November 5, 2009
“Bila Saya Membandingkan Situasi Ketika Saya Masih Bekerja Di Tahun 1996 An, Di Mana Saat Itu Bisnis Dijalankan Seperti Sopir Bis Yang Ngebut Di Pinggir Jurang, Maka Di Hari Ini Saya Melihat Ada Aturan Dan Kesantunan Untuk Menjalankan Bisnis Secara Beretika.”-Djajendra
Saat ini para pemegang saham di perusahaan-perusahaan besar sangat mewajibkan manajemen untuk mensosialisasikan etika bisnis kepada setiap lapisan pimpinan dan karyawan. Setelah mengikuti program internalisasi etika bisnis, para karyawan dan pimpinan juga wajib menandatangani semacam pakta integritas untuk bekerja berdasarkan etika bisnis. Intinya, pihak pemegang saham sangat serius untuk membangun kualitas sumber daya manusia perusahaannya agar mampu berhubungan secara profesional dengan setiap stakeholders.
Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa etika bisnis sudah tidak sekedar teori dan wacana, tapi telah menjangkau kepada program internalisasi ke mind set karyawan dan pimpinan. Jelas, semua ini adalah program lanjutan dari implementasi prinsip-prinsip good corporate governance.
Saya menyerap dari berbagai pembicaraan dan pelatihan good corporate governance yang saya berikan, pemegang saham bersama-sama manajemen perusahaan sangat menginginkan praktik-praktik bisnis yang bersih dan jujur. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan – perusahaan Indonesia sedang menuju kepada praktik-praktik bisnis yang sehat dan penuh tanggung jawab. Semua ini adalah titik terang untuk terciptanya sistem ekonomi Indonesia yang berkredibilitas tinggi. Saya selalu optimis dan percaya bahwa praktik-praktik bisnis di Indonesia akan menjadi contoh terbaik di dunia.
Setiap langkah menginternalisasi etika bisnis kepada sumber daya manusia perusahaan menjadi semacam konfirmasi kuat bagi stakeholders, akan keseriusan perusahaan untuk berbisnis dengan cara-cara yang penuh etika dan tanggung jawab.
Secara pasti niat implementasi good corporate governance di Indonesia ternyata berjalan sangat luar biasa. Bila saya membandingkan situasi ketika saya masih bekerja di tahun 1997 an, di mana saat itu bisnis dijalankan seperti sopir bis yang ngebut di pinggir jurang, maka di hari ini saya melihat ada aturan dan kesantunan untuk menjalankan bisnis secara beretika. Walaupun semua ini masih dalam proses menuju ke cara yang lebih baik. Artinya, semenjak good corporate governance di perkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2000 an, hasilnya cukup baik dan good corporate governance saya anggap cukup sukses memberikan banyak hal positif buat dunia korporasi Indonesia.
Sistem dan gagasan untuk menjalankan etika bisnis di perusahaan secara profesional akan menciptakan budaya korporasi yang mendukung keunggulan di dalam kompetisi global. Dan, semua ini akan menciptakan efisiensi dan efektifitas di semua aspek kerja perusahaan.
Semangat pemegang saham untuk menginternalisasikan etika bisnis di semua kalangan pejabat dan pegawai dalam perusahaannya dan juga terhadap para stakeholdersnya akan menjadikan perusahaan semakin kuat, sehat, dan kompetitif. Di samping itu, setiap stakeholders juga harus saling mendukung untuk menjalankan etika bisnis secara profesional.
