Belajar Dari Kritik

November 14, 2009

“Kritik – Kritik Tajam Itu Seperti Guru Yang Sedang Mengajari Diri Kita Untuk Memperkuat Kemampuan Diri Sendiri Dalam Perjalanan Menuju Puncak Sukses Tertinggi.” – Djajendra

Saat seseorang merasa tidak nyaman pada sebuah kondisi, maka dia pasti akan mengkritik orang atau lingkungan yang membuat dirinya tidak nyaman. Saat diri merasa sangat mencintai atau menyayangi seseorang, tapi saling tidak paham, maka kritik akan menjadi solusi dalam upaya menyamakan kemauan.

Prilaku mengkritik adalah sesuatu hal yang sangat wajar. Kritik bisa muncul dari sikap cinta dan sikap benci. Kritik adalah guru terbaik yang mengajarkan diri untuk selalu memperkuat dan memperbaiki kualitas diri agar menjadi lebih cemerlang. Menerima kritikan dari orang lain berarti diri harus siap dengan tulus untuk bercermin pada cermin integritas jiwa.

Saat berada dibawah tekanan kritik sebaiknya tenangkan diri dan coba lakukan introspeksi untuk menjawab semua kritikan tersebut dengan jiwa besar. Saat performa diri dalam kondisi yang labil, maka kritikan biasanya akan dipahami secara negatif, dan secara otomatis akan mengakibatkan diri merasa tertekan. Jadi, pastikan Anda menjadikan setiap kritikan sebagai pengetahuan berharga dalam upaya memperkuat kualitas diri Anda. Jadikan setiap suara kritikan sebagai energi positif yang membangkitkan benih-benih motivasi diri untuk menjadi lebih baik. Jangan pernah membiarkan diri Anda tertekan oleh suara kritik dari sumber manapun, tapi berpikirlah positif dan jadikan setiap kritikan seperti lagu-lagu indah yang memotivasi perasaan dan pikiran Anda untuk bangkit dan bekerja lebih cerdas lagi.

Jangan pernah biarkan sikap pesimistis orang lain terhadap kemampuan diri Anda merusak semua potensi hebat yang ada di dalam diri Anda. Anda harus menjadi pribadi tegar yang tak tergoncangkan oleh badai kritik, lalu menjawab semua keraguan orang lain terhadap diri Anda dengan prestasi dan cara kerja yang hebat. Jangan biarkan diri Anda menjadi bulan-bulanan kritik dari siapa pun, jangan biarkan diri Anda menjadi keranjang sampah kritikan orang lain. Tetapi, bangkitlah dan tunjukkan kepada setiap orang bahwa Anda adalah pribadi terbaik dengan prestasi yang luar biasa hebat.
Setiap suara kritikan tidak boleh membuat Anda menyerah. Setiap kali dihujam kritik tidak boleh membuat Anda berkecil hati dan ketakutan. Setiap kali diri Anda diteror oleh suara-suara kritikan, Anda tidak boleh lari dan bersembunyi dikolong kehidupan. Ingat, tekanan adalah hal yang wajar di dalam kehidupan, tekanan bila dipahami secara positif, maka tekanan itu akan menjadi energi yang membuat diri lebih banyak belajar tentang hal-hal yang lebih baik dari kehidupan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pelayanan Prima Dari Petugas Taksi

November 13, 2009

“Pelayanan Dari Hati Terjujur Akan Memancarkan Energi Baik. Walaupun Saya Berdiri Dari Suatu Jarak Yang Tidak Sangat Dekat, Tapi Saya Bisa Menangkap Semangat, Aura Baik, Energi Baik, Dan Sikap Tulus Dari Petugas Taksi Tersebut.”- Djajendra

Hari jumat sore sekitar jam 5 an, tanggal 13 November 2009, Jakarta diguyur hujan yang cukup lebat. Hujan yang lebat ini membuat saya harus bertahan di lobi bawah plasa semanggi untuk menunggu panggilan mobil. Selagi saya menunggu, perhatian saya tertuju kepada dua orang petugas lapangan dari sebuah perusahaan taksi ternama di Jakarta. Di tengah hujan yang mengguyur dengan cukup deras, kedua petugas taksi itu bekerja keras membantu penumpang yang antri untuk mendapatkan taksi.

