PHK Merusak Semangat Membangun

Mei 26, 2009

”PHK Hanya Akan Menyelamatkan Perusahaan Dari Kerugian Angka-Angka, Tapi Mematikan Semangat Membangun  Bangsanya.” – Djajendra

Ketika keadaan bisnis dan keuangan perusahaan memburuk, adalah sangat wajar bila pengusaha melakukan PHK untuk menyelamatkan dan memulihkan keadaan bisnis perusahaanya. Hal ini adalah sah-sah saja dalam sebuah sistem perekonomian yang mengutamakan pertumbuhan bisnis untuk meraih keuntungan maksimal. Persoalannya,  bila di sebuah negara terlalu sering terjadi PHK dengan jumlah yang besar, maka negara tersebut akan memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. Saat angka pengangguran cukup tinggi, emosi negatif dan pikiran negatif akan mengisi jiwa dan pikiran si penganggur, dan hal ini secara tidak langsung akan menurunkan rasa percaya diri dan daya tahan sebuah bangsa untuk hidup adil, makmur, aman dan damai.

Pengangguran yang bila tak ditangani secara kemanusiaan, maka akan menghasilkan masyarakat yang putus asa untuk mampu bangkit menjawab berbagai tantangan yang ada.

Salah satu langkah yang wajib diambil sebuah bangsa, saat tingkat pengangguran tinggi, adalah memperbanyak lapangan kerja dengan cara menginspirasi dan memberi kemudahan buat orang-orang untuk menjadi entreprenuer baru. Dan, pemerintah juga wajib melindungi eksistensi para entrepreneur baru ini dari ancaman pasar bebas dan perusahaan raksasa dalam negeri. Jadi, perlu dilakukan proteksi atau pengamanan terhadap benih-benih entreprenuer baru ini, agar tidak digilas oleh para raksasa yang mahir dengan berbagai teknik bisnis yang tidak adil.

Setiap kejadian PHK haruslah diintervensi oleh pemerintah, dan setelahnya,  mencari berbagai cara untuk membantu korban PHK tersebut, agar  para korban PHK ini bisa segera menjadi pribadi-pribadi yang produktif buat kemakmuran dan kebesaran bangsa tersebut. Membiarkan masyarakat menjadi pengangguran, adalah sebuah krisis kemanusiaan yang akan melemahkan daya tahan bangsa tersebut untuk membangun kebesaran.

Bangsa yang besar tidak akan tersenyum pada ukuran pertumbuhan ekonominya yang besar, tapi akan lebih fokus kepada berbagai upaya pemerataan pendapatan secara kreatif dan strategis, untuk membuat masyarakatnya seratus persen produktif dan menghasilkan nilai tambah ekonomi buat menghapus pengangguran dari buminya. Banyak negara yang sangat bangga dengan pertumbuhan ekonominya yang cukup tinggi, tapi sebagian besar  penduduknya  tidak mempunyai penghasilan yang cukup buat membiayai kehidupan minimum. Jadi, ukuran pertumbuhan tidaklah penting untuk urusan kemanusiaan dan kesejahteraan orang banyak.

Sistem distribusi keuangan yang adil dan yang tidak memiskinkan orang lain, haruslah menjadi konsep buat membangun masyarakat yang adil dan makmur. Transaksi keuangan yang memangsa satu pihak tanpa melihat sisi kemanusian, hanyalah tabungan kemiskinan buat bangsa itu di masa depan. Sebab, ketika sistem keuangan membiarkan satu pihak yang kuat memangsa pihak yang lemah, maka sistem itu akan menciptakan orang-orang miskin baru. Dan, hal ini tidak sesuai dengan konsep membangun masyarakat yang adil dan makmur. Orang-orang miskin baru ini hanya akan menjadi beban buat bangsanya, beban yang muncul oleh ketidakadilan sistem keuangan dan perbankan yang ada.

