Mencontoh Cara Presiden Merekrut Menteri

Oktober 17, 2009

“Sikap Mental Anda Adalah Kunci Yang Paling Bisa Diandalkan Bagi Kepribadian Anda.” – Napoleon Hill

Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mulai melakukan wawancara terhadap para calon menteri selama dua hari ini. Setelah diwawancara, sekitar 34 kandidat itu akan langsung menandatangani dua macam kontrak yaitu pakta integritas dan kontrak kinerja. – KOMPAS.com, 17 October 2009.

Kontrak integritas dan kontrak kinerja  adalah dua hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Integritas adalah mutu, kualitas, kompetensi, kejujuran, kemampuan berdedikasi, loyalitas, dan kemampuan untuk bekerja dengan prinsip-prinsip good governance. Sedangkan kinerja adalah kemampuan untuk menjadi lebih produktif dan kecerdasan untuk menghasilkan nilai tambah kehidupan yang lebih besar.

Perusahaan-perusahaan mungkin perlu mencontoh cara presiden merekrut menteri. Cara presiden ini terlihat sangat efisien, efektif, dan langsung tepat sasaran. Tidak berbelit-belit, tapi langsung fokus kepada inti persoalan. Jelas sekali, inti persoalan kita di dalam pembangunan  adalah integritas dan kinerja.  Tanpa integritas dan kinerja tidak akan ada hasil yang maksimal. Hanya melalui kekuatan integritas seseorang bisa menghasilkan kinerja dan nilai tambah kehidupan yang maksimal.

Kita semua harus jujur bahwa ada dua hal yang selalu mengganggu dunia bisnis, yaitu integritas dari para stakeholder yang membuat kinerja bisnis menjadi tidak konsisten.  Integritas dari para stakeholder untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik. Sebab, prinsip-prinsip good corporate governance dapat menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis yang berkualitas tinggi. Dan bila sebuah bisnis mampu dioperasionalkan dengan kualitas tinggi, maka kinerja bisnis tersebut juga akan secara otomatis meningkat tajam.

Pandangan atau mind set dari setiap karyawan  di perusahaan harus diarahkan untuk membangun integritas dan kinerja yang maksimal. Bila integritas dan kinerja maksimal dapat diwujudkan secara baik, maka para karyawan secara otomatis akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh yang tak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi apa pun.

Perusahaan yang baik pastinya didukung oleh para pimpinan dan para karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga setiap kalimat  baik  yang diucapkan dari mulut mampu direalisasikan sesuai ucapan tersebut. Artinya, setiap rencana dapat dijalankan sesuai rencana dan dapat menghasilkan kinerja yang sesuai rencana.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pengaruhi Orang Lain Dengan Hal-Hal Baik, Jangan Dengan Hal-Hal Tidak Baik

Oktober 4, 2009

”Untuk Mencapai Hal-Hal Besar Tidak Hanya Perlu Kerja Keras Dan Kecerdasan Intelektual, Tetapi Juga Harus Cerdas Mempengaruhi.” – Djajendra

Saat Anda memiliki bakat, kemampuan dan keterampilan untuk mempengaruhi orang lain, maka pengaruh Anda itu dapat menjadi modal yang sangat kuat untuk meyakinkan orang lain tentang misi dan visi yang sedang Anda perjuangkan, serta pengaruh Anda yang hebat itu dapat membuat orang lain menjadi patuh dan setia kepada Anda.

Pengaruh Anda yang kuat akan membuat orang-orang secara alami mengikuti apa yang Anda lakukan sehari-hari, tanpa ada yang berani bertanya dan membantah sikap dan perbuatan Anda. Sebab, pengaruh itu sesungguhnya adalah sebuah energi superkuat yang mampu mengubah mind set orang lain.

Anda wajib memiliki tanggung jawab untuk tidak mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang tidak baik.

Jalankan pengaruh Anda dengan sikap baik,  perlihatkan perilaku dan tindakan yang penuh dengan nilai-nilai cinta, kepedulian, kemanusiaan, dan kebaikan. Sebab, bila Anda gagal memperlihatkan sikap baik dalam pola hidup yang penuh tanggung jawab moral dan etika hidup, maka Anda akan ditentang oleh orang-orang berpengetahuan yang cerdas dengan logika dan akal sehat.

Sebagai pribadi yang berpengaruh Anda harus memberikan contoh-contoh yang bijak dan profesional kepada para pengikut Anda. Ingat, Anda akan dijadikan sebagai cermin, panutan, penasehat pribadi, dan sahabat batin pengikut Anda. Oleh karena itu, Anda harus bersikap, bertindak, berkata, dan bertanggungjawab secara jelas dan konsisten.

Jaga dan rawatlah antara perkataan dan tindakan dalam bingkai sikap baik, yakinkan diri Anda bahwa orang-orang akan memperhatikan kredibilitas Anda, dan jadilah pribadi yang mempengaruhi diri Anda sendiri agar bertumbuh bersama sikap positif dan pikiran positif.

Pengaruh yang kuat akan melahirkan hubungan dengan tingkat emosi yang sangat kuat. Setiap ucapan dan perkataan Anda pasti akan mempengaruhi orang lain.

Anda harus memiliki tanggung jawab yang besar, untuk mendorong setiap orang agar memahami setiap ucapan dan perkataan Anda dengan mind set positif.

Pengaruh Anda yang positif akan membangun lingkungan menjadi lebih bertanggung jawab pada semua aspek kehidupan . Perilaku bijak dan positif Anda akan meningkatkan kekuatan positif untuk mengubah diri Anda dan orang lain menjadi pribadi-pribadi unggul yang baik hati.

Anda harus lebih berfokus pada sikap baik Anda dalam membangun setiap orang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Anda harus mempengaruhi mereka dengan semangat untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh bersama sikap baik mereka. Dan, jangan pernah membiarkan mereka tumbuh bersama sikap negatif yang merugikan banyak orang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


15 Kemampuan Awal Yang Wajib Dimiliki Manajer Hari Ini

Agustus 2, 2009

”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin bijak yang dapat dengan mudah memimpin melewati sekat-sekat emosi dan pikiran dalam membangun sebuah keharmonisan. Manajer harus mampu mengajak semua staf-staf nya untuk bekerja bersama nilai-nilai sejati perusahaan; manajer harus mampu menyemangati, mendorong, memberdayakan, dan memberi kekuatan kepada setiap staf-staf nya untuk bekerja sesuai rencana dan target perusahaan.

Untuk itu semua, seorang manajer hari ini haruslah memiliki kompetensi atau keahlian di berbagai bidang, agar dirinya dapat memimpin secara maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada lima belas keahlian atau kompetensi yang wajib di miliki manajer hari ini.

1. Kepemimpinan

Manajer hari ini wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan.

2. Keterampilan Kerja

Manajer hari ini wajib memiliki keterampilan kerja yang optimal. Manajer harus selalu mengupdate pengetahuan dan cara kerjanya setiap saat, untuk diselaraskan dengan realitas kerja hari ini.

3. Kemampuan Memberdayakan

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal.

4. Kemampuan Memotivasi Dan Memberi Inspirasi

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

5. Kemampuan Meningkatkan Produktifitas Kerja

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan menjaga tingkat produktifitas kerja yang tinggi. Setiap staf harus di beri petunjuk dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja secara maksimal.

6. Kemampuan Meningkatkan Kinerja

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang ahli dalam hal memacu potensi para staf dan memacu semua potensi organisasi untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

7. Kemampuan Kerja Sama

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu mendorong setiap stafnya untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, berjuang bersama, selalu menjaga kebersamaan, mau berbagi informasi kerja dengan sesama kolega, dan selalu berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan.

8. Kemampuan Mengelola Waktu

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang bijak, yang mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal untuk menghasilkan out put yang maksimal.

9. Kemampuan Mengelola Konflik Kerja

Manajer hari ini haruslah menjadi seorang pemimpin yang sabar dan tegar dalam hal mengelola semua konflik di pekerjaan. Di mana, setiap konflik kerja harus dikelola dengan sikap tenang, hati penuh kasih sayang dan kepedulian, serta pikiran positif yang di ikuti dengan niat baik untuk menyelesaikan setiap konflik melalui bahasa cinta.

