Cerdas Berkomunikasi Dan Memberi Pelayanan Terbaik Kepada Customer

Oktober 3, 2009

” Saat Anda Mampu Berkomunikasi Secara Bijak, Saat Anda Mampu Memberi Pelayanan Prima Secara Cerdik, Maka Sejak Detik Itu Anda Akan Menjadi Bintang Yang Bersinar Terang Bersama Organisasi Anda, Dan Anda Akan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Di Hati Dan Pikiran Customer Anda.”-Djajendra

Ada dua hal terpenting saat Anda melayani customer Anda, yaitu komunikasi dan pelayanan prima.  Komunikasi yang bijak adalah seperti darah bagi sistem pelayanan organisasi, sedangkan pelayanan prima yang cerdik adalah seperti zat-zat terpenting untuk kesehatan sistem organisasi Anda. Jadi, jika tidak ada komunikasi maka tidak ada pelayanan prima, dan jika tidak ada pelayanan prima maka bisnis dan organisasi Anda akan terseok-seok dalam ketidakpastian.

Ingat, pelayanan prima adalah suatu hubungan, maka komunikasi adalah sangat penting dalam membuat hubungan itu menjadi lebih sempurna. Komunikasi yang lebih sempurna dalam balutan nilai-nilai profesionalisme dan kebaikan, akan mendorong semua aspek kerja dan unit kerja untuk proaktif melakukan pelayanan prima berkualitas terbaik.

Anda pasti tahu sebuah hubungan bisnis yang kuat harus mau memahami dua persepsi secara bijak, yaitu persepsi korporasi dan persepsi customer. Oleh karena itu, korporasi yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan berkualitas prima, selalu melibatkan setiap customernya dalam perjalanan panjang untuk meraih sukses tanpa batas yang abadi. Sedangkan korporasi tanpa visi pelayanan yang jelas akan bingung memahami kedua persepsi tersebut secara bijak, sehingga tanggung jawab nya untuk pelayanan berkualitas prima menjadi kabur dan tidak fokus.

Anda yang mewakili korporasi haruslah selalu bijak untuk bersikap baik kepada semua customer. Anda harus mau dan mampu berkomunikasi dengan kekuatan total dari sikap baik Anda. Ingat, tanpa customer Anda adalah pengangguran, tanpa customer Anda sulit untuk menjalankan kehidupan yang wajar, tanpa customer Anda tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup Anda. Jadi, berkomunikasilah dengan sikap baik kepada setiap customer Anda, dengarkan suara keluh kesah customer Anda dengan kepedulian tinggi, jelaskan semua pelayanan Anda untuk memudahkan customer Anda menerimanya secara menyenangkan, berbicaralah dengan niat baik untuk membantu semua kebutuhan customer Anda tanpa menyakiti perasaan mereka, dan pastikan Anda adalah pribadi baik hati yang manis dalam bertutur kata.

Mendidik dan melatih diri Anda untuk bersikap baik dan bersikap manis kepada customer, adalah sebuah keunggulan buat Anda, bisnis Anda , dan organisasi Anda. Bangunlah fondasi kokoh bersama tiang-tiang pelayanan yang kuat dan tangguh. Pastikan Anda memiliki hubungan komunikasi yang akrab dalam bingkai kekuatan sikap baik Anda, agar para customer Anda menyukai semua pelayanan prima Anda.

Ucapkan kata-kata yang menyenangkan hati customer, kata-kata baik yang penuh dengan etika, sopan santun, dan kebaikan.

Customer adalah bagian utama dari kisah perjalanan sukses Anda dan korporasi Anda. Untuk itu, pastikan Anda selalu peduli sebagai  penghubung korporasi, yang tulus dan jujur dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dengan customer Anda.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah sikap mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, presentasi, meminta maaf atas kesalahan, memberi penjelasan atas kekurangan, dan menanggapi semua komplain secara bijak yang pro customer.

