November 4, 2009
“Perbedaan Antara Orang Kaya Dengan Orang Miskin Adalah Bahwa Orang Miskin Membelanjakan Uang Mereka Lalu Menyimpan Sisanya; Orang Kaya Menyimpan Uang Mereka Lalu Membelanjakan Sisanya.” – Jim Rohn, Motivator
Beberapa waktu yang lalu Radio HardRock Bali mewancarai saya untuk sebuah acara talk show. Tema yang dibahas adalah apakah mungkin karyawan biasa menjadi kaya? Sebuah tema pembahasan yang sangat cerdas dan kreatif.
Sering sekali para pekerja atau karyawan level bawah merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjadi kaya raya seperti orang kaya pada umumnya. Ada kesan bahwa kalau kita bekerja dengan jujur dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan etika kerja, maka kita akan sulit menjadi kaya dan makmur. Sebuah kesan yang sangat salah.
Di sepanjang hidup saya, saya paling suka mengamati kisah-kisah sukses dari orang-orang yang ada disekeliling saya. Dan, ada begitu banyak kisah-kisah pribadi luar biasa yang mampu meraih sukses dan keberhasilan melalui jalan yang jujur dan berintegritas tinggi. Termasuk, para karyawan level bawah dengan gaji sekitar lebih kurang dua jutaan, masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai pribadi istimewa yang mencapai kemakmuran dan kekayaan. Apa rahasianya? Rahasianya adalah melakukan investasi. Rahasianya adalah membelanjakan uang seminimal mungkin dan menabung semaksimal mungkin. Rahasianya adalah memiliki mind set seorang investor dan selalu mencari peluang untuk mencari lahan investasi terbaik dengan risiko minimal.
Saya tidak pernah menyarankan Anda untuk berinvestasi di saham, valas, reksadana, obligasi, dan barang-barang sejenisnya. Saya sarankan Anda untuk melakukan investasi di bidang bisnis, tanah, emas, dan sejenisnya. Saya juga menyarankan Anda semua untuk membaca dan menghayati buku The Beardstown Ladies’ guide to smart spending for big savings, dan juga buku I Can Make You Rich, karya Paul McKenna.
Kehidupan selalu menjanjikan kemakmuran dan kekayaan buat pribadi-pribadi jujur, yang mau bekerja keras dan mau berjuang dengan mind set orang kaya untuk menjadi orang – orang kaya baru. Jadi, apa yang Anda pikirkan akan Anda hasilkan. Bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur, maka Anda pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur dan benar. Tetapi, bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan-jalan gelap yang penuh kecurangan, maka Anda pun pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang penuh dengan ketidakjujuran. Bedanya, kekayaan yang Anda dapatkan dijalan yang benar dan jujur akan memberikan Anda perasaan damai dan bahagia. Sedangkan kekayaan yang Anda dapatkan melalui jalan yang penuh kegelapan, kecurangan, dan ketidakjujuran hanya akan mengantar Anda pada penderitaan hidup.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, karier, personal development, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
November 1, 2009
“Jika Anda Berusaha Memahami Dan Menjalankan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Secara Bijaksana, Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Dengan Kualitas Diri Yang Sangat Tinggi.” – Djajendra
Dalam sebuah pelatihan seorang peserta bertanya tentang terlalu banyaknya infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan good corporate governance. Si peserta merasa terlalu banyak komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan budaya good corporate governance di perusahaannya. Sebut saja, harus ada bord manual, etika bisnis, code of condact, GCG Code, sop, dan belum lagi ditambah fungsi-fungsi manajemen seperti corporate secretary, compliance, risk management, internal dan eksternal audit, department GCG, dan lain sebagainya.” Apakah semua ini tidak menciptakan biaya yang lebih tinggi?,” Tanya si peserta tersebut.
Saat perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness, maka di butuhkan trust atau kepercayaan. Nah, untuk membangun kepercayaan diperlukan sistem, aturan, dan kebijakan yang sifatnya konsisten.
Memang betul bahwa untuk menjalankan good corporate governance secara konsisten dan benar diperlukan biaya tambahan, tapi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menjalankan budaya good corporate governance ini akan menjadi tidak terlalu besar bila bisnis perusahaan menjadi lebih dipercaya dan lebih efisien.
