November 4, 2009
“Perbedaan Antara Orang Kaya Dengan Orang Miskin Adalah Bahwa Orang Miskin Membelanjakan Uang Mereka Lalu Menyimpan Sisanya; Orang Kaya Menyimpan Uang Mereka Lalu Membelanjakan Sisanya.” – Jim Rohn, Motivator
Beberapa waktu yang lalu Radio HardRock Bali mewancarai saya untuk sebuah acara talk show. Tema yang dibahas adalah apakah mungkin karyawan biasa menjadi kaya? Sebuah tema pembahasan yang sangat cerdas dan kreatif.
Sering sekali para pekerja atau karyawan level bawah merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjadi kaya raya seperti orang kaya pada umumnya. Ada kesan bahwa kalau kita bekerja dengan jujur dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan etika kerja, maka kita akan sulit menjadi kaya dan makmur. Sebuah kesan yang sangat salah.
Di sepanjang hidup saya, saya paling suka mengamati kisah-kisah sukses dari orang-orang yang ada disekeliling saya. Dan, ada begitu banyak kisah-kisah pribadi luar biasa yang mampu meraih sukses dan keberhasilan melalui jalan yang jujur dan berintegritas tinggi. Termasuk, para karyawan level bawah dengan gaji sekitar lebih kurang dua jutaan, masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai pribadi istimewa yang mencapai kemakmuran dan kekayaan. Apa rahasianya? Rahasianya adalah melakukan investasi. Rahasianya adalah membelanjakan uang seminimal mungkin dan menabung semaksimal mungkin. Rahasianya adalah memiliki mind set seorang investor dan selalu mencari peluang untuk mencari lahan investasi terbaik dengan risiko minimal.
Saya tidak pernah menyarankan Anda untuk berinvestasi di saham, valas, reksadana, obligasi, dan barang-barang sejenisnya. Saya sarankan Anda untuk melakukan investasi di bidang bisnis, tanah, emas, dan sejenisnya. Saya juga menyarankan Anda semua untuk membaca dan menghayati buku The Beardstown Ladies’ guide to smart spending for big savings, dan juga buku I Can Make You Rich, karya Paul McKenna.
Kehidupan selalu menjanjikan kemakmuran dan kekayaan buat pribadi-pribadi jujur, yang mau bekerja keras dan mau berjuang dengan mind set orang kaya untuk menjadi orang – orang kaya baru. Jadi, apa yang Anda pikirkan akan Anda hasilkan. Bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur, maka Anda pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur dan benar. Tetapi, bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan-jalan gelap yang penuh kecurangan, maka Anda pun pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang penuh dengan ketidakjujuran. Bedanya, kekayaan yang Anda dapatkan dijalan yang benar dan jujur akan memberikan Anda perasaan damai dan bahagia. Sedangkan kekayaan yang Anda dapatkan melalui jalan yang penuh kegelapan, kecurangan, dan ketidakjujuran hanya akan mengantar Anda pada penderitaan hidup.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, karier, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 31, 2009
“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – Laotse
Di setiap pelatihan, saya selalu membangun kepercayaan diri peserta dan mendorong semangat mereka untuk menjadi lebih baik; saya selalu memberikan pujian kepada para peserta tentang kehebatan potensi yang mereka miliki; dan saya juga selalu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap aktifitas dan kepedulian mereka di kelas dengan ucapan terima kasih.
Konsep saya sangat sederhana, yaitu mendorong potensi peserta untuk menjadi lebih terang, mengarahkan potensi peserta kepada misi dan visi perusahaan, dan mengajari peserta untuk selalu merawat semua potensi hebat yang ada di dalam diri mereka. Intinya, saya mengajarai para peserta untuk selalu peduli kepada semua kehebatan yang ada di dalam diri mereka dan sekaligus patuh pada aturan, peraturan, dan etika bisnis perusahaan.
Saya selalu meyakinkan setiap peserta bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pribadi terbaik; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk meningkatkan kinerja di setiap tugas dan tanggung jawab; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk mengurangi dan menghapus semua konflik kepentingan di dalam pekerjaan; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk membangun kualitas diri dengan integritas, dan saya juga selalu meyakinkan setiap peserta untuk tumbuh melalui pengalaman hidupnya yang unik.
Sikap saya untuk membangkitkan kesadaran tertinggi peserta, dan mendorong peserta untuk mencapai kesuksesan tertinggi adalah sebuah sikap untuk memperjelas bahwa kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri akan mengantar mereka kepada keberhasilan tanpa batas.
