Menginternalisasi Etika Bisnis Ke Mind Set Karyawan Dan Pimpinan

November 5, 2009

“Bila Saya Membandingkan Situasi Ketika Saya Masih Bekerja Di Tahun 1996 An, Di Mana Saat Itu Bisnis Dijalankan Seperti Sopir Bis Yang Ngebut Di Pinggir Jurang, Maka Di Hari Ini Saya Melihat Ada Aturan Dan Kesantunan Untuk Menjalankan Bisnis Secara Beretika.”-Djajendra

Saat ini para pemegang saham di perusahaan-perusahaan besar sangat mewajibkan manajemen untuk mensosialisasikan etika bisnis kepada setiap lapisan pimpinan dan karyawan. Setelah mengikuti program internalisasi etika bisnis, para karyawan dan pimpinan juga wajib menandatangani semacam pakta integritas untuk bekerja berdasarkan etika bisnis. Intinya, pihak pemegang saham sangat serius untuk membangun kualitas sumber daya manusia perusahaannya agar mampu berhubungan secara profesional dengan setiap stakeholders.

Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa etika bisnis sudah tidak sekedar teori dan wacana, tapi telah menjangkau kepada program internalisasi ke mind set karyawan dan pimpinan. Jelas, semua ini adalah program lanjutan dari implementasi prinsip-prinsip good corporate governance.

Saya menyerap dari berbagai pembicaraan dan pelatihan good corporate governance yang saya berikan, pemegang saham bersama-sama manajemen perusahaan sangat menginginkan praktik-praktik bisnis yang bersih dan jujur. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan – perusahaan Indonesia sedang menuju kepada praktik-praktik bisnis yang sehat dan penuh tanggung jawab. Semua ini adalah titik terang untuk terciptanya sistem ekonomi Indonesia yang berkredibilitas tinggi.  Saya selalu optimis dan percaya bahwa praktik-praktik bisnis di Indonesia akan menjadi contoh terbaik di dunia.

Setiap langkah menginternalisasi etika bisnis kepada sumber daya manusia perusahaan menjadi semacam konfirmasi kuat bagi stakeholders, akan keseriusan perusahaan untuk berbisnis dengan cara-cara yang penuh etika dan tanggung jawab.

Secara pasti niat implementasi good corporate governance di Indonesia ternyata berjalan sangat  luar biasa. Bila saya membandingkan situasi ketika saya masih bekerja di tahun 1997 an, di mana saat itu bisnis dijalankan seperti sopir bis yang ngebut di pinggir jurang, maka di hari ini saya melihat ada aturan dan kesantunan untuk menjalankan bisnis secara beretika. Walaupun semua ini masih dalam proses menuju ke cara yang lebih baik. Artinya, semenjak good corporate governance di perkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2000 an, hasilnya cukup baik dan good corporate governance saya anggap cukup sukses memberikan banyak  hal positif  buat dunia korporasi Indonesia.

Sistem dan gagasan untuk menjalankan etika bisnis di perusahaan secara profesional akan menciptakan budaya korporasi yang mendukung keunggulan di dalam kompetisi global. Dan, semua ini akan menciptakan efisiensi dan efektifitas di semua aspek kerja perusahaan.

Semangat pemegang saham untuk menginternalisasikan etika bisnis di semua kalangan pejabat dan pegawai dalam perusahaannya dan juga terhadap para stakeholdersnya akan menjadikan perusahaan semakin kuat, sehat, dan kompetitif. Di samping itu, setiap stakeholders juga harus saling mendukung untuk menjalankan etika bisnis secara profesional.

Pelaksanaan etika bisnis secara total, hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dan kejujuran di antara setiap stakeholders untuk berkomitmen menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat, adil, bermoral dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tips – Perubahan Dalam Korporasi

September 6, 2009

”Lihatlah Masalah Sebagai Bagian Kehidupan. Ketika Masalah Muncul, Tegakkan Kepala, Hadapi, Dan Katakan, ’Aku Akan Lebih Besar Daripada Kau. Kau Tidak Bisa Mengalahkanku.” – Ann Landers

Saat perusahaan kehilangan produktivitas, efektifitas dan motivasi untuk berkinerja lebih; manajemen bersama semua kekuatan sumber daya manusia harus bangkit untuk melakukan perubahan yang tepat sasaran. Sebab, jika perusahaan bersama manajemen lalai melakukan perubahan, perusahaan pasti akan menghadapi hari-hari buruk disepanjang proses operasionalnya dengan hasil yang mengecewakan para stakeholder. Oleh karena itu, pimpinan bersama tim manajemen harus mengetahui cara-cara terefektif untuk melakukan perubahan, yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, bisnis, sumber daya manusia, customer, dan stakeholder lainnya.

Perubahan harusnya dimulai dengan sebuah obsesi besar untuk menjadi lebih efisien dan efektif, atau tepatnya, dengan sebuah motivasi besar untuk berkinerja lebih baik. Di mana untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik itu dibutuhkan daya saing yang kuat, agar bisnis bisa bertumbuh dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Perubahan yang tepat sasaran akan membuat perusahaan mampu menghadapi kompetisi pasar dengan kemenangan.

Berikut tips dalam melakukan perubahan agar perusahaan bisa mencapai kinerja organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia yang lebih hebat.

  • Pemilik, Komisaris, Direksi, dan Karyawan harus kompak dan se-visi dalam mendukung setiap perubahan yang dilakukan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus percaya bahwa perubahan yang sedang dilakukan ini akan sangat membantu sukses mereka.
  • Setiap orang di perusahaan memahami apa yang salah dengan cara sekarang ini dan mampu memperbaikinya.
  • Setiap orang di perusahaan telah memiliki semua informasi yang mereka perlukan, untuk melakukan perubahan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana wujud perusahaannya setelah perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan telah memahami prioritas perubahan dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan tahu di mana tempat untuk mencari bantuan dan dukungan, bila mereka mempunyai pertanyaan, keluhan, atau tantangan yang berkaitan dengan perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus yakin dan bersemangat total untuk melakukan perubahan dan menjalankannya dengan senang hati.
  • Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk melakukan evaluasi yang jujur dan benar terhadap hasil perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus bersatupadu dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Terjebak Dalam Cara Kerja Berdasarkan Kebiasaan

Juli 16, 2009

”Mayoritas Pekerja Di Kantor Lebih Suka Bersembunyi Dibalik Zona Nyaman Kerja Mereka, Sambil Merasa Tidak Puas Dengan Pangkat Dan Jabatan, Yang Naiknya Seperti Keong Yang Sedang Naik Pohon.” -Djajendra

Meskipun Anda telah bekerja keras disepanjang hari-hari kerja Anda, Anda akan sulit meraih karir tertinggi, jika Anda terjebak dalam cara kerja berdasarkan kebiasaan. Anda harus berani melakukan perubahan-perubahan terhadap cara kerja Anda dengan melihat cara-cara baru, taktik dan strategi baru, nilai-nilai kerja baru, ataupun teknik-teknik kerja yang lebih efektif dan efisien.

Suatu ketika, saat saya sedang memberikan pelatihan leadership motivation, yang berjudul The Best Habits Of Excellent Leaders, di sela-sela coffee break, seorang peserta sambil tersenyum menghampiri saya. ” Pak, saya selalu mengalami kesulitan untuk memimpin diri sendiri, apalagi untuk mengeksplorasi potensi-potensi diri saya.” Sebelum saya memberikan jawaban, dia mulai bercerita tentang dirinya yang adalah seorang pecandu kerja, yang selalu rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dia sangat menikmati semua rutinitas kerja di kantor. ”Masalah saya sekarang ini, sudah lebih lima tahun posisi dan jabatan saya tetap di satu posisi, sama sekali tidak ada kenaikan jabatan buat saya. Apakah saya ini memang pribadi yang tidak mempunyai harga buat perusahaan?” tanya dia kepada saya.

”Anda telah terjebak dalam zona nyaman kerja Anda,” kata saya padanya. ”Namun, pertanyaan Anda pada saya sekarang ini menunjukkan indikasi bahwa Anda sedang berontak kepada zona nyaman Anda. Jadi, sekarang ini waktu yang tepat buat Anda untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap mind set Anda, agar Anda mau bekerja untuk jabatan dan posisi yang lebih tinggi.” Jawab saya kepadanya.

Sering sekali karyawan yang terjebak di dalam zona nyaman pekerjaannya, disebabkan oleh perasaan takut kehilangan atas apa yang sedang dinikmati di dalam pekerjaan, mungkin juga pekerjaan yang sedang dilakoni sekarang telah menyatu ke jiwa terdalamnya, sehingga dirinya takut berpikir untuk melakukan perubahan terhadap zona nyaman kerjanya. Maka itu pikiran kreatifnya tidak mampu menciptakan taktik, strategi, dan cara kerja baru untuk mendapatkan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari ucapan si peserta training di atas, yang mengatakan bahwa dirinya seorang pecandu kerja yang rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Artinya, dia sangat menikmati pekerjaan yang sekarang, dan dia sebenarnya tidak mempunyai masalah apa-apa dengan pekerjaan yang sedang dia kerjakan saat ini, dia hanya menginginkan promosi kenaikan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Jadi, persoalan si penanya lebih kepada status, bukan pada esensi kerja.

Pada umumnya peserta pelatihan ini mengakui bahaya dari zona nyaman pekerjaan mereka. Mereka juga menyadari bahwa rutinitas dan kebiasaan yang tak diperbarui hanya akan menjadi penghambat upaya mencapai karir kerja tertinggi. Persoalannya, perusahaan juga tidak menghendaki karyawannya untuk melakukan perubahan,  semua orang di kantor diarahkan untuk sibuk dengan urusan masing-masing dalam sebuah bentuk relasi kerja yang rutin, dan yang itu – itu saja. Perusahaan selalu tidak akan mau peduli kepada urusan perasaan dan harapan karyawan. Bagi perusahaan yang terpenting adalah karyawan harus mampu berkinerja tinggi sesuai etos kerja perusahaan.

Perusahaan yang baik pasti selalu memperbarui organisasi dengan nilai-nilai kerja yang berkualitas tinggi, sehingga para karyawan bisa menemukan alasan-alasan baru untuk memiliki antusiasme, keinginan, dan komitmen terhadap kemajuan organisasi.

Seorang karyawan hanya akan merasa puas dengan pekerjaannya, ketika dia mampu melihat pekerjaannya tumbuh ke level yang lebih tinggi, ketika dia mampu merasakan berharga buat perusahaan, ketika dia merasakan adanya keadilan dan kejujuran dalam budaya organisasi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Jangan Meremehkan Perubahan

Juni 2, 2009

“Bila Ada Pihak-Pihak Yang Meremehkan Perubahan, Maka Perubahan Akan Tumbuh Menjadi Raksasa, Dan Memakan Korban Yang Cukup Besar Untuk Bisa Mewujudkan Perubahan Itu.” -Djajendra

Perubahan adalah awal menuju kebesaran. Perubahan memerlukan komitmen yang kuat; kepemimpinan yang solid dan tangguh; dukungan total dari orang-orang di sekitar; kerja keras tanpa henti untuk mengatasi setiap tantangan perubahan dengan semangat tinggi; dan kecerdasan untuk menjaga kebersamaan dalam setiap langkah menuju perubahan. Begitu semua itu dimiliki, organisasi akan melakukan proses transformasinya untuk merubah wujudnya sesuai dengan impian dan keinginan zaman.

Sesungguhnya, setiap hari ada perubahan-perubahan super kecil yang tak terditeksi oleh alat ukur apa pun, sedang terjadi di dalam organisasi Anda. Persoalannya, karena tak terditeksi oleh alat ukur apapun, Anda dan tim Anda pasti akan tidak sadar bahwa perubahan dalam ukuran titik demi titik sedang berlangsung di dalam organisasi menuju kepada wujud baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan intuisi dan empati, agar Anda dan tim Anda mampu mencium setiap titik perubahan secara cerdas dan bijaksana.

Bila perubahan-perubahan super kecil ini tak mampu Anda diteksi sejak awal, maka organisasi Anda akan membayar biaya yang sangat mahal di masa depan, sebuah biaya mahal hanya untuk mengatasi dan memperbaiki berbagai ketertinggalan akibat perubahan tersebut. Jika tidak, organisasi akan tersungkur jatuh, dan hanya akan menghasilkan kegagalan demi kegagalan, yang menguras kekuatan energi, moral, dan sumber daya organisasi.

Komunikasi yang jelas di antara semua pihak di  organisasi haruslah dilakukan secara intensif untuk tidak meremehkan dan menghambat proses perubahan ke arah baru. Sebab, bila ada pihak-pihak yang meremehkan perubahan, maka perubahan akan tumbuh menjadi raksasa, dan akan memakan korban yang cukup besar untuk bisa mewujudkan perubahan itu.

Perubahan haruslah menjadi inspirasi semua pihak untuk bekerja dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien. Perubahan haruslah dijadikan alat untuk mengevaluasi kembali masa depan organisasi yang sehat dan kuat. Jadi, miliki inisiatif untuk memahami setiap titik perubahan demi keberlanjutan organisasi ke arah yang lebih sempurna di masa depan.

Berikut tips untuk memahami setiap titik-titik kecil perubahan.

1. Pimpinan puncak organisasi harus memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap hal-hal kecil. Khususnya, hal-hal kecil yang berpotensi sebagai benih perubahan. Jadi, sejak dini pimpinan harus memiliki empati dan intuisi yang kuat untuk memahami setiap gejalah perubahan.

2. Pimpinan harus melibatkan setiap orang di dalam organisasi untuk peduli pada setiap titik kecil perubahan. Pimpinan juga harus memimpin setiap orang untuk menyusun rencana yang efektif buat menghadapi perubahan sejak benih perubahan itu muncul.

3. Pimpinan dan staf harus mengerti, mana benih perubahan yang berisiko tinggi, dan mana benih risiko yang tidak berisiko.

4. Pimpinan dan staf harus memiliki semua informasi yang benar untuk memahami sebuah benih perubahan, dan memiliki kemampuan untuk bertindak secara bijak dan tepat sasaran.

5. Pimpinan dan staf harus memiliki gambaran yang jelas tentang organisasinya, untuk memahami setiap hubungan sebab-akibat yang muncul oleh perubahan.

6. Pimpinan dan staf harus memiliki pengetahuan yang benar dalam menentukan prioritas-prioritas tindakkan yang diperlukan.

7. Pimpinan dan staf harus tahu dan harus mampu berkolaborasi untuk menjawab setiap tantangan yang dihasilkan oleh perubahan.

8. Pimpinan dan staf harus yakin dan percaya diri dalam menjalankan organisasi dalam perubahan yang berkelanjutan.

Untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menentukan Arah Bisnis Dalam Ketidakpastian Ekonomi Global

Mei 13, 2009

“Perusahaan Yang Pintar Pasti Membangun Karakter Pimpinan, Karyawan, Dan Customer Yang Mampu Menyatu Membangun Daya Tahan Perusahaan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Bisnis. Termasuk, Bisa Mempertahankan Daya Saing, Produktivitas Dan Profitabilitasnya.” – Djajendra

Ketika Perusahaan berada dalam arah yang tidak pasti di masa krisis ekonomi global ini, sudah seharusnya para pimpinan perusahaan melihat realitas ini untuk melakukan perubahan buat membangun daya saing perusahaan yang lebih baik.

Setiap pimpinan dari fungsi dan peran kerja masing-masing wajib mencari informasi, petunjuk, dan rencana yang jelas untuk bisa bertindak menyelamatkan perusahaan dari badai krisis yang lebih besar.

Jika para pemimpin ikhlas menyatu dalam sebuah tim kerja yang solid, untuk memotivasi dan memberikan harapan yang lebih kepada para karyawan dan customer, maka dapat dipastikan tidak akan ada orang di dalam perusahaan yang membayangkan hal-hal terburuk dari krisis ekonomi global yang sedang terjadi ini.

Para pimpinan bersama-sama semua karyawan dan customer setianya harus menjadi satu kekuatan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian bisnis perusahaan.

Setiap perbedaan dan kepentingan harus digantikan dengan kolaborasi dan kerja sama yang saling membantu satu sama lain untuk membuat perusahaan mampu bertahan hidup dari badai krisis ekonomi global.

Jika pimpinan, karyawan, dan customer setia tidak menyatu, maka perusahaan akan kehilangan daya tahannya untuk bisa mempertahankan produktivitas dan profitabilitasnya. Hal ini jelas akan membuat perusahaan sulit untuk tetap bisa survive di masa yang tidak pasti ini.

Setelah perusahaan yakin dengan kekuatan kepemimpinan, karyawan, dan customer setianya, perusahaan harus menentukan arah bisnis secara bijaksana dengan skenario optimistis. Kemudian, membangun komunikasi, kolaborasi, koordinasi yang kuat diantara pimpinan, karyawan, dan customer, untuk bisa bertahan hidup dan berkembang selama masa ketidakpastian bisnis akibat dari krisis ekonomi global ini.

Perusahaan harus mengakui semua kenyataan yang ditimbulkan oleh badai krisis ekonomi global ini. Dan yang terpenting, perusahaan tidak boleh berkeluh-kesah meratapi hambatan dan tantangan yang ada, tapi harus segera  menentukan arah untuk mengatur seluru energi positif dari para pimpinan, karyawan, dan customer setia, untuk kemudian membuat strategi-strategi yang kreatif dan dinamis buat menyelamatkan perusahaan dari keruntuhannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Mentransformasi Masalah Menjadi Peluang

April 21, 2009

“Kehidupan Ini Sesungguhnya Adalah Sebuah Proses Perjalanan Diri. Sebuah Proses Perjalanan Diri Dengan Tujuan Pendakian Menuju Puncak Takdir Diri, Melalui Jalan Naik-Turun-Naik Yang Penuh Dengan Berbagai Pengalaman Aneh Dan Unik.” – Djajendra

Kemampuan untuk mentransformasikan setiap masalah menjadi kesempatan buat meraih prestasi yang lebih baik, adalah sebuah kecerdasan diri dalam memimpin diri sendiri menuju kepada kehidupan yang lebih baik.

Setiap pribadi tercipta untuk menjadi pejuang sejati di dalam hidupnya. Oleh karena itu, siapa pun dia, bila sukses dirinya diraih melalui cara-cara instan yang tidak jujur, maka dia akan kehilangan rasa bahagia atas sukses yang dia miliki tersebut. Kebahagiaan hanya akan hadir ke dalam diri seseorang, saat orang itu senang menjalani proses hidupnya dalam langkah-langkah kecil, melalui segala macam proses transformasi masalah menjadi solusi dan tindakkan yang hebat, untuk kemudian menuju pendakian puncak sukses yang diimpikan. Ingat! Hidup ini memang tidak menginginkan siapa pun untuk menjadi malas dan hanya menunggu nasib baik; hidup ini memang tidak menginginkan siapa pun untuk dikendalikan oleh ego, ambisi, rasa takut, dan nafsu tanpa akal sehat; hidup ini memang tidak menginginkan siapa pun untuk mencapai sukses secara instan dengan cara-cara tidak jujur. Yang pasti hidup ini selalu menginginkan agar setiap pribadi mau mengembangkan dirinya dalam sebuah keseimbangan hidup, dalam kekuatan sikap baik melalui cara-cara terpuji dan terhormat.

Kehidupan ini sesungguhnya adalah sebuah proses perjalanan diri. Sebuah proses perjalanan diri dengan tujuan pendakian menuju puncak takdir diri, melalui jalan naik-turun-naik yang penuh dengan berbagai pengalaman aneh dan unik. Oleh karena itu, setiap proses perjalanan diri ini harus dilakoni dengan sikap bersyukur, berani, tegar, bahagia, senang, optimistis, bermotivasi tinggi, antusias, dan tak pernah menyerah atau ketakutan pada saat banyak masalah. Hadapi setiap proses hidup dan menangkan setiap masalah menjadi keuntungan yang membahagiakan diri Anda.

Ingat, ketika banyak masalah hidup mengelilingi diri Anda. Janganlah pernah menangis dalam ketidakberdayaan diri untuk menghadapi masalah tersebut, tapi kuatkan diri Anda dengan doa dan rasa syukur. Lalu, pimpinlah diri Anda dengan ide-ide yang kreatif, strategis, dinamis, dan cemerlang, untuk kemudian melakukan tindakkan-tindakkan mentransformasikan setiap masalah tersebut ke format pikiran positif, dan menjadikannya sebagai peluang-peluang baru buat meraih sukses-sukses baru yang lebih hebat.

Gunakan setiap waktu yang menantang hidup Anda dengan sikap bijak, pikiran positif, emosi baik, dan pengendalian diri yang kuat. Kemudian, buat diri Anda menjadi lebih cerdas, lebih berpengetahuan, lebih berpengalaman, lebih terampil, lebih kuat, lebih cepat, dan lebih fokus kepada upaya mengoptimalisasikan semua potensi diri Anda yang hebat itu menjadi senjata sakti dalam menemani proses perjalanan hidup Anda. Anda adalah sukses, jadilah selalu sukses!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Merawat Tiga Kekuatan Fondasi Diri

April 15, 2009

”Ketika Hati Tulus, Jiwa Ikhlas, Pikiran Damai, Ego Tertunduk Kepada Kebaikan, Maka Diri Akan Berbicara Dan Memancarkan Aura Baik Kepada Setiap Orang.” – Djajendra

Setiap orang pada dasarnya mengharapkan hal-hal terbaik buat dirinya. Mereka berharap dipercaya dan dicintai oleh orang-orang disekitar mereka. Tetapi, sering sekali mereka tidak tahu cara untuk melakukan hal-hal terbaik di dalam hidupnya. Padahal hal-hal terbaik akan hadir ke dalam hidup seseorang, saat orang tersebut mampu merawat tiga kekuatan baik dari dirinya, yaitu kekuatan fisik tubuh yang sehat dan beraura positif, kekuatan pikiran positif yang dinamis, dan kekuatan emosi baik. Saat ketiga kekuatan tersebut mampu menjadi fondasi dalam sebuah komunikasi, maka kepercayaan diri dan dipercaya oleh orang lain akan menjadi bagian dari kehidupannya. Termasuk akan menjadikan dirinya itu positif, dan memberikan feedback dalam bentuk keseimbangan hidup yang baik, dalam bentuk tubuh dan jiwa yang sehat.

Saat emosi diri memancarkan kebaikan dan kebahagiaan, diri akan mengirimkan energi baik kepada semua kehidupan disekitar diri. Dan, kehidupan disekitar diri akan mengirimkan kembali energi baik dalam bentuk kualitas yang lebih tinggi kepada diri tersebut. Sikap baik untuk percaya kepada kekuatan baik tempat diri berada, adalah sebuah keharusan untuk membuat diri merasa damai dan nyaman.

Sikap percaya kepada kebaikan orang lain dan keikhlasan diri sendiri untuk menghormati keunikan orang lain, akan menghasilkan nilai-nilai kehidupan di dalam diri untuk menjauh dari segala macam bentuk konflik kehidupan.

Saat diri tidak mempercayai siapa pun dan berada dalam kondisi paranoid, diri akan mengirimkan aura negatif dan signal negatif kepada orang lain melalui body language yang tak bersahabat. Termasuk, mengeluarkan kata-kata yang membuat komunikasi tersebut menjadi hambar dan tak bermakna positif.

Sikap baik diri dalam segala bentuk akan menjadikan diri selalu mendapatkan kemudahan dan kebaikan dari kehidupan disekitarnya.

Berikan perhatian yang besar kepada kata-kata yang diucapkan dan yang dipikirkan setiap hari. Latihlah diri setiap hari untuk hanya membiarkan kata-kata positif yang masuk ke dalam memori, sikap-sikap positif yang masuk ke dalam emosi, makanan dan minuman sehat yang masuk ke dalam tubuh.

Tiga kekuatan diri tersebut merupakan fondasi diri yang paling utama dalam meraih sukses yang diimpikan.

Setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang damai, nyaman, bahagia, sehat, sejahtera, dan menikmati setiap momen dan ritme kehidupan dengan senyum dan tawa. Persoalannya, apakah setiap orang mau berjuang, berkorban, berdisiplin, bekerja keras, dan memprogram kembali mind set dirinya untuk memperbaiki kualitas dari tiga kekuatan fondasi diri tersebut?

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pantaskah Membanggakan Pengalaman Dan Pendidikan Masa Lalu Di Tempat Kerja?

Maret 26, 2009

”Prestasi Sekolah Yang Hebat Dan Prestasi Kerja Yang Hebat Di Masa Lalu, Bukanlah Sebuah Jaminan Untuk Pekerjaan Yang Hebat Di Masa Depan. Sebab, Masa Depan Penuh Dengan Hal-Hal Yang Tak Terduga.” – Djajendra

Pengalaman dan pendidikan di masa lalu Anda adalah sejarah. Sukses yang ingin Anda raih di hari ini dan di masa depan tergantung kepada kecerdasan Anda memahami perubahan. Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berubah kearah yang lebih spektakuler. Dan, Anda butuh pengalaman-pengalaman baru dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, untuk menjawab tantangan yang ada. Jadi, jangan pernah membanggakan kehebatan resume atau curiculum vite Anda untuk sukses di masa depan. Anda perlu bergerak dan belajar hal-hal baru, agar Anda bisa tetap eksis dan berkualitas tinggi dalam pekerjaan Anda.

Adalah sebuah kesalahan dalam rekrutmen pegawai, jika dalam rekrutmen itu tidak melihat motivasi dan gairah si calon pegawai terhadap tantangan dan hambatan masa depan. Rekrutmen yang hanya mengandalkan kepada kehebatan curriculum vite atau resume calon pegawai tidaklah akan mendatangkan manfaat besar buat perusahaan di masa depan. Masa depan membutuhkan orang-orang yang mau belajar dan mau berlatih untuk hal-hal baru secara kreatif dan strategis dari hari ke hari.

Bisnis di masa depan tidak akan peduli seberapa hebat pendidikan Anda; tidak akan peduli seberapa hebat pengalaman Anda; tidak akan peduli seberapa hebat tanggung jawab Anda di masa lalu. Bisnis di masa depan hanya akan peduli pada seberapa hebat dan seberapa bertanggungjawab Anda dalam menyikapi perubahan dan tantangan yang ada di hari ini. Oleh karena itu, mulai hari ini belajarlah hal-hal baru, untuk memperkuat sikap baik Anda dalam memahami perkembangan dunia kerja. Lalu, miliki antusias untuk melakukan perubahan-perubahan kepada diri sendiri, agar diri Anda mampu menghadapi realitas dengan sikap profesional untuk pekerjaan yang berkualitas tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Anda Tidak Memerlukan Jabatan Untuk Memimpin

Maret 22, 2009

”Di Atas Segalanya, Bisnis Adalah Kendaraan Untuk Mencapai Kesuksesan Pribadi Dan Organisasi. Bisnis Adalah Untuk Mencapai Sesuatu Yang Berharga Dan Mulia. Bisnis Adalah Sebuah Institusi Yang Memungkinkan Anda Memberikan Kontribusi Yang Berarti Kepada Masyarakat.” – Peter Koestenbaum, The Inner Side Of Greatness

Sudah sangat lazim bila orang-orang yang bekerja di perusahaan akan saling berkompetisi; akan saling bermain politik kantor untuk menyingkirkan lawan-lawannya; akan saling membentuk kelompok kekuatan masing-masing untuk berkuasa di perusahaan. Persoalannya, apakah semua perilaku kuno itu masih penting? Zaman telah berubah menuju kepada mengoptimalisasikan kualitas diri, tapi sayangnya masih banyak pegawai perusahaan yang masih berpikir dan bekerja dengan cara-cara kuno.

Sebuah perusahaan di masa kini harus dijadikan sebagai organisasi berkinerja optimal dengan cara mengoptimalkan semua potensi dan bakat dari para pegawainya. Perusahaan tidak saja harus fokus untuk membangun bisnisnya menjadi cemerlang, tetapi juga harus fokus untuk membangun komunitas yang lebih berkinerja, lebih damai, lebih sejahtera, lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih berkualitas.

Ada tiga kekuatan terpenting yang harus digarap perusahaan dengan cara-cara terbaik, yaitu kekuatan pegawai, kekuatan customer, dan kekuatan shareholder. Tanpa tiga kekuatan ini perusahaan akan selalu berada di batas krisis dan secara bertahap akan mengalami kemunduran.

Perusahaan harus membangun visi yang jelas dan misi yang menguntungkan para stakeholder. Khususnya untuk kebahagiaan dan kenyamanan customer, pegawai, dan shareholder.

Salah satu cara menuju perusahaan yang sehat dan berkinerja tinggi adalah mengembangkan para pegawai supaya dapat memimpin diri sendiri tanpa berkonflik dengan pegawai lain, dan tanpa gila pada jabatan. Artinya, perusahaan harus mengembangkan mind set dari setiap pegawainya untuk menjadi pemimpin dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka, tanpa harus memikirkan untuk merampas pekerjaan kolega mereka. Jadi, mind set untuk bekerja dengan cara-cara profesional dan kemampuan untuk memimpin pekerjaan tanpa diembel-embelin oleh sebuah jabatan.

Pegawai-pegawai yang mampu mengoptimalkan keterampilan diri mereka dengan semua potensi dirinya akan menjadi benih sukses buat kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Ingat! Kesehatan perusahaan sangat tergantung kepada kesehatan mental dari para pegawainya. Jika para pegawai selalu berpikir positif, selalu bekerja dengan emosi baik, selalu bertindak dengan cara-cara profesional, maka perusahaan pasti akan berada pada tingkat kesehatan yang prima.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Hindari Perilaku Yang Merusak Karir Kerja Anda

Maret 1, 2009

”Anda Tahu Sebuah Pekerjaan Merupakan Panggilan Jiwa Anda, Ketika Anda Menyukai Kerja Keras Dan Rutinitasnya.” – Logan Pearshall Smith

1. Tidak Cerdas Secara Emosional.

Hanya Anda seorang yang mampu bertanggungjawab kepada masa depan karir kerja Anda. Untuk itu, Anda butuh kecerdasan emosional untuk menjadikan diri Anda sebagai pribadi yang tangguh dan kokoh dalam perjuangan meraih karir yang cemerlang. Pastikan Anda mampu memanfaatkan emosi positif dalam setiap aspek pekerjaan Anda. Termasuk, kecerdasan Anda untuk menyingkirkan semua emosi negatif dari hidup Anda secara sempurna.

2. Tidak Cerdas Secara Intelektual.

Anda wajib meningkatkan kompetensi diri Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang teruji secara baik melalui standar-standar manajemen yang andal. Pastikan Anda menjadi pribadi yang selalu mengasah intelektual diri Anda untuk menjadi kekuatan Anda dalam meraih karir yang lebih tinggi.

3. Tidak Cerdas Secara Spiritual.

Manusia itu tidak pernah sempurna dan sangat rentan terhadap tekanan hidup. Oleh karena itu, Anda wajib mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, agar setiap beban hidup yang berat dapat menjadi lebih ringan dengan restu Tuhan.

4. Tidak Mempercayai Pimpinan Dan Kolega.


Pimpinan dan kolega Anda adalah jembatan menuju karir yang lebih tinggi. Jadi, pastikan Anda bersatupadu dengan pimpinan dan kolega Anda dengan rasa peduli, perhatian, tanggung jawab, dan kasih sayang. Gunakan kecerdasan intelekual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual Anda, lalu tunjukan diri Anda sebagai pribadi baik yang mau bekerja keras untuk membantu pimpinan dan kolega.

5. Sering Telat Masuk kantor.

Kedisiplinan Anda merupakan cermin dari keperibadian Anda. Semua orang di kantor akan mengukur kualitas diri Anda dari kedisiplinan Anda terhadap semua hal-hal kecil. Misalnya saat Anda sering telat masuk kantor, orang-orang di kantor akan mencap Anda sebagai pemalas yang tidak disiplin dalam pekerjaan. Jadi, pastikan Anda menjadi pribadi yang tidak pernah telat masuk kantor, dan selalu berdisiplin dalam semua pekerjaan Anda.

6. Tidak Peduli Kepada Kenyamanan Customer.

Customer di perusahaan Anda adalah penghasil nilai tambah bisnis di perusahaan Anda. Artinya, semakin nyaman dan puas customer dengan perusahaan Anda, maka peluang Anda untuk meningkatkan karir bersama perusahaan akan semakin berprospek terang. Jadi, apa pun pekerjaan Anda dan di mana pun posisi Anda, pastikan Anda selalu menomor satukan customer dalam hal apa pun.

7. Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain.

Saat Anda tidak mampu membuat diri Anda berguna dalam menata karir yang lebih tinggi, Anda akan terjebak pada perangkap mencari-cari kesalahan orang lain. Ingat! Mencari-cari kesalahan orang lain adalah penyakit mental yang paling berbahaya, dan hal ini akan menggiring Anda kepada kegagalan total dalam meraih karir yang lebih tinggi.

8. Sibuk Menghabiskan Waktu Dengan Masalah Pribadi.

Jangan takut dan jangan gentar! Tidak akan terjadi apapun pada diri Anda saat Anda mau menjadi pribadi baik yang tercerahkan. Jadi, apa pun masalah hidup Anda saat ini berpikirlah secara positif, bertindaklah melalui emsoi baik, dan berlindunglah kepada Tuhan melalui doa-doa Anda.

9. Tidak Pernah Belajar Dan Ikut Training.

Hanya sang pembelajar yang tahu jalan-jalan hebat untuk menuju puncak sukses karir tertinggi. Jadi, pastikan Anda adalah seorang pembelajar yang kreatif dan strategis buat masa depan karir Anda yang cemerlang. Ikuti seminar dan training yang sesuai dengan arah karir Anda.

10. Tidak Fokus Pada Tugas Dan Tanggung Jawab.

Anda harus mampu bekerja dengan fokus yang jelas terhadap pekerjaan Anda. Kerjakanlah pekerjaan yang diberikan perusahaan kepada Anda secara total dan penuh tanggung jawab. Jangan arahkan pikiran Anda dari tugas dan tanggung jawab yang ada pada Anda saat ini.


untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com