Bisnis adalah kepercayaan, dan saat perusahaan dipercaya oleh setiap stakeholdersnya, maka secara otomatis omset dan pertumbuhan bisnis akan bertumbuh dengan pesat. Artinya, perusahaan akan menjadi lebih besar dengan keuntungan yang lebih maksimal. Ingat! Tujuan utama dari pelaksanaan good corporate governance adalah untuk memaksimalkan shareholder’s value. Jadi, tidaklah benar bahwa pelaksanaan budaya good corporate governance akan menciptakan biaya tinggi di perusahaan.
Melalui budaya good corporate governance yang benar, perusahaan dapat mengurangi setiap permasalahan yang ada di manajemen, di operasional, di keuangan, di SDM, dan di semua aspek, fungsi, dan peran organisasi yang lainnya.
Pekerjaan yang berkualitas membutuhkan dukungan yang kuat dari setiap unsur kepemimpinan di perusahaan. Dan saat setiap pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong mewujudkan budaya good corporate governance di perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga akan menjadi lebih sehat dan lebih kuat bersama nilai-nilai dan prinsip-prinsip budaya good corporate governance.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, corporate culture, etika bisnis, etos kerja, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 31, 2009
“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – Laotse
Di setiap pelatihan, saya selalu membangun kepercayaan diri peserta dan mendorong semangat mereka untuk menjadi lebih baik; saya selalu memberikan pujian kepada para peserta tentang kehebatan potensi yang mereka miliki; dan saya juga selalu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap aktifitas dan kepedulian mereka di kelas dengan ucapan terima kasih.
Konsep saya sangat sederhana, yaitu mendorong potensi peserta untuk menjadi lebih terang, mengarahkan potensi peserta kepada misi dan visi perusahaan, dan mengajari peserta untuk selalu merawat semua potensi hebat yang ada di dalam diri mereka. Intinya, saya mengajarai para peserta untuk selalu peduli kepada semua kehebatan yang ada di dalam diri mereka dan sekaligus patuh pada aturan, peraturan, dan etika bisnis perusahaan.
Saya selalu meyakinkan setiap peserta bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pribadi terbaik; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk meningkatkan kinerja di setiap tugas dan tanggung jawab; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk mengurangi dan menghapus semua konflik kepentingan di dalam pekerjaan; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk membangun kualitas diri dengan integritas, dan saya juga selalu meyakinkan setiap peserta untuk tumbuh melalui pengalaman hidupnya yang unik.
Sikap saya untuk membangkitkan kesadaran tertinggi peserta, dan mendorong peserta untuk mencapai kesuksesan tertinggi adalah sebuah sikap untuk memperjelas bahwa kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri akan mengantar mereka kepada keberhasilan tanpa batas.
Saya selalu percaya bahwa setiap orang dilahirkan untuk meraih keberhasilan, dan setiap orang memiliki hak mutlak untuk menjadi seperti yang ia inginkan. Jadi, tugas saya sebagai seorang trainer adalah memberikan selengkap mungkin informasi dan petunjuk yang memungkinkan para peserta untuk menentukan langkah-langkah sukses mereka yang selanjutnya.
Pertanyaannya, apakah cara saya ini mampu mencairkan hati-hati beku yang sudah lama hidup di dalam mind set negatif dan pesimistis. Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya harus merenungkan setiap perilaku dari para peserta training di kelas saya. Pertama, ada peserta training yang secara sukarela membuka gerbang hati dan gerbang pikirannya untuk menerima nilai-nilai positif buat memperbaiki setiap ketidaksempurnaan yang ada di dalam diri mereka. Tetapi, ada juga peserta training yang mempertahankan sikap negatifnya di dalam melihat setiap persoalan kehidupan yang dia temui. Walaupun dipelatihan adalah tempat melakukan proses pembelajaran terhadap nilai-nilai baru, tapi para pemikir negatif tetap berjuang keras untuk mempertahankan ideologi negatif mereka. Dan hal ini membuat saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan pencerahan-pencerahan yang bersifat logika. Jadi, saat beradapan dengan para pemikir negatif, senjata saya adalah melakukan pencerahan melalui logika yang terang. Apakah ini berhasil? Di kelas biasanya berhasil, tapi di kehidupan nyata saya selalu berdoa agar mereka berhasil. Sebab, apakah para pemikir negatif mau merubah ideologi negatif dengan ideologi positif?
