Jangan Biarkan Daya Saing Perusahaan Merosot!

November 17, 2009

“Saat Perusahaan Memperlihatkan Tanda-Tanda Penurunan Kinerja, Maka Saat Itu Wajib Mengumpulkan Semua Kekuatan Internal Dan Eksternal Perusahaan. Lalu, Memotivasi Semua Manusia Perusahaan Untuk Mengumpulkan Energi Sukses Dan Sekaligus Bekerja Buat Kinerja Terbaik.” – Djajendra

Ketika daya saing perusahaan merosot dalam kompetisi pasar yang ketat, ketika keseimbangan pertumbuhan bisnis turun akibat inflasi dan daya beli masyarakat yang rendah, ketika perusahaan sudah mulai oleng karena tidak punya sumber pendapatan tetap lagi untuk membayar semua biaya. Dan sekarang Perusahaan berada dalam titik krisis multidimensi, yang membuat perusahaan sudah sekarat dan hampir koma akibat penyakit krisis multidimensi yang menggerogoti semua bagian tubuh perusahaan. Lantas apa yang harus Anda lakukan? Sedangkan Anda memiliki kewajiban – kewajiban yang harus dibayar, seperti gaji, biaya operasional rutin, biaya bunga pinjaman, dan biaya – biaya tetap lainnya yang harus Anda keluarkan walaupun bisnis Anda sudah tidak bisa berjalan normal lagi akibat sakit krisis multidimensi yang sedang dideritanya.
Bila perusahaan Anda sebuah raksasa besar mungkin akan ada banyak alternatif untuk mengobati sakit krisis multidimensi yang diderita perusahaan, sebab sebuah perusahaan raksasa pasti menarik perhatian para investor besar yang kaya raya, dan lagian perusahaan raksasa pasti masih sanggup membayar para konsultan terbaik untuk segera mengobati penyakit krisis multidimensi perusahaan dengan berbagai obat mujarab, dan melalui keterlibatan banyak orang super pintar akan segera menyelamatkan semua kesulitan perusahaan melalui perawatan intensif yang akan menyembuhkan penyakit krisis multidimensi tersebut secara sempurna. Tetapi apa ceritanya bila perusahaan Anda adalah menengah kebawah yang mungkin selama ini harus berjuang sendiri untuk survive dengan sistem manajemen yang ala kadarnya, sebab untuk mendapatkan orang – orang super hebat mungkin perusahaan Anda belum sanggup membayarnya. Dan artikel ini saya buat untuk bahan referensi perusahaan kecil dan menengah dalam mengobati perusahaannya yang lagi sakit keras.
Perusahaan suka oleng oleh sebab pengelolaan yang tidak tepat pada saat – saat krusial. Untuk menjaga agar perusahaan tidak oleng, maka Anda harus mampu menjaga efektifitas, efisiensi, produktivitas, dan profit perusahaan Anda dalam keseimbangan yang tepat untuk memastikan agar perusahaan Anda tidak oleng oleh berbagai penyakit perusahaan yang mematikan.
Berbagai penyakit perusahaan yang timbul akibat lemahnya daya saing, cash flow yang sulit, sumber daya manusia yang tidak efektif, manajemen risiko yang lemah, produk dan jasa yang ketinggalan zaman, tidak mampu berekspansi, sistem pengendalian yang tidak terukur, sistem keuangan yang tidak konsisten, para customer yang sudah bosan, dan ada banyak lagi penyebab – penyebab untuk membawa perusahaan Anda masuk kedalam ruang ICU.
Apabila perusahaan Anda sudah terlanjur masuk ICU (intensif care unit)oleh penyakit yang sangat parah, lantas apa reaksi Anda? Apakah Anda menyerah dan membubarkan perusahaan?, atau mungkin Anda mencari investor baru, atau mungkin Anda tetap berjuang keras untuk mengobati setiap penyakit perusahaan Anda dengan kesabaran tinggi. Apa pun dapat Anda lakukan agar perusahaan Anda menjadi sembuh dan kuat lagi untuk mampu bersaing di dalam pasar yang penuh dengan kompetisi tinggi tersebut.
Kunci mengobati penyakit parah perusahaan Anda adalah kepemimpinan yang kuat dan memiliki daya tahan untuk bekerja dalam organisasi perusahaan yang serba kurang. Kepemimpinan yang sanggup memotivasi dan meyakinkan setiap sumber daya manusia perusahaan untuk tetap bersemangat tinggi dalam kerja sama mengobati semua penyakit berbahaya tersebut dengan kesabaran tinggi dan kerja keras tanpa henti. Kepemimpinan yang memberi contoh – contoh positif dalam proses penyembuhan perusahaan dari penyakit kronis. Kepemimpinan yang sepenuh hati mengabdikan dirinya untuk keselamatan dan penyembuhan penyakit perusahaan secara total.
Customer adalah salah satu obat paling mujarab untuk mengatasi semua penyakit perusahaan Anda. Ingat bahwa tanpa customer bisnis itu tidak ada, dengan memberikan perhatian yang besar kepada kebutuhan para customer Anda, maka perusahaan masih bisa bernafas untuk tetap sadar dari komanya. Bisnis memerlukan kepercayaan dari para customernya, dan ketika Anda memfokuskan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada semua customer Anda, berarti Anda telah mulai mengobati penyakit ganas perusahaan Anda secara tepat.
Mental pisikologis para stakeholder perusahaan; seperti bank, karyawan, pemilik saham, pemasok, customer, kantor pajak, dan yang lain – lainnya harus diyakinkan dengan sepenuh hati dan kejujuran tinggi untuk mau membantu mengerti usaha perusahaan ke arah penyembuhan total melalui dukungan langsung dan tidak langsung dari para stakeholdernya.
Sejenak saya ingin mengajak Anda untuk mengingat sebuah buku bagus karya Michael Teng yang berjudul “Corporate Turn Around, Nursing A sick Company Back to Health”. Dalam buku tersebut Michael Teng memberikan informasi berdasarkan pengalaman nyata dia menyelamatkan perusahaan – perusahaan dari kebangkrutan. Dia membangun persepsi bahwa perusahaan mirip seperti tubuh manusia. Dan oleh karena itu, penyakit perusahaan harus disembuhkan seperti cara – cara penyembuhan yang lazim digunakan dalam medis kedokteran penyembuhan penyakit manusia. Cara Michael Teng dengan persepsinya tersebut menurut akal sehat dapat kita terima sebagai sebuah referensi penting dalam upaya penyembuhan penyakit perusahaan yang sudah kronis.
Selama perusahaan dalam proses pengobatan, janganlah sekali – kali berpikir tentang hal – hal negatif, seperti kebangkrutan, ketidakmampuan, ketidakyakinan, atau mencoba menyerah untuk terus dengan sabar mengobati dan mengendalikan gerak langkah perusahaan ke arah sehat.
Sebelum Anda dan sumber daya manusia Anda berpikir cara – cara tehnis penyembuhan penyakit kronis perusahaan Anda, Anda bersama setiap sumber daya manusia perusahaan Anda harus membangun kepercayaan diri, motivasi untuk mampu menyembuhkan penyakit perusahaan, semangat yang tidak luntur oleh badai apapun, keyakinan seratus persen bahwa perusahaan akan terselamatkan, dan semua pikiran dan tindakan positif yang efektif dalam mengobati penyakit perusahaan secara optimal.
Kita semua sepakat bahwa cash flow adalah detak jantung perusahaan yang mengalirkan darah kesemua bagian tubuh organisasi dan sendi kehidupan perusahaan. Tanpa cash flow yang positif, dipastikan penyakit akan semakin kronis dan hal ini tidak akan membantu penyembuhan perusahaan Anda.
Ada banyak cara untuk tetap menjaga cash flow berada dalam kondisi cash in (masuk)lebih besar dari cash out (keluar), antara lain melalui meningkatkan penjualan, mengendalikan pengeluaran dengan perilaku efisiensi total, atau mendapatkan pinjaman berbiaya rendah. Tetapi secara mental juga harus dibangun persepsi bahwa Anda bersama semua sumber daya manusia Anda selalu memiliki keyakinan dan kerja keras yang mampu menjaga cash flow yang sehat di perusahaan Anda. Cash flow positif adalah sebuah kunci penting yang tidak boleh sekalipun diabaikan dalam proses penyembuhan penyakit perusahaan Anda, termasuk pada saat perusahaan berada dalam tingkat kesehatan yang prima.
Pada akhirnya kita semua harus sadar bahwa dunia bisnis memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, dan setiap perusahaan yang terlanjur sudah sakit parah harus mau belajar dan melatih dirinya secara konsisten untuk mengobati setiap penyakitnya dengan kesadaran tertinggi, ketulusan hati tertinggi, keikhlasan tertinggi dari setiap sumber daya manusianya untuk mau bersatu dalam persepsi yang sama dalam upaya terkonsentrasi dengan prioritas utama menyembuhkan penyakit kronis perusahaan tersebut.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Prima Dari Petugas Taksi

November 13, 2009

“Pelayanan Dari Hati Terjujur Akan Memancarkan Energi Baik. Walaupun Saya Berdiri Dari Suatu Jarak Yang Tidak Sangat Dekat, Tapi Saya Bisa Menangkap Semangat, Aura Baik, Energi Baik, Dan Sikap Tulus Dari Petugas Taksi Tersebut.”- Djajendra

Hari jumat sore sekitar jam 5 an, tanggal 13 November 2009, Jakarta diguyur hujan yang cukup lebat. Hujan yang lebat ini membuat saya harus bertahan di lobi bawah plasa semanggi untuk menunggu panggilan mobil. Selagi saya menunggu, perhatian saya tertuju kepada dua orang petugas lapangan dari sebuah perusahaan taksi ternama di Jakarta. Di tengah hujan yang mengguyur dengan cukup deras, kedua petugas taksi itu bekerja keras membantu penumpang yang antri untuk mendapatkan taksi.

Hujan yang cukup deras membuat banyak sopir taksi dari perusahaan tersebut enggan masuk ke areal plasa semanggi, kedua petugas taksi tersebut berupaya turun ke jalan dan mengajak para sopir taksi agar mau naik ke areal pol taksi tersebut di plasa semanggi. Walaupun terlihat kedua petugas itu sudah cukup berteriak-teriak memanggil para sopir taksi untuk mengisi pol mereka di plasa semanggi, tapi sopir yang patuh kelihatannya tidak terlalu banyak. Mungkin karena hujan yang cukup lebat dan dimana-mana mulai banjir, para sopir taksi enggan mengambil penumpang.

Antrian calon penumpang semakin panjang, dan hebatnya sebagian besar penumpang  sangat tertib dalam antrian. Terlihat ada beberapa kali, ada penumpang yang mencoba minta di dahulukan kepada kedua petugas taksi tersebut, tapi dengan senyum dan sikap disiplin kedua petugas tersebut meminta penumpang itu untuk mengikuti antrian yang ada. Saya melihat sebuah pemandangan yang sangat jarang di Jakarta, lalu kedua petugas itu membuat saya teringat tentang kedisiplinan saat menunggu taksi di Singapore. Mungkin buat kebanyakan orang apa yang dilakukan kedua petugas itu hal biasa, tapi buat saya itu merupakan hal luar biasa, hal yang tanpa sengaja saya belajar tentang pelayanan prima dari kedua petugas taksi yang luar biasa itu.

Kedua petugas taksi itu mengajarkan disiplin, tata karma, dan etika pelayanan prima yang luar biasa hebat. Sungguh saya sangat kagum dan sangat memuji kehebatan dari kedua petugas tersebut. Sangat spontan dan tidak dibuat-buat. Senyum dan gerak-gerik mereka terlihat sangat tulus dan sangat menikmati pekerjaan mereka. Kedua petugas lapangan dari perusahaan taksi berwarna biru tersebut adalah pribadi unggul yang pasti suatu hari mampu mencapai karier yang cukup tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pribadi Sukses Tidak Pernah Menyerah Dan Pribadi Yang Menyerah Tidak Pernah Sukses.

November 10, 2009

“Sesungguhnya Tidak Ada Kegagalan Di Dalam Kehidupan, Yang Ada Hanya Ujian Untuk Menjadi Lebih Hebat Dan Lebih Baik. Artinya, Anda Harus Selalu Berjuang Dengan Tegar Dan Sabar Untuk Mewujudkan Semua Impian Dan Harapan Hidup Anda. Jangan Pernah Menyerah Ataupun Tergoncangkan Oleh Badai Perasaan Gagal, Sebab Anda Dilahirkan Untuk Sukses.” – Djajendra

Sukses itu menurut saya adalah hidup dengan perasaan kaya  dan syukur, hidup yang tidak dikendalikan oleh kekuatan uang, tapi dikendalikan oleh kekuatan cinta. Kehadiran Anda dikehidupan ini adalah cerita sukses. Jadi, sukses itu dimulai dari keyakinan, perasaan, kepercayaan bahwa Anda dilahirkan untuk mendapatkan semua sukses Anda.

Pribadi sukses itu lahir dari kepastian dirinya untuk memikirkan sukses, merasakan sukses, dan meyakini sukses melalui latihan – latihan visual yang penuh disiplin, dan benar-benar meyakini sukses itu ada untuk menjadikan dirinya sebagai pribadi sukses.

Perasaan kurang yakin dan tidak percaya diri untuk mendapatkan kehidupan yang diinginkan adalah awal dari perjalanan kegagalan. Artinya, bila sejak awal seseorang ragu tentang kemampuan dirinya buat meraih sukses, maka ia sesungguhnya telah  memutuskan dan mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan.

Mungkin saja Anda terus berjuang dan tidak berhenti berusaha untuk meraih kehidupan yang seperti Anda harapkan. Tetapi bila Anda masih melihat, merasakan, dan bergaul dengan segala kekurangan disekitar Anda, maka secara otomatis benih kegagalan akan menguasai semua kawasan pikiran dan perasaan Anda.

Keberhasilan itu ada bukan hanya dari latihan, kerja keras,  dan disiplin, tapi juga dari keyakinan dan kepercayaan diri  untuk secara bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi pribadi sukses.

Bila mulai saat ini Anda mampu mempercayai kehebatan diri Anda dalam sikap rendah hati, maka semua keraguan Anda kepada kehebatan potensi sukses diri Anda akan terhapus. Jangan ragu untuk berlatih sukses melalui teknik visualisasi atau pun imajinasi, biasanya latihan melalui teknik visualisasi mampu menembus batas-batas logika, dan keterampilan sukses Anda bisa menjadi lebih unik. Jadi, sekarang ini bangkitlah dari ketidakpercayaan diri Anda, lalu  berjuanglah untuk menjadikan diri Anda menjadi pribadi sukses.  Jangan sekali-kali meremehkan latihan dan kerja keras Anda di dalam perjalanan Anda menuju sukses. Ingat, pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menjalani Karier Sesuai Impian Dan Harapan Bukanlah Perkara Sulit

November 8, 2009

”Setiap Kali Menghadapi Kemunduran, Saya Memperbaiki Diri Dan Melanjutkan Hidup Karena Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri.” – Sir Philip Green, Miliarder, Pengusaha Ritel

”Sering Kali Seseorang Mencari Sesuatu, Tetapi Menemukan Yang Lain.” – Neem Karoli Baba

“Uang Bukanlah Tuhan Maupun Iblis Saya. Melainkan Sebentuk Energi Yang Cendrung Menegaskan Siapa Diri Kita, Apakah Seorang Tamak Atau Penyayang.” – Dan Millman, Penulis

Apakah Anda lebih suka memperjuangkan arah karier kerja Anda sesuai impian dan harapan Anda, atau Anda lebih suka mengalir seperti air dan membiarkan nasib yang menentukan karier kerja Anda?

Apa pun pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini, bila Anda mau bertanggung jawab, fokus, tekun, jujur, berkomitmen, ulet, dan selalu belajar mencintai pekerjaan tersebut, maka yakinlah bahwa Anda pasti akan mencapai tingkat kepuasan tertinggi dari karier kerja yang sedang Anda jalani tersebut.

Apa pun pilihan Anda itu adalah hak Anda, tetapi sebaiknya jadikanlah diri Anda sebagai pusat kekuatan yang menentukan arah karier kerja Anda.

Menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala keinginan diri adalah hal terbaik, termasuk memiliki kesadaran total untuk berkarier dengan visi, komitmen, ketekunan, sikap jujur, dan tanggung jawab dalam mencapai semua impian dan harapan.

Menjalani karier kerja sesuai impian dan harapan bukanlah perkara sulit. Anda yang memiliki inteligensi emosi baik, inteligensi intelektual, inteligensi logika, dan inteligensi terhadap semua bakat dan potensi diri Anda, pasti mampu mengatur diri Anda untuk berkarier sesuai impian dan harapan.

Karier kerja yang hebat itu lahir dari sikap optimis diri sendiri untuk memperjuangkan pekerjaan yang sedang dilakoni secara total, tanpa pernah merasa lelah atau bosan. Jadi, jangan pernah Anda menempatkan keraguan apa pun atas setiap langkah Anda menuju perjuangan total dalam semangat mewujudkan karier kerja Anda yang hebat. Tetapi, pastikan Anda selalu bersemangat, bekerja cerdas, dan menjadi pemenang dalam setiap tekanan dan ketegangan yang mencoba membuat Anda ragu.

Jadilah pribadi tangguh yang mampu menyingkirkan semua hambatan yang mencoba menghalangi laju karier kerja Anda, dan miliki mental pemenang untuk menaklukan semua penghambat karier kerja Anda. Percayalah, Anda pasti mampu memperkuat keunggulan semua bakat dan potensi diri Anda, melalui sikap sabar, pikiran jernih, dan mental pejuang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Belilas Kota Minyak Dan Gas

November 6, 2009

“Saya Belum Pernah Berada Dalam Situasi Ketika Memiliki Uang Membuat Keadaan Menjadi Lebih Buruk.”-Clinton Jones, Pemain Football Amerika

Setelah mendarat bersama garuda Indonesia di Bandar udara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, Riau. Saya bersama rombongan dari sebuah perusahaan gas melanjutkan perjalanan dengan mobil inova ke sebuah daerah bernama Belilas, yang berjarak sekitar lima sampai dengan enam jam dari kota Pekanbaru. Tujuan kami adalah ke lokasi perusahaan gas tersebut dan kami akan menginap di hotel Miki Mutiara, satu-satunya hotel di kota Belilas. Jalur perjalanan kami adalah lintas timur Sumatra.

Pada tahun 1988 an, Belilas adalah sebuah daerah transmigran dan sekarang ini telah berkembang menjadi kota kecil yang ramai dan kaya. Kaya gas alam, kaya minyak bumi, kaya sawit, kaya karet, kaya kayu, dan kaya lain sebagainya.

Memasuki kota Belilas terkesan sangat gersang, tanah kapur yang berwarna putih dengan suhu udara yang panas membuat semuanya terasa gersang. Tapi untungnya perkebunan sawit, karet, dan kayu kertas di kiri kanan jalan membuat kehijauan tetap terpelihara.

Perjalanan menuju ke Belilas bisa melalui kota Jambi atau pun kota Pekanbaru, keduanya merupakan pilihan yang baik. Kalau melalui kota Jambi perjalanan harus melewati jalan yang bertikungan tajam, kalau melalui kota Pekanbaru perjalanan harus melewati jalan turun naik dengan sudut pandang yang sempit. Jadi, kami harus selalu berhati-hati, sebab ada begitu banyak truk-truk pengangkut kayu dan sawit yang menggunakan kedua jalur tersebut.

Di sepanjang perjalanan saya melihat semua rumah tinggal, warung, toko, dan gedung perkantoran menggunakan atap berbahan seng. Saya bertanya dengan rekan-rekan setim dan jawabannya sangat beragam. Sesampai di hotel Miki Mutiara saya menemui sebuah gedung bertingkat dua yang ternyata juga atapnya berbahan seng.

Listrik selalu padam. Saya heran, Belilas adalah daerah yang kaya minyak, gas, sawit, kayu, karet, dan kaya sdm nya. Tetapi kenapa listrik sering sekali padam. Semalaman di Belilas sudah beberapa kali listrik mati, kasihan laptop saya.

Salah satu pengalaman unik saya berjalan-jalan ke Sumatra, khususnya ke daerah-daerah yang kaya minyak dan gas bumi adalah listrik sering sekali padam. Kenapa ya?

Melihat listrik sering padam, beberapa orang dari rekan setim memutuskan untuk menginap di kantor mereka, walau disekeliling kantor mereka ada pipa gas, tapi mereka lebih merasa nyaman dengan kantornya yang sudah lengkap fasilitas berkualitas tinggi.

Pagi yang cerah di tanah Belilas. Seperti biasa, setiap pagi saya pasti berolahraga ringan, dan ketika saya melakukan latihan pernapasan, tanah kapur belilas ikut naik bersama udara yang saya hirup. Jadi, terpaksa saya batalkan latihan pernapasan saya, dan hanya melakukan jalan-jalan di sekeliling taman hotel yang minim warna-warni tanaman.

Sekitar jam 5 an sore kami telah selesai memberikan pelatihan. Seharusnya malam itu kami masih di Belilas, tapi mengingat sering-seringnya listrik padam, maka sekitar jam 6 an sore kami memutuskan untuk kembali ke kota Pekanbaru. Perjalanan malam hari yang harus lebih berhati-hati, sebab jalanan cukup senyap dan licin oleh hujan rintik-rintik.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menginternalisasi Etika Bisnis Ke Mind Set Karyawan Dan Pimpinan

November 5, 2009

“Bila Saya Membandingkan Situasi Ketika Saya Masih Bekerja Di Tahun 1996 An, Di Mana Saat Itu Bisnis Dijalankan Seperti Sopir Bis Yang Ngebut Di Pinggir Jurang, Maka Di Hari Ini Saya Melihat Ada Aturan Dan Kesantunan Untuk Menjalankan Bisnis Secara Beretika.”-Djajendra

Saat ini para pemegang saham di perusahaan-perusahaan besar sangat mewajibkan manajemen untuk mensosialisasikan etika bisnis kepada setiap lapisan pimpinan dan karyawan. Setelah mengikuti program internalisasi etika bisnis, para karyawan dan pimpinan juga wajib menandatangani semacam pakta integritas untuk bekerja berdasarkan etika bisnis. Intinya, pihak pemegang saham sangat serius untuk membangun kualitas sumber daya manusia perusahaannya agar mampu berhubungan secara profesional dengan setiap stakeholders.

Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa etika bisnis sudah tidak sekedar teori dan wacana, tapi telah menjangkau kepada program internalisasi ke mind set karyawan dan pimpinan. Jelas, semua ini adalah program lanjutan dari implementasi prinsip-prinsip good corporate governance.

Saya menyerap dari berbagai pembicaraan dan pelatihan good corporate governance yang saya berikan, pemegang saham bersama-sama manajemen perusahaan sangat menginginkan praktik-praktik bisnis yang bersih dan jujur. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan – perusahaan Indonesia sedang menuju kepada praktik-praktik bisnis yang sehat dan penuh tanggung jawab. Semua ini adalah titik terang untuk terciptanya sistem ekonomi Indonesia yang berkredibilitas tinggi.  Saya selalu optimis dan percaya bahwa praktik-praktik bisnis di Indonesia akan menjadi contoh terbaik di dunia.

Setiap langkah menginternalisasi etika bisnis kepada sumber daya manusia perusahaan menjadi semacam konfirmasi kuat bagi stakeholders, akan keseriusan perusahaan untuk berbisnis dengan cara-cara yang penuh etika dan tanggung jawab.

Secara pasti niat implementasi good corporate governance di Indonesia ternyata berjalan sangat  luar biasa. Bila saya membandingkan situasi ketika saya masih bekerja di tahun 1997 an, di mana saat itu bisnis dijalankan seperti sopir bis yang ngebut di pinggir jurang, maka di hari ini saya melihat ada aturan dan kesantunan untuk menjalankan bisnis secara beretika. Walaupun semua ini masih dalam proses menuju ke cara yang lebih baik. Artinya, semenjak good corporate governance di perkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2000 an, hasilnya cukup baik dan good corporate governance saya anggap cukup sukses memberikan banyak  hal positif  buat dunia korporasi Indonesia.

Sistem dan gagasan untuk menjalankan etika bisnis di perusahaan secara profesional akan menciptakan budaya korporasi yang mendukung keunggulan di dalam kompetisi global. Dan, semua ini akan menciptakan efisiensi dan efektifitas di semua aspek kerja perusahaan.

Semangat pemegang saham untuk menginternalisasikan etika bisnis di semua kalangan pejabat dan pegawai dalam perusahaannya dan juga terhadap para stakeholdersnya akan menjadikan perusahaan semakin kuat, sehat, dan kompetitif. Di samping itu, setiap stakeholders juga harus saling mendukung untuk menjalankan etika bisnis secara profesional.

Pelaksanaan etika bisnis secara total, hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dan kejujuran di antara setiap stakeholders untuk berkomitmen menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat, adil, bermoral dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Karyawan Biasa Juga Bisa Kaya Raya

November 4, 2009

“Perbedaan Antara Orang Kaya Dengan Orang Miskin Adalah Bahwa Orang Miskin Membelanjakan Uang Mereka Lalu Menyimpan Sisanya; Orang Kaya Menyimpan Uang Mereka Lalu Membelanjakan Sisanya.” – Jim Rohn, Motivator

Beberapa waktu yang lalu Radio HardRock Bali mewancarai saya untuk sebuah acara talk show. Tema yang dibahas adalah apakah mungkin karyawan biasa menjadi kaya? Sebuah tema pembahasan yang sangat cerdas dan kreatif.

Sering sekali para pekerja atau karyawan level bawah merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjadi kaya raya seperti orang kaya pada umumnya. Ada kesan bahwa kalau kita bekerja dengan jujur dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan etika kerja, maka kita akan sulit menjadi kaya dan makmur. Sebuah kesan yang sangat salah.

Di sepanjang hidup saya, saya paling suka mengamati kisah-kisah sukses dari orang-orang yang ada disekeliling saya. Dan, ada begitu banyak kisah-kisah pribadi luar biasa yang mampu meraih sukses dan keberhasilan melalui jalan yang jujur dan berintegritas tinggi. Termasuk, para karyawan level bawah dengan gaji sekitar lebih kurang dua jutaan, masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai pribadi istimewa yang mencapai kemakmuran dan kekayaan. Apa rahasianya? Rahasianya adalah melakukan investasi. Rahasianya adalah membelanjakan uang seminimal mungkin dan menabung semaksimal mungkin. Rahasianya adalah memiliki mind set seorang investor dan selalu mencari peluang untuk mencari lahan investasi terbaik dengan risiko minimal.

Saya tidak pernah menyarankan Anda untuk berinvestasi di saham, valas, reksadana, obligasi, dan barang-barang sejenisnya. Saya sarankan Anda untuk melakukan investasi di bidang bisnis, tanah, emas, dan sejenisnya. Saya juga menyarankan Anda semua untuk membaca dan menghayati buku The Beardstown Ladies’ guide to smart spending for big savings, dan juga buku I Can Make You Rich, karya Paul McKenna.

Kehidupan selalu menjanjikan kemakmuran dan kekayaan buat pribadi-pribadi jujur, yang mau bekerja keras dan mau berjuang dengan mind set orang kaya untuk menjadi orang – orang kaya baru. Jadi, apa yang Anda pikirkan akan Anda hasilkan. Bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur, maka Anda pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur dan benar. Tetapi, bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan-jalan gelap yang penuh kecurangan, maka Anda pun pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang penuh dengan ketidakjujuran. Bedanya, kekayaan yang Anda dapatkan dijalan yang benar dan jujur akan memberikan Anda perasaan damai dan bahagia. Sedangkan kekayaan yang Anda dapatkan melalui jalan yang penuh kegelapan, kecurangan, dan ketidakjujuran  hanya akan mengantar Anda pada penderitaan hidup.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sudah Jujurkah Para Stakeholders Dalam Praktik Good Corporate Governance?

November 2, 2009

“Ketika Orang Bijaksana Meragukan Kejujuran Lingkungannya Untuk Menciptakan Kebaikan, Maka Keyakinan Dan Kepercayaan Diri Telah Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Kejujuran adalah sifat dan perilaku yang sangat mulia. Ketika kejujuran menjadi kesepakatan dalam setiap hubungan dengan para stakeholders, maka semangat good corporate governance di perusahaan pasti dapat diwujudkan secara baik. Persoalannya, sering sekali perusahaan sudah berjuang keras untuk menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat dan bersih, tapi kelakukan tidak sehat dan tidak bersih dari segelintir stakeholders membuat kerja keras perusahaan tersebut kandas di dalam ketidakjujuran.

Di sela-sela makan siang pelatihan etika bisnis di Grand Jatra Hotel, Pekan Baru, Riau. Saya duduk satu meja dengan dirut dari perusahaan yang sedang saya training tersebut. Sambil mencicipi makan siang yang nikmat itu, si dirut curhat, si dirut merasa telah berjuang mati-matian untuk menjalankan etika bisnis dan prinsip-prinsip good corporate governance dengan sebersih-bersihnya, dan di internal perusahaan hal ini berhasil, tapi saat perusahaan berhubungan dengan para stakeholdersnya, perusahaan sangat sulit untuk mempertahankan nilai-nilai praktik bisnis yang bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Sebagai trainer dan motivator, saya harus membesarkan hati si dirut, saya harus memperbesar semangatnya agar beliau tidak menyerah diperjalanan sucinya untuk membangun korporasi yang sehat dan kuat. Beliau adalah seorang dirut yang luar biasa jujur dan bersih, beliau telah banyak memberikan contoh-contoh keteladanan yang baik di internal perusahaannya, sehingga para karyawan tertular sikap jujur si dirut, dan pada umumnya standar kejujuran para karyawan di perusahaan ini sudah cukup tinggi. Artinya, integritas para karyawan sudah tidak perlu diragukan lagi, semuanya telah menjalankan tugas, tanggung jawab, fungsi, dan peran kerja mereka secara bijaksana. Semuanya telah menunjukkan kuantitas dan kualitas kerja yang luar biasa berbobot.

Setelah saya mendengar curhat si dirut, saya katakan bahwa tantangan akan selalu datang untuk menggoyang setiap niat baik dan kerja keras, tapi pemimpin yang unggul tidak akan pernah tergoncangkan oleh sikap dan perilaku tidak jujur dari pihak luar perusahaan.

Batas kekuasaan si dirut hanya sebatas perusahaan, begitu batasnya sudah di luar perusahaan, maka yang bertanggung jawab adalah seluruh masyarakat bersama-sama pemerintah. Jadi, kerja keras para pemimpin di internal perusahaan wajib didukung dengan kerja keras yang lebih jujur, lebih bersih, dan lebih penuh tanggung jawab dari setiap fungsi dan peran pemerintah dan masyarakat di dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih, jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab.  Bila masyarakat dan pemerintah kompak untuk membersihkan dan membuat setiap fungsi pelayanan menjadi jujur, bersih, terbuka, dan penuh tanggung jawab, maka si dirut yang jujur ini pasti akan lebih bersemangat di dalam dedikasinya untuk membangun perekonomian bangsa yang kuat melalui bidang usahanya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Good Corporate Governance Mendukung Bisnis Untuk Dipercaya Oleh Stakeholders

November 1, 2009

“Jika Anda Berusaha Memahami Dan Menjalankan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Secara Bijaksana, Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Dengan Kualitas Diri Yang Sangat Tinggi.” – Djajendra

Dalam sebuah pelatihan seorang peserta bertanya tentang terlalu banyaknya infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan good corporate governance.  Si peserta merasa terlalu banyak komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan budaya good corporate governance di perusahaannya. Sebut saja, harus ada bord manual, etika bisnis, code of condact, GCG Code, sop, dan belum lagi ditambah fungsi-fungsi manajemen seperti corporate secretary, compliance, risk management, internal dan eksternal audit, department GCG, dan lain sebagainya.” Apakah semua ini tidak menciptakan biaya yang lebih tinggi?,” Tanya si peserta tersebut.

Saat perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness, maka di butuhkan trust atau kepercayaan. Nah, untuk membangun kepercayaan diperlukan sistem, aturan, dan kebijakan yang sifatnya konsisten.

Memang betul bahwa untuk menjalankan good corporate governance  secara konsisten dan benar diperlukan biaya tambahan, tapi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menjalankan budaya good corporate governance ini akan menjadi tidak terlalu besar bila bisnis perusahaan menjadi lebih dipercaya dan lebih efisien.

Bisnis adalah kepercayaan, dan saat perusahaan dipercaya oleh setiap stakeholdersnya, maka secara otomatis omset dan pertumbuhan bisnis  akan bertumbuh dengan pesat. Artinya, perusahaan akan menjadi lebih besar dengan keuntungan yang lebih maksimal. Ingat! Tujuan utama dari pelaksanaan good corporate governance adalah untuk memaksimalkan shareholder’s value. Jadi, tidaklah benar bahwa pelaksanaan budaya good corporate governance akan menciptakan biaya tinggi di perusahaan.