Salah satu kunci dalam setiap bahan komunikasi adalah sikap bijak dan sikap baik. Sikap bijak dan sikap baik yang tepat dapat mengakibatkan Anda bersama bisnis Anda meraih sukses tanpa batas.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tim Yang Solid, Artinya Saling Mendukung Secara Emosional Dan Profesional Di Setiap Tantangan Kerja

Juli 17, 2009

“Jika Anda Bersedia Berpikir Positif Terhadap Hal Apa Pun, Anda Pasti Tidak Akan Melihat Hal-Hal Negatif Di Dalam Hidup Anda.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Kami bekerja di sebuah tim sales, tapi sering sekali masing-masing individu ingin tampil lebih menonjol dihadapan manajer. Apa yang harus dilakukan agar tim kami selalu solid? Sebagai informasi, walaupun kami bekerja dalam tim, perusahaan memiliki system bonus buat individu yang berhasil menjual lebih. Mohon pencerahannya, pak. Terima kasih. Joy Sukma, Surabaya.

Djajendra Menjawab!

Dear Joy Sukma,

Kalau ingin bekerja dalam sistem tim, maka sistem penilaian kinerja, kompensasi atau bonus haruslah bersifat transparan, adil, jujur, dan penuh tanggung jawab. Bila semuanya jelas, maka sifat ingin menonjolkan diri dihadapan manajer dapat diminimalkan.

Salah satu kekuatan dalam kerja tim adalah bekerja saling bahu-membahu dengan setiap anggota tim lainnya. Sebab, setiap individu di dalam tim melakukan perjalanan bersama. Dalam kisah Anda, Anda dan rekan-rekan setim melakukan perjalanan bersama untuk memenuhi target penjualan. Jadi, selama setiap orang berada dalam satu kendaraan, satu tujuan yang sama, maka tidak ada alasan untuk saling membenci atau pun untuk saling berprasangka buruk. Solid artinya kompak secara emosional, lakukan hal-hal yang bisa membuat rekan-rekan Anda menjadi senang dengan cara kerja Anda. Ingat, bekerjalah dengan realitas yang ada, lalu jadilah pribadi yang unggul, yang selalu mampu menciptakan energi positif dalam tim.

Perlu dipahami, mungkin saja tidak semua anggota tim memiliki daya tahan dan berkemampuan yang sama. Biasanya, individu-individu dengan berkemampuan intelektual yang rendah, akan berupaya memperkuat kekurangannya itu dengan cara-cara emosional, yaitu melalui pendekatan pribadi. Hal ini pasti menciptakan pemandangan yang tidak enak dilihat, seperti yang mungkin Anda alami saat ini di tim Anda. Cara mengatasinya, perusahaan harus memiliki sistem untuk mengetahui batas kemampuan anggota tim. Sebaiknya, jangan memberikan beban kerja yang berlebihan kepada individu-individu yang berkemampuan rendah, nanti hasilnya mereka hanya akan memfokuskan dirinya untuk mendekati manajer. Sekian dulu, ya, Joy. Saya doakan Anda selalu sukses bersama tim sales Anda. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Bisnis Yang Kuat Butuh Salesman Yang Tangguh

Juli 9, 2009

“Salesman Bukanlah Profesi Yang Bersembunyi Di Balik Telepon Dan Meja Kerja, Tapi Salesman Adalah Profesi Yang Bergerak Dari Satu Pasar Ke Pasar Berikut, Dari Satu Distributor Ke Distributor Berikut, Dari Satu Pelanggan Ke Pelanggan Berikut. Intinya, Salesman Yang Tangguh Itu Adalah Pribadi – Pribadi Yang Pintar Mencari Uang Untuk Mengisi Kas Perusahaan.” – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari seorang client, yang isinya meminta saya membuat sebuah pelatihan untuk salesman. Isi dari email ini mengatakan bahwa pelatihannya ini tidak boleh berbicara tentang konsep atau pun teori marketing, tapi yang dibahas itu adalah hal-hal yang mampu menggerakkan hati salesman untuk berjuang mengisi kas perusahaan. Intinya, isi email dari client tersebut meminta saya membuat training untuk menjadikan para salesman ahli dalam mengkonversi produk menjadi uang tunai.

Client yang mengirim email ke saya ini adalah pemilik yang sekaligus menjadi “Executive Director” diperusahaan tersebut. Jadi, beliau sangat mengetahui bahwa bisnis yang baik itu harus didukung oleh salesman yang pintar mencari uang untuk perusahaan, dan beliau dengan sangat cerdas langsung memfokuskan kekuatan salesmannya hanya untuk berpikir dan bertindak mengisi uang ke kas perusahaan.

Kegagalan salesman untuk mengkonversi produk menjadi uang tunai akan berdampak besar pada kegagalan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang sesuai rencana.

Salesman adalah kunci kesuksesan perusahaan. Para salesman harus menjadi orang-orang terdepan, yang harus berani mengetuk pintu hati para pembeli, dengan sikap penuh percaya diri untuk menjual produk dengan sukses.

Menurut client saya ini bahwa tugas terpenting salesman seharusnya adalah memberikan perhatian total kepada cara atau pun upaya untuk menguangkan barang, dan sekaligus membangun hubungan baik yang bersifat jangka panjang dengan pelanggan. Lalu, beliau juga mengatakan bahwa saat salesman mulai tidak fokus kepada upaya menguangkan barang, maka secara  perlahan – lahan insting menjual mereka akan hilang, dan lama-kelamaan mereka tidak lagi memiliki nilai lebih dalam berbisnis dengan pelanggan.

Saya pribadi sangat setuju dengan pandangan client saya ini. Saya yakin bahwa salesman yang cerdas akan selalu melatih insting menjualnya dengan berbagai teori dan konsep yang baik. Sebab, mereka tahu bahwa kalau ingin menjual sebanyak mungkin, mereka harus selalu melatih dan mempertajam insting menjualnya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru, agar dirinya menjadi pribadi unggul yang tangguh dan yang tak terkalahkan di dalam menjual.

Salesman bukanlah profesi yang bersembunyi di balik telepon dan meja kerja, tapi salesman adalah profesi yang bergerak dari satu pasar ke pasar berikut, dari satu distributor ke distributor berikut, dari satu pelanggan ke pelanggan berikut. Intinya, salesman adalah orang-orang yang harus pintar menjalani relasi baik dengan banyak orang.

Tanpa kecerdasan salesman dalam menjual produk, perusahaan akan kehilangan bisnis. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus selalu bekerja ekstra keras untuk memberikan semangat dan motivasi kepada setiap salesman, agar para salesman mau bertindak proaktif dalam upaya menguangkan produk secepat mungkin. Salesman yang hebat tidak hanya akan memikirkan menjual produk atau jasa prusahaan, tapi dia juga akan memikirkan menjual reputasi dan kredibilitas perusahaan kepada pelanggannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Maju Terus Pantang Mundur

Juli 4, 2009

“Dengan Kekuatan Motivasi, Seorang Pribadi Harus Bisa Menyemangati Dirinya Sendiri, Untuk Mengupas Setiap Kemampuan Diri Sendiri Buat Mencapai Prestasi Tertinggi.” – Djajendra

Seminggu yang lalu saya diundang menjadi pembicara di acara outing sebuah perusahaan properti untuk tim front liner dari divisi marketing. Para peserta outing ini adalah pribadi-pribadi yang sangat cerdas dan penuh antusias untuk mempelajari hal-hal baru. Buat saya sebagai pembicara hal ini menjadi sangat menguntungkan. Sebab, ketika para audience mau bersikap kritis, antusias, berenergi positif, fokus, dan penuh perhatian kepada topik yang dibahas; maka sangatlah mudah untuk saya dalam memberikan sugesti ke dalam batin terdalam tentang nilai-nilai pelayanan terbaik.

Saya melakukan presentasi dengan menggambarkan pentingnya faktor-faktor kekuatan dari dalam diri sendiri untuk membangun budaya pelayanan yang berkinerja tinggi; mengembangkan relasi positif dengan client, kolega, dan manajer; serta kemampuan memimpin diri sendiri untuk memiliki kekuatan karisma pelayanan yang tegas, lugas, dan kreatif.

