PENYIMPANGAN DALAM ETIKA KERJA MELEMAHKAN BUDAYA ORGANISASI

“Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku etis karyawan dan pimpinan yang konsisten.”~Djajendra

Untuk menjaga konsistensi perilaku etis di tempat kerja memerlukan implementasi dan internalisasi kode etik, etika bisnis, nilai-nilai organisasi, dan berbagai kebijakan untuk peningkatan kualitas integritas, serta kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang holistik dan membahagiakan setiap orang.

Penyimpangan dalam etika kerja akan membuat suasana kerja terganggu. Perusahaan tanpa etika merusak perilaku kerja dan menciptakan suasana kerja yang buruk.

Etika kerja diperlukan untuk menjaga rutinitas dan aktivitas sehari-hari di tempat kerja berjalan dengan perilaku positif. Karyawan dengan perilaku etis memiliki kepribadian dengan standar moral yang tinggi, sehingga mereka dapat menjaga diri untuk tidak melakukan penyimpangan di tempat kerja.

Penyimpangan dalam etika kerja menguatkan konflik kepentingan dan penyalahgunaan aset perusahaan.Dan, perlu disadari bahwa moralitas pekerja yang rendah menyulitkan perusahaan untuk menjaga tidak terjadinya penyimpangan. Jadi, bila di tempat kerja masih terjadi penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis, maka ini artinya internalisasi nilai-nilai moral yang baik dan penegakkan aturan haruslah ditingkatkan.

Etika tidak hanya untuk diucapkan dan ditulis dalam bentuk kode etik. Lebih dari itu, etika merupakan perilaku wajib untuk dapat memiliki budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Bila karyawan tidak memiliki perilaku etis, maka mereka tanpa merasa bersalah atau berdosa akan melanggar semua aturan, dan penyimpangan dianggap benar oleh mereka.

Perilaku tanpa etika: mudah berbohong, sering absen dengan berbagai alasan, selalu mencari keuntungan dari hubungan kerja, membuat keputusan tanpa memetakan resiko, tidak menganggap kode etik dan etika bisnis, serta berperilaku sesuka hati tanpa memikirkan aturan dan kebijakan.

Bekerja tanpa etika menjadikan mental buruk dan etos kerja tidak produktif. Hal ini merugikan perusahaan. Selain itu, lingkungan kerja menjadi tidak bahagia karena perilaku yang tidak adil, tingginya diskriminasi, saling bermusuhan, bergosip, perilaku menghakimi, menilai, dan menyudutkan rekan kerja. Semua kondisi ini menciptakan lingkungan kerja sehari-hari yang tidak produktif dan tidak mendatangkan rasa memiliki perusahaan oleh karyawan.

Sekecil apapun penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis pasti melemahkan budaya organisasi. Dalam budaya yang lemah karyawan tidak mampu bekerja optimal, sebagian energi terkuras untuk melayani hal-hal negatif yang diakibatkan oleh penyimpangan etika.

Penyimpangan etika di tempat kerja mengurangi kualitas kerja untuk semua karyawan. Jelas, hal ini mengakibatkan turunnya kualitas pelayanan, dan memburuknya hubungan pelanggan dengan perusahaan. Kondisi ini pasti menurunkan kinerja bisnis dan berdampak serius pada penurunan citra perusahaan.

Menguasai etika tidaklah bisa secara otomatis. Sering sekali, atau pada umumnya, perusahaan membuat kode etik dan panduan etika bisnis, lalu disosialisasikan dalam waktu singkat, dan memaksa karyawan untuk mematuhinya. Dalam realitas, cara ini selalu gagal. Perlu diingat bahwa implementasi etika bertujuan untuk mengubah perilaku karyawan. Mengubah perilaku membutuhkan disiplin yang tinggi untuk berlatih perilaku etis, yang sesuai dengan kode etik dan panduan etika bisnis. Dalam hal ini, perusahaan harus sadar untuk melatih semua karyawan secara rutin, dan melatihnya berulang-ulang agar perilaku etis terbiasa bagi karyawan.

Tidak ada cara instan dalam menciptakan perilaku etis, dan tidak bisa menyerahkan perilaku etis kepada kesadaran karyawan. Perusahaan wajib membuat kebijakan dan aturan untuk menyadarkan karyawan agar berperilaku etis di tempat kerja. Lalu, menegakkan aturan dan menghukum yang tidak etis.

Budaya organisasi yang kuat dikembangkan melalui perilaku etis karyawan. Semua ini bisa dimulai dari lingkungan kerja. Misalnya, karyawan bertanggung jawab menjaga kebersihan ruang kerja, menjaga kebersihan toilet dan tersedianya kertas toilet, menjaga dapur dan kantin kantor yang bersih dan piring-piringnya tersusun dengan baik. Walaupun mungkin sudah ada petugas khusus yang mengerjakan pekerjaan kebersihan lingkungan kantor, tetapi perilaku etis karyawan haruslah peduli, serta memiliki tanggung jawab untuk berbudaya bersih dan sehat di tempat kerja.

Perilaku tidak etis, seperti: mengaku sakit, tapi sebenarnya pergi jalan-jalan;  jatuh cinta dengan rekan kerja, padahal sudah punya isteri atau suami; berperilaku buruk di acara atau kegiatan kekeluargaan dengan rekan kerja dan atasan; ikut campur dalam urusan pekerjaan orang lain; meminta komisi atau keuntungan kepada pihak ketiga dari pelayanan yang diberikan; tidak bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat perlengkapan kantor; menghabiskan sebagian jam kerja untuk berselancar di sosial media; berperilaku boros dan tidak bertanggung jawab saat menggunakan fasilitas kantor; meja kerja tidak bersih dan banyak makanan ringan; senang mendengarkan gosip dan mengulanginya untuk rekan kerja yang lain; tidak peduli dengan komplain pelanggan; tidak memiliki empati terhadap rekan kerja, bawahan, atasan, dan pelanggan; tidak peduli dengan standar kerja; mengabaikan kualitas di setiap proses kerja; tidak disiplin; dan malas berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Semua perilaku tidak etis ini pasti melemahkan budaya organisasi. Jadi, kalau mau memiliki budaya organisasi yang kuat, maka tingkatkan kualitas perilaku etis di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BERGAUL DI TEMPAT KERJA

motivasi-26092016

“Tempat kerja adalah tempat bergaul bagi perilaku produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.”~Djajendra

Ketika karyawan sudah terbiasa menjalankan etika bergaul di tempat kerja secara profesional; maka, hubungan kerja yang sehat, kuat, etis, produktif, dan menyenangkan, akan tercipta untuk membahagiakan semua stakeholders.

Hubungan kerja tidaklah selalu mudah. Pikiran dan kepentingan yang berbeda bisa menjadi rintangan dalam merawat hubungan kerja yang positif dan profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk menegakkan etika di semua aspek kerja. Dalam hal ini, sangat diperlukan hubungan kerja yang etis untuk mendorong pergaulan yang etis di tempat kerja. Ketika etika bergaul terimplementasi dengan baik di tempat kerja, maka setiap karyawan akan sadar untuk memiliki tanggung jawab dalam membentuk tempat kerja yang etis bagi semua pemangku kepentingan.

Etika bergaul di tempat kerja bersumber dari kemampuan karyawan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berperilaku sesuai kode etik dan etika bisnis perusahaan. Walaupun kode etik dan etika bisnis sifatnya normatif dan teori, tetapi bila karyawan sadar untuk menjadikannya sebagai perilaku, maka mereka akan terus-menerus berlatih dan membiasakan semua yang normatif tersebut menjadi perilaku nyata di tempat kerja.

Pergaulan etis membutuhkan dasar komunikasi yang bersumber dari pikiran dan emosi positif. Intinya, walaupun karyawan sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik, tetapi tanpa kekuatan etika dan moralitas di dalam kepribadian dan karakter kerjanya, maka komunikasi yang baik tersebut tidak akan mampu menyentuh hati dan logika orang lain.

Berkomunikasi di tempat kerja berarti karyawan memahami kebutuhan proses kerja, serta mampu mengekspresikan etos kerja untuk melayani kebutuhan proses kerja dengan profesional. Komunikasi kerja yang etis dengan perilaku etis dapat melancarkan proses kerja di dalam integritas dan akuntabilitas yang tinggi.

