5 Tantangan Manajer

Oktober 7, 2009

Pekerjaan yang paling penting yang harus dihadapi manajer di masa depan. Dalam pemikiran saya, ada lima tantangan serius yang harus dihadapi manajer puncak. Pertama, harus memiliki kompetensi yang sempurna untuk mampu mengelola semua sumber daya berwujud yang di miliki perusahaan. Kedua, memiliki kualitas untuk memotivasi sumber daya manusia. Ketiga, memiliki kualitas untuk membangun hubungan positif dengan stakeholders. Keempat, memiliki kualitas dan wawasan untuk menghadapi perubahan keinginan pasar. Kelima, memiliki kreatifitas, dan kualitas dalam memahami produk atau jasa. Beberapa tahun terakhir ini, perubahan keinginan pasar yang begitu cepat, produk – produk yang semakin berusia singkat merupakan tonggak penunjuk dan batu peringatan bagi seorang manajer. Manajer masa depan haruslah seorang pemimpin yang telah belajar bersama waktu untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana yang baik dan seimbang dengan perubahan dahsyat yang sedang terjadi pada saat ini. Manajer masa depan juga berarti manajer hari ini yang seharusnya mulai membangun dirinya dan mengembangkan potensi dirinya untuk mengembangkan kualitas, karakter, perilaku, nilai positif, prinsip sukses, dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan dan perubahan.

Manajer masa depan harus mengisi pikirannya dengan fakta, bahwa manusia adalah harta terbesar dan terpenting dari organisasi perusahaan. Sebagai pemimpin ia wajib menunjukan kekuatan manajerialnya dalam bentuk perilaku dan hubungan kerja bersama tim besarnya di perusahaan. Para manajer yang berwawasan luas dan berpengetahuan positif sudah lama membuang hierarki, dan banyak melibatkan pikiran positif, niat sukses bersama, dan kekuatan kualitas keterampilan dalam membangun struktur kerja yang lebih bersemangat dan produktif. Bangunan struktur kerja baru tersebut mengeluarkan sumber daya manusia dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih efisien, disiplin, fleksible, produktif, berkualitas, berketerampilan tinggi, dan mencuatkan kreatifitas dalam semangat tanggung jawab sukses bersama.
Manajer masa depan sudah waktunya untuk mengembangkan kepemimpinan yang terpancar dan beragam membagi kepemimpinan pada sudut terjauh dari lingkar untuk mengungkap kekuatan tanggung jawab bersama. Pemimpin membangun sumber daya perusahaan yang meliputi manusia, organisasi, uang, modal, utang, dan pasar. Keragaman lingkup pekerjaan, para pelanggan, dan stakeholders yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat kekuatan dan kemampuan perusahaan dalam menjawab tantangan masa depan.
Manajer masa depan mampu mempertahankan visi masa depan organisasi dan dengan setengah memaksa mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk membangun perusahaan. Manajer memobilasi orang – orang di sekitar misi organisasi, memantapkan suatu kekuatan dalam masa yang tidak menentu di masa depan. Koordinasi sekitar misi ini menggerakan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, dimana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas, saat mereka mengelola misi. Melalui suatu fokus yang tetap pada misi, manajer puncak seharusnya memberi kepada staf – stafnya yang tersebar dan beraneka ragam suatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.
Manajer seharusnya tahu bahwa mendengarkan pelanggan dan belajar apa yang ia beri nilai “sambil menggali di lapangan” akan merupakan komponen penting, bahkan lebih penting di masa depan ketimbang masa kini. Persaingan global dan lokal makin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan makin kuat.
Setiap orang akan mengamati manajer masa depan, sama seperti kita mengamati yang sekarang ini ada, untuk melihat apakah praktik bisnis dari organisasi sudah sejalan dengan prinsip yang dianut oleh manajer. Dalam semua interaksi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, perilaku dari manajer yang baik akan menghargai keluhuran dan harga diri dari mereka yang membangun perusahaan.
Makna sosial terpenting dari manajer masa depan adalah cara mereka menghayati totalitas kepemimpinan, tidak sekedar memasukkan “organisasi saya” tetapi juga menjangkau ke luar dinding organisasi. Manajer yang baik menyadari arti penting mereka yang membangun perusahaan, nilai dari tempat kerja yang mengembangkan sumber daya manusia untuk berprestasi adalah penting untuk kelanjutan misi, serta perlunya suatu tim kerja yang sehat untuk tercapainya sukses perusahaan. Manajer yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalam lingkaran yang mengitari perusahaan, organisasi, orang, kepemimpinan, dan masyarakat.
Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan semangat sebagai tugas yang paling penting di dalam organisasi. Manajer masa depan akan membangun sumber daya manusia yang sehat dengan semangat yang sama dengan semangat saat mereka membangun perusahaan yang sehat, produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika perusahaan tersebut mengecewakan orang – orangnya dan hidup dalam suatu perusahaan tanpa sistem dan kepastian masa depan.
Pada saat ini kesetiaan karyawan kepada perusahaan semakin berkurang, dan kepercayaan perusahaan kepada karyawan juga semakin berkurang. Hal ini merupakan pesan yang jelas bagi manajer masa depan. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis dan semakin materialistisnya manusia mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi kesetiaan dan kerja sama abadi. Pengurangan tenaga kerja bukanlah solusi yang sehat, tetapi memompa semangat, etos kerja dalam memandu visi, prinsip, dan nilai perusahaan akan membangun kepercayaan, semangat, dan kreatifitas internal perusahaan.
Manajer yang cerdas akan mampu meramalkan waktu yang menguntungkan, dan waktu untuk lebih waspada menghadapi tantangan. Manajer adalah seorang pemimpin yang memiliki kompetensi terbaik untuk memberi harapan dan motivasi bagi kehidupan semua sumber daya manusia yang ada di perusahaannya, serta mempunyai keberanian untuk mengambil sikap dan tindakan tepat mengenai semua isu, prinsip, visi, misi, operasional, kebijakan strategi perusahaan, dan mampu secara bijaksana mengendalikan semua potensi risiko yang bisa terjadi. Manajer masa depan sebaiknya bersikap lebih hati – hati dalam menghadapi berbagai spekulasi bisnis. Kualitas kepemimpinan seorang manajer masa depan dan manajer hari ini harus terjawab dari perilaku, wawasan, pengetahuan, karakter, kekuatan positif, dan mental sukses seorang manajer pemenang yang harus ada di dalam lubuk hati terdalam.

Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pengaruhi Orang Lain Dengan Hal-Hal Baik, Jangan Dengan Hal-Hal Tidak Baik

Oktober 4, 2009

”Untuk Mencapai Hal-Hal Besar Tidak Hanya Perlu Kerja Keras Dan Kecerdasan Intelektual, Tetapi Juga Harus Cerdas Mempengaruhi.” – Djajendra

Saat Anda memiliki bakat, kemampuan dan keterampilan untuk mempengaruhi orang lain, maka pengaruh Anda itu dapat menjadi modal yang sangat kuat untuk meyakinkan orang lain tentang misi dan visi yang sedang Anda perjuangkan, serta pengaruh Anda yang hebat itu dapat membuat orang lain menjadi patuh dan setia kepada Anda.

Pengaruh Anda yang kuat akan membuat orang-orang secara alami mengikuti apa yang Anda lakukan sehari-hari, tanpa ada yang berani bertanya dan membantah sikap dan perbuatan Anda. Sebab, pengaruh itu sesungguhnya adalah sebuah energi superkuat yang mampu mengubah mind set orang lain.

Anda wajib memiliki tanggung jawab untuk tidak mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang tidak baik.

Jalankan pengaruh Anda dengan sikap baik,  perlihatkan perilaku dan tindakan yang penuh dengan nilai-nilai cinta, kepedulian, kemanusiaan, dan kebaikan. Sebab, bila Anda gagal memperlihatkan sikap baik dalam pola hidup yang penuh tanggung jawab moral dan etika hidup, maka Anda akan ditentang oleh orang-orang berpengetahuan yang cerdas dengan logika dan akal sehat.

