Belilas Kota Minyak Dan Gas

November 6, 2009

“Saya Belum Pernah Berada Dalam Situasi Ketika Memiliki Uang Membuat Keadaan Menjadi Lebih Buruk.”-Clinton Jones, Pemain Football Amerika

Setelah mendarat bersama garuda Indonesia di Bandar udara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, Riau. Saya bersama rombongan dari sebuah perusahaan gas melanjutkan perjalanan dengan mobil inova ke sebuah daerah bernama Belilas, yang berjarak sekitar lima sampai dengan enam jam dari kota Pekanbaru. Tujuan kami adalah ke lokasi perusahaan gas tersebut dan kami akan menginap di hotel Miki Mutiara, satu-satunya hotel di kota Belilas. Jalur perjalanan kami adalah lintas timur Sumatra.

Pada tahun 1988 an, Belilas adalah sebuah daerah transmigran dan sekarang ini telah berkembang menjadi kota kecil yang ramai dan kaya. Kaya gas alam, kaya minyak bumi, kaya sawit, kaya karet, kaya kayu, dan kaya lain sebagainya.

Memasuki kota Belilas terkesan sangat gersang, tanah kapur yang berwarna putih dengan suhu udara yang panas membuat semuanya terasa gersang. Tapi untungnya perkebunan sawit, karet, dan kayu kertas di kiri kanan jalan membuat kehijauan tetap terpelihara.

Perjalanan menuju ke Belilas bisa melalui kota Jambi atau pun kota Pekanbaru, keduanya merupakan pilihan yang baik. Kalau melalui kota Jambi perjalanan harus melewati jalan yang bertikungan tajam, kalau melalui kota Pekanbaru perjalanan harus melewati jalan turun naik dengan sudut pandang yang sempit. Jadi, kami harus selalu berhati-hati, sebab ada begitu banyak truk-truk pengangkut kayu dan sawit yang menggunakan kedua jalur tersebut.

Di sepanjang perjalanan saya melihat semua rumah tinggal, warung, toko, dan gedung perkantoran menggunakan atap berbahan seng. Saya bertanya dengan rekan-rekan setim dan jawabannya sangat beragam. Sesampai di hotel Miki Mutiara saya menemui sebuah gedung bertingkat dua yang ternyata juga atapnya berbahan seng.

Listrik selalu padam. Saya heran, Belilas adalah daerah yang kaya minyak, gas, sawit, kayu, karet, dan kaya sdm nya. Tetapi kenapa listrik sering sekali padam. Semalaman di Belilas sudah beberapa kali listrik mati, kasihan laptop saya.

Salah satu pengalaman unik saya berjalan-jalan ke Sumatra, khususnya ke daerah-daerah yang kaya minyak dan gas bumi adalah listrik sering sekali padam. Kenapa ya?

Melihat listrik sering padam, beberapa orang dari rekan setim memutuskan untuk menginap di kantor mereka, walau disekeliling kantor mereka ada pipa gas, tapi mereka lebih merasa nyaman dengan kantornya yang sudah lengkap fasilitas berkualitas tinggi.

Pagi yang cerah di tanah Belilas. Seperti biasa, setiap pagi saya pasti berolahraga ringan, dan ketika saya melakukan latihan pernapasan, tanah kapur belilas ikut naik bersama udara yang saya hirup. Jadi, terpaksa saya batalkan latihan pernapasan saya, dan hanya melakukan jalan-jalan di sekeliling taman hotel yang minim warna-warni tanaman.

