orang – orang di sekitarnya.
Pengetahuan akan mengalir seperti setitik air yang terus bergerak melewati apa pun menuju samudera luas. Pengetahuan yang dimengerti dengan baik, akan menuntun kehidupan manusia menuju cita – cita dan mimpinya.

Kehidupan.

Kehidupan manusia sangat kompleks, dan selalu perlu berjuang keras untuk mendapatkan prestasi terbaik. Apabila seorang manusia terjebak dalam rutinitas kehidupan, maka frustasi dan kelelahan akan menguasai pikiran dan kehidupan.
Manusia adalah energi yang terus bergerak dengan kebutuhan hidup yang tidak sama dari waktu ke waktu. Kehidupan rutinitas perlu dihentikan sejenak untuk dapat memasuki perenungan yang sunyi senyap.
Perenungan merupakan sebuah cara melakukan interospeksi terhadap diri sendiri dengan melakukan tanya jawab kepada diri sendiri, dalam wujud dialog untuk sebuah kejujuran absolut antara raga dan pikiran.
Kehidupan manusia yang terperangkap dalam ego dan nafsu serakah akan membimbing manusia menjadi paranoid dan tamak dalam melihat semua tantangan kehidupan yang ada, dan hal ini akan menghasilkan penyakit raga dan jiwa.
Perenungan adalah kebijaksanaan untuk membiarkan diri dan pikiran menjadi diri sendiri.Oleh karena itu, setiap orang perlu menyediakan waktu untuk melakukan perenungan agar perjalanan hidupnya menjadi lebih bergairah dan dinamis.

Keinginan.

Keinginan segera mengendalikan pikiran dan hati nurani dan mulai membuat rencana – rencana besar yang bertujuan mewujudkan prestasi dan kemakmuran. Tetapi keinginan kehabisan akal sehat, sebab keinginan hanya nafsu dan ego tanpa kompetensi untuk mewujudkannya. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh keinginan?
Hati nurani berbisik kepada keinginan untuk secepatnya merancang ulang kualitas diri dengan belajar dan berlatih secara intensif agar keinginan mendapat bantuan dari kompetensi.
Setiap orang wajar memiliki keinginan dan keinginan itu harus memiliki dasar dan kekuatan untuk mendorongnya bergerak menuju realitas. Keinginan seperti pohon bunga yang akan berbunga indah dan menawan jika diberikan perawatan dan perhatian yang terfokus. Sekarang saat bagi keinginan untuk menjanjikan sebuah komitmen dalam membangun fundamental kompetensi diri yang kuat agar mampu mendorongnya bergerak menuju upaya mewujudkan keinginan tersebut. Keinginan tanpa upaya dan kerja keras hanya akan menjelma menjadi mimpi – mimpi tidur yang tak bermakna.


Jangan Biarkan Niat Baik Anda Lenyap!

”Niat Baik Adalah Kekuatan Awal Menuju Kehidupan Yang Damai Dan Bahagia.” – Djajendra

Niat baik merupakan kekuatan positif yang maha dahsyat, yang mampu membuat Anda menjadi pribadi berpikiran jernih dan positif. Niat baik merupakan fondasi mental diri yang membuat hidup Anda damai dan bahagia. Melalui niat baik, Anda akan menemukan cahaya pembimbing batin yang membawa hidup Anda ke arah terang menuju kepada kehidupan Anda yang berkualitas.

Kehidupan di isi oleh orang-orang berbakat yang selalu bekerja dan melakukan apa saja untuk mewujudkan semua bakat itu menjadi sebuah nilai kehidupan yang bermanfaat. Tetapi, ada juga orang-orang berbakat hebat yang mencoba memanfaatkan kehebatan bakatnya untuk kepuasan diri sendiri sambil merusak kehidupan orang-orang disekitarnya. Disinilah peran niat baik itu diperlukan, sebab tanpa niat baik semua bakat dan potensi hebat itu berpotensi merugikan kehidupan orang lain.