Ruang tempat saya berbicara menjadi sangat bersahabat dengan pribadi-pribadi dewasa yang beraura positif. Hal ini biasanya menandakan para audience adalah pribadi-pribadi pilihan yang memang berniat tulus dan bersemangat tinggi untuk mempelajari hal-hal baru, tanpa pernah mau menyombangkan pendidikan dan pengalaman pelayanan mereka yang luar biasa kaya itu. Dan biasanya tipe pribadi-pribadi seperti ini tidak akan pernah kehilangan keyakinan dan kepercayaan untuk memberikan hal-hal terbaik kepada orang lain, walaupun itu di saat mereka sedang menghadapi kenyataan paling buruk di pekerjaan.

Dalam sesi tanya jawab seorang peserta berdiri dan mengacungkan tangan lalu berbicara seperti ini. “Sudah empat bulan ini penjualan tim kami turun tujuh puluh persen, penghasilan tim kami sangat tergantung dari komisi penjualan,” kata dia. ”Kami beruntung berada dalam tim yang selalu saling memberi motivasi kepada satu sama lainnya, untuk selalu sabar dan tidak sedikitpun berpikir untuk menyerah di dalam situasi sulit. Kami setiap hari hanya berbicara untuk bekerja lebih keras agar bisa meningkatkan kembali penjualan di masa penurunan ini. Prinsip kami maju terus pantang mundur.” kata dia lagi sambil memperkuat semangat dan motivasinya untuk tetap tegar dan berjuang lebih keras di saat-saat sulit.

Saya pribadi sangat kagum dengan mind set orang tersebut, dan rasa kagum itulah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel ini. Jelas, artikel ini saya buat agar saya bisa selalu teringat tentang semangat yang luar biasa dari orang-orang luar biasa di masa sulit mereka.

Para audience saya di acara outing tersebut adalah pribadi – pribadi sukses yang sedang mendapat cobaan dalam bentuk penurunan target penjualan. Tetapi semangat mereka seinci pun tidak turun, mereka tetap percaya diri untuk meraih keajaiban-keajaiban di masa sulit mereka. Mereka tahu bahwa keberhasilan itu bukanlah kerja sesaat, tapi merupakan rangkaian yang harus dirajut helai demi helai dengan sikap sabar dan tegar.
untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sikap Baik Adalah Faktor Paling Penting Untuk Bisa Memahami Bahasa Pelanggan

Juni 24, 2009

”Seorang Penjual Yang Cerdas Selalu Berupaya Untuk Bisa Memahami Bahasa Para Pelanggan, Agar Dia Bisa Memberikan Kejujuran Dan Kebenaran Buat Para Pelanggan.” – Djajendra

Jika saja Anda cerdas memahami bahasa pelanggan, Anda tidak akan pernah kesulitan untuk meyakinkan para pelanggan Anda supaya selalu setia dengan produk dan jasa Anda. Bahasa pelanggan adalah bahasa keinginan dan kebutuhan pelanggan atas sebuah produk atau pun jasa. Pelanggan pasti menderita jika semua janji-janji dan komitmen penjual hanya sebatas kebohongan. Dan tak ada pelanggan yang merasakan kepuasan dan kenyamanan saat kebutuhan dan keinginan mereka dibohongi oleh penjual.

Seorang penjual yang cerdas selalu berupaya untuk bisa memahami bahasa para pelanggan, agar dia bisa memberikan kejujuran dan kebenaran buat para pelanggan. Buat dirinya sangatlah mudah untuk mempelajari bahasa perusahaan daripada bahasa pelanggan, tapi dia tahu bahwa bila dia ingin berprestasi tinggi, maka dia wajib memahami bahasa para pelanggan.

Seorang penjual sejati tidak pernah bisa diam dalam ketidakpeduliannya kepada pelanggan. Kalaupun dia sulit memahami bahasa para pelanggan, dia akan selalu berpikir dengan kreatif untuk memberikan semua kebaikan, dia tidak akan pernah mau mengkhianati profesinya sebagai penjual sejati, dia hanya fokus untuk menjual kebenaran dan kejujuran kepada siapa pun.