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, karier, mind management, motivasi, motivasi spiritual, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 28, 2009
“Selalu Lebih Mudah Membuang Orang Daripada Mengembangkan Mereka.” – John C. Maxwell, Mentoring 101
Manusia adalah sumber daya yang sangat penting dan sangat menentukan suksesnya sebuah organisasi bisnis. Oleh alasan itu, manusia disebut sebagai human capital oleh para pakar sumber daya manusia. Di mana, sebutan human capital buat manusia korporasi terkesan sangat bernuansa kapitalis dan hal ini sering sekali memperangkap setiap pekerja dengan beban kerja yang luar biasa tinggi. Pada saat ini sebagian besar waktu dari para pekerja korporasi dihabiskan dijalan dan ditempat kerja, dan sangat sedikit waktu buat keluarga mereka. Para ahli sumber daya manusia paling getol menciptakan berbagai macam sistem yang bertujuan memeras tenaga manusia secara maksimal, yang mana semua itu bertujuan memaksimalkan produktivitas dari sebuah bisnis tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan dan sisi spiritualitas dari para pekerja. Sejak dari proses rekrutmen yang super ketat dengan fit and proper test nya sampai dengan proses evaluasi kinerja, para pekerja tersebut diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi, di mana unsur kemanusiaan menghilang dan unsur menguangkan manusia melalui proses kerja yang berbeban tinggi menjadi andalan para ahli sumber daya manusia pada saat ini. Sering sekali persoalan pengetahuan dan kemampuan yang menjadi pemenang di bandingkan persoalan etika, moral, sikap, dan karakter. Dominasi pengetahuan dan kemampuan terhadap kompetensi pekerja berakibat pada hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah pekerjaan. Manusia telah disamakan dengan mesin, yang mana kemampuan manusia telah diukur seperti kita mengukur kemampuan mesin. Setiap pekerja yang mampu menjadi mesin bisnis yang tangguh cukup diberi gaji dan bonus yang super besar, tidak peduli apakah mereka terjebak dalam depresi ataupun kebosanan kerja, yang penting setiap pekerjaan dan tanggung jawab di laksanakan dengan sempurna, dan kinerja optimal dapat dihasilkan secara sempurna.
Dari pengalaman saya mengajar dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, persoalan yang paling sering muncul adalah kepemimpinan, komunikasi, dan etos kerja, yang mana ketiga hal ini selalu menjadi alasan utama dari ketidakharmonisan hubungan kerja di sebuah organisasi bisnis. Padahal sejak rekrutmen perusahaan-perusahaan itu telah menggunakan konsultan-konsultan rekrutmen yang berkelas dunia, dengan biaya rekrutmen yang luar biasa tinggi, tapi ketika para pekerja mulai menjadi human capital, maka sifat kemanusiaan mereka muncul dan mereka berontak dalam sikap diam untuk dijadikan sebagai human capital. Akibatnya, harapan perusahaan terhadap kinerja pekerjanya tidak mencapai target, dan semua ini jelas sangat merugikan masa depan bisnis perusahaan ke arah yang lebih baik. Persoalan dimesinkannya manusia adalah persoalan yang sangat jarang sekali dapat dipahami oleh para ahli sumber daya manusia. Sebab, para ahli sumber daya manusia telah terbiasa menggunakan alat Manpower planning mereka untuk rekrutmen, seleksi, hire, penilaian, dan lain sebagainya dengan alat-alat ukur yang tidak mempertimbangkan manusia sebagai energi kreatifitas tanpa batas itu, yang mereka pikirkan hanyalah bahwa manusia dapat diukur seperti mengukur kinerja dari sebuah mesin. Manusia pada intinya adalah pribadi-pribadi sosial yang membutuhkan interaksi kemanusiaan secara utuh. Sedangkan para ahli sumber daya manusia telah menciptakan alat-alat ukur dari sudut kapitalisme, yang mana jelas sangat bertolak belakang dengan sifat dasar manusia sebagai pribadi sosial. Hanya melalui sistem dan kultur yang mampu melihat manusia dari sisi kemanusiaannya, yang akan menciptakan budaya kerja yang kokoh dengan hubungan kerja yang harmonis. Dan, semua itu akan menghasilkan organisasi bisnis yang kuat dengan kekuatan kolaborasi, koordinasi, dan beretika tinggi dalam fondasi budaya trust.
Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, good corporate governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 23, 2009
“Bantulah Selalu Orang Lain Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Mereka Sendiri. Kembangkanlah Keahlian Anda Dalam Membuat Orang Lain Merasa Penting. Sangat Jarang Ada Pujian Yang Lebih Bisa Anda Berikan Pada Seseorang Daripada Membantunya Untuk Menjadi Berguna Dan Untuk Menemukan Kepuasan Karena Ia Berguna.” – Donald Laird.
Salah satu penyebab terjadinya konflik di pekerjaan adalah kurangnya perasaan saling menghargai. Perasaan untuk saling menghargai ini sangat penting dan sangat menentukan kinerja dan keberhasilan perusahaan dalam mencapai target tertinggi. Jika perusahaan bersama-sama pimpinan dan karyawannya tidak mampu mengendalikan diri untuk saling menghargai dalam sebuah keharmonisan hubungan kerja yang baik, maka dapat dipastikan semua hubungan kerja di manajemen perusahaan akan terganggu dan akan tidak berjalan seperti seharusnya.
Setiap fungsi, peran, dan perilaku kerja wajib di atur dalam sebuah panduan etika bisnis perusahaan. Dan, etika bisnis perusahaan ini seharusnya menjadi alat yang melindungi setiap pimpinan dan karyawan perusahaan secara baik. Bila masing-masing orang saling melanggar etika kerja dan etika bisnis perusahaan, maka secara otomatis semua hal baik pun akan hilang dan akan tergantikan oleh hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, setiap pimpinan dan setiap karyawan harus bekerja dengan kesadaran tertinggi untuk selalu patuh menjalankan standard operating procedure(SOP) perusahaan, etika bisnis perusahaan, code of conduct perusahaan, dan semua aturan, sistem, kebijakan, dan peraturan perusahaan secara profesional dan bijaksana.
Hubungan kerja yang saling menghargai hanya dapat terwujud saat perusahaan, pimpinan, dan para pegawainya menjadi satu energi positif untuk menjalankan etika kerja dan etika bisnis perusahaan secara sempurna.
Sikap dan perilaku untuk saling menghargai harus dimulai dari tekad perusahaan untuk menjalankan prinsip-prinsip kerja yang berlandaskan kepada integritas, kinerja, dan membebaskan perusahaan dari konflik kepentingan siapa pun. Artinya, perusahaan benar-benar dijalankan dengan sistem, prosedur, aturan, kebijakan, peraturan, dan energi yang terfokus kepada nilai-nilai yang saling menghargai dan yang saling melengkapi.
Rekan kerja Anda ingin merasa dihargai dan demikian juga dengan diri Anda pasti ingin dihargai. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi pribadi yang berpikir, bertindak, bersikap, dan berperilaku dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan nilai-nilai kehidupan yang baik dan positif. Hanya melalui nilai-nilai kebaikan yang positif, Anda dan rekan kerja Anda bisa saling menyatu untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
ESQ, Hrd, artikel, berita, emotional intelligence, etika bisnis, etos kerja, good corporate governance, good governance, personal development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 22, 2009
“Sebelum Menganugerahi Anda Dengan Kesuksesan Besar, Kesempatan Biasanya Menguji Keteguhan Hati Anda Melalui Kesulitan.” – Napoleon Hill
Ketika tulisan ini di buat saya sedang berada di kota Jambi. Saya sedang melakukan sebuah perjalanan mengelilingi pulau Sumatra bersama tim good corporate governance dari sebuah perusahaan besar, yang memiliki banyak cabang di pulau Sumatra. Saya diajak tim good corporate governance tersebut untuk memberikan motivasi kepada para pegawai mereka, motivasi untuk menjalankan good corporate governance dan etika bisnis perusahaan secara baik.
Pelatihan yang saya lakukan bersama tim GCG ini sifatnya kolaborasi, kami semua menjadi satu tim yang saling melengkapi. Konsep pelatihan kolaborasi memang masih sangat jarang dipraktikan di Indonesia, tapi saya sangat kagum dengan kekompakkan dan kemenyatuan tim GCG bersama diri saya di dalam perjalanan yang sangat membahagiakan hati ini. Tidak ada rasa lelah, tidak ada keluh-kesah, tidak ada wajah tanpa senyum. Setiap orang mampu memainkan peran dan fungsi masing-masing dengan luar biasa hebat. Saya benar-benar menemukan kekuatan energi positif yang luar biasa dari tim GCG tersebut.
Sudah tidak zamannya lagi pelatihan pegawai bersifat satu arah, semua pelatihan pegawai harus bersifat multi arah. Artinya, setiap individu wajib secara proaktif berpartisipasi untuk mengutarakan pendapat dan ide mereka buat kemajuan perusahaan dan kemajuan diri mereka sendiri.
Diperlukan pencerahan untuk menerangi batin dan pikiran para pegawai, sebab di dalam kegelapan batin dan pikiran para pegawai tidak akan mampu melihat apa pun. Mereka hanya mampu mendengar suara tanpa mampu melihat, dan bila suara yang mereka dengar itu suara negatif, maka mereka akan menjadi pribadi negatif, walaupun di batin dan pikiran mereka ada benih-benih untuk berpikir dan bertindak positif. Diperlukan pencerahan secara berkelanjutan untuk membuat para pegawai benar-benar memahami prinsip-prinsip positif dibalik praktik good corporate governance. Diperlukan kalimat-kalimat positif yang menegaskan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam good corporate governance. Diperlukan pribadi-pribadi yang berpikiran luas dan dewasa untuk menyampaikan kalimat-kalimat baik tentang good corporate governance dan etika bisnis. Dan, saya sangat beruntung dapat ditemani oleh sebuah tim GCG yang luar biasa cerdas, dewasa, dan menguasai semua seluk beluk permasalahan secara bijaksana.
Pelatihan yang baik tidak hanya tergantung kepada sang pelatih atau pembicara, tapi sangat tergantung kepada pengetahuan, pengalaman, kedewasaan, dan kebesaran hati dari para pribadi yang bertanggung jawab kepada pelatihan tersebut.
Di sepanjang perjalanan saya bersama tim GCG ini, saya menemukan pribadi-pribadi dewasa yang bijaksana dan sangat berpengalaman di bidang pekerjaan mereka, sehingga aura dan intuisi mereka lebih berbicara daripada kata-kata yang terucap.
Perjalanan saya bersama tim GCG ini masih tersisa satu minggu lagi, perjalanan bahagia yang sulit terlupakan. Saya menulis tulisan ini dari lobi Abadi Hotel & Convention Center, kota Jambi, di jalan Jend Gatot Subroto No.92-98.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, bisnis dan karier, corporate culture, etika bisnis, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 22, 2009
”Hitung Hari Yang Hilang Di Mana Matahari Yang Tenggelam Mendapati Anda Tanpa Perbuatan Baik.” – Napoleon Hill
Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.
Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi. Sebuah praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.
Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.
Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.
Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.
Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.
Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.
Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, bisnis dan karier, corporate culture, etos kerja, good corporate governance, good governance, manajemen risiko, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 17, 2009
“Sikap Mental Anda Adalah Kunci Yang Paling Bisa Diandalkan Bagi Kepribadian Anda.” – Napoleon Hill
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mulai melakukan wawancara terhadap para calon menteri selama dua hari ini. Setelah diwawancara, sekitar 34 kandidat itu akan langsung menandatangani dua macam kontrak yaitu pakta integritas dan kontrak kinerja. – KOMPAS.com, 17 October 2009.
Kontrak integritas dan kontrak kinerja adalah dua hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Integritas adalah mutu, kualitas, kompetensi, kejujuran, kemampuan berdedikasi, loyalitas, dan kemampuan untuk bekerja dengan prinsip-prinsip good governance. Sedangkan kinerja adalah kemampuan untuk menjadi lebih produktif dan kecerdasan untuk menghasilkan nilai tambah kehidupan yang lebih besar.
Perusahaan-perusahaan mungkin perlu mencontoh cara presiden merekrut menteri. Cara presiden ini terlihat sangat efisien, efektif, dan langsung tepat sasaran. Tidak berbelit-belit, tapi langsung fokus kepada inti persoalan. Jelas sekali, inti persoalan kita di dalam pembangunan adalah integritas dan kinerja. Tanpa integritas dan kinerja tidak akan ada hasil yang maksimal. Hanya melalui kekuatan integritas seseorang bisa menghasilkan kinerja dan nilai tambah kehidupan yang maksimal.
Kita semua harus jujur bahwa ada dua hal yang selalu mengganggu dunia bisnis, yaitu integritas dari para stakeholder yang membuat kinerja bisnis menjadi tidak konsisten. Integritas dari para stakeholder untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik. Sebab, prinsip-prinsip good corporate governance dapat menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis yang berkualitas tinggi. Dan bila sebuah bisnis mampu dioperasionalkan dengan kualitas tinggi, maka kinerja bisnis tersebut juga akan secara otomatis meningkat tajam.
Pandangan atau mind set dari setiap karyawan di perusahaan harus diarahkan untuk membangun integritas dan kinerja yang maksimal. Bila integritas dan kinerja maksimal dapat diwujudkan secara baik, maka para karyawan secara otomatis akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh yang tak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi apa pun.
Perusahaan yang baik pastinya didukung oleh para pimpinan dan para karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga setiap kalimat baik yang diucapkan dari mulut mampu direalisasikan sesuai ucapan tersebut. Artinya, setiap rencana dapat dijalankan sesuai rencana dan dapat menghasilkan kinerja yang sesuai rencana.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, good corporate governance, good governance, leadership, leadership intelligence, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 17, 2009
“Jika Tidak Tahu Mengapa Anda Gagal, Anda Tidak Lebih Bijaksana Dibanding Saat Memulai.” – Napoleon Hill
Pertanyaan: Hal-hal apa saja yang penting diperhatikan saat membuat CV agar Terlihat menarik?
Djajendra Menjawab
Perlihatkan rasa percaya diri dan integritas untuk berkinerja maksimal melalui informasi – informasi yang benar di CV. Dan jangan lupa untuk melampirkan foto Anda yang memperlihatkan energy dan aura positif. Pastikan Anda mencantumkan data diri Anda yang memperlihatkan mutu, kompetensi, dan kualitas diri Anda untuk pekerjaan yang Anda lamar. CV Anda harus berorientasi untuk menjual semua potensi dan pengalaman yang Anda miliki. Oleh karena itu, Anda harus pintar dalam menyajikan data diri, pendidikan, pengalaman kerja, kesehatan, hobi, dan hal-hal khusus lainnya dalam bahasa yang bercerita tentang komitmen dan tekad Anda.
Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk Majalah Cosmopolitan
Leave a Comment » |
Hrd, berita, dialog, karier, tanya jawab, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 17, 2009
“Tidak Ada Gunanya Melihat Orang Lain Melalui Sikap Mental Yang Berkabut.” – Napoleon Hill
Pertanyaan: Seberapa besar kemampuan bersosialisasi mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang di dalam satu perusahaan?
Djajendra Menjawab
Semakin sering Anda memperlihatkan sikap baik pada setiap hubungan Anda di kantor, semakin Anda dipercaya dan disayangi oleh pimpinan dan rekan kerja Anda. Tetapi hal yang paling penting adalah bahwa Kemampuan bersosialisasi yang baik di kantor haruslah mengedepankan etika kerja dan etika bisnis yang ada di internal perusahaan. Walaupun Anda cerdas dan fleksible dalam pergaulan sehari-hari dilingkungan kantor, tapi bila Anda melampaui batas-batas pekerjaan dan tanggung jawab Anda, maka Anda berpotensi melanggar etika bisnis perusahaan, dan hal ini dapat menghilangkan peluang Anda untuk berkompetisi mencapai karir kerja yang lebih baik. Kemampuan bersosialisasi itu penting, tapi kemampuan bersosialisasi belum tentu mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang di dalam satu perusahaan.
Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk majalah Cosmopolitan
Leave a Comment » |
Hrd, berita, dialog, karier, tanya jawab, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA