Kumpulan Tulisan Djajendra 11 s/d 14 Januari 2009

Januari 14, 2009

Pertanyaan?

Dear Djajendra,

Apakah ada hubungannya antara penyakit Biopolar dengan emotional intelligence, kalau ada, dalam hal apa saja hubungannya, kalau tidak apa perbedaannya?…..Terima kasih atas perhatiaannya. Sisca – Bandung.

Djajendra menjawab!

“Saya Pribadi Percaya Bahwa Setiap Manusia Pasti Memiliki Benih Biopolar Di Dalam Dirinya, Dan Saya Juga Yakin Bahwa Obat Mujarabnya Adalah Emotional Intelligence.” – Djajendra

Dear Sisca,

Biopolar adalah sejenis depresi yang bila tidak ditangani akan menciptakan ketidakstabilan emosi diri, akibatnya bisa menciptakan kekerasan kepada diri sendiri dan diri orang lain. Kalau Anda tanya apakah ada hubungannya dengan emotional intelligence? Pertama, Anda harus memahami dulu bahwa kecerdasan emosional atau emotional intelligence ini mengajarkan untuk selalu menjalani hidup dalam kesadaran total diri, untuk membangun keseimbangan emosi positif antara raga, jiwa, dan pikiran. Jadi, inti ajaran emosional intelligence adalah mengembangkan semua fungsi mental dan indra persepsi kepada kejernihan mental diri, ketenangan pikiran, kesabaran dalam bersikap, kekuatan untuk berpikir positif, mendekatkan diri pada sifat baik Tuhan, memperbaiki kesehatan tubuh, jiwa, dan pikiran. Kedua, biopolar itu sebuah kondisi jiwa, raga, dan pikiran yang emosinya tidak stabil dan tidak cerdas buat kebaikan. Kesimpulannya, jenis depresi biopolar dengan emotional intelligence jelas ada hubungannya. Oleh karena itu, sangatlah penting agar jiwa, raga, dan pikiran dapat memiliki kecerdasan emosional secara tepat dan benar, agar depresi biopolar dapat dihapuskan dari kehidupan nyata manusia. Sekian dulu, ya, Sisca. Have a great day.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Setiap Pribadi Memiliki Keunggulan

“Jika Anda Mampu Menghapus Semua Keraguan Tentang Potensi Surga Batin Anda, Maka Anda Pasti Mampu Memiliki Keunggulan Batin Yang Membahagiakan Kehidupan.” – Djajendra

Sesungguhnya tidak ada orang yang tidak mampu, jika mereka sadar bahwa di dalam dirinya ada nilai-nilai kehidupan yang mampu menjadikan mereka sebagai pribadi sukses. Nilai-nilai kehidupan yang bila diasah dan dilatih akan menjadi keunggulan yang bermanfaat buat diri sendiri dan buat diri orang-orang lain. Agar keunggulan seseorang bisa mencapai kesempurnaan, maka orang tersebut harus merasa bebas, merdeka, terjamin, dan mau berpetualangan dengan segala bakat dan potensi diri dalam sebuah ekspresi kehidupan yang bertanggungjawab pada kebaikan kehidupan. Untuk semua ini diperlukan nilai-nilai kehidupan yang mampu menjadikan diri sendiri sebagai pesan moral dan pesan etika buat segala kebaikan hidup.

Manusia diciptakan oleh Tuhan Sang Maha Pencipta untuk melakukan dan mengerjakan misi hidup dengan kekuatan kecerdasan emosional, spiritual, logika, akal sehat, etika, dan moralitas, agar jiwa, raga, dan pikiran menjadi damai dan bahagia di sepanjang umur kehidupan.

Pribadi yang memahami misi hidup dengan cerdas, pasti mampu mengerjakan semua pekerjaan dengan sempurna. Dan hal ini akan memberikan dampak positif kepada diri sendiri dalam wujud mendapatkan gaji atau bayaran yang lebih baik, hubungan positif yang penuh kejujuran, terpercaya, dan di respek oleh kehidupan lain.

Ingat, Anda adalah pesan kehidupan dari Tuhan Sang Maha Pencipta. Jadi, kemaslah diri Anda dengan nilai-nilai kebaikan, agar diri Anda mampu menjalani kehidupan dengan segala kebaikan yang diberikan oleh Tuhan. Bungkus diri Anda dengan kebaikan, kejujuran, dan kesetiaan. Anda pasti akan disenangi dan dipercayai oleh orang-orang di sekitar Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


”Hidup Manusia Bukanlah Kisah Hidup Instan, Tetapi Merupakan Kisah Penuh Perjuangan Di Antara Menang Dan Kalah, Di Antara Tertawa Dan Menangis.” – Djajendra

Jangan Biarkan Kegagalan Memadamkan Api Suksesmu

Jatuh bangun dalam perjalanan hidup manusia adalah hal biasa yang tak perlu ditangisi, yang penting setiap kali Anda jatuh, Anda harus belajar sesuatu yang bermanfaat buat sukses Anda di hari esok. Jadi, miliki impian besar dengan komitmen total, dan jadikan setiap kegagalan kecil menuju impian besar sebagai ujian untuk meningkatkan kualitas diri.

Jadilah pribadi sabar yang memiliki gambaran sukses, yang tergambar di dalam mind set Anda secara jernih dan terang.

Ingat, setiap pribadi sukses tidaklah menjadi sukses secara mendadak, tapi pasti telah melalui proses hidup dengan berbagai kisah perjalanan hidup yang penuh tantangan dan ketegangan.

Anda yang ingin sukses dalam kebahagiaan hidup haruslah memiliki tujuan hidup untuk seumur hidup, dan tujuan hidup itu harus secara terus-menerus dirawat dan dimotivasi agar mampu mengatasi setiap keadaan yang membuat Anda frustasi.

Tuliskan semua mimpi dan keinginan Anda di atas selembar kertas kosong, kemudian perjuangkan semua yang Anda impikan dan inginkan tersebut dengan sabar, tekun, konsisten, serta tak pernah menyerah untuk mundur ataupun membatalkan semua rencana Anda tersebut.

Sikap dan sifat konsisten Anda untuk memperjuangkan semua mimpi dan tujuan hidup Anda tersebut, akan menjadi modal yang kuat buat meningkatkan daya tahan diri Anda terhadap semua badai tantangan terberat.

Hidup manusia bukanlah kisah hidup instan, tetapi merupakan kisah penuh perjuangan di antara menang dan kalah, di antara tertawa dan menangis. Janganlah Anda pernah memiliki pikiran untuk meraih segala impian dan tujuan hidup Anda secara instan, miliki pikiran yang realistis terhadap keadaan Anda saat ini, dan mulailah selangkah demi selangkah untuk mewujudkan semua mimpi dan tujuan hidup yang Anda inginkan. Jadi, perjuangan hidup Anda tanpa disisipi kisah-kisah menyerah, takut, dan putus asa.

Kehidupan manusia adalah sebuah kehidupan multi kompleks yang tidak memungkinkan seseorang menjalani kehidupannya tanpa jatuh. Siapa pun dimana pun seseorang pastilah pernah jatuh; jatuh dalam berbagai aspek kehidupan; jatuh yang menciptakan efek sedih, kekuranagn, kehilangan, dan lain sebagainya. Saat seseorang tidak takut jatuh, dan menganggap kejatuhan sebagai awal menuju perbaikan hidup, pasti akan meraih segala kesuksesan di dalam hidupnya. Oleh karena itu, jadilah pribadi cerdas yang mampu berjuang untuk meraih kebahagiaan sejati dari setiap kali mendapat ujian-ujian berat kehidupan.

Jatuh bangun dalam kehidupan tidak lebih dari sebuah proses petualangan hidup, dan bukan merupakan takdir yang membawa Anda pada penderitaan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


”Perubahan Itu Seperti Energi Diam Yang Hidup Dalam Realitas, Yang Akan Terus Mengalir Masuk Ke Dalam Diri Kita Dan Lingkungan Kita, Yang Diperlukan Hanyalah Kesadaran Diri Untuk Memahami Dan Menghormati Perubahan Itu.” – Djajendra

Berubahlah Bersama Kebesaran Hati Anda

Setiap pribadi perlu memiliki kebesaran hati untuk menerima semua keragaman dan perbedaan . Kebesaran hati yang mampu merancang peta batin untuk memperkuat daya tahan diri dalam tujuan mengarungi perjalanan panjang ke puncak kesuksesan hidup.

Saat emosi positif mengalir bebas ke seluruh jiwa, raga, dan pikiran Anda, Anda akan merasakan sensasi dari kebesaran hati Anda dalam menyikapi semua tantangan di depan Anda.

Miliki kebesaran hati Anda yang abadi untuk menjadi pribadi yang mampu menghadapi setiap perubahan tanpa menghilangkan jati diri Anda yang asli. Sebab, jati diri Anda yang asli adalah ciptaan Tuhan yang unik dan spesial. Dan, Anda perlu menjaganya tanpa merusaknya dengan ego dan nafsu buruk dari diri Anda dan lingkungan Anda.
Kecerdasaan diri Anda dalam menyikapi kehidupan secara jujur, tulus, yang fokus kepada kebahagiaan dan kedamaian bersama dengan orang-orang lain, adalah contoh nyata dari kebesaran hati Anda.
Kecerdasan diri hanya akan terwujud saat Anda mau mencerdaskan pancaindra Anda untuk melihat, merasakan, dan memahami kehidupan sebagai surga yang harus dirawat dan dijaga oleh diri Anda dalam tanggung jawab yang besar.

Anda harus menjadi pribadi yang bijak dalam melihat semua situasi dari hidup Anda, Anda juga harus cerdas mengelola diri Anda dengan pola dan gaya hidup yang mendatangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan kedamaian ke dalam diri Anda.

Sikap optimis yang diikuti dengan perilaku penuh percaya diri, tegas, ulet, lugas, berenergi, menghormati perjuangan dan kerja keras diri sendiri, serta membangun mind set yang jujur pada diri sendiri adalah kunci untuk membangun kebesaran hati yang andal.

Untuk mencapai hal-hal terbaik dari kebesaran hati yang Anda miliki, berikut tips untuk Anda:

  • Tentukan visi dan misi hidup Anda secara jelas dan tergambar di mind set Anda.

  • Lakukan evaluasi secara rutin kepada diri Anda sendiri secara jujur, agar diri Anda mampu dan siap menerapkan semua visi dan misi hidup yang ditentukan tersebut.

  • Berpikirlah secara terbuka dan rumuskan strategi-strategi jitu untuk melaksanakan visi dan misi hidup Anda secara sempurna.

  • Satukan jiwa, raga, dan pikiran Anda kepada visi dan misi hidup Anda.

  • Berpikirlah dengan logika dan bertindaklah dengan realitas yang ada, untuk membangun infrastruktur sebagai alat bantu Anda mencapai visi dan misi hidup Anda.

  • Jadikanlah setiap tantangan perubahan untuk meningkatkan kualitas diri Anda ke posisi yang lebih tinggi.

  • Siapkan diri Anda dengan segala keterampilan, kualitas, dan kompetensi yang siap mendukung Anda meraih sukses bersama visi dan misi Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pemimpin Jangan Sekedar Asyik Berceramah Dan Menggurui Para Bawahan

Desember 12, 2008

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Pemimpin Jangan Sekedar Asyik Berceramah Dan Menggurui Para Bawahan

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.

  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.

  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.

  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.

  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.

  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.

  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.

  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.

  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Para Eksekutif Menjadikan ‘Meeting’ Sebagai Ajang Mencari Solusi.

November 23, 2008

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap meeting, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak.

Sebuah perilaku meeting adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, meeting atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan meeting mereka sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema meeting tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat meeting.

Meeting harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meeting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.


Berikut tips untuk membuat meeting Anda berkualitas tinggi:

  1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang meeting.

  1. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.

  1. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.

  1. Jangan memulai meeting dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema meeting, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.