Saya selalu percaya bahwa setiap orang dilahirkan untuk meraih keberhasilan, dan setiap orang memiliki hak mutlak untuk menjadi seperti yang ia inginkan. Jadi, tugas saya sebagai seorang trainer adalah memberikan selengkap mungkin informasi dan petunjuk yang memungkinkan para peserta untuk menentukan langkah-langkah sukses mereka yang selanjutnya.
Pertanyaannya, apakah cara saya ini mampu mencairkan hati-hati beku yang sudah lama hidup di dalam mind set negatif dan pesimistis. Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya harus merenungkan setiap perilaku dari para peserta training di kelas saya. Pertama, ada peserta training yang secara sukarela membuka gerbang hati dan gerbang pikirannya untuk menerima nilai-nilai positif buat memperbaiki setiap ketidaksempurnaan yang ada di dalam diri mereka. Tetapi, ada juga peserta training yang mempertahankan sikap negatifnya di dalam melihat setiap persoalan kehidupan yang dia temui. Walaupun dipelatihan adalah tempat melakukan proses pembelajaran terhadap nilai-nilai baru, tapi para pemikir negatif tetap berjuang keras untuk mempertahankan ideologi negatif mereka. Dan hal ini membuat saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan pencerahan-pencerahan yang bersifat logika. Jadi, saat beradapan dengan para pemikir negatif, senjata saya adalah melakukan pencerahan melalui logika yang terang. Apakah ini berhasil? Di kelas biasanya berhasil, tapi di kehidupan nyata saya selalu berdoa agar mereka berhasil. Sebab, apakah para pemikir negatif mau merubah ideologi negatif dengan ideologi positif?
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, karier, mind management, motivasi, motivasi spiritual, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 26, 2009
“Melatih Intuisi Sama Dengan Mempertajam Daya Batin Bawah Sadar, Di Mana Hal-Hal Yang Tak Terpikir Oleh Batin Sadar, Dapat Terlihat Oleh Kekuatan Daya Batin Bawah Sadar Melalui Firasat Dan Perasaan Yang Kuat.”- Djajendra
“Intuisi Itu Sama Seperti Masa Otot Tubuh, Bila Tidak Dilatih Dengan Konsisten, Maka Masa Otot Tubuh Akan Menyusut, Dan Demikian Juga Dengan Intuisi, Yang Bila Tidak Dilatih Dan Dikembangkan Secara Konsisten, Maka Kemampuan Intuisi Tersebut Akan Berkurang, Dan Lama Kelamaan Akan Lenyap Dari Potensi Diri.”-Djajendra
“Cara Melatih Intuisi Adalah Dengan Memerhatikan Berbagai Firasat Dan Perasaan Hati, Lalu Mempercayai Semua Perasaan Dan Firasat Tersebut Sebagai Sebuah Pertanda Dari Tuhan.”- Djajendra
Saat seseorang melatih dirinya dengan berbagai sumber kebijaksanaan hidup, maka ia akan memiliki sebuah kekuatan dari pikiran bawah sadar, yaitu yang disebut dengan intuisi. Intuisi secara otomatis memberikan jawaban – jawaban untuk kebutuhan dalam pengambilan keputusan terbaik. Intuisi lebih kuat dibandingkan dengan bakat dan pengetahuan. Intuisi merupakan hasil dari berbagai wawasan, pengalaman, dan pengetahuan yang melebur di dalam pikiran bawah sadar. Ketenteraman jiwa dan pikiran akan membuat intuisi menjadi semakin cemerlang dengan gagasan dan pandangan yang menciptakan hasil maksimal. Intuisi juga akan tumbuh dan menjadi kuat dalam perilaku profesionalisme yang menjunjung pembelajaran dan penghayatan nilai – nilai keberhasilan. Setiap orang memerlukan proses hidup yang panjang dengan pengalaman yang beragam agar kekuatan intuisinya mendekati realitas imajinasinya. Kesadaran yang tulus dalam melihat semua aspek perjalanan hidup akan memberikan nilai – nilai positif ke dalam intuisi seseorang. Intuisi merupakan pancaindra keenam yang mendorong seseorang untuk meraih keberhasilan.
Pertanyaannya pernahkah Anda berniat melatih dan mengembangkan intuisi Anda, menjadi sebuah kekuatan yang membantu Anda dalam mencari solusi-solusi hebat di dalam hidup Anda?. Kalau belum, maka saatnya Anda melirik potensi intuisi Anda untuk digarap secara optimal. Intuisi itu adalah energi sukses yang ada di dalam diri Anda, yang kalau Anda kelola secara profesional, maka ia akan menjadi kekuatan yang mampu membimbing setiap langkah Anda menuju sukses. Intuisi selalu muncul dalam wujud perasaan yang mendorong pikiran sadar Anda, untuk mengambil sikap dan tindakan yang diperlukan dalam mencapai hal-hal terbaik di dalam hidup Anda.