Hujan yang cukup deras membuat banyak sopir taksi dari perusahaan tersebut enggan masuk ke areal plasa semanggi, kedua petugas taksi tersebut berupaya turun ke jalan dan mengajak para sopir taksi agar mau naik ke areal pol taksi tersebut di plasa semanggi. Walaupun terlihat kedua petugas itu sudah cukup berteriak-teriak memanggil para sopir taksi untuk mengisi pol mereka di plasa semanggi, tapi sopir yang patuh kelihatannya tidak terlalu banyak. Mungkin karena hujan yang cukup lebat dan dimana-mana mulai banjir, para sopir taksi enggan mengambil penumpang.

Antrian calon penumpang semakin panjang, dan hebatnya sebagian besar penumpang  sangat tertib dalam antrian. Terlihat ada beberapa kali, ada penumpang yang mencoba minta di dahulukan kepada kedua petugas taksi tersebut, tapi dengan senyum dan sikap disiplin kedua petugas tersebut meminta penumpang itu untuk mengikuti antrian yang ada. Saya melihat sebuah pemandangan yang sangat jarang di Jakarta, lalu kedua petugas itu membuat saya teringat tentang kedisiplinan saat menunggu taksi di Singapore. Mungkin buat kebanyakan orang apa yang dilakukan kedua petugas itu hal biasa, tapi buat saya itu merupakan hal luar biasa, hal yang tanpa sengaja saya belajar tentang pelayanan prima dari kedua petugas taksi yang luar biasa itu.

Kedua petugas taksi itu mengajarkan disiplin, tata karma, dan etika pelayanan prima yang luar biasa hebat. Sungguh saya sangat kagum dan sangat memuji kehebatan dari kedua petugas tersebut. Sangat spontan dan tidak dibuat-buat. Senyum dan gerak-gerik mereka terlihat sangat tulus dan sangat menikmati pekerjaan mereka. Kedua petugas lapangan dari perusahaan taksi berwarna biru tersebut adalah pribadi unggul yang pasti suatu hari mampu mencapai karier yang cukup tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Rawatlah Perasaan Dan Pikiran Sukses

November 13, 2009

“Jika Kita Melakukan Semua Yang Sanggup Kita Lakukan, Maka Kita Akan Sangat Takjub.” – Thomas A. Edison

Apa itu sukses? Bagaimana cara mendapatkan sukses? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meraih sukses? Bagaimana cara menjaga sukses? Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas itu selalu menjadi hal yang dipertanyakan oleh banyak orang.

Untuk mengetahui apa itu sukses, saya mencoba berbicara dengan beberapa orang yang saya kenal dengan latar belakang yang berbeda. Pertama saya temui seorang pebisnis yang cukup sukses. “pak, apa yang membuat hidup Anda senang, penuh syukur, dan merasa sukses.” Tanya saya pada beliau.

Dengan bangga beliau menceritakan berbagai pengalaman masa lalunya yang penuh penderitaan, lalu beliau merasa mampu menaklukkan semua rintangan tersebut, dan sekarang menjadi kaya raya. “saya akan merasa sukses bila kekayaan saya sudah mencapai sekitar 200 juta dolar.” Jawab si pebisnis dengan penuh semangat.

Setelah dari si pebisnis, beberapa hari kemudian saya bertemu dengan seorang karyawan di sebuah perusahaan yang cukup terkenal.  “ibu, apa yang membuat hidup Anda senang, penuh syukur, dan merasa sukses.” Tanya saya pada beliau.

Dengan penuh semangat si ibu bercerita bahwa dia telah merintis karir dari level paling bawah, dan sekarang posisi dia adalah vice president. “sebagai seorang professional, saya akan merasa sukses bila mampu mencapai puncak karir tertinggi.” Kata si ibu dengan penuh semangat.

