Bernafaslah Setiap Hari Untuk Hal-Hal Baik

November 12, 2009

“Setiap Informasi, Pemberitahuan, Dan Berita Memiliki Pengaruh Terhadap DNA Kita, Dan Akan Membekas Pada Seluruh Struktur Sel-Sel Tubuh Kita.” – Pierre Franckh, Law Of Resonance

Setiap hari diri kita terkepung dengan berbagai berita negative. Pemberitaan di tv, koran, dan juga internet selalu lebih suka dan lebih banyak memberitakan hal-hal negative. Banyak berita yang disajikan adalah tentang hal-hal yang tidak kita inginkan. Artinya, kita semua hidup dilingkungan informasi negative, dilingkungan informasi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan untuk mendapatkan kehidupan yang damai, nyaman, bahagia, dan sejahtera. Persoalannya, dalam dunia pemberitaan, berita-berita negative dianggap lebih komersial dibandingkan berita-berita positif.

Sekarang ini kehidupan sedang mengalami perubahan. Semakin hari semakin banyak orang-orang muncul dengan kesadaran baru untuk menghindari dan menjauhkan diri dari semua sumber pemberitaan dan informasi negative. Langkah-langkah mereka memang sudah benar, tapi sifatnya menjadi begitu ekstrim. Ada beberapa orang yang saya kenal memperaktikkan gaya hidup yang anti tv, anti koran,dan cendrung menjauhkan dirinya dari semua sumber kehidupan yang menurut mereka adalah negative. Sepertinya mereka sangat terobsesi kepada konsep hukum ketertarikan (law of attraction). Memang betul apa yang dikatakan oleh hukum ketertarikan tersebut, tapi yang lebih betul lagi adalah bahwa manusia harus berjuang dan bekerja lebih keras untuk menaklukkan semua hal yang tidak ia inginkan. Artinya, kita harus berpandangan bahwa semua pemberitaan dan informasi negative tersebut adalah hal-hal yang tidak boleh ada di dalam kehidupan kita.

Menurut pengalaman saya, hukum ketertarikan dapat kita jalankan melalui serangkaian latihan bersama pikiran sadar kita. Saya selalu lebih suka menjadikan pikiran sadar sebagai panglima kehidupan. Saya lebih suka menggunakan logika dan akal sehat dalam menentukan sebuah pilihan. Begitu kekuatan logika dan akal sehat menyatu bersama perasaan nikmat, maka kita pun dengan mudah mampu menghapus semua hal-hal yang tidak kita inginkan dari data base pikiran bawah sadar kita.

Kualitas kehidupan kita sangat ditentukan oleh perasaan nikmat yang kita miliki di setiap kali kita bernafas. Oleh karena itu, bernafaslah setiap hari hanya untuk hal-hal baik. Hal-hal baik yang bisa memberikan rasa damai, rasa bahagia, rasa sehat, rasa nyaman, dan rasa sejahtera kepada diri Anda.

Fokuskan diri kepada semua keinginan; kelola diri dengan nilai-nilai kehidupan yang diinginkan; taklukkan semua informasi dan pemberitaan negative melalui kekuatan pikiran sadar; dan setiap kali batin tergoncangkan oleh hal-hal negative, langsung gunakan kekuatan pikiran sadar untuk kembali kepada hal-hal yang mendamaikan perasaan.

Bernafas adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan kita. Tariklah secara perlahan nafas Anda sedalam-dalamnya, dan lepaskan semua beban kehidupan negative Anda melalui pelepasan nafas yang sekencang-kencangnya. Jadikan latihan pernafasan sebagai alat yang membangkitkan getaran perasaan nikmat dalam kehidupan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kumpulkan Ide-Ide Baik Dan Wujudkan Ide-Ide Baik Itu Buat Kebahagiaan Kehidupan

Agustus 25, 2009

“Ide Yang Baik Bersama Mimpi Yang Baik Akan Menghasilkan Kebaikan-Kebaikan Yang Mensejahterakan Dan Membahagiakan Batin-Batin Kehidupan.” – Djajendra

Ide-ide Anda yang baik itu adalah pesan Tuhan ke dalam diri Anda. Nah, sekarang tinggal kekuatan pikiran, batin, dan raga Anda untuk mau bekerja keras dengan integritas diri yang solid untuk mewujudkan ide-ide tersebut menjadi nyata.

