Landasan Kuat Sebuah Dialog Adalah Emosi Dan Pikiran

November 10, 2009

“Ucapan, Perasaan, Dan Pikiran Yang Buruk Akan Menjadi Semakin Buruk Saat Diri Tidak Mampu Menahan Dan Mengendalikan Diri Dari Kritikan Lawan Dialog.” – Djajendra

Apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda rasakan akan menentukan kualitas sebuah dialog. Jika di dalam sebuah dialog masing – masing pihak berpikiran buruk terhadap lawan dialognya, maka hasil akhir dari dialog itu adalah kericuhan, saling mengkritik, dan saling menghujat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menghadiri dialog bersama energi damai, energi bahagia, energi tenang, energi sabar, energi kebenaran, energi kejujuran, dan energi logika positif. Lalu, yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti mampu berdialog dengan kreatif, cerdas, tegas, lugas, santun, sederhana, dan jelas.

Dialog yang baik seharusnya dimulai dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, sehingga masing-masing pihak mempunyai dasar pijakan dialog yang jelas. Lalu, masing-masing pihak harus dapat saling menghargai perbedaan pendapat; memperlengkapi kekurangan masing-masing; dan menjadi  energi positif yang fokus untuk menyelamatkan visi, misi, dan strategi melalui logika-logika positif  yang cerdas.

Emosi yang cerdas dan pikiran positif yang kuat akan mengisi karakter diri menjadi tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kritik.  Dan, dialog akan menjadi semakin produktif  kalau pemimpin dialog mampu menjadi pribadi yang berjiwa besar yang tak  tergoncangkan oleh badai kritik lawan dialognya.

Seorang pemimpin yang baik pasti akan tenang dan menjawab semua kritikan melalui kata-kata positif  yang menyejukkan hati para lawannya. Dia tahu bahwa berbeda pandangan itu biasa, dan dia tahu bahwa dia harus lebih sabar walau setiap omongannya dipotong sebelum selesai.

Pemimpin berkualitas tidak akan cengeng oleh teriakan dan kritikan lawan dialog, tapi dia akan berpikir bahwa inilah momentum yang tepat untuk memperlihatkan kualitas kepemimpinan dirinya yang hebat.

Pemimpin hebat selalu memahami bahwa tidak selalu sebuah dialog harus diakhiri dengan kompromi. Tapi, sebuah dialog merupakan sarana untuk menampung pokok-pokok pikiran atau pun aspirasi orang lain dengan sebaik-baiknya.

Seorang pemimpin sejati walaupun dirinya dikatakan bodoh, dia akan tenang dan sabar, lalu bersikap dan memperlihatkan kepada dunia bahwa sesungguhnya dia bukan orang bodoh, tapi pribadi cerdas yang beraura positif untuk menghargai setiap pendapat orang lain dengan jiwa besar.

“Pemimpin Terbaik Adalah Dia Yang Mampu Tersenyum Tegar Dan Menerima Semua Kritikan Dengan Jiwa Besar.” – Djajendra

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kenapa Membiarkan Diri Dijebak?

November 8, 2009

“Setiap Pergerakan Hebat Dan Berpengaruh Dalam Rangkaian Kejadian Di Dunia Ini Merupakan Kejayaan Dari Antusiasme. Tidak Ada Kehebatan Apa Pun Yang Dapat Dicapai Tanpanya.” – Ralph Waldo Emerson

Role play atau permainan peran adalah salah satu sesi penting di setiap pelatihan karyawan. Melalui role play suasana pelatihan menjadi penuh tawa dan kritis. Suasana ngantuk pun bisa berubah menjadi penuh gairah. Intinya, role play selalu mampu memberikan energi yang membuat para peserta tetap bersemangat bersama acara pelatihan. Jadi, Semakin sering para peserta tertawa kritis, maka semakin hidup dan bergairah acara pelatihan tersebut.

Dalam sebuah acara pelatihan good corporate governance – etika bisnis, saya membuat sebuah role play dengan skenario yang sangat sederhana, tapi bisa mengundang lelucon, tawa, dan sikap kritis peserta. Bunyi skenarionya seperti berikut,”  isteri Anda dicurigai telah menerima komisi dari mitra bisnis perusahaan Anda. Dan, Anda adalah orang yang ikut membuat keputusan terhadap tender perusahaan dengan mitra bisnis tersebut. Perusahaan memiliki bukti-bukti aliran dana dari mitra bisnis ke rekening isteri Anda. Sekarang Anda sedang diperiksa oleh tim GCG. Bagaimana cara Anda menjelaskan hal ini kepada atasan dan departemen GCG?”

Untuk skripnya bersifat bebas, di mana para peserta harus secara spontan mengeluarkan kata-kata dialog atau pun monolog sesuai suara hati mereka. Intinya, skenario di atas hanyalah sebagai petunjuk dasar, dan semua permainan peran dilakukan secara bebas sesuai suara hati nurani para peserta.

Biasanya setelah pertunjukkan drama “role play” selesai, pasti akan ada diskusi dan perdebatan. Dan, kebetulan di acara pelatihan ini ada seorang peserta yang begitu antusias dan sedikit ngotot. Si peserta berkata,” kalau saya dijebak bagaimana, mungkin saya tidak tahu tentang aliran uang itu, dan mungkin isteri saya juga ikut menjebak saya.” Sepertinya si peserta telah terhipnotis dengan drama “role play” tersebut, dan menjadi begitu perasa dan sensitif dengan setiap kata-kata yang diucapkan oleh para pelakon drama tersebut.

Demikianlah ketika saya sedang menonton drama cecak versus buaya di TV, saya malah teringat drama “role play”  di acara pelatihan GCG tersebut, suasananya hampir mirip, tapi di acara pelatihan GCG semuanya kami akhiri dengan suasana manis dan indah buat pengendalian diri yang lebih baik di masa depan.

Hidup ini adalah belajar dari kesalahan dan kesombongan, ketika kita sadar dan tulus untuk memperbaiki kesalahan dan menghapus sikap sombong kita, maka kita pun akan tumbuh menjadi lebih bermanfaat buat kehidupan banyak orang.

Di dalam setiap sesi role play, saya selalu ingin mengajarkan nilai-nilai moral, nilai-nilai moral yang mampu membedakan tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Sebab, sekali kita menjadi pribadi yang tak mampu membedakan mana yang baik dan buruk, dan mana yang benar dan salah, maka kita akan berada dalam skenario kehidupan yang penuh dengan energi negatif, yang membuat diri kita terjebak bersama penderitaan batin untuk selama-lamanya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Setiap Pekerjaan Harus Dapat Diukur

September 24, 2009

”Jangan Pernah Mengabaikan Untuk Mengukur Dan Mengelola Kualitas Pekerjaan Yang Anda Kerjakan Sendiri. Miliki Integritas Untuk Mengatur Diri Anda Bersama Tanggung Jawab Pekerjaan Anda. Pastikan Anda Selalu Berhasil Mengelola Orang Lain Dengan Sempurna Dan Mengelola Diri Anda Sendiri Dengan Lebih Sempurna.” – Djajendra

Apakah benar seorang pekerja itu produktif? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan mutu barang atau jasa yang berkualitas tinggi? Apakah benar seorang pekerja itu berkinerja optimal? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi buat perusahaan?

Apakah benar seorang pekerja itu memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan? Apakah benar seorang pekerja itu bekerja berdasarkan etika bisnis yang mulia? Apakah benar seorang pekerja itu bahagia bersama perusahaan dan pekerjaannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan dilakukan secara terukur dan benar.

Di zaman yang penuh persaingan ketat ini,  perusahaan sudah tidak lagi sekedar berpendapat tentang kualitas karyawannya, tapi wajib mengukur setiap pekerjaan karyawannya melalui data-data yang benar dan akurat, lalu mengembangkan kualitas para karyawannya untuk bekerja secara optimal sesuai sasaran tertinggi perusahaan.

Jika para manajer di setiap level dan di setiap unit kerja tidak bisa mengukur sebuah hasil pekerjaan, maka para manajer tersebut pasti tidak bisa mengelola pekerjaannya dengan baik. Hasilnya, mungkin perusahaan akan sulit bertahan dan bersaing di pasar bisnis yang ketat.

Sekarang ini zamannya di mana setiap manajer wajib bekerja dengan menggunakan data-data pekerjaan yang benar dan terukur, buat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memaksimalkan sasaran dan target.

Setiap target, sasaran, dan upaya kerja harus didukung dengan informasi bisnis dan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya. Bukan sekedar imajinasi yang bersifat spekulatif atau coba-coba.

Perusahaan harus membangun kekuatan kerjanya untuk tidak hanya sekedar bertahan melawan ketatnya kompetisi, tapi mengukur setiap pekerjaan diperusahaan dengan cara-cara yang benar, lalu memfokuskan perusahaan untuk berkembang sesuai visi dan misi.

Perusahaan wajib membangun sebuah standar pengukuran pekerjaan yang bersifat konsisten untuk setiap aspek kerja secara total. Ukuran-ukuran kerja itu bisa dalam wujud  persentase, uang, jumlah, jam, kepuasan kerja, perasaan bahagia, dan ukuran kinerja yang lainnya.

Setiap manajer tidak hanya harus pintar untuk mengukur kinerja para bawahannya, tapi juga harus pintar untuk mengukur dan mengelola kinerja dirinya sendiri secara profesional dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Terjebak Dalam Cara Kerja Berdasarkan Kebiasaan

Juli 16, 2009

”Mayoritas Pekerja Di Kantor Lebih Suka Bersembunyi Dibalik Zona Nyaman Kerja Mereka, Sambil Merasa Tidak Puas Dengan Pangkat Dan Jabatan, Yang Naiknya Seperti Keong Yang Sedang Naik Pohon.” -Djajendra

Meskipun Anda telah bekerja keras disepanjang hari-hari kerja Anda, Anda akan sulit meraih karir tertinggi, jika Anda terjebak dalam cara kerja berdasarkan kebiasaan. Anda harus berani melakukan perubahan-perubahan terhadap cara kerja Anda dengan melihat cara-cara baru, taktik dan strategi baru, nilai-nilai kerja baru, ataupun teknik-teknik kerja yang lebih efektif dan efisien.

Suatu ketika, saat saya sedang memberikan pelatihan leadership motivation, yang berjudul The Best Habits Of Excellent Leaders, di sela-sela coffee break, seorang peserta sambil tersenyum menghampiri saya. ” Pak, saya selalu mengalami kesulitan untuk memimpin diri sendiri, apalagi untuk mengeksplorasi potensi-potensi diri saya.” Sebelum saya memberikan jawaban, dia mulai bercerita tentang dirinya yang adalah seorang pecandu kerja, yang selalu rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dia sangat menikmati semua rutinitas kerja di kantor. ”Masalah saya sekarang ini, sudah lebih lima tahun posisi dan jabatan saya tetap di satu posisi, sama sekali tidak ada kenaikan jabatan buat saya. Apakah saya ini memang pribadi yang tidak mempunyai harga buat perusahaan?” tanya dia kepada saya.

”Anda telah terjebak dalam zona nyaman kerja Anda,” kata saya padanya. ”Namun, pertanyaan Anda pada saya sekarang ini menunjukkan indikasi bahwa Anda sedang berontak kepada zona nyaman Anda. Jadi, sekarang ini waktu yang tepat buat Anda untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap mind set Anda, agar Anda mau bekerja untuk jabatan dan posisi yang lebih tinggi.” Jawab saya kepadanya.

Sering sekali karyawan yang terjebak di dalam zona nyaman pekerjaannya, disebabkan oleh perasaan takut kehilangan atas apa yang sedang dinikmati di dalam pekerjaan, mungkin juga pekerjaan yang sedang dilakoni sekarang telah menyatu ke jiwa terdalamnya, sehingga dirinya takut berpikir untuk melakukan perubahan terhadap zona nyaman kerjanya. Maka itu pikiran kreatifnya tidak mampu menciptakan taktik, strategi, dan cara kerja baru untuk mendapatkan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari ucapan si peserta training di atas, yang mengatakan bahwa dirinya seorang pecandu kerja yang rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Artinya, dia sangat menikmati pekerjaan yang sekarang, dan dia sebenarnya tidak mempunyai masalah apa-apa dengan pekerjaan yang sedang dia kerjakan saat ini, dia hanya menginginkan promosi kenaikan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Jadi, persoalan si penanya lebih kepada status, bukan pada esensi kerja.

Pada umumnya peserta pelatihan ini mengakui bahaya dari zona nyaman pekerjaan mereka. Mereka juga menyadari bahwa rutinitas dan kebiasaan yang tak diperbarui hanya akan menjadi penghambat upaya mencapai karir kerja tertinggi. Persoalannya, perusahaan juga tidak menghendaki karyawannya untuk melakukan perubahan,  semua orang di kantor diarahkan untuk sibuk dengan urusan masing-masing dalam sebuah bentuk relasi kerja yang rutin, dan yang itu – itu saja. Perusahaan selalu tidak akan mau peduli kepada urusan perasaan dan harapan karyawan. Bagi perusahaan yang terpenting adalah karyawan harus mampu berkinerja tinggi sesuai etos kerja perusahaan.

Perusahaan yang baik pasti selalu memperbarui organisasi dengan nilai-nilai kerja yang berkualitas tinggi, sehingga para karyawan bisa menemukan alasan-alasan baru untuk memiliki antusiasme, keinginan, dan komitmen terhadap kemajuan organisasi.

Seorang karyawan hanya akan merasa puas dengan pekerjaannya, ketika dia mampu melihat pekerjaannya tumbuh ke level yang lebih tinggi, ketika dia mampu merasakan berharga buat perusahaan, ketika dia merasakan adanya keadilan dan kejujuran dalam budaya organisasi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memiliki Kekuatan Mendengar Itu Bagus, Tapi Harus Diikuti Kekuatan Bertindak Untuk Berubah!

Juli 12, 2009

“Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Adalah Hal Yang Sangat Penting, Tapi Tanpa Nilai-Nilai Baru Yang Lebih Efektif, Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Yang Ada Saat Ini Akan Menjadi Beban Buat Masa Depan.” – Djajendra

Suatu ketika di kota Semarang dalam sebuah acara on site training di sebuah cabang bank, saya ditanya oleh seorang peserta. “ Pak, saya sering mengikuti berbagai pelatihan tentang motivasi, bahkan kadang saya pergi sampai ke Jakarta atau pun Surabaya. Saat mendengar pesan-pesan motivator, perasaan saya selalu ingin melakukan berbagai perubahan terhadap diri sendiri dan cara kerja saya di kantor, tetapi setelah kembali ke kantor dan seminggu kemudian semua masukkan dari si motivator hilang ditelan oleh kebiasaan dan rutinitas kantor. Apakah karena usia saya sudah di atas kepala tiga sehingga sudah sulit melakukan perubahan?” Tanya dia.

Pertanyaan seperti di atas itu sudah sering saya mendengar, bahkan di luar negeri juga seperti itu, banyak peserta training tidak mampu memanfaatkan nilai-nilai positif yang diajarkan oleh para mentor untuk merubah kehidupan mereka. Sering sekali orang-orang berjanji merubah cara berpikirnya setelah membaca sebuah buku atau pun setelah mendengar kata-kata penuh bijaksana dari para mentornya, tapi setelahnya mereka semua kembali lagi kepada kebiasaan dan rutinitas lamanya. Semua ini disebabkan gagalnya proses pembelajaran, padahal pembelajaran yang baik itu harus bersifat seumur hidup, dan tidak hanya mengandalkan materi seminar sehari dari para mentor. Dan juga tidak bijak menjadikan umur sebagai alasan kegagalan dalam melakukan perubahan.

Pada umumnya para peserta pelatihan yang antusias pasti memiliki kekuatan mendengarkan. Mereka selalu fokus dan terhipnotis saat mengikuti pelatihan di kelas. Dan hal yang sering dilupakan oleh mereka adalah bahwa dalam proses pembelajaran tidak hanya cukup memiliki kekuatan mendengar, tapi juga harus memiliki kekuatan bertindak untuk melakukan perubahan dan perbaikan di semua aspek kehidupannya dengan penuh tanggung jawab.

Pembelajaran artinya belajar secara total, yaitu kesadaran diri sendiri untuk menempa dan mengasah kekuatan diri dengan nilai-nilai kebaikan. Lalu, menjadikan diri sendiri sebagai agen perubahan yang konsisten dalam menghapuskan semua hal-hal yang tidak diinginkan di dalam hidup.

Setiap pribadi yang ingin melakukan perubahan harus meningkatkan kesadaran tentang komitmennya untuk menjadi lebih baik. Meningkatkan keyakinan diri yang lebih kuat, yang tak tergoncangkan oleh hal apa pun merupakan syarat mutlak untuk sebuah perubahan. Untuk itu, jangan pernah sinis terhadap kemampuan diri sendiri; jangan pernah sinis terhadap kemampuan para mentor Anda; dan jangan pernah sinis untuk mengikuti permainan kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Intinya, belajarlah terus dan jangan pernah merasa gagal atau pun kalah oleh situasi hari ini yang tidak Anda sukai. Mulailah dari cinta. Cinta berarti Anda menerima apa adanya kehidupan Anda di hari ini dengan penuh rasa syukur. Lalu secara sadar dan bertahap, Anda melakukan perbaikan dan perubahan di semua aspek kehidupan yang Anda inginkan ada perbaikan dan perubahan. Ingat!Kebiasaan diri untuk selalu berpikir negatif tentang lingkungan dan orang lain, merupakan salah satu kelemahan yang akan menghambat diri dalam menyerap hal-hal baik.

Belajarlah menjadi pribadi yang mampu menangkap pesan dari nilai-nilai kehidupan positif. Perlu Anda pahami bahwa hanya melalui nilai-nilai kehidupan positiflah seorang individu bisa menjadi lebih sukses. Dan sukses itu bisa dipelajari dan dikembangkan dengan baik, bila dilakukan melalui tanggung jawab dan kesadaran diri tertinggi.

Pengaruh rutinitas dan kebiasaan kerja terhadap perubahan sangatlah besar. Rutinitas dan kebiasaan kerja adalah hal yang sangat penting, tapi tanpa nilai-nilai baru yang lebih efektif, rutinitas dan kebiasaan kerja yang ada saat ini akan menjadi beban buat masa depan.

Saya sangat yakin bahwa para motivator atau pun mentor pasti mempersiapkan diri dengan baik untuk menyampaikan nilai-nilai positif, yang mampu mempengaruhi kultur perubahan gaya kerja dari para audience. Jadi, di saat para audience mampu menangkap pesan-pesan kebaikan dari para motivator dan mentor, maka pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sebuah fenomena untuk mendapatkan suasana baru, tapi bisa lebih kepada penyerapan nilai-nilai baru untuk direnungkan buat kebaikan diri.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Pensiun Adalah Awal Untuk Menekuni Pekerjaan Yang Memerdekakan Batin Anda

Juni 27, 2009

”Pensiun Adalah Urusan Kebijakan Perusahaan, Dan Di Dalam Diri Anda Hidup Sebuah Jiwa Yang Tak Mengenal Kata Pensiun.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana cara mengatasi rasa takut menjelang pensiun? Sudah lebih 35 tahun saya mengabdi di sebuah perusahaan dan sekarang diusia ke 55 tahun, saya harus pensiun dari kantor. Saya belum dapat membayangkan hari-hari yang harus saya habiskan tanpa ke kantor. Mohon pencerahannya agar saya bisa memiliki pandangan yang terang ke depan! Terima kasih, Andi. K. – Bogor.

Djajendra Menjawab!

Yth Bapak Andi.K.

Masuklah ke dalam kehidupan yang lebih dewasa dengan kepastian untuk membangun identitas diri yang lebih menggambarkan diri sejati Anda kepada kehidupan ini. Pahami semua potensi hebat diri Anda. Lalu, pimpinlah diri Anda untuk menghapus semua rasa takut menjelang hari pensiun Anda. Dan, Jangan pernah berpikir atau pun menjadikan masa pensiun Anda sebagai garis akhir karir Anda.

Pensiun dari kantor berarti awal bagi kebangkitan diri sejati Anda untuk melakukan perubahan buat masa depan yang lebih cemerlang. Anda bisa memulai kantor baru dari rumah, dan sekaligus mulai merancang sebuah rencana strategis buat pekerjaan Anda di masa depan. Jadi, jangan pernah membatasi karir kerja Anda sebatas 35 tahun dedikasi Anda kepada perusahaan Anda, tapi kembangkan mind set baru untuk pekerjaan baru yang lebih bebas untuk Anda lakukan. Jika Anda masih berpikir bahwa satu-satunya mesin penghasil uang Anda adalah melalui gaji yang Anda terima selama 35 tahun, maka Anda harus segera merubah keyakinan dan pola pikir Anda untuk menjadikan pekerjaan baru Anda sebagai mesin uang buat kisah sukses Anda di masa depan.

Selama semangat untuk kerja keras masih ada bersama Anda, maka apa saja mungkin bisa Anda hasilkan dalam hidup Anda. Sangat mungkin Anda melahirkan ide-ide besar, yang bisa menciptakan lapangan kerja baru buat para pencari kerja. Jadi, jangan batasi diri Anda sebatas pensiun Anda. Jangan takut pada perubahan, tapi jadikan perubahan ini sebagai jalan menuju karir baru yang lebih hebat dari masa lalu. Sekian dulu ya Pak Andi.K, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Keberuntungan Muncul Bila Anda Sudah Siap Menghadapi Perubahan

Juni 22, 2009

”Keberuntungan Itu Sesungguhnya Warisan Dari Karakter Diri Yang Selalu Setia Untuk Memikul Beban Hidup Terberat Sambil Berteduh Di Dalam Kebaikan Hidup.” – Djajendra

Ketika Anda mampu melewati hari-hari kehidupan Anda dengan niat dan semangat untuk mewujudkan mimpi – mimpi Anda; Anda akan mendapatkan banyak energi keberuntungan untuk menghasilkan kesuksesan Anda; Anda akan memulainya melalui kesuksesan-kesuksesan kecil Anda untuk terus-menerus berproses membangkitkan jiwa, raga dan pikiran Anda untuk mendapatkan kesuksesan-kesuksesan besar.

Jika Anda setiap pagi mampu memberikan restu kepada sifat dan sikap baik Anda, untuk mengendalikan dan menjaga diri Anda, Anda berarti semakin dekat kepada keberuntungan Anda. Keberuntungan itu sesungguhnya warisan dari karakter diri yang selalu setia untuk memikul beban hidup terberat sambil berteduh di dalam kebaikan hidup. Jadi, setiap hari lihatlah hidup Anda itu sebagai keindahan yang pantas untuk Anda nikmati bersama rasa bahagia dan rasa syukur Anda.

Keberuntungan atau nasib baik itu akan mewujud, ketika Anda mampu berjanji kepada diri Anda sendiri untuk memberikan semua potensi diri dengan semaksimal mungkin kepada kehidupan.

Bangunlah setiap pagi dalam hari yang baru, hari yang tidak akan Anda sia-sia kan untuk hal-hal negatif, tapi hari yang akan Anda jadikan sebagai titik awal buat meraih kesuksesan besar disemua sisi kehidupan Anda.

Keberuntungan atau nasib baik tidaklah akan muncul begitu saja dikehidupan Anda, Anda perlu memahami realitas kehidupan yang selalu berputar seperti sebuah roda yang menggelinding di tengah jalan. Di mana, setiap sisi atau bagian dari roda itu pasti akan merasakan saat-saat menyentuh tanah dan pasti juga akan merasakan saat-saat berada jauh di atas tanah. Hidup ini sebuah perjalanan misterius yang harus dipahami melalui hati dan pikiran positif.

Keberuntungan dan kebahagiaan yang Anda dapatkan pasti akan diikuti oleh rasa iri, kecemburuan, dan ketidaksukaan dari orang-orang berkarakter negatif disekitar Anda. Oleh karena itu, latihlah diri Anda terus-menerus untuk menjadi pribadi yang rendah hati, yang tidak pernah suka membanggakan dan memamerkan semua keberuntungan Anda kepada siapa pun. Ingat! Kekayaan itu semuanya ilusi semata, nilai semata,  dan bukan sesungguhnya semuanya milik Anda. Anda hanya punya nilai dan kekuasaan yang lebih besar bersama kekayaan Anda. Kekayaan milik Anda yang sejati hanyalah yang Anda gunakan di hari ini untuk membahagiakan, mendamaikan, memanjakan, dan menyenangkan keinginan duniawi Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memimpin Diri Sendiri Dalam Terang

Juni 21, 2009

“Kepemimpinan Diri Sendiri Tidak Boleh Menjadi Narsis Atau Pun Egois Dengan Kehebatan Dirinya.” – Djajendra

“Keberhasilan Manusia Ditentukan Oleh Dirinya Sendiri. Dengan Pilihan Yang Benar, Ia Akan Bersinar. Sebagai Makhluk Yang Memiliki Kekuatan, Kecerdasan, Dan Cinta Serta Sebagai Tuan Dari Pikiran-Pikirannya Sendiri, Ia Memegang Kunci Untuk Setiap Situasi.” – James Allen

Hal terpenting yang harus ada di dalam diri Anda adalah si pemimpin tangguh yang bermental pejuang di dalam terangnya kehidupan. Perjalanan kehidupan yang hebat hanya dapat dimulai dari kepemimpinan diri sendiri; hanya dapat dimulai dari kesadaran tertinggi diri sendiri untuk menguasai semua potensi diri buat meraih sukses; dan setelahnya mampu berjalan terus bersama pilihan hidup, harapan hidup, dan keinginan-keinginan yang sesuai kebutuhan indera manusiawi.

Kepemimpinan pribadi diawali dari titik kecerdasan pikiran dan perasaan untuk menjadi lebih tegar, lebih sabar, dan lebih berani dalam menantang badai penghalang di setiap sisi perjalanan kehidupan.

Seorang pemimpin sejati tahu bahwa kehidupan ini sering sekali harus dijajal dengan tanjakan ekstra tinggi dan turunan ekstra curam. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak energi positif untuk menaklukkan perjalanan tanjakan dan turunan kehidupan yang berpotensi menimbulkan luka bila tidak hati-hati.

Seorang pemimpin diri sendiri yang sejati akan memilih kehidupannya sendiri dan tidak akan membiarkan orang – orang lain menguasai pikirannya, ia akan menjadi diri sendiri, diri sendiri sesuai keinginan dan harapannya, untuk berjuang semaksimal mungkin buat masa depan dirinya yang lebih gemilang di dalam terangnya kehidupan.

Setiap perjalanan kepemimpinan diri sendiri haruslah didukung dengan sebuah pekerjaan yang dicintai. Pekerjaan yang dicintai tersebut akan menjadi alat untuk membangun relasi positif dengan orang-orang lain, dan juga menjadi alat untuk membangun kehidupan ekonomi yang kuat.

Kepemimpinan diri sendiri yang hebat harus berkonsentrasi untuk menjadi sinar penerang buat kehidupan jiwa-jiwa lain. Setiap peluang harus dikonversi menjadi manfaat dan keuntungan buat banyak orang, tidak sekedar untuk diri sendiri. Intinya, kepemimpinan diri sendiri tidak boleh menjadi narsis atau pun egois dengan kehebatan dirinya.

Setiap hari pimpinlah diri Anda untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang hebat, miliki misi hidup yang jelas, dan temui orang-orang dengan senyuman dan kebaikan. Ingat! Anda hanya bisa membangun hubungan-hubungan yang hebat dengan orang-orang lain jika Anda mau mendengarkan suara dan pendapat orang-orang tersebut, dan jika Anda mau menghormati talenta dan potensi mereka secara tulus dan jujur.

Pimpinlah diri Anda sendiri dengan sikap rendah hati untuk menghormati semua kekuatan-kekuatan lain yang ada di luar diri Anda. Hormati kemampuan diri Anda dan Anda pasti mempunyai kekuatan untuk melakukan hal-hal besar buat setiap orang. Temukan kebaikan-kebaikan untuk Anda berikan kepada orang-orang lain dan Anda pasti mendapatkan penghormatan dari banyak orang. Katakan terima kasih kepada setiap orang yang membantu Anda dan Anda pasti mendapatkan penghormatan dari orang-orang tersebut. Berikan senyuman tulus kepada orang-orang yang Anda temui dan Anda pasti mendapatkan penghormatan. Dengarkan dengan penuh perhatian atas setiap ucapan dari orang yang Anda temui dan Anda akan mendapatkan penghormatan dari dirinya. Pimpinlah diri Anda untuk memiliki antusias dalam melihat setiap perbedaan dan keragaman dalam rasa sabar Anda, dan Anda pasti dicintai oleh banyak orang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Bekerjalah Pada Pekerjaan Yang Anda Cintai

Juni 21, 2009

“Hidup Yang Sehat Adalah Saat Batin Terdalam Mampu Merasakan Surga Melalui Pekerjaan, Tugas, Dan Tanggung Jawab Sehari-Hari.” – Djajendra

“Sungguh Menakjubkan Melihat Apa Yang Akan Anda Peroleh Dengan Tetap Bertahan Pada Sesuatu Dalam Waktu Cukup Lama. Sebagian Besar Orang Terlalu Cepat Menyerah, Saya Rasa Itu Karena Ketakutan Mereka Lebih Besar Daripada Keyakinan Mereka.” –  Robin Sharma, The Greatness Guide.

Ketika kesadaran tertinggi diri Anda berani memimpin setiap potensi diri Anda untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan panggilan hati Anda, yaitu pekerjaan yang paling Anda cintai dalam hidup Anda, maka Anda akan menjadi pribadi yang sangat tangguh untuk menikmati setiap proses perjalanan karir dan pekerjaan Anda.

Anda pasti akan merasakan nikmatnya melakukan pendakian ke puncak karir Anda, walaupun mungkin puncak yang Anda daki itu sangat terjal, sangat berbahaya dan menciptakan ketidakpastian buat perjalanan hidup Anda. Tetapi, bila terus Anda jalani dengan penuh semangat, penuh kegembiraan, dan penuh keyakinan, maka diri Anda akan sampai pada kemampuan untuk memilih posisi yang cocok untuk Anda jadikan sebagai alat menggapai kemenangan, prestasi, dan karier yang tinggi.

Kesuksesan dalam meniti karir ada di dalam pilihan pekerjaan yang sesuai dengan suara hati terdalam Anda. Sebab, hanya pekerjaan yang sesuai dengan suara hati akan menghadirkan kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan di dalam diri Anda.

Pililah pekerjaan yang sesuai dengan karakter dan panggilan jiwa Anda, dan jangan pilih pekerjaan oleh alasan – alasan lain yang tak berhubungan dengan kebahagiaan Anda. Sebab, hasilnya nanti jiwa Anda tidak akan  terisi oleh kebahagiaan dan kedamaian, walau diri Anda telah dikelilingi oleh benda-benda yang mewah dan mahal. Hidup yang sehat adalah saat batin terdalam mampu merasakan surga melalui pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab sehari-hari.

Ingat! Jangan pernah berpikir untuk menerima pekerjaan yang membuat batin Anda menderita. Jangan pernah berpikir untuk menerima pekerjaan yang berpotensi menciptakan berbagai persoalan di masa depan. Jangan pernah berpikir untuk menerima pekerjaan yang nantinya memenjarakan batin dan pikiran Anda. Tetapi, pikirkanlah untuk menerima pekerjaan yang bisa membuat Anda memikirkannya dan mengerjakannya siang dan malam dengan penuh gairah dan semangat hidup.
Pekerjaan yang hebat adalah pekerjaan yang bisa membangkitkan kekuatan batin spiritual Anda untuk mengerjakannya dalam kebahagiaan. Bekerjalah pada pekerjaan yang Anda cintai dan ambillah setiap peluang untuk mendapatkan karier yang cemerlang.

Sukses selalu bersama para pejuang kehidupan yang cerdas memilih tugas dan tanggung jawab melalui pekerjaan yang sesuai panggilan hati.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Uang Dalam Kendali Kecerdasan Emosional Anda

Juni 15, 2009

“Uang Akan Menjadi Maharaja Di Dalam Batin Orang-Orang Lemah; Uang Akan Menjadi Budak Di Dalam Batin Orang-Orang Kuat; Uang Akan Menjadi Surga Di Dalam Batin Orang-Orang Bijak.” – Djajendra

“Jika Anda Mampu Mengelola Uang Dengan Bijak Di Bawah Kendali Kecerdasan Emosional Anda, Di Dalam Situasi Keuangan Anda Yang Kuat Atau Pun Di Dalam Situasi Keuangan Anda Yang Sangat Buruk, Barulah Anda Bisa Merasakan Batin Yang Merdeka Dan Bebas Dari Jajahan Uang Terhadap Diri Anda.” – Djajendra

Uang menjadi sebuah faktor yang tidak boleh diabaikan di dalam mengelola kedamaian batin. Uang itu seperti sebuah pisau yang tajam, bila digunakan untuk emosi baik dia akan mendatangkan manfaat, bila digunakan untuk emosi negatif dia akan mendatangkan musibah.

Saat Anda mampu melihat uang tanpa tergoda untuk menjadi serakah, Anda akan menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab untuk menggunakan uang dengan kekuatan kecerdasan emosional, dan secara otomatis Anda akan memahami bahwa ukuran cukup tidaknya uang ditentukan oleh kekuatan kecerdasan emosional Anda.

Sering sekali ketika uang yang tidak mencukupi kehidupan akan menjadi sumber kekacauan emosi diri. Perasaan takut akan hari esok dan perasaan tidak aman akan menjadi faktor yang membuat diri berada dalam sugesti kekalahan hidup.

Bila hal-hal negatif akibat kurangnya uang membuat Anda cemas dalam setiap momen hidup Anda, maka Anda sesungguhnya belum mampu mengelola potensi emosi baik Anda. Tetapi, ketika Anda sudah mampu mengelola uang Anda di bawah kendali kecerdasan emosional Anda, maka berapa pun jumlah nominal uang Anda akan menjadi kekuatan yang mampu membuat batin Anda nyaman dan tidak takut untuk melihat kebutuhan hari besok.

Di setiap aspek kehidupan Anda, walaupun Anda merasa telah melakukannya secara total dan penuh semangat, tapi bila ada persoalan uang di dalamnya, dan Anda tidak memiliki kecerdasan emosional yang tangguh dan solid, maka Anda pasti berada dalam rasa kurang beruntung dan kurang kaya.

Anda pasti tahu bahwa emosi diri yang selalu merasa tidak cukup dengan jumlah uang yang dimiliki, akan menciptakan batin yang jauh dari rasa bahagia dan damai.

Jika Anda mampu mengelola uang dengan bijak di bawah kendali kecerdasan emosional Anda, di dalam situasi keuangan Anda yang kuat atau pun di dalam situasi keuangan Anda yang sangat buruk, barulah Anda bisa merasakan batin yang merdeka dan bebas dari jajahan uang terhadap diri Anda.

Jika Anda konsisten dalam memanfaatkan kekuatan kecerdasan emosional Anda, untuk bisa tetap bertahan dan berjuang dalam mengatasi berbagai persoalan keuangan Anda, Anda akan menjadi pribadi yang bermental tangguh dengan tanpa rasa takut untuk menghadapi hari esok yang lebih cemerlang.

Jika Anda sulit atau pun tidak mampu menyingkirkan emosi negatif Anda dari persoalan sulitnya keuangan Anda, maka Anda tetap akan berada dalam ketidakbahagiaan dan ketidakdamaian batin dan pikiran Anda di sepanjang hidup Anda.

Ingat! Seberat apa pun persoalan keuangan Anda, jika Anda lakoni dengan kecerdasan emosional Anda, maka Anda akan menjadi semakin kuat untuk menaklukkan persoalan keuangan Anda itu melalui berbagai cara yang kreatif dan strategis.

Singkirkan diri Anda dari perasaan takut dan perasaan marah oleh miskinnya kantong Anda di hari ini. Dan peluklah semua emosi baik diri Anda, lalu berikan motivasi dan pencerahan kepada batin terdalam Anda, untuk bangkit berjuang dalam kekuatan rasa syukur atas apa yang Anda miliki saat ini.

Perasaan marah, kecewa, tidak percaya diri, dan  takut adalah benih-benih dari emosi negatif yang bisa merubah diri Anda menjadi sesuatu yang tidak berharga.

Ketika Anda menjalani setiap nafas kehidupan Anda bersama kekuatan kecerdasan emosional Anda, Anda akan selalu percaya diri dan yakin untuk memperbaiki setiap kekurangan diri dengan sikap tegar, sabar, dan optimistis.

Jadilah pribadi dengan kekuatan kecerdasan emosional diri yang konsisten, miliki komitmen yang kuat untuk meletakkan kekuatan keuangan Anda di bawah kendali emosi baik Anda. Dan, ekspresikan hidup Anda untuk menikmati setiap sisi surga yang ada di dalam diri Anda dan yang ada di luar diri Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com