Pelayanan Pelanggan Butuh Sikap Rendah Hati

September 18, 2009

“Pelanggan Adalah Pohon Harta Yang Selalu Akan Menghasilkan Buah Kekayaan Buat Perusahaan. Perusahaan Yang Cerdas Akan Menjaga Kebahagiaan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Penuh Rendah Hati.” – Djajendra

Perusahaan dengan pelayanan pelanggan yang bermutu tinggi, tidak akan pernah merasa direndahkan atau pun dicemarkan nama baiknya, ketika pelanggan mengkritik pelayanan perusahaan tersebut dengan rasa tidak puas.

Perusahaan yang baik akan selalu mencari tahu kekuatan dan kelemahan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Mereka tidak akan pernah menutup mata terhadap keluh kesah pelanggan, mereka akan menjawab semua keluh kesah pelanggan dengan sikap yang menghormati rasa puas pelanggan. Perusahaan juga akan menjawab semua kebutuhan pelanggan melalui cara-cara kemanusiaan yang tinggi. Termasuk, sikap yang penuh dedikasi untuk memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan terhadap pelanggan.

Perusahaan akan memahami dan menerima semua kekuatan dan kelemahannya dalam setiap pelayanan pelanggan. Perusahaan akan bersikap rendah hati terhadap semua keluh kesah pelanggan, dan mencarikan solusi yang sempurna buat kebahagiaan hati pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan menganggap bahwa mereka sudah sempurna dengan pelayanan sempurnanya, tapi dengan sikap rendah hati mereka akan mendengar suara pelanggannya untuk memperbaiki semua kekurangan dengan kualitas terbaik.

Perusahaan yang baik tidak akan memperbesar masalah kecil, tapi meredam semua masalah kecil secara bijaksana melalui kekuatan cinta dan kepedulian. Mereka tahu bahwa membiarkan masalah kecil menjadi besar, sama artinya membiarkan peluang untuk meraih reputasi dan kredibilitas menjadi hilang.

Perusahaan yang tidak mau peduli kepada kelemahan pelayanannya, secara otomatis akan menghilangkan peluangnya untuk tumbuh menjadi raksasa yang dicintai pelanggannya.

Jika perusahaan menghentikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan, maka secara perlahan pertumbuhan perusahaan akan berhenti dan kinerja perusahaan akan turun terus.

Perusahaan yang baik akan menyambungkan hatinya secara mendalam ke hati para pelanggannya. Mereka akan menyatu dalam satu perasaan dan satu persepsi dengan para pelanggannya. Mereka akan selalu mengembangkan dirinya secara bijaksana untuk memberikan segala kebaikan kepada pelanggannya. Mereka akan selalu belajar dari keluh kesah pelanggannya untuk menciptakan hal-hal terbaik buat pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan merasa sempurna dan sombong dengan pelayanan mereka, tapi selalu menunduk dengan penuh hormat untuk mendengarkan kritik dan saran dari para pelanggannya. Pelayanan rendah hati akan meningkatkan rasa hormat perusahaan kepada pelanggan. Perusahaan perlu fokus pada sisi-sisi kemanusian pelanggan, dengan cara memberikan semua harapan pelanggan sesuai janji-janji perusahaan kepada pelanggan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sikap Baik Adalah Faktor Paling Penting Untuk Bisa Memahami Bahasa Pelanggan

Juni 24, 2009

”Seorang Penjual Yang Cerdas Selalu Berupaya Untuk Bisa Memahami Bahasa Para Pelanggan, Agar Dia Bisa Memberikan Kejujuran Dan Kebenaran Buat Para Pelanggan.” – Djajendra

Jika saja Anda cerdas memahami bahasa pelanggan, Anda tidak akan pernah kesulitan untuk meyakinkan para pelanggan Anda supaya selalu setia dengan produk dan jasa Anda. Bahasa pelanggan adalah bahasa keinginan dan kebutuhan pelanggan atas sebuah produk atau pun jasa. Pelanggan pasti menderita jika semua janji-janji dan komitmen penjual hanya sebatas kebohongan. Dan tak ada pelanggan yang merasakan kepuasan dan kenyamanan saat kebutuhan dan keinginan mereka dibohongi oleh penjual.

Seorang penjual yang cerdas selalu berupaya untuk bisa memahami bahasa para pelanggan, agar dia bisa memberikan kejujuran dan kebenaran buat para pelanggan. Buat dirinya sangatlah mudah untuk mempelajari bahasa perusahaan daripada bahasa pelanggan, tapi dia tahu bahwa bila dia ingin berprestasi tinggi, maka dia wajib memahami bahasa para pelanggan.

Seorang penjual sejati tidak pernah bisa diam dalam ketidakpeduliannya kepada pelanggan. Kalaupun dia sulit memahami bahasa para pelanggan, dia akan selalu berpikir dengan kreatif untuk memberikan semua kebaikan, dia tidak akan pernah mau mengkhianati profesinya sebagai penjual sejati, dia hanya fokus untuk menjual kebenaran dan kejujuran kepada siapa pun.

Selalu saja perusahaan dan penjual hanya mengejar target keuntungan maksimal dengan berbagai cara, yang sering sekali mengabaikan bahasa pelanggan. Padahal, untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara terus-menerus, perusahaan dan penjual wajib membangun loyalitas para pelanggan kepada perusahaan, produk, dan jasa yang ditawarkan. Dan loyalitas pelanggan ini hanya bisa dibangun, saat perusahaan dan penjual cerdas memahami bahasa pelanggan secara utuh dan total.

Bahasa pelanggan ini hanya bisa dipahami dengan cara melakukan riset dan pengembangan untuk memahami setiap titik perubahan perilaku pelanggan. Perusahaan dan penjual tidak boleh berpikir bahwa relasi dengan pelanggan adalah sebagai rutinitas dan kewajiban. Tetapi, mampu melihat relasi dengan pelanggan sebagai kreatifitas tanpa batas yang selalu harus diperbaruhi dengan hal-hal hebat, yang membuat pelanggan semakin loyal dan semakin cinta kepada perusahaan, produk, jasa, dan pelayanannya.

Kreatifitas tanpa batas ini harus bisa memuaskan selera pelanggan. Dan semunya harus disosialisasikan sedemikian rupa dalam beragam pendekatan, untuk menanamkan kebenaran dan kejujuran tentang brand image perusahaan di benak pelanggan.

Nilai – nilai yang terkandung dalam bahasa pelanggan adalah nilai – nilai yang memudahkan, memuaskan, memanjakan, dan menyenangkan perasaan dan pikiran pelanggan. Artinya, perusahaan dan penjual harus berkomitmen untuk bersikap konsisten dalam mendistribusikan segala kebaikan dan segala kemanfaatan buat para pelanggan.
untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Yang Memuaskan Indera Konsumen

Juni 16, 2009

”Pelayanan Yang Baik Selalu Dimulai Dari Sikap Baik Dan Antusias Si Karyawan Untuk Menjadi Orang Baik, Yang Bisa Memberikan Kebahagiaan Kepada Orang Lain Secara Utuh Dan Total.” – Djajendra

Setiap perusahaan sudah saatnya untuk berbenah diri menuju kepada pelayanan yang memuaskan indera konsumen. Indera atau indria merupakan alat penghubung atau kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran pikiran, intelektual, spiritual dan emosi dengan material lingkungan.

Pelayanan konsumen ini tidak hanya sebatas memuaskan panca indera si konsumen, tapi lebih dalam lagi memuaskan indera pikiran, spiritual, emosi, dan intelektual si konsumen.

Ketika Anda mengeluarkan seluruh energi dan potensi Anda untuk memberikan pelayanan yang terfokus kepada upaya memuaskan indera konsumen, maka pelayanan Anda itu akan lebih manusiawi, akan menjadi lebih sopan-santun dengan senyum yang membahagiakan hati konsumen. Di mana, konsumen Anda akan merasakan keramah-tamahan pelayanan yang memuaskan indera mereka.
Pelayanan yang memuaskan indera konsumen ini, wajib dibarengi dengan perbaikan sistem, prosedur, teknologi, etika, mind set, dan infrastruktur yang siap melayani konsumen dengan segala sikap baik yang profesional dan total. Termasuk, produk dan jasa yang Anda jual haruslah disesuaikan dengan manfaat dan kebutuhan konsumen, dengan harga yang berdaya saing, dan kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Ingat! Pelayanan yang baik selalu dimulai dari sikap baik dan antusias si karyawan untuk menjadi orang baik, yang bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain secara utuh dan total. Oleh karena itu, sebelum melayani konsumen, karyawan harus terlebih dulu merasakan bahagia, damai, sejahtera, merasa cerdas secara emosi dan intelektual. Pastikan perusahaan telah memperhatikan semua kebutuhan indera karyawan, agar indera karyawan mampu menjadi energi yang memberikan pelayanan sempurna.

Setiap unit kerja di perusahaan haruslah memperlihatkan produktifitas kerja yang sempurna, lalu menciptakan mutu pelayanan terbaik agar mampu memuaskan indera konsumen.

Dari waktu ke waktu secara bertahap perusahaan perlu melakukan reposisi untuk meningkatkan mutu, kualitas, reputasi, dan kredibilitas pelayanannya menjadi lebih sempurna. Jadi, perusahaan harus selalu sadar bahwa musuh dari terbaik adalah lebih terbaik. Oleh karena itu, sampai kapanpun perusahaan tidak boleh berpuas diri untuk merasa nomor satu, tapi harus selalu berinovasi untuk melakukan perubahan-perubahan buat memberikan pelayanan yang lebih santun dan lebih berkualitas.

Perusahaan harus terus menerus berinovasi untuk meningkatkan citra pelayanannya, dari yang sekedar memuaskan panca indera konsumen menuju kepada pelayanan yang memuaskan emosi, logika, akal sehat, batin, pikiran, rasa bahagia dan rasa damai konsumen.

Seluruh karyawan haruslah dilatih untuk menjadi customer  relation (CR) atau public relation (PR) nomor satu terbaik di dalam melayani perusahaan. Setiap karyawan harus bisa memberikan informasi, penjelasan, dan keterangan yang memuaskan  hati dan pikiran konsumen. Setiap orang di perusahaan harus memiliki mind set untuk menjadi pribadi yang mampu berbicara tentang segala kekuatan dan kebaikan perusahaan kepada konsumen. Barulah  pelayanan yang memuaskan indera konsumen bisa dimulai!

Masing – masing pribadi karyawan haruslah memiliki keunggulan-keunggulan diri yang unik, yang bisa menyentuh hati terdalam konsumen, untuk merasakan indahnya dan sempurnanya pelayanan perusahaan kepada konsumen. Keunggulan-keunggulan yang spesifik dan pribadi ini harus menjadi nilai tambah setiap pribadi buat baktinya kepada pelayanan konsumen terbaik.

Perusahaan harus memiliki rasa peduli yang tinggi untuk menyiram karyawan-karyawannya dengan nilai-nilai kebaikan. Di mana, penyiraman nilai-nilai kebaikan ini harus dilakukan setiap detik di setiap nafas kehidupan si karyawan, agar karyawan terbiasa untuk bersikap baik, sopan santun, dan selalu memberikan senyum tulus kepada konsumen.

untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Pelanggan Butuh Sikap Rendah Hati

Juni 6, 2009

“Pelanggan Adalah Pohon Harta Yang Selalu Akan Menghasilkan Buah Kekayaan Buat Perusahaan. Perusahaan Yang Cerdas Akan Menjaga Kebahagiaan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Penuh Rendah Hati.” – Djajendra

Perusahaan dengan pelayanan pelanggan yang bermutu tinggi, tidak akan pernah merasa direndahkan atau pun dicemarkan nama baiknya, ketika pelanggan mengkritik pelayanan perusahaan tersebut dengan rasa tidak puas.

Perusahaan yang baik akan selalu mencari tahu kekuatan dan kelemahan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Mereka tidak akan pernah menutup mata terhadap keluh kesah pelanggan, mereka akan menjawab semua keluh kesah pelanggan dengan sikap yang menghormati rasa puas pelanggan. Perusahaan juga akan menjawab semua kebutuhan pelanggan melalui cara-cara kemanusiaan yang tinggi. Termasuk, sikap yang penuh dedikasi untuk memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan terhadap pelanggan.

Perusahaan akan memahami dan menerima semua kekuatan dan kelemahannya dalam setiap pelayanan pelanggan. Perusahaan akan bersikap rendah hati terhadap semua keluh kesah pelanggan, dan mencarikan solusi yang sempurna buat kebahagiaan hati pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan menganggap bahwa mereka sudah sempurna dengan pelayanan sempurnanya, tapi dengan sikap rendah hati mereka akan mendengar suara pelanggannya untuk memperbaiki semua kekurangan dengan kualitas terbaik.

Perusahaan yang baik tidak akan memperbesar masalah kecil, tapi meredam semua masalah kecil secara bijaksana melalui kekuatan cinta dan kepedulian. Mereka tahu bahwa membiarkan masalah kecil menjadi besar, sama artinya membiarkan peluang untuk meraih reputasi dan kredibilitas menjadi hilang.

Perusahaan yang tidak mau peduli kepada kelemahan pelayanannya, secara otomatis akan menghilangkan peluangnya untuk tumbuh menjadi raksasa yang dicintai pelanggannya.

Jika perusahaan menghentikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan, maka secara perlahan pertumbuhan perusahaan akan berhenti dan kinerja perusahaan akan turun terus.

Perusahaan yang baik akan menyambungkan hatinya secara mendalam ke hati para pelanggannya. Mereka akan menyatu dalam satu perasaan dan satu persepsi dengan para pelanggannya. Mereka akan selalu mengembangkan dirinya secara bijaksana untuk memberikan segala kebaikan kepada pelanggannya. Mereka akan selalu belajar dari keluh kesah pelanggannya untuk menciptakan hal-hal terbaik buat pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan merasa sempurna dan sombong dengan pelayanan mereka, tapi selalu menunduk dengan penuh hormat untuk mendengarkan kritik dan saran dari para pelanggannya. Pelayanan rendah hati akan meningkatkan rasa hormat perusahaan kepada pelanggan. Perusahaan perlu fokus pada sisi-sisi kemanusian pelanggan, dengan cara memberikan semua harapan pelanggan sesuai janji-janji perusahaan kepada pelanggan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

Mei 31, 2009

”Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1. Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.  Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati.  Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.  Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan.

Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Sempurna Dalam Bisnis Rumah Makan

Mei 17, 2009

”Jiwa Terdalam Dari Para Front Liner Bisnis Rumah Makan Haruslah Didasari Oleh Prinsip Pelayanan Yang Berkarakter Ikhlas, Tulus, Luwes, Berempati, Baik Hati, Jujur, Sopan Santun, Bekerjasama, Penuh Senyum, Serta Bermental Positif Untuk Memahami Orang Lain Dalam Setiap Proses Kerja.” – Djajendra

Bisnis rumah makan adalah bisnis yang dianggap oleh banyak orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam situasi apa pun. Orang selalu memiliki alasan bahwa setiap orang perlu makan, jadi bisnis makanan tidak akan pernah mati. Realitas menunjukkan bahwa bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang paling mudah untuk dibuka dan juga paling mudah untuk bangkrut. Sering sekali para pemula memulai bisnis rumah makannya karena mereka tergiur oleh untung besar yang dijanjikan oleh bisnis ini. Selain itu, selalu saja orang beranggapan bahwa menjalankan bisnis rumah makan adalah hal yang sangat mudah untuk ditekuni. Padahal ada begitu banyak kebangkrutan dalam bisnis rumah makan, yang pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan manajemen pelayanan sempurna, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Di mana, hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan si pebisnis rumah makan untuk menjaga kontinuitas dari bisnis rumah makan yang dia jalankan.

Kalau Anda ingin menjalankan bisnis rumah makan, hal terpenting yang harus Anda pahami adalah pelayanan sempurna yang berbasiskan kepada kualitas, harga, dan rasa makanan yang sesuai dengan target pasar Anda. Kemudian, Anda harus mampu memfungsikan semua karyawan, tanpa terkecuali, untuk merawat dan melayani setiap pelanggan secara sempurna dalam balutan sikap baik yang profesional.

Seiring dengan perkembangan teknologi pemerosesan makanan dan teknologi pelayanan pelanggan, maka berkembang pula fungsi dari setiap karyawan untuk lebih mendukung reputasi dan kredibilitas rumah makan.

Salah satu aspek pelayanan sempurna yang harus menjadi perhatian penuh dari Anda dan karyawan adalah aspek kenyamanan, keselamatan dan keamanan dari kualitas makanan yang disajikan. Ingat, pelanggan yang mendapatkan informasi secara rinci tentang kualitas makanan yang Anda sajikan itu akan membuat si pelanggan menjadi loyal terhadap rumah makan Anda. Sikap jujur Anda terhadap gizi dan kualitas makanan, harus diikuti oleh cara pengelolaan yang sehat dan bersih. Setiap kebaikan yang Anda ciptakan buat pelanggan Anda akan menghasilkan keuntungan berlipat buat bisnis rumah makan Anda.

Fungsi front liner rumah makan dalam pelayanan sempurna harus menjadi pelayan yang bijaksana dan baik hati, serta cerdas memainkan perannya sebagai icon rumah makan, yang selalu bersikap baik dalam ramah-tamah pelayanan kepada setiap pelanggan.

Front liner juga wajib bekerja dengan tegar dan efektif dalam setiap situasi yang berbeda, untuk mengatasi berbagai sikap dan perilaku pelanggan yang beragam dan mungkin kadang terasa aneh.

Sikap menyingkirkan ego diri untuk menjadi lebih kooperatif dengan pelanggan adalah wajib hukumnya buat para front liner.

Setiap pribadi front liner harus memiliki keyakinan dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sebuah tugas pelayanan pelanggan dengan efektif, produktif, dan efisien

Kecerdasan emosional front liner untuk bisa memahami perasaan dan kebutuhan pelanggan, adalah fondasi terpenting dalam memberikan pelayanan sempurna yang berkualitas.

Jiwa terdalam dari para front liner bisnis rumah makan haruslah didasari oleh prinsip pelayanan yang berkarakter ikhlas, tulus, luwes, berempati, baik hati, jujur, sopan santun, bekerjasama, penuh senyum, serta bermental positif untuk memahami orang lain dalam setiap proses kerja.

Manajemen rumah makan wajib membangun  standard pelayanan pelanggan yang sesuai dengan keunikan rumah makan tersebut.  Standard pelayanan pelanggan ini seharusnya dapat digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja dari para front liner dan para non front liner rumah makan. Dengan tujuan untuk memahami besarnya produktifitas yang mereka hasilkan sebagai wujud dari kontribusi mereka terhadap bisnis rumah makan. Juga, dengan adanya standard pelayanan pelanggan ini dapat menimbulkan kesadaran beretika dalam melaksanakan pelayanan sempurna, serta dapat menjadi acuan bagi rumah makan dalam melaksanakan manajemen risiko untuk menjaga keamanan, keselamatan,  kenyamanan, untuk kepentingan pelanggan dan kepentingan bisnis rumah makan itu sendiri.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Gaya Marketing Dari Mulut Ke Mulut

Mei 16, 2009

“ Gaya Marketing Dari Mulut Ke Mulut Yang Dilakukan Dengan Komunikasi Persuasif Akan Menjadi Magnet Besar Yang Menarik Customer Mencintai Produk Dan Jasa Anda.” – Djajendra

Salah satu strategi marketing yang paling ampuh untuk meyakinkan customer adalah gaya marketing dari mulut ke mulut, atau pun gaya marketing yang bergerilya dari satu jiwa ke jiwa yang lain, yang terus ditularkan kepada jiwa – jiwa yang lain tentang kehebatan dan keunggulan dari produk dan layanan yang Anda tawarkan tersebut.

Kekuatan gaya marketing dari mulut ke mulut ini terletak kepada cara persuasif yang Anda gunakan untuk meyakinkan customer. Ketika Anda mampu memberikan yang terbaik kepada satu customer, maka satu customer ini akan menjadi loyal dan menyebarkan berita bagus tentang produk dan jasa Anda kepada customer-customer lain disekitarnya.

Dalam realitas bisnis, ada begitu banyak pebisnis yang menggunakan gaya marketing lisan dari mulut ke mulut, disamping budget biaya marketingnya menjadi nol rupiah, juga gaya marketing ini akan menjadi sangat efektif untuk membangun basis customer setia. Karena sifatnya lisan, maka strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus bisa mempengaruhi emosi dan pikiran customer. Selanjutnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus dibuat mengakar di level batin terdalam customer.

Pada umumnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini terjadi karena si pengusaha tidak memiliki budget atau modal untuk melakukan promosi dalam bentuk iklan di media masa. Dan, terpaksa dia hanya mampu melakukan pemasaran secara lisan sambil berharap banyak dari kebaikan orang-orang yang pernah berbisnis dengan dirinya, untuk mau secara sukarela mengabarkan berita bagus tentang bisnisnya kepada sahabat-sahabat mereka. Sebenarnya, strategi marketing lisan ini lebih mampu menyentuh hati customer dibandingkan strategi pemasaran dalam bentuk iklan dan promosi jenis lainnya.

Strategi marketing lisan dari mulut ke mulut ini membutuhkan fondasi yang kuat dalam bentuk kredibilitas dan kejujuran dari produk dan jasa yang ditawarkan. Strategi pemasaran lisan ini merupakan strategi pemasaran tertua yang paling ampuh untuk mempengaruhi dan membuat customer menjadi setia dengan produk dan jasa Anda. Dalam ilmu komunikasi marketing, pebisnis selalu disarankan untuk membayar sebuah media untuk mengirimkan pesan tentang kehebatan produk dan jasa, dalam bentuk iklan yang menarik kepada pelanggan. Sedangkan dalam marketing lisan, Anda harus bekerja keras membangun kredibilitas dan kejujuran yang tinggi untuk mempengaruhi customer Anda melalui cara-cara persuasif.

Strategi marketing lisan harus didukung dengan kualitas pelayanan yang hebat dalam bentuk kecepatan pelayanan dengan kualitas produk dan jasa yang unggul. Keputusan Anda untuk memberikan semua nilai-nilai terbaik dari setiap proses pemasaran akan menjadi senjata yang hebat untuk mempertahankan loyalitas pelanggan Anda kepada produk dan jasa Anda. Pastikan strategi pemasaran lisan yang Anda terapkan itu mampu membangun kesadaran dan antusias pelanggan Anda untuk merekomendasikan produk dan layanan Anda kepada orang-orang lain. Jagalah kesederhanaan, kemudahan, dan hal-hal yang menyenangkan dalam semua proses penjualan Anda. Gaya marketing lisan dari mulut ke mulut akan menjadi sangat efektif bila Anda lakoni dengan kekuatan empati, intuisi, dan sikap baik Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Customer Service Adalah Pejuang Garis Depan Bisnis

Mei 2, 2009

“Mind Set Pejuang Garis Depan Bisnis Dari Tim Customer Service  Harus Mampu Menghindari Atau Menangani Situasi Konflik, Serta Tetap Di Trek Pelayanan Sempurna Dengan Kekuatan Emosional Positif Dan Pikiran Jernih.” – Djajendra

Perusahaan yang efektif pasti peduli untuk mengembangkan mind set customer servicenya, untuk menjadi pejuang garis depan bisnis perusahaan yang setiap hari setia berdampingan dan melayani organisasi dengan konsisten dan total.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan  memelihara hubungan positif dengan semua pelanggannya. Mereka akan membuat layanan pelanggan yang luar biasa. Mereka akan menangani semua tantangan pelayanan dengan cara mengoptimalkan semua potensi sikap baik mereka, untuk melakukan pelayanan terbaik buat perusahaan dan pelanggan.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan dengan setia melakukan hal-hal terbaik melalui emosi baik dan pikiran positif untuk keberhasilan dari semua strategi pelayanan sempurna perusahaan.

Mind set pejuang garis depan bisnis akan memberikan kepada perusahaan sebuah kinerja yang luar biasa buat menjaga kredibilitas dan reputasi bisnis perusahaan.

Mind set customer service sebagai pejuang garis depan bisnis akan menjadi rahasia pelayanan sempurna yang berdampak positif dalam hal meningkatkan kemampuan customer service untuk menangani situasi layanan pelanggan dengan bijaksana, profesional, sikap baik, diplomasi, kreatif, strategis, dan dengan mental pejuang yang unggul.

Mind set pejuang garis depan bisnis di dalam diri customer service akan menanamkan kekuatan kepada customer service, khususnya untuk selalu belajar mengembangkan diri dan menyatu bersama nilai-nilai SOP perusahaan; untuk selalu secara total mengembangkan inner self-motivasi; untuk selalu fokus kepada pencapaian kinerja puncak dan menangani masalah-masalah pelayanan pelanggan yang sulit secara real time; dan untuk selalu konsisten dalam memberikan pelayanan sempurna kepada organisasi dan pelanggan.

Mind set pejuang garis depan bisnis di dalam diri customer service akan memberikan suatu cetak biru kepada diri customer service, untuk mewujudkan pelayanan sempurna dan sekaligus menjadi pribadi yang sukses dan unggul di tempat kerja.

Tim customer service dengan mind set pejuang garis depan bisnis akan melakukan banyak hal positif buat memanfaatkan semua potensi diri mereka untuk kemajuan diri sendiri dan organisasi. Selanjutnya, tim customer service akan meningkatkan keyakinan dirinya untuk menjadi tim pelayanan yang efektif dalam mempertahankan keberhasilan pelayanan sempurna di setiap situasi dan kondisi.

Untuk perusahaan yang ingin menjadi terdepan dibidang pelayanan pelanggan. Mind set customer service sebagai pejuang garis depan bisnis ini akan menjadi strategi dan praktik pelayanan bisnis yang unggulan.

Mind set pejuang garis depan bisnis dari tim customer service ini harus mampu menghindari atau menangani situasi konflik, serta tetap di trek pelayanan sempurna dengan kekuatan emosional positif dan pikiran jernih; harus mampu mengendalikan diri dari emosi tidak baik dan setia melayani organisasi dan pelanggan dengan motivasi tinggi di setiap hari; dan selalu memiliki keyakinan untuk membantu perusahaan dalam menangani persoalan pelayanan pelanggan dalam situasi apapun.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Memotivasi Karyawan Frontline Untuk Bersikap Baik Kepada Customer

April 10, 2009

“Pelayanan Customer Bermutu Sempurna Adalah Tanggung Jawab Dari Setiap Orang Diperusahaan, Tapi Juga Merupakan Sikap Hidup Dari Frontliner Kepada Customer.” – Djajendra

Sebagian besar dari reputasi sebuah perusahaan selalu ditentukan oleh sikap baik para karyawan frontline dalam memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada customer. Ketika setiap orang di frontline perusahaan sadar untuk menjaga etika, sopan santun, moralitas, dan sikap baik, maka customer akan semakin yakin kepada reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Berikut beberapa langkah bijak yang wajib dilakukan oleh manajemen, agar para frontliner mampu menjadi ujung tombak perusahaan yang tajam dan dinamis.

1. Manajemen harus berbicara dengan semua frontliner, agar para frontliner ini mau menjadi pribadi-pribadi yang paling positif dan paling bersikap baik terhadap siapa pun.

2. Manajemen harus mengingatkan kepada para frontliner bahwa mereka adalah ujung tombak dalam menghasilkan bisnis buat kemajuan perusahaan, jadi mereka harus siaga penuh dalam memberikan pelayanan bermutu tinggi kepada customer.

3. Manajemen harus membangun mind set kepemimpinan diri sendiri yang kuat dan tangguh kepada setiap pribadi-pribadi frontline, agar mereka mampu memimpin dirinya sendiri secara sempurna untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi yang professional kepada perusahaan dan customer.

4. Manajemen harus selalu memotivasi dan menyemangati para frontliner agar mereka mampu menjalankan fungsi dan peran kerjanya secara total dan bijaksana.

5. Manajemen harus selalu fokus untuk merawat dan mensosialisasikan SOP pelayanan customer kepada setiap frontliner secara rutin dan berkelanjutan.

6. Manajemen harus selalu menjadi kepemimpinan yang bijak, profesional, berenergi, dan berkualitas tinggi terhadap pelayanan dan perhatinnya kepada para frontliner.

7. Manajemen tidak boleh membiarkan para frontliner berjuang sendiri tanpa dukungan yang kuat dari backoffice perusahaan.

8. Manajemen harus selalu melakukan inovasi pelayanan melalui ide-ide baru yang mampu menarik minat customer-customer baru.

9. Manajemen harus selalu mengingat fungsi dan peran kerjanya untuk menjadi faktor penting dalam menjaga semangat, motivasi, gairah kerja, dan rasa percaya diri para frontliner.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Customer Service Bersikap Tidak Bersahabat Kepada Customer

Maret 17, 2009

“Banyak Orang Merasa Cukup Berpengalaman Dan Cukup Pintar Untuk Memberi Pelayanan Kepada Orang Lain , Tapi Tidak Cukup Pintar Untuk Membangun Karakter Diri Buat Melayani.” – Djajendra

Ketika customer service memilih kata-kata yang tidak sopan untuk diucapkan kepada customer; ketika customer service berbicara dengan intonasi suara yang bernada ketus dan judes kepada customer; ketika customer service melayani customer dengan bahasa tubuh yang angkuh dan tidak bersahabat, maka perusahaan telah gagal memberikan pelayanan sempurna kepada customer.

Bahasa tubuh, intonasi suara, dan pilihan kata-kata untuk diucapkan kepada customer sangat menentukan kualitas pelayanan dari sebuah perusahaan. Perlu dipahami bahwa jam terbang yang tinggi dan pengalaman kerja yang panjang sebagai customer service saja masih belum cukup untuk menjadi customer service yang berkualitas tinggi. Pendidikan tinggi yang ditambah dengan training dan seminar customer service saja masih belum cukup untuk membuat seorang customer service menjadi berkualitas tinggi. Customer service harus memiliki karakter, attitude, dan tanggung jawab pribadi yang dibalut dalam sikap baik, agar mampu menggunakan kata-kata dan bahasa komunikasi yang profesional, intonasi suara yang sopan dan bijaksana, bahasa tubuh yang memperlihatkan persahabatan dan penghormatan kepada customer. Sikap pelayanan customer service menentukan di level mana posisi, reputasi, dan kredibilitas perusahaan.

Pada saat customer service tidak mampu mengendalikan diri dengan kata-kata yang baik, intonasi suara yang sopan, dan bahasa tubuh yang melayani, maka customer akan sangat marah dan sangat kecewa dengan pelayanan perusahaan. Hal ini bila berlangsung secara terus-menerus, customer akan kapok untuk berbisnis dengan perusahaan yang membuatnya marah dan kecewa. Oleh karena itu, latih emosi baik, latih pikiran positif, dan latih bahasa tubuh secara terus-menerus untuk difokuskan kepada pelayanan sempurna. latih ketajaman intuisi untuk bersinergi dengan bahasa tubuh, intonasi, dan pilihan kata-kata dari customer yang sedang Anda layani. Yakinkan pada diri Anda bahwa saat Anda bicara dengan sikap baik pada customer, maka sikap baik Anda itu akan menular ke customer dan customer juga akan bersikap baik kepada Anda.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com