Pelaksanaan etika bisnis secara total, hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dan kejujuran di antara setiap stakeholders untuk berkomitmen menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat, adil, bermoral dan jujur.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
artikel, berita, bisnis, change management, corporate culture, etika bisnis, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
November 2, 2009
“Ketika Orang Bijaksana Meragukan Kejujuran Lingkungannya Untuk Menciptakan Kebaikan, Maka Keyakinan Dan Kepercayaan Diri Telah Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra
Kejujuran adalah sifat dan perilaku yang sangat mulia. Ketika kejujuran menjadi kesepakatan dalam setiap hubungan dengan para stakeholders, maka semangat good corporate governance di perusahaan pasti dapat diwujudkan secara baik. Persoalannya, sering sekali perusahaan sudah berjuang keras untuk menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat dan bersih, tapi kelakukan tidak sehat dan tidak bersih dari segelintir stakeholders membuat kerja keras perusahaan tersebut kandas di dalam ketidakjujuran.
Di sela-sela makan siang pelatihan etika bisnis di Grand Jatra Hotel, Pekan Baru, Riau. Saya duduk satu meja dengan dirut dari perusahaan yang sedang saya training tersebut. Sambil mencicipi makan siang yang nikmat itu, si dirut curhat, si dirut merasa telah berjuang mati-matian untuk menjalankan etika bisnis dan prinsip-prinsip good corporate governance dengan sebersih-bersihnya, dan di internal perusahaan hal ini berhasil, tapi saat perusahaan berhubungan dengan para stakeholdersnya, perusahaan sangat sulit untuk mempertahankan nilai-nilai praktik bisnis yang bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Sebagai trainer dan motivator, saya harus membesarkan hati si dirut, saya harus memperbesar semangatnya agar beliau tidak menyerah diperjalanan sucinya untuk membangun korporasi yang sehat dan kuat. Beliau adalah seorang dirut yang luar biasa jujur dan bersih, beliau telah banyak memberikan contoh-contoh keteladanan yang baik di internal perusahaannya, sehingga para karyawan tertular sikap jujur si dirut, dan pada umumnya standar kejujuran para karyawan di perusahaan ini sudah cukup tinggi. Artinya, integritas para karyawan sudah tidak perlu diragukan lagi, semuanya telah menjalankan tugas, tanggung jawab, fungsi, dan peran kerja mereka secara bijaksana. Semuanya telah menunjukkan kuantitas dan kualitas kerja yang luar biasa berbobot.
Setelah saya mendengar curhat si dirut, saya katakan bahwa tantangan akan selalu datang untuk menggoyang setiap niat baik dan kerja keras, tapi pemimpin yang unggul tidak akan pernah tergoncangkan oleh sikap dan perilaku tidak jujur dari pihak luar perusahaan.
Batas kekuasaan si dirut hanya sebatas perusahaan, begitu batasnya sudah di luar perusahaan, maka yang bertanggung jawab adalah seluruh masyarakat bersama-sama pemerintah. Jadi, kerja keras para pemimpin di internal perusahaan wajib didukung dengan kerja keras yang lebih jujur, lebih bersih, dan lebih penuh tanggung jawab dari setiap fungsi dan peran pemerintah dan masyarakat di dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih, jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab. Bila masyarakat dan pemerintah kompak untuk membersihkan dan membuat setiap fungsi pelayanan menjadi jujur, bersih, terbuka, dan penuh tanggung jawab, maka si dirut yang jujur ini pasti akan lebih bersemangat di dalam dedikasinya untuk membangun perekonomian bangsa yang kuat melalui bidang usahanya.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
artikel, berita, bisnis, character building, corporate culture, etika bisnis, good corporate governance, good governance, leadership, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
November 1, 2009
“Jika Anda Berusaha Memahami Dan Menjalankan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Secara Bijaksana, Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Dengan Kualitas Diri Yang Sangat Tinggi.” – Djajendra
Dalam sebuah pelatihan seorang peserta bertanya tentang terlalu banyaknya infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan good corporate governance. Si peserta merasa terlalu banyak komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan budaya good corporate governance di perusahaannya. Sebut saja, harus ada bord manual, etika bisnis, code of condact, GCG Code, sop, dan belum lagi ditambah fungsi-fungsi manajemen seperti corporate secretary, compliance, risk management, internal dan eksternal audit, department GCG, dan lain sebagainya.” Apakah semua ini tidak menciptakan biaya yang lebih tinggi?,” Tanya si peserta tersebut.