Pemerintahan yang hebat selalu anti pada pengangguran, dan akan menggunakan energi kekuasaannya untuk membantu setiap korban PHK dan para pencari kerja, dengan berbagai kemudahan atas akses keuangan murah, untuk bisa mengarahkan mereka menjadi entrepreneur baru yang kuat dan andal buat menghapus pengangguran dari buminya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Good Governance Untuk Kemitraan Yang Saling Membesarkan

Mei 25, 2009

“Jika Sebuah Bisnis Berjalan Dengan Model Kemitraan Yang Saling Membesarkan, Maka Kemakmuran Akan Menjadi Hasil Akhir Dari Kemitraan Tersebut.” – Djajendra

Sangat banyak korporasi yang melakukan aktifitas bisnisnya dengan menggunakan model kemitraan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkualitas. Model kemitraan ini,  pada umumnya lebih tergantung kepada kemauan pihak yang kuat, sedangkan pihak yang lebih lemah biasanya tidak seberuntung pihak yang lebih kuat. Padahal dalam membangun kekuatan fundamental bisnis, para mitra kerja harus mendapatkan keuntungan yang adil dan yang saling mensejahterakan, agar ketersediaan bahan baku dengan kualitas terbaik bisa tetap terjamin untuk mendukung kebutuhan korporasi tersebut di sepanjang masa.

Model kemitraan yang saling menguntungkan adalah model kemitraan yang paling unggul untuk melakukan pemerataan kekayaan di antara stakeholder di sebuah bisnis.

Salah satu kebijakan ekonomi publik yang baik adalah melakukan pemerataan pendapatan terhadap semua masyarakatnya. Dan caranya adalah melalui kebijakan bisnis dengan model kemitraan di antara stakeholdernya. Di mana, model kemitraan ini harus yang jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab, untuk membesarkan setiap stakeholder dengan cara-cara yang profesional dan bijaksana.

Saat ketidakadilan ekonomi menjadi realitas kehidupan sebuah bangsa, maka bangsa itu harus membuat kebijakan ekonomi yang saling mendukung dan saling memberikan yang terbaik dalam sebuah model kemitraan yang jujur, terbuka, adil, profesional, saling membesarkan, dan bersikap penuh tanggung jawab, untuk merangkul semua kekuatan ekonomi bangsa tersebut buat kemakmuran dan kesejahteraan setiap individu masyarakatnya.

Model kemitraan yang adil haruslah didukung dengan kontrak kerja sama yang saling membesarkan dan yang saling mensejahterakan, bukan yang saling memanfaatkan untuk keuntungan masing-masing pihak dengan cara memiskinkan pihak lain.

Kemitraan yang baik harus menjadi jaminan buat menjaga kualitas terbaik dan harga yang tidak kalah oleh inflasi.

Indonesia dengan kebanyakan penduduknya yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, seharusnya dijadikan sebagai modal besar untuk menjadi mitra kerja industri-industri yang terkait dengan hasil produksi petani dan nelayan tersebut. Jika saja dunia industri menyatu dan saling merangkul dalam sebuah model kemitraan yang jujur, adil, terbuka, saling membesarkan, dan penuh tanggung jawab untuk mensejahterakan orang banyak, dapat dipastikan sebagian besar dari orang-orang miskin di Indonesia akan menjadi orang-orang kaya baru, yang siap dengan daya beli baru buat membesarkan kekuatan pasar Indonesia. Persoalannya, apakah niat untuk saling membesarkan di antara para mitra kerja itu ada?, atau hanya ada niat untuk saling mengambil keuntungan lebih besar dengan cara-cara yang tidak adil dan tidak jujur?

Jika saja para petani, nelayan, peternak, dan yang lainnya mampu menikmati hasil produksinya dengan harga yang menguntungkan, maka jumlah petani, nelayan, dan peternak yang antusias untuk memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat akan meningkat secara pesat, dan hal ini akan membuat Indonesia menjadi negara dengan daya tahan pangannya yang super kuat.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Ketika Hidup Digunakan Untuk Mengejar Uang Dan Jabatan

Mei 23, 2009

”Saat Anda Berbakti Pada Uang Dan Jabatan, Maka Nilai Tertinggi Kemanusiaan Anda Akan Memudar.” – Djajendra

Uang dan jabatan adalah dua hal yang bisa membuat seseorang melupakan banyak hal baik, atau membuat seseorang menjadi malaikat baik hati, yang menggunakan uang dan jabatannya untuk mensejahterakan orang banyak.

