Menangkan Tantangan Krisis Global Dan Ambil Peluangnya.

Desember 16, 2008

Menangkan Tantangan Krisis Global Dan Ambil Peluangnya.

“Inti Dari Penyelesaian Krisis Adalah Fokus Pada Semua Keunggulan Perusahaan, Dan Memberdayakan Semua Keunggulan Tersebut Dengan Menggunakan Rasa Percaya Diri, Semangat, Reputasi, Kredibilitas, Antusias, Serta Kerja Sama Dengan Semua Stakeholder Secara Komplit Dan Total.” - Djajendra

Manusia adalah kreatifitas tidak terbatas. Dan, setiap upaya yang dilakukan secara sadar dengan keyakinan tinggi akan menghasilkan sukses yang memenangkan semua tantangan yang ada. Badai krisis ekonomi yang menimpa di hari ini merupakan kekeliruan dan kesombongan dalam membuat keputusan di masa lalu. Jadi, janganlah ragu untuk melakukan perubahan-perubahan positif dalam semangat menaklukkan krisis ekonomi global ini, dan ciptakan peluang-peluang besar untuk memperbaiki fundamental perusahaan.

Yakinkan setiap kekuatan di perusahaan, bahwa tahun 2009 akan menjadi tahun yang cemerlang buat pengembangan pasar. Kesulitan yang dihadapi perekonomian global pastilah dapat dikelola oleh masing-masing negara secara tepat dan benar. Jadi, tidaklah perlu terlalu kawatir tentang berbagai ramalan dan prediksi tentang ancaman krisis ekonomi global di tahun 2009.

Pastikan perusahaan mampu menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mengelola semua tekanan krisis terhadap sistem finansial perusahaan.

Kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan permintaan produk, jasa, dan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, akan menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi krisis, yang akhirnya akan memperkuat likuiditas perusahaan.

Tingkatkan kualitas pemasaran, produk, dan komunikasi kepada pelanggan. Ciptakan nilai tambah pada produk yang dijual. Ciptakan harga barang yang mampu memenangkan kompetisi pasar. Kembangkan bisnis ke pangsa pasar baru, dan tingkatkan perhatian pada pasar – pasar regular yang telah dimiliki saat ini.

Pemimpin perusahaan wajib memotivasi setiap kekuatan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing, melalui kualitas kerja, revitalisasi produk dan jasa, loyalitas pelanggan, dan bekerja dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang kreatif.

Menangkan tantangan krisis ekonomi 2009, dengan persepsi dan wawasan yang lebih optimis; motivasi yang menguatkan semua pihak diperusahaan untuk berjuang mengatasi krisis; kekuatan kecerdasan emosional yang mampu mengatasi rasa cemas dan takut; keterampilan baru dalam upaya mengatasi semua asumsi buruk; kemauan dan kemampuan untuk memecahkan semua masalah krisis dengan solusi jitu; dan kesiapan untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara optimal.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Ekonomi Rakyat Di Tangan Pasar

Oktober 22, 2008


Saat ini sebagian besar penduduk dunia sedang menjalani kehidupan dalam rasa khawatir yang berlebihan. Ketidakpastian ekonomi dunia oleh kenaikan harga energi dan berbagai macam bahan-bahan kebutuhan hidup, telah membuat rasa khawatir menguasai pikiran dari setiap orang.

Sistem ekonomi dunia yang cendrung tidak terfokus pada pemeratan ekonomi telah menciptakan jurang yang sangat lebar di antara orang-orang yang berpenghasilan super besar dengan orang-orang yang berpenghasilan super kecil. Bayangkan di dalam dunia yang kita tinggali ini ada orang-orang yang berpenghasilan lebih dari jutaan dolar Amerika per hari dan ada banyak orang yang hanya berpenghasilan kurang dari puluhan dolar Amerika per bulan. Jurang penghasilan yang sangat lebar ini adalah buah dari sistem ekonomi yang dianut oleh semua bangsa-bangsa di bumi tercinta ini. Akibat dari ketimpangan ekonomi dunia ini sangatlah sulit diharapkan dapat terwujud rasa damai dan nyaman di permukaan bumi ini. Jelas kenaikan harga energi dunia dan kenaikan harga pangan dunia bisa berakibat fatal buat kedamaian dan kenyamanan hidup. Sebab, perut-perut lapar yang tidak lagi memikirkan nyawanya bisa menciptakan kerusuhan-kerusuhan sosial berskala global, dan semua ini akan menciptakan dunia yang tidak damai dan tidak nyaman. Karakter ekonomi yang terfokus pada pertumbuhan dan tidak peduli pada pemeratan adalah karakter ekonomi yang sangat tidak adil dan berpotensi membuat dunia menjadi tempat yang tidak nyaman buat siapa pun.

Setiap pemimpin negara haruslah menyadari bahwa sikap mereka yang selalu fokus pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperdulikan pemerataan ekonomi hanya akan menghasilkan jurang yang sangat lebar di antara orang-orang yang punya duit dengan orang-orang yang tidak punya duit. Jelas kondisi ini akan menciptakan rasa khawatir buat siapa pun, termasuk buat orang-orang berduit banyak yang khawatir pada rasa aman dan nyaman, sedangkan orang-orang yang tidak punya duit pastilah khawatir tentang cara mendapatkan biaya untuk menjalani proses hidup yang normal dan wajar.

Kehidupan saat ini sedang mendapat tantangan yang sangat berat, dan belum jelasnya sikap dari para pemimpin dunia dalam mengatasi masalah harga pangan yang melambung dapat mengakibatkan timbulnya masalah kemanusiaan yang menyakitkan banyak orang.

Rasa khawatir yang menghuni pikiran banyak orang pada saat ini tidaklah sejalan dengan  niat yang ingin memakmurkan dan mensejahterakan orang banyak. Oleh sebab itu, kita di Indonesia seharusnya bangkit dan menerima kenyataan yang sedang berlangsung di kehidupan ini. Lalu, kita tegakkan kepala kita dan mulai bekerja keras dan bekerja cerdik untuk tidak membebani orang banyak dengan biaya hidup yang besar dan tidak pasti.

Indonesia adalah Negara sumber penghasil pangan terhebat di dunia, tapi sayangnya sistem dan kultur yang ada saat ini telah mematikan semua potensi hebat itu, dan ternyata di negara super subur dan super kaya ini ada banyak peristiwa kurang gizi yang muncul. Kemiskinan semakin hari semakin terlihat di setiap sudut desa dan kota, dan rasa khawatir berlebihan sangat terlihat di jiwa banyak orang. Para petani di Indonesia hidup dalam rasa putus asa, harga jual hasil tani mereka tidak bergerak kemana-mana, tapi biaya kebutuhan bertani mereka terus naik dari hari ke hari. Jadi, harga pangan yang terus naik itu tidak memberikan nilai lebih buat para petani, dan para petani dari hari ke hari semakin menjadi miskin dan sengsara.

Masalah pangan dan energi adalah masalah yang sangat serius dan penting buat memajukan peradaban sebuah bangsa. Bangsa yang lalai membangun kekuatan pangan dan energi akan menjadi bangsa barbar yang miskin. Dunia saat ini sedang bergerak ke arah yang tidak jelas, dan masa depan yang hebat belum tentu terwujud. Selama semua pemimpin masih sibuk mengurusi pertumbuhan ekonomi dan tidak memperdulikan pemerataan ekonomi, maka para pemimpin itu sesungguhnya hanya menjadi kaki tangan para pemodal besar dan cendrung memimpin sambil berkolusi dengan para kapitalis kronis.

Saatnya buat kita untuk bangkit melihat realitas yang ada, jangan sampai sisa-sisa kekayaan bumi Indonesia terus dikuras buat diangkut ke luar negeri. Para pemimpin formal dan informal haruslah bersatupadu dalam satu visi  yang sama, yaitu membangun kekuatan pangan dan energi nasional yang tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kehidupan apa pun.

Membiarkan kehidupan ekonomi rakyat di tangan pasar adalah perbuatan terbodoh dan tak bermoral. Setiap bangsa hanya akan eksis bila mereka mampu membuat rakyatnya hidup dalam rasa nyaman dan damai. Membiarkan rakyat hidup dalam rasa khawatir yang berlebihan dalam keadaan tidak pasti hanya akan menciptakan penderitaan yang menyakitkan.

* koleksi tulisan djajendra tahun 2007

Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Terperangkap Dalam Kekuasaan Kerja

Oktober 21, 2008

“Banyak proyek gagal karena orang yang berpikir proyek itu tidak dapat dikerjakan, menjejalkan pendapatnya itu kepada orang yang mengerjakannya.” – JP Vaswani, a little book of wisdom

Manusia adalah sumber daya yang sangat penting dan sangat menentukan suksesnya sebuah organisasi bisnis. Oleh alasan itu, manusia disebut sebagai human capital oleh para pakar sumber daya manusia. Di mana, sebutan human capital buat manusia korporasi terkesan sangat bernuansa kapitalis dan hal ini sering sekali memperangkap setiap pekerja dengan beban kerja yang luar biasa tinggi. Pada saat ini sebagian besar waktu dari para pekerja korporasi dihabiskan dijalan dan ditempat kerja, dan sangat sedikit waktu buat keluarga mereka. Para ahli sumber daya manusia paling getol menciptakan berbagai macam sistem yang bertujuan memeras tenaga manusia secara maksimal, yang mana semua itu bertujuan memaksimalkan produktivitas dari sebuah bisnis tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan dan sisi spiritualitas dari para pekerja. Sejak dari proses rekrutmen yang super ketat dengan fit and proper test nya sampai dengan proses evaluasi kinerja, para pekerja tersebut diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi, di mana unsur kemanusiaan menghilang dan unsur menguangkan manusia melalui proses kerja yang berbeban tinggi menjadi andalan para ahli sumber daya manusia pada saat ini. Sering sekali persoalan pengetahuan dan kemampuan yang menjadi pemenang di bandingkan persoalan etika, moral, sikap, dan karakter. Dominasi pengetahuan dan kemampuan terhadap kompetensi pekerja berakibat pada hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah pekerjaan. Manusia telah disamakan dengan mesin, yang mana kemampuan manusia telah diukur seperti kita mengukur kemampuan mesin. Setiap pekerja yang mampu menjadi mesin bisnis yang tangguh cukup diberi gaji dan bonus yang super besar, tidak peduli apakah mereka terjebak dalam depresi ataupun kebosanan kerja, yang penting setiap pekerjaan dan tanggung jawab di laksanakan dengan sempurna, dan kinerja optimal dapat dihasilkan secara sempurna.

Dari pengalaman saya mengajar dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, persoalan yang paling sering muncul adalah kepemimpinan, komunikasi, dan etos kerja, yang mana ketiga hal ini selalu menjadi alasan utama dari ketidakharmonisan hubungan kerja di sebuah organisasi bisnis. Padahal sejak rekrutmen perusahaan-perusahaan itu telah menggunakan konsultan-konsultan rekrutmen yang berkelas dunia, dengan biaya rekrutmen yang luar biasa tinggi, tapi ketika para pekerja mulai menjadi human capital, maka sifat kemanusiaan mereka muncul dan mereka berontak dalam sikap diam untuk dijadikan sebagai human capital. Akibatnya, harapan perusahaan terhadap kinerja pekerjanya tidak mencapai target, dan semua ini jelas sangat merugikan masa depan bisnis perusahaan ke arah yang lebih baik. Persoalan dimesinkannya manusia adalah persoalan yang sangat jarang sekali dapat dipahami oleh para ahli sumber daya manusia. Sebab, para ahli sumber daya manusia telah terbiasa menggunakan alat Manpower planning mereka untuk rekrutmen, seleksi, hire, penilaian, dan lain sebagainya dengan alat-alat ukur yang tidak mempertimbangkan manusia sebagai energi kreatifitas tanpa batas itu, yang mereka pikirkan hanyalah bahwa manusia dapat diukur seperti mengukur kinerja dari sebuah mesin. Manusia pada intinya adalah pribadi-pribadi sosial yang membutuhkan interaksi kemanusiaan secara utuh. Sedangkan para ahli sumber daya manusia telah menciptakan alat-alat ukur dari sudut kapitalisme, yang mana jelas sangat bertolak belakang dengan sifat dasar manusia sebagai pribadi sosial. Hanya melalui sistem dan kultur yang mampu melihat manusia dari sisi kemanusiaannya, yang akan menciptakan budaya kerja yang kokoh dengan hubungan kerja yang harmonis. Dan, semua itu akan menghasilkan organisasi bisnis yang kuat dengan kekuatan kolaborasi, koordinasi, dan beretika tinggi dalam fondasi budaya trust.

untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Marketing Adalah Melayani

Oktober 21, 2008

“Menjadi Penjual Di Dunia Nyata Berarti Anda Memahami Semua Sudut Pasar Yang Anda Lalui Secara Inci Per Inci. Anda Adalah Penjual Di Dunia Nyata, Bukan Penjual Dari Konsep Dan Teori Yang Ada Di Text Book Anda.”-Djajendra

Seorang penjual adalah pribadi yang harus bertindak untuk melayani pelanggannya dengan penuh hormat, bukan sekedar menjual berdasarkan konsep dan teori text book marketing yang ada. Tetapi seorang penjual haruslah seorang pemasar yang mampu mencium beraneka macam wangi dan baunya pasar. Ingat! Kebanyakan text book marketing adalah hasil karya para ahli yang berlandaskan riset, dan para ahli tersebut belum tentu memahami berbagai macam wangi dan baunya target pasar Anda. Para ahli menulis buku melalui riset dari persepsi mereka dalam melihat pasar dan pembelinya, bukan persepsi Anda. Jadi, bacalah buku para ahli marketing itu, tapi pergilah ketarget pasar Anda, dan tulislah buku Anda sendiri dengan persepsi Anda terhadap target pasar Anda.

Marketing adalah melayani, jadi pekerjaan marketing adalah pekerjaan melayani pelanggan dengan sebaik mungkin, bukan sekedar duduk dibelakang meja, dan hanya perintah sana-perintah sini kepada anak buah.

Anda adalah pemasar di dunia nyata, pemasar dunia nyata adalah penjual dengan seribu satu akal yang hebat dan kreatif. Jangan pernah sekedar berkutak-katik dalam obsesi bersama karya-karya text book marketing, tapi pergilah keluar ruang kerja Anda, dan berkelilinglah kesetiap lokasi target pasar Anda, agar Anda dapat mencium sendiri aneka macam wangi dan bau yang ada ditarget pasar Anda.

Menjadi penjual di dunia nyata berarti Anda memahami semua sudut pasar yang Anda lalui secara inci per inci. Anda adalah penjual di dunia nyata, bukan penjual dari konsep dan teori yang ada di text book Anda.

Seorang penjual sejati memiliki penciuman yang hebat terhadap apa-apa saja yang ada dipasarnya, ia selalu mampu melihat semua potensi pembeli, dan ia juga tahu semua sasaran yang tepat buat menjual produknya.

Ia tidak akan membuang-buang kesempatan untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak. Karena ia tahu bahwa semakin banyak pelanggan berkualitas bersamanya, ia akan semakin bersinar menjadi bintang marketing.

Seorang pemasar profesional pasti akan selalu mempelajari sasarannya dengan cermat terlebih dahulu. Kemudian barulah ia akan menyusun rencana dan target pemasaran yang kuat agar mengakar ke target pasarnya.

Langkah marketing tidaklah boleh sembarangan mengobral janji melalui propaganda iklan yang hebat, tapi haruslah melalui bukti pelayanan berkualitas tinggi, yang mampu membuat pelanggan terpesona dan merasa nyaman dengan janji dan komitmen Anda. Oleh sebab itu, pemasar atau penjual haruslah bertindak dari hati terdalam untuk melayani semua pelanggannya dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih.

Walau tugas marketing penuh dengan pamrih, tapi dalam pendekatan pelayanan cobalah bersikap tulus, ikhlas, profesional, sopan, baik, peduli, perhatian, dan tanpa pamrih.

Pastikan Anda mampu memetakan semua lanskap pasar Anda secara cermat, dan Anda mampu mengikuti semua perubahan dari mindset pasar, agar Anda tidak ketinggalan zaman untuk bisa melayani pelanggan Anda sesuai harapan dan persepsi para pelanggan Anda.

Ingat! Tidak semua pelanggan Anda cukup dibungkam dengan teori harga, yaitu semakin tinggi diskon semakin banyak pembeli yang beli. Pasti ada banyak pelanggan Anda yang tidak butuh dengan diskon-diskonan, ataupun harga murah akibat kompetisi banting-bantingan harga, hanya pembeli yang tidak loyal biasanya tertarik dengan kompetisi banting-bantingan harga, dan biasanya mereka hanya membeli produk Anda, karena harga murah, bukan karena produk Anda hebat atau berkualitas.

untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Saat Uang Menggoda Batin Sang Loyalist

Oktober 17, 2008

“Loyalitas Itu Bukan Omerta ! Kalau Omerta Adalah Kontrak Mati Anak Buah Pada Sang Bos, Tapi Kalau Loyalitas Tergantung Perhatian Bos Pada Anak Buah. Semakin Diperhatikan Dan Dipedulikan, Maka Semakin Loyallah Para Anak Buah.”-Djajendra

Sikap Loyalitas Karyawan Kepada Perusahaannya Dari Waktu Ke Waktu Semakin Terkikis Oleh Godaan Uang. Pada Saat Ini Begitu Mudahnya Seseorang Pindah Kerja, Hanya Oleh Alasan Gaji Dan Fasilitas Yang Lebih Besar Dari Perusahaan Lain.
Uang selalu berbicara dalam diamnya para pemimpin untuk memperhatikan nasib karyawan. Uang telah membuat pikiran terhipnotis untuk meraih sukses secara instant dan melupakan semua makna tentang loyalitas. Padahal karyawan adalah inti kekuatan dari sistem dan kultur perusahaan, dan bila inti kekuatan ini hidup dalam keraguan yang tanpa loyalitas, maka perusahaan pasti sulit mencapai kinerja maksimal.
Saatnya para pemimpin perusahaan membangun kesadaran untuk peduli pada karier dan masa depan karyawan, demikian juga dengan sikap karyawan seharusnya mendukung perjuangan dan kerja keras perusahaan untuk menghasilkan kinerja yang hebat dengan loyalitas sekelas omerta.
Hubungan saling mendukung dengan tingkat loyalitas yang tinggi akan mengantarkan perusahaan kelevel kinerja maksimal.
Perusahaan harus memiliki pengharapan yang realistik pada semua kekuatan sumber daya manusianya untuk mencapai visi dan misi perusahaan secara sempurna. Memiliki satu pandangan yang fleksible dalam memperhitungkan rencana dan masa depan kesuksesan perusahaan bersama semua kekuatan manusianya secara total dan utuh.
Perusahaan selalu memerlukan kekuatan sumber daya manusia yang dapat dipercaya , dan yang mampu memberi solusi terbaik buat masa depan bisnis.
Mindset loyalitas adalah salah satu kekuatan kepemimpinan di masa depan. Mindset loyalitas akan membuat pemimpin menjadi terbiasa untuk berpikir dan bertindak atas dasar kekuatan loyalitas dari semua karyawannya.
Mindset loyal akan mengembangkan mental setiap orang untuk bersikap hebat dalam Memperjuangkan setiap inci kepentingan perusahaan, dalam bingkai kesetiaan yang tidak patut untuk diragukan.
Semakin kuat mindset loyalitas pimpinan dan karyawan kepada perusahaan, maka secara otomatis perasaan ikhlas yang tulus akan mengarahkan mereka untuk membuktikan pengabdiaan tanpa batas kepada perusahaan.
Kinerja maksimal merupakan tujuan utama dari setiap organisasi bisnis. Dan dengan memiliki manusia –manusia loyal yang berfokus untuk kinerja bisnis yang hebat, maka perusahaan akan memperoleh manfaat yang luar biasa hebat .
Sikap loyalitas karyawan dan pimpinan pada perusahaan harus didukung dengan sistem informasi yang benar, misi pekerjaan yang jelas, prosedur dan kebijakan mengerjakan pekerjaan secara hebat, kualitas sumber daya yang tepat.
Sumber daya manusia yang loyal selalu mampu melakukan tindak lanjut pekerjaan dalam sinergi yang melibatkan semua pihak secara proporsional.
Sumber daya manusia yang proaktif dalam menindaklanjuti semua pekerjaan, dalam sikap loyalitas yang tinggi dengan kesadaran atas tanggung jawab, pasti akan memberi kekuatan pada perusahaan untuk menciptakan nilai loyalitas yang tinggi, sebagai keunggulan mereka dalam menghadapi kompetisi pasar yang semakin ketat.

untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tetap Tenang Positive Thinking, Jangan Panik !

Oktober 12, 2008

Negara-Negara Seperti Amerika Dan Eropa Sedang Haus Uang Cash, Haus Uang Tunai. Jadi, Jangan Sampai Duit Yang Akan Digunakan Untuk Buy Back Saham-Saham Itu, Malah Dijadikan Kesempatan Oleh Para Spekulan Yang Sedang Haus Uang Tunai Untuk Mendapatkan Fresh Money Yang Lebih Besar Dari Lantai Bursa.

Pemerintah bingung, investor jantungan, spekulator mencari sensasi, dan para pelaku bursa sedang menanti hari esok yang lebih baik.

Minggu-minggu ini adalah hari-hari penuh berita heboh dari lantai bursa. Bayangkan rasa takut begitu telah menguasai otoritas bursa, dan sikap percaya diripun lenyap dalam hitungan detik.

Tetap tenang positive thinking dan jangan panik, itulah yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada dilantai bursa.

Jika kebijakan buy back dilakukan oleh para emiten, maka tertawalah para spekulan yang mampu membuat sensasi dan kepanikan yang luar biasa di lantai bursa. Sebab, disatu sisi buy back untuk sementara mampu menahan laju penurunan indeks saham, tetapi disatu sisi lainnya akan memberikan peluang buat para spekulan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Menurut pikiran saya kebijakan buy back pada saat ini haruslah sangat berhati-hati dan perlu dipelajari secara mendalam. Sebab, negara-negara seperti Amerika dan Eropa sedang haus uang cash, haus uang tunai. Jadi, jangan sampai duit yang akan digunakan untuk buy back saham-saham itu, malah dijadikan kesempatan oleh para spekulan yang sedang haus uang tunai untuk mendapatkan fresh money yang lebih besar dari lantai bursa.

Menurut hemat saya biarkan saja bursa efek berjalan sesuai mekanisme pasar yang ada. Sebab, sejatinya bursa saham dan pasar uang itu tidak lebih dari sebuah permainan judi, yang diakui oleh semua pihak sebagai investasi.

Belum tentu kebijakan buy back pada saat ini adalah efektif, untuk memberi keuntungan buat perusahaan Anda. Ingat, dunia lagi haus uang tunai, jadi dipasar-pasar yang berisiko tinggi, pastilah akan di jual saham-sahamnya, dengan harga berapa pun. Sebab, investor mempunyai kesempatan untuk membeli asset dan bisnis dengan harga yang sangat murah di negara-negara yang lebih solid dan kuat fundamental sosial ekonominya, yang saat ini sedang terkena krisis ekonomi. Jadi, sabarlah, lebih jernih, dan jangan panik. Sebab, ketidaksabaran Anda dan kepanikan Anda adalah ruang buat para spekulan untuk mengambil lebih banyak dari Anda.

Bagi Anda yang kecewa terhadap sikap otoritas bursa yang menutup bursa untuk menghindari kejatuhan yang lebih dalam, haruslah bersikap sabar, tenang, dan positive thinking.
Saat ini pasti pemerintah dan otoritas bursa tidak suka dikritik, terutama jika itu ditujukan pada semua kebijakan yang sedang dilakuan dengan kerja keras, pagi, siang, dan malam. Tetapi sebagai rakyat yang mencintai negrinya tidaklah salah kalau kita memberikan opini untuk mendukung agar krisis bursa efek tidak menyebar menjadi krisis ekonomi yang lebih dalam. Mencemooh sebuah kebijakan buy back mungkin terasa seperti tidak mendukung kebijakan pemerintah, tapi sesungguhnya para pencemooh hanya mengingatkan bahaya yang lebih besar buat ekonomi rakyat secara keseluruhan. Sebab, para pencemooh itu cinta pada bangsa dan negrinya. Jadi, tetaplah tenang, positive thinking, dan jangan panik.


Stakeholder Dalam Sebuah Bisnis

Oktober 9, 2008

Dunia bisnis adalah dunia komitmen, di mana para stakeholder yang terkait dalam sebuah bisnis wajib untuk saling terikat secara moral dan etika, serta memelihara komitmen untuk tidak melalaikan dan merugikan stakeholder yang lain.
Menjaga integritas demi kepentingan para stakeholder adalah sebuah keharusan di dalam dunia bisnis. Sebab, bisnis hidup dari hubungan saling percaya dan saling mendukung. Hubungan bisnis yang tidak bermoral dan tidak beretika biasanya cendrung merugikan para stakeholder yang posisi tawarnya lemah di bisnis tersebut. Hal ini disebabkan, para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan. Para pengelola bisnis asyik membohongi para stakeholder yang posisi tawarnya lemah untuk keuntungan pribadi mereka.
Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbedah, kecuali dalam hal pelayanan, di mana semua stakeholder memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil.
Para pengelola bisnis seharusnyalah bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan para stakeholdernya.
Pengelola bisnis harus mendorong dan menciptakan sistem dan kultur dalam bentuk iklim pelayanan bisnis yang bersikap saling percaya dan saling membantu diantara setiap unsur stakeholder tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bisnis yang dikelola tersebut bisa berumur panjang dan dicintai oleh stakeholdernya.
Lalu siapa saja yang pantas disebut sebagai stakeholder?  Jawabanya adalah orang-orang yang memiliki kepentingan langsung maupun tidak langsung dalam sebuah bisnis. Sekarang kita lihat lagi. Siapakah orang-orang dan institusi itu? Maka dengan jelas kita tunjuk yaitu pemegang saham, pegawai, konsumen, penyuplai, kreditor, pembeli, langganan, pemerintah, lingkungan alam, lingkungan sosial.
Intinya mereka-mereka yang kita sebut merupakan stakeholder dari sebuah perusahaan atau bisnis.
Para stakeholder adalah alasan utama dari kesuksesan sebuah bisnis. Tanpa adanya stakeholder yang hebat, maka bisnis tersebut bisa punah. Oleh sebab itu, sangatlah penting buat para stakeholder untuk saling memperhatikan dan memberikan pelayanan maksimal bagi sesama stakeholder. Tanpa pernah berniat merugikan kepentingan dari stakeholder yang lain.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa seseorang mendirikan bisnis dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan maksimal buat dirinya. Lalu bagaimana mungkin diharapkan agar ia mau memberikan keuntungan maksimal bagi stakeholder yang lain.
Keberadaan stakeholder merupakan bagian dari mata rantai bisnis, apakah itu industri jasa, perdagangan, pariwisata. Stakeholder akan hadir dengan misi dan visi yang berbeda, dan untuk melayani misi dan visi yang berbeda tersebut, para pengelola bisnis(manajemen) wajib menjalankan praktik-praktik bisnis yang beretika dan bermoral tinggi, agar semua kepentingan stakeholder terpenuhi secara sempurna.
Dalam dunia bisnis hubungan antara para pengelola bisnis dengan pemegang saham(shareholder) adalah hubungan pegawai dan majikan, sedangkan hubungan antara pengelola bisnis(manajemen)dengan stakeholder adalah hubungan etika dan moral untuk tidak merugikan kepentingan mereka di dalam bisnis tersebut.
Arus persoalan akan ada, pada saat pengelola bisnis sebagai pegawai wajib memprioritaskan keinginan dan tujuan dari para pemegang saham mayoritas, mengingat kekuatan pemegang saham mayoritas(shareholder pengendali)jauh lebih kuat untuk memberi perintah pada manajemen secara langsung, sedangkan stakeholder di luar shareholder adalah kepentingan yang tidak dapat langsung memiliki pengaruh pada manajemen.
Hubungan yang harmonis diantara stakeholder adalah sebuah obsesi yang wajib diwujudkan oleh para pengelola bisnis, dan harus menjadi komitmen untuk menjaga kepentingan dari para stakeholder dalam sebuah lingkaran bisnis yang harmonis dan seimbang.
Menjaga kepentingan stakeholder haruslah menjadi kunci kekuatan dalam sebuah hubungan bisnis yang hebat, sikap cerdik dari pengelola bisnis untuk bertindak jujur dan adil kepada stakeholder adalah sebuah tindakan hebat yang akan mengantar perusahaan bersama bisnisnya ke arah kinerja terhebat.
Pengabdian para pengelola bisnis pada pemegang saham mayoritas(shareholder)adalah mutlak. Sebab, shareholder dengan kekuatan RUPS (rapat umum pemegang saham) secara absolut menentukan eksistensi dari para pengelola bisnis. Bila para pengelola bisnis tidak patuh pada pemegang saham, maka mereka berpotensi kehilangan jabatan dan fasilitas, tetapi hal ini bukanlah berarti para pengelola bisnis boleh melalaikan para stakeholder dan bertekuklutut pada setiap permintaan shareholder. Para pengelola bisnis harus selalu ingat bahwa suksesnya bisnis sangat dipengaruhi oleh stakeholder, khususnya para konsumen dan penyuplai, jadi pengelola bisnis tidak boleh kehilangan akal sehatnya dalam menjaga semua kepentingan shareholder dan stakeholder secara utuh dalam sebuah kejujuran dan keadilan.
Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting di dalam dunia bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola bisnis, tanpa merugikan siapapun.
Bisnis itu seperti air, yang selalu mengalir dengan caranya sendiri tanpa perduli pada apapun dan terus mengalir menerobos setiap hambatan untuk mencapai hasrat dan kepentingan dari yang lebih kuat dan lebih cerdik.

untuk training/seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com