Setelah dari si ibu, beberapa hari kemudian saya keluar makan malam di Benhil – Sudirman, depan rumah sakit Mintohardjo. Di situ kalau malam hari banyak restoran kaki lima yang berjejer. Sambil makan, saya ngobrol dengan si pemilik restoran kaki lima tersebut. “pak, apa yang membuat hidup Anda senang, penuh syukur, dan merasa sukses.” Tanya saya pada beliau.

Dengan senyum malu-malu, si pemilik restoran kaki lima berkata,” asal bisa makan dan biaya sekolah anak tercukupi saya merasa sukses, bersyukur, dan berterima kasih.” Jawab si pemilik restoran kaki lima.

Beberapa hari setelah dari restoran kaki lima, saya mengunjungi seorang guru spiritual yang saya tahu orangnya bijaksana dan tercerahkan.  “pak, apa yang membuat hidup Anda senang, penuh syukur, dan merasa sukses.” Tanya saya pada beliau.

Dengan senyum beliau menjawab,”saya disayangi Tuhan. Tuhan memberikan segala kemudahan dan banyak kebaikan kepadaku. Saya disayangi anak-anakku, keluargaku, dan setiap orang yang saya temui. Saya mencintai hidup dan dunia adalah surga terindah.”

Mendengar ucapan dan pendapat dari orang-orang yang saya temui, saya menjadi semakin percaya bahwa sukses itu sangat tergantung pada perasaan dan pikiran, yang berasal dari kemampuan mengoptimalkan potensi pekerjaan yang ditekuni dengan penuh dedikasi.

Ukuran sukses tidak sesempit sebatas materi dan benda-benda mewah, tapi lebih kepada ukuran perasaan dan pikiran yang mampu mewujudkan kebutuhan dan harapan. Artinya, saat perasaan dan pikiran merasa berkecukupan dan berkelimpahan dalam perasaan syukur, maka sukses itu telah dimiliki.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Bernafaslah Setiap Hari Untuk Hal-Hal Baik

November 12, 2009

“Setiap Informasi, Pemberitahuan, Dan Berita Memiliki Pengaruh Terhadap DNA Kita, Dan Akan Membekas Pada Seluruh Struktur Sel-Sel Tubuh Kita.” – Pierre Franckh, Law Of Resonance

Setiap hari diri kita terkepung dengan berbagai berita negative. Pemberitaan di tv, koran, dan juga internet selalu lebih suka dan lebih banyak memberitakan hal-hal negative. Banyak berita yang disajikan adalah tentang hal-hal yang tidak kita inginkan. Artinya, kita semua hidup dilingkungan informasi negative, dilingkungan informasi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan untuk mendapatkan kehidupan yang damai, nyaman, bahagia, dan sejahtera. Persoalannya, dalam dunia pemberitaan, berita-berita negative dianggap lebih komersial dibandingkan berita-berita positif.

Sekarang ini kehidupan sedang mengalami perubahan. Semakin hari semakin banyak orang-orang muncul dengan kesadaran baru untuk menghindari dan menjauhkan diri dari semua sumber pemberitaan dan informasi negative. Langkah-langkah mereka memang sudah benar, tapi sifatnya menjadi begitu ekstrim. Ada beberapa orang yang saya kenal memperaktikkan gaya hidup yang anti tv, anti koran,dan cendrung menjauhkan dirinya dari semua sumber kehidupan yang menurut mereka adalah negative. Sepertinya mereka sangat terobsesi kepada konsep hukum ketertarikan (law of attraction). Memang betul apa yang dikatakan oleh hukum ketertarikan tersebut, tapi yang lebih betul lagi adalah bahwa manusia harus berjuang dan bekerja lebih keras untuk menaklukkan semua hal yang tidak ia inginkan. Artinya, kita harus berpandangan bahwa semua pemberitaan dan informasi negative tersebut adalah hal-hal yang tidak boleh ada di dalam kehidupan kita.

Menurut pengalaman saya, hukum ketertarikan dapat kita jalankan melalui serangkaian latihan bersama pikiran sadar kita. Saya selalu lebih suka menjadikan pikiran sadar sebagai panglima kehidupan. Saya lebih suka menggunakan logika dan akal sehat dalam menentukan sebuah pilihan. Begitu kekuatan logika dan akal sehat menyatu bersama perasaan nikmat, maka kita pun dengan mudah mampu menghapus semua hal-hal yang tidak kita inginkan dari data base pikiran bawah sadar kita.

Kualitas kehidupan kita sangat ditentukan oleh perasaan nikmat yang kita miliki di setiap kali kita bernafas. Oleh karena itu, bernafaslah setiap hari hanya untuk hal-hal baik. Hal-hal baik yang bisa memberikan rasa damai, rasa bahagia, rasa sehat, rasa nyaman, dan rasa sejahtera kepada diri Anda.

Fokuskan diri kepada semua keinginan; kelola diri dengan nilai-nilai kehidupan yang diinginkan; taklukkan semua informasi dan pemberitaan negative melalui kekuatan pikiran sadar; dan setiap kali batin tergoncangkan oleh hal-hal negative, langsung gunakan kekuatan pikiran sadar untuk kembali kepada hal-hal yang mendamaikan perasaan.

Bernafas adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan kita. Tariklah secara perlahan nafas Anda sedalam-dalamnya, dan lepaskan semua beban kehidupan negative Anda melalui pelepasan nafas yang sekencang-kencangnya. Jadikan latihan pernafasan sebagai alat yang membangkitkan getaran perasaan nikmat dalam kehidupan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Landasan Kuat Sebuah Dialog Adalah Emosi Dan Pikiran

November 10, 2009

“Ucapan, Perasaan, Dan Pikiran Yang Buruk Akan Menjadi Semakin Buruk Saat Diri Tidak Mampu Menahan Dan Mengendalikan Diri Dari Kritikan Lawan Dialog.” – Djajendra

Apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda rasakan akan menentukan kualitas sebuah dialog. Jika di dalam sebuah dialog masing – masing pihak berpikiran buruk terhadap lawan dialognya, maka hasil akhir dari dialog itu adalah kericuhan, saling mengkritik, dan saling menghujat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menghadiri dialog bersama energi damai, energi bahagia, energi tenang, energi sabar, energi kebenaran, energi kejujuran, dan energi logika positif. Lalu, yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti mampu berdialog dengan kreatif, cerdas, tegas, lugas, santun, sederhana, dan jelas.

Dialog yang baik seharusnya dimulai dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, sehingga masing-masing pihak mempunyai dasar pijakan dialog yang jelas. Lalu, masing-masing pihak harus dapat saling menghargai perbedaan pendapat; memperlengkapi kekurangan masing-masing; dan menjadi  energi positif yang fokus untuk menyelamatkan visi, misi, dan strategi melalui logika-logika positif  yang cerdas.

Emosi yang cerdas dan pikiran positif yang kuat akan mengisi karakter diri menjadi tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kritik.  Dan, dialog akan menjadi semakin produktif  kalau pemimpin dialog mampu menjadi pribadi yang berjiwa besar yang tak  tergoncangkan oleh badai kritik lawan dialognya.

Seorang pemimpin yang baik pasti akan tenang dan menjawab semua kritikan melalui kata-kata positif  yang menyejukkan hati para lawannya. Dia tahu bahwa berbeda pandangan itu biasa, dan dia tahu bahwa dia harus lebih sabar walau setiap omongannya dipotong sebelum selesai.

Pemimpin berkualitas tidak akan cengeng oleh teriakan dan kritikan lawan dialog, tapi dia akan berpikir bahwa inilah momentum yang tepat untuk memperlihatkan kualitas kepemimpinan dirinya yang hebat.

Pemimpin hebat selalu memahami bahwa tidak selalu sebuah dialog harus diakhiri dengan kompromi. Tapi, sebuah dialog merupakan sarana untuk menampung pokok-pokok pikiran atau pun aspirasi orang lain dengan sebaik-baiknya.

Seorang pemimpin sejati walaupun dirinya dikatakan bodoh, dia akan tenang dan sabar, lalu bersikap dan memperlihatkan kepada dunia bahwa sesungguhnya dia bukan orang bodoh, tapi pribadi cerdas yang beraura positif untuk menghargai setiap pendapat orang lain dengan jiwa besar.