Saat perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness, maka di butuhkan trust atau kepercayaan. Nah, untuk membangun kepercayaan diperlukan sistem, aturan, dan kebijakan yang sifatnya konsisten.
Memang betul bahwa untuk menjalankan good corporate governance secara konsisten dan benar diperlukan biaya tambahan, tapi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menjalankan budaya good corporate governance ini akan menjadi tidak terlalu besar bila bisnis perusahaan menjadi lebih dipercaya dan lebih efisien.
Bisnis adalah kepercayaan, dan saat perusahaan dipercaya oleh setiap stakeholdersnya, maka secara otomatis omset dan pertumbuhan bisnis akan bertumbuh dengan pesat. Artinya, perusahaan akan menjadi lebih besar dengan keuntungan yang lebih maksimal. Ingat! Tujuan utama dari pelaksanaan good corporate governance adalah untuk memaksimalkan shareholder’s value. Jadi, tidaklah benar bahwa pelaksanaan budaya good corporate governance akan menciptakan biaya tinggi di perusahaan.
Melalui budaya good corporate governance yang benar, perusahaan dapat mengurangi setiap permasalahan yang ada di manajemen, di operasional, di keuangan, di SDM, dan di semua aspek, fungsi, dan peran organisasi yang lainnya.
Pekerjaan yang berkualitas membutuhkan dukungan yang kuat dari setiap unsur kepemimpinan di perusahaan. Dan saat setiap pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong mewujudkan budaya good corporate governance di perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga akan menjadi lebih sehat dan lebih kuat bersama nilai-nilai dan prinsip-prinsip budaya good corporate governance.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, corporate culture, etika bisnis, etos kerja, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 23, 2009
“Bantulah Selalu Orang Lain Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Mereka Sendiri. Kembangkanlah Keahlian Anda Dalam Membuat Orang Lain Merasa Penting. Sangat Jarang Ada Pujian Yang Lebih Bisa Anda Berikan Pada Seseorang Daripada Membantunya Untuk Menjadi Berguna Dan Untuk Menemukan Kepuasan Karena Ia Berguna.” – Donald Laird.
Salah satu penyebab terjadinya konflik di pekerjaan adalah kurangnya perasaan saling menghargai. Perasaan untuk saling menghargai ini sangat penting dan sangat menentukan kinerja dan keberhasilan perusahaan dalam mencapai target tertinggi. Jika perusahaan bersama-sama pimpinan dan karyawannya tidak mampu mengendalikan diri untuk saling menghargai dalam sebuah keharmonisan hubungan kerja yang baik, maka dapat dipastikan semua hubungan kerja di manajemen perusahaan akan terganggu dan akan tidak berjalan seperti seharusnya.
Setiap fungsi, peran, dan perilaku kerja wajib di atur dalam sebuah panduan etika bisnis perusahaan. Dan, etika bisnis perusahaan ini seharusnya menjadi alat yang melindungi setiap pimpinan dan karyawan perusahaan secara baik. Bila masing-masing orang saling melanggar etika kerja dan etika bisnis perusahaan, maka secara otomatis semua hal baik pun akan hilang dan akan tergantikan oleh hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, setiap pimpinan dan setiap karyawan harus bekerja dengan kesadaran tertinggi untuk selalu patuh menjalankan standard operating procedure(SOP) perusahaan, etika bisnis perusahaan, code of conduct perusahaan, dan semua aturan, sistem, kebijakan, dan peraturan perusahaan secara profesional dan bijaksana.
Hubungan kerja yang saling menghargai hanya dapat terwujud saat perusahaan, pimpinan, dan para pegawainya menjadi satu energi positif untuk menjalankan etika kerja dan etika bisnis perusahaan secara sempurna.
Sikap dan perilaku untuk saling menghargai harus dimulai dari tekad perusahaan untuk menjalankan prinsip-prinsip kerja yang berlandaskan kepada integritas, kinerja, dan membebaskan perusahaan dari konflik kepentingan siapa pun. Artinya, perusahaan benar-benar dijalankan dengan sistem, prosedur, aturan, kebijakan, peraturan, dan energi yang terfokus kepada nilai-nilai yang saling menghargai dan yang saling melengkapi.
Rekan kerja Anda ingin merasa dihargai dan demikian juga dengan diri Anda pasti ingin dihargai. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi pribadi yang berpikir, bertindak, bersikap, dan berperilaku dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan nilai-nilai kehidupan yang baik dan positif. Hanya melalui nilai-nilai kebaikan yang positif, Anda dan rekan kerja Anda bisa saling menyatu untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
ESQ, Hrd, artikel, berita, emotional intelligence, etika bisnis, etos kerja, good corporate governance, good governance, personal development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 22, 2009
“Sebelum Menganugerahi Anda Dengan Kesuksesan Besar, Kesempatan Biasanya Menguji Keteguhan Hati Anda Melalui Kesulitan.” – Napoleon Hill
Ketika tulisan ini di buat saya sedang berada di kota Jambi. Saya sedang melakukan sebuah perjalanan mengelilingi pulau Sumatra bersama tim good corporate governance dari sebuah perusahaan besar, yang memiliki banyak cabang di pulau Sumatra. Saya diajak tim good corporate governance tersebut untuk memberikan motivasi kepada para pegawai mereka, motivasi untuk menjalankan good corporate governance dan etika bisnis perusahaan secara baik.
Pelatihan yang saya lakukan bersama tim GCG ini sifatnya kolaborasi, kami semua menjadi satu tim yang saling melengkapi. Konsep pelatihan kolaborasi memang masih sangat jarang dipraktikan di Indonesia, tapi saya sangat kagum dengan kekompakkan dan kemenyatuan tim GCG bersama diri saya di dalam perjalanan yang sangat membahagiakan hati ini. Tidak ada rasa lelah, tidak ada keluh-kesah, tidak ada wajah tanpa senyum. Setiap orang mampu memainkan peran dan fungsi masing-masing dengan luar biasa hebat. Saya benar-benar menemukan kekuatan energi positif yang luar biasa dari tim GCG tersebut.
Sudah tidak zamannya lagi pelatihan pegawai bersifat satu arah, semua pelatihan pegawai harus bersifat multi arah. Artinya, setiap individu wajib secara proaktif berpartisipasi untuk mengutarakan pendapat dan ide mereka buat kemajuan perusahaan dan kemajuan diri mereka sendiri.
Diperlukan pencerahan untuk menerangi batin dan pikiran para pegawai, sebab di dalam kegelapan batin dan pikiran para pegawai tidak akan mampu melihat apa pun. Mereka hanya mampu mendengar suara tanpa mampu melihat, dan bila suara yang mereka dengar itu suara negatif, maka mereka akan menjadi pribadi negatif, walaupun di batin dan pikiran mereka ada benih-benih untuk berpikir dan bertindak positif. Diperlukan pencerahan secara berkelanjutan untuk membuat para pegawai benar-benar memahami prinsip-prinsip positif dibalik praktik good corporate governance. Diperlukan kalimat-kalimat positif yang menegaskan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam good corporate governance. Diperlukan pribadi-pribadi yang berpikiran luas dan dewasa untuk menyampaikan kalimat-kalimat baik tentang good corporate governance dan etika bisnis. Dan, saya sangat beruntung dapat ditemani oleh sebuah tim GCG yang luar biasa cerdas, dewasa, dan menguasai semua seluk beluk permasalahan secara bijaksana.
Pelatihan yang baik tidak hanya tergantung kepada sang pelatih atau pembicara, tapi sangat tergantung kepada pengetahuan, pengalaman, kedewasaan, dan kebesaran hati dari para pribadi yang bertanggung jawab kepada pelatihan tersebut.
Di sepanjang perjalanan saya bersama tim GCG ini, saya menemukan pribadi-pribadi dewasa yang bijaksana dan sangat berpengalaman di bidang pekerjaan mereka, sehingga aura dan intuisi mereka lebih berbicara daripada kata-kata yang terucap.
Perjalanan saya bersama tim GCG ini masih tersisa satu minggu lagi, perjalanan bahagia yang sulit terlupakan. Saya menulis tulisan ini dari lobi Abadi Hotel & Convention Center, kota Jambi, di jalan Jend Gatot Subroto No.92-98.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, bisnis dan karier, corporate culture, etika bisnis, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 22, 2009
”Hitung Hari Yang Hilang Di Mana Matahari Yang Tenggelam Mendapati Anda Tanpa Perbuatan Baik.” – Napoleon Hill
Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.
Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi. Sebuah praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.
Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.
Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.
Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.
Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.
Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.
Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, bisnis dan karier, corporate culture, etos kerja, good corporate governance, good governance, manajemen risiko, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 17, 2009
“Sikap Mental Anda Adalah Kunci Yang Paling Bisa Diandalkan Bagi Kepribadian Anda.” – Napoleon Hill
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mulai melakukan wawancara terhadap para calon menteri selama dua hari ini. Setelah diwawancara, sekitar 34 kandidat itu akan langsung menandatangani dua macam kontrak yaitu pakta integritas dan kontrak kinerja. – KOMPAS.com, 17 October 2009.
Kontrak integritas dan kontrak kinerja adalah dua hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Integritas adalah mutu, kualitas, kompetensi, kejujuran, kemampuan berdedikasi, loyalitas, dan kemampuan untuk bekerja dengan prinsip-prinsip good governance. Sedangkan kinerja adalah kemampuan untuk menjadi lebih produktif dan kecerdasan untuk menghasilkan nilai tambah kehidupan yang lebih besar.
Perusahaan-perusahaan mungkin perlu mencontoh cara presiden merekrut menteri. Cara presiden ini terlihat sangat efisien, efektif, dan langsung tepat sasaran. Tidak berbelit-belit, tapi langsung fokus kepada inti persoalan. Jelas sekali, inti persoalan kita di dalam pembangunan adalah integritas dan kinerja. Tanpa integritas dan kinerja tidak akan ada hasil yang maksimal. Hanya melalui kekuatan integritas seseorang bisa menghasilkan kinerja dan nilai tambah kehidupan yang maksimal.
Kita semua harus jujur bahwa ada dua hal yang selalu mengganggu dunia bisnis, yaitu integritas dari para stakeholder yang membuat kinerja bisnis menjadi tidak konsisten. Integritas dari para stakeholder untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik. Sebab, prinsip-prinsip good corporate governance dapat menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis yang berkualitas tinggi. Dan bila sebuah bisnis mampu dioperasionalkan dengan kualitas tinggi, maka kinerja bisnis tersebut juga akan secara otomatis meningkat tajam.
Pandangan atau mind set dari setiap karyawan di perusahaan harus diarahkan untuk membangun integritas dan kinerja yang maksimal. Bila integritas dan kinerja maksimal dapat diwujudkan secara baik, maka para karyawan secara otomatis akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh yang tak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi apa pun.
Perusahaan yang baik pastinya didukung oleh para pimpinan dan para karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga setiap kalimat baik yang diucapkan dari mulut mampu direalisasikan sesuai ucapan tersebut. Artinya, setiap rencana dapat dijalankan sesuai rencana dan dapat menghasilkan kinerja yang sesuai rencana.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, good corporate governance, good governance, leadership, leadership intelligence, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
Oktober 11, 2009
“Hubungan Kepercayaan Yang Dibangun Atas Fondasi Integritas Tertinggi Untuk Saling Memberi Dan Saling Bertoleransi, Tetap Akan Abadi Dan Tidak Akan Pernah Rusak Oleh Badai Kehidupan Apa Pun.” – Djajendra
Ketika saya diminta oleh sebuah perusahaan untuk membangun mental karyawannya dalam rangka mempersiapkan organisasi yang saling mempercayai (trust), mind set saya hanya berpikir kepada sebuah tema “Apakah Anda Bisa Dipercaya?”….Kepercayaan adalah landasan terpenting di dalam bisnis, di dalam kehidupan pribadi, dan di dalam berperusahaan, tetapi sering sekali kebanyakan orang menganggap remeh kepada aspek kepercayaan. Padahal hanya melalui lingkungan kerja yang saling mempercayai, perusahaan akan dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance secara lebih baik.
Konsep Trust (saling percaya) seharusnya menjadi sebuah awal untuk memantapkan diri Anda, agar diri Anda menjadi pribadi yang terpercaya dan yang dapat dipercaya. Ketika diri Anda sudah menjadi pribadi yang dapat dipercaya, maka Anda sesungguhnya telah menjadi pribadi yang mampu menjalankan semua prinsip good corporate governance secara luar biasa. Sikap jujur Anda dan integritas Anda kepada semua aspek kehidupan secara total akan mengantar Anda kepada kekuatan untuk menjadi pribadi yang terpercaya dan pribadi yang selalu dapat dipercaya dalam situasi dan kondisi apa pun. Oleh karena itu, mulai detik ini juga kembangkan integritas Anda melalui sikap, perilaku, emosi, dan mind set yang menjadikan Anda sebagai pribadi terpercaya, atau pun menjadi pribadi yang selalu dapat dipercaya oleh siapa pun.
Di setiap aspek dan fungsi perusahaan diperlukan peran kepercayaan. Peran kepercayaan di dalam penjualan, peran kepercayaan di dalam manajemen, peran kepercayaan di dalam operasional, peran kepercayaan di dalam pengawasan, peran kepercayaan di dalam branding dan pemasaran, peran kepercayaan di dalam layanan pelanggan, peran kepercayaan di dalam administrasi perusahaan, peran kepercayaan di dalam kepemimpinan, dan peran kepercayaan di dalam setiap aspek dan aktivitas perusahaan secara tidak terbatas.
Peran kepercayaan ini harus menjadi alat yang memperkuat setiap orang di perusahaan untuk saling merangkul, saling berkontribusi secara profesional, saling berkolaborasi secara baik, saling mendapatkan kepercayaan, saling memetik hasil kinerja terbaik, dan saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Kebenaran tentang Trust di Bisnis akan membantu Anda memperkuat semua hubungan Anda dan memungkinkan Anda untuk membangun bisnis dan kehidupan pribadi yang kokoh berdasarkan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan Anda.
Kepercayaan yang mendalam di organisasi akan memperkuat core value perusahaan kepada penyatuan ke dalam batin para pegawainya, dan semua ini pada akhirnya akan menciptakan cara kerja yang efektif dan yang berkinerja maksimal.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
Hrd, artikel, berita, bisnis, corporate culture, etos kerja, good corporate governance, good governance, motivasi, self development, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
September 29, 2009
“Membiarkan Setiap Orang Di Dalam Perusahaan Menjadi Juru Bicara Perusahaan Kepada Publik Adalah Perbuatan Yang Berpotensi Mengundang Bencana Ke Dalam Perusahaan.” – Djajendra
Kelalaian menyampaikan informasi yang benar kepada publik akan menjadikan perusahaan kehilangan kredibilitas. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu menjaga kerahasian informasi internal perusahaan, dan tidak seorang pun diperbolehkan membicarakan informasi rahasia perusahaan kepada pihak di luar perusahaan.
Prinsip transparansi di dalam good corporate governance bukan berarti setiap pegawai boleh bicara apa saja, atau memberikan informasi apa saja kepada pihak di luar perusahaan. Tetapi, setiap pegawai harus bekerja secara terbuka dan jujur atas setiap inci informasi di dalam internal perusahaan. Lalu, setiap inci informasi yang benar itu dirangkum secara benar sesuai prosedur kerja perusahaan sebelum diinformasikan kepada publik.
Perusahaan yang sehat dan baik adalah perusahaan yang mampu mendisiplinkan proses keluar masuk informasi. Terutama informasi keluar haruslah benar-benar matang dan tidak asal-asalan. Sebab, sekali informasi internal keluar, maka informasi internal tersebut akan menjadi informasi publik.
Untuk mengawasi setiap informasi internal perusahaan yang keluar, perusahaan harus menetapkan kebijakan satu pintu keluar buat informasi dari internal perusahaan ke publik. Satu pintu itu sebaiknya melalui fungsi dan peran corporate secretary. Artinya, apapun hal-hal yang akan perusahaan sampaikan ke publik, semua itu harus diperiksa ulang dan diverifikasi ulang oleh fungsi corporate secretary. Tidak boleh ada kekuatan apa pun diperusahaan yang boleh tampil bersama informasi internal kepada publik. Semua informasi wajib disaring dan dipahami terlebih dahulu secara bijaksana, agar informasi tersebut tidak menciptakan dampak-dampak negatif buat perusahaan, karyawan, pemegang saham, dan stakeholder lainnya.
Di dalam aktivitas sehari-hari sebaiknya fungsi corporate secretary didukung secara total oleh fungsi good corporate governance, agar setiap ketentuan internal dan eksternal perusahaan dapat dipastikan benar oleh fungsi good corporate governance.
Harus ada kebijakan yang jelas diperusahaan untuk tidak membicarakan hal-hal terlarang kepada pihak di luar perusahaan atau ke publik. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dan diberi pemahaman untuk berhati-hati di dalam setiap kata-kata dan komentar tentang informasi perusahaan yang belum pasti.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
artikel, berita, good corporate governance, good governance, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA
September 22, 2009
“Gratifikasi Dalam Perilaku Bisnis Yang Tidak Etis Dapat Dianggap Sebagai Hal Yang Melanggar Hukum. Oleh Karena Itu, Setiap Bisnis Harus Dijalankan Melalui Integritas Yang Penuh Kehormatan.” – Djajendra
Dunia bisnis adalah dunia yang mencari peluang dan kesempatan dengan berbagai cara agar bisa memenangkan kompetisi dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Di masa-masa yang lalu pemberian hadiah dalam bentuk barang dan uang kepada orang-orang yang berjasa membantu bisnis tersebut merupakan hal yang lazim. Tetapi sekarang ini menerima hadiah dan memberi hadiah harus lebih berhati-hati, sebab di dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001) telah mengatur terhadap hal-hal yang terkait dengan memberi hadiah kepada pihak-pihak terkait. Bila melanggar undang-undang tersebut hukumannya cukup berat. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu sangat berhati-hati dalam soal pemberian hadiah ini. Mungkin saja niat tulus Anda untuk memberikan hadiah buat sahabat-sahabat yang membantu bisnis Anda bisa berujung pada masalah hukum.
Semangat dari lahirnya undang-undang gratifikasi ini adalah agar Anda bisa menjalankan bisnis Anda dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang baik.
Kalau mau jujur, UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001 ini sangat bagus dalam menciptakan iklim dunia bisnis yang sehat dan profesional.
Saatnya perusahaan-perusahaan lebih berhati-hati dalam memberikan uang, barang, rabat atau diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya sebagaimana yang di atur dalam UU No. 20 tahun 2001. Artinya, sebelum perusahaan memutuskan untuk bagi-bagi kebaikan kepada stakeholders, ada baiknya mempelajari dan menyimak secara benar isi undang-undang gratifikasi, agar niat baik tersebut dapat berjalan di arah yang benar tanpa melanggar aturan-aturan yang ada di UU No 31 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2001.
Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com
Leave a Comment » |
artikel, berita, bisnis, good corporate governance, good governance, opini, umum |
Permalink
Ditulis oleh DJAJENDRA