Mengingat pesan Richard Bach, “ Anda tidak diberi mimpi tanpa diberi kekuatan untuk mewujudkannya, Anda hanya perlu bekerja keras.”

Kalau Anda bisa menangkap pesan Richard Bach itu, Anda pasti menjadi pribadi yang terus bekerja keras siang dan malam bersama semangat diri yang tak pernah padam. Ide-ide Anda yang hebat itu butuh mimpi-mimpi yang luar biasa. Sebab, melalui mimpi dan harapan yang besar, ide-ide itu akan berkembang menjadi benda-benda kehidupan yang bermanfaat buat kebaikan manusia.

Ide yang baik bersama mimpi yang baik akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang mensejahterakan dan membahagiakan batin-batin kehidupan.

Seperti juga pesan Henry David Thoreau,” jika manusia maju dengan penuh percaya diri menuju mimpi-mimpinya dan berusaha menjalani kehidupannya sebagaimana yang ia bayangkan , ia akan memperoleh kesuksesan secara tidak terduga dalam hitungan jam.”

Gunakan ide-ide baik Anda itu sebagai dasar buat mimpi-mimpi baik Anda. Jadikan diri Anda sebagai pembawa pesan kebaikan buat kehidupan. Ingat! Semua kebaikan yang Anda hasilkan dari lubuk hati terdalam Anda, akan menjadi sumber kebahagiaan dan sumber kekayaan batin Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menuju Kebahagiaan Dan Kedamaian Pikiran

Agustus 24, 2009

“Kebahagiaan Sejati Berasal Dari Hati. Jika Hati Merasa Bahagia, Bahkan Sebuah Penjara Pun Dapat Menjadi Sebuah Istana!” – J.P. Vaswani, A Little Book Of Wisdom

Dua kata ajaib, bahagia dan damai merupakan harapan dari semua manusia. Semua orang pasti menginginkan bahagia dan damai, tidak peduli apakah dia yang kantongnya sangat tebal, atau pun dia yang kantongnya sangat tipis. Bahagia dan damai adalah dua kata ajaib yang selalu menjadi visi kehidupan manusia. Persoalannya, banyak orang yang merasa terjebak dalam sebab-akibat kehidupan, dalam aksi-reaksi kehidupan, sehingga mereka bingung dan tidak tahu cara yang tepat untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan damai. Padahal Tuhan telah menanamkan benih bahagia dan benih damai di batin terdalam manusia, dan sekarang semuanya sangat tergantung kepada integritas diri untuk menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur dan terima kasih.

Bahagia dan damai hanya akan ada di jiwa orang-orang yang menjalani hidup ini dengan perasaan beruntung, perasaan syukur, perasaan rendah hati, perasaan terima kasih, perasaan cinta, perasaan yang memuliakan orang lain, perasaan yang menghormati kehidupan lain melalui rasa kasih sayang, dan perasaan-perasaan batin lainnya yang diperkaya oleh nilai-nilai cinta dan penghormatan.

Bahagia dan damai adalah kado Tuhan buat kita, kado yang harus kita buka dengan penuh rasa syukur dan penuh rasa terima kasih, agar isi kado tersebut menjadi bernilai buat kehidupan kemanusiaan kita.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Belajar Kebaikan Dari Ketidakbaikan Orang Lain

Agustus 19, 2009

“Kehidupan Yang Damai Selalu Akan Mendapat Cobaan Dan Ujian Dari Sikap Tidak Baik Orang Lain. Tetapi, Jika Anda Memiliki Keteguhan Hati Untuk Berpikir Positif Dan Belajar Hal-Hal Baik Dari Ketidakbaikan Orang Lain Tersebut, Anda Pasti Dapat Menjalani Kehidupan Yang Lebih Damai.” – Djajendra

Hal terburuk dalam hidup ini adalah membicarakan keburukan orang lain. Sebab, saat Anda membicarakan keburukan orang lain, saat itu juga Anda telah mengundang kekuatan negatif masuk ke dalam pikiran Anda, saat itu juga Anda telah membiarkan gerbang perasaan Anda terbuka untuk dimasuki dan diisi oleh kekuatan emosi negatif. Dan hasilnya, Anda tidak akan pernah merasa damai, nyaman, apalagi bahagia.