“Pemimpin Terbaik Adalah Dia Yang Mampu Tersenyum Tegar Dan Menerima Semua Kritikan Dengan Jiwa Besar.” – Djajendra

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Pribadi Sukses Tidak Pernah Menyerah Dan Pribadi Yang Menyerah Tidak Pernah Sukses.

November 10, 2009

“Sesungguhnya Tidak Ada Kegagalan Di Dalam Kehidupan, Yang Ada Hanya Ujian Untuk Menjadi Lebih Hebat Dan Lebih Baik. Artinya, Anda Harus Selalu Berjuang Dengan Tegar Dan Sabar Untuk Mewujudkan Semua Impian Dan Harapan Hidup Anda. Jangan Pernah Menyerah Ataupun Tergoncangkan Oleh Badai Perasaan Gagal, Sebab Anda Dilahirkan Untuk Sukses.” – Djajendra

Sukses itu menurut saya adalah hidup dengan perasaan kaya  dan syukur, hidup yang tidak dikendalikan oleh kekuatan uang, tapi dikendalikan oleh kekuatan cinta. Kehadiran Anda dikehidupan ini adalah cerita sukses. Jadi, sukses itu dimulai dari keyakinan, perasaan, kepercayaan bahwa Anda dilahirkan untuk mendapatkan semua sukses Anda.

Pribadi sukses itu lahir dari kepastian dirinya untuk memikirkan sukses, merasakan sukses, dan meyakini sukses melalui latihan – latihan visual yang penuh disiplin, dan benar-benar meyakini sukses itu ada untuk menjadikan dirinya sebagai pribadi sukses.

Perasaan kurang yakin dan tidak percaya diri untuk mendapatkan kehidupan yang diinginkan adalah awal dari perjalanan kegagalan. Artinya, bila sejak awal seseorang ragu tentang kemampuan dirinya buat meraih sukses, maka ia sesungguhnya telah  memutuskan dan mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan.

Mungkin saja Anda terus berjuang dan tidak berhenti berusaha untuk meraih kehidupan yang seperti Anda harapkan. Tetapi bila Anda masih melihat, merasakan, dan bergaul dengan segala kekurangan disekitar Anda, maka secara otomatis benih kegagalan akan menguasai semua kawasan pikiran dan perasaan Anda.

Keberhasilan itu ada bukan hanya dari latihan, kerja keras,  dan disiplin, tapi juga dari keyakinan dan kepercayaan diri  untuk secara bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi pribadi sukses.

Bila mulai saat ini Anda mampu mempercayai kehebatan diri Anda dalam sikap rendah hati, maka semua keraguan Anda kepada kehebatan potensi sukses diri Anda akan terhapus. Jangan ragu untuk berlatih sukses melalui teknik visualisasi atau pun imajinasi, biasanya latihan melalui teknik visualisasi mampu menembus batas-batas logika, dan keterampilan sukses Anda bisa menjadi lebih unik. Jadi, sekarang ini bangkitlah dari ketidakpercayaan diri Anda, lalu  berjuanglah untuk menjadikan diri Anda menjadi pribadi sukses.  Jangan sekali-kali meremehkan latihan dan kerja keras Anda di dalam perjalanan Anda menuju sukses. Ingat, pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kenapa Membiarkan Diri Dijebak?

November 8, 2009

“Setiap Pergerakan Hebat Dan Berpengaruh Dalam Rangkaian Kejadian Di Dunia Ini Merupakan Kejayaan Dari Antusiasme. Tidak Ada Kehebatan Apa Pun Yang Dapat Dicapai Tanpanya.” – Ralph Waldo Emerson

Role play atau permainan peran adalah salah satu sesi penting di setiap pelatihan karyawan. Melalui role play suasana pelatihan menjadi penuh tawa dan kritis. Suasana ngantuk pun bisa berubah menjadi penuh gairah. Intinya, role play selalu mampu memberikan energi yang membuat para peserta tetap bersemangat bersama acara pelatihan. Jadi, Semakin sering para peserta tertawa kritis, maka semakin hidup dan bergairah acara pelatihan tersebut.