Pengendalian diri untuk selalu peduli pada orang lain adalah sebuah cara positif dalam mewujudkan niat baik. Rencanakan cara hidup positif yang kreatif dan hindari semua godaan dari pikiran negatif. Sederhanakan cara berpikir dan cara bertindak Anda dalam melihat semua persoalan yang ada. Dan konsolidasikan visi dan misi hidup Anda melalui rencana-rencana hidup yang sederhana dengan kekuatan niat baik buat kebahagiaan dan kedamaian semua orang.

Anda harus selalu berkomitmen untuk berpikir dan bertindak dengan niat baik buat keuntungan semua orang. Tidak sekedar buat keuntungan diri sendiri dan sanak saudara Anda. Niat baik pasti mengajari Anda untuk memainkan drama kehidupan yang lebih sejuk dan lebih damai. Niat baik juga selalu menciptakan permainan hidup yang penuh integritas dalam kasih sayang. Niat baik jauh dari kekerasan dan kepalsuan hidup. Niat baik juga jauh dari berbagai prasangka buruk dan kebohongan hidup.
Niat baik selalu membantu Anda untuk bekerja dengan penuh semangat. Niat baik tidak suka mengundang krisis kehidupan untuk mampir dan merusak hidup Anda. Niat baik selalu mendorong Anda untuk berperasaan berguna dan bermanfaat buat hidup ini.

Jalani semua langkah-langkah kecil dan langkah-langkah  besar dalam sepanjang hidup Anda dengan niat baik. Biarkan niat baik melebur dalam jiwa, raga, dan pikiran Anda. Jangan pernah ragu untuk hidup berdampingan bersama niat baik, sebab  niat baik pasti memberikan segala kebaikan hidup buat Anda. Selamat mencoba!

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Upgrade Your Self !

Impian-Impian Besar Dengan Dorongan Motivasi Yang Sangat Besar Merupakan Syarat Mutlak Agar Anda Mampu Meng-Upgrade Diri Anda. Untuk itu, Anda harus memiliki sebuah tujuan hidup yang jelas dan terarah. Kemudian Anda harus mau belajar dan berlatih, untuk mengembangkan diri dengan cara mengerjakan semua misi hidup Anda, dengan semangat dan antusias. Jangan takut untuk memiliki impian yang mungkin terlihat mustahil untuk Anda capai di hari ini, tapi pastikan Anda terus meng-upgrade diri Anda untuk mengubah semua hal yang mustahil itu menjadi nyata dalam kisah sukses hidup Anda.

Anda perlu minimal 8 langkah berikut untuk meng-upgrade diri Anda, agar Anda bisa memiliki karier dan kehidupan yang cemerlang.

Kenali Kekuatan Diri Anda

Kekuatan istimewa apa yang ada pada diri Anda ? Kalau Anda sudah mengetahui semua keunggulan diri Anda yang istimewa, maka saatnya Anda bertindak untuk mulai meng-upgrade diri, dengan cara berlatih dan belajar untuk mengoptimalkan semua keunggulan istimewa Anda menjadi sebuah kekuatan nyata buat mendorong karier dan kehidupan bahagia Anda.

Miliki Motivasi Dan Disiplin Anti Gagal

Tanpa motivasi dan disiplin anti gagal, Anda pasti akan malas mau meng-upgrade diri Anda. Jadi, miliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi pribadi yang Anda sukai. Lalu, upgrade diri Anda dengan pengetahuan dan kebijaksanaan hidup. Pastikan semua itu Anda lakukan dengan kekuatan motivasi dan disiplin diri yang anti pada kegagalan. Tidak ada sukses di dunia ini yang dicapai tanpa memiliki motivasi dan disiplin anti gagal.

Jadilah Pembelajar

Proses meng-upgrade diri bukanlah sebuah titik akhir, tapi merupakan sebuah titik awal untuk proses upgrade diri selanjutnya. Hanya seorang pembelajar yang mampu menjalankan semua proses upgrade diri di sepanjang hidupnya. Sebab, hanya Seorang pembelajar yang secara terus-menerus akan mencari hal-hal baru, untuk memperbaiki karier dan kualitas hidup. Seorang pembelajar akan selalu membaca berbagai macam buku yang bisa memotivasi semangat dan gairah hidup. Ia akan mencari inspirasi, motivasi, dan kebijaksanaan hidup, tidak saja terbatas pada buku, tapi juga melalui berbagai macam media informasi lainnya.

Menjadi Pribadi Proaktif

Anda gagal dalam semua pekerjaan yang tidak Anda kerjakan. Jika hari ini Anda menunda untuk meng-upgrade diri Anda, maka Anda telah gagal untuk mendapatkan karier dan kehidupan yang lebih baik. Itulah sebabnya Anda wajib menjadi pribadi yang proaktif, yang berusaha dengan maksimal untuk meng-upgrade diri sesuai seperti yang Anda inginkan.

Kuasai Teknologi Internet Dan Komunikasi

Salah satu kunci sukses karier di zaman ini adalah dengan menguasai teknologi internet dan komunikasi. Pastikan Anda telah meng-upgrade diri Anda dengan kemampuan berinternet dan berkomunikasi dengan berkualitas. Sebab, untuk mendapatkan karier dan kehidupan yang lebih baik, Anda perlu berkomunikasi kepada siapa saja, dimana saja, kapan saja. Nah, internet dan teknologi komunikasi telah hadir di zaman ini untuk membantu meningkatkan karier kerja dan kehidupan nyata Anda agar Anda lebih bahagia dan damai.

Miliki Daya Tahan

Ingat nasehat kuno,”pohon-pohon besar akan tumbuh semakin kuat jika tiupan angin kencang dari waktu ke waktu dapat diatasi oleh sang pohon.” Jadi, Anda harus memiliki daya tahan diri yang tangguh dan kokoh. Sebab, kesulitan pasti akan hadir untuk mengganggu semua proses upgrade diri Anda. Pastikan Anda selalu mampu menghadapi semua kesulitan tersebut dengan perasaan tenang dan pikiran jernih.

Miliki Keberanian Untuk Berubah

Keberanian untuk berubah adalah kebersediaan jiwa raga Anda, untuk berjuang pada satu tujuan hidup baru yang jelas. Pastikan Anda siap melakukan upgrade diri, dan siap membawa perubahan baru ke dalam hidup Anda. Jangan pernah ragu ataupun takut kepada proses upgrade diri, yang mungkin menurut orang lain adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi dengan keberanian dan keyakinan, Anda harus mampu mengubah hal mustahil tersebut menjadi hal yang nyata di hidup Anda.

Berdoa

Tanpa restu Tuhan Anda tidak mungkin mencapai apa pun di hidup Anda. Pastikan Anda selalu hadir bersama doa-doa Anda untuk Tuhan, agar Anda mendapatkan berkah dan kemudahan dalam semua proses upgrade diri Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Seni BerBicara Adalah BerBicara Dari Hati TerJujur

Saat Anda mampu mengeksplorasi kepintaran berbicara Anda, saat itu semua ketidaksempurnaan diri akan berakhir, kemudian Anda akan menjadi bintang ditengah-tengah orang lain. Sesungguhnya ilmu berbicara itu sederhana, yaitu membuat orang lain merasa bahagia dan senang mendengarkan ucapan dan perkataan Anda.

Hal terlarang dalam seni berbicara adalah tidak menjadikan kemahiran berbicara Anda sebagai alat untuk melakukan penyerangan, untuk memamerkan kehebatan, ataupun untuk membohongi orang lain.

Kehebatan berbicara Anda harus menjadi sebuah energi positif yang tidak hanya memudahkan perjalanan karier dan hidup Anda, tapi juga harus menjadi energi kehidupan yang membuat para pendengar Anda merasa bahagia dan damai.

Dari mulut manusia-manusia bijaksana akan keluar suara kebaikan untuk menjadi pengetahuan buat manusia lain. Bagi manusia-manusia bijaksana, ketidaksempurnaan ada untuk mengajarkan kesempurnaan pada manusia lainnya. Seni berbicara diperlukan untuk melengkapi sisi-sisi kehidupan yang belum sempurna. Oleh sebab itu, seni berbicara tidak sekedar berkata-kata sambil merasa bangga dengan kecerdikan berbicara, tapi seni berbicara harus mampu menyentuh hati terdalam dari jiwa-jiwa lain, agar mereka merasa damai dan nyaman dengan suara Anda. Seni berbicara diperlukan untuk mengatasi ketidaksempurnaan hidup yang ada disekitar kita. Dan untuk memberikan pencerahan kepada kehidupan lainnya.

Seperti pesan Larry King, pembicara terkenal acara Larry King Live di CNN, bahwa dasar-dasar seni berbicara adalah sikap jujur, tulus, apa adanya, minat terhadap orang lain, keterbukaan terhadap diri sendiri, dan menjadi diri sendiri. Jelas, pesan dari sang maestro berbicara ini sangatlah sederhana dan tidak rumit, seperti yang sering dibayangkan orang.

Apakah Anda tahu bahwa Larry King berlatih terus-menerus untuk memahirkan seni berbicaranya ?, padahal beliau sudah menjadi pembicara terbaik kelas dunia. Salah satu rahasia dari teknik latihannya adalah ia selalu berbicara sendiri didepan kaca, berbicara dengan pohon, bunga, anjing, kucing, dan sekebun binatang. Di dalam bukunya yang berjudul How To Talk To Anyone, Anytime, Anywhere, Larry King berkata”Jangan menganggap saya tidak waras jika saya menganjurkan teknik berikut ini: bicaralah pada anjing, kucing, burung, atau ikan mas Anda. Bicara kepada hewan piaraan adalah cara yang hebat untuk berlatih bicara kepada sesama dan Anda tidak perlu khawatir akan dibantah atau diinterupsi.”

Seni berbicara harus bisa mengisi keterbatasan pemahaman melalui kata-kata yang kaya dengan akal sehat, logika, dan kejujuran.

Mungkin Anda tertarik cara-cara latihan pak Larry King, atau mungkin Anda memiliki kiat-kiat khusus untuk mengasah seni berbicara Anda, tapi yang terpenting Anda selalu menjadi diri sendiri yang jujur dan peduli kepada sesama.

Bos yang pasif ?

Bos yang pasif tentulah akan membuat Anda mengalami banyak kesulitan, dan jelas Anda harus bekerja super cerdik untuk mengatasi sikap pasif Bos. Untuk itu, Anda wajib menata diri Anda menjadi lebih profesional dan kompeten. Bangunlah kualitas hubungan yang dinamis dan kreatif dengan si Bos, tingkatkan kemampuan Anda untuk mengendalikan sikap pasif Bos, serta gunakan semua kesempatan dan potensi Anda dalam upaya membangkitkan gairah Bos untuk lebih aktif, dan berjuanglah terus dengan seluruh jiwa dan raga Anda, untuk menghasilkan suasana kerja yang bisa mendorong semangat si Bos menjadi lebih proaktif. Membiarkan si Bos dalam sikap pasif sama artinya Anda membiarkan kegagalan merusak semua berkah, bakat, dan potensi yang ada disekeliling Anda dan Bos Anda. Sikap pasif Bos hanya akan merusak masa depan Anda dan Bos Anda. Jadi, ingatkan Bos Anda untuk tidak bersikap pasif lagi.

Tips menghadapi pekerjaan di luar job desk.

Pastikan pekerjaan itu tidak bertentangan dengan aturan kantor.

Katakan “Tidak” dengan sikap profesional bila pekerjaan itu mengancam karier Anda.

Kendalikan kehidupan Anda di kantor dengan praktik kerja yang sehat dan profesional.

Bertindaklah secara profesional meskipun Anda harus mengerjakan pekerjaan di luar job desk Anda.

Jadilah pribadi yang profesional dalam setiap tindakan Anda bersama perusahaan.

Jangan menjual kehormatan Anda hanya demi karier yang tidak jelas.

Pastikan Anda selalu bersikap proaktif dalam menyelesaikan semua kepentingan perusahaan , termasuk membantu menyelesaikan pekerjaan di luar job desk demi kesuksesan perusahaan.