Sekitar jam 5 an sore kami telah selesai memberikan pelatihan. Seharusnya malam itu kami masih di Belilas, tapi mengingat sering-seringnya listrik padam, maka sekitar jam 6 an sore kami memutuskan untuk kembali ke kota Pekanbaru. Perjalanan malam hari yang harus lebih berhati-hati, sebab jalanan cukup senyap dan licin oleh hujan rintik-rintik.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Melihat Singapore Dari Balkon Hotel

November 5, 2009

“Membangun Kecemerlangan Sebuah Kota Itu Butuh Integritas, Butuh Komitmen, Butuh Kerja Keras, Butuh Konsistensi, Butuh Semangat, Butuh Energi, Butuh Kecerdasan, Butuh Kekuatan Uang, Dan Butuh Kepercayaan Diri.” – Djajendra

Saat saya bilang kepada anak saya bahwa saya ada tugas menjadi pembicara di sebuah acara training di Batam, anak saya langsung menceritakan tentang murahnya harga-harga barang elektronik di Batam. Dan dia pun menitip sebuah hp BB lengkap dengan nomor tipe dan modelnya untuk saya belikan buat dia.

Sore hari setelah menyantap Sop Ikan Batam yang terkenal itu, saya berjalan-jalan di pusat penjualan barang-barang elektronik di Batam. Saya mulai mencari barang pesanan anak saya dari satu toko hp ke toko hp berikutnya. Ternyata harga barangnya sama dengan harga Jakarta, malah kalau pintar nawar mungkin Jakarta menjadi jauh lebih murah. Setelah berkeliling pusat perbelanjaan tersebut harga BB yang dipesan anak saya itu  berselisih 100 ribu rupiah dengan harga di Jakarta. Dan saya konfirmasi kembali kepada anak saya, lalu dia setuju untuk tidak dibeli.

Dari waktu ke waktu pamor kota Batam sebagai tempat membeli barang-barang murah ternyata mulai pudar. Batam telah menjadi kota yang sama dengan kota-kota lain di pulau Sumatra. Sudah tidak ada hal yang istimewa. Mungkin buat turis Singapore Batam masih menjadi tempat berlibur kuliner yang murah. Mungkin loh!

Batam masih berpotensi untuk menjadi kota pariwisata dan bisnis yang terkemuka di kawasan Sumatra, Riau. Tetapi, semua ini perlu kebijakan yang cerdas dan komitmen yang konsisten.

Sudah sangat sering saya pergi ke Batam, seingat saya sejak tahun 1992 an saya sudah suka jalan-jalan ke kota Batam. Memang pada awalnya perkembangan kota Batam luar biasa ambisius, ada semangat yang luar biasa pada saat itu untuk menjadi kota penyaing Singapore, tapi semenjak tahun 2000 an ada perlambatan dan rasa tidak percaya masyarakat di Batam untuk menjadikan  Batam sebagai kota tandingan Singapore.

Pagi hari sebelum check out dari Hotel Planet Holiday untuk kembali ke Jakarta. Saya menyempatkan diri untuk melihat lingkungan sekitar hotel tersebut melalui balkon hotel. Pandangan pertama saya langsung tertuju pada pinggiran kota Singapore.  Dari balkon kamar 620 hotel Planet Holiday tersebut terlihat laut yang memisahkan Singapore dan Batam, laut yang terisi oleh kapal-kapal raksasa pengangkut barang. Pinggiran Singapore dengan gedung-gedung pencakar langit yang begitu luar biasa modern. Sedang di sisi Batam tidak ada satu pun gedung pencakar langit, yang terlihat dari pandangan saya hanya sekitar empat gedung tinggi, yaitu Swiss Belhotel, Hotel Oasis, dan dua gedung lainnya yang namanya tidak terbaca oleh saya.  Saya merenung sejenak memikirkan ambisi Batam tempo dulu untuk menjadi kota penanding Singapore, tapi sekarang ini dari balkon hotel, saya melihat Batam sangat lambat larinya dan Singapore begitu luar biasa energinya untuk membangun negerinya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memahami Bagian Bumi Yang Kita Huni

Oktober 1, 2009

“Manusia Tidak Mungkin Bisa Menghentikan Gempa Bumi, Tapi Manusia Masih Bisa Mengurangi Korban Gempa Bumi Asal Manusia Mau Memahami Perilaku Buminya.” – Djajendra

Kita hidup di dalam bumi yang hidup. Bumi yang kita huni ini bukanlah benda mati, tapi dia hidup dan bernyawa seperti diri kita. Saat bumi harus meregangkan tubuhnya, maka gerakan-gerakan bumi menciptakan bencana-bencana buat kita. Sesungguhnya semua bencana yang dihasilkan bumi yang hidup ini bisa diatasi oleh manusia asal manusia mau memahami perilaku buminya dan mau menyesuaikan pola hidupnya sesuai dengan kebesaran buminya.

Sangatlah salah bila manusia menganggap bumi ini benda mati. Sangatlah salah bila manusia berpikir mampu mengeksplorasi bumi  sesuka hati. Sangatlah salah jika manusia berpikir mampu menaklukkan bumi.

Bumi tidak pernah diam, bumi terus beraktifitas di dalam kehidupannya. Manusia harus menjadi lebih pintar dan lebih berempati kepada bumi, agar manusia yang menghuninya bisa menjalani kehidupan sambil memahami perilaku buminya.

Setelah serangkaian gempa-gempa besar di bumi Indonesia. Kita seharusnya banyak belajar bahwa bumi yang kita huni ini mengharuskan kita untuk menjalani pola kehidupan yang disesuaikan dengan kondisi bumi kita ini. Gedung-gedung bertingkat yang rubuh dan memperangkap saudara-saudara kita di kota padang oleh gempa berkekuatan  7,6 Skala Richter, yang juga telah merusak banyak infrastruktur sumatra barat, seharusnya menjadi sebuah awal untuk menyesuaikan kualitas dan kekuatan bangunan infrastruktur yang mampu bertahan dari bumi yang bergerak dengan kekuatan tinggi.

Sebagian besar wilayah Jepang adalah daerah gempa, sama seperti wilayah Indonesia. Tetapi masyarakat Jepang sangat memahami bumi yang mereka huni, dan mereka pun mampu menyesuaikan kualitas dan kekuatan bangunan rumah dan fasilitas lainnya untuk menghadapi gempa-gempa besar. Beberapa gempa besar mulai dari tsunami Aceh, Nias, dan gempa Jogjakarta, Tasikmalaya, Sumatra Barat, dan bagian-bagian Indonesia yang lainnya, seharusnya menjadi titik awal kebangkitan Bangsa Indonesia untuk mulai memahami buminya, dan mulai memperhatikan setiap aspek kualitas gedung-gedung dan infrastruktur agar tahan gempa. Semoga kita mau belajar dari reruntuhan Hotel Ambacang  dan gedung LIA di Padang.

Seperti kata sahabat saya si orang Jepang bahwa gempa merupakan bagian dari kehidupan dia sejak kecil. Sebab, bumi yang ia huni selalu bergoyang oleh gempa, tapi secara turun – temurun orang Jepang memahami hal ini, dan tidak berani membangun bangunan yang tidak sesuai dengan perilaku buminya. Kita semua sangat berdukacita melihat begitu banyak korban manusia oleh gempa-gempa yang terjadi di bumi kita. Mungkin kita semua harus segera menyesuaikan pola kehidupan kita dengan bumi kita, agar tidak ada lagi korban-korban  yang berjumlah terlalu besar oleh gempa bumi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


GRATIFIKASI

September 22, 2009

“Gratifikasi Dalam Perilaku Bisnis Yang Tidak Etis Dapat Dianggap Sebagai Hal Yang Melanggar Hukum. Oleh Karena Itu, Setiap Bisnis Harus Dijalankan Melalui Integritas Yang Penuh Kehormatan.” – Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia yang mencari peluang dan kesempatan dengan berbagai cara agar bisa memenangkan kompetisi dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Di masa-masa yang lalu pemberian hadiah dalam bentuk barang dan uang kepada orang-orang yang berjasa membantu bisnis tersebut merupakan hal yang lazim. Tetapi sekarang ini menerima hadiah dan memberi hadiah harus lebih berhati-hati, sebab di dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001) telah mengatur terhadap hal-hal yang terkait dengan memberi hadiah kepada pihak-pihak terkait. Bila melanggar undang-undang tersebut hukumannya cukup berat. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu sangat berhati-hati dalam soal pemberian hadiah ini. Mungkin saja niat tulus Anda untuk memberikan hadiah buat sahabat-sahabat yang membantu bisnis Anda bisa berujung pada masalah hukum.

Semangat dari lahirnya undang-undang gratifikasi ini adalah  agar Anda bisa menjalankan bisnis Anda dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang baik.

Kalau mau jujur, UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001 ini sangat bagus dalam menciptakan iklim dunia bisnis yang sehat dan profesional.

Saatnya perusahaan-perusahaan lebih berhati-hati dalam memberikan uang, barang, rabat atau diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya sebagaimana yang di atur dalam UU No. 20 tahun 2001. Artinya, sebelum perusahaan memutuskan untuk bagi-bagi kebaikan kepada stakeholders, ada baiknya mempelajari dan menyimak secara benar isi undang-undang gratifikasi, agar niat baik tersebut dapat berjalan di arah yang benar tanpa melanggar aturan-aturan yang ada di UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


MUDIK

September 22, 2009

“Putuskan Apa Yang Anda Inginkan. Yakini Anda Bisa Memilikinya. Yakini Anda Berhak Mendapatkannya, Dan Yakini Bahwa Ini Tidak Mustahil Bagi Anda. Kemudian Setiap Hari Pejamkan Mata Beberapa Menit, Visualisasikan Apa Yang Anda Inginkan Tersebut, Rasakan Perasaan-Perasaan Sudah Memilikinya. Keluarlah Dari Imajinasi Itu, Lalu Fokuskan Diri Pada Apa Yang Sudah Anda Syukuri, Dan Sungguh-Sungguh Menikmatinya. Kemudian Jalani Hari Anda, Dan Lepaskan Semuanya Kepada Semesta Dan Percaya Bahwa Semesta Akan Menemukan Cara Untuk Mewujudkannya.” – Jack Canfield, The Secret – Rhonda Byrne

Mudik atau perjalanan pulang kampung adalah perjalanan untuk saling berbagi dan saling bertemu dengan sanak keluarga di kampung. Saling melepas rindu, saling berbagi materi, dan saling berbagi cerita adalah isi dari kisah mudik. Mudik bukanlah peristiwa sederhana tapi peristiwa yang memiliki semangat, niat, rindu, cinta, energi, dan rasa peduli untuk bertemu dengan orang-orang tercinta.

Walau para pemudik tahu bahwa mereka harus bermacet-macetan di dalam antrian yang panjang di setiap kota dan di setiap persinggahan, tapi buat mereka semua itu terasa indah dan menyejukan batin.

Mudik menciptakan petualangan dan cerita-cerita baru di sepanjang perjalanan tak kenal lelah. Mudik menghasilkan penyegaran diri kembali. Setelah setahun penuh sibuk di dalam rutinitas kehidupan yang padat, mudik menjadi semacam obat yang menciptakan hiburan, liburan, dan melepas rindu kepada keluarga-keluarga tercinta di kampung.

Semoga Anda yang mudik selalu mendapatkan kebahagiaan, kesenangan, dan kedamaian di sepanjang perjalanan mudik Anda.  – Djajendra.


Djajendra Menjawab! Persiapan Perusahaan Lokal Dalam Menghadapi Globalisasi Bisnis

September 8, 2009

“Di Masa-Masa Yang Akan Datang Perilaku Bisnis Yang Sukses Itu Adalah Perilaku Asli Yang Tumbuh Dari Kekuatan Internal Perusahaan.” – Djajendra

Yth. Bapak Djajendra,

Apa yang harus disiapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal untuk menghadapi kompetisi bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari luar negeri? Apakah kita pemain lokal harus menyamakan persepsi, standard, dan mind set berbisnis dengan perusahaan-perusahaan dari luar negeri tersebut? Mohon tips dan sarannya. Terima kasih, Pangestu – Kebayoran Jakarta

Djajendra Menjawab!

Dear Pangestu,

Perlu dipahami bahwa dalam proses globalisasi, negara – negara besar telah memaksakan konsep-konsep etika bisnis dan standard bisnis bertaraf internasional ke negara-negara tujuan globalisasi. Produk seperti ISO, GCG, dan lain sebagainya merupakan alat untuk menyamakan persepsi, standard, dan mind set berbisnis kita dengan perusahaan-perusahaan luar negeri. Jadi, bahasa bisnis kita telah menjadi satu bahasa dengan bangsa-bangsa lain secara internasional.

Tentang apa yang harus disiapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal. Jawaban saya, perusahaan-perusahaan lokal harus memiliki jati diri yang kuat, jati diri yang asli Indonesia, sehingga memiliki nilai lebih dalam berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan luar negeri. Untuk membangun jati diri perusahaan bisa dimulai dari sisi emosi, sikap, motivasi, dan perilaku kerja yang lebih fokus kepada kreatifitas, kemanusiaan, kebersamaan, kualitas, dan nilai tambah.

Tantangannya, sekarang ini dunia bisnis lokal terkesan terlalu terpesona dengan perilaku dunia bisnis dari luar negeri. Artinya, perusahaan-perusahaan lokal tidak berpikir untuk memperkaya kekuatan internal dan bisnis perusahaan dengan budaya, emosi, motivasi, dan perilaku yang sesuai dengan akar budaya lokal.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsep, teori, pemikiran, dan wacana dari luar negeri selalu dianggap lebih baik dari pada mengeksplorasi kekayaan budaya dan kearifan yang dimiliki perusahaan bersama semua kekuatan manusianya. Akibatnya, manusia-manusia Indonesia di kantor-kantor bekerja keras melalui mind set bangsa lain. Hal ini sesungguhnya bisa merugikan dunia bisnis itu sendiri. Sebab, sampai kapan pun keunggulan kompetitif itu sulit diraih, karena kita berbisnis dengan memakai mind set bangsa lain.

Di masa-masa yang akan datang perilaku bisnis yang sukses itu adalah perilaku asli yang tumbuh dari kekuatan internal perusahaan. Saatnya perusahaan-perusahaan lokal mempercepat proses mengaslikan jati diri berbisnis dengan etika bisnis yang lebih santun, lebih jujur, lebih manusiawi, dan lebih Indonesia, agar dapat mempertahankan keunggulan kompetitif global. Jadi, perlu untuk melindungi, memanfaatkan dan meningkatkan aset-aset  tidak berwujud perusahaan lokal yang unik, terutama membangun integritas sumber daya manusia untuk menjadi kekuatan yang tak terkalakan oleh kekuatan bisnis luar. Sekian dulu ya, Pangestu, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Mengcopy Ide Bisnis Orang Lain

Juli 5, 2009

“Kecintaan Anda Kepada Bisnis Anda Akan Menjadi Lahan Yang Subur Untuk Memperbesar Bisnis Anda. Rasa Cinta Itu Muncul Dari Dalam Diri Oleh Hal-Hal Yang Dihasilkan Oleh Diri Sendiri Dengan Jujur.” – Djajendra

Salah satu jalan termudah untuk membangun bisnis sendiri adalah dengan mengcopy ide dari  bisnis orang lain yang sudah sukses. Mengcopy bisnis orang lain merupakan sebuah perilaku yang lazim dan sangat membumi dikalangan para pebisnis. Biasanya hasil copyan ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ide baru atau pun konsep baru. Walaupun etika dan moralitas perilaku bisnis merupakan bagian dari pada good corporate governance, tetapi dunia bisnis adalah dunia yang selalu tidak akan pernah mau peduli pada hal-hal yang menghalangi sumber uang.

Saat Anda ingin mengcopy ide bisnis orang lain, Anda terlebih dahulu perlu terjun langsung kedalam bisnis tersebut. Mungkin Anda bisa bekerja sebagai pegawai dibisnis yang Anda sukai itu, atau kalau tidak bisa menjadi pegawai, cobalah menjadi pelanggan yang rajin dan tekun mengamati semua detail praktik dan kebiasaan kreatif yang dilakukan bisnis tersebut. Amati semuanya dalam bahasa yang paling sederhana, lalu visualisasikan didalam mind set Anda, miliki semangat dan motivasi yang kuat untuk melakoni bisnis tersebut sesuai dengan model bisnis yang Anda anggap cocok dengan kepribadian Anda. Model Bisnis yang Anda gunakan tersebut harus memudahkan diri Anda untuk melakukan pengawasan, perencanaan, pengoperasian, inovasi, dan pengembangan. Pastikan model bisnis Anda itu tidak membuat Anda terjebak dalam kesulitan dan kerumitan. Buatlah model bisnisnya menyatu ke dalam batin terdalam Anda, lalu nikmati setiap proses bisnis dengan penuh antusias dalam kebahagian tertinggi Anda.

Jangan pernah sedikitpun menganggap remeh pada kondisi keuangan bisnis Anda. Kondisi keuangan terutama yang terkait dengan cash flow adalah hal yang paling menentukan keberhasilan bisnis Anda di masa depan. Jika sejak awal Anda selalu terlilit masalah cash flow, maka bisnis Anda hanya akan berjalan ditempat dan selalu melambat.

Walaupun Anda mengcopy ide bisnis orang lain, tapi bisnis Anda itu suatu hari akan menjadi jati diri Anda. Oleh karena itu, pastikan untuk segera menciptakan kredibilitas dan reputasi yang memperkuat keberadaan bisnis Anda tersebut di tengah-tengah konsumen Anda. Anda wajib mendukung ide bisnis copyan Anda tersebut dengan karyawan yang memahami visi bisnis Anda dengan sempurna, dan karyawan Anda juga harus memahami misi mereka masing-masing di dalam mempertanggungjawabkan hasil kerja mereka. Miliki kata-kata sakti sebagai kekuatan ritual untuk meningkatkan etos kerja karyawan Anda. Lalu, ciptakan motto sebagai mantra bisnis yang mampu menyatukan setiap orang didalamnya untuk berjuang menghasilkan kinerja dan pelayanan terbaik.
untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Pemimpin Mengendalikan Hidup Orang Lain

Juni 10, 2009

“Seorang Pemimpin Harus Memahami Trik Dan Taktik Berpetualangan Yang Hebat, Agar Diperjalanannya Tidak Terjebak Oleh Ranjau-Ranjau Kepentingan Kelompok Dan Pribadi.” – Djajendra

“Sukses Terbesar Kepemimpinan Terletak Pada Kecerdasan Kepemimpinan Untuk Memahami Sisi – Sisi Kemanusian Dari Orang – Orang Yang Dipimpin.” – Djajendra

Kepemimpinan sangat identik dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan, dan transaksi. Setiap pemimpin pasti mempersiapkan dirinya untuk mengendalikan hidup orang lain, untuk tidak membiarkan orang-orang yang dipimpin mengalahkan reputasi dan kredibilitas dirinya.

Bila sedikit saja si pemimpin keliru untuk memahami kebutuhan sisi kemanusian dari orang – orang yang mengikuti kepemimpinannya, pemimpin pasti akan dicap sebagai pemimpin yang tidak mempunyai hati dan dedikasi kepada kepentingan orang lain.

Kepemimpinan adalah sebuah proses aktifitas manusia, yang harus secara konsisten tumbuh membaik untuk kepentingan orang banyak. Kepemimpinan tidak boleh diam memandang keadaan dan situasi, tapi harus bersikap proaktif dan dinamis untuk menjawab setiap situasi dan kondisi secara cerdas dan penuh wibawa. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang dimulai dari kepemimpinan diri sendiri kepada kepemimpinan terhadap orang – orang lain. Kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap setiap proses menuju perbaikan hidup melalui visi yang jelas dan terang.