Selalu saja perusahaan dan penjual hanya mengejar target keuntungan maksimal dengan berbagai cara, yang sering sekali mengabaikan bahasa pelanggan. Padahal, untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara terus-menerus, perusahaan dan penjual wajib membangun loyalitas para pelanggan kepada perusahaan, produk, dan jasa yang ditawarkan. Dan loyalitas pelanggan ini hanya bisa dibangun, saat perusahaan dan penjual cerdas memahami bahasa pelanggan secara utuh dan total.

Bahasa pelanggan ini hanya bisa dipahami dengan cara melakukan riset dan pengembangan untuk memahami setiap titik perubahan perilaku pelanggan. Perusahaan dan penjual tidak boleh berpikir bahwa relasi dengan pelanggan adalah sebagai rutinitas dan kewajiban. Tetapi, mampu melihat relasi dengan pelanggan sebagai kreatifitas tanpa batas yang selalu harus diperbaruhi dengan hal-hal hebat, yang membuat pelanggan semakin loyal dan semakin cinta kepada perusahaan, produk, jasa, dan pelayanannya.

Kreatifitas tanpa batas ini harus bisa memuaskan selera pelanggan. Dan semunya harus disosialisasikan sedemikian rupa dalam beragam pendekatan, untuk menanamkan kebenaran dan kejujuran tentang brand image perusahaan di benak pelanggan.

Nilai – nilai yang terkandung dalam bahasa pelanggan adalah nilai – nilai yang memudahkan, memuaskan, memanjakan, dan menyenangkan perasaan dan pikiran pelanggan. Artinya, perusahaan dan penjual harus berkomitmen untuk bersikap konsisten dalam mendistribusikan segala kebaikan dan segala kemanfaatan buat para pelanggan.
untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Yang Memuaskan Indera Konsumen

Juni 16, 2009

”Pelayanan Yang Baik Selalu Dimulai Dari Sikap Baik Dan Antusias Si Karyawan Untuk Menjadi Orang Baik, Yang Bisa Memberikan Kebahagiaan Kepada Orang Lain Secara Utuh Dan Total.” – Djajendra

Setiap perusahaan sudah saatnya untuk berbenah diri menuju kepada pelayanan yang memuaskan indera konsumen. Indera atau indria merupakan alat penghubung atau kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran pikiran, intelektual, spiritual dan emosi dengan material lingkungan.

Pelayanan konsumen ini tidak hanya sebatas memuaskan panca indera si konsumen, tapi lebih dalam lagi memuaskan indera pikiran, spiritual, emosi, dan intelektual si konsumen.

Ketika Anda mengeluarkan seluruh energi dan potensi Anda untuk memberikan pelayanan yang terfokus kepada upaya memuaskan indera konsumen, maka pelayanan Anda itu akan lebih manusiawi, akan menjadi lebih sopan-santun dengan senyum yang membahagiakan hati konsumen. Di mana, konsumen Anda akan merasakan keramah-tamahan pelayanan yang memuaskan indera mereka.
Pelayanan yang memuaskan indera konsumen ini, wajib dibarengi dengan perbaikan sistem, prosedur, teknologi, etika, mind set, dan infrastruktur yang siap melayani konsumen dengan segala sikap baik yang profesional dan total. Termasuk, produk dan jasa yang Anda jual haruslah disesuaikan dengan manfaat dan kebutuhan konsumen, dengan harga yang berdaya saing, dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Ingat! Pelayanan yang baik selalu dimulai dari sikap baik dan antusias si karyawan untuk menjadi orang baik, yang bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain secara utuh dan total. Oleh karena itu, sebelum melayani konsumen, karyawan harus terlebih dulu merasakan bahagia, damai, sejahtera, merasa cerdas secara emosi dan intelektual. Pastikan perusahaan telah memperhatikan semua kebutuhan indera karyawan, agar indera karyawan mampu menjadi energi yang memberikan pelayanan sempurna.

Setiap unit kerja di perusahaan haruslah memperlihatkan produktifitas kerja yang sempurna, lalu menciptakan mutu pelayanan terbaik agar mampu memuaskan indera konsumen.

Dari waktu ke waktu secara bertahap perusahaan perlu melakukan reposisi untuk meningkatkan mutu, kualitas, reputasi, dan kredibilitas pelayanannya menjadi lebih sempurna. Jadi, perusahaan harus selalu sadar bahwa musuh dari terbaik adalah lebih terbaik. Oleh karena itu, sampai kapanpun perusahaan tidak boleh berpuas diri untuk merasa nomor satu, tapi harus selalu berinovasi untuk melakukan perubahan-perubahan buat memberikan pelayanan yang lebih santun dan lebih berkualitas.

Perusahaan harus terus menerus berinovasi untuk meningkatkan citra pelayanannya, dari yang sekedar memuaskan panca indera konsumen menuju kepada pelayanan yang memuaskan emosi, logika, akal sehat, batin, pikiran, rasa bahagia dan rasa damai konsumen.

Seluruh karyawan haruslah dilatih untuk menjadi customer  relation (CR) atau public relation (PR) nomor satu terbaik di dalam melayani perusahaan. Setiap karyawan harus bisa memberikan informasi, penjelasan, dan keterangan yang memuaskan  hati dan pikiran konsumen. Setiap orang di perusahaan harus memiliki mind set untuk menjadi pribadi yang mampu berbicara tentang segala kekuatan dan kebaikan perusahaan kepada konsumen. Barulah  pelayanan yang memuaskan indera konsumen bisa dimulai!

Masing – masing pribadi karyawan haruslah memiliki keunggulan-keunggulan diri yang unik, yang bisa menyentuh hati terdalam konsumen, untuk merasakan indahnya dan sempurnanya pelayanan perusahaan kepada konsumen. Keunggulan-keunggulan yang spesifik dan pribadi ini harus menjadi nilai tambah setiap pribadi buat baktinya kepada pelayanan konsumen terbaik.

Perusahaan harus memiliki rasa peduli yang tinggi untuk menyiram karyawan-karyawannya dengan nilai-nilai kebaikan. Di mana, penyiraman nilai-nilai kebaikan ini harus dilakukan setiap detik di setiap nafas kehidupan si karyawan, agar karyawan terbiasa untuk bersikap baik, sopan santun, dan selalu memberikan senyum tulus kepada konsumen.

untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

Mei 31, 2009

”Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1. Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.  Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati.  Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.  Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan.

Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Kolaboratif Marketing Untuk Melayani Customer

Mei 30, 2009

“Setiap Niat Baik Untuk Memberikan Kemudahan Buat Pelanggan, Pasti Menarik Hal-Hal Luar Biasa Buat Keuntungan Bisnis.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Saya sudah dua tahun ini berusaha di bidang perbengkelan. Bengkel saya ini melayani service motor dan mobil. Sekarang ini saya sedang berencana meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan salah satu rencana saya adalah melakukan service dari rumah ke rumah. Mohon tips nya?  Terima kasih. Bagio, Ubud-Bali.

Djajendra menjawab!

Dear Bagio,

Masa depan marketing akan menjadi pelayanan yang bersifat person to person, yang bersifat pelayanan yang sangat pribadi untuk memenuhi kebutuhan dan selera individu. Pelayanan seperti ini hanya bisa terwujud, saat produsen dan konsumen mampu berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa yang sesuai selera dan kebutuhan pribadi si konsumen.

Rencana Anda untuk meningkatkan pelayanan pelanggan dengan melakukan service motor dan mobil dari rumah ke rumah, haruslah didukung dengan konsep kolaboratif marketing. Di mana, kolaboratif marketing akan membuat bengkel Anda lebih fokus kepada selera dan kebutuhan pribadi pelanggan Anda. Untuk itu, siapkan sumber daya manusia bengkel Anda secara total untuk memiliki mind set kolaboratif marketing, yang tidak sekedar hanya menjaga hubungan baik melalui pelayanan prima, tapi juga lebih mendekatkan diri kepada pelanggan, untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pelanggan, melalui sikap pelayanan yang berlandaskan emosi baik dan pikiran positif yang kreatif. Sekian dulu ya, Bagio, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Memutar Uang Melalui Bisnis Door To Door

Mei 21, 2009

“Jika Pada Pertama Kalinya Anda Berhasil, Berhentilah Mencoba-Coba.” – Warren Buffet, The TAO Of Warren Buffet

Dear Pak Djajendra,

Saya seorang ibu rumah tangga. Awalnya, karena penghasilan dari pekerjaan kantor tak cukup untuk membiayai sekolah anak, saya memulai bisnis kue kering dan pakaian dari rumah ke rumah. Alhmdulillah, dari modal awal 200 ribuan rupiah, bisnis door to door saya ini berkembang dan beromset 30 jutaan perbulan. Keuntungannya sudah cukup untuk membiayai pengeluaran rumah dan sekolah anak-anak. Sekarang ini saya berpikir untuk berhenti bekerja dan memulai usaha ini dari sebuah mall. Mohon sarannya, terima kasih. Liza, Cileduk, tangerang.

Djajendra Menjawab!

Dear Ibu Liza,

Sesungguhnya Anda adalah seorang enterpreneur sejati, sebab Anda telah berhasil membangun fondasi kerajaan bisnis door to door Anda dengan luar biasa. Kemampuan dan keuletan Anda dalam memutar uang dari 200 ribu rupiah menjadi 30 jutaan rupiah, adalah prestasi cemerlang yang harus Anda tingkatkan terus ke arah yang lebih tinggi. Tentang keinginan Anda untuk berhenti bekerja dan memulai usaha dari sebuah mall, adalah sebuah langkah berani yang harus Anda renungkan secara bijak. Ingat, ketika Anda melakukan transformasi terhadap model bisnis Anda dari door to door yang dinamis ke sebuah lokasi statis seperti mall, Anda sebenarnya telah mengambil risiko dari model bisnis Anda di mall.

Selama ini Anda telah sukses bersama model bisnis door to door, dan jika Anda ingin memulai model bisnis baru di lokasi mall, Anda sebaiknya tetap mempertahankan model bisnis door to door, dan menjadikan lokasi Anda di mall itu sebagai show counter yang mendukung model bisnis door to door Anda. Kalau memungkinkan, coba kembangkan model bisnis door to door yang Anda jalani saat ini ke model bisnis multi level. Untuk rencana bisnis Anda di mall, mulailah dengan hati tenang dan pikiran terang. Lalu, buatlah rencana yang bisa Anda laksanakan di show counter Anda di mall. Rencana seperti biaya-biaya yang harus Anda keluarkan haruslah dipertimbangkan dan direncanakan secara profesional. Pastikan juga bahwa di mall, Anda tidak akan kesulitan untuk mendapatkan customer baru. Siapkan juga cadangan keuangan untuk berjaga-jaga terhadap berbagai kemungkinan atas kesempatan dan tantangan dalam perjalanan bisnis Anda di mall. Terakhir, bangunlah brand image yang sesuai mimpi dan harapan Anda. Jadikan brand image bisnis Anda dicintai dan dipercayai oleh customer Anda. Sekian dulu ya, Liza, semoga bisnis Anda sukses terus. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Sempurna Dalam Bisnis Rumah Makan

Mei 17, 2009

”Jiwa Terdalam Dari Para Front Liner Bisnis Rumah Makan Haruslah Didasari Oleh Prinsip Pelayanan Yang Berkarakter Ikhlas, Tulus, Luwes, Berempati, Baik Hati, Jujur, Sopan Santun, Bekerjasama, Penuh Senyum, Serta Bermental Positif Untuk Memahami Orang Lain Dalam Setiap Proses Kerja.” – Djajendra

Bisnis rumah makan adalah bisnis yang dianggap oleh banyak orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam situasi apa pun. Orang selalu memiliki alasan bahwa setiap orang perlu makan, jadi bisnis makanan tidak akan pernah mati. Realitas menunjukkan bahwa bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang paling mudah untuk dibuka dan juga paling mudah untuk bangkrut. Sering sekali para pemula memulai bisnis rumah makannya karena mereka tergiur oleh untung besar yang dijanjikan oleh bisnis ini. Selain itu, selalu saja orang beranggapan bahwa menjalankan bisnis rumah makan adalah hal yang sangat mudah untuk ditekuni. Padahal ada begitu banyak kebangkrutan dalam bisnis rumah makan, yang pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan manajemen pelayanan sempurna, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Di mana, hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan si pebisnis rumah makan untuk menjaga kontinuitas dari bisnis rumah makan yang dia jalankan.

Kalau Anda ingin menjalankan bisnis rumah makan, hal terpenting yang harus Anda pahami adalah pelayanan sempurna yang berbasiskan kepada kualitas, harga, dan rasa makanan yang sesuai dengan target pasar Anda. Kemudian, Anda harus mampu memfungsikan semua karyawan, tanpa terkecuali, untuk merawat dan melayani setiap pelanggan secara sempurna dalam balutan sikap baik yang profesional.

Seiring dengan perkembangan teknologi pemerosesan makanan dan teknologi pelayanan pelanggan, maka berkembang pula fungsi dari setiap karyawan untuk lebih mendukung reputasi dan kredibilitas rumah makan.

Salah satu aspek pelayanan sempurna yang harus menjadi perhatian penuh dari Anda dan karyawan adalah aspek kenyamanan, keselamatan dan keamanan dari kualitas makanan yang disajikan. Ingat, pelanggan yang mendapatkan informasi secara rinci tentang kualitas makanan yang Anda sajikan itu akan membuat si pelanggan menjadi loyal terhadap rumah makan Anda. Sikap jujur Anda terhadap gizi dan kualitas makanan, harus diikuti oleh cara pengelolaan yang sehat dan bersih. Setiap kebaikan yang Anda ciptakan buat pelanggan Anda akan menghasilkan keuntungan berlipat buat bisnis rumah makan Anda.

Fungsi front liner rumah makan dalam pelayanan sempurna harus menjadi pelayan yang bijaksana dan baik hati, serta cerdas memainkan perannya sebagai icon rumah makan, yang selalu bersikap baik dalam ramah-tamah pelayanan kepada setiap pelanggan.

Front liner juga wajib bekerja dengan tegar dan efektif dalam setiap situasi yang berbeda, untuk mengatasi berbagai sikap dan perilaku pelanggan yang beragam dan mungkin kadang terasa aneh.

Sikap menyingkirkan ego diri untuk menjadi lebih kooperatif dengan pelanggan adalah wajib hukumnya buat para front liner.

Setiap pribadi front liner harus memiliki keyakinan dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sebuah tugas pelayanan pelanggan dengan efektif, produktif, dan efisien

Kecerdasan emosional front liner untuk bisa memahami perasaan dan kebutuhan pelanggan, adalah fondasi terpenting dalam memberikan pelayanan sempurna yang berkualitas.

Jiwa terdalam dari para front liner bisnis rumah makan haruslah didasari oleh prinsip pelayanan yang berkarakter ikhlas, tulus, luwes, berempati, baik hati, jujur, sopan santun, bekerjasama, penuh senyum, serta bermental positif untuk memahami orang lain dalam setiap proses kerja.

Manajemen rumah makan wajib membangun  standard pelayanan pelanggan yang sesuai dengan keunikan rumah makan tersebut.  Standard pelayanan pelanggan ini seharusnya dapat digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja dari para front liner dan para non front liner rumah makan. Dengan tujuan untuk memahami besarnya produktifitas yang mereka hasilkan sebagai wujud dari kontribusi mereka terhadap bisnis rumah makan. Juga, dengan adanya standard pelayanan pelanggan ini dapat menimbulkan kesadaran beretika dalam melaksanakan pelayanan sempurna, serta dapat menjadi acuan bagi rumah makan dalam melaksanakan manajemen risiko untuk menjaga keamanan, keselamatan,  kenyamanan, untuk kepentingan pelanggan dan kepentingan bisnis rumah makan itu sendiri.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com