  1. Tuntaskan semua materi meeting di ruang meeting, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang meeting.

  1. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil meeting. Pastikan hasil meeting melalui diskusi dan brainstorming, yang merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.

  1. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum meeting sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.

  1. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter untuk mendukung keputusan akhir meeting dengan sepenuh hati.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Rapat Melulu! Rencana Melulu! Evaluasi Melulu! Takut Bertindak!

November 18, 2008

“Takkan Ada Yang Terlaksana Sama Sekali Seandainya Seseorang Menunda Hingga Ia Dapat Melaksanakannya Dengan Sedemikian Baiknya Sehingga Takkan Ditemukan Kekeliruan.”-C. Newman


Rapat Melulu! Rencana Melulu! Evaluasi Melulu! Takut Bertindak!

Saat jiwa Anda diliputi keraguan dalam sikap tidak profesional dan tidak memahami pekerjaan secara benar, maka Anda di kantor hanya akan bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja. Di mana karakter kerja Anda, rapat melulu, rencana melulu, evaluasi melulu, dan tak berani bertindak. Hal ini akan membuat Anda lupa diri, untuk memahami bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah berkomunikasi secara lugas, tegas dan cerdas pada setiap orang, untuk menyelesaikan semua masalah dan tantangan dengan bijak dan profesional. Dan, tidak sekedar menghabiskan jam-jam kantor dengan hanya bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Pemimpin haruslah pribadi yang mampu membuat keputusan-keputusan hebat dalam setiap pertemuan atau rapat, serta tidak ragu ataupun takut untuk bertindak secara profesional dan bijak.

Sebuah pertemuan haruslah menjadi ajang komunikasi yang efektif, yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata. Sebuah aksi nyata yang mengedepankan nilai-nilai profesionalisme dan keberanian untuk menyelesaikan masalah dan tantangan.

Pemimpin cerdas selalu berpikir bahwa setiap sesi pertemuan merupakan kesempatan untuk bertukar pikiran, mempelajari informasi yang relevan, serta membuat keputusan yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata.

Pemimpin cerdas sangat mengetahui bahwa pertemuan yang berulang-ulang tanpa hasil dan keberanian, adalah etos kerja terburuk yang akan merusak visi dan semangat kerja. Oleh karena itu, Ia akan selalu hadir ke ruang rapat dengan tujuan untuk membuat keputusan yang hebat, yang dapat ditindaklanjuti dalam aksi yang profesional dan berkinerja maksimal.

Pemimpin cerdas tidak akan terperangkap dalam rutinitas rapat yang kabur, rumit, tak fokus, dan tak bertujuan jelas. Untuk itu, sebelum rapat Ia akan meminta para pengundangnya untuk mengirim sebuah email atau sebuah memo, yang menjelaskan inti dari poin-poin yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Apapun alasannya, Ia wajib mengetahui apa tujuan dari rapat tersebut. Jika tidak ada tujuan spesifik untuk menghadiri rapat, maka dia lebih suka untuk tidak bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Rapat yang baik haruslah bersifat efektif dengan memiliki agenda pertemuan yang jelas. Dan, setiap peserta rapat wajib mengetahui inti pembahasan sebelum menghadiri rapat tersebut. Alasan utamanya adalah, agar peserta rapat mampu mempersiapkan diri secara maksimal untuk berkontribusi secara total. Dengan begitu rapat akan menjadi lebih fokus dan dinamis, untuk sesegera mungkin mendapatkan solusi yang dicari.

Pastikan rapat diisi oleh orang-orang yang tepat untuk membahas inti pembahasan. Orang yang tepat adalah orang yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari rapat tersebut. Dan, jangan biarkan rapat menjadi tidak fokus oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berkualitas dalam memahami inti permasalahan.

Lupakan budaya Rapat melulu! Rencana melulu! Evaluasi melulu! Tanpa berani bertindak dalam aksi kerja yang nyata. Lalu, jadilah pemimpin yang gesit, dinamis, profesional, memahami risiko, dan berani bertindak dalam karakter kerja yang konsistensi dan terfokus.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com