Bangkitkan Getaran Hati Untuk Meraih Kebahagiaan Sejati

November 16, 2009

“Setiap Orang Menginginkan Kebahagian Hidup Dan Selalu Mencarinya Di Luar Diri, Padahal Kebahagian Abadi Tidak Berasal Dari Luar Diri, Melainkan Ada Di Dalam Pikiran Dan Emosi Diri. Bila Anda Mau Menerima Diri Anda Apa Adanya, Bila Anda Mau Memahami Realitas Kehidupan Anda Dengan Emosi Yang Cerdas Dan Pikiran Yang Jernih, Maka Sang Bahagia Akan Menjadi Penghuni Setia Di Jiwa Terdalam Anda.” – Djajendra

Cup-Of-Love

Setiap pribadi yang mau berjuang keras untuk masa depan yang lebih baik pasti akan meraih sukses yang diinginkan. Yang perlu dipahami bahwa sukses itu tidak berarti sekedar di ukur dari nilai uang, jabatan, pangkat, dan tampak luar. Tetapi, sukses itu merupakan sebuah keadaan jiwa, raga, pikiran dalam keseimbangan yang membahagiakan diri. Untuk meraih sukses sesuai harapan dan impian Anda, Anda harus mau melakukan perubahan terhadap perilaku dan pola pikir Anda. Di mana, perilaku dan pola pikir Anda itu harus memiliki tekad yang kuat untuk meraih Sukses yang Anda inginkan. Ingat! Setiap orang tidak sama, setiap orang punya mimpi yang berbeda, jadi Anda tidak perlu mencontoh perilaku dan pola pikir orang lain, tapi jadilah diri sendiri yang hebat dan unik.

Miliki mimpi dan cita-cita yang hebat, lalu buatlah rencana yang detil dan konkret, kemudian rubahlah semua rencana detil dan konkret itu menjadi tindakan untuk memperoleh sukses seperti yang Anda inginkan.

Salah satu rahasia menjadi pribadi sukses, yaitu memiliki motivasi dan tekad yang kuat. Motivasi dan tekad yang kuat harus diiringi dengan semangat juang sebagai pemacu daya dorong dan daya tahan diri terhadap berbagai tantangan. Jadi, miliki keyakinan diri yang kuat untuk mendukung kisah sukses Anda dalam mencapai  semua impian dan harapan, sesuai target yang Anda tetapkan melalui kalkulasi yang benar, serta menghindari spekulasi yang berbahaya.

Anda harus selalu siaga satu terhadap berbagai potensi negatif diri Anda. Anda juga harus selalu belajar dan berlatih untuk menemukan dan mengoptimalkan semua potensi diri Anda yang hebat. Jangan pernah lalai untuk mengelola semua emosi positif Anda dengan tepat sasaran, termasuk menyingkirkan setiap emosi negatif perusak dari dalam diri Anda.

Anda dilahirkan untuk menjadi pemenang di dalam hidup Anda. Hidup Anda itu milik Anda yang abadi. Jadi, bangunlah jiwa Anda dengan kepercayaan diri yang tinggi, bangunlah raga Anda dengan tingkat kesehatan yang optimal, dan bangunlah pikiran Anda dengan mental pemenang. Belajar dan berlatilah selalu untuk mengaktifkan semua kekuatan potensi terdalam diri Anda, agar Anda mampu memiliki daya tahan diri yang kuat dan kokoh dalam perjuangan panjang untuk meraih sukses.

Kembangkan diri Anda terus-menerus tanpa pernah menyerah oleh situasi dan kondisi apa pun. Temukan ide-ide baru yang cemerlang melalui kekuatan pikiran positif Anda. Ingat! Anda diciptakan Tuhan untuk menjadi pemenang dalam hidup Anda. Dan, sekarang tugas Anda-lah untuk berjuang keras, berjuang cerdas, berjuang penuh taktik dan strategi yang kreatif agar Anda mampu mewujudkan setiap mimpi dan harapan Anda menjadi kenyataan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Belajar Dari Kritik

November 14, 2009

“Kritik – Kritik Tajam Itu Seperti Guru Yang Sedang Mengajari Diri Kita Untuk Memperkuat Kemampuan Diri Sendiri Dalam Perjalanan Menuju Puncak Sukses Tertinggi.” – Djajendra

Saat seseorang merasa tidak nyaman pada sebuah kondisi, maka dia pasti akan mengkritik orang atau lingkungan yang membuat dirinya tidak nyaman. Saat diri merasa sangat mencintai atau menyayangi seseorang, tapi saling tidak paham, maka kritik akan menjadi solusi dalam upaya menyamakan kemauan.

Prilaku mengkritik adalah sesuatu hal yang sangat wajar. Kritik bisa muncul dari sikap cinta dan sikap benci. Kritik adalah guru terbaik yang mengajarkan diri untuk selalu memperkuat dan memperbaiki kualitas diri agar menjadi lebih cemerlang. Menerima kritikan dari orang lain berarti diri harus siap dengan tulus untuk bercermin pada cermin integritas jiwa.

Saat berada dibawah tekanan kritik sebaiknya tenangkan diri dan coba lakukan introspeksi untuk menjawab semua kritikan tersebut dengan jiwa besar. Saat performa diri dalam kondisi yang labil, maka kritikan biasanya akan dipahami secara negatif, dan secara otomatis akan mengakibatkan diri merasa tertekan. Jadi, pastikan Anda menjadikan setiap kritikan sebagai pengetahuan berharga dalam upaya memperkuat kualitas diri Anda. Jadikan setiap suara kritikan sebagai energi positif yang membangkitkan benih-benih motivasi diri untuk menjadi lebih baik. Jangan pernah membiarkan diri Anda tertekan oleh suara kritik dari sumber manapun, tapi berpikirlah positif dan jadikan setiap kritikan seperti lagu-lagu indah yang memotivasi perasaan dan pikiran Anda untuk bangkit dan bekerja lebih cerdas lagi.

Jangan pernah biarkan sikap pesimistis orang lain terhadap kemampuan diri Anda merusak semua potensi hebat yang ada di dalam diri Anda. Anda harus menjadi pribadi tegar yang tak tergoncangkan oleh badai kritik, lalu menjawab semua keraguan orang lain terhadap diri Anda dengan prestasi dan cara kerja yang hebat. Jangan biarkan diri Anda menjadi bulan-bulanan kritik dari siapa pun, jangan biarkan diri Anda menjadi keranjang sampah kritikan orang lain. Tetapi, bangkitlah dan tunjukkan kepada setiap orang bahwa Anda adalah pribadi terbaik dengan prestasi yang luar biasa hebat.
Setiap suara kritikan tidak boleh membuat Anda menyerah. Setiap kali dihujam kritik tidak boleh membuat Anda berkecil hati dan ketakutan. Setiap kali diri Anda diteror oleh suara-suara kritikan, Anda tidak boleh lari dan bersembunyi dikolong kehidupan. Ingat, tekanan adalah hal yang wajar di dalam kehidupan, tekanan bila dipahami secara positif, maka tekanan itu akan menjadi energi yang membuat diri lebih banyak belajar tentang hal-hal yang lebih baik dari kehidupan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menjalani Karier Sesuai Impian Dan Harapan Bukanlah Perkara Sulit

November 8, 2009

”Setiap Kali Menghadapi Kemunduran, Saya Memperbaiki Diri Dan Melanjutkan Hidup Karena Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri.” – Sir Philip Green, Miliarder, Pengusaha Ritel

”Sering Kali Seseorang Mencari Sesuatu, Tetapi Menemukan Yang Lain.” – Neem Karoli Baba

“Uang Bukanlah Tuhan Maupun Iblis Saya. Melainkan Sebentuk Energi Yang Cendrung Menegaskan Siapa Diri Kita, Apakah Seorang Tamak Atau Penyayang.” – Dan Millman, Penulis

Apakah Anda lebih suka memperjuangkan arah karier kerja Anda sesuai impian dan harapan Anda, atau Anda lebih suka mengalir seperti air dan membiarkan nasib yang menentukan karier kerja Anda?

Apa pun pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini, bila Anda mau bertanggung jawab, fokus, tekun, jujur, berkomitmen, ulet, dan selalu belajar mencintai pekerjaan tersebut, maka yakinlah bahwa Anda pasti akan mencapai tingkat kepuasan tertinggi dari karier kerja yang sedang Anda jalani tersebut.

Apa pun pilihan Anda itu adalah hak Anda, tetapi sebaiknya jadikanlah diri Anda sebagai pusat kekuatan yang menentukan arah karier kerja Anda.

Menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala keinginan diri adalah hal terbaik, termasuk memiliki kesadaran total untuk berkarier dengan visi, komitmen, ketekunan, sikap jujur, dan tanggung jawab dalam mencapai semua impian dan harapan.

Menjalani karier kerja sesuai impian dan harapan bukanlah perkara sulit. Anda yang memiliki inteligensi emosi baik, inteligensi intelektual, inteligensi logika, dan inteligensi terhadap semua bakat dan potensi diri Anda, pasti mampu mengatur diri Anda untuk berkarier sesuai impian dan harapan.

Karier kerja yang hebat itu lahir dari sikap optimis diri sendiri untuk memperjuangkan pekerjaan yang sedang dilakoni secara total, tanpa pernah merasa lelah atau bosan. Jadi, jangan pernah Anda menempatkan keraguan apa pun atas setiap langkah Anda menuju perjuangan total dalam semangat mewujudkan karier kerja Anda yang hebat. Tetapi, pastikan Anda selalu bersemangat, bekerja cerdas, dan menjadi pemenang dalam setiap tekanan dan ketegangan yang mencoba membuat Anda ragu.

Jadilah pribadi tangguh yang mampu menyingkirkan semua hambatan yang mencoba menghalangi laju karier kerja Anda, dan miliki mental pemenang untuk menaklukan semua penghambat karier kerja Anda. Percayalah, Anda pasti mampu memperkuat keunggulan semua bakat dan potensi diri Anda, melalui sikap sabar, pikiran jernih, dan mental pejuang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Karyawan Biasa Juga Bisa Kaya Raya

November 4, 2009

“Perbedaan Antara Orang Kaya Dengan Orang Miskin Adalah Bahwa Orang Miskin Membelanjakan Uang Mereka Lalu Menyimpan Sisanya; Orang Kaya Menyimpan Uang Mereka Lalu Membelanjakan Sisanya.” – Jim Rohn, Motivator

Beberapa waktu yang lalu Radio HardRock Bali mewancarai saya untuk sebuah acara talk show. Tema yang dibahas adalah apakah mungkin karyawan biasa menjadi kaya? Sebuah tema pembahasan yang sangat cerdas dan kreatif.

Sering sekali para pekerja atau karyawan level bawah merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjadi kaya raya seperti orang kaya pada umumnya. Ada kesan bahwa kalau kita bekerja dengan jujur dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan etika kerja, maka kita akan sulit menjadi kaya dan makmur. Sebuah kesan yang sangat salah.

Di sepanjang hidup saya, saya paling suka mengamati kisah-kisah sukses dari orang-orang yang ada disekeliling saya. Dan, ada begitu banyak kisah-kisah pribadi luar biasa yang mampu meraih sukses dan keberhasilan melalui jalan yang jujur dan berintegritas tinggi. Termasuk, para karyawan level bawah dengan gaji sekitar lebih kurang dua jutaan, masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai pribadi istimewa yang mencapai kemakmuran dan kekayaan. Apa rahasianya? Rahasianya adalah melakukan investasi. Rahasianya adalah membelanjakan uang seminimal mungkin dan menabung semaksimal mungkin. Rahasianya adalah memiliki mind set seorang investor dan selalu mencari peluang untuk mencari lahan investasi terbaik dengan risiko minimal.

Saya tidak pernah menyarankan Anda untuk berinvestasi di saham, valas, reksadana, obligasi, dan barang-barang sejenisnya. Saya sarankan Anda untuk melakukan investasi di bidang bisnis, tanah, emas, dan sejenisnya. Saya juga menyarankan Anda semua untuk membaca dan menghayati buku The Beardstown Ladies’ guide to smart spending for big savings, dan juga buku I Can Make You Rich, karya Paul McKenna.

Kehidupan selalu menjanjikan kemakmuran dan kekayaan buat pribadi-pribadi jujur, yang mau bekerja keras dan mau berjuang dengan mind set orang kaya untuk menjadi orang – orang kaya baru. Jadi, apa yang Anda pikirkan akan Anda hasilkan. Bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur, maka Anda pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur dan benar. Tetapi, bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan-jalan gelap yang penuh kecurangan, maka Anda pun pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang penuh dengan ketidakjujuran. Bedanya, kekayaan yang Anda dapatkan dijalan yang benar dan jujur akan memberikan Anda perasaan damai dan bahagia. Sedangkan kekayaan yang Anda dapatkan melalui jalan yang penuh kegelapan, kecurangan, dan ketidakjujuran  hanya akan mengantar Anda pada penderitaan hidup.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sikap Saya Terhadap Peserta Training

Oktober 31, 2009

“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – Laotse

Di setiap pelatihan, saya selalu membangun kepercayaan diri peserta dan mendorong semangat mereka untuk menjadi lebih baik; saya selalu memberikan pujian kepada para peserta tentang kehebatan potensi yang mereka miliki; dan saya juga selalu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap aktifitas dan kepedulian mereka di kelas dengan ucapan terima kasih.

Konsep saya sangat sederhana, yaitu mendorong potensi peserta untuk menjadi lebih terang, mengarahkan potensi peserta kepada misi dan visi perusahaan, dan mengajari peserta untuk selalu merawat semua potensi hebat yang ada di dalam diri mereka. Intinya, saya mengajarai para peserta untuk selalu peduli kepada semua kehebatan yang ada di dalam diri mereka dan sekaligus patuh pada aturan, peraturan, dan etika bisnis perusahaan.

Saya selalu meyakinkan setiap peserta bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pribadi terbaik; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk meningkatkan kinerja di setiap tugas dan tanggung jawab; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk  mengurangi dan menghapus semua konflik kepentingan di dalam pekerjaan; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk membangun kualitas diri dengan integritas, dan saya juga selalu meyakinkan setiap peserta untuk tumbuh melalui pengalaman hidupnya yang unik.

Sikap saya untuk membangkitkan kesadaran tertinggi peserta, dan mendorong peserta untuk mencapai kesuksesan tertinggi adalah sebuah sikap untuk memperjelas bahwa kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri akan mengantar mereka kepada keberhasilan tanpa batas.

Saya selalu percaya bahwa setiap orang dilahirkan untuk meraih keberhasilan, dan setiap orang memiliki hak mutlak untuk menjadi seperti yang ia inginkan. Jadi, tugas saya sebagai seorang trainer adalah memberikan selengkap mungkin informasi dan petunjuk yang memungkinkan para peserta untuk menentukan langkah-langkah sukses mereka yang selanjutnya.

Pertanyaannya, apakah cara saya ini mampu mencairkan hati-hati beku yang sudah lama hidup di dalam mind set negatif dan pesimistis. Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya harus merenungkan setiap perilaku dari para peserta training di kelas saya. Pertama, ada peserta training yang secara sukarela membuka gerbang hati dan gerbang pikirannya untuk menerima nilai-nilai positif buat memperbaiki setiap ketidaksempurnaan yang ada di dalam diri mereka. Tetapi, ada juga peserta training yang mempertahankan sikap negatifnya di dalam melihat setiap persoalan kehidupan yang dia temui. Walaupun dipelatihan adalah tempat melakukan proses pembelajaran terhadap nilai-nilai baru, tapi para pemikir negatif tetap berjuang keras untuk mempertahankan ideologi negatif mereka. Dan hal ini membuat saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan pencerahan-pencerahan yang bersifat logika. Jadi, saat beradapan dengan para pemikir negatif, senjata saya adalah melakukan pencerahan melalui logika yang terang. Apakah ini berhasil? Di kelas biasanya berhasil, tapi di kehidupan nyata saya selalu berdoa agar mereka berhasil. Sebab, apakah para pemikir negatif mau merubah ideologi negatif dengan ideologi positif?

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Cara Membuat CV Terlihat Menarik

Oktober 17, 2009

“Jika Tidak Tahu Mengapa Anda Gagal, Anda Tidak Lebih Bijaksana Dibanding Saat Memulai.” – Napoleon Hill

Pertanyaan: Hal-hal apa saja yang penting diperhatikan saat membuat CV agar  Terlihat  menarik?

Djajendra Menjawab

Perlihatkan rasa percaya diri dan integritas untuk berkinerja maksimal melalui informasi – informasi yang benar di CV. Dan jangan lupa untuk melampirkan foto Anda yang memperlihatkan energy dan aura positif.  Pastikan Anda mencantumkan data diri Anda yang memperlihatkan mutu, kompetensi, dan kualitas diri Anda untuk pekerjaan yang Anda lamar.  CV Anda harus berorientasi untuk menjual semua potensi dan pengalaman yang Anda miliki. Oleh karena itu, Anda harus pintar dalam menyajikan  data diri, pendidikan, pengalaman kerja, kesehatan, hobi, dan hal-hal khusus lainnya dalam bahasa yang bercerita tentang komitmen dan tekad Anda.

Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk Majalah Cosmopolitan


Kemampuan Bersosialisasi Yang Mempengaruhi Kesuksesan

Oktober 17, 2009

“Tidak Ada Gunanya Melihat Orang Lain Melalui Sikap Mental Yang Berkabut.” – Napoleon Hill

Pertanyaan: Seberapa besar kemampuan bersosialisasi mempengaruhi tingkat kesuksesan  seseorang di dalam satu perusahaan?

Djajendra Menjawab

Semakin sering Anda memperlihatkan sikap baik pada setiap hubungan Anda di kantor, semakin Anda dipercaya dan disayangi oleh pimpinan dan rekan kerja Anda. Tetapi hal yang paling penting adalah  bahwa Kemampuan bersosialisasi yang baik di kantor haruslah mengedepankan etika kerja dan etika bisnis yang ada di internal perusahaan. Walaupun Anda cerdas dan fleksible dalam pergaulan sehari-hari dilingkungan kantor, tapi bila Anda melampaui batas-batas pekerjaan dan tanggung jawab Anda, maka Anda berpotensi melanggar etika bisnis perusahaan, dan hal ini dapat menghilangkan peluang Anda untuk berkompetisi mencapai karir kerja yang lebih baik. Kemampuan bersosialisasi itu penting, tapi kemampuan bersosialisasi belum tentu mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang di dalam satu perusahaan.

Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk majalah Cosmopolitan


Terjebak Dalam Ruang Kerja

Oktober 16, 2009

“Segala Sesuatu Memberikan Hasil Terbaik Bagi Orang Yang Sebaik Mungkin Memanfaatkan Keadaan.” – John Wooden

Sering sekali para eksekutif terjebak di dalam ruang kerja, yang tidak memberi kesempatan dan waktu buat mereka untuk bersantai bersama keluarga. Dan hal ini terus berlangsung hingga menjadi kultur kerja yang membuat para eksekutif tersebut menjadi sulit untuk meninggalkan urusan kantor di kantor. Di era kerja yang penuh dengan kompetisi ketat ini, waktu menjadi sangat mahal dan sangat berharga, sehingga para eksekutif  harus pintar-pintar mengelola waktu kerja mereka, agar mereka tetap memiliki waktu untuk sejenak bersantai bersama keluarga.
Saya sering mendapatkan beban kerja eksekutif yang melebihi jam kerja mereka, sehingga mau tidak mau mereka harus lembur untuk menyelesaikan kelebihan beban kerja tersebut dengan tambahan waktu. Hal ini berakibat pada hilangnya waktu untuk bersama-sama dengan keluarga mereka.
Memang benar sudah ada time management yang bisa mengatasi berbagai persoalan waktu dan beban kerja, tapi ternyata time management sulit membudaya dalam perilaku kerja yang beban kerjanya tidak terukur secara proporsional. Pada umumnya para eksekutif yang saya pelajari ini memiliki sikap kerja yang mendominasi secara total dari semua aspek kehidupan mereka. Jadi, mereka benar-benar gila kerja dan tidak peduli pada urusan keluarga, yang berakibat hilangnya titik keseimbangan hidup mereka dalam perangkap beban kerja yang berlebihan dan mereka menikmatinya.
Lantas apakah salah bila seseorang sulit meninggalkan urusan kantor di kantor? Atau apakah salah bila seseorang mencampuradukan waktu untuk urusan kantor dengan waktu untuk urusan rumah? Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu bisa sangat beragam dan sangat tergantung kepada seberapa nyaman dan bahagia mereka dengan sikap mereka itu. Apabila mereka dan keluarga mereka menikmati semua itu secara wajar, maka tidak ada persoalan apa-apa dengan mencampuradukkan waktu kantor dengan waktu rumah, tapi hal ini jelas berdampak negatif pada sikap kerja yang profesional. Sebab, profesionalisme mengharuskan seseorang untuk mampu memisahkan urusan kantor dan urusan rumah secara tegas dan jelas. Jadi, ketika seseorang membawa urusan kantor sampai ke rumah, maka sesungguhnya ia telah membohongi dirinya sendiri sebagai profesional sejati.
Ketika Anda sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, maka sesungguhnya Anda telah gagal menjadi seorang eksekutif yang profesional. Oleh sebab itu, diperlukan upaya serius yang tekun dan penuh disiplin untuk mengajari diri sendiri, agar menjadi lebih patuh pada semua praktik-praktik kerja yang sehat dan baik. Melalui praktik-praktik kerja yang sehat dan baik, Anda akan mendapatkan nilai-nilai kehidupan kerja yang lebih terbuka, lebih adil, lebih jujur, dan lebih bertanggungjawab dalam integritas kerja yang utuh dan profesional.
Mungkin di hari ini Anda bisa sangat menikmati perilaku kerja yang super sibuk, yang membuat Anda tidak mampu membedakan antara waktu kantor dan waktu rumah, tapi perilaku Anda ini akan sangat merugikan potensi Anda untuk jangka panjang, dan Anda akan terperangkap pada rutinitas kerja yang memperbudak Anda. Untuk tujuan menyelamatkan potensi hebat Anda buat masa depan yang lebih cemerlang, Anda harus mau melatih diri secara cerdik agar tidak sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, dan Anda mampu memanfaatkan waktu luang  untuk bersama keluarga Anda, sambil mengasah potensi hebat Anda buat masa depan  yang lebih cemerlang.
Ketika Anda sulit meninggalkan urusan kantor di kantor, maka Anda harus bangkit dan berupaya untuk bisa keluar dari perangkap kerja. Bila Anda sulit keluar dari perangkap beban kerja yang berlebihan, Anda hanya sedang menunggu saat yang tepat untuk diserang dan dikuasai oleh stress, insomnia, depresi, ketegangan otot, dan perasaan yang tidak stabil. Di mana, semua itu merupakan penyakit dari hilangnya titik keseimbangan hidup.
Setiap orang memiliki hak mutlak untuk bersikap seperti yang diinginkannya dalam sebuah pekerjaan, tapi saya menyarankan agar Anda bersikap lebih cerdik sebelum waktu penyesalan tiba.
Apabila Anda terlanjur masuk perangkap rutinitas kerja dengan beban berlebihan, saatnya Anda melakukan perbaikan secara bertahap, Anda tidak mungkin keluar dari perangkap beban kerja berlebihan itu dengan sekaligus, tapi  butuh selangkah demi selangkah untuk melakukan konsolidasi diri seperti yang seharusnya. Oleh sebab itu, saya sarankan Anda sebaiknya memiliki praktik-praktik kerja yang efesien, efektif, produktif, yang Anda yakini mampu mengeluarkan Anda dari perangkap beban kerja berlebihan itu. Pastikan bahwa Anda menguasai tehnik-tehnik kerja yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam menyelesaikan semua beban kerja berlebihan tersebut. Latilah diri Anda dengan tehnik-tehnik kerja yang lebih efektif dan efisien itu dan biasakan, lalu jadikan semua itu sebagai etos kerja Anda. Evaluasi semua aktivitas Anda itu secara regular per minggu, per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, dan seterusnya, hingga Anda benar-benar terbebas dari perangkap beban kerja berlebihan dan rutinitas kerja yang memperbudak Anda. Hal terpenting adalah secara bertahap Anda mampu meninggalkan urusan kantor di kantor, dan Anda mampu membagi waktu hidup Anda untuk urusan kantor dan untuk urusan rumah secara sehat dan baik. Semua itu akan menghasilkan titik keseimbangan hidup Anda dalam wujud daya tahan mental, emosi, fisik, spiritual, yang lebih unggul dan cemerlang.

Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Jangan Biarkan Loyalitas Terkikis Oleh Uang

Oktober 7, 2009

“Loyalitas Adalah Awal Untuk Menghasilkan Kinerja Terbaik. Loyalitas Adalah Awal Untuk Saling Berkontribusi, Saling Berkoordinasi, Saling Berkomunikasi, Saling Membantu Dalam Upaya Menghasilkan Hal-Hal Terbaik Buat Perusahaan Dan Buat Karyawan.” – Djajendra

Sikap loyalitas kepada perusahaan dari waktu ke waktu semakin terkikis oleh godaan uang. Pada saat ini begitu mudahnya seseorang pindah kerja hanya oleh alasan gaji dan fasilitas yang lebih besar dari perusahaan lain. Sepertinya rasa loyal dan rasa cinta pada perusahaan telah hilang oleh rayuan uang dari perusahaan tetangga.
Karyawan sudah tidak memiliki empati terhadap perusahaannya. Uang selalu berbicara di dalam diamnya para pemimpin untuk memperhatikan nasib karyawan, uang telah membuat pikiran teripnotis untuk meraih sukses secara instant dan melupakan semua makna tentang loyalitas. Padahal karyawan adalah inti kekuatan dari sistem dan kultur perusahaan, dan bila inti kekuatan ini hidup dalam keraguan, maka perusahaan pasti sulit mencapai kinerja maksimal.
Sudah saatnya para pemimpin memiliki kesadaran total terhadap karier para karyawannya, demikian juga dengan setiap karyawan seharusnya mendukung perjuangan dan kerja keras perusahaannya untuk menghasilkan kinerja yang hebat.
Hubungan saling mendukung dengan tingkat loyalitas yang tinggi akan mengantarkan perusahaan kelevel kinerja maksimal.
Perusahaan harus memiliki pengharapan yang realistik pada semua kekuatan sumber daya manusianya untuk mencapai visi dan misi perusahaan secara sempurna. Memiliki satu pandangan yang fleksible dalam memperhitungkan rencana dan masa depan kesuksesan perusahaan bersama semua kekuatan manusianya secara total dan utuh.
Kepemimpinan yang beretos kerja super hebat dalam bentuk kesadaran untuk secara tekun dan ulet membangun kualitas kompetensi dan keterampilan semua bawahannya adalah sebuah gaya manajemen yang pro pada kinerja.
Perusahaan selalu mencari kekuatan sumber daya manusia yang dapat dipercaya dan mampu memberi solusi terbaik bagi bisnis. Untuk itu, pemimpin wajib membangun iklim loyalitas dalam mewujudkan semua harapan perusahaan kepada manusianya.
Menata pikiran untuk memperlihatkan loyalitas kepada perusahaan adalah salah satu kekuatan kepemimpinan di masa depan. Bahasa pikiran positif akan membuat pemimpin menjadi terbiasa untuk mengeluarkan perilaku dan tindakan yang bercerita tentang semua kekuatan baik dalam wujud etos kerja yang andal. Menata pikiran loyal akan menunjukkan bahwa kepemimpinan selalu bersikap positif dan jujur dalam Memperjuangkan setiap inci kepentingan perusahaan dalam bingkai kesetiaan yang tidak patut untuk diragukan.
Karyawan dan pemimpin yang berempati akan menemukan kekuatan untuk mencintai pekerjaan yang sedang ditekuni. Sebuah etos kerja loyalitas hanya akan ada pada saat semua kekuatan manusia perusahaan menyatu dalam kecocokan lingkungan dan jenis pekerjaan yang mereka jalani. Semakin senang mereka dengan hasil kinerja mereka di pekerjaan mereka, maka secara otomatis perasaan ikhlas yang tulus akan mengarahkan mereka untuk membuktikan pengabdiaan tanpa batas kepada perusahaan. Mencintai pekerjaan adalah sebuah etos kerja yang akan menguraikan tindakan, strategi, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memelihara keunggulan kompetitif sumber daya manusia dalam menjawab setiap tantangan dari loyalitas yang muncul akibat perubahan. Semakin sering berkerja dengan berfokus kepada kinerja optimal, akan menjadi semakin cemerlang kualitas loyalitas dari manusia perusahaan. Dengan memiliki integritas kepada kualitas, produktivitas, dan fokus kepada hasil kinerja terbaik, berarti telah berpartisipasi untuk membangun etos kerja yang andal dalam lingkungan kerja perusahaan.
Kinerja maksimal merupakan tujuan utama setiap organisasi bisnis, dan dengan memiliki etos kerja yang berfokus kepada kinerja, manusia perusahaan telah memberikan jawaban positif untuk memperoleh manfaat dari sikap loyal mereka pada perusahaan, sikap loyal pasti mendorong etos kerja yang menindaklanjuti tugas, artinya tidak akan terjadi peristiwa menunda pekerjaan, yang ada adalah sikap proaktif untuk menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin. Sikap loyalitas karyawan dan pimpinan pada perusahaan harus didukung dengan sistem informasi yang benar, misi pekerjaan yang jelas, prosedur dan kebijakan mengerjakan pekerjaan secara hebat, kualitas sumber daya yang tepat.
Sumber daya manusia yang loyal selalu mampu melakukan tindak lanjut pekerjaan dalam sinergi yang melibatkan semua pihak secara proporsional untuk memantau kemajuan dan menerima bantuan lebih lanjut.
Sumber daya manusia yang proaktif dalam menindaklanjuti semua pekerjaan, dalam sikap loyalitas yang tinggi, dengan kesadaran atas tanggung jawab, akan memberi kekuatan pada perusahaan untuk menciptakan nilai-nilai loyalitas sebagai etos kerja.

untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Karyawan Kutu Loncat

September 28, 2009

”Buat Karyawan Kutu Loncat Pekerjaan Itu Sifatnya Profesional Yang Harus Saling Menguntungkan. Mereka Bukan Pribadi Yang Mampu Melakukan Pengabdian Total Tanpa Ada Bayaran Yang Wajar.” – Djajendra

Ada dua tipe karyawan yang selalu berjuang untuk meraih karier yang lebih baik dipekerjaan. Pertama, tipe karyawan yang secara setia fokus kepada sebuah perusahaan untuk mencapai jenjang karier tertinggi. Dan yang kedua, tipe karyawan yang suka mencari peluang melalui pindah-pindah kerja, yang biasanya disebut juga sebagai karyawan kutu loncat. Tipe karyawan kutu loncat selalu memiliki pemikiran bahwa hanya melalui pindah kerjalah dia mampu mencapai jabatan, gaji, dan kekuasaan yang lebih tinggi. Untuk itu, tipe karyawan kutu loncat ini selalu secara sempurna mempersiapkan dirinya dengan berbagai kualitas yang unggul, agar di dalam persaingannya dia mampu mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar. Masalah loyalitas sangatlah jauh dari mind set para karyawan kutu loncat. Buat mereka pekerjaan itu sifatnya profesional yang harus saling menguntungkan. Mereka bukan pribadi yang mampu melakukan pengabdian total tanpa ada bayaran yang wajar.

Mereka juga tidak mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh perusahaan. Sifat dan karakter  karyawan kutu loncat ini biasanya sangat percaya diri dan sangat yakin bahwa ada jutaan perusahaan yang siap memberikan hal-hal lebih baik kepada mereka dari pada perusahaan mereka yang sekarang. Dan mereka juga sangat terdidik, pintar, cerdik, serta memiliki hubungan pergaulan yang luas. Sebenarnya para karyawan kutu loncat ini adalah aset-aset yang sangat berharga buat perusahaan, tapi karena tidak semua perusahaan pintar untuk memanfaatkan potensi dan kecerdasan mereka, maka para kutu loncat ini selalu berpetualang dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan semua impian dan harapan mereka. Jarang sekali seorang karyawan kutu loncat bisa bertahan lebih dari tiga tahun di sebuah perusahaan. Dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, mereka tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan – pekerjaan baru yang lebih baik. Dalam banyak peristiwa yang saya amati, para karyawan kutu loncat ini selalu mencapai prestasi tinggi lebih cepat dibandingkan para karyawan yang fokus pada sebuah perusahaan. Pertanyaannya adalah siapakah Anda? Apakah Anda tipe karyawan kutu loncat yang suka berpetualangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau Anda seorang yang sangat loyal kepada perusahaan Anda? Hidup Anda adalah milik Anda dan semua keputusan Anda adalah hak Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com