Belilas Kota Minyak Dan Gas

November 6, 2009

“Saya Belum Pernah Berada Dalam Situasi Ketika Memiliki Uang Membuat Keadaan Menjadi Lebih Buruk.”-Clinton Jones, Pemain Football Amerika

Setelah mendarat bersama garuda Indonesia di Bandar udara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, Riau. Saya bersama rombongan dari sebuah perusahaan gas melanjutkan perjalanan dengan mobil inova ke sebuah daerah bernama Belilas, yang berjarak sekitar lima sampai dengan enam jam dari kota Pekanbaru. Tujuan kami adalah ke lokasi perusahaan gas tersebut dan kami akan menginap di hotel Miki Mutiara, satu-satunya hotel di kota Belilas. Jalur perjalanan kami adalah lintas timur Sumatra.

Pada tahun 1988 an, Belilas adalah sebuah daerah transmigran dan sekarang ini telah berkembang menjadi kota kecil yang ramai dan kaya. Kaya gas alam, kaya minyak bumi, kaya sawit, kaya karet, kaya kayu, dan kaya lain sebagainya.

Memasuki kota Belilas terkesan sangat gersang, tanah kapur yang berwarna putih dengan suhu udara yang panas membuat semuanya terasa gersang. Tapi untungnya perkebunan sawit, karet, dan kayu kertas di kiri kanan jalan membuat kehijauan tetap terpelihara.

Perjalanan menuju ke Belilas bisa melalui kota Jambi atau pun kota Pekanbaru, keduanya merupakan pilihan yang baik. Kalau melalui kota Jambi perjalanan harus melewati jalan yang bertikungan tajam, kalau melalui kota Pekanbaru perjalanan harus melewati jalan turun naik dengan sudut pandang yang sempit. Jadi, kami harus selalu berhati-hati, sebab ada begitu banyak truk-truk pengangkut kayu dan sawit yang menggunakan kedua jalur tersebut.

Di sepanjang perjalanan saya melihat semua rumah tinggal, warung, toko, dan gedung perkantoran menggunakan atap berbahan seng. Saya bertanya dengan rekan-rekan setim dan jawabannya sangat beragam. Sesampai di hotel Miki Mutiara saya menemui sebuah gedung bertingkat dua yang ternyata juga atapnya berbahan seng.

Listrik selalu padam. Saya heran, Belilas adalah daerah yang kaya minyak, gas, sawit, kayu, karet, dan kaya sdm nya. Tetapi kenapa listrik sering sekali padam. Semalaman di Belilas sudah beberapa kali listrik mati, kasihan laptop saya.

Salah satu pengalaman unik saya berjalan-jalan ke Sumatra, khususnya ke daerah-daerah yang kaya minyak dan gas bumi adalah listrik sering sekali padam. Kenapa ya?

Melihat listrik sering padam, beberapa orang dari rekan setim memutuskan untuk menginap di kantor mereka, walau disekeliling kantor mereka ada pipa gas, tapi mereka lebih merasa nyaman dengan kantornya yang sudah lengkap fasilitas berkualitas tinggi.

Pagi yang cerah di tanah Belilas. Seperti biasa, setiap pagi saya pasti berolahraga ringan, dan ketika saya melakukan latihan pernapasan, tanah kapur belilas ikut naik bersama udara yang saya hirup. Jadi, terpaksa saya batalkan latihan pernapasan saya, dan hanya melakukan jalan-jalan di sekeliling taman hotel yang minim warna-warni tanaman.

Sekitar jam 5 an sore kami telah selesai memberikan pelatihan. Seharusnya malam itu kami masih di Belilas, tapi mengingat sering-seringnya listrik padam, maka sekitar jam 6 an sore kami memutuskan untuk kembali ke kota Pekanbaru. Perjalanan malam hari yang harus lebih berhati-hati, sebab jalanan cukup senyap dan licin oleh hujan rintik-rintik.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Melihat Singapore Dari Balkon Hotel

November 5, 2009

“Membangun Kecemerlangan Sebuah Kota Itu Butuh Integritas, Butuh Komitmen, Butuh Kerja Keras, Butuh Konsistensi, Butuh Semangat, Butuh Energi, Butuh Kecerdasan, Butuh Kekuatan Uang, Dan Butuh Kepercayaan Diri.” – Djajendra

Saat saya bilang kepada anak saya bahwa saya ada tugas menjadi pembicara di sebuah acara training di Batam, anak saya langsung menceritakan tentang murahnya harga-harga barang elektronik di Batam. Dan dia pun menitip sebuah hp BB lengkap dengan nomor tipe dan modelnya untuk saya belikan buat dia.

Sore hari setelah menyantap Sop Ikan Batam yang terkenal itu, saya berjalan-jalan di pusat penjualan barang-barang elektronik di Batam. Saya mulai mencari barang pesanan anak saya dari satu toko hp ke toko hp berikutnya. Ternyata harga barangnya sama dengan harga Jakarta, malah kalau pintar nawar mungkin Jakarta menjadi jauh lebih murah. Setelah berkeliling pusat perbelanjaan tersebut harga BB yang dipesan anak saya itu  berselisih 100 ribu rupiah dengan harga di Jakarta. Dan saya konfirmasi kembali kepada anak saya, lalu dia setuju untuk tidak dibeli.

Dari waktu ke waktu pamor kota Batam sebagai tempat membeli barang-barang murah ternyata mulai pudar. Batam telah menjadi kota yang sama dengan kota-kota lain di pulau Sumatra. Sudah tidak ada hal yang istimewa. Mungkin buat turis Singapore Batam masih menjadi tempat berlibur kuliner yang murah. Mungkin loh!

Batam masih berpotensi untuk menjadi kota pariwisata dan bisnis yang terkemuka di kawasan Sumatra, Riau. Tetapi, semua ini perlu kebijakan yang cerdas dan komitmen yang konsisten.

Sudah sangat sering saya pergi ke Batam, seingat saya sejak tahun 1992 an saya sudah suka jalan-jalan ke kota Batam. Memang pada awalnya perkembangan kota Batam luar biasa ambisius, ada semangat yang luar biasa pada saat itu untuk menjadi kota penyaing Singapore, tapi semenjak tahun 2000 an ada perlambatan dan rasa tidak percaya masyarakat di Batam untuk menjadikan  Batam sebagai kota tandingan Singapore.

Pagi hari sebelum check out dari Hotel Planet Holiday untuk kembali ke Jakarta. Saya menyempatkan diri untuk melihat lingkungan sekitar hotel tersebut melalui balkon hotel. Pandangan pertama saya langsung tertuju pada pinggiran kota Singapore.  Dari balkon kamar 620 hotel Planet Holiday tersebut terlihat laut yang memisahkan Singapore dan Batam, laut yang terisi oleh kapal-kapal raksasa pengangkut barang. Pinggiran Singapore dengan gedung-gedung pencakar langit yang begitu luar biasa modern. Sedang di sisi Batam tidak ada satu pun gedung pencakar langit, yang terlihat dari pandangan saya hanya sekitar empat gedung tinggi, yaitu Swiss Belhotel, Hotel Oasis, dan dua gedung lainnya yang namanya tidak terbaca oleh saya.  Saya merenung sejenak memikirkan ambisi Batam tempo dulu untuk menjadi kota penanding Singapore, tapi sekarang ini dari balkon hotel, saya melihat Batam sangat lambat larinya dan Singapore begitu luar biasa energinya untuk membangun negerinya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memahami Bagian Bumi Yang Kita Huni

Oktober 1, 2009

“Manusia Tidak Mungkin Bisa Menghentikan Gempa Bumi, Tapi Manusia Masih Bisa Mengurangi Korban Gempa Bumi Asal Manusia Mau Memahami Perilaku Buminya.” – Djajendra

Kita hidup di dalam bumi yang hidup. Bumi yang kita huni ini bukanlah benda mati, tapi dia hidup dan bernyawa seperti diri kita. Saat bumi harus meregangkan tubuhnya, maka gerakan-gerakan bumi menciptakan bencana-bencana buat kita. Sesungguhnya semua bencana yang dihasilkan bumi yang hidup ini bisa diatasi oleh manusia asal manusia mau memahami perilaku buminya dan mau menyesuaikan pola hidupnya sesuai dengan kebesaran buminya.

Sangatlah salah bila manusia menganggap bumi ini benda mati. Sangatlah salah bila manusia berpikir mampu mengeksplorasi bumi  sesuka hati. Sangatlah salah jika manusia berpikir mampu menaklukkan bumi.

Bumi tidak pernah diam, bumi terus beraktifitas di dalam kehidupannya. Manusia harus menjadi lebih pintar dan lebih berempati kepada bumi, agar manusia yang menghuninya bisa menjalani kehidupan sambil memahami perilaku buminya.

Setelah serangkaian gempa-gempa besar di bumi Indonesia. Kita seharusnya banyak belajar bahwa bumi yang kita huni ini mengharuskan kita untuk menjalani pola kehidupan yang disesuaikan dengan kondisi bumi kita ini. Gedung-gedung bertingkat yang rubuh dan memperangkap saudara-saudara kita di kota padang oleh gempa berkekuatan  7,6 Skala Richter, yang juga telah merusak banyak infrastruktur sumatra barat, seharusnya menjadi sebuah awal untuk menyesuaikan kualitas dan kekuatan bangunan infrastruktur yang mampu bertahan dari bumi yang bergerak dengan kekuatan tinggi.

Sebagian besar wilayah Jepang adalah daerah gempa, sama seperti wilayah Indonesia. Tetapi masyarakat Jepang sangat memahami bumi yang mereka huni, dan mereka pun mampu menyesuaikan kualitas dan kekuatan bangunan rumah dan fasilitas lainnya untuk menghadapi gempa-gempa besar. Beberapa gempa besar mulai dari tsunami Aceh, Nias, dan gempa Jogjakarta, Tasikmalaya, Sumatra Barat, dan bagian-bagian Indonesia yang lainnya, seharusnya menjadi titik awal kebangkitan Bangsa Indonesia untuk mulai memahami buminya, dan mulai memperhatikan setiap aspek kualitas gedung-gedung dan infrastruktur agar tahan gempa. Semoga kita mau belajar dari reruntuhan Hotel Ambacang  dan gedung LIA di Padang.

Seperti kata sahabat saya si orang Jepang bahwa gempa merupakan bagian dari kehidupan dia sejak kecil. Sebab, bumi yang ia huni selalu bergoyang oleh gempa, tapi secara turun – temurun orang Jepang memahami hal ini, dan tidak berani membangun bangunan yang tidak sesuai dengan perilaku buminya. Kita semua sangat berdukacita melihat begitu banyak korban manusia oleh gempa-gempa yang terjadi di bumi kita. Mungkin kita semua harus segera menyesuaikan pola kehidupan kita dengan bumi kita, agar tidak ada lagi korban-korban  yang berjumlah terlalu besar oleh gempa bumi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Pemimpin Mengendalikan Hidup Orang Lain

Juni 10, 2009

“Seorang Pemimpin Harus Memahami Trik Dan Taktik Berpetualangan Yang Hebat, Agar Diperjalanannya Tidak Terjebak Oleh Ranjau-Ranjau Kepentingan Kelompok Dan Pribadi.” – Djajendra

“Sukses Terbesar Kepemimpinan Terletak Pada Kecerdasan Kepemimpinan Untuk Memahami Sisi – Sisi Kemanusian Dari Orang – Orang Yang Dipimpin.” – Djajendra

Kepemimpinan sangat identik dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan, dan transaksi. Setiap pemimpin pasti mempersiapkan dirinya untuk mengendalikan hidup orang lain, untuk tidak membiarkan orang-orang yang dipimpin mengalahkan reputasi dan kredibilitas dirinya.

Bila sedikit saja si pemimpin keliru untuk memahami kebutuhan sisi kemanusian dari orang – orang yang mengikuti kepemimpinannya, pemimpin pasti akan dicap sebagai pemimpin yang tidak mempunyai hati dan dedikasi kepada kepentingan orang lain.

Kepemimpinan adalah sebuah proses aktifitas manusia, yang harus secara konsisten tumbuh membaik untuk kepentingan orang banyak. Kepemimpinan tidak boleh diam memandang keadaan dan situasi, tapi harus bersikap proaktif dan dinamis untuk menjawab setiap situasi dan kondisi secara cerdas dan penuh wibawa. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang dimulai dari kepemimpinan diri sendiri kepada kepemimpinan terhadap orang – orang lain. Kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap setiap proses menuju perbaikan hidup melalui visi yang jelas dan terang.

Kepemimpinan berarti relasi positif di antara si pemimpin dengan yang dipimpin. Tanpa ada pengikut, pemimpin tidak pernah ada. Kepemimpinan terhadap orang lain itu hanya eksis selama si pemimpin mampu membangun jembatan relasi yang harmonis dengan orang – orang lain. Jadi, kepemimpinan itu sama artinya dengan pemimpin ditambah pengikut ditambah visi ditambah relasi yang harmonis. Kepemimpinan yang bijak dan profesional membutuhkan kualitas hubungan positif yang tinggi. Kualitas hubungan atau relasi yang dikembangkan melalui kematangan dan kedewasaan emosi baik dan pikiran positif.

Kepemimpinan berarti petualangan yang berani dan cerdas untuk memasuki kehidupan yang penuh dengan perbedaan dan keragaman. Seorang pemimpin harus memahami trik dan taktik berpetualangan yang hebat, agar diperjalanannya tidak terjebak oleh ranjau-ranjau kepentingan kelompok dan pribadi.

Kepemimpinan adalah petualangan segerombolan manusia untuk menyatu dalam satu kepentingan, satu visi, satu tujuan, satu misi, satu budaya kerja,  satu hati dan satu pikiran untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan harus memiliki peta perjalanan yang jelas dan terukur, agar dalam petualangannya dapat menemukan cara – cara termudah dan terefektif untuk mendapatkan semua hasil yang diinginkan tersebut.

Kepemimpinan artinya sikap yang konsisten dalam komitmen yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan apa pun. Sikap kepemimpinan ini harus jelas dalam visi yang terang untuk mencapai sebuah tujuan akhir yang jelas dan terang. Jadi, sikap yang benar atas setiap aspek pekerjaan kepemimpinan, jika dibantu dengan visi yang jelas, terang, dan sederhana, maka pemimpin bersama – sama tim yang mengikutinya tersebut pasti mendapatkan hasil terbaik dari setiap perjuangan mereka.

Kepemimpinan berarti tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang nyata untuk kebahagiaan, kemakmuran, kesehatan, dan kenyamanan dari setiap orang. Kepemimpinan itu membangun kehidupan untuk memanusiakan manusia dengan memanfaatkan semua sumber daya disekitar manusia secara bijak dan penuh hormat. Kepemimpinan itu berarti memiliki dedikasi kepada alam semesta untuk menciptakan keseimbangan hidup yang harmonis buat kepentingan setiap kehidupan di masa depan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tidak Ada Batas Toleransi Untuk Karyawan Yang Sering Bolos Kerja

Juni 7, 2009

“Disiplin Adalah Jalan Menuju Prestasi. Pribadi Yang Suka Bolos Adalah Pribadi Yang Menutup Kesempatan Dirinya Untuk Meraih Sukses. Pribadi Yang Rajin, Tekun, Ulet, Dalam Perilaku Disiplin Yang Tinggi Adalah Pribadi Pejuang Yang Mengoptimalkan Potensi Diri Untuk Sukses.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana caranya kita memperbaiki perilaku tidak disiplin dari karyawan yang sering bolos kerja dengan berbagai alasan? Seberapa besar toleransi yang boleh kita berikan? Terima kasih pak untuk jawabannya. Taufik Murakamil, Palembang.

Djajendra menjawab!

Dear Taufik Murakamil,

Perilaku tidak disiplin dari karyawan biasanya disebabkan oleh kondisi internal perusahaan yang tidak tegas dalam menegakkan peraturan kerja. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus berwibawa untuk menegakkan disiplin kerja terhadap setiap orang di kantor tanpa pilih kasih. Lakukan internalisasi budaya mutu kerja yang berdisiplin tinggi terhadap setiap orang di kantor. Lakukan sosialisasi terhadap setiap kebijakan, peraturan, dan etika kerja kepada setiap orang di kantor.

Sikap sering bolos kerja dengan berbagai alasan yang tidak jelas, tidaklah boleh diberikan toleransi apa pun. Perusahaan harus bersikap tegas dan bertindak sesuai aturan dan perjanjian kerja yang ada.

Terapkan sistem imbalan yang menarik kepada karyawan yang rajin, tekun, berdisiplin, berkinerja, dan  berprestasi tinggi. Dan, terapkan hukuman tegas kepada  karyawan yang sering bolos dan yang berkerja dengan kualitas dibawah standar. Perhatikan juga beban kerja karyawan, kompensasi, karir, pengembangan, dan penempatan karyawan yang sesuai dengan bakat dan potensi si karyawan. Sekian dulu ya, Taufik Murakamil, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Prestasi Karyawan Tidak Di Nilai Secara Adil

Juni 5, 2009

”Karyawan Itu Harta Yang Paling Berharga. Dedikasi Dan Kerja Keras Karyawan Merupakan Solusi Terbaik Untuk Mencapai Kesuksesan. Rawatlah Karyawan Dengan Penilaian Atas Prestasi Yang Adil, Jujur, Dan Terbuka.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Saya mau curhat sedikit pak. Kantor saya tidak melakukan penilaian atas prestasi karyawan secara adil dan terbuka. Tidak ada alat ukur keberhasilan yang digunakan untuk menilai performance karyawan. Kenaikan gaji dan penghargaan lainnya diberikan secara sepihak sesuai selera pimpinan. Bagaimana caranya, kami karyawan dapat mengingatkan manajemen untuk menggunakan alat ukur keberhasilan, agar semua penilaian diatur berdasarkan prestasi kerja yang benar. Terima kasih, Yenita Simon- Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Djajendra Menjawab!

Ada tiga hal terpenting yang harus dinilai oleh sebuah perusahaan. Pertama, kesadaran setiap karyawan untuk mendedikasikan dirinya dengan hati tertulus terhadap tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan. Kedua, kesadaran perusahaan untuk menciptakan segala kemudahan buat setiap proses operasional perusahaan yang efisien dan efektif. Ketiga, kepedulian perusahaan kepada pengembangan kualitas dan kesejahteraan karyawannya. Intinya, ketiga hal di atas tersebut harus menjadi visi yang menciptakan alat ukur keberhasil karyawan. Selanjutnya, nilai-nilai dari ketiga hal di atas tersebut dituangkan dalam bentuk SOP untuk menilai performance karyawan. Di mana, dalam SOP itu harus  ada cara penyusunan target prestasi;  cara mengukur prestasi yang sistematis dan akurat; cara mengambil keputusan untuk memberikan penghargaan dan kenaikan gaji, yang sesuai dengan prestasi dan kinerja individu. Yang terpenting SOP tersebut harus mampu mengarahkan setiap karyawan, untuk bekerja dan menunjukkan nilai-nilai kuantitatif yang terfokus kepada nilai tambah ekonomi, efisiensi, dan efektifitas kerja.

Anda harus mengingatkan perusahaan melalui cara-cara komunikasi persuasif, untuk melakukan penilaian atas prestasi karyawan melalui Standard Operating Procedure yang jelas, adil, terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab. Agar setiap karyawan bisa bekerja secara profesional dengan hati yang tulus dan ikhlas, serta mau mendedikasikan dirinya secara total buat kejayaan perusahaan.  Sekian dulu ya, Yenita Simon, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Daya Tarik Yang Dibutuhkan Agar Orang Respek Kepada Anda

Juni 3, 2009

“Respek Itu Muncul Saat Anda Mampu Bersikap Konsisten Dan Bertanggung Jawab Total, Untuk Mempertaruhkan Kehidupan Pribadi Anda Buat Mewujudkan Kesuksesan Dan Kebahagiaan Banyak Orang.” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Siang bapak, saya mau tanya, kira2 bagaimana membentuk motivasi pikirian dan sikap agar sejalan, dan daya tarik (magnet) apa yang dibutuhkan agar orang respek kepada kita sebagai pemimpin.

mohon bantuannya yah pak.

thx n best regards

Noveridawaty S

Djajendra Menjawab!

Dear Noveridawaty S,

Saat Anda mengalami tantangan berat yang berpotensi membuat Anda menyerah dalam kekalahan hidup, Anda wajib memiliki sikap tegas yang konsisten untuk bangkit bersama motivasi diri sendiri yang super tinggi. Itulah salah satu cara Anda untuk membentuk motivasi pikiran dan sikap agar sejalan. Ingat, ketika motivasi pikiran dan sikap tidak sejalan, Anda tidak akan pernah mampu untuk beradapan dengan berbagai lika-liku kehidupan yang penuh kejutan ini. Anda akan menjadi pribadi yang bermental gampang menyerah dan takut menghadapi realitas. Oleh karena itu, lakukan latihan mind set setiap hari, fokuskan latihan Anda untuk memperkuat sikap tegar, sabar, optimistis, sikap percaya diri, dan keyakinan total Anda untuk bersikap positif dengan kekuatan motivasi diri Anda sendiri, dalam menghadapi setiap situasi dan kondisi seberat apa pun dengan tegar, sabar, dan optimistis.

Menjawab pertanyaan Anda tentang daya tarik (magnet) apa yang dibutuhkan agar orang respek kepada kita sebagai pemimpin. Pertama, pemimpin yang dihormati adalah pemimpin yang tegas, santun, dan mampu menangani setiap persoalan orang lain dengan adil, jujur, bijaksana, terbuka, dan penuh tanggung jawab dalam integritas kekuasaan untuk melayani kepentingan orang banyak. Jadi, agar orang respek kepada Anda sebagai pemimpin, Anda harus menjadi pribadi yang bermental positif untuk mengabdikan kepemimpinan Anda itu buat kebaikan dan kemanfaatan orang banyak. Lakukan semua aksi kepemimpinan Anda secara adil dan penuh tanggung jawab untuk kebahagiaan, kedamaian, kenyamanan, dan kemakmuran orang banyak. Miliki sikap kepemimpinan yang penuh cinta, empati, peduli, adil, dan selalu mengutamakan kepentingan orang banyak. Sekian dulu ya, Noveridawaty S, have a nice day.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Pemimpin Baik Dengan Keputusan Buruk

Mei 27, 2009

“Jika Hati Bos Sudah Menjadi Emas, Tinggal Kecerdasan Para Anak Buahnya Untuk Membuat Hati Emas Itu Berkilau.” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Apa yang harus dilakukan, ketika bos kami yang baik hati dan sangat pemurah ini, selalu membuat keputusan-keputusan bisnis yang salah? Jujur saja, bos kami pribadinya emas, tapi manajemennya kacau balau. Mohon pencerahannya! Terima kasih, Dodi Krisnawawi, Surakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Dodi Krisnawawi,

Bukanlah sebuah jaminan bahwa seorang pemimpin cerdas tidak membuat keputusan-keputusan yang salah. Apalagi, bila si bos masih menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang salah, maka pasti banyak keputusan si bos akan terlihat kacau balau.  Oleh karena itu,  perusahaan harus dijalankan dengan cara-cara profesional yang didukung dengan sistem, kebijakan, prosedur, aturan, rencana, pengawasan, kepemimpinan, dan karyawan yang andal dan kreatif. Jadi, perusahaan tidak boleh tergantung kepada figur si bos.

Sah-sah saja bila si bos berani untuk membuat keputusan bisnis yang penuh dengan risiko. Sebab, Bisnis itu bukan satu tambah satu sama dengan dua, tapi bisnis itu adalah keberanian untuk mengambil risiko melalui logika bisnis yang berdasarkan pada intuisi si bos. Jadi, cobalah berpikir positif terhadap semua keputusan si bos. Yang penting perusahaan harus dijalankan secara profesional dengan dukungan prinsip-prinsip manajemen berbasis good corporate governance dan manajemen risiko. Selanjutnya, manfaatkan hati emas si bos untuk membangun kinerja bisnis yang hebat. Sekian dulu ya, Dodi Krisnawawi. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab!Saat Perusahaan Tidak Menepati Janjinya Kepada Karyawan

Mei 13, 2009

“ Jangan Biarkan Masa Depan Anda Diperangkap Oleh Janji-Janji Manis, Tapi Mulailah Pendakian  Menuju Sukses Tertinggi Dengan Kekuatan, Keberanian, Keyakinan, Dan Kemampuan Diri Anda Sendiri.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Saya telah mengabdi kepada perusahaan lebih dari lima belas tahun. Selama ini saya disiapkan untuk menjadi pimpinan, tapi kenyataannya perusahaan merekrut orang baru untuk mengisi posisi yang pernah dijanjikan kepada saya. Jelas saya sangat kecewa, pengabdian saya selama ini menjadi sia-sia. Apakah etis kalau saya mencari pekerjaan baru? Mohon sarannya pak djajendra. Terima kasih. Amirudin – Makasar.

Djajendra menjawab

Yth Bapak Amirudin,

Ketika Anda merasa bahwa Anda telah mempersiapkan diri Anda secara sempurna untuk menerima jabatan yang dijanjikan perusahaan kepada Anda. Dan, pada akhirnya perusahaan ingkar janji terhadap Anda, sangat wajar bila Anda merasa kecewa. Pengabdian Anda kepada perusahaan merupakan bentuk loyalitas yang pantas untuk dibanggakan. Anda harus yakin, percaya diri, dan memiliki keberanian untuk menentukan pilihan karier Anda ke depan. Jangan biarkan perjalanan karier kerja Anda diperangkap oleh janji-janji manis dari pihak manapun. Jika Anda yakin telah bekerja secara profesional dan melakukan hal-hal terbaik buat perusahaan Anda, tidak ada namanya Anda kalah atau pun gagal bersama perusahaan Anda saat ini. Anda sebenarnya telah melakukan kewajiban Anda secara maksimal, hanya saja faktor keberuntungan belum berpihak kepada Anda. Saya sangat yakin bahwa pengabdian Anda kepada perusahaan Anda selama ini tidak pernah menjadi sia-sia. Anda telah melakukan sebuah upaya keras untuk meraih jabatan yang lebih tinggi di perusahaan Anda, dan tidak selalu sebuah upaya keras itu akan menghasilkan apa yang kita inginkan. Sangatlah etis kalau Anda mau mencari pekerjaan baru untuk memenuhi harapan hidup Anda. Jadi, jangan takut untuk melakukan tindakan besar buat masa depan Anda yang lebih cemerlang. Sekian dulu ya, pak Amirudin, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Pelayanan Konsumen Tidak Hanya Terfokus Sebatas Ukuran Kualitas Pelayanan

Mei 8, 2009

”Fungsi Total Quality Service Tidak Harus Sekedar Memberi Rasa Puas Dan Nyaman Kepada Konsumen, Tapi Harus Menjadi Lebih Luas Kepada Upaya Membangun Loyalitas Konsumen.” – Djajendra

Dear Bpk djajendra,

Saya Endrik, bekerja sebagai service manager di sebuah hotel. Saya mendapat tugas dari GM untuk menyiapkan total quality service di lingkungan hotel kami. Saya mohon saran dari bapak djajendra. Terima kasih, Endrik-Bandung.

Djajendra Menjawab!

Dear Endrik,

Membangun fondasi total quality service memerlukan Standard Operating Procedure pelayanan hotel yang pro kepada kebutuhan dan harapan para tamu hotel; memerlukan kebijakan dan aturan yang memenuhi harapan dan kebutuhan setiap karyawan hotel. Jadi, miliki dulu komitmen untuk fokus kepada kebutuhan dan harapan para tamu dan karyawan hotel secara total dan konsisten. Setelah itu, Anda harus berpikir lebih luas dan tidak hanya terfokus sebatas ukuran kualitas pelayanan. Ingat! Total quality service hanya merupakan salah satu aspek dari pelayanan hotel kepada para tamu. Setiap karyawan hotel juga pasti telah memahami pekerjaannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamunya. Termasuk, masyarakat umum telah memiliki pengetahuan bahwa sebuah hotel dibangun berlandaskan pada pelayanan para tamu secara fleksible, santun, dan penuh hormat. Oleh karena itu, pelayanan hotel yang sekedar terfokus untuk memberikan rasa puas dan nyaman kepada para tamu sudah menjadi hal yang sangat standar di bisnis perhotelan. Sebab, semua hotel melakukan hal ini.

Saran saya buat Anda. Pertama, kembangkanlah fungsi total quality service dari sekedar memberi rasa puas dan nyaman kepada para tamu hotel Anda, menjadi lebih luas kepada upaya membangun rasa loyalitas para tamu kepada pelayanan sempurna yang di berikan hotel Anda. Kedua, dengarlah para tamu Anda secara bijak dan berikan kepada mereka rasa bahagia dan damai saat mereka di hotel Anda. Sekian dulu ya, Endrik, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com