Benar! Membicarakan ketidakbaikan orang lain hanya akan membuat diri Anda tidak bahagia. Membicarakan ketidakbaikan orang lain akan menambah stres, akan mengurangi rasa bahagia Anda secara tanpa Anda sadari.

Maukah Anda menjadi pribadi yang tidak bahagia? Saya yakin semua orang menginginkan hidup dalam kebahagiaan total.

Jika Anda mengharapkan kehidupan yang bahagia, Anda harus memulainya dari hal-hal kecil. Misalnya, tidak lagi memikirkan apalagi membicarakan ketidakbaikan orang lain. Mulai hari ini belajarlah untuk menjadi pribadi yang melihat setiap hal dan setiap orang dari pikiran positif, dan dari perasaan baik Anda.

Sikap positif, pikiran positif, dan perasaan positif Anda dapat menciptakan kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, lebih ceria, lebih bersemangat, dan lebih  bermanfaat buat kehidupan yang indah ini.

Baik dan buruknya kehidupan ini ada di dalam pikiran dan perasaan. Ketika Anda merasakan hal-hal buruk di dalam kehidupan Anda, maka sesungguhnya hal-hal buruk itu keluar dari persepsi Anda, dari pikiran-pikiran negatif Anda terhadap realitas kehidupan.

Sikap baik Anda kepada orang lain; perasangka baik Anda kepada kehidupan; ketulusan hati Anda untuk menjalani setiap ujian kehidupan; kesabaran Anda dalam melihat perilaku dan karakter tak terpuji; dan kecerdasan Anda untuk memahami kebesaran Tuhan melalui keanekaragaman warna kehidupannya, dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi positif yang melihat semua aspek kehidupan dari sisi-sisi kebaikannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Diri Menolak Untuk Menerima Hal-Hal Baru

Agustus 13, 2009

”Bila Kita Selalu Menciptakan Batas-Batas, Pagar-Pagar, Dan Aturan-Aturan Untuk Kecerdasan Diri Kita. Kita Hanya Akan Menjadi Pribadi Berjiwa Kecil Dalam Pengetahuan Sebatas Pikiran Kita.” – Djajendra

Seorang pembelajar sejati selalu berpikir untuk mempelajari hal-hal baru dari setiap orang yang ditemuinya. Dia tahu bahwa saat dirinya merasa tahu sangat banyak, maka aliran pengetahuan baru akan tersendat untuk masuk ke dalam kecerdasan dirinya. Sebab, mekanisme otomatis dirinya akan langsung menolak hal-hal baru dengan perasaan telah tahu banyak.

Ketika diri kita merasa terlalu pintar dan tahu banyak hal, maka saat itu juga kita akan kehilangan sikap rendah hati kita. Dan, saat sikap rendah hati kita mencair dalam kesombongan hati, kita akan menjadi pribadi yang berkualitas rendah.

Seorang pribadi yang berkualitas rendah tidak akan mampu menciptakan hal-hal terbaik buat kehidupan.

Kehidupan ini adalah sebuah perubahan. Perubahan yang secara perlahan-lahan melalui zaman melakukan koreksi-koreksi atas kekeliruan masa lalu. Artinya, kita harus selalu belajar untuk memperbaiki kualitas diri kita, agar diri kita menjadi pribadi yang berharga buat kehidupan siapa pun. Tidak sekedar berharga sebatas komunitas kita, tapi bisa lebih mencair dalam kehidupan secara umum.

Seorang pembelajar tahu bahwa dirinya tidak akan mungkin bisa sempurna. Merasa diri sempurna sama artinya mengundang kebodohan ke dalam kecerdasan diri. Oleh karena itu, seorang pembelajar selalu memahami realitas zaman, dan mau menjadi pribadi yang fleksible yang selalu mampu mencair dalam kehidupan yang sesuai zaman.

Bila kita selalu menciptakan batas-batas, pagar-pagar, dan aturan-aturan untuk kecerdasan diri kita. Kita hanya akan menjadi pribadi berjiwa kecil dalam pengetahuan sebatas pikiran kita. Dan biasanya, pribadi-pribadi berjiwa kecil selalu diliputi kesombongan batin dengan perasaan benar atas pengetahuan yang dia miliki.

Menjadikan diri sebagai magnet yang mampu menerima hal-hal baru kehidupan; menjadikan diri sebagai lautan yang siap menampung keanekaragaman kehidupan; menjadikan diri seperti bumi yang mampu menciptakan warna-warni kehidupan; menjadikan diri sebagai alat yang mampu menyerap berbagai pengetahuan untuk kebaikan hidup semua orang, adalah sikap bijak yang akan menjadikan diri kita mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kecerdasan Spiritual Menuju Spiritual Mind Set

Juli 14, 2009

“Perjalanan Spiritual Berarti Perjalanan Jiwa Terdalam Untuk Menemukan Keabadian Jiwa Di Dalam Perasaan Tegar, Sabar, Dan Penuh Syukur Kepada Tuhan.” – Djajendra

J.P.Vaswani, seorang guru spiritual dari India berkata melalui bukunya, A Little Book of Wisdom. “  Dua hal mendasar bagi kebahagiaan dan ketenangan pikiran kita adalah cinta dan karya. Kita harus melupakan diri kita dan mencintai yang lain, tanpa memikirkan imbalan. Dan kita harus bekerja berdasarkan cinta kita kepada Tuhan. Aspirasi hati kita haruslah selalu:”demi engkau,ya,Tuhan!” tidak ada cara lain untuk menuju kebahagiaan dan kedamaian pikiran.”

Selanjutnya beliau juga berkata.” Buatlah orang-orang merasakan bahwa mereka lebih baik, dan lebih besar dari yang selama ini mereka pikirkan. Maka kau akan membantu mereka mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka. Dan yang terbaik tidak mengenal batasan.”

Saya sangat suka dengan rangkaian kata-kata J.P.Vaswani di atas. Cinta, karya, Tuhan, dan membesarkan kehidupan adalah tanda-tanda terpenting menuju jalan spiritual.

Jalan spiritual akan membentuk karakter untuk menemukan kekuatan jati diri sejati.

Kita semua harus jujur kepada diri sendiri bahwa kehidupan yang kita miliki ini sangat abstrak, dan tidak mudah untuk dipahami sepenuhnya dengan pengetahuan dan pengalaman. Termasuk tidak semua persoalan dan tantangan kehidupan yang bisa dipecahkan melalui logika dan akal sehat.

Kehidupan kita ini selalu menjadi misteri yang membutuhkan perjalanan panjang spiritual untuk menemukan diri sejati yang abadi. Dan sering sekali kehidupan memiliki caranya sendiri untuk memaksa kita melakukan perjalanan spiritual. Biasanya orang-orang mulai sadar untuk melakukan perjalanan spiritual setelah dirinya tak berdaya menghadapi realitas kehidupan sehari-hari. Realitas kehidupan  yang penuh dengan kesulitan-kesulitan dan tantangan kehidupan yang luar biasa berat. Sebuah contoh, sering sekali kita terperangkap kepada situasi-situasi kehidupan tersulit. Hal ini bisa terjadi di semua aspek kehidupan. Apakah itu di aspek ekonomi, keluarga, pribadi, lingkungan, sosial, atau dalam aspek-aspek kehidupan yang sangat sulit untuk diidentifikasikan dalam logika. Dan sangking sulitnya, semua jalan keluar seolah-olah tertutup, dan kita mengalami kebingungan dijalan buntu kehidupan. Biasanya, disinilah kehidupan memaksa kita untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan spiritual, yaitu nilai-nilai kehidupan yang mensyukuri kebaikan sang pencipta kepada diri kita. Semua ini akan kita pahami setelah kita memiliki spiritual mind set. Spiritual mind set berarti menyatunya jati diri dalam alam semesta melalui cinta, karya, kerja, dan kebesaran Tuhan. Spiritual mind set berarti  tidak melihat kesulitan dan tantangan kehidupan dari sudut pandang kemarahan, ketakutan, dan ketidakmampuan; tetapi selalu melihat masa-masa sulit sebagai waktu untuk belajar kebijaksanaan hidup, sebagai waktu yang tepat untuk belajar cinta dan kepedulian kepada semua ciptaan Tuhan, tanpa pernah menciptakan perbedaan atas keragaman kehidupan yang Tuhan ciptakan.

Ketika di dalam diri sudah terbentuk spiritual mind set, maka diri kita akan semakin tangguh dengan fondasi yang kokoh untuk meningkatkan perasaan damai dan bahagia, akan memperkuat rasa percaya diri dalam upaya mengoptimalkan potensi diri yang hebat, akan meningkatkan kekuatan fokus dan konsentrasi diri dalam hal apa pun, akan memperkuat jati diri yang selalu merasa syukur kepada kebaikan Tuhan, akan memperkuat terangnya visi kehidupan pribadi, dan akan meningkatkan kualitas tidur dalam perasaan nyaman.

Spiritual mind set akan menjadi lahan subur untuk pertumbuhan kearifan dan kebijaksanaan hidup, yang tidak dikendalikan oleh ego kepentingan diri sendiri atau pun kelompok, tapi cerdas memahami kebesaran Tuhan melalui keragaman dan perbedaan sebagai warna-warni kehidupan yang terindah.

Untuk bisa memiliki spiritual mind set yang tak tergoncangkan oleh hal apapun, maka kita wajib memahami bahwa kehidupan spiritual atau pun perjalanan spiritual itu bersifat unik dan sangat pribadi, sehingga tidaklah mungkin kita bisa menggurui orang lain tentang perjalanan spiritual.

Perjalanan spiritual itu adalah pengalaman individu yang sangat pribadi dengan kebesaran Tuhan. Oleh karena itu, spiritual mind set yang ada di dalam jati diri kita baru akan menjadi efektif, saat diri kita menghormati pengalaman spiritual orang-orang lain, saat diri kita menghormati identitas orang lain, saat diri kita menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain, saat diri kita menghormati kebiasaan-kebiasaan dan tradisi orang lain, saat diri kita menghormati kemampuan orang lain, serta saat diri kita terbiasa menghormati lingkungan kehidupan orang lain dengan cinta dan kepedulian.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Realitas Kehidupan Anda Tergantung Dari Cara Anda Melihat Kehidupan

Juli 3, 2009

”Penderitaan Hidup Selalu Datang Dari Dalam Diri Dan Bukan Dari Luar Diri. Menyalahkan Kehidupan Lain Atas Penderitaan Anda Adalah Perbuatan Sia-Sia Yang Hanya Akan Mendatangkan Penderitaan Yang Lebih Besar.” – Djajendra

Ketika Anda melihat semua perilaku kehidupan orang lain dari sisi buruknya, Anda hanya akan mendapatkan realitas kehidupan yang tidak membahagiakan diri Anda. Tetapi, ketika Anda melihat kehidupan ini adalah surga yang indah, surga yang memberikan segala kebaikan dan kemudahan buat kehidupan Anda, maka Anda pasti memiliki realitas kehidupan surga di batin terdalam diri Anda.

Cara Anda melihat kehidupan ini sangat menentukan bahagia tidaknya diri Anda. Kalau kita mau jujur, kita semua seharusnya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan di surga bumi. Bumi yang luar biasa indah dan yang menyediakan semua kebutuhan hidup manusia ini adalah surga yang terlupakan. Banyak sekali orang-orang hidup dalam surga bumi, tapi masih berkeluh-kesah dalam penderitaan karena ketidakmampuan dirinya untuk melihat cinta dan kasih sayang Tuhan kepada dirinya.

Penderitaan hidup selalu datang dari dalam diri dan bukan dari luar diri. Menyalahkan kehidupan lain atas penderitaan Anda adalah perbuatan sia-sia yang hanya akan mendatangkan penderitaan yang lebih besar. Diri yang bijak selalu mampu menjalani kehidupan dalam rasa syukur dan terima kasih atas semua kebaikan dari kehidupan lain.

Di kantor, ketika manajer Anda menegur atas pekerjaan Anda yang lambat dan bila Anda melihatnya sebagai ketidaksukaan manajer kepada diri Anda, maka Anda pasti hidup dalam rasa takut dan rasa tertekan disepanjang jam-jam kerja Anda. Ini artinya Anda tidak akan pernah mendapatkan kepuasan kerja, apalagi menikmati kebahagiaan dan kesenangan di lingkungan kantor. Jelas! Disini cara pandang Anda yang membuat Anda tidak mendapatkan hal-hal baik. Coba saja Anda bersikap positif atas sikap manajer Anda untuk segera memperbaiki diri Anda sendiri dan mempercepat cara kerja Anda,  Anda pasti akan mendapatkan perhatian dan pujian dari manajer Anda.

Orang – orang yang selalu merasa terhina atas ucapan dan tindakan orang lain, pasti akan duduk menangis di gerbang pintu penderitaan. Tetapi, orang – orang yang selalu memanfaatkan hinaan dan ucapan negatif orang lain untuk memperbaiki diri terdalamnya, pasti akan duduk tersenyum bijak di gerbang pintu kebahagiaan. Biarkanlah orang – orang melemparkan kebencian kepada diri Anda, tapi rubahlah semua kebencian orang-orang tersebut menjadi kebaikan yang Anda bagi-bagian untuk semua orang tanpa pilih kasih.

Ketika diri Anda hanya mampu bereaksi terhadap hal-hal negatif dengan membalasnya melalui hal-hal negatif juga, maka kebencian dan ketidakbahagiaan akan hadir bersama penderitaan panjang untuk menempatkan Anda pada ketidaknyamanan hidup.

Kehidupan ini harus dimulai dari sebuah kesadaran untuk hidup dalam kebijaksanaan hidup tertinggi. Ketika Anda hanya berputar – terus dalam pola kehidupan aksi dan reaksi, sambil mengejar untuk membalas perbuatan-perbuatan negatif orang lain kepada diri Anda, Anda tidak akan pernah menemukan kebahagian di surga bumi ini, Anda hanya akan menemukan penderitaan hidup sampai akhirnya mati kelelahan oleh penderitaan tersebut.

Bumi ini adalah surga yang hanya akan menjadi surga, bila jiwa-jiwa terdalam mampu membangun surga didalamnya untuk menjadi tempat berteduh sambil menikmati kebahagiaan sejati.

Realitas kehidupan Anda akan terasa lebih indah dan menyenangkan, ketika Anda mulai melihat semua kejadian di dalam kehidupan Anda sebagai cara Tuhan membimbing Anda menuju puncak kebahagiaan tertinggi kehidupan Anda.
untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


The Psychic Powers – Kekuatan Jiwa Dalam Meraih Sukses

April 4, 2009

“Sebuah Kisah Sukses Yang Abadi Merupakan Hasil Perencanaan, Disiplin, Kerja Keras, Perjuangan, Pengorbanan, Dan Pelaksanaan Yang Bermutu Tinggi Oleh Jiwa-Jiwa Yang Tangguh Dan Yang Tercerahkan.” – Djajendra

Jiwa tidaklah terlihat secara kasat mata seperti layaknya raga, tapi jiwa yang positif dan yang tercerahkan selalu mampu memancarkan aura kebaikan di sekeliling kehidupan. Jiwa yang diisi dengan nilai-nilai kebaikan yang penuh optimistis akan menjadi jiwa yang dinamis untuk meraih segala macam sukses kehidupan. Kebahagian, kesehatan, kedamaian, dan kesejahteraan selalu lahir dari jiwa-jiwa yang tangguh dan yang mampu mengatasi berbagai macam tantangan hidup dengan senyum kebahagiaan. Jiwa selalu membutuhkan waktu dan proses untuk menjadi lebih memahami makna hidup. Jiwa yang memahami makna hidup tidaklah mungkin menangis saat tersandung, tapi bersyukur untuk melanjutkan proses perbaikan diri. Jiwa akan semakin bijaksana saat dia mampu melihat semua warna kehidupan dari pikiran positif dan dari emosi baik. Kesuksesan dalam meraih materi yang tidak didasari dengan kebijaksanaan dan ketangguhan jiwa akan menjadi sumber penderitaan diri. Sebab, sang ego diri bersama sang nafsu diri akan menguasai jiwa dan mengkerdilkannya. Selanjutnya, sang ego dan sang nafsu diri akan mengendalikan mind set dan membawanya kepada pola hidup tanpa arah.

Saat jiwa dikuasai oleh segala macam sumber kebaikan dan oleh segala macam informasi positif, maka jiwa akan menghasilkan suara hati atau intuisi yang sangat kuat buat menghasilkan kebahagian, kesejahteraan, kesehatan, kedamaian, dan kenyamanan dalam hidup.

Kekuatan jiwa positif akan menjadi sumber perkembangan diri untuk kemudian menghasilkan langkah-langkah cerdas menuju sukses diri yang abadi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menyalakan Cahaya Kebaikan Ke Dalam Memori Pikiran Bawah Sadar

Maret 17, 2009

”Sesungguhnya Manusia Dibentuk Untuk Menjadi Jujur Kepada Diri Sendiri. Buktinya, Ada Sebuah Kekuatan Di Dalam Diri Yang Bekerja Di Luar Kendali, Yaitu Pikiran Bawah Sadar.” – Djajendra

Apa yang Anda isi ke dalam memori pikiran Anda itulah yang akan menjadi emosi diri Anda. Jika Anda mampu menyalakan cahaya kebaikan ke dalam memori pikiran bawah sadar Anda, maka hidup Anda akan selalu diikuti oleh segala kebaikan.

Pikiran bawah sadar atau juga selalu disebut orang dengan istilah alam bawah sadar, adalah sebuah kekuatan merekam segalah hal secara rinci tanpa melalui pikiran sadar. Misalnya suatu hari Anda duduk-duduk di pantai dan Anda hanya fokus menatap pada deburan ombak dipantai dan tidak fokus pada hal-hal lain disekitarnya, tapi pikiran bawah sadar Anda akan merekam semua keadaan disekitar pantai secara rinci dan detail tanpa Anda sadari.

Kalau Anda setiap hari berada di lingkungan orang-orang yang jujur, optimistis, dinamis, kreatif, strategis, open mind, dan selalu bahagia, maka pikiran bawah sadar Anda akan merekam semua hal baik itu. Lalu mengirimkannya ke dalam memori pikiran Anda, dan memori pikiran Anda akan mengirimkannya lagi kepada batin Anda untuk menghasilkan emosi baik. Atau sebaliknya, bila Anda setiap hari berada di lingkungan orang-orang yang kecewa, pesimistis, kekurangan, sakit hati, dendam, stres, murung, malas, dan curiga, maka pikiran bawah sadar Anda akan merekam semua hal buruk itu. Lalu mengirimkannya ke dalam memori pikiran Anda, dan memori pikiran Anda akan mengirimkannya lagi kepada batin Anda untuk menghasilkan emosi buruk buat diri Anda.

Nyalakan cahaya kebaikan ke dalam memori pikiran bawah sadar Anda! Pilih lingkungan Anda! Dan jangan biarkan lingkungan hidup Anda menjadi penyebab semua hal negatif dalam diri Anda.

Pikiran bawah sadar memiliki sistem operasional otomatis, dia akan terus menjalankan aktifitasnya tanpa sepengetahuan diri Anda. Jadi, Anda perlu menyadari bahwa ada sebuah kekuatan di dalam diri Anda yang bekerja di luar kendali Anda. Semua sikap dan perilaku yang baik ataupun yang buruk akan direkam dan dikelola oleh sistem operasional otomatis pikiran bawah sadar.

Sesungguhnya diri manusia dibentuk untuk menjadi jujur kepada diri sendiri. Saat Anda tidak jujur kepada diri sendiri Anda akan berada dalam kecemasan, ketakutan, dan mental blocks yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh sistem operasional otomatis pikiran bawah sadar. Oleh karena itu, manusia butuh nilai-nilai spiritual yang mengagungkan segala kebaikan hidup, agar sisi-sisi batin dan pikiran yang gelap gulita dapat diterangi oleh sinar dari segala kebaikan hidup.

Tanpa nilai-nilai spiritual, jiwa dan pikiran akan berada dalam kondisi “moral bejat”, yaitu sebuah kondisi yang membiarkan diri untuk melakukan segala ketidakbaikan demi memuaskan nafsu dan ego duniawi yang rendah. Saat nafsu dan ego diri mengabdi kepada harapan dan keinginan duniawi yang rendah, maka diri akan merasakan berbagai kekurangan dan penderitaan hidup, walaupun mungkin diri dikelilingi oleh berbagai benda-benda simbol kemakmuran.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Trust Your Inner Wisdom

Maret 13, 2009

”Ketika Mataku Melihat Bintang Di Langit Aku Hanya Melihat Sinar Putih Yang Cemerlang. Ketika Batinku Melihat Bintang Di Langit Aku Mendengar Pesan Bintang Untuk Bersinar Seperti Dirinya.” – Djajendra


Hidup ini adalah sebuah keajaiban yang memberikan segala kemudahan bagi orang-orang yang terus memperjuangkan segala sesuatu hal secara terfokus. Apa pun kesulitan pasti dapat dilewati oleh seseorang jika ia mau bersabar, berfokus, berjuang, bekerja keras, dan tidak ngotot.

Mencemaskan kehidupan adalah sebuah sikap yang sangat membahayakan diri. Sebab, sikap cemas hanya akan membuat matinya senyum, hilangnya perasaan rileks, munculnya sakit kepala, dan terganggunya kenyamanan dan kebahagian hidup.

Suatu ketika seseorang berbicara dengan saya tentang ketidakmengertian dia dalam hidup ini. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap; tidak memiliki tabungan satu rupiah pun; tidak memiliki harta benda apa pun, kecuali keterampilan sebagai broker jual-beli-sewa property; dia belum punya rumah, masih ngontrak; dia juga harus menyekolahkan tiga orang anak dan membiayai hidup isteri dan anaknya. Dia selalu tidak punya bayangan dan tidak mengerti tentang bagaimana cara untuk membiayai pengeluaran keluarganya untuk esok hari, sebab semuanya sangat tergantung kepada adanya transaksi jual-beli-sewa property, agar ada komisi yang ia dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dia dan keluarganya. Hal ini sudah berlangsung lebih dari dua puluh tahun, saat ini ketiga anaknya sudah menjadi sarjana dan dua tahun yang lalu dia sudah mampu membeli rumah sendiri. Saat saya tanya apa yang membuat dia bisa nyantai menjalani hidupnya, jawaban dia adalah bahwa dia sangat percaya Tuhan tidak akan membuat keluarga dan dirinya mengalami kesulitan bila ia dan keluarga mau menjalani hidup dengan sabar dan berjuang terus dengan sabar dan sabar! Hidup itu memang sangat ajaib! Saat Anda mampu memiliki inner wisdom dan Anda percaya pada keajaiban inner wisdom Anda, maka Anda akan menjalani hidup Anda dengan santai dan tanpa rasa cemas tentang hari esok. Inner wisdom dari orang yang berbicara dengan saya itu adalah dia percaya bahwa Tuhan tidak akan memberi kesulitan kepada dirinya dan keluarganya. Dia hanya butuh sikap sabar dan tidak panik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, walau tanpa kepastian tentang hari esok.

Semua hal buruk pasti akan lenyap bila hal buruk itu dilakoni dengan sikap baik yang penuh keyakinan untuk berhasil. Persoalan hidup muncul bila seseorang terlalu ngotot dan tidak sabar untuk mendapatkan sesuatu. Sikap ngotot dan tidak sabar ini hanya akan membesarkan ego dan nafsu diri untuk hidup dalam penjara kepanikan dan kebingungan.

Kehidupan ini disiapkan secara alamiah untuk mencari jawaban-jawaban buat kebahagian, kemakmuran, dan kesehatan setiap orang secara kreatif, berani, dan penuh tanggung jawab. Hanya pribadi-pribadi yang dengan kekuatan inner wisdom mampu menjalani kehidupan yang santai, menyenangkan, penuh senyum dan bahagia. Sedangkan orang-orang tanpa inner wisdom akan berada dalam kepanikan dan kebingungan untuk memikirkan hari esok yang tak jelas.

Rasa cemas hanya akan menghapus semua potensi kebahagian seseorang. Oleh karena itu, saatnya bangkit menata diri sendiri dengan kekuatan inner wisdom, yang mampu memberi sugesti sukses dan membangun kepercayaan diri yang tangguh untuk masa depan yang lebih cemerlang.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com