Melalui budaya good corporate governance yang benar, perusahaan dapat mengurangi setiap permasalahan yang ada di manajemen, di  operasional, di keuangan, di SDM, dan di semua aspek, fungsi, dan peran organisasi yang lainnya.

Pekerjaan yang berkualitas membutuhkan dukungan yang kuat dari setiap unsur kepemimpinan di perusahaan. Dan saat setiap pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong mewujudkan budaya good corporate governance di perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga akan menjadi lebih sehat dan lebih kuat bersama nilai-nilai dan prinsip-prinsip budaya good corporate governance.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Apakah Manusia Itu Sekedar Human Capital?

Oktober 28, 2009

“Selalu Lebih Mudah Membuang Orang Daripada Mengembangkan Mereka.” – John C. Maxwell, Mentoring 101

Manusia adalah sumber daya yang sangat penting dan sangat menentukan suksesnya sebuah organisasi bisnis. Oleh alasan itu, manusia disebut sebagai human capital oleh para pakar sumber daya manusia. Di mana, sebutan human capital buat manusia korporasi terkesan sangat bernuansa kapitalis dan hal ini sering sekali memperangkap setiap pekerja dengan beban kerja yang luar biasa tinggi. Pada saat ini sebagian besar waktu dari para pekerja korporasi dihabiskan dijalan dan ditempat kerja, dan sangat sedikit waktu buat keluarga mereka. Para ahli sumber daya manusia paling getol menciptakan berbagai macam sistem yang bertujuan memeras tenaga manusia secara maksimal, yang mana semua itu bertujuan memaksimalkan produktivitas dari sebuah bisnis tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan dan sisi spiritualitas dari para pekerja. Sejak dari proses rekrutmen yang super ketat dengan fit and proper test nya sampai dengan proses evaluasi kinerja, para pekerja tersebut diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi, di mana unsur kemanusiaan menghilang dan unsur menguangkan manusia melalui proses kerja yang berbeban tinggi menjadi andalan para ahli sumber daya manusia pada saat ini. Sering sekali persoalan pengetahuan dan kemampuan yang menjadi pemenang di bandingkan persoalan etika, moral, sikap, dan karakter. Dominasi pengetahuan dan kemampuan terhadap kompetensi pekerja berakibat pada hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah pekerjaan. Manusia telah disamakan dengan mesin, yang mana kemampuan manusia telah diukur seperti kita mengukur kemampuan mesin. Setiap pekerja yang mampu menjadi mesin bisnis yang tangguh cukup diberi gaji dan bonus yang super besar, tidak peduli apakah mereka terjebak dalam depresi ataupun kebosanan kerja, yang penting setiap pekerjaan dan tanggung jawab di laksanakan dengan sempurna, dan kinerja optimal dapat dihasilkan secara sempurna.
Dari pengalaman saya mengajar dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, persoalan yang paling sering muncul adalah kepemimpinan, komunikasi, dan etos kerja, yang mana ketiga hal ini selalu menjadi alasan utama dari ketidakharmonisan hubungan kerja di sebuah organisasi bisnis. Padahal sejak rekrutmen perusahaan-perusahaan itu telah menggunakan konsultan-konsultan rekrutmen yang berkelas dunia, dengan biaya rekrutmen yang luar biasa tinggi, tapi ketika para pekerja mulai menjadi human capital, maka sifat kemanusiaan mereka muncul dan mereka berontak dalam sikap diam untuk dijadikan sebagai human capital. Akibatnya, harapan perusahaan terhadap kinerja pekerjanya tidak mencapai target, dan semua ini jelas sangat merugikan masa depan bisnis perusahaan ke arah yang lebih baik. Persoalan dimesinkannya manusia adalah persoalan yang sangat jarang sekali dapat dipahami oleh para ahli sumber daya manusia. Sebab, para ahli sumber daya manusia telah terbiasa menggunakan alat Manpower planning mereka untuk rekrutmen, seleksi, hire, penilaian, dan lain sebagainya dengan alat-alat ukur yang tidak mempertimbangkan manusia sebagai energi kreatifitas tanpa batas itu, yang mereka pikirkan hanyalah bahwa manusia dapat diukur seperti mengukur kinerja dari sebuah mesin. Manusia pada intinya adalah pribadi-pribadi sosial yang membutuhkan interaksi kemanusiaan secara utuh. Sedangkan para ahli sumber daya manusia telah menciptakan alat-alat ukur dari sudut kapitalisme, yang mana jelas sangat bertolak belakang dengan sifat dasar manusia sebagai pribadi sosial. Hanya melalui sistem dan kultur yang mampu melihat manusia dari sisi kemanusiaannya, yang akan menciptakan budaya kerja yang kokoh dengan hubungan kerja yang harmonis. Dan, semua itu akan menghasilkan organisasi bisnis yang kuat dengan kekuatan kolaborasi, koordinasi, dan beretika tinggi dalam fondasi budaya trust.

Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com