Ketika diri dipaksa hanya untuk hidup buat ambisi dalam mengejar uang dan jabatan, dengan melupakan niat tulus untuk mensejahterakan orang banyak, maka sesungguhnya diri telah diperdaya oleh nafsu untuk menikmati pesta duniawi dan melupakan kedamaian batin kemanusiaan.

Uang dan jabatan sangat mempermudah seseorang untuk bertindak memuaskan segala ambisi positif dan ambisi negatif dirinya. Uang dan jabatan tidak memiliki empati, yang punya empati itu adalah si pemilik uang dan jabatan. Jadi, segala kebaikan dan manfaatnya sangat tergantung kepada karakter dan niat baik si pemilik uang dan jabatan tersebut.

Kabar terbaik dari uang dan jabatan adalah energi yang dimiliki uang dan jabatan tersebut luar biasa hebat untuk membangun kemakmuran dan perdamaian buat orang banyak. Tetapi, kabar buruknya adalah bila uang dan jabatan itu berada di tangan orang yang serakah, maka kemiskinan dan kekacauanlah yang akan muncul disekitarnya.

Uang dan jabatan ditangan orang-orang jujur dan terbuka akan menjadi harta karun, yang membuat jantung ekonomi masyarakat berdetak dengan sehat. Di mana, masyarakat disekitar orang-orang jujur itu akan memiliki daya beli yang kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika uang dan jabatan berada ditangan orang-orang yang tidak jujur dan serakah, maka kebaikan dan rencana perubahan sehebat apa pun tidak akan memberikan kemakmuran dan kedamaian buat orang banyak. Uang dan jabatan akan menjadi hal yang bermanfaat buat kemakmuran ekonomi secara merata. Jika, orang-orang yang memiliki uang dan jabatan tersebut mampu menjadi alat yang efektif untuk menjalankan setiap proses ekonomi secara jujur, adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab terhadap kehidupan orang banyak.

Tetapi, jika para pemilik uang dan jabatan secara serakah memanfaatkan setiap titik peluang untuk mengisi pundi-pundi kekayaan diri sendiri, maka janganlah pernah bermimpi untuk menghadirkan kemakmuran dan kedamaian. Serakah adalah benih terburuk dalam diri. Serakah adalah sahabat baik penderitaan. Untuk menghapus benih serakah, diperlukan komitmen yang konsisten untuk menanam benih-benih kebaikan dalam bentuk nilai-nilai kehidupan yang penuh empati, cinta, dan kepedulian kepada kesejahteraan dan kebahagiaan hidup orang banyak.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menentukan Arah Bisnis Dalam Ketidakpastian Ekonomi Global

Mei 13, 2009

“Perusahaan Yang Pintar Pasti Membangun Karakter Pimpinan, Karyawan, Dan Customer Yang Mampu Menyatu Membangun Daya Tahan Perusahaan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Bisnis. Termasuk, Bisa Mempertahankan Daya Saing, Produktivitas Dan Profitabilitasnya.” – Djajendra

Ketika Perusahaan berada dalam arah yang tidak pasti di masa krisis ekonomi global ini, sudah seharusnya para pimpinan perusahaan melihat realitas ini untuk melakukan perubahan buat membangun daya saing perusahaan yang lebih baik.

Setiap pimpinan dari fungsi dan peran kerja masing-masing wajib mencari informasi, petunjuk, dan rencana yang jelas untuk bisa bertindak menyelamatkan perusahaan dari badai krisis yang lebih besar.

Jika para pemimpin ikhlas menyatu dalam sebuah tim kerja yang solid, untuk memotivasi dan memberikan harapan yang lebih kepada para karyawan dan customer, maka dapat dipastikan tidak akan ada orang di dalam perusahaan yang membayangkan hal-hal terburuk dari krisis ekonomi global yang sedang terjadi ini.

Para pimpinan bersama-sama semua karyawan dan customer setianya harus menjadi satu kekuatan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian bisnis perusahaan.

Setiap perbedaan dan kepentingan harus digantikan dengan kolaborasi dan kerja sama yang saling membantu satu sama lain untuk membuat perusahaan mampu bertahan hidup dari badai krisis ekonomi global.

Jika pimpinan, karyawan, dan customer setia tidak menyatu, maka perusahaan akan kehilangan daya tahannya untuk bisa mempertahankan produktivitas dan profitabilitasnya. Hal ini jelas akan membuat perusahaan sulit untuk tetap bisa survive di masa yang tidak pasti ini.

Setelah perusahaan yakin dengan kekuatan kepemimpinan, karyawan, dan customer setianya, perusahaan harus menentukan arah bisnis secara bijaksana dengan skenario optimistis. Kemudian, membangun komunikasi, kolaborasi, koordinasi yang kuat diantara pimpinan, karyawan, dan customer, untuk bisa bertahan hidup dan berkembang selama masa ketidakpastian bisnis akibat dari krisis ekonomi global ini.

Perusahaan harus mengakui semua kenyataan yang ditimbulkan oleh badai krisis ekonomi global ini. Dan yang terpenting, perusahaan tidak boleh berkeluh-kesah meratapi hambatan dan tantangan yang ada, tapi harus segera  menentukan arah untuk mengatur seluru energi positif dari para pimpinan, karyawan, dan customer setia, untuk kemudian membuat strategi-strategi yang kreatif dan dinamis buat menyelamatkan perusahaan dari keruntuhannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Membangun Mind Set Masyarakat Indonesia Untuk Mencintai Hasil Produksi Dalam Negeri

April 24, 2009

”Bila Sebuah Produk Memiliki Kualitas Terbaik, Disain Menarik, Harga Yang Sesuai Dengan Daya Beli Konsumen, Daya Manfaat Yang Tinggi, Dan Strategi Pemasaran Yang Memotivasi Konsumen Untuk Membeli, Maka Produk Tersebut Berpotensi Untuk Dicintai Oleh Konsumennya.” – Djajendra

Yth. Bapak Djajendra,

Perkenalkan nama saya, Muiz, asal kota Bandung. Saya ingin sharing ide dengan bapak Djajendra. Pertanyaan saya, strategi seperti apa yang harus dilakukan untuk membangun mind set masyarakat Indonesia, agar mau mencintai hasil produksi perusahaan dalam negeri? Terima kasih.

Djajendra Menjawab!

Dear Bapak Muiz,

Saat perusahaan-perusahaan dalam negeri mampu memberikan kepada masyarakat Indonesia produk yang sesuai harapan masyarakat, maka pastilah produk-produk dalam negeri akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selanjutnya, strategi yang harus dilakukan adalah membuat produk-produk dalam negeri tersebut berkualitas melebihi kualitas produk import; membuat produk-produk dalam negeri tersebut memiliki daya saing dan daya tarik yang tinggi untuk memenangi kompetisi dengan produk-produk import; dan membuat strategi pemasaran yang mampu merubah mind set masyarakat untuk lebih mencintai produk negeri sendiri daripada produk luar negeri.

Secara umum, masyarakat atau konsumen sangat mengharapkan kualitas atau mutu produk yang hebat, harga produk yang terjangkau untuk dibeli, disain dan mode produk yang up to date. Jadi, saat perusahaan-perusahaan dalam negeri secara konsisten mampu membuat produk-produk yang sesuai standar dan harapan masyarakat Indonesia, maka pastilah produk-produk tersebut bisa diinternalisasikan ke dalam mind set masyarakat melalui berbagai strategi pemasaran yang tepat sasaran, dan kemudian membuatnya dicintai oleh masyarakat. Sekian dulu, ya, Muiz. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Di Setiap Masa Krisis Akan Lahir Orang-Orang Kaya Baru

Maret 21, 2009

”Jika Kita Mau Menyikapi Masa Sulit Kita Dengan Pikiran Positif, Kita Akan Menemukan Cahaya Terang Yang Mengantar Diri Kita Kepada Peluang Dan Kesempatan Yang Hebat.” - Djajendra

Masa krisis seperti sekarang ini memerlukan ketenangan diri untuk menemukan peluang baru yang mampu mengatasi masalah dan sekaligus menciptakan prestasi baru yang lebih hebat. Ingat! Di setiap masa krisis akan lahir orang-orang kaya baru; akan lahir pemimpin-pemimpin bisnis yang baru; dan akan muncul kesempatan-kesempatan baru untuk kita yang tidak menyerah oleh situasi dan kondisi sulit.

Peluang hanya tertutup buat orang-orang yang sudah meninggalkan kehidupan nyata. Tetapi peluang-peluang baru akan terus lahir untuk menjadi milik kita yang terus bekerja cerdas tanpa mengenal lelah dan kata menyerah.

Kita semua tahu bahwa saat ini kita berada dalam masa resesi ekonomi, tapi kita juga harus tahu bahwa masa resesi hanya bersifat sementara dan akan segera berakhir. Jadi, saatnya untuk berpikir positif dan bersikap tidak panik dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Bersikap tenang dan belajar kebijaksanaan hidup di masa krisis, adalah jalan terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membangkitkan motivasi diri buat menemukan peluang-peluang baru.

Hindari rasa cemas, hindari kurang tidur, hindari putus asa. Lalu, bangkitlah dengan motivasi yang lebih untuk menemukan kesempatan dan peluang baru.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Mungkinkah Kebijakan Proteksi Menjadi Fenomena Ekonomi Abad 21?

Februari 10, 2009

”Sebuah Perusahaan Tidak Sekedar Sebuah Unit Bisnis Milik Perorangan, Tapi Merupakan Aset Bangsa Yang Harus Dilindungi Oleh Negara Untuk Menjaga Keamanan Dan Keberlanjutan Kemakmuran Ekonomi Bangsa Tersebut.” -Djajendra

Mungkinkah Kebijakan Proteksi Menjadi Fenomena Ekonomi Abad 21?

Semakin banyak pemimpin dari negara maju yang secara terang-terangan mengatakan, bahwa krisis ekonomi di hari ini merupakan yang terburuk dalam 100 tahun terakhir. Lantas, mereka juga segera mempersiapkan obat ajaib untuk menyembuhkan ekonomi dalam negeri mereka dengan berbagai macam strategi. Salah satunya melalui paket stimulus ekonomi untuk mengamankan perusahaan-perusahaan mereka, termasuk memotivasi masyarakatnya untuk membeli produk dalam negeri dan menghindari produk import.

Sebuah perusahaan tidak sekedar sebuah unit bisnis milik perorangan, tapi merupakan aset bangsa yang harus dilindungi oleh negara untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan kemakmuran ekonomi bangsa tersebut. Jadi, bukan tidak mungkin kebijakan proteksi juga diberlakukan oleh negara-negara maju tersebut untuk mengamankan ekonomi dalam negerinya. Dan, bagi Anda yang selama ini pasarnya seratus persen tergantung pada pasar ekspor mungkin kebijakan proteksi adalah kabar buruk. Oleh karena itu, sekarang ini saatnya buat Anda semua untuk merenung sejenak sambil mempelajari fenomena ekonomi dunia yang sedang berubah fokus.

Memang perubahan sedang berlangsung dan setiap pengusaha harus cerdas memahami fenomena perubahan saat ini, agar perusahaan-perusahaan di dalam negeri mampu menjadi unit bisnis yang solid dan kuat, untuk bisa berkontribusi membangun ekonomi dalam negeri yang kuat dan tangguh.

Pastinya negara-negara maju yang terkena krisis ekonomi dan finansial ini akan memberikan berbagai stimulus dan intensif kepada perusahaan-perusahaan di dalam negeri, untuk meningkatkan pasar ekspor mereka dan meminimalkan impor, agar mereka bisa segera memperbaiki kerusakan ekonomi negaranya dengan lebih pasti.

Seperti kita ketahui proteksionisme merupakan kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antar negara. Caranya, antara lain, dengan pemberlakuan tarif tinggi pada barang impor, pembatasan kuota, dan berbagai upaya menekan impor. Proteksi dimaksudkan untuk mengurangi PHK dalam negeri dan untuk tujuan membuka lapangan kerja baru di dalam negeri.

Jika negara-negara maju yang terkena dampak krisis ekonomi dan finansial ini menjalankan kebijakan proteksi, untuk melindungi pertumbuhan perusahaan di dalam negeri mereka, maka perusahaan-perusahaan yang selama ini mengandalkan pasar ekspor, dengan tujuan ke negara-negara yang melakukan kebijakan proteksi tersebut, pasti akan mengalami kesulitan yang luar biasa. Sebab, pasar yang selama ini di andalkan akan lenyap bersama kebijakan proteksi.

Mungkinkah kebijakan ”Beli Produk Amerika” dalam rencana stimulus perbaikan ekonomi Amerika Serikat akan menjadi ancaman buat para eksportir Indonesia? Waktu pasti akan menjawabnya!

Buat perusahaan-perusahaan Indonesia yang selama ini pasar utamanya ekspor, maka saatnya untuk mempelajari semua fenomena ekonomi di hari ini, agar langkah-langkah strategis yang kreatif dapat diciptakan buat membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Krisis Datang Reputasi Pemimpin Bisnis Pun Terpuruk

Februari 6, 2009

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” - Warren Buffett’s Words Of Wisdom

Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.

Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.

Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.

Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.

Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.

Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.

Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.

Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.

PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.

”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.

”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.

Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Mengelola Perusahaan Dengan Lebih Produktif Dan Mengurangi Mental Konsumtif

Februari 4, 2009

“Saat Anda Berpikir Good Corporate Governance Itu Teori; Saat Anda Berpikir Risk Management Itu Lelucon; Saat Anda Berpikir Bisnis Itu Milik Anda Pribadi. Saatnya Anda Melakukan Interospeksi Diri Secara Mendalam Untuk Menjadi Pribadi Yang Lebih Jujur Dan Lebih Berintegritas Pada Dunia Bisnis.” – Djajendra

Mengelola Perusahaan Dengan Lebih Produktif Dan Mengurangi Mental Konsumtif

Tahun-tahun penuh tantangan telah menunggu di depan Anda, telah menunggu bersama hari esok yang penuh dengan ketidakpastian, dan hari esok yang sangat tergantung kepada keputusan Anda untuk berkerja lebih produktif dan sekaligus menghapus mental konsumtif Anda.

Selama ini para pimpinan perusahaan tergantung kepada gaji yang jumlahnya sangat besar dan terasa tidak adil dengan stakeholder lainnya. Padahal kerja perusahaan adalah kerja kolektif yang membutuhkan kebersamaan dan kesederhanaan dalam bersikap. Pemimpin merupakan sang inspirator dan motivator yang harus bersahabat dengan semua situasi dan kondisi, untuk merangkul semua kekuatan perusahaan agar bisa tetap survive untuk selama-lamanya.

Di masa-masa yang akan datang bila perilaku gaji-gaji besar yang tak masuk akal ini terus berlangsung, maka bersiap-siaplah untuk hidup dalam kesulitan.

Perusahaan-perusahaan saat ini harus dijalankan dengan efisien, efektif, produktif, dan bersinergi.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin korporasi adalah ketulusan hati untuk menurunkan gaji yang diterima saat ini; mengikhlaskan hati untuk mengurangi semua fasilitas-fasilitas yang cendrung konsumtif dan berlebihan; termasuk tidak royal dengan budget kepemimpinan yang dialokasikan perusahaan, untuk ruang gerak pemimpin dalam melakukan operasional bisnis perusahaan.

Keberanian para pemimpin untuk melakukan perubahan agar dirinya dan keluarganya tulus untuk menjalankan pola hidup yang lebih sederhana, adalah cara terhormat untuk melangkah dengan bijak dan bahagia ke hari esok.

Mencintai dan peduli pada perusahaan tempat memberi nafkah untuk stakeholdernya adalah tugas utama dari setiap stakeholdernya.

Pemimpin harus merangkul setiap stakeholder untuk menjadi patner bisnis yang memperkuat semua fondasi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin atau pun pemilik perusahaan harus berani untuk menjadi lebih jujur, lebih berintegritas, tidak serakah, serta berani menjadi pejuang bisnis yang mengutamakan kepentingan stakeholder dari pada kepentingan diri sendiri. Mungkin saja buat Anda semua kata-kata ini terkesan sangat teoritis sekali, tapi ingatlah bahwa masa depan bisnis Anda hanya akan sukses, jika Anda mampu bertindak super efisien, efektif, produktif, dan bersinergi secara total dengan semua stakeholder Anda.

Saatnya Anda bersikap jujur untuk menjaga loyalitas stakeholder, dengan cara hidup yang lebih produktif dan tidak lagi menjadi budak konsumtif.

Di hari ini, pimpinan harus mampu melihat dan merasakan tentang pentingnya bekerja cerdas untuk tetap survive, serta secara tekun fokus pada biaya dan pendapatan perusahaan.

Berbicara tentang efisiensi biaya tidaklah berarti harus mem-PHK karyawan-karyawan yang berjasa, tetapi berbicara tentang bagaimana perusahaan bertindak lebih produktif dan tidak konsumtif, agar biaya produksi bisa menjadi lebih rendah dari sebelumnya, sehingga perusahaan bisa tetap survive dalam pasar yang daya belinya sedang turun.

Ada banyak cara untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis ekonomi saat ini. Salah satunya adalah dengan menjadikan semua karyawan sebagai bisnis patner yang harus bekerja cerdas dalam efisiensi yang supertinggi dengan produktifitas yang hebat.

Pimpinan harus bersikap jujur dan memberikan semua informasi yang membuka hati dan pikiran karyawan, untuk berjuang sampai titik darah penghabisan buat menjaga periuk nasi mereka melalui perusahaan yang solid dan kuat.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kumpulan Tulisan Djajendra 18 s/d 20 Januari 2009

Januari 19, 2009

Mendoktrin Emosi Baik Dengan Konsep Punishment And Award

”Emosi Itu Tidak Berbentuk Dan Tidak Berukuran, Emosi Itu Sesuatu Yang Tercipta Dari Persepsi Pancaindra. Jadi, Konsep Punishment And Award Mungkin Cocok Untuk Soal Disiplin Dan Tanggung Jawab, Tetapi Belum Tentu Cocok Untuk Urusan Emosi Baik.” – Djajendra

Pertanyaan ?

Yth Bpk Djajendra,

Bagaimana cara mendoktrin emosi baik kepada karyawan, mungkinkah konsep punishment and award diterapkan dalam doktrin tersebut? Terima kasih, Rustam-Medan.

Djajendra Menjawab,

Yth Rustam,

Emosi itu tidak berbentuk dan tidak berukuran, emosi itu sesuatu yang tercipta dari persepsi pancaindra. Emosi baik itu tergantung kepada sikap baik pancaindra dalam melihat, merasakan, mendengar, dan berempati pada semua proses

kehidupan.

Saat pancaindra dikuasai sifat cinta dan sifat kebahagiaan hidup, emosi baik akan mengisi jiwa, raga, dan pikiran.

Anda boleh-boleh saja mendoktrin emosi baik kepada mind set karyawan. Tetapi yang perlu Anda ingat, persoalan emosi adalah persoalan perasaan, dan persoalan perasaan sifatnya sangatlah pribadi dan individualis. Jadi, saat Anda mendoktrin karyawan Anda dengan emosi baik, dan jika saat itu si karyawan merasa tidak sesuai ucapan dan tindakan doktrin yang Anda tujukan kepada dirinya, maka perasaan si karyawan tersebut secara otomatis menolak untuk menerima semua ucapan dan upaya Anda mendoktrin dirinya dengan emosi baik.

Saya sangat percaya bahwa iming-iming dan hukuman apa pun tidaklah akan bekerja secara benar di dalam soal perasaan dan emosi. Jadi, konsep punishment and award mungkin cocok untuk soal disiplin dan tanggung jawab, tetapi belum tentu cocok untuk urusan emosi baik. Sekian dulu, ya, Rustam, have a good day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Jalani Karier Kerja Sesuai Dengan Impian Dan Harapan

”Sering Kali Seseorang Mencari Sesuatu, Tetapi Menemukan Yang Lain.” – Neem Karoli Baba

Apakah Anda lebih suka memperjuangkan arah karier kerja Anda sesuai impian dan harapan Anda, atau Anda lebih suka mengalir seperti air dan membiarkan nasib yang menentukan karier kerja Anda?

Apa pun pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini, bila Anda mau bertanggung jawab, fokus, tekun, jujur, berkomitmen, ulet, dan selalu belajar mencintai pekerjaan tersebut, maka yakinlah bahwa Anda pasti akan mencapai tingkat kepuasan tertinggi dari karier kerja yang sedang Anda jalani tersebut.

Apa pun pilihan Anda itu adalah hak Anda, tetapi sebaiknya jadikanlah diri Anda sebagai pusat kekuatan yang menentukan arah karier kerja Anda.

Menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala keinginan diri adalah hal terbaik, termasuk memiliki kesadaran total untuk berkarier dengan visi, komitmen, ketekunan, sikap jujur, dan tanggung jawab dalam mencapai semua impian dan harapan.

Menjalani karier kerja sesuai impian dan harapan bukanlah perkara sulit. Anda yang memiliki inteligensi emosi baik, inteligensi intelektual, inteligensi logika, dan inteligensi terhadap semua bakat dan potensi diri Anda, pasti mampu mengatur diri Anda untuk berkarier sesuai impian dan harapan.

Karier kerja yang hebat itu lahir dari sikap optimis diri sendiri untuk memperjuangkan pekerjaan yang sedang dilakoni secara total, tanpa pernah merasa lelah atau bosan. Jadi, jangan pernah Anda menempatkan keraguan apa pun atas setiap langkah Anda menuju perjuangan total dalam semangat mewujudkan karier kerja Anda yang hebat. Tetapi, pastikan Anda selalu bersemangat, bekerja cerdas, dan menjadi pemenang dalam setiap tekanan dan ketegangan yang mencoba membuat Anda ragu.

Jadilah pribadi tangguh yang mampu menyingkirkan semua hambatan yang mencoba menghalangi laju karier kerja Anda, dan miliki mental pemenang untuk menaklukan semua penghambat karier kerja Anda. Percayalah, Anda pasti mampu memperkuat keunggulan semua bakat dan potensi diri Anda, melalui sikap sabar, pikiran jernih, dan mental pejuang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Strategis Pada Supervisory Level

”Setiap Orang Memiliki Benih Kreatif Di Dalam Logikanya. Dan, Keyakinan-Keyakinan Optimis Akan Memperlancar Kecepatan Pertumbuhan Benih Kreatif Tersebut Menjadi Pohon Sukses Yang Kokoh, Tak Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Pertanyaan ?

DH,

Kami adalah perusahaan garment yang pada saat ini merasakan perlu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan strategis pada supervisory level dan team designer. Untuk itu mohon masukan, pencerahan seperti apa yg kira2 bisa diterapkan pada kelompok ini. Sebagai gambaran rentang usia kelompok ini adalah 30 - 45 tahun, dengan latar belakang pendidikan S1. Terima kasih – TW

Djajendra Menjawab!

Dear TW,

Menurut saya kelompok supervisory level dan team designer ini haruslah diberi pencerahan dan motivasi untuk bekerja dengan cara-cara cerdas yang fokus pada titik-titik strategis perusahaan, dan juga mampu menjadi motivator untuk diri mereka sendiri, yang berarti mereka bisa mendorong diri mereka dan diri orang-orang yang mereka pimpin melampaui semua hambatan yang membatasi kinerja mereka.

Pelatihan ini harus terfokus kepada pengembangan mind set peserta untuk mampu menjaga dan merawat jiwa, raga, dan pikiran mereka, agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang memiliki visi, komitmen, ketekunan, keuletan, disiplin, kecerdasan emosional, dan selalu fokus kepada semangat untuk merawat perusahaan agar tetap sehat dan kokoh. Sekian dulu, ya, TW. Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com