Sebagai pribadi yang berpengaruh Anda harus memberikan contoh-contoh yang bijak dan profesional kepada para pengikut Anda. Ingat, Anda akan dijadikan sebagai cermin, panutan, penasehat pribadi, dan sahabat batin pengikut Anda. Oleh karena itu, Anda harus bersikap, bertindak, berkata, dan bertanggungjawab secara jelas dan konsisten.

Jaga dan rawatlah antara perkataan dan tindakan dalam bingkai sikap baik, yakinkan diri Anda bahwa orang-orang akan memperhatikan kredibilitas Anda, dan jadilah pribadi yang mempengaruhi diri Anda sendiri agar bertumbuh bersama sikap positif dan pikiran positif.

Pengaruh yang kuat akan melahirkan hubungan dengan tingkat emosi yang sangat kuat. Setiap ucapan dan perkataan Anda pasti akan mempengaruhi orang lain.

Anda harus memiliki tanggung jawab yang besar, untuk mendorong setiap orang agar memahami setiap ucapan dan perkataan Anda dengan mind set positif.

Pengaruh Anda yang positif akan membangun lingkungan menjadi lebih bertanggung jawab pada semua aspek kehidupan . Perilaku bijak dan positif Anda akan meningkatkan kekuatan positif untuk mengubah diri Anda dan orang lain menjadi pribadi-pribadi unggul yang baik hati.

Anda harus lebih berfokus pada sikap baik Anda dalam membangun setiap orang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Anda harus mempengaruhi mereka dengan semangat untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh bersama sikap baik mereka. Dan, jangan pernah membiarkan mereka tumbuh bersama sikap negatif yang merugikan banyak orang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Jadilah Pemimpin Pembelajar

Juni 10, 2009

“Ketika Pemimpin Berhenti Menjadi Pribadi Pembelajar, Maka Pengembangan Kepribadiannya Akan Berhenti Secara Total.” – Djajendra

Seorang pemimpin harus memiliki keyakinan diri yang tinggi untuk tumbuh, keyakinan diri yang tinggi untuk menjadi pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar.

Pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman hidup; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman kerja; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari alam semesta; dan pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari kebenaran.

Pemimpin haruslah seorang pembelajar terbaik, yang selalu belajar dari tanda – tanda zaman untuk melakukan perubahan.

Pemimpin harus memiliki gaya hidup yang dekat dengan karya-karya kebaikan, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban yang memanusiakan manusia, agar mampu memahami realitas kehidupan, untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran buat menata masa depan yang lebih cemerlang.

Pemimpin harus terus-menerus belajar, belajar buat masa depan kehidupan yang lebih baik. Sebab,  Pemimpin ada untuk menata masa depan yang lebih manusiawi, bukan untuk mewariskan benih kesengsaraan buat manusia masa depan.

Pemimpin harus belajar menggunakan intuisi, perasaan, nilai-nilai kebaikan, empati, simpati, dan kebenaran,  untuk membuat keputusan – keputusan yang tepat sasaran buat kehidupan orang banyak.

Pemimpin harus belajar untuk melibatkan orang – orang lain secara adil dan terbuka, lalu membicarakan setiap kebaikan buat kemakmuran, kedamaian, dan kemanfaatan semua pihak.

Pemimpin harus belajar tidak hanya pintar bicara, tapi juga pintar mendengarkan dan pintar memahami informasi yang realistis.

Pemimpin harus belajar mendengar dan melihat kebenaran, dan tidak membawa nasib orang lain ke dalam kesulitan hidup. Tetapi, mampu menciptakan peluang sukses buat kehidupan setiap orang.

Pemimpin harus belajar membuat keputusan berdasarkan logika yang cerdas, emosi yang cerdas, dan pikiran yang rasional, untuk menciptakan kemudahan dan kebaikan buat semua orang.