Menurut Ric Giardina, mantan direktur Intel Corporation, yang saat ini bekerja sebagai penulis dan pembicara, bahwa intuisi adalah bagian dari alam bawah sadar yang memberikan sinyal atau tanda, di mana intuisi itu mengetahui sesuatu yang tidak dimengerti oleh kesadaran manusia. Oleh sebab itu, intuisi harus dilatih dan dikembangkan sedemikian rupa agar dapat menjadi sebuah kekuatan batin yang Andal.
Ketika Anda memutuskan untuk melatih dan mengembangkan intuisi Anda, maka Anda sebenarnya telah bergerak ke arah yang lebih tinggi, sebab dengan intuisi yang teroptimalkan dalam hidup Anda, Anda pasti mampu melakukan hal-hal hebat buat sukses Anda.
Intuisi itu sama seperti masa otot tubuh, bila tidak dilatih dengan konsisten, maka masa otot tubuh akan menyusut, dan demikian juga dengan intuisi, yang bila tidak dilatih dan dikembangkan secara konsisten, maka kemampuan intuisi tersebut akan berkurang, dan lama kelamaan akan lenyap dari potensi diri.
Cara melatih intuisi adalah dengan memerhatikan berbagai firasat dan perasaan hati, lalu mempercayai semua perasaan dan firasat tersebut sebagai sebuah pertanda dari Tuhan.
Melatih intuisi sama dengan mempertajam daya batin bawah sadar, di mana hal-hal yang tak terpikir oleh batin sadar, dapat terlihat oleh kekuatan daya batin bawah sadar melalui firasat dan perasaan yang kuat.
Anda harus percaya dan yakin bahwa intuisi itu bukanlah sesuatu hal yang aneh dan tidak pantas, tapi intuisi itu tidak lebih dari sebuah kekuatan batin yang perlu dilatih dan dikembangkan, untuk menjadi kekuatan yang wajar dalam perjalanan hidup Anda.
Kebanyakan orang selalu menyembunyikan dan mengabaikan semua potensi intuisinya, ataupun malu dan takut untuk mengekspresikan intuisinya pada kehidupan nyata. Hal ini pada dasarnya akan merugikan potensi sukses yang ada pada mereka. Sebab, intuisi tidak lain dari energi positif yang bila tidak dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal akan menjadi sia-sia. Intuisi merupakan sebuah kekuatan dari daya batin bawah sadar Anda, yang bila Anda manfaatkan secara optimal, ia mampu mengatasi semua potensi gagal Anda, tapi apabila Anda ragu dan malu melatih intuisi Anda, maka Anda tidak akan pernah memiliki kekuatan intuisi dalam hidup Anda. Hidup ini sebuah pilihan dan pilihan Anda itulah milik Anda.
Untuk memahami persoalan intuisi lebih mendalam silakan baca buku karya Ric Giardina yang berjudul”The Bona Fide Integrity”.
Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
artikel, berita, motivasi spiritual, personal development, self development, spiritual intelligence, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 25, 2009
“Dengan Apa Yang Kita Terima, Keberadaan Kita Hanya Sementara, Namun Kita Hidup Selamanya Melalui Apa Yang Kita Berikan.” – Douglas M. Lawson
“ Anda Tidak Bisa Menghalangi Orang Yang Berkomitmen Untuk Meraih Kesuksesan. Letakkanlah Balok-Balok Untuk Menghalangi Jalannya, Dan Ia Akan Menggunakannya Sebagai Batu Loncatan Dan Memanjatnya Untuk Meraih Sesuatu Yang Besar. Ambillah Uangnya Dan Ia Akan Membuat Kemiskinannya Mendesak Dirinya Agar Makin Maju. Orang Yang Sukses Memiliki Program, Ia Memastikan Kegiatannya Dan Tekun Mengerjakannya, Ia Membuat Rencana Dan Mengerjakannya, Ia Berjalan Lurus Ke Arah Tujuannya. Ia Tidak Tergoyahkan Setiap Kali Kesulitan Menghalanginya. Jika Ia Ditolak, Ia Malah Mengubahnya Menjadi Sebuah Prestasi.” – Joe Griffith, Pembicara Motivasional
“Ketika Orang Dibuat Merasa Aman, Penting, Dan Dihargai, Mereka Tidak Lagi Merasa Perlu Merendahkan Orang Lain Agar Terlihat Lebih Baik.” – Virginia Arcastle
“Sukses Itu Ada Di Dalam Diri Setiap Orang, Hanya Saja Ada Yang Mampu Memahaminya Dan Mengoptimalkannya, Dan Ada Juga Yang Bingung Dalam Keluh-Kesah Mereka.” – Djajendra
“Mudah Untuk Mengenali Para Pemimpin Besar Dan Berbakat Ketika Mereka Terkenal, Namun Bagaimana Halnya Ketika Mereka Belum Memperoleh Nama?” – John C Maxwell, Mentoring 101