10. Kemampuan Membangun Hubungan Positif

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin positif, yang cerdas menggunakan sikap baik untuk membangun hubungan positif terhadap setiap orang. Hubungan positif yang saling melengkapi di antara para staf, untuk kemudian memberikan yang terbaik buat kemajuan perusahaan.

11. Kemampuan Mengurangi Tingkat Stress Dan Depresi

manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang mampu bekerja untuk mengurangi ketegangan di tempat kerja. Khususnya, memiliki kemampuan untuk menghapus atau pun mengurangi tingkat stres dan depresi di organisasi.

12. Kemampuan Mengarahkan Staf Untuk Mencapai Sasaran Kerja Tertinggi

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pedoman dan arahan yang jelas kepada setiap staf, agar para staf mampu bekerja dan bergerak ke arah pencapaian sasaran kerja yang optimal.

13. Kemampuan Membangun Nilai-Nilai Sukses

Manajer hari ini wajib memiliki kemampuan untuk menanam nilai-nilai sukses di dalam organisasi, dan mampu meyakinkan setiap orang untuk bekerja keras sesuai nilai-nilai sukses terbaik.

14. Kemampuan Bekerja Berdasarkan Core Value Perusahaan

Manajer hari ini harus secara tegas dan tanpa kompromi, mengarahkan setiap staf untuk patuh pada setiap nilai-nilai kerja perusahaan. Nilai-nilai kerja perusahaan ini harus diperlihatkan melalui etos kerja yang baik.

15. Kemampuan Bekerja Sesuai Visi Dan Misi Perusahaan.

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Tidak boleh ada pertentangan antara tugas-tugas harian dengan misi atau pun visi perusahaan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tugas Pemimpin Adalah Menyalakan Cahaya Spiritual Pada Visi Yang Diperjuangkan

Juli 23, 2009

“Visi Yang Ragu Itu Seperti Berada Di Dalam Kegelapan, Anda Sulit Untuk Mencapainya. Sebab, Di Dalam Kegelapan Anda Tidak Mampu Melihat Visi Anda. Tetapi, Jika Anda Mampu Menyalakan Cahaya Spiritual Di Dalam Visi Anda, Anda Pasti Sampai Dengan Bahagia.” – Djajendra

Kepemimpinan adalah hal yang paling mendasar di dalam perjalanan menjemput visi kehidupan yang cemerlang. Kepemimpinan berarti kemampuan mengelola semua aspek, fungsi, dan peran organisasi dengan cemerlang. Kepemimpinan juga berarti  kemampuan mengelola semua perasaan, emosi, dan energi manusia dengan cara-cara profesional.

Visi kepemimpinan haruslah menjadi sinar spiritual yang dilihat pemimpin untuk kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran dirinya bersama-sama dengan para pengikutnya.

Pemimpin yang bijak akan memulai perjalanan menjemput visi, dengan terlebih dahulu mendisain program-program kerja, yang terencana secara profesional untuk dapat dihubungkan ke dalam batin setiap pengikut.

Semua program kerja tersebut harus dilakukan dengan partisipasi aktif setiap pengikut melalui feedback yang dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.

Pemimpin wajib membangun kepercayaan dan keyakinan  diri yang tinggi, terhadap integritas dan kemampuan para pengikut. Sekali pemimpin meragukan kemampuan dan kesetiaan para pengikut, maka visi yang dikejar akan terhalang di dalam kegelapan dan keraguan hati.

Pemimpin harus memfokuskan dirinya kepada hal-hal positif;  menciptakan tekad, motivasi, dan menyalurkan energi kemenangan kepada setiap pengikut; serta membantu diri sendiri dan para pengikut untuk meraih tujuan sesuai visi.

Pemimpin harus memastikan bahwa dirinya telah bekerja dengan prinsip-prinsip kerja terbaik. Termasuk, telah mampu mengoptimalkan semua potensi, bakat, dan kualitas organisasi dangan sempurna; serta mampu menggambarkan visi yang dituju secara jelas dan sederhana kepada setiap pengikut.

Pemimpin harus tahu semua alasan dari para pengikut untuk membantu dirinya dengan setia. Pemimpin harus memahami dan merawat sumber motivasi para pengikut, yang berdedikasi dan berjuang total bersama dirinya.

Pemimpin harus memperlihatkan sikap dan perilaku hebat, yang dapat membangkitkan rasa percaya pengikut kepada dirinya secara total.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pentingnya Hubungan Positif Antara Manajer Dengan Staf

Juni 26, 2009

” Bagi Orang Yang Cerdas Secara Emosi, Sebuah Kritikan Akan Menjadi Obat Mujarab Untuk Memperbaiki Kualitas Diri.” – Djajendra

Melalui keunggulan hubungan positif antara manajer dengan para staf, perusahaan dapat meraih semua target bisnisnya dengan sempurna. Hubungan baik antara para manajer dengan para stafnya akan menjadi penyebab keberhasilan manajer dalam memenuhi tanggung jawab kepemimpinannya, dan juga akan menjadi kisah sukses para staf dalam mewujudkan loyalitas dan kualitas kerja. Hubungan positif akan menjadi energi positif yang membangun kerjasama antara manajer dengan para staf, sehingga dengan kerjasama yang harmonis tersebut, setiap orang diperusahaan akan merasakan interaksi yang penuh kebaikan.

Para manajer yang cerdas selalu memanfaatkan kekuatan para staf melalui interaksi positif, yang penuh perhatian dan pengakuan kepada eksistensi dan kualitas dari para staf. Biasanya, interaksi ini diwujudkan dalam bentuk komunikasi yang saling berkontribusi untuk menangani semua tugas dan tantangan kerja dengan kompak.

Jika seorang manajer gagal membangun hubungan komunikasi positif dengan para stafnya, maka dapat dipastikan perasaan dan pikiran para stafnya akan menjauh dari dirinya. Dan, hal ini akan menciptakan empati dan toleransi yang rendah dari para staf dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab kerja.

Hubungan positif antara manajer dengan para staf akan menghindarkan terjadinya konflik dalam organisasi, dan akan menghapus sifat arogansi dan sifat otoriter dalam organisasi. Semua pihak akan menyatu untuk bertindak sesuai visi, nilai-nilai, dan misi perusahaan; serta setiap orang akan menghapus semua berita buruk untuk dijadikan gosip kantor. Intinya, setiap staf dan manajer akan bersatupadu melayani kepentingan internal dan eksternal perusahaan dengan perilaku komunikasi positif yang sepenuh hati dengan sifat dan sikap baik.

Setiap perbedaan persepsi dan setiap perbedaan pendapat wajib diselesaikan dengan menggunakan kecerdasan emosi baik yang penuh toleransi, untuk memperkaya organisasi dengan ide-ide baru dan pemikiran yang logis terhadap realitas.
Manajer dengan kekuatan komunikasi positif pasti menjadi cemerlang untuk memimpin setiap aspek, fungsi, dan peran kerja dengan efektif, sehingga hasil pekerjaannya akan berkualitas tinggi dan maksimal.

Bagi orang yang cerdas secara emosi, sebuah kritikan akan menjadi obat mujarab untuk memperbaiki kualitas diri. Dan biasanya, para manajer terbaik akan dengan sepenuh hati menerima kritikan dari mana pun untuk menciptakan kebaikan buat semua pihak di perusahan.

Hubungan yang harmonis dalam keterampilan komunikasi positif wajib dibangun oleh para manajer bersama-sama dengan para staf. Pembelajaran secara terus-menerus, khususnya untuk memperkuat kecerdasan emosional diri dalam relasi interpersonal dengan semua pihak, merupakan sesuatu yang wajib dipahami dan dikuasai oleh setiap orang di perusahaan. Intinya, manajer bersama staf harus memiliki karakter komunikasi yang saling memahami dan saling mau mendengar. Lalu, bersedia menjadi pribadi yang terbuka untuk menerima setiap feedback dengan sikap penuh empati dan tanggung jawab.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Jadilah Pemimpin Pembelajar

Juni 10, 2009

“Ketika Pemimpin Berhenti Menjadi Pribadi Pembelajar, Maka Pengembangan Kepribadiannya Akan Berhenti Secara Total.” – Djajendra

Seorang pemimpin harus memiliki keyakinan diri yang tinggi untuk tumbuh, keyakinan diri yang tinggi untuk menjadi pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar.

Pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman hidup; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman kerja; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari alam semesta; dan pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari kebenaran.

Pemimpin haruslah seorang pembelajar terbaik, yang selalu belajar dari tanda – tanda zaman untuk melakukan perubahan.

Pemimpin harus memiliki gaya hidup yang dekat dengan karya-karya kebaikan, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban yang memanusiakan manusia, agar mampu memahami realitas kehidupan, untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran buat menata masa depan yang lebih cemerlang.

Pemimpin harus terus-menerus belajar, belajar buat masa depan kehidupan yang lebih baik. Sebab,  Pemimpin ada untuk menata masa depan yang lebih manusiawi, bukan untuk mewariskan benih kesengsaraan buat manusia masa depan.

Pemimpin harus belajar menggunakan intuisi, perasaan, nilai-nilai kebaikan, empati, simpati, dan kebenaran,  untuk membuat keputusan – keputusan yang tepat sasaran buat kehidupan orang banyak.

Pemimpin harus belajar untuk melibatkan orang – orang lain secara adil dan terbuka, lalu membicarakan setiap kebaikan buat kemakmuran, kedamaian, dan kemanfaatan semua pihak.

Pemimpin harus belajar tidak hanya pintar bicara, tapi juga pintar mendengarkan dan pintar memahami informasi yang realistis.

Pemimpin harus belajar mendengar dan melihat kebenaran, dan tidak membawa nasib orang lain ke dalam kesulitan hidup. Tetapi, mampu menciptakan peluang sukses buat kehidupan setiap orang.

Pemimpin harus belajar membuat keputusan berdasarkan logika yang cerdas, emosi yang cerdas, dan pikiran yang rasional, untuk menciptakan kemudahan dan kebaikan buat semua orang.

Pemimpin harus belajar untuk melakukan segala kebaikan, segala kebaikan yang dilakukan berdasarkan cinta dan kepedulian kepada orang lain.

Pemimpin harus belajar menjadi mentor yang bijak buat orang-orang disekitarnya, serta menjadi inspirator yang mampu menyebarkan gairah hidup dan motivasi, untuk memberikan nilai-nilai kemenangan hidup ke dalam hati setiap orang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Pemimpin Mengendalikan Hidup Orang Lain

Juni 10, 2009

“Seorang Pemimpin Harus Memahami Trik Dan Taktik Berpetualangan Yang Hebat, Agar Diperjalanannya Tidak Terjebak Oleh Ranjau-Ranjau Kepentingan Kelompok Dan Pribadi.” – Djajendra

“Sukses Terbesar Kepemimpinan Terletak Pada Kecerdasan Kepemimpinan Untuk Memahami Sisi – Sisi Kemanusian Dari Orang – Orang Yang Dipimpin.” – Djajendra

Kepemimpinan sangat identik dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan, dan transaksi. Setiap pemimpin pasti mempersiapkan dirinya untuk mengendalikan hidup orang lain, untuk tidak membiarkan orang-orang yang dipimpin mengalahkan reputasi dan kredibilitas dirinya.

Bila sedikit saja si pemimpin keliru untuk memahami kebutuhan sisi kemanusian dari orang – orang yang mengikuti kepemimpinannya, pemimpin pasti akan dicap sebagai pemimpin yang tidak mempunyai hati dan dedikasi kepada kepentingan orang lain.

Kepemimpinan adalah sebuah proses aktifitas manusia, yang harus secara konsisten tumbuh membaik untuk kepentingan orang banyak. Kepemimpinan tidak boleh diam memandang keadaan dan situasi, tapi harus bersikap proaktif dan dinamis untuk menjawab setiap situasi dan kondisi secara cerdas dan penuh wibawa. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang dimulai dari kepemimpinan diri sendiri kepada kepemimpinan terhadap orang – orang lain. Kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap setiap proses menuju perbaikan hidup melalui visi yang jelas dan terang.

Kepemimpinan berarti relasi positif di antara si pemimpin dengan yang dipimpin. Tanpa ada pengikut, pemimpin tidak pernah ada. Kepemimpinan terhadap orang lain itu hanya eksis selama si pemimpin mampu membangun jembatan relasi yang harmonis dengan orang – orang lain. Jadi, kepemimpinan itu sama artinya dengan pemimpin ditambah pengikut ditambah visi ditambah relasi yang harmonis. Kepemimpinan yang bijak dan profesional membutuhkan kualitas hubungan positif yang tinggi. Kualitas hubungan atau relasi yang dikembangkan melalui kematangan dan kedewasaan emosi baik dan pikiran positif.

Kepemimpinan berarti petualangan yang berani dan cerdas untuk memasuki kehidupan yang penuh dengan perbedaan dan keragaman. Seorang pemimpin harus memahami trik dan taktik berpetualangan yang hebat, agar diperjalanannya tidak terjebak oleh ranjau-ranjau kepentingan kelompok dan pribadi.

Kepemimpinan adalah petualangan segerombolan manusia untuk menyatu dalam satu kepentingan, satu visi, satu tujuan, satu misi, satu budaya kerja,  satu hati dan satu pikiran untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan harus memiliki peta perjalanan yang jelas dan terukur, agar dalam petualangannya dapat menemukan cara – cara termudah dan terefektif untuk mendapatkan semua hasil yang diinginkan tersebut.

Kepemimpinan artinya sikap yang konsisten dalam komitmen yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan apa pun. Sikap kepemimpinan ini harus jelas dalam visi yang terang untuk mencapai sebuah tujuan akhir yang jelas dan terang. Jadi, sikap yang benar atas setiap aspek pekerjaan kepemimpinan, jika dibantu dengan visi yang jelas, terang, dan sederhana, maka pemimpin bersama – sama tim yang mengikutinya tersebut pasti mendapatkan hasil terbaik dari setiap perjuangan mereka.

Kepemimpinan berarti tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang nyata untuk kebahagiaan, kemakmuran, kesehatan, dan kenyamanan dari setiap orang. Kepemimpinan itu membangun kehidupan untuk memanusiakan manusia dengan memanfaatkan semua sumber daya disekitar manusia secara bijak dan penuh hormat. Kepemimpinan itu berarti memiliki dedikasi kepada alam semesta untuk menciptakan keseimbangan hidup yang harmonis buat kepentingan setiap kehidupan di masa depan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pemimpin Sejati Memimpin Melalui Suara Hati Yang Jujur

Juni 9, 2009

“Hasil Kepemimpinan Terbaik Harus Dalam Bentuk Kepuasan Dan Kenyamanan Hati Yang Dipimpin. Hal Ini Hanya Bisa Terwujud. Jika, Pemimpin Mau Bekerja Melalui Suara Hati Nya Yang Jujur Dan Adil.” – Djajendra

Untuk mencapai kepemimpinan yang optimal, dalam arti menjalankan nilai-nilai kepemimpinan yang adil, jujur, dan penuh kebenaran universal, pemimpin harus memimpin melalui suara hatinya yang jujur.

Memimpin melalui suara hati yang jujur memerlukan tindakan yang konsisten untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan diri si pemimpin. Khususnya, dalam hal berpikir positif, beremosi baik, dan kemampuan untuk menyatu dalam nilai-nilai segala kebaikan.

Suara hati adalah simbol keaslian jiwa dan pikiran. Suara hati yang jujur akan bertindak untuk menghasilkan kebenaran, keadilan, dan kebahagian. Oleh karena itu, seorang pemimpin sejati selalu memahami tujuan kepemimpinannya secara jelas dan terang.  Seorang pemimpin sejati tidak akan menghabiskan waktu dan energinya hanya untuk mencari-cari tujuan kepemimpinannya. Dia tahu bahwa para pengikut akan kecewa kepada pemimpin, yang bekerja dengan tujuan yang tak jelas dalam arah yang penuh teka teki.

Pemimpin sejati akan menyingkirkan ego, nafsu, dan kepentingan diri sendiri. Lalu, secara jujur membangun tujuan kepemimpinan yang dapat dimengerti oleh setiap pengikutnya melalui nilai-nilai positif pribadi. Nilai-nilai positif pribadi yang solid dan kuat akan menginternal di dalam diri, dan menjadi sumber kekuatan identitas, dalam bentuk karakter kepemimpinan yang dihormati dan dikagumi orang banyak.

Pemimpin sejati selalu mendengarkan suara hatinya untuk memberikan kebaikan kepada para pengikut. Suara hati yang baik menjadi energi positif yang menyatukan hati dan pikiran, untuk memahami semua kebutuhan orang lain dengan penuh empati, toleransi, dan niat baik.

Suara hati yang jujur akan memberikan kekuatan kepada si pemimpin untuk membangun relasi yang solid dan tangguh dengan yang dipimpin.

Dunia kerja sekarang ini membutuhkan cara kerja yang bersinergi dalam kolaborasi yang terkoordinasi secara solid.  Jadi, relasi antar pribadi menjadi begitu penting untuk dipahami dan dijalankan secara sempurna. Relasi yang cerdas dan penuh empati merupakan syarat terpenting untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

Pemimpin sejati pasti tahu dan sadar untuk memimpin melalui relasi yang saling peduli dalam kerja sama dari hati ke hati.

Pemimpin sejati pasti mendisiplinkan dirinya untuk bisa memimpin melalui suara hati yang jujur. Termasuk, dengan mendisiplinkan dirinya untuk fokus kepada nilai-nilai kebaikan universal dan nilai-nilai yang memberi manfaat kepada orang banyak.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memimpin Dalam Tekanan

Mei 18, 2009

“Setiap Orang Di Waktu Sulit Yang Penuh Tekanan Harus Tahu Bahwa Pemimpin Mereka Selalu Bersama Mereka. Oleh Karena Itu, Pemimpin Harus Selalu Membuat Pengikutnya Tahu Bahwa Dirinya Selalu Bersama-Sama Pengikutnya.” – Djajendra

Memimpin berarti memiliki kekuasaan. Ketika kekuasaan yang dimiliki pemimpin itu mendapat tekanan, maka setiap orang yang ada dalam kepemimpinan tersebut akan berada dalam ketidakpastian. Hanya pemimpin yang tegar, sabar,  pintar, dan cerdik yang akan survive dari berbagai tekanan. Pemimpin yang cerdik pasti tahu bagaimana cara untuk menangani tekanan. Dia juga tahu bahwa tekanan dalam sebuah kepemimpinan merupakan tantangan yang harus ditangani secara bijak dengan memperhatikan setiap situasi dan kondisi secara rinci dan profesional.

Berikut ini ada 11 tips yang akan membantu pemimpin untuk menangani tekanan.

1. Pemimpin harus berbicara dan berkomunikasi kepada setiap kekuatan, untuk mengatasi masa-masa sulit dengan cara-cara persuasif dan positif.

2. Pemimpin wajib memiliki informasi dan pengetahuan yang lengkap terhadap situasi dan kondisi terakhir. Dan, memastikan bahwa semua kendali kekuasaan masih utuh ditangannya.

3. Pemimpin tidak boleh membiarkan persoalan apa pun bepergian tanpa mendapatkan perhatian. Pemimpin harus bersikap tegas dalam mengambil tindakkan untuk meredam simpang siurnya sebuah persoalan. Pemimpin harus meyakinkan semua orang untuk memahami apa yang terjadi.

4. Pemimpin wajib memberikan petunjuk yang jelas dan yang sederhana, agar setiap orang dapat memiliki informasi yang sama untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman.

5. Pemimpin harus bersikap terbuka untuk menerima pertanyaan dan informasi dari siapa pun. Kemudian, harus mampu memberikan jawaban-jawaban yang sejuk dan penuh empati.

6. Pemimpin harus bersikap proaktif untuk memotivasi setiap orang untuk segera meninggalkan masalah dan memulai langkah baru dengan solusi.

7. Pemimpin harus melibatkan semua kekuatan dalam pengambilan keputusan penting. Sebab, saat semua kekuatan merasa terwakili secara bijaksana, maka risiko dari tekanan yang ada akan menjadi minimal.

8. Pemimpin tentu saja harus membuat keputusan akhir untuk mengatasi tekanan, tapi sebaiknya pemimpin  meminta dukungan dari tim intinya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Pemimpin harus memfungsikan tim intinya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

9. Pemimpin harus selalu menyemangati dan memberikan harapan positif kepada setiap orang, agar mereka dapat terhindar dari situasi sulit di bawah tekanan, dan merasa terlindung di bawah kepemimpinan yang tangguh dan solid.

10. Setiap orang di waktu sulit yang penuh tekanan harus tahu bahwa pemimpin mereka selalu bersama mereka. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu membuat pengikutnya tahu bahwa dirinya selalu bersama-sama pengikutnya. Manfaatkan sepenuhnya setiap pertemuan dan kontak dengan setiap pengikut, dan buat mereka tahu bahwa mereka memiliki dukungan total dari pemimpinnya. Lalu, berkomunikasilah secara bijaksana dan penuh empati dalam visi yang terang.

11. Redamlah setiap rumor negatif dengan visi dan harapan yang terarah. Bangkitkan semangat dan antusias dari semua orang untuk bekerja total dalam mengatasi setiap risiko berbahaya dari tekanan yang ada.

Untuk seminar/ training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pemimpin Harus Pintar Berkomunikasi Untuk Mencapai Kesepakatan

Mei 8, 2009

“Pemimpin Yang Baik Tidak Akan Memanfaatkan Sebagian Besar Waktu-Waktunya Untuk Memperkaya Diri Sendiri, Tapi Dia Akan Menggunakan Semua Waktunya Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Orang Banyak.”- Djajendra

Seorang pemimpin haruslah cerdas mencapai kesepakatan dengan pemimpin-pemimpin lain buat kebaikan orang banyak. Seorang pemimpin haruslah pintar berbicara untuk membangun komunikasi yang hebat dengan banyak orang. Seorang pemimpin haruslah memperlihatkan contoh kepemimpinan yang efektif melalui kemampuan berkomunikasi yang konsisten dalam komitmen yang dipercaya oleh banyak orang. Pemimpin yang baik akan selalu menjadikan semua pihak sebagai sahabat sejati untuk kemajuan orang banyak. Pemimpin yang baik selalu sadar diri bahwa ia merupakan alat untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian buat kehidupan banyak orang. Pemimpin yang baik selalu bekerja cerdas untuk mencapai kesepakatan buat menciptakan kemakmuran dan perdamaian buat banyak orang. Pemimpin yang baik selalu siap menjadikan dirinya sebagai alat untuk membantu kehidupan orang lain secara jujur dan adil. Pemimpin yang baik tidak akan memanfaatkan sebagian besar waktu-waktunya untuk memperkaya diri sendiri, tapi dia akan menggunakan semua waktunya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup orang banyak. Pemimpin yang baik selalu fokus untuk membangun kepercayaan diri dari orang banyak melalui komunikasi yang membangkitkan harapan dan gairah hidup. Pemimpin yang baik selalu akan menjelaskan semua rencananya dalam bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh siapa pun. Pemimpin yang baik tidak akan merahasiakan apa pun dari orang-orang yang membantunya sejak awal. Pemimpin yang baik selalu mengajak semua orang untuk berlari ke arah visi yang ada. Pemimpin yang baik selalu membuat ucapannya menjadi realitas yang membahagiakan semua orang. Pemimpin yang baik selalu memberikan contoh yang nyata dalam membangun karakter positif dari orang banyak.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com