Pemimpin harus belajar untuk melakukan segala kebaikan, segala kebaikan yang dilakukan berdasarkan cinta dan kepedulian kepada orang lain.

Pemimpin harus belajar menjadi mentor yang bijak buat orang-orang disekitarnya, serta menjadi inspirator yang mampu menyebarkan gairah hidup dan motivasi, untuk memberikan nilai-nilai kemenangan hidup ke dalam hati setiap orang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Pemimpin Mengendalikan Hidup Orang Lain

Juni 10, 2009

“Seorang Pemimpin Harus Memahami Trik Dan Taktik Berpetualangan Yang Hebat, Agar Diperjalanannya Tidak Terjebak Oleh Ranjau-Ranjau Kepentingan Kelompok Dan Pribadi.” – Djajendra

“Sukses Terbesar Kepemimpinan Terletak Pada Kecerdasan Kepemimpinan Untuk Memahami Sisi – Sisi Kemanusian Dari Orang – Orang Yang Dipimpin.” – Djajendra

Kepemimpinan sangat identik dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan, dan transaksi. Setiap pemimpin pasti mempersiapkan dirinya untuk mengendalikan hidup orang lain, untuk tidak membiarkan orang-orang yang dipimpin mengalahkan reputasi dan kredibilitas dirinya.

Bila sedikit saja si pemimpin keliru untuk memahami kebutuhan sisi kemanusian dari orang – orang yang mengikuti kepemimpinannya, pemimpin pasti akan dicap sebagai pemimpin yang tidak mempunyai hati dan dedikasi kepada kepentingan orang lain.

Kepemimpinan adalah sebuah proses aktifitas manusia, yang harus secara konsisten tumbuh membaik untuk kepentingan orang banyak. Kepemimpinan tidak boleh diam memandang keadaan dan situasi, tapi harus bersikap proaktif dan dinamis untuk menjawab setiap situasi dan kondisi secara cerdas dan penuh wibawa. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang dimulai dari kepemimpinan diri sendiri kepada kepemimpinan terhadap orang – orang lain. Kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap setiap proses menuju perbaikan hidup melalui visi yang jelas dan terang.

Kepemimpinan berarti relasi positif di antara si pemimpin dengan yang dipimpin. Tanpa ada pengikut, pemimpin tidak pernah ada. Kepemimpinan terhadap orang lain itu hanya eksis selama si pemimpin mampu membangun jembatan relasi yang harmonis dengan orang – orang lain. Jadi, kepemimpinan itu sama artinya dengan pemimpin ditambah pengikut ditambah visi ditambah relasi yang harmonis. Kepemimpinan yang bijak dan profesional membutuhkan kualitas hubungan positif yang tinggi. Kualitas hubungan atau relasi yang dikembangkan melalui kematangan dan kedewasaan emosi baik dan pikiran positif.

Kepemimpinan berarti petualangan yang berani dan cerdas untuk memasuki kehidupan yang penuh dengan perbedaan dan keragaman. Seorang pemimpin harus memahami trik dan taktik berpetualangan yang hebat, agar diperjalanannya tidak terjebak oleh ranjau-ranjau kepentingan kelompok dan pribadi.

Kepemimpinan adalah petualangan segerombolan manusia untuk menyatu dalam satu kepentingan, satu visi, satu tujuan, satu misi, satu budaya kerja,  satu hati dan satu pikiran untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan harus memiliki peta perjalanan yang jelas dan terukur, agar dalam petualangannya dapat menemukan cara – cara termudah dan terefektif untuk mendapatkan semua hasil yang diinginkan tersebut.

Kepemimpinan artinya sikap yang konsisten dalam komitmen yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan apa pun. Sikap kepemimpinan ini harus jelas dalam visi yang terang untuk mencapai sebuah tujuan akhir yang jelas dan terang. Jadi, sikap yang benar atas setiap aspek pekerjaan kepemimpinan, jika dibantu dengan visi yang jelas, terang, dan sederhana, maka pemimpin bersama – sama tim yang mengikutinya tersebut pasti mendapatkan hasil terbaik dari setiap perjuangan mereka.

Kepemimpinan berarti tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang nyata untuk kebahagiaan, kemakmuran, kesehatan, dan kenyamanan dari setiap orang. Kepemimpinan itu membangun kehidupan untuk memanusiakan manusia dengan memanfaatkan semua sumber daya disekitar manusia secara bijak dan penuh hormat. Kepemimpinan itu berarti memiliki dedikasi kepada alam semesta untuk menciptakan keseimbangan hidup yang harmonis buat kepentingan setiap kehidupan di masa depan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pemimpin Sejati Memimpin Melalui Suara Hati Yang Jujur

Juni 9, 2009

“Hasil Kepemimpinan Terbaik Harus Dalam Bentuk Kepuasan Dan Kenyamanan Hati Yang Dipimpin. Hal Ini Hanya Bisa Terwujud. Jika, Pemimpin Mau Bekerja Melalui Suara Hati Nya Yang Jujur Dan Adil.” – Djajendra

Untuk mencapai kepemimpinan yang optimal, dalam arti menjalankan nilai-nilai kepemimpinan yang adil, jujur, dan penuh kebenaran universal, pemimpin harus memimpin melalui suara hatinya yang jujur.

Memimpin melalui suara hati yang jujur memerlukan tindakan yang konsisten untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan diri si pemimpin. Khususnya, dalam hal berpikir positif, beremosi baik, dan kemampuan untuk menyatu dalam nilai-nilai segala kebaikan.

Suara hati adalah simbol keaslian jiwa dan pikiran. Suara hati yang jujur akan bertindak untuk menghasilkan kebenaran, keadilan, dan kebahagian. Oleh karena itu, seorang pemimpin sejati selalu memahami tujuan kepemimpinannya secara jelas dan terang.  Seorang pemimpin sejati tidak akan menghabiskan waktu dan energinya hanya untuk mencari-cari tujuan kepemimpinannya. Dia tahu bahwa para pengikut akan kecewa kepada pemimpin, yang bekerja dengan tujuan yang tak jelas dalam arah yang penuh teka teki.

Pemimpin sejati akan menyingkirkan ego, nafsu, dan kepentingan diri sendiri. Lalu, secara jujur membangun tujuan kepemimpinan yang dapat dimengerti oleh setiap pengikutnya melalui nilai-nilai positif pribadi. Nilai-nilai positif pribadi yang solid dan kuat akan menginternal di dalam diri, dan menjadi sumber kekuatan identitas, dalam bentuk karakter kepemimpinan yang dihormati dan dikagumi orang banyak.

Pemimpin sejati selalu mendengarkan suara hatinya untuk memberikan kebaikan kepada para pengikut. Suara hati yang baik menjadi energi positif yang menyatukan hati dan pikiran, untuk memahami semua kebutuhan orang lain dengan penuh empati, toleransi, dan niat baik.

Suara hati yang jujur akan memberikan kekuatan kepada si pemimpin untuk membangun relasi yang solid dan tangguh dengan yang dipimpin.

Dunia kerja sekarang ini membutuhkan cara kerja yang bersinergi dalam kolaborasi yang terkoordinasi secara solid.  Jadi, relasi antar pribadi menjadi begitu penting untuk dipahami dan dijalankan secara sempurna. Relasi yang cerdas dan penuh empati merupakan syarat terpenting untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

Pemimpin sejati pasti tahu dan sadar untuk memimpin melalui relasi yang saling peduli dalam kerja sama dari hati ke hati.

Pemimpin sejati pasti mendisiplinkan dirinya untuk bisa memimpin melalui suara hati yang jujur. Termasuk, dengan mendisiplinkan dirinya untuk fokus kepada nilai-nilai kebaikan universal dan nilai-nilai yang memberi manfaat kepada orang banyak.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com