Etika bergaul di tempat kerja dapat terimplementasi dan terinternalisasi dengan baik, bila pimpinan dan manajemen perusahaan mampu mengembangkan sistem dan budaya organisasi, untuk mengelola hubungan antar karyawan dengan perilaku yang etis. Jelas, dalam hal ini, perusahaan harus mengeksplorasi nilai-nilai terbaik yang diinginkan di dalam budaya organisasi. Nilai-nilai terbaik inilah yang nantinya akan menjadi perilaku, sikap, etos, dan karakter kerja karyawan. Di awali dari nilai-nilai pilihan, lalu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai standar perilaku kerja yang secara otomatis membangun perilaku organisasi dalam wujud budaya.

Etika pergaulan di tempat kerja haruslah menjadi budaya pergaulan di tempat kerja. Jadi, setiap karyawan harus sadar bahwa keberadaan mereka di tempat kerja adalah untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang etis dan produktif. Mereka berada di tempat kerja untuk bekerja dengan segala kemampuan bagi terciptanya kinerja terbaik. Oleh karena itu, tidak boleh ada perilaku yang merintangi atau menghalangi terciptanya kinerja yang produktif di tempat kerja.

Etika bergaul yang etis dengan integritas dan akuntabilitas dapat menciptakan energi positif di lingkungan perusahaan. Hal ini, menjadi kekuatan untuk memperbaiki masalah hubungan tidak harmonis antara karyawan. Bila perilaku etis sudah benar-benar terinternalisasi di dalam perilaku kerja karyawan, maka sangat mudah bagi manajemen untuk memperbaiki perilaku yang tidak pantas, serta mempromosikan tempat kerja yang terstruktur dalam budaya kuat dan produktif.

Pergaulan yang etis di tempat kerja menawarkan kenyamanan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan mental, dan kondisi kerja yang positif bagi setiap karyawan.

Etika pergaulan mendorong terciptanya perilaku berdasarkan nilai-nilai moralitas positif. Kondisi ini menjadikan tempat kerja berbudaya adil, terbuka, bertanggung jawab, tidak ada permusuhan, tidak ada diskriminasi, tidak ada pilih kasih, tidak ada pelecehan, tidak ada konflik kepentingan, tidak ada kebohongan, tidak ada perilaku dan tindakan yang merugikan stakeholders. Jadi, semua karyawan selalu merasa bahagia di tempat kerja sehingga benar-benar bisa fokus bekerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DJAJENDRA

motivasi-25-september-2016

“Pujian adalah musik yang membuat Anda tertidur dan tak sadarkan diri. Rasa kagum dan tepuk tangan adalah lagu yang membuat Anda lupa diri dan tak paham jati diri. Jangan membiarkan diri Anda terbuai dan tak sadarkan diri dalam pujian, tepuk tangan, rasa kagum, dan kebanggaan. Bila Anda terbuai dan terjebak dalam pujian, tepuk tangan, rasa kagum, dan kebanggaan; Anda akan dikalahkan oleh kehidupan.”~Djajendra

MOTIVASI DJAJENDRA

motivasi-25092016

Bekerjalah! Miliki pekerjaan yang Anda sukai. Kerjakan dengan sepenuh hati untuk melayani hidup.

Bekerjalah! Miliki perilaku yang produktif untuk menciptakan nilai baik bagi kehidupan.

Bekerjalah! Kerjakan pekerjaan Anda dengan bahagia untuk melayani hidup.

Bekerjalah! Pekerjaan yang Anda cintai membuat Anda mampu menghormati diri sendiri.

Bekerjalah! Pekerjaan Anda adalah identitas diri Anda yang hadir untuk melayani kehidupan yang indah ini.

Bekerjalah! Bekerja adalah perbuatan yang paling mulia dan yang paling meningkatkan harga diri Anda.

MOTIVASI DJAJENDRA

motivasi-24092016

Perasaan nyaman dan aman adalah kebutuhan dasar manusia.

Zona nyaman bukanlah kebutuhan manusia, tetapi tempat yang membuat manusia tidak tumbuh dan berkembang.

Zona nyaman tidak memberikan perasaan nyaman dan aman, hanya memberikan perasaan khawatir dan takut.

Untuk bisa mendapatkan perasaan nyaman dan aman, Anda harus tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan segera zona nyaman.

KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

motivasi-23092016

“Serumit atau sesulit apapun sebuah situasi di tempat kerja, komunikasi yang cerdas dan etis harus menjadi senjata untuk menemukan solusi terbaik.”~Djajendra+

Karyawan yang pintar mengkomunikasikan pekerjaan dan ide-ide di tempat kerja; karyawan yang pintar bergaul dan menjunjung tinggi etika komunikasi di tempat kerja; karyawan yang pintar bersikap rendah hati dalam hubungan kerja dengan atasan, kolega, bawahan, dan pemangku kepentingan lainnya; adalah karyawan yang mudah mendapatkan karir terbaik.

Komunikasi di tempat kerja sangat penting bagi pencapaian kinerja terbaik. Setiap karyawan wajib menguasai cara berkomunikasi yang baik dan etis, seperti: menggunakan bahasa tubuh yang sopan dan pilihan kata-kata yang positif. Gaya komunikasi dengan penampilan dan ekspresi positif dapat menciptakan suasana kerja yang lebih rileks dan menyenangkan.

Setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan memerlukan komunikasi dengan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yang lain. Jadi, di dalam perusahaan, komunikasi adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, produktif, dan berkualitas tinggi. Melalui komunikasi yang etis, kolaborasi dan koordinasi dapat mengalir di semua aspek kerja dengan penuh kualitas.

Proses kerja yang produktif hanya dapat diwujudkan melalui komunikasi yang etis.Ketika karyawan mengkomunikasikan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan etis, maka semua fungsi dan peran di tempat kerja akan bergerak cepat dan produktif. Untuk itu, setiap karyawan harus memiliki kepribadian positif dengan moralitas yang tinggi, yang cerdas berkomunikasi dengan memahami apa yang boleh dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan, bahasa tubuh apa yang boleh dan bahasa tubuh apa yang tidak boleh. Komunikasi dengan moralitas yang tinggi bersumber dari kepribadian yang berpikir positif dan cerdas emosional; sedangkan komunikasi yang etis bersumber dari kode etik, serta selalu menyampaikan informasi yang benar dan teruji integritasnya.

Mengkomunikasikan pekerjaan pastinya melalui sistem, prosedur, budaya positif, tata kelola yang terbaik, dan perilaku kerja yang etis. Serumit atau sesulit apapun sebuah situasi, komunikasi yang cerdas dan etis harus menjadi senjata untuk menemukan solusi terbaik.

Berkomunikasi di tempat kerja dimulai dari cara mengkomunikasikan pekerjaan berdasarkan data, fakta, informasi, dan logika yang masuk akal. Di sini, diperlukan kejujuran dan tanggung jawab untuk menjaga apa yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan dengan tepat. Jadi, bila Anda masih mengkomunikasikan pekerjaan berdasarkan persepsi yang bersumber dari keyakinan Anda, tanpa memperhatikan data dan fakta yang benar, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan di tempat kerja.Intinya, berkomunikasilah dengan integritas yang tinggi melalui etika dan moralitas yang terpuji.

Setiap karyawan memiliki hak untuk menyampaikan ide dan gagasan. Apapun ide dan gagasan haruslah dikomunikasikan dengan baik agar dapat diterima dan diimplementasikan untuk kemajuan perusahaan. Dalam hal ini, mungkin Anda memiliki intuisi yang hebat, sehingga mampu memprediksi sebuah hasil terbaik tanpa data dan fakta. Tetapi, ingatkan diri sendiri untuk menguji intuisi tersebut dengan sebuah riset kecil sebelum Anda mengkomunikasikannya. Intinya, Anda harus selalu mengkomunikasikan ide dan gagasan Anda dengan prinsip kehati-hatian, tidak sembarangan ngomong atau sembarangan memberikan ide dan gagasan.  Ukurlah ide dan gagasan Anda dengan logika dan akal sehat. Hitunglah resiko dari ide dan gagasan Anda tersebut.

Sopan santun, etika, dan tatakrama adalah bagian penting dari gaya komunikasi di tempat kerja. Miliki kepribadian positif dengan moralitas yang tinggi agar Anda mudah bergaul dan berteman di lingkungan kerja. Dan juga, mudah bekerja sama dengan siapapun untuk menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan produktif.

Jadilah pribadi yang konsisten dengan pikiran positif, konsisten dengan sikap rendah hati, dan selalu berargumen dengan logika yang dapat diterima oleh akal sehat. Dan, tidak pernah mengkomunikasikan apapun yang bertentangan dengan akal sehat, walaupun Anda memiliki pengalaman pribadi tentang hal tersebut.

Semua yang Anda komunikasikan di tempat kerja haruslah dapat dipetakan ke data yang aktual dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Setiap persoalan yang kompleks dan hubungan yang kompleks dikomunikasikan dengan integritas dan tanggung jawab untuk mendapatkan solusi terbaik. Miliki jiwa besar dan empati untuk mengkomunikasikan hal-hal yang tidak pernah cocok atau sulit mengatasi realitas yang ada. Ingat selalu bahwa komunikasi yang efektif adalah kemampuan Anda untuk memberikan gambaran yang jelas dan terang, sehingga semua orang dapat membayangkannya dan menerimanya dengan akal sehat.

Miliki kemampuan dan kecerdasan untuk menceritakan data, informasi, dan fakta dengan logika yang masuk akal. Cara Anda menceritakan adalah bagian penting dalam mengkomunikasikan sesuatu di tempat kerja. Pastikan cerita Anda tidak abstrak atau samar-samar; pastikan cerita Anda tidak rumit dan sulit untuk dipahami. Berceritalah dengan kata-kata yang sederhana, alur yang sederhana, dan yang mudah dicerna oleh logika siapapun.

Komunikasi yang baik di tempat kerja terjadi karena adanya pastisipasi dari semua pihak. Terima dan layani semua komunikasi yang setuju, tidak setuju, yang meminta klarifikasi, yang menolok, yang percaya, ataupun yang tidak percaya. Pastikan semua kesalahpahaman data diluruskan dengan data dan fakta yang tepat. Jadilah pribadi yang selalu terbuka dan belajar dengan rendah hati untuk melancarkan komunikasi di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 22092016

motivasi-22092016

Anda tidak perlu memaksa diri menjadi seperti orang lain, atau mencoba melakukan seperti orang lain lakukan. Anda hanya perlu fokus pada kekuatan diri sendiri, dan dengan sikap rendah hati, mencoba mengoptimalkan potensi dan bakat terbaik Anda.~Djajendra

Apa yang saya inginkan dalam hidup saya adalah kasih sayang, aliran antara saya dan orang lain berdasarkan pada pemberian bersama dari hati.~Marshall B. Rosenberg

Seluruh ide kasih sayang didasarkan pada kesadaran yang tajam saling ketergantungan antara semua makhluk hidup, yang merupakan bagian dari satu sama lain, dan semua yang terlibat dalam satu sama lain.~Thomas Merton

Jika kita tidak menjaga pikiran kita damai, bagaimana dunia bisa menjadi damai? Konflik di dunia adalah manifestasi dari pikiran manusia.~SadhGuru

Pikiran bisa menghubungkan semua waktu yang pernah kita lalui, ataupun waktu yang hadir dalam proyeksi masa depan kita. Pikiran bisa membuat kita hidup di masa lalu, di momen ini, ataupun di masa depan.~Djajendra

Bersyukur dan menghargai hidup adalah jalan menuju kemenangan. Menyatukan hati dalam sukacita memberikan keajaiban dan hadiah indah bagi hidup Anda.~Djajendra

Tanggung jawab untuk momen ini dan masa depan ada di tangan kita sendiri. Jika kita hidup benar hari ini, maka besok pasti tepat dan benar.~Eknath Easwaran

Pekerjaan adalah hadiah untuk menjadikan diri Anda lebih berharga dan berguna bagi kehidupan. Hormati dan tekuni pekerjaan Anda, berikan jiwa dan raga untuk melakukan pekerjaan dengan kemampuan total.~Djajendra

Jangan menghakimi orang lain; jangan menggosipkan orang lain; jangan merendahkan orang lain; jangan menilai negatif orang lain; karena, itu semua akan kembali kepada Anda. Hormati diri sendiri dan hormati orang lain agar hidup Anda selalu lebih baik.~Djajendra

Pekerjaan Anda memberikan kehormatan bagi Anda. Tekuni, cintai, dan miliki kemampuan terbaik untuk menghasilkan kinerja terbaik. Pekerjaan Anda adalah identitas Anda untuk meningkatkan reputasi Anda.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com