Cara Membuat CV Terlihat Menarik

Oktober 17, 2009

“Jika Tidak Tahu Mengapa Anda Gagal, Anda Tidak Lebih Bijaksana Dibanding Saat Memulai.” – Napoleon Hill

Pertanyaan: Hal-hal apa saja yang penting diperhatikan saat membuat CV agar  Terlihat  menarik?

Djajendra Menjawab

Perlihatkan rasa percaya diri dan integritas untuk berkinerja maksimal melalui informasi – informasi yang benar di CV. Dan jangan lupa untuk melampirkan foto Anda yang memperlihatkan energy dan aura positif.  Pastikan Anda mencantumkan data diri Anda yang memperlihatkan mutu, kompetensi, dan kualitas diri Anda untuk pekerjaan yang Anda lamar.  CV Anda harus berorientasi untuk menjual semua potensi dan pengalaman yang Anda miliki. Oleh karena itu, Anda harus pintar dalam menyajikan  data diri, pendidikan, pengalaman kerja, kesehatan, hobi, dan hal-hal khusus lainnya dalam bahasa yang bercerita tentang komitmen dan tekad Anda.

Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk Majalah Cosmopolitan


Kemampuan Bersosialisasi Yang Mempengaruhi Kesuksesan

Oktober 17, 2009

“Tidak Ada Gunanya Melihat Orang Lain Melalui Sikap Mental Yang Berkabut.” – Napoleon Hill

Pertanyaan: Seberapa besar kemampuan bersosialisasi mempengaruhi tingkat kesuksesan  seseorang di dalam satu perusahaan?

Djajendra Menjawab

Semakin sering Anda memperlihatkan sikap baik pada setiap hubungan Anda di kantor, semakin Anda dipercaya dan disayangi oleh pimpinan dan rekan kerja Anda. Tetapi hal yang paling penting adalah  bahwa Kemampuan bersosialisasi yang baik di kantor haruslah mengedepankan etika kerja dan etika bisnis yang ada di internal perusahaan. Walaupun Anda cerdas dan fleksible dalam pergaulan sehari-hari dilingkungan kantor, tapi bila Anda melampaui batas-batas pekerjaan dan tanggung jawab Anda, maka Anda berpotensi melanggar etika bisnis perusahaan, dan hal ini dapat menghilangkan peluang Anda untuk berkompetisi mencapai karir kerja yang lebih baik. Kemampuan bersosialisasi itu penting, tapi kemampuan bersosialisasi belum tentu mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang di dalam satu perusahaan.

Catatan: Tanya-jawab ini dibuat untuk majalah Cosmopolitan


Djajendra Menjawab! Bagaimana Mengatakan “Tidak” Kepada Si Bos?

September 17, 2009

”Setiap Bentuk Perintah Dari Bos, Seberapapun Tidak Etisnya Perintah Itu, Umumnya Akan Dipatuhi Oleh Anak Buahnya. Sebab, Bos Memiliki Kekuasaan Untuk Menentukan Perjalanan Karier Para Anak Buah.” – Djajendra

Pertanyaan?

Seringkali bos memberikan tugas tambahan diluar kemampuan kita. Sangat sulit untuk menolaknya dengan alasan dia adalah bos dan belum lagi sedikit omelan yang mungkin dilayangkan jika kita menolaknya. Bagaimana untuk kita bisa mengatakan “tidak” kepada si bos?

Djajendra Menjawab!

Perlu dipahami bahwa di dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya etika kerja. Etika kerja ini mengatur tentang perilaku kerja yang baik, di sini ada nilai-nilai moral dan nilai-nilai kepantasan. Jika si bos melanggar etika kerja yang ada di kantor, maka sewajarnya bagian yang mengawasi perilaku kerja mengingatkan kepada si bos tentang dampak negatif buat kemajuan organisasi akibat dilalaikannya etika kerja tersebut. Jadi, untuk Anda yang menjadi korban kesewenang-wenangan si bos, maka segeralah berlindung dibawah payung proteksi etika kerja. Dan katakan ”TIDAK” kepada si bos.

Bila di organisasi Anda belum dibuatkan panduan etika kerja, artinya organisasi Anda belum menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance yang baik, yang berarti belum menjadi organisasi yang profesional.

Catatan: tanya-jawab ini dibuat untuk kepentingan majalah Cosmopolitan

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Cara Mengatasi Luapan Emosi Di Kantor

September 16, 2009

“Setiap Kali Anda Meluapkan Emosi Marah Anda, Hasilnya Orang-Orang Disekitar Anda Semakin Tidak Menyukai Anda.” – Djajendra

spiritual

Pertanyaan?

Bagaimana cara mengatasi luapan emosi di kantor.  Banyak  sekali kasus kita memiliki masalah pribadi yang sulit dibendung hingga akhirnya menangis atau bahkan marah dengan rekan kerja hingga menyebabkan kita tidak lagi profesional dengan pekerjaan dan semua pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik. Nah, apakah ada tip-tip khusus agar kita lebih bisa mengontrol emosi dan bisa lebih fokus pada kerjaan kantor. Irfina – Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Salah satu penyebab utama ketidakmampuan diri untuk menahan emosi marah adalah ketidakcerdasan diri dalam memahami pentingnya emosi positif dan pikiran positif.  Jika seseorang sadar dan tahu bahwa melalui emosi baik dia akan meraih kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, dan lebih sejahtera, maka dia pasti akan berjuang untuk mengendalikan dirinya dari semua emosi negatif.

Pribadi-pribadi yang emosinya positif pasti akan dicintai dan disukai oleh siapa pun dan dimana pun. Dan, orang-orang yang dicintai dan yang disukai biasanya tidak akan terlalu sulit untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sebab kehidupan akan membantu mereka melalui energi positif yang ada di dalam diri mereka sendiri.

Saat masalah pribadi menjadi sulit dibendung, janganlah menangis apalagi marah-marah dengan rekan kerja. Tetapi, segeralah bersujud dan berdoa kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong menyelesaikan masalah Anda. Lalu, jernihkan pikiran Anda, sederhanakan semua masalah Anda, tersenyumlah seolah-olah Tuhan telah membantu menyelesaikan permasalahan Anda, bersyukurlah dengan keadaan Anda sekarang, dan mulailah secara bertahap menyelesaikan semua masalah Anda tersebut dengan jiwa besar dan emosi yang lebih cerdas.

Pastikan Anda tetap menjadi pribadi yang profesional yang cerdas mengontrol emosi dan selalu fokus pada pekerjaan kantor Anda.

Catatan: tanya-jawab ini dibuat untuk kepentingan majalah Cosmopolitan

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab!Hal – Hal Terlarang Untuk Dilakukan Saat Job Interview

September 15, 2009

“Ketika Mencari Orang Yang Akan Dipekerjakan, Anda Mencari Tiga Kualitas: Integritas, Kecerdasan, Dan Energi. Tetapi Yang Terpenting Adalah Integritas, Karena Jika Mereka Tidak Memilikinya, Dua Kualitas Lainnya, Kecerdasan Dan Energi, Akan Membunuh Anda.” – Warren Buffet, the TAO of Warren Buffett

Pertanyaan?

Apa Saja Hal “Terlarang” Untuk Dilakukan Saat Job Interview? – Irfina-Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Dalam sebuah job interview Anda wajib memperlihatkan enam kualitas, yaitu integritas, kecerdasan, teamwork, semangat, komitmen, dan energi positif Anda. Untuk itu, jangan lakukan tindakkan-tindakkan yang berpotensi merusak keenam kualitas diri Anda tersebut. Pastikan sebelum mengikuti job interview Anda telah memperkuat keenam kualitas tersebut dengan kekuatan integritas diri Anda yang tulus dan solid.

Hal-hal terlarang lainnya saat job interview adalah jangan memotong pembicaraan, jangan menuntut terlalu banyak, jangan berjanji hal-hal yang belum pernah Anda kerjakan, jangan bersikap seolah-olah Anda itu terlalu penting, berpakaian rapi dan sopan, jangan terlambat hadir, dan jangan menjadi orang lain tapi jadilah diri sejati Anda sendiri.

Catatan: tanya jawab ini dibuat untuk kepentingan majalah Cosmopolitan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Persiapan Perusahaan Lokal Dalam Menghadapi Globalisasi Bisnis

September 8, 2009

“Di Masa-Masa Yang Akan Datang Perilaku Bisnis Yang Sukses Itu Adalah Perilaku Asli Yang Tumbuh Dari Kekuatan Internal Perusahaan.” – Djajendra

Yth. Bapak Djajendra,

Apa yang harus disiapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal untuk menghadapi kompetisi bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari luar negeri? Apakah kita pemain lokal harus menyamakan persepsi, standard, dan mind set berbisnis dengan perusahaan-perusahaan dari luar negeri tersebut? Mohon tips dan sarannya. Terima kasih, Pangestu – Kebayoran Jakarta

Djajendra Menjawab!

Dear Pangestu,

Perlu dipahami bahwa dalam proses globalisasi, negara – negara besar telah memaksakan konsep-konsep etika bisnis dan standard bisnis bertaraf internasional ke negara-negara tujuan globalisasi. Produk seperti ISO, GCG, dan lain sebagainya merupakan alat untuk menyamakan persepsi, standard, dan mind set berbisnis kita dengan perusahaan-perusahaan luar negeri. Jadi, bahasa bisnis kita telah menjadi satu bahasa dengan bangsa-bangsa lain secara internasional.

Tentang apa yang harus disiapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal. Jawaban saya, perusahaan-perusahaan lokal harus memiliki jati diri yang kuat, jati diri yang asli Indonesia, sehingga memiliki nilai lebih dalam berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan luar negeri. Untuk membangun jati diri perusahaan bisa dimulai dari sisi emosi, sikap, motivasi, dan perilaku kerja yang lebih fokus kepada kreatifitas, kemanusiaan, kebersamaan, kualitas, dan nilai tambah.

Tantangannya, sekarang ini dunia bisnis lokal terkesan terlalu terpesona dengan perilaku dunia bisnis dari luar negeri. Artinya, perusahaan-perusahaan lokal tidak berpikir untuk memperkaya kekuatan internal dan bisnis perusahaan dengan budaya, emosi, motivasi, dan perilaku yang sesuai dengan akar budaya lokal.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsep, teori, pemikiran, dan wacana dari luar negeri selalu dianggap lebih baik dari pada mengeksplorasi kekayaan budaya dan kearifan yang dimiliki perusahaan bersama semua kekuatan manusianya. Akibatnya, manusia-manusia Indonesia di kantor-kantor bekerja keras melalui mind set bangsa lain. Hal ini sesungguhnya bisa merugikan dunia bisnis itu sendiri. Sebab, sampai kapan pun keunggulan kompetitif itu sulit diraih, karena kita berbisnis dengan memakai mind set bangsa lain.

Di masa-masa yang akan datang perilaku bisnis yang sukses itu adalah perilaku asli yang tumbuh dari kekuatan internal perusahaan. Saatnya perusahaan-perusahaan lokal mempercepat proses mengaslikan jati diri berbisnis dengan etika bisnis yang lebih santun, lebih jujur, lebih manusiawi, dan lebih Indonesia, agar dapat mempertahankan keunggulan kompetitif global. Jadi, perlu untuk melindungi, memanfaatkan dan meningkatkan aset-aset  tidak berwujud perusahaan lokal yang unik, terutama membangun integritas sumber daya manusia untuk menjadi kekuatan yang tak terkalakan oleh kekuatan bisnis luar. Sekian dulu ya, Pangestu, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Persiapan Untuk Mencari Pekerjaan

Agustus 31, 2009

”Bekerja Dengan Baik Artinya Bekerja Dengan Mencapai Target Dan Memenuhi Standar Kerja.”- Djajendra

images

Yth Bapak Djajendra,

Persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan pencari kerja agar mudah mendapatkan pekerjaan yang disukai? Mohon tips dan triknya, pak. Terima kasih, Vinna Dema

Djajendra Menjawab!

Dear Vinna Dema,

Setiap pencari kerja wajib mempersiapkan dirinya dengan pengetahuan, wawasan, emosi, mental, dan fisik yang sesuai dengan kualifikasi dari pekerjaan yang disukai tersebut. Dan juga, pastikan telah memahami arah masa depan dari karir pekerjaan tersebut, apakah sesuai dengan arah karir yang Anda inginkan atau tidak? Jangan sampai setelah bekerja beberapa tahun Anda mulai jenuh dan bosan dengan pekerjaan tersebut.

Langkah selanjutnya, mulailah buat perencanaan yang baik untuk mencari peluang dan kesempatan kerja yang tersedia di pasar kerja. Anda bisa memulainya dari memonitor lowongan kerja di surat kabar, majalah, internet, teman, headhunter, keluarga, atau pun melakukan hubungan langsung dengan perusahaan yang Anda sukai.

Bila Anda belum memiliki pengalaman kerja apa pun. Saran saya, terimalah pekerjaan apa pun sepanjang pekerjaan itu baik dan tidak merugikan reputasi Anda, yang penting Anda tidak boleh membohongi kemampuan diri sendiri.

Pelajari jenis-jenis pekerjaan yang ada lowongannya. Pelajari juga karakter dan reputasi dari perusahaan-perusahaan yang buka lowongan kerja tersebut. Jika Anda yakin terhadap jenis pekerjaan yang Anda sukai, dan jika Anda yakin pada kebaikan perusahaan yang buka lowongan kerja tersebut, maka tidak ada alasan buat Anda untuk tidak melamar pekerjaan tersebut.

Selanjutnya buatlah surat lamaran kerja yang baik dan jelas tentang kompetensi dan karakter kerja yang Anda miliki. Lalu, kirim surat lamaran tersebut ke bagian yang tepat di perusahaan yang Anda sukai, kemudian mulailah siapkan diri Anda untuk menghadapi setiap tahapan proses masuk kerja: seperti test, interview, dan lain sebagainya.

Jangan pernah lupa untuk melakukan penilaian atas kepantasan diri Anda terhadap sebuah pekerjaan. Lakukan penilaian terhadap karakter dan kompetensi diri Anda secara jujur oleh Anda sendiri. Pahami jenis kerja dan karakter kerja yang sesuai dengan hati nurani Anda. Pahami pengalaman-pengalaman masa lalu Anda yang terkait dengan pekerjaan dan pendidikan Anda. Pahami semua keterbatasan dan kelebihan yang Anda miliki. Pahami secara baik tugas dan kualifikasi dari pekerjaan tersebut sebelum Anda memutuskan untuk melakoninya.

Ingat! Anda harus memiliki mind set bahwa apapun jenis pekerjaan yang Anda terima, Anda wajib bekerja secara konsisten tanpa terpengaruh oleh suasana hati, lingkungan kerja, lingkungan rumah, kondisi cuaca, kondisi tubuh. Jadi, mind set Anda itu tidak boleh memiliki alasan – alasan untuk tidak bekerja secara optimal atau pun suka menunda-nunda pekerjaan. Sekian dulu ya, Vinna Dema. Thanks, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Mengatasi Kendala Jenjang Karir Di Perusahaan

Agustus 29, 2009

“Perilaku Kerja Perusahaan Yang Hanya Difokuskan Pada Angka-Angka, Tanpa Sikap Untuk Memberdayakan, Menyemangati, Menggugah, Dan Memberi Penghargaan Kepada Para Karyawan, Akan Menjadi Tidak Efektif.” – Djajendra

3772414_c451d991f1_sq

Yth, Bp. Djajendra

Salam kenal….Terima kasih atas artikel-artikel corporate wisdom dari  bapak. Dalam kesempatan ini saya ingin solusi dari bapak mengenai problem  yang terjadi dilingkungan kerja kami, yaitu antara engineer dengan crew mesin atau operator. Technician rata2 lulusan diploma dengan masa kerja 5  tahunan dan atau SMK dengan masa kerja 9 tahun keatas, sedang operator  rata-rata lulusan SMK fresh sampai paling lama 5 tahunan. Seiring dengan  pertumbuhan/expansi perusahaan kami bekerja yang jadi kendala mengenai  jenjang karir dikarenakan banyaknya Operator mendapat promosi menjadi  Foreman/ unit head dimana ini setara dengan senior technician atau engineer dan rata-rata gaji technician/engineer setara bahkan ada yang  kalah dengan operator. Padahal dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas.  Untuk itu mohon masukkan dan solusi dari bapak mengenai hal ini sehingga  para technicia/ engineer tidak mengalami demotivasi yang pada akhirnya  akan mempengaruhi kinerja karyawan. Kalau diengineering tidak ada jejang  karir struktural bagaimana mencari solusinya.

Sekian terima kasih atas perhatian Bapak.

Salam, Noor Hidayat.

Djajendra Menjawab!

Yth. Bp.  Noor Hidayat.

Salam Bahagia.

Problem yang terjadi dilingkungan kerja adalah hal yang wajar selama problem itu bisa diselesaikan dengan bijaksana dan profesional. Dalam kasus lingkungan kerja Anda, problem antara engineer dengan crew mesin atau operator terjadi disebabkan oleh ketidakkonsisten manajemen dalam menjalankan prinsip-prinsip kerja yang berlandaskan asas keadilan, keterbukaan, kejujuran, dan pertanggungjawaban.

Ketidakkonsistennya manajemen dapat dibuktikan dari sikap manajemen, dahulu jenjang karir technician yang sudah  tidak capable karena pengaruh umur dimasukkan ke administratif atau jadi  unit head disamping senioritas. Tetapi, sekarang pekerjaan itu diisi oleh para operator yang secara pendidikan dan pengalaman masih dibawah technician.

Sikap tidak konsisten ini akan berdampak negatif buat pemberdayaan dan pengembangan kualitas karyawan dalam pencapaian kinerja perusahaan yang maksimal. Dan bila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, perusahaan akan kehilangan momentum untuk membangun etos kerja yang hebat, untuk menjadikan setiap karyawan bekerja dengan kualitas prima di perusahaan.

Saran saya, secepatnya persoalan ini diatasi dengan cara membuat konsep jenjang karir dan konsep penggajian yang didasarkan pada hal-hal yang bersifat konsisten. Selanjutnya sikap konsisten ini harus diperlihatkan perusahaan melalui peraturan, kebijakan, dan perilaku manajemen yang adil, jujur, terbuka, realistis, bersikap profesional, berempati, dan bersahabat dengan semua karyawan.

Manajemen harus segera memperbaiki hal-hal yang membuat para technician / engineer merasa tidak adil; perusahaan harus segera menghapus perilaku manajemen yang tidak adil dan tidak jelas; lalu, menciptakan perilaku manajemen yang efektif dan yang dicintai oleh setiap karyawan.

Pertumbuhan atau ekspansi bisnis perusahaan harus diikuti juga dengan penajaman pada kekuatan perilaku dan budaya kerja karyawan yang sesuai dengan strategi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang baik pasti memiliki sistem yang jelas untuk pemberdayaan dan pengembangan semua unsur dari kekuatan sumber daya manusianya. Jadi, kalau diengineering tidak ada jejang karir struktural, solusinya adalah perusahaan wajib membuat peta perjalanan karir para technician / engineer sehingga ada jenjang karir buat mereka di struktur organisasi perusahaan.

Saat para technician / engineer memahami jenjang karir mereka di perusahaan, mereka akan bekerja dengan harapan dan semangat yang lebih tinggi. Mereka juga akan merasa bahagia bisa bekerja bersama perusahaan yang memperhatikan karir dan masa depan mereka.

Sekian dulu ya, pak. Semoga Anda bisa menyelesaikan semua persoalan kantor Anda dengan bijaksana. Thanks, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Bagaimana Caranya Membuat Karyawan Fresh Graduates Bisa Bekerja Dengan Kualitas Terbaik?

Agustus 21, 2009

“Didiklah Para Fresh Graduates Untuk Memahami Semua Kebutuhan Perusahaan, Dan Kemampuan Untuk  Mencari Solusi-Solusi Terbaik Buat Keberhasilan Perusahaan.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Setelah melakukan rekrutmen fresh graduates untuk berbagai posisi dan jabatan kerja di perusahaan. Training seperti apa yang seharusnya kita berikan kepada mereka. Mengingat mereka baru selesai kuliah S1 atau S2. Apa yang harus perusahaan lakukan, agar para karyawan baru yang fresh graduates ini bisa bekerja dengan kualitas terbaiknya? Terima kasih, Santy, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Santy,

Para karyawan baru yang baru selesai kuliah pastinya telah banyak belajar tentang teori dan konsep yang hebat. Artinya, perusahaan tidak perlu lagi mengajarkan hal-hal yang telah mereka pelajari sekian tahun di bangku kuliah.

Setelah perusahaan memastikan bahwa para fresh graduates ini telah memiliki fondasi pengetahuan yang sesuai misi dan karakter kerja perusahaan. Perusahaan wajib mendidik para fresh graduates ini dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan visi, misi, value, budaya, kepemimpinan, manajemen, organisasi, produk, jasa, etos kerja, bisnis, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Jadi, fokuskan pelatihan para fresh graduates ini untuk mempelajari perusahaan secara total, agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan dan melayani fungsi dan peran kerja mereka masing-masing secara dewasa di perusahaan.

Lakukan proses  menginternalisasikan core value perusahaan dan keterampilan kerja yang sesuai dengan SOP perusahaan. Jadikan SOP sebagai materi untuk melatih keterampilan kerja para fresh graduates ini, dan jadikan core value sebagai materi pelatihan etos kerja perusahaan. Artinya, saat para fresh graduates ini sudah mampu memahami dan menjadikan SOP dan core value sebagai panduan dalam melayani perusahaan dan pelanggan, maka secara otomatis para fresh graduates tersebut sudah bisa bekerja dengan kualitas kerja yang sesuai dengan semangat perusahaan. Selain itu tanamkan juga nilai-nilai moral, spiritual, dan etika kepada para fresh graduates.

Gunakan para pengajar dari internal perusahaan untuk mengajarkan keterampilan kerja, dan gunakan para pengajar dari luar perusahaan untuk mengajarkan nilai-nilai etika, moral, dan pembentukan karakter si karyawan baru tersebut sesuai dengan core value perusahaan.

Ingat! perilaku kerja para fresh graduates tersebut harus sama dengan semangat core value perusahaan dan harus sesuai dengan SOP perusahaan.

Dalam pembekalan terhadap para fresh graduates ini perusahaan harus memahami setiap kebutuhan perusahaan, lalu secara tegas menginternalisasikan semua tatacara kerja dan nilai-nilai kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam melayani semua pihak. Jangan mendidik para fresh graduates ini untuk melakukan sebuah tindakan, tapi didiklah mereka untuk memahami semua kebutuhan perusahaan untuk kemudian mencari solusi-solusi terbaik buat keberhasilan perusahaan. Sekian dulu ya, Santy! Thanks and Have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Bagaimana Menghadapi Bos Yang Cuek ?

Agustus 15, 2009

022a_th

”Yakin Berarti Memercayai Apa Yang Tidak Kita Lihat; Dan Imbalan Atas Keyakinan Ini Adalah Melihat Apa Yang Kita Yakini.” – Saint Augustine

Pertanyaan ?

Bagaimana menghadapi bos yang cuek? Terkadang si bos hanya kerap memberikan tugas kepada karyawannya tanpa turun tangan untuk memperhatikan  perkembangan dari pekerjaan tersebut. Jika pada akhir hasil dari pekerjaan tersebut, si bos tak merasa puas, ia hanya bisa marah-marah dan menganggap karyawan tersebut tidak becus pada kerjaannya. Irfina/Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Pastilah sangat sulit untuk menghadapi bos yang cuek dan yang kurang empati terhadap pekerjaan karyawan. Perlu diingat bahwa salah satu prinsip kepemimpinan terpenting adalah menjaga kebersamaan, saling membantu, usaha bersama, bekerja dalam kelompok, saling memberikan informasi, dan saling berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan. Jika perilaku bos cuek, suka marah-marah, selalu tidak puas, dan menganggap karyawan selalu salah, maka si bos ini sesungguhnya belum siap menjadi bos. Untuk itu, bos harus melakukan perbaikan dengan cara meningkatkan kualitas kepemimpinannnya di tempat kerja.

Beberapa tip dan panduan menuju karier ideal. Yang harus menjadi landasan bagi seseorang untuk mendapatkan karier yang tepat bagi dirinya.

  1. Fokus dan menyukai pekerjaan yang dimiliki.
  2. Bekerja secara konsisten tanpa terpengaruh suasana hati, lingkungan kerja, dan kondisi apa pun
  3. Menjadi pribadi yang bertindak untuk menyelesaikan pekerjaan secara baik.
  4. Bertekad untuk mencapai karier tertinggi melalui cara kerja yang profesional.
  5. Mau mendengarkan arahan atasan dan bersedia membina hubungan baik kepada rekan kerja, atasan, dan customer.

Catatan: tanya-jawab ini dibuat untuk kepentingan Majalah Cosmopolitan

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com