“Ketika Bertambah Tua, Saya Memberikan Lebih Sedikit Perhatian Pada Apa Yang Orang Katakan. Saya Hanya Memperhatikan Apa Yang Mereka Lakukan.” – Andrew Carnegie
“Saya Selalu Percaya Bahwa Seseorang Yang Mau Berjuang Bersama Misi Hidupnya, Dan Mau Bersabar Bersama Harapan Dan Impiannya, Pasti Akan Sampai Ke Puncak Sukses Tertinggi Kehidupannya.” – Djajendra
“Masa Depan Ada Di Tangan Orang – Orang Yang Melakukan Pekerjaannya.” – Dr. George W. Crane
“Alasan Mengapa Sangat Banyak Orang Hidupnya Biasa-Biasa Saja Adalah Karena Ketika Peluang Itu Mengetuk, Mereka Ada Di Halaman Belakang, Menanti Keberuntungan Mereka Datang.”- Walter P. Chrysler
“Jangan Pernah Bekerja Sambil Meremehkan Kemampuan Diri Sendiri, Tapi Bekerjalah Sambil Mengembangkan Kualitas Diri Dan Kualitas Dari Orang-Orang Yang Ada Disekitar.”-Djajendra
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
berita, inspirasi, motivasi, motivasi spiritual, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 18, 2009
“Suara Hati Terbaik Pasti Menjadikan Anda Sebagai Pribadi Terhormat, Suara Hati Terburuk Pasti Menjadikan Anda Sebagai Pribadi Tanpa Kehormatan.” – Djajendra
Menjadi pribadi yang berpikir positif tidaklah mudah, Anda harus terlebih dulu berlatih ekstra keras untuk mengusir kalimat-kalimat negatif yang mencoba mengganggu ketenteraman hidup Anda.
Selalu saja akan ada orang-orang berpikiran negatif yang mencoba mempengaruhi niat Anda untuk menjadi pribadi positif. Lantas apakah Anda harus menyerah ditangan orang-orang berpikiran negatif, atau apakah Anda akan berjuang terus untuk menjadi pribadi positif, walaupun saat Anda dikelilingi oleh lingkungan yang berpikiran negatif. Semua keputusan ada di tangan Anda dan hanya Anda yang boleh memutuskannya.
Saat pikiran positif dan pikiran negatif bercampur baur dan mengganggu sistem keyakinan diri Anda, maka Anda membutuhkan terang dan kejernihan pikiran, untuk memperkuat sistem keyakinan Anda menjadi lebih tegas tanpa dalam keraguan.
Miliki kekuatan untuk mendengar suara-suara kebaikan, dan miliki kekuatan untuk mengusir suara-suara negatif dari setiap sel diri Anda. Suara positif mewakili sifat terang yang cendrung menjadikan Anda sebagai pribadi yang baik dengan kehormatan diri yang tinggi, sedangkan suara negatif mewakili sifat kegelapan yang cendrung membuat diri Anda tidak mampu melihat segala hal secara baik. Jadi, biarkan hanya suara-suara kebaikan yang masuk ke dalam pikiran dan emosi Anda, jangan pernah membiarkan suara-suara negatif untuk mampir ke dalam batin, pikiran, dan emosi Anda.
Suara hati yang baik akan mengajarkan hal-hal terbaik buat hidup Anda. Suara hati yang buruk hanya akan menghasilkan hal-hal terburuk di dalam kehidupan Anda. Hidup Anda adalah pilihan Anda. Jika Anda menginginkan menjadi pribadi baik dengan penuh kehormatan diri, maka Anda harus berjuang keras untuk melakukan pengendalian diri secara total, Anda harus rajin memperkuat batin, pikiran, dan emosi Anda dengan kalimat-kalimat baik yang menegaskan kebaikan, kejujuran, kebenaran, kehormatan, dan keberanian diri Anda untuk berkata tidak pada semua suara hati yang buruk.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
ESQ, artikel, berita, emotional intelligence, motivasi, motivasi spiritual, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 12, 2009
“Nilailah Integritas Karyawan Melalui Ukuran-Ukuran Yang Jelas Dan Terukur. Jangan Pernah Memiliki Inisiatif Liar Di Luar Ukuran-Ukuran Yang Disepakati Manajemen Puncak.” – Djajendra
Di dalam sebuah acara pelatihan untuk sebuah perusahaan migas di hotel Abadi Suite, kota Jambi. Seorang peserta bertanya tentang cara mengukur integritas. Dan, memang betul bahwa mengukur integeritas selalu bersifat suka-suka si penilai. Dari pengalaman saya, memang tidak ada sebuah ukuran yang seragam dan pasti dalam menentukan integritas seseorang terhadap perusahaan dan pekerjaan.
Jadi, saya suka dengan pertanyaan si peserta itu. Pertanyaan yang sederhana tapi memiliki dampak yang sangat besar di dalam pengelolaan kualitas dan mutu sumber daya manusia. Oleh karena itu, menurut saya pertanyaan si peserta itu sangat bagus dan sangat cerdas. Memang betul bahwa integritas tidak boleh dinilai secara asal-asalan atau suka-suka. Integritas adalah identitas kepribadian seseorang. Integritas adalah kualitas, mutu, kompetensi, kemampuan, kehormatan diri, kejujuran, dan kepatuhan seorang pribadi terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Artinya, persoalan integritas tidaklah boleh dinilai secara sembarangan atau secara asal-asalan. Lantas bagaimana cara sebuah perusahaan menghitung atau menilai integritas para pegawainya? Pertama, perusahaan harus terlebih dahulu membuat definisi integritas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setelah definisi integritas tersebut disepakati melalui keputusan manajemen level tertinggi, maka selanjutnya menentukan hal-hal yang menjadi ukuran di dalam penentuan integritas karyawan. Semua hal-hal yang bersifat kualitatif harus diberi bobot agar bisa dijadikan kuantitatif. Sebab, selama hal-hal tersebut masih di dalam ukuran kualitatif, maka akan sangat sulit untuk melakukan penghitungan yang bersifat jujur dan adil. Oleh karena itu, setiap bobot yang diberikan kepada setiap kalimat yang mendukung penilaian integritas tersebut haruslah disetujui dan disepakati secara bersama oleh setiap kekuatan diperusahaan. Dan selanjutnya, hasil yang disepakati tersebut wajib dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi di dalam konsistensi yang sempurna.
Para manajer di perusahaan wajib melakukan penilaian integritas karyawan melalui ukuran-ukuran yang jelas, ukuran-ukuran yang telah disepakati secara bersama di level manajemen puncak. Tidak boleh ada manajer yang memperlihatkan sikap pribadi di dalam penilaian integritas karyawan. Para manajer juga wajib memperlihatkan integritas diri masing-masing secara lebih sempurna di dalam melakukan penilaian integritas si karyawan.
Agar para karyawan memiliki integritas yang tinggi terhadap perusahaan, pekerjaan, dan tanggung jawabnya, maka para manajer wajib secara proaktif menginspirasi, memotivasi, dan mendorong energi sukses para karyawan dengan visi dan strategi kerja yang jelas. Para manajer juga harus mampu berpikir berorientasi jangka pendek dan jangka panjang, melalui pengorganisasian, mengalokasikan, pengendalian, dan pemantauan sumber daya secara efektif dan efisien. Termasuk menjadi teladan yang memberi contoh tentang integritas terbaik kepada para karyawan.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, etos kerja, good corporate governance, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 11, 2009
“Hubungan Kepercayaan Yang Dibangun Atas Fondasi Integritas Tertinggi Untuk Saling Memberi Dan Saling Bertoleransi, Tetap Akan Abadi Dan Tidak Akan Pernah Rusak Oleh Badai Kehidupan Apa Pun.” – Djajendra
Ketika saya diminta oleh sebuah perusahaan untuk membangun mental karyawannya dalam rangka mempersiapkan organisasi yang saling mempercayai (trust), mind set saya hanya berpikir kepada sebuah tema “Apakah Anda Bisa Dipercaya?”….Kepercayaan adalah landasan terpenting di dalam bisnis, di dalam kehidupan pribadi, dan di dalam berperusahaan, tetapi sering sekali kebanyakan orang menganggap remeh kepada aspek kepercayaan. Padahal hanya melalui lingkungan kerja yang saling mempercayai, perusahaan akan dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance secara lebih baik.
Konsep Trust (saling percaya) seharusnya menjadi sebuah awal untuk memantapkan diri Anda, agar diri Anda menjadi pribadi yang terpercaya dan yang dapat dipercaya. Ketika diri Anda sudah menjadi pribadi yang dapat dipercaya, maka Anda sesungguhnya telah menjadi pribadi yang mampu menjalankan semua prinsip good corporate governance secara luar biasa. Sikap jujur Anda dan integritas Anda kepada semua aspek kehidupan secara total akan mengantar Anda kepada kekuatan untuk menjadi pribadi yang terpercaya dan pribadi yang selalu dapat dipercaya dalam situasi dan kondisi apa pun. Oleh karena itu, mulai detik ini juga kembangkan integritas Anda melalui sikap, perilaku, emosi, dan mind set yang menjadikan Anda sebagai pribadi terpercaya, atau pun menjadi pribadi yang selalu dapat dipercaya oleh siapa pun.
Di setiap aspek dan fungsi perusahaan diperlukan peran kepercayaan. Peran kepercayaan di dalam penjualan, peran kepercayaan di dalam manajemen, peran kepercayaan di dalam operasional, peran kepercayaan di dalam pengawasan, peran kepercayaan di dalam branding dan pemasaran, peran kepercayaan di dalam layanan pelanggan, peran kepercayaan di dalam administrasi perusahaan, peran kepercayaan di dalam kepemimpinan, dan peran kepercayaan di dalam setiap aspek dan aktivitas perusahaan secara tidak terbatas.
Peran kepercayaan ini harus menjadi alat yang memperkuat setiap orang di perusahaan untuk saling merangkul, saling berkontribusi secara profesional, saling berkolaborasi secara baik, saling mendapatkan kepercayaan, saling memetik hasil kinerja terbaik, dan saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Kebenaran tentang Trust di Bisnis akan membantu Anda memperkuat semua hubungan Anda dan memungkinkan Anda untuk membangun bisnis dan kehidupan pribadi yang kokoh berdasarkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan Anda.
Kepercayaan yang mendalam di organisasi akan memperkuat core value perusahaan kepada penyatuan ke dalam batin para pegawainya, dan semua ini pada akhirnya akan menciptakan cara kerja yang efektif dan yang berkinerja maksimal.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, corporate culture, etos kerja, good corporate governance, good governance, motivasi, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 10, 2009
“Kemiskinan Adalah Salah Satu Alat Yang Digunakan Sang Pencipta Untuk Mendorong Manusia Mengasah Kecerdasannya, Meningkatkan Antusiasmenya, Bertindak Berdasarkan Inisiatifnya, Serta Terus Berupaya Melawan Kekuatan Yang Menentangnya, Agar Bisa Bertahan Hidup.” – Napoleon Hill
“Bila Kemiskinan Diterima Sebagai Tantangan Untuk Upaya Yang Lebih Besar, Kemiskinan Adalah Suatu Berkah. Bila Kemiskinan Diterima Sebagai Kelemahan Yang Tak Terhindarkan, Maka Kemiskinan Adalah Suatu Kutukan Abadi.” – Napoleon Hill
“Semua Kegagalan, Kesalahan, Dan Rasa Frustasi Di Masa Lalu Bisa Diubah Menjadi Berkah Yang Paling Berharga Bagi Manusia.” – Napoleon Hill
“Sifat Manusia Yang Paling Tidak Disukai Tuhan Adalah Rasa Puas Diri, Sikap Suka Menunda-Nunda, Rasa Takut, Dan Kekurangan Yang Dibuat Sendiri. Orang Yang Menumpuk Sifat-Sifat Itu Akan Mendapat Hukuman Berat.” – Napoleon Hill
“Bukannya Berteriak Kesal Atau Gemetar Ketakutan, Tegakkan Kepala Anda Dan Carilah Ke Segala Arah Benih Keuntungan Yang Dibawa Oleh Kesengsaraan.” – Napoleon Hill
“Kita Ada Di Sini, Dan Kita Menjadi Seperti Sekarang Karena Kebiasaan Kita Sehari-Hari.” – Napoleon Hill
“Rasa Sakit Adalah Salah Satu Alat Milik Alam Yang Tercerdas. Sebab, Rasa Sakit Merupakan Alat Yang Membuat Dia Bisa Memaksa Individu Dari Segala Tingkat Kecerdasan Untuk Mematuhi Hukum Perawatan Diri.” – Napoleon Hill
“Alam Memberi Imbalan Kepada Manusia Atas Rasa Sakit Dalam Bentuk Tenaga, Kekuatan, Serta Pengetahuan Yang Muncul Dari Pengalaman Praktis.” – Napoleon Hill
“Analisislah Kegagalan Di Bawah Situasi Apa Pun Yang Anda Pilih, Dan Anda Akan Menemukan Realitas Besar Bahwa Setiap Kegagalan Memiliki Benih Keuntungan Yang Sebanding.” – Napoleon Hill
“Bila Anda Bisa Terus Mencoba Setelah Lusinan Kegagalan, Benih Dari Seorang Jenius Telah Tumbuh Di Dalam Jiwa Anda.” Napoleon Hill
“Seorang Pemenang Tidak Pernah Berhenti Dan Seorang Pesimis Tidak Pernah Menang.” Napoleon Hill
“Apa Pun Yang Bisa Dibayangkan Dan Diyakini Pikiran Manusia, Dapat Dicapai Oleh Pikiran.” – Napoleon Hill
Sumber: Create Your Own Miracles, Karya Napoleon Hill
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
berita, inspirasi, motivasi, motivasi spiritual, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 9, 2009
“Perlu Kerja Keras Dan Upaya Untuk Mencair Bersama Kekuatan Baik Dan Kekuatan Tuhan Agar Bisa Menjinakan Pikiran Bawah Sadar. “ – Djajendra
“Motivasi Adalah Jenis Perasaan Yang Hanya Bertahan Untuk Periode Yang Singkat, Satu Atau Dua Minggu Paling Lama, Kadang Kala Hanya Beberapa Hari.” - Dr. Muruga, Reprogramming Subconscious Mind.
Semakin sering Anda mengalami kehilangan motivasi untuk menjawab semua tantangan kehidupan Anda, maka semakin menjauh rasa percaya diri Anda untuk meraih sukses.
Persoalannya adalah mengapa motivasi bisa begitu mudah redup dan juga bisa begitu mudah terang? Mengapa motivasi yang redup selalu terjadi dan mengganggu perjuangan banyak orang? Ada apa dibalik ketidakkonsistenan pikiran manusia, yang selalu dengan sangat mudah dirusak dan dipengaruhi oleh kekuatan sesaat.
Sering sekali orang-orang bertanya kepada saya bahwa setelah menerima kalimat-kalimat penegasan yang kuat tentang motivasi mereka langsung bersemangat, tapi hanya dalam waktu kurang dari satu bulan semangat dan motivasi mereka selalu memudar. Mereka bertanya “Dimana salahnya?.” Jawaban saya sangat sederhana, salahnya ada pada pikiran bawah sadar.
Banyak orang lupa bahwa diri mereka adalah sebuah dunia otomatis. Dunia otomatis yang telah tercipta sejak lahir untuk menyerap semua gambaran kehidupan duniawi secara total dan menyeluruh. Hal termudah yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengendalikan pikiran sadar atau otak kiri, tapi sangat tidak mudah dan sangat tidak mungkin manusia untuk dapat mengendalikan pikiran bawah sadar atau otak kanan. Kenapa bisa begitu? Jawaban saya adalah itu merupakan rahasia Tuhan atau takdir manusia. Ada hal-hal yang dengan sangat mudah bisa manusia kendalikan, tapi disisi lain ada hal-hal yang perlu kerja keras dan upaya untuk mencair bersama kekuatan baik dan kekuatan Tuhan agar bisa menjinakan pikiran bawah sadar.
Otak kanan kita ini seperti sebuah alat penyimpanan data saja, dan dia akan merekam semua hal disekitar kita dengan sangat detil dan sangat rinci tanpa sepengetahuan otak kiri atau pikiran sadar. Artinya, otak kanan bekerja sesuai takdir kehidupan manusia, dan perlu kekuatan baik dan kekuatan Tuhan untuk membuat manusia mengelola data base yang ada di otak kanan. Oleh karena itu, Anda perlu fokus kepada pembenahan pikiran bawah sadar Anda, atau juga biasa disebut dengan perbaikan sisi otak kanan Anda. Sebab, seiring terekamnya hal-hal baik dan positif ke dalam otak kanan Anda, Anda pun akan semakin percaya diri dan semakin yakin untuk memelihara motivasi dan semangat diri yang tinggi buat keberhasilan Anda bersama kehidupan yang indah ini.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
ESQ, artikel, berita, character building, mind management, motivasi, motivasi spiritual, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 7, 2009
“Loyalitas Adalah Awal Untuk Menghasilkan Kinerja Terbaik. Loyalitas Adalah Awal Untuk Saling Berkontribusi, Saling Berkoordinasi, Saling Berkomunikasi, Saling Membantu Dalam Upaya Menghasilkan Hal-Hal Terbaik Buat Perusahaan Dan Buat Karyawan.” – Djajendra
Sikap loyalitas kepada perusahaan dari waktu ke waktu semakin terkikis oleh godaan uang. Pada saat ini begitu mudahnya seseorang pindah kerja hanya oleh alasan gaji dan fasilitas yang lebih besar dari perusahaan lain. Sepertinya rasa loyal dan rasa cinta pada perusahaan telah hilang oleh rayuan uang dari perusahaan tetangga.
Karyawan sudah tidak memiliki empati terhadap perusahaannya. Uang selalu berbicara di dalam diamnya para pemimpin untuk memperhatikan nasib karyawan, uang telah membuat pikiran teripnotis untuk meraih sukses secara instant dan melupakan semua makna tentang loyalitas. Padahal karyawan adalah inti kekuatan dari sistem dan kultur perusahaan, dan bila inti kekuatan ini hidup dalam keraguan, maka perusahaan pasti sulit mencapai kinerja maksimal.
Sudah saatnya para pemimpin memiliki kesadaran total terhadap karier para karyawannya, demikian juga dengan setiap karyawan seharusnya mendukung perjuangan dan kerja keras perusahaannya untuk menghasilkan kinerja yang hebat.
Hubungan saling mendukung dengan tingkat loyalitas yang tinggi akan mengantarkan perusahaan kelevel kinerja maksimal.
Perusahaan harus memiliki pengharapan yang realistik pada semua kekuatan sumber daya manusianya untuk mencapai visi dan misi perusahaan secara sempurna. Memiliki satu pandangan yang fleksible dalam memperhitungkan rencana dan masa depan kesuksesan perusahaan bersama semua kekuatan manusianya secara total dan utuh.
Kepemimpinan yang beretos kerja super hebat dalam bentuk kesadaran untuk secara tekun dan ulet membangun kualitas kompetensi dan keterampilan semua bawahannya adalah sebuah gaya manajemen yang pro pada kinerja.
Perusahaan selalu mencari kekuatan sumber daya manusia yang dapat dipercaya dan mampu memberi solusi terbaik bagi bisnis. Untuk itu, pemimpin wajib membangun iklim loyalitas dalam mewujudkan semua harapan perusahaan kepada manusianya.
Menata pikiran untuk memperlihatkan loyalitas kepada perusahaan adalah salah satu kekuatan kepemimpinan di masa depan. Bahasa pikiran positif akan membuat pemimpin menjadi terbiasa untuk mengeluarkan perilaku dan tindakan yang bercerita tentang semua kekuatan baik dalam wujud etos kerja yang andal. Menata pikiran loyal akan menunjukkan bahwa kepemimpinan selalu bersikap positif dan jujur dalam Memperjuangkan setiap inci kepentingan perusahaan dalam bingkai kesetiaan yang tidak patut untuk diragukan.
Karyawan dan pemimpin yang berempati akan menemukan kekuatan untuk mencintai pekerjaan yang sedang ditekuni. Sebuah etos kerja loyalitas hanya akan ada pada saat semua kekuatan manusia perusahaan menyatu dalam kecocokan lingkungan dan jenis pekerjaan yang mereka jalani. Semakin senang mereka dengan hasil kinerja mereka di pekerjaan mereka, maka secara otomatis perasaan ikhlas yang tulus akan mengarahkan mereka untuk membuktikan pengabdiaan tanpa batas kepada perusahaan. Mencintai pekerjaan adalah sebuah etos kerja yang akan menguraikan tindakan, strategi, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memelihara keunggulan kompetitif sumber daya manusia dalam menjawab setiap tantangan dari loyalitas yang muncul akibat perubahan. Semakin sering berkerja dengan berfokus kepada kinerja optimal, akan menjadi semakin cemerlang kualitas loyalitas dari manusia perusahaan. Dengan memiliki integritas kepada kualitas, produktivitas, dan fokus kepada hasil kinerja terbaik, berarti telah berpartisipasi untuk membangun etos kerja yang andal dalam lingkungan kerja perusahaan.
Kinerja maksimal merupakan tujuan utama setiap organisasi bisnis, dan dengan memiliki etos kerja yang berfokus kepada kinerja, manusia perusahaan telah memberikan jawaban positif untuk memperoleh manfaat dari sikap loyal mereka pada perusahaan, sikap loyal pasti mendorong etos kerja yang menindaklanjuti tugas, artinya tidak akan terjadi peristiwa menunda pekerjaan, yang ada adalah sikap proaktif untuk menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin. Sikap loyalitas karyawan dan pimpinan pada perusahaan harus didukung dengan sistem informasi yang benar, misi pekerjaan yang jelas, prosedur dan kebijakan mengerjakan pekerjaan secara hebat, kualitas sumber daya yang tepat.
Sumber daya manusia yang loyal selalu mampu melakukan tindak lanjut pekerjaan dalam sinergi yang melibatkan semua pihak secara proporsional untuk memantau kemajuan dan menerima bantuan lebih lanjut.
Sumber daya manusia yang proaktif dalam menindaklanjuti semua pekerjaan, dalam sikap loyalitas yang tinggi, dengan kesadaran atas tanggung jawab, akan memberi kekuatan pada perusahaan untuk menciptakan nilai-nilai loyalitas sebagai etos kerja.
untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis dan karier, character building, etos kerja, karier, loyalitas, motivasi, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA