Cerdas Berkomunikasi Dan Memberi Pelayanan Terbaik Kepada Customer

Oktober 3, 2009

” Saat Anda Mampu Berkomunikasi Secara Bijak, Saat Anda Mampu Memberi Pelayanan Prima Secara Cerdik, Maka Sejak Detik Itu Anda Akan Menjadi Bintang Yang Bersinar Terang Bersama Organisasi Anda, Dan Anda Akan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Di Hati Dan Pikiran Customer Anda.”-Djajendra

Ada dua hal terpenting saat Anda melayani customer Anda, yaitu komunikasi dan pelayanan prima.  Komunikasi yang bijak adalah seperti darah bagi sistem pelayanan organisasi, sedangkan pelayanan prima yang cerdik adalah seperti zat-zat terpenting untuk kesehatan sistem organisasi Anda. Jadi, jika tidak ada komunikasi maka tidak ada pelayanan prima, dan jika tidak ada pelayanan prima maka bisnis dan organisasi Anda akan terseok-seok dalam ketidakpastian.

Ingat, pelayanan prima adalah suatu hubungan, maka komunikasi adalah sangat penting dalam membuat hubungan itu menjadi lebih sempurna. Komunikasi yang lebih sempurna dalam balutan nilai-nilai profesionalisme dan kebaikan, akan mendorong semua aspek kerja dan unit kerja untuk proaktif melakukan pelayanan prima berkualitas terbaik.

Anda pasti tahu sebuah hubungan bisnis yang kuat harus mau memahami dua persepsi secara bijak, yaitu persepsi korporasi dan persepsi customer. Oleh karena itu, korporasi yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan berkualitas prima, selalu melibatkan setiap customernya dalam perjalanan panjang untuk meraih sukses tanpa batas yang abadi. Sedangkan korporasi tanpa visi pelayanan yang jelas akan bingung memahami kedua persepsi tersebut secara bijak, sehingga tanggung jawab nya untuk pelayanan berkualitas prima menjadi kabur dan tidak fokus.

Anda yang mewakili korporasi haruslah selalu bijak untuk bersikap baik kepada semua customer. Anda harus mau dan mampu berkomunikasi dengan kekuatan total dari sikap baik Anda. Ingat, tanpa customer Anda adalah pengangguran, tanpa customer Anda sulit untuk menjalankan kehidupan yang wajar, tanpa customer Anda tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup Anda. Jadi, berkomunikasilah dengan sikap baik kepada setiap customer Anda, dengarkan suara keluh kesah customer Anda dengan kepedulian tinggi, jelaskan semua pelayanan Anda untuk memudahkan customer Anda menerimanya secara menyenangkan, berbicaralah dengan niat baik untuk membantu semua kebutuhan customer Anda tanpa menyakiti perasaan mereka, dan pastikan Anda adalah pribadi baik hati yang manis dalam bertutur kata.

Mendidik dan melatih diri Anda untuk bersikap baik dan bersikap manis kepada customer, adalah sebuah keunggulan buat Anda, bisnis Anda , dan organisasi Anda. Bangunlah fondasi kokoh bersama tiang-tiang pelayanan yang kuat dan tangguh. Pastikan Anda memiliki hubungan komunikasi yang akrab dalam bingkai kekuatan sikap baik Anda, agar para customer Anda menyukai semua pelayanan prima Anda.

Ucapkan kata-kata yang menyenangkan hati customer, kata-kata baik yang penuh dengan etika, sopan santun, dan kebaikan.

Customer adalah bagian utama dari kisah perjalanan sukses Anda dan korporasi Anda. Untuk itu, pastikan Anda selalu peduli sebagai  penghubung korporasi, yang tulus dan jujur dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dengan customer Anda.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah sikap mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, presentasi, meminta maaf atas kesalahan, memberi penjelasan atas kekurangan, dan menanggapi semua komplain secara bijak yang pro customer.

Salah satu kunci dalam setiap bahan komunikasi adalah sikap bijak dan sikap baik. Sikap bijak dan sikap baik yang tepat dapat mengakibatkan Anda bersama bisnis Anda meraih sukses tanpa batas.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Yang Memuaskan Indera Konsumen

Juni 16, 2009

”Pelayanan Yang Baik Selalu Dimulai Dari Sikap Baik Dan Antusias Si Karyawan Untuk Menjadi Orang Baik, Yang Bisa Memberikan Kebahagiaan Kepada Orang Lain Secara Utuh Dan Total.” – Djajendra

Setiap perusahaan sudah saatnya untuk berbenah diri menuju kepada pelayanan yang memuaskan indera konsumen. Indera atau indria merupakan alat penghubung atau kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran pikiran, intelektual, spiritual dan emosi dengan material lingkungan.

Pelayanan konsumen ini tidak hanya sebatas memuaskan panca indera si konsumen, tapi lebih dalam lagi memuaskan indera pikiran, spiritual, emosi, dan intelektual si konsumen.

Ketika Anda mengeluarkan seluruh energi dan potensi Anda untuk memberikan pelayanan yang terfokus kepada upaya memuaskan indera konsumen, maka pelayanan Anda itu akan lebih manusiawi, akan menjadi lebih sopan-santun dengan senyum yang membahagiakan hati konsumen. Di mana, konsumen Anda akan merasakan keramah-tamahan pelayanan yang memuaskan indera mereka.
Pelayanan yang memuaskan indera konsumen ini, wajib dibarengi dengan perbaikan sistem, prosedur, teknologi, etika, mind set, dan infrastruktur yang siap melayani konsumen dengan segala sikap baik yang profesional dan total. Termasuk, produk dan jasa yang Anda jual haruslah disesuaikan dengan manfaat dan kebutuhan konsumen, dengan harga yang berdaya saing, dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Ingat! Pelayanan yang baik selalu dimulai dari sikap baik dan antusias si karyawan untuk menjadi orang baik, yang bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain secara utuh dan total. Oleh karena itu, sebelum melayani konsumen, karyawan harus terlebih dulu merasakan bahagia, damai, sejahtera, merasa cerdas secara emosi dan intelektual. Pastikan perusahaan telah memperhatikan semua kebutuhan indera karyawan, agar indera karyawan mampu menjadi energi yang memberikan pelayanan sempurna.

Setiap unit kerja di perusahaan haruslah memperlihatkan produktifitas kerja yang sempurna, lalu menciptakan mutu pelayanan terbaik agar mampu memuaskan indera konsumen.

Dari waktu ke waktu secara bertahap perusahaan perlu melakukan reposisi untuk meningkatkan mutu, kualitas, reputasi, dan kredibilitas pelayanannya menjadi lebih sempurna. Jadi, perusahaan harus selalu sadar bahwa musuh dari terbaik adalah lebih terbaik. Oleh karena itu, sampai kapanpun perusahaan tidak boleh berpuas diri untuk merasa nomor satu, tapi harus selalu berinovasi untuk melakukan perubahan-perubahan buat memberikan pelayanan yang lebih santun dan lebih berkualitas.

Perusahaan harus terus menerus berinovasi untuk meningkatkan citra pelayanannya, dari yang sekedar memuaskan panca indera konsumen menuju kepada pelayanan yang memuaskan emosi, logika, akal sehat, batin, pikiran, rasa bahagia dan rasa damai konsumen.

Seluruh karyawan haruslah dilatih untuk menjadi customer  relation (CR) atau public relation (PR) nomor satu terbaik di dalam melayani perusahaan. Setiap karyawan harus bisa memberikan informasi, penjelasan, dan keterangan yang memuaskan  hati dan pikiran konsumen. Setiap orang di perusahaan harus memiliki mind set untuk menjadi pribadi yang mampu berbicara tentang segala kekuatan dan kebaikan perusahaan kepada konsumen. Barulah  pelayanan yang memuaskan indera konsumen bisa dimulai!

Masing – masing pribadi karyawan haruslah memiliki keunggulan-keunggulan diri yang unik, yang bisa menyentuh hati terdalam konsumen, untuk merasakan indahnya dan sempurnanya pelayanan perusahaan kepada konsumen. Keunggulan-keunggulan yang spesifik dan pribadi ini harus menjadi nilai tambah setiap pribadi buat baktinya kepada pelayanan konsumen terbaik.

Perusahaan harus memiliki rasa peduli yang tinggi untuk menyiram karyawan-karyawannya dengan nilai-nilai kebaikan. Di mana, penyiraman nilai-nilai kebaikan ini harus dilakukan setiap detik di setiap nafas kehidupan si karyawan, agar karyawan terbiasa untuk bersikap baik, sopan santun, dan selalu memberikan senyum tulus kepada konsumen.

untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Pelanggan Butuh Sikap Rendah Hati

Juni 6, 2009

“Pelanggan Adalah Pohon Harta Yang Selalu Akan Menghasilkan Buah Kekayaan Buat Perusahaan. Perusahaan Yang Cerdas Akan Menjaga Kebahagiaan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Penuh Rendah Hati.” – Djajendra

Perusahaan dengan pelayanan pelanggan yang bermutu tinggi, tidak akan pernah merasa direndahkan atau pun dicemarkan nama baiknya, ketika pelanggan mengkritik pelayanan perusahaan tersebut dengan rasa tidak puas.

Perusahaan yang baik akan selalu mencari tahu kekuatan dan kelemahan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Mereka tidak akan pernah menutup mata terhadap keluh kesah pelanggan, mereka akan menjawab semua keluh kesah pelanggan dengan sikap yang menghormati rasa puas pelanggan. Perusahaan juga akan menjawab semua kebutuhan pelanggan melalui cara-cara kemanusiaan yang tinggi. Termasuk, sikap yang penuh dedikasi untuk memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan terhadap pelanggan.

Perusahaan akan memahami dan menerima semua kekuatan dan kelemahannya dalam setiap pelayanan pelanggan. Perusahaan akan bersikap rendah hati terhadap semua keluh kesah pelanggan, dan mencarikan solusi yang sempurna buat kebahagiaan hati pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan menganggap bahwa mereka sudah sempurna dengan pelayanan sempurnanya, tapi dengan sikap rendah hati mereka akan mendengar suara pelanggannya untuk memperbaiki semua kekurangan dengan kualitas terbaik.

Perusahaan yang baik tidak akan memperbesar masalah kecil, tapi meredam semua masalah kecil secara bijaksana melalui kekuatan cinta dan kepedulian. Mereka tahu bahwa membiarkan masalah kecil menjadi besar, sama artinya membiarkan peluang untuk meraih reputasi dan kredibilitas menjadi hilang.

Perusahaan yang tidak mau peduli kepada kelemahan pelayanannya, secara otomatis akan menghilangkan peluangnya untuk tumbuh menjadi raksasa yang dicintai pelanggannya.

Jika perusahaan menghentikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan, maka secara perlahan pertumbuhan perusahaan akan berhenti dan kinerja perusahaan akan turun terus.

Perusahaan yang baik akan menyambungkan hatinya secara mendalam ke hati para pelanggannya. Mereka akan menyatu dalam satu perasaan dan satu persepsi dengan para pelanggannya. Mereka akan selalu mengembangkan dirinya secara bijaksana untuk memberikan segala kebaikan kepada pelanggannya. Mereka akan selalu belajar dari keluh kesah pelanggannya untuk menciptakan hal-hal terbaik buat pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan merasa sempurna dan sombong dengan pelayanan mereka, tapi selalu menunduk dengan penuh hormat untuk mendengarkan kritik dan saran dari para pelanggannya. Pelayanan rendah hati akan meningkatkan rasa hormat perusahaan kepada pelanggan. Perusahaan perlu fokus pada sisi-sisi kemanusian pelanggan, dengan cara memberikan semua harapan pelanggan sesuai janji-janji perusahaan kepada pelanggan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

Mei 31, 2009

”Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1. Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.  Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati.  Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.  Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan.

Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Sempurna Dalam Bisnis Rumah Makan

Mei 17, 2009

”Jiwa Terdalam Dari Para Front Liner Bisnis Rumah Makan Haruslah Didasari Oleh Prinsip Pelayanan Yang Berkarakter Ikhlas, Tulus, Luwes, Berempati, Baik Hati, Jujur, Sopan Santun, Bekerjasama, Penuh Senyum, Serta Bermental Positif Untuk Memahami Orang Lain Dalam Setiap Proses Kerja.” – Djajendra

Bisnis rumah makan adalah bisnis yang dianggap oleh banyak orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam situasi apa pun. Orang selalu memiliki alasan bahwa setiap orang perlu makan, jadi bisnis makanan tidak akan pernah mati. Realitas menunjukkan bahwa bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang paling mudah untuk dibuka dan juga paling mudah untuk bangkrut. Sering sekali para pemula memulai bisnis rumah makannya karena mereka tergiur oleh untung besar yang dijanjikan oleh bisnis ini. Selain itu, selalu saja orang beranggapan bahwa menjalankan bisnis rumah makan adalah hal yang sangat mudah untuk ditekuni. Padahal ada begitu banyak kebangkrutan dalam bisnis rumah makan, yang pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan manajemen pelayanan sempurna, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Di mana, hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan si pebisnis rumah makan untuk menjaga kontinuitas dari bisnis rumah makan yang dia jalankan.

Kalau Anda ingin menjalankan bisnis rumah makan, hal terpenting yang harus Anda pahami adalah pelayanan sempurna yang berbasiskan kepada kualitas, harga, dan rasa makanan yang sesuai dengan target pasar Anda. Kemudian, Anda harus mampu memfungsikan semua karyawan, tanpa terkecuali, untuk merawat dan melayani setiap pelanggan secara sempurna dalam balutan sikap baik yang profesional.

Seiring dengan perkembangan teknologi pemerosesan makanan dan teknologi pelayanan pelanggan, maka berkembang pula fungsi dari setiap karyawan untuk lebih mendukung reputasi dan kredibilitas rumah makan.

Salah satu aspek pelayanan sempurna yang harus menjadi perhatian penuh dari Anda dan karyawan adalah aspek kenyamanan, keselamatan dan keamanan dari kualitas makanan yang disajikan. Ingat, pelanggan yang mendapatkan informasi secara rinci tentang kualitas makanan yang Anda sajikan itu akan membuat si pelanggan menjadi loyal terhadap rumah makan Anda. Sikap jujur Anda terhadap gizi dan kualitas makanan, harus diikuti oleh cara pengelolaan yang sehat dan bersih. Setiap kebaikan yang Anda ciptakan buat pelanggan Anda akan menghasilkan keuntungan berlipat buat bisnis rumah makan Anda.

Fungsi front liner rumah makan dalam pelayanan sempurna harus menjadi pelayan yang bijaksana dan baik hati, serta cerdas memainkan perannya sebagai icon rumah makan, yang selalu bersikap baik dalam ramah-tamah pelayanan kepada setiap pelanggan.

Front liner juga wajib bekerja dengan tegar dan efektif dalam setiap situasi yang berbeda, untuk mengatasi berbagai sikap dan perilaku pelanggan yang beragam dan mungkin kadang terasa aneh.

Sikap menyingkirkan ego diri untuk menjadi lebih kooperatif dengan pelanggan adalah wajib hukumnya buat para front liner.

Setiap pribadi front liner harus memiliki keyakinan dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sebuah tugas pelayanan pelanggan dengan efektif, produktif, dan efisien

Kecerdasan emosional front liner untuk bisa memahami perasaan dan kebutuhan pelanggan, adalah fondasi terpenting dalam memberikan pelayanan sempurna yang berkualitas.

Jiwa terdalam dari para front liner bisnis rumah makan haruslah didasari oleh prinsip pelayanan yang berkarakter ikhlas, tulus, luwes, berempati, baik hati, jujur, sopan santun, bekerjasama, penuh senyum, serta bermental positif untuk memahami orang lain dalam setiap proses kerja.

Manajemen rumah makan wajib membangun  standard pelayanan pelanggan yang sesuai dengan keunikan rumah makan tersebut.  Standard pelayanan pelanggan ini seharusnya dapat digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja dari para front liner dan para non front liner rumah makan. Dengan tujuan untuk memahami besarnya produktifitas yang mereka hasilkan sebagai wujud dari kontribusi mereka terhadap bisnis rumah makan. Juga, dengan adanya standard pelayanan pelanggan ini dapat menimbulkan kesadaran beretika dalam melaksanakan pelayanan sempurna, serta dapat menjadi acuan bagi rumah makan dalam melaksanakan manajemen risiko untuk menjaga keamanan, keselamatan,  kenyamanan, untuk kepentingan pelanggan dan kepentingan bisnis rumah makan itu sendiri.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menjual Melalui Proses Penjualan Yang Benar

Mei 15, 2009

”Penjual Yang Profesional Tidak Akan Pernah Mau Memperdayakan Atau Merugikan Pembeli.” – Djajendra

Tugas terpenting dari seorang penjual adalah melakukan penjualan yang melampaui target-target yang diberikan perusahaan kepada dirinya.

Selain membutuhkan kesadaran diri sendiri untuk menjadi penjual yang kreatif dan dinamis, penjual juga wajib mempelajari keterampilan cara menjual yang profesional. Seorang penjual yang profesional tidak akan pernah mau memperdayakan atau merugikan pembeli. Dia akan selalu mempersiapkan dirinya untuk memberikan kualitas produk dan kualitas layanan terbaik buat pembeli. Adalah sah-sah saja seorang penjual bersikap agresif untuk menjual produk dan jasanya, tapi sikap agresif itu harus diikuti dengan mind set menjual yang terfokus untuk memberikan yang terbaik dari yang baik buat pembeli.

Penjual harus menjadi pribadi yang membantu pelanggan untuk membuat pilihan terbaik, serta memecahkan semua kebutuhan pelanggan dengan jujur dan bijaksana.  Penjual tidak hanya melakukan penjualan sebatas layanan, tapi juga harus menjadi sahabat pelanggan, untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap produk dan jasa yang dijual.

”Untuk menjadi penjual yang profesional, Anda harus memahami tentang semua kebiasaan dan perilaku pelanggan Anda,” tulis Frank McNair dalam bukunya berjudul How You Make Sale. Selanjutnya, Frank McNair juga menulis bahwa penjual harus memiliki pengetahuan untuk memecahkan masalah pelanggan dengan cara memberikan produk, layanan, solusi, dan program yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jadi, Jangan pernah membuat pelanggan Anda menderita oleh cara penjualan Anda yang tanpa solusi buat kenyamanan pelanggan.

Penjual dengan sikap baik plus solusi yang hebat akan menjadi pribadi yang dicintai oleh pelanggan. Sebab, pelanggan selalu membutuhkan layanan dari penjual-penjual yang profesional, baik hati, jujur, dan yang bertanggung jawab.

Sangatlah penting buat si penjual untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya, khususnya kualitas dari karakter diri yang mampu mewujudkan semua kebutuhan pelanggan dengan penuh peduli, perhatian, dan tanggung jawab.
”Penjual harus menyadari pentingnya proses penjualan. Proses penjualan yang baik akan menunjukkan tanggung jawab penjual untuk membantu memecahkan masalah pelanggan. Ingat, penjualan adalah berdisiplin dalam proses langkah demi langkah. Jika penjual mempelajari setiap langkah-langkah dari proses penjualan dengan cerdas, penjual akan membuat dirinya menjadi seorang profesional yang mampu melakukan penjualan besar.” Tulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale, What Every New Salesperson Needs To Know

Berikut 7 proses penjualan yang ditulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale:


1. Research prior to the Sale

Lakukan riset sebelum penjualan. Bagaimana produk Anda dibandingkan dengan produk dari pesaing? Bagaimana pelanggan menggunakan produk Anda? Apa masalah terpenting yang tidak terpecahkan dari produk Anda?

2. Meet and Greet

Bertemu dan menyapa. Langkah ini dalam proses penjualan adalah ketika Anda menemui pelanggan. Ini adalah tahap proses penjualan dan jalan untuk terjadinya pembelian. Pada tahap ini, Anda harus mengetahui atau memastikan apa langkah pelanggan ketika Anda bertemu untuk dapat bertindak sesuai yang mereka butuhkan.

3. Discovery

Pada proses penjualan yang ketiga ini, Anda harus menemukan apa yang pelanggan perlukan atau masalah apa yang pelanggan miliki terhadap pelayanan dan produk Anda, sehingga Anda dapat mulai menemukan solusi yang tepat sasaran buat pelanggan Anda.

4. Features and Benefits

Sebagai penjual Anda selalu ingin berbicara tentang kehebatan dari produk Anda kepada pelanggan, sementara pelanggan hanya membeli manfaat. Jadi Anda harus tahu apa manfaat yang berkaitan dengan features produk, program atau layanan yang Anda tawarkan kepada pelanggan.

5. Making the Case/Presenting the Solution

Bagaimana cara Anda menyampaikan presentasi solusi terhadap masalah-masalah yang pelanggan hadapi? Bagaimana cara Anda menggunakan kata-kata positif untuk mengatasi keberatan pelanggan terhadap solusi Anda?

6. The Objective is Objections: Dealing with Resistance

Penolakan pelanggan dapat terjadi pada setiap tahap dari proses penjualan. Walaupun mungkin Anda telah menyelesaikan penyebab penolakan tersebut. Anda harus selalu menyiapkan informasi yang lebih untuk meyakinkan pelanggan. Sebab, pelanggan selalu merasa menjadi objek dan tidak yakin masalah mereka telah diselesaikan sepenuhnya.

7. Closing: It’s Okay to Ask For the Order

Jika Anda bekerja setia dengan setiap proses penjualan, Anda tidak akan sulit untuk menutup penjualan-penjualan besar kepada pelanggan Anda. Pelanggan Anda sudah siap untuk membeli, dan berkata terima kasih kepada Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Pelayanan Konsumen Tidak Hanya Terfokus Sebatas Ukuran Kualitas Pelayanan

Mei 8, 2009

”Fungsi Total Quality Service Tidak Harus Sekedar Memberi Rasa Puas Dan Nyaman Kepada Konsumen, Tapi Harus Menjadi Lebih Luas Kepada Upaya Membangun Loyalitas Konsumen.” – Djajendra

Dear Bpk djajendra,

Saya Endrik, bekerja sebagai service manager di sebuah hotel. Saya mendapat tugas dari GM untuk menyiapkan total quality service di lingkungan hotel kami. Saya mohon saran dari bapak djajendra. Terima kasih, Endrik-Bandung.

Djajendra Menjawab!

Dear Endrik,

Membangun fondasi total quality service memerlukan Standard Operating Procedure pelayanan hotel yang pro kepada kebutuhan dan harapan para tamu hotel; memerlukan kebijakan dan aturan yang memenuhi harapan dan kebutuhan setiap karyawan hotel. Jadi, miliki dulu komitmen untuk fokus kepada kebutuhan dan harapan para tamu dan karyawan hotel secara total dan konsisten. Setelah itu, Anda harus berpikir lebih luas dan tidak hanya terfokus sebatas ukuran kualitas pelayanan. Ingat! Total quality service hanya merupakan salah satu aspek dari pelayanan hotel kepada para tamu. Setiap karyawan hotel juga pasti telah memahami pekerjaannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamunya. Termasuk, masyarakat umum telah memiliki pengetahuan bahwa sebuah hotel dibangun berlandaskan pada pelayanan para tamu secara fleksible, santun, dan penuh hormat. Oleh karena itu, pelayanan hotel yang sekedar terfokus untuk memberikan rasa puas dan nyaman kepada para tamu sudah menjadi hal yang sangat standar di bisnis perhotelan. Sebab, semua hotel melakukan hal ini.

Saran saya buat Anda. Pertama, kembangkanlah fungsi total quality service dari sekedar memberi rasa puas dan nyaman kepada para tamu hotel Anda, menjadi lebih luas kepada upaya membangun rasa loyalitas para tamu kepada pelayanan sempurna yang di berikan hotel Anda. Kedua, dengarlah para tamu Anda secara bijak dan berikan kepada mereka rasa bahagia dan damai saat mereka di hotel Anda. Sekian dulu ya, Endrik, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Customer Service Adalah Pejuang Garis Depan Bisnis

Mei 2, 2009

“Mind Set Pejuang Garis Depan Bisnis Dari Tim Customer Service  Harus Mampu Menghindari Atau Menangani Situasi Konflik, Serta Tetap Di Trek Pelayanan Sempurna Dengan Kekuatan Emosional Positif Dan Pikiran Jernih.” – Djajendra

Perusahaan yang efektif pasti peduli untuk mengembangkan mind set customer servicenya, untuk menjadi pejuang garis depan bisnis perusahaan yang setiap hari setia berdampingan dan melayani organisasi dengan konsisten dan total.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan  memelihara hubungan positif dengan semua pelanggannya. Mereka akan membuat layanan pelanggan yang luar biasa. Mereka akan menangani semua tantangan pelayanan dengan cara mengoptimalkan semua potensi sikap baik mereka, untuk melakukan pelayanan terbaik buat perusahaan dan pelanggan.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan dengan setia melakukan hal-hal terbaik melalui emosi baik dan pikiran positif untuk keberhasilan dari semua strategi pelayanan sempurna perusahaan.

Mind set pejuang garis depan bisnis akan memberikan kepada perusahaan sebuah kinerja yang luar biasa buat menjaga kredibilitas dan reputasi bisnis perusahaan.

Mind set customer service sebagai pejuang garis depan bisnis akan menjadi rahasia pelayanan sempurna yang berdampak positif dalam hal meningkatkan kemampuan customer service untuk menangani situasi layanan pelanggan dengan bijaksana, profesional, sikap baik, diplomasi, kreatif, strategis, dan dengan mental pejuang yang unggul.

Mind set pejuang garis depan bisnis di dalam diri customer service akan menanamkan kekuatan kepada customer service, khususnya untuk selalu belajar mengembangkan diri dan menyatu bersama nilai-nilai SOP perusahaan; untuk selalu secara total mengembangkan inner self-motivasi; untuk selalu fokus kepada pencapaian kinerja puncak dan menangani masalah-masalah pelayanan pelanggan yang sulit secara real time; dan untuk selalu konsisten dalam memberikan pelayanan sempurna kepada organisasi dan pelanggan.

Mind set pejuang garis depan bisnis di dalam diri customer service akan memberikan suatu cetak biru kepada diri customer service, untuk mewujudkan pelayanan sempurna dan sekaligus menjadi pribadi yang sukses dan unggul di tempat kerja.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan melakukan banyak hal positif buat memanfaatkan semua potensi diri mereka untuk kemajuan diri sendiri dan organisasi. Selanjutnya, tim customer service akan meningkatkan keyakinan dirinya untuk menjadi tim pelayanan yang efektif dalam mempertahankan keberhasilan pelayanan sempurna di setiap situasi dan kondisi.

Untuk perusahaan yang ingin menjadi terdepan dibidang pelayanan pelanggan. Mind set customer service sebagai pejuang garis depan bisnis ini akan menjadi strategi dan praktik pelayanan bisnis yang unggulan.

Mind set pejuang garis depan bisnis dari tim customer service ini harus mampu menghindari atau menangani situasi konflik, serta tetap di trek pelayanan sempurna dengan kekuatan emosional positif dan pikiran jernih; harus mampu mengendalikan diri dari emosi tidak baik dan setia melayani organisasi dan pelanggan dengan motivasi tinggi di setiap hari; dan selalu memiliki keyakinan untuk membantu perusahaan dalam menangani persoalan pelayanan pelanggan dalam situasi apapun.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memotivasi Karyawan Frontline Untuk Bersikap Baik Kepada Customer

April 10, 2009

“Pelayanan Customer Bermutu Sempurna Adalah Tanggung Jawab Dari Setiap Orang Diperusahaan, Tapi Juga Merupakan Sikap Hidup Dari Frontliner Kepada Customer.” – Djajendra

Sebagian besar dari reputasi sebuah perusahaan selalu ditentukan oleh sikap baik para karyawan frontline dalam memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada customer. Ketika setiap orang di frontline perusahaan sadar untuk menjaga etika, sopan santun, moralitas, dan sikap baik, maka customer akan semakin yakin kepada reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Berikut beberapa langkah bijak yang wajib dilakukan oleh manajemen, agar para frontliner mampu menjadi ujung tombak perusahaan yang tajam dan dinamis.

1. Manajemen harus berbicara dengan semua frontliner, agar para frontliner ini mau menjadi pribadi-pribadi yang paling positif dan paling bersikap baik terhadap siapa pun.

2. Manajemen harus mengingatkan kepada para frontliner bahwa mereka adalah ujung tombak dalam menghasilkan bisnis buat kemajuan perusahaan, jadi mereka harus siaga penuh dalam memberikan pelayanan bermutu tinggi kepada customer.

3. Manajemen harus membangun mind set kepemimpinan diri sendiri yang kuat dan tangguh kepada setiap pribadi-pribadi frontline, agar mereka mampu memimpin dirinya sendiri secara sempurna untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi yang professional kepada perusahaan dan customer.

4. Manajemen harus selalu memotivasi dan menyemangati para frontliner agar mereka mampu menjalankan fungsi dan peran kerjanya secara total dan bijaksana.

5. Manajemen harus selalu fokus untuk merawat dan mensosialisasikan SOP pelayanan customer kepada setiap frontliner secara rutin dan berkelanjutan.

6. Manajemen harus selalu menjadi kepemimpinan yang bijak, profesional, berenergi, dan berkualitas tinggi terhadap pelayanan dan perhatinnya kepada para frontliner.

7. Manajemen tidak boleh membiarkan para frontliner berjuang sendiri tanpa dukungan yang kuat dari backoffice perusahaan.

8. Manajemen harus selalu melakukan inovasi pelayanan melalui ide-ide baru yang mampu menarik minat customer-customer baru.

9. Manajemen harus selalu mengingat fungsi dan peran kerjanya untuk menjadi faktor penting dalam menjaga semangat, motivasi, gairah kerja, dan rasa percaya diri para frontliner.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memimpin Tugas Dan Tanggung Jawab Dengan Sikap Baik

Maret 31, 2009

“Kepemimpinan Yang Sesungguhnya Bukanlah Gengsi, Kekuatan, Atau Status. Melainkan Tanggung Jawab.” – Robin Sharma

Setiap orang di sebuah organisasi haruslah menjadi pemimpin yang memimpin dirinya dan pekerjaannya dengan etika, moralitas, sikap baik, dan profesional.

Kepemimpinan adalah tanggung jawab kepada orang lain. Kalau di dunia bisnis, kepemimpinan berarti tanggung jawab kepada customer, perusahaan, kolega, atasan, bawahan, dan pekerjaan. Kepemimpinan sepatutnya tidak diukur dengan sebuah jabatan, tapi diukur dari seberapa besar tanggung jawab untuk melayani orang lain dengan sikap baik yang tegas. Kepemimpinan adalah nilai-nilai kehidupan yang sangat terkait kepada pelayanan diri sendiri dan orang-orang lain. Tingkah laku karakter diri, kestabilan emosi positif diri, dan kondisi pikiran positif akan sangat menentukan kepemimpinan seseorang terhadap pekerjaannya.

Saat Anda berani berkata bahwa Anda adalah karyawan atau pegawai yang profesional, artinya Anda siap memimpin diri sendiri untuk mengambil tanggung jawab penuh atas kesehatan dan pertumbuhan perusahaan, dan mengubahnya untuk sesuatu yang lebih baik. Ingat, kepemimpinan yang sesungguhnya bukanlah gengsi, kekuatan, atau status. Melainkan tanggung jawab.

Berikut ini sebuah kisah dari Robin Sharma. Kisah yang bisa menjadi salah satu contoh untuk memimpin tugas dan tanggung jawab dengan sikap baik. (Kisah ini bersumber dari buku Robin Sharma, The Greatness Guide)

”Saya membeli sebuah tas di Evex dan telah beberapa kali pegangannya rusak, lalu saya perbaiki di Evax. Tanpa dipungut biaya. Kemudian berulang lagi saat saya berada di New York beberapa tahun kemudian, pegangan tas itu patah lagi. Ketika kembali ke Evex, saya kira saya harus membayar lagi untuk reparasi kali ini. Kebanyakan bisnis membuat klien menghadapi begitu banyak rintangan: jika Anda tidak menyimpan kuitansinya, Anda tidak beruntung. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang mereparasi pertama kali, kami tidak dapat membantu. Jika Anda tidak membelinya di tempat ini, nama Anda tidak tercatat. Namun, Evax berbeda. Mereka tetap menerimanya. Mereka memahami bahwa jika tidak memperlakukan customer dengan baik, maka tidak akan ada bisnis. Mereka tidak lupa siapa yang menaruh makanan di meja mereka setiap malam. Perlakukan customer Anda seperti raja dan kemenangan pun akan Anda raih.

Ketika saya menjelaskan bahwa pegangan tas itu patah lagi, wanita muda di belakang meja, tanpa ragu sedikitpun meminta maaf atas masalah yang saya hadapi. Ia lalu berkata, ” kami berjanji Anda akan dapat membawa tas Anda dalam keadaan sempurna dalam waktu tiga hari. Dan tentu saja, pak, tidak dipungut biaya.” Tidak ada birokrasi yang memerlukan kuitansi reparasi sebelumnya. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada masalah. Hanya servis yang bagus, dengan senyum lebar. Wanita ini menunjukkan kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia dengan cepat mengenali masalah, mengambil tanggung jawab pribadi, dan membuat keputusan yang tepat. Bagian dari solusi melawan bagian dari masalah. Dan ia membuat kagum customernya ketika proses itu berlangsung. Ia bukan pemilik perusahaan ini. Juga bukan seorang supervisor. Bukan pula manajer. Hanya seorang pemimpin tanpa jabatan.” – Robin Sharma, The Greatness Guide .

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com