Kepemimpinan berarti relasi positif di antara si pemimpin dengan yang dipimpin. Tanpa ada pengikut, pemimpin tidak pernah ada. Kepemimpinan terhadap orang lain itu hanya eksis selama si pemimpin mampu membangun jembatan relasi yang harmonis dengan orang – orang lain. Jadi, kepemimpinan itu sama artinya dengan pemimpin ditambah pengikut ditambah visi ditambah relasi yang harmonis. Kepemimpinan yang bijak dan profesional membutuhkan kualitas hubungan positif yang tinggi. Kualitas hubungan atau relasi yang dikembangkan melalui kematangan dan kedewasaan emosi baik dan pikiran positif.

Kepemimpinan berarti petualangan yang berani dan cerdas untuk memasuki kehidupan yang penuh dengan perbedaan dan keragaman. Seorang pemimpin harus memahami trik dan taktik berpetualangan yang hebat, agar diperjalanannya tidak terjebak oleh ranjau-ranjau kepentingan kelompok dan pribadi.

Kepemimpinan adalah petualangan segerombolan manusia untuk menyatu dalam satu kepentingan, satu visi, satu tujuan, satu misi, satu budaya kerja,  satu hati dan satu pikiran untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan harus memiliki peta perjalanan yang jelas dan terukur, agar dalam petualangannya dapat menemukan cara – cara termudah dan terefektif untuk mendapatkan semua hasil yang diinginkan tersebut.

Kepemimpinan artinya sikap yang konsisten dalam komitmen yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan apa pun. Sikap kepemimpinan ini harus jelas dalam visi yang terang untuk mencapai sebuah tujuan akhir yang jelas dan terang. Jadi, sikap yang benar atas setiap aspek pekerjaan kepemimpinan, jika dibantu dengan visi yang jelas, terang, dan sederhana, maka pemimpin bersama – sama tim yang mengikutinya tersebut pasti mendapatkan hasil terbaik dari setiap perjuangan mereka.

Kepemimpinan berarti tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang nyata untuk kebahagiaan, kemakmuran, kesehatan, dan kenyamanan dari setiap orang. Kepemimpinan itu membangun kehidupan untuk memanusiakan manusia dengan memanfaatkan semua sumber daya disekitar manusia secara bijak dan penuh hormat. Kepemimpinan itu berarti memiliki dedikasi kepada alam semesta untuk menciptakan keseimbangan hidup yang harmonis buat kepentingan setiap kehidupan di masa depan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Prestasi Karyawan Tidak Di Nilai Secara Adil

Juni 5, 2009

”Karyawan Itu Harta Yang Paling Berharga. Dedikasi Dan Kerja Keras Karyawan Merupakan Solusi Terbaik Untuk Mencapai Kesuksesan. Rawatlah Karyawan Dengan Penilaian Atas Prestasi Yang Adil, Jujur, Dan Terbuka.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Saya mau curhat sedikit pak. Kantor saya tidak melakukan penilaian atas prestasi karyawan secara adil dan terbuka. Tidak ada alat ukur keberhasilan yang digunakan untuk menilai performance karyawan. Kenaikan gaji dan penghargaan lainnya diberikan secara sepihak sesuai selera pimpinan. Bagaimana caranya, kami karyawan dapat mengingatkan manajemen untuk menggunakan alat ukur keberhasilan, agar semua penilaian diatur berdasarkan prestasi kerja yang benar. Terima kasih, Yenita Simon- Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Djajendra Menjawab!

Ada tiga hal terpenting yang harus dinilai oleh sebuah perusahaan. Pertama, kesadaran setiap karyawan untuk mendedikasikan dirinya dengan hati tertulus terhadap tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan. Kedua, kesadaran perusahaan untuk menciptakan segala kemudahan buat setiap proses operasional perusahaan yang efisien dan efektif. Ketiga, kepedulian perusahaan kepada pengembangan kualitas dan kesejahteraan karyawannya. Intinya, ketiga hal di atas tersebut harus menjadi visi yang menciptakan alat ukur keberhasil karyawan. Selanjutnya, nilai-nilai dari ketiga hal di atas tersebut dituangkan dalam bentuk SOP untuk menilai performance karyawan. Di mana, dalam SOP itu harus  ada cara penyusunan target prestasi;  cara mengukur prestasi yang sistematis dan akurat; cara mengambil keputusan untuk memberikan penghargaan dan kenaikan gaji, yang sesuai dengan prestasi dan kinerja individu. Yang terpenting SOP tersebut harus mampu mengarahkan setiap karyawan, untuk bekerja dan menunjukkan nilai-nilai kuantitatif yang terfokus kepada nilai tambah ekonomi, efisiensi, dan efektifitas kerja.

Anda harus mengingatkan perusahaan melalui cara-cara komunikasi persuasif, untuk melakukan penilaian atas prestasi karyawan melalui Standard Operating Procedure yang jelas, adil, terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab. Agar setiap karyawan bisa bekerja secara profesional dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta mau mendedikasikan dirinya secara total buat kejayaan perusahaan.  Sekian dulu ya, Yenita Simon, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Daya Tarik Yang Dibutuhkan Agar Orang Respek Kepada Anda

Juni 3, 2009

“Respek Itu Muncul Saat Anda Mampu Bersikap Konsisten Dan Bertanggung Jawab Total, Untuk Mempertaruhkan Kehidupan Pribadi Anda Buat Mewujudkan Kesuksesan Dan Kebahagiaan Banyak Orang.” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Siang bapak, saya mau tanya, kira2 bagaimana membentuk motivasi pikirian dan sikap agar sejalan, dan daya tarik (magnet) apa yang dibutuhkan agar orang respek kepada kita sebagai pemimpin.

mohon bantuannya yah pak.

thx n best regards

Noveridawaty S

Djajendra Menjawab!

Dear Noveridawaty S,

Saat Anda mengalami tantangan berat yang berpotensi membuat Anda menyerah dalam kekalahan hidup, Anda wajib memiliki sikap tegas yang konsisten untuk bangkit bersama motivasi diri sendiri yang super tinggi. Itulah salah satu cara Anda untuk membentuk motivasi pikiran dan sikap agar sejalan. Ingat, ketika motivasi pikiran dan sikap tidak sejalan, Anda tidak akan pernah mampu untuk beradapan dengan berbagai lika-liku kehidupan yang penuh kejutan ini. Anda akan menjadi pribadi yang bermental gampang menyerah dan takut menghadapi realitas. Oleh karena itu, lakukan latihan mind set setiap hari, fokuskan latihan Anda untuk memperkuat sikap tegar, sabar, optimistis, sikap percaya diri, dan keyakinan total Anda untuk bersikap positif dengan kekuatan motivasi diri Anda sendiri, dalam menghadapi setiap situasi dan kondisi seberat apa pun dengan tegar, sabar, dan optimistis.

Menjawab pertanyaan Anda tentang daya tarik (magnet) apa yang dibutuhkan agar orang respek kepada kita sebagai pemimpin. Pertama, pemimpin yang dihormati adalah pemimpin yang tegas, santun, dan mampu menangani setiap persoalan orang lain dengan adil, jujur, bijaksana, terbuka, dan penuh tanggung jawab dalam integritas kekuasaan untuk melayani kepentingan orang banyak. Jadi, agar orang respek kepada Anda sebagai pemimpin, Anda harus menjadi pribadi yang bermental positif untuk mengabdikan kepemimpinan Anda itu buat kebaikan dan kemanfaatan orang banyak. Lakukan semua aksi kepemimpinan Anda secara adil dan penuh tanggung jawab untuk kebahagiaan, kedamaian, kenyamanan, dan kemakmuran orang banyak. Miliki sikap kepemimpinan yang penuh cinta, empati, peduli, adil, dan selalu mengutamakan kepentingan orang banyak. Sekian dulu ya, Noveridawaty S, have a nice day.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com