Dalam sebuah acara pelatihan good corporate governance – etika bisnis, saya membuat sebuah role play dengan skenario yang sangat sederhana, tapi bisa mengundang lelucon, tawa, dan sikap kritis peserta. Bunyi skenarionya seperti berikut,”  isteri Anda dicurigai telah menerima komisi dari mitra bisnis perusahaan Anda. Dan, Anda adalah orang yang ikut membuat keputusan terhadap tender perusahaan dengan mitra bisnis tersebut. Perusahaan memiliki bukti-bukti aliran dana dari mitra bisnis ke rekening isteri Anda. Sekarang Anda sedang diperiksa oleh tim GCG. Bagaimana cara Anda menjelaskan hal ini kepada atasan dan departemen GCG?”

Untuk skripnya bersifat bebas, di mana para peserta harus secara spontan mengeluarkan kata-kata dialog atau pun monolog sesuai suara hati mereka. Intinya, skenario di atas hanyalah sebagai petunjuk dasar, dan semua permainan peran dilakukan secara bebas sesuai suara hati nurani para peserta.

Biasanya setelah pertunjukkan drama “role play” selesai, pasti akan ada diskusi dan perdebatan. Dan, kebetulan di acara pelatihan ini ada seorang peserta yang begitu antusias dan sedikit ngotot. Si peserta berkata,” kalau saya dijebak bagaimana, mungkin saya tidak tahu tentang aliran uang itu, dan mungkin isteri saya juga ikut menjebak saya.” Sepertinya si peserta telah terhipnotis dengan drama “role play” tersebut, dan menjadi begitu perasa dan sensitif dengan setiap kata-kata yang diucapkan oleh para pelakon drama tersebut.

Demikianlah ketika saya sedang menonton drama cecak versus buaya di TV, saya malah teringat drama “role play”  di acara pelatihan GCG tersebut, suasananya hampir mirip, tapi di acara pelatihan GCG semuanya kami akhiri dengan suasana manis dan indah buat pengendalian diri yang lebih baik di masa depan.

Hidup ini adalah belajar dari kesalahan dan kesombongan, ketika kita sadar dan tulus untuk memperbaiki kesalahan dan menghapus sikap sombong kita, maka kita pun akan tumbuh menjadi lebih bermanfaat buat kehidupan banyak orang.

Di dalam setiap sesi role play, saya selalu ingin mengajarkan nilai-nilai moral, nilai-nilai moral yang mampu membedakan tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Sebab, sekali kita menjadi pribadi yang tak mampu membedakan mana yang baik dan buruk, dan mana yang benar dan salah, maka kita akan berada dalam skenario kehidupan yang penuh dengan energi negatif, yang membuat diri kita terjebak bersama penderitaan batin untuk selama-lamanya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menjalani Karier Sesuai Impian Dan Harapan Bukanlah Perkara Sulit

November 8, 2009

”Setiap Kali Menghadapi Kemunduran, Saya Memperbaiki Diri Dan Melanjutkan Hidup Karena Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri.” – Sir Philip Green, Miliarder, Pengusaha Ritel

”Sering Kali Seseorang Mencari Sesuatu, Tetapi Menemukan Yang Lain.” – Neem Karoli Baba

“Uang Bukanlah Tuhan Maupun Iblis Saya. Melainkan Sebentuk Energi Yang Cendrung Menegaskan Siapa Diri Kita, Apakah Seorang Tamak Atau Penyayang.” – Dan Millman, Penulis

Apakah Anda lebih suka memperjuangkan arah karier kerja Anda sesuai impian dan harapan Anda, atau Anda lebih suka mengalir seperti air dan membiarkan nasib yang menentukan karier kerja Anda?

Apa pun pekerjaan yang sedang Anda lakoni saat ini, bila Anda mau bertanggung jawab, fokus, tekun, jujur, berkomitmen, ulet, dan selalu belajar mencintai pekerjaan tersebut, maka yakinlah bahwa Anda pasti akan mencapai tingkat kepuasan tertinggi dari karier kerja yang sedang Anda jalani tersebut.

Apa pun pilihan Anda itu adalah hak Anda, tetapi sebaiknya jadikanlah diri Anda sebagai pusat kekuatan yang menentukan arah karier kerja Anda.

Menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala keinginan diri adalah hal terbaik, termasuk memiliki kesadaran total untuk berkarier dengan visi, komitmen, ketekunan, sikap jujur, dan tanggung jawab dalam mencapai semua impian dan harapan.

Menjalani karier kerja sesuai impian dan harapan bukanlah perkara sulit. Anda yang memiliki inteligensi emosi baik, inteligensi intelektual, inteligensi logika, dan inteligensi terhadap semua bakat dan potensi diri Anda, pasti mampu mengatur diri Anda untuk berkarier sesuai impian dan harapan.

Karier kerja yang hebat itu lahir dari sikap optimis diri sendiri untuk memperjuangkan pekerjaan yang sedang dilakoni secara total, tanpa pernah merasa lelah atau bosan. Jadi, jangan pernah Anda menempatkan keraguan apa pun atas setiap langkah Anda menuju perjuangan total dalam semangat mewujudkan karier kerja Anda yang hebat. Tetapi, pastikan Anda selalu bersemangat, bekerja cerdas, dan menjadi pemenang dalam setiap tekanan dan ketegangan yang mencoba membuat Anda ragu.

Jadilah pribadi tangguh yang mampu menyingkirkan semua hambatan yang mencoba menghalangi laju karier kerja Anda, dan miliki mental pemenang untuk menaklukan semua penghambat karier kerja Anda. Percayalah, Anda pasti mampu memperkuat keunggulan semua bakat dan potensi diri Anda, melalui sikap sabar, pikiran jernih, dan mental pejuang.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Belilas Kota Minyak Dan Gas

November 6, 2009

“Saya Belum Pernah Berada Dalam Situasi Ketika Memiliki Uang Membuat Keadaan Menjadi Lebih Buruk.”-Clinton Jones, Pemain Football Amerika

Setelah mendarat bersama garuda Indonesia di Bandar udara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, Riau. Saya bersama rombongan dari sebuah perusahaan gas melanjutkan perjalanan dengan mobil inova ke sebuah daerah bernama Belilas, yang berjarak sekitar lima sampai dengan enam jam dari kota Pekanbaru. Tujuan kami adalah ke lokasi perusahaan gas tersebut dan kami akan menginap di hotel Miki Mutiara, satu-satunya hotel di kota Belilas. Jalur perjalanan kami adalah lintas timur Sumatra.

Pada tahun 1988 an, Belilas adalah sebuah daerah transmigran dan sekarang ini telah berkembang menjadi kota kecil yang ramai dan kaya. Kaya gas alam, kaya minyak bumi, kaya sawit, kaya karet, kaya kayu, dan kaya lain sebagainya.

Memasuki kota Belilas terkesan sangat gersang, tanah kapur yang berwarna putih dengan suhu udara yang panas membuat semuanya terasa gersang. Tapi untungnya perkebunan sawit, karet, dan kayu kertas di kiri kanan jalan membuat kehijauan tetap terpelihara.

Perjalanan menuju ke Belilas bisa melalui kota Jambi atau pun kota Pekanbaru, keduanya merupakan pilihan yang baik. Kalau melalui kota Jambi perjalanan harus melewati jalan yang bertikungan tajam, kalau melalui kota Pekanbaru perjalanan harus melewati jalan turun naik dengan sudut pandang yang sempit. Jadi, kami harus selalu berhati-hati, sebab ada begitu banyak truk-truk pengangkut kayu dan sawit yang menggunakan kedua jalur tersebut.

Di sepanjang perjalanan saya melihat semua rumah tinggal, warung, toko, dan gedung perkantoran menggunakan atap berbahan seng. Saya bertanya dengan rekan-rekan setim dan jawabannya sangat beragam. Sesampai di hotel Miki Mutiara saya menemui sebuah gedung bertingkat dua yang ternyata juga atapnya berbahan seng.

Listrik selalu padam. Saya heran, Belilas adalah daerah yang kaya minyak, gas, sawit, kayu, karet, dan kaya sdm nya. Tetapi kenapa listrik sering sekali padam. Semalaman di Belilas sudah beberapa kali listrik mati, kasihan laptop saya.

Salah satu pengalaman unik saya berjalan-jalan ke Sumatra, khususnya ke daerah-daerah yang kaya minyak dan gas bumi adalah listrik sering sekali padam. Kenapa ya?

Melihat listrik sering padam, beberapa orang dari rekan setim memutuskan untuk menginap di kantor mereka, walau disekeliling kantor mereka ada pipa gas, tapi mereka lebih merasa nyaman dengan kantornya yang sudah lengkap fasilitas berkualitas tinggi.

Pagi yang cerah di tanah Belilas. Seperti biasa, setiap pagi saya pasti berolahraga ringan, dan ketika saya melakukan latihan pernapasan, tanah kapur belilas ikut naik bersama udara yang saya hirup. Jadi, terpaksa saya batalkan latihan pernapasan saya, dan hanya melakukan jalan-jalan di sekeliling taman hotel yang minim warna-warni tanaman.

Sekitar jam 5 an sore kami telah selesai memberikan pelatihan. Seharusnya malam itu kami masih di Belilas, tapi mengingat sering-seringnya listrik padam, maka sekitar jam 6 an sore kami memutuskan untuk kembali ke kota Pekanbaru. Perjalanan malam hari yang harus lebih berhati-hati, sebab jalanan cukup senyap dan licin oleh hujan rintik-rintik.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Melihat Singapore Dari Balkon Hotel

November 5, 2009

“Membangun Kecemerlangan Sebuah Kota Itu Butuh Integritas, Butuh Komitmen, Butuh Kerja Keras, Butuh Konsistensi, Butuh Semangat, Butuh Energi, Butuh Kecerdasan, Butuh Kekuatan Uang, Dan Butuh Kepercayaan Diri.” – Djajendra

Saat saya bilang kepada anak saya bahwa saya ada tugas menjadi pembicara di sebuah acara training di Batam, anak saya langsung menceritakan tentang murahnya harga-harga barang elektronik di Batam. Dan dia pun menitip sebuah hp BB lengkap dengan nomor tipe dan modelnya untuk saya belikan buat dia.

Sore hari setelah menyantap Sop Ikan Batam yang terkenal itu, saya berjalan-jalan di pusat penjualan barang-barang elektronik di Batam. Saya mulai mencari barang pesanan anak saya dari satu toko hp ke toko hp berikutnya. Ternyata harga barangnya sama dengan harga Jakarta, malah kalau pintar nawar mungkin Jakarta menjadi jauh lebih murah. Setelah berkeliling pusat perbelanjaan tersebut harga BB yang dipesan anak saya itu  berselisih 100 ribu rupiah dengan harga di Jakarta. Dan saya konfirmasi kembali kepada anak saya, lalu dia setuju untuk tidak dibeli.

Dari waktu ke waktu pamor kota Batam sebagai tempat membeli barang-barang murah ternyata mulai pudar. Batam telah menjadi kota yang sama dengan kota-kota lain di pulau Sumatra. Sudah tidak ada hal yang istimewa. Mungkin buat turis Singapore Batam masih menjadi tempat berlibur kuliner yang murah. Mungkin loh!

Batam masih berpotensi untuk menjadi kota pariwisata dan bisnis yang terkemuka di kawasan Sumatra, Riau. Tetapi, semua ini perlu kebijakan yang cerdas dan komitmen yang konsisten.

Sudah sangat sering saya pergi ke Batam, seingat saya sejak tahun 1992 an saya sudah suka jalan-jalan ke kota Batam. Memang pada awalnya perkembangan kota Batam luar biasa ambisius, ada semangat yang luar biasa pada saat itu untuk menjadi kota penyaing Singapore, tapi semenjak tahun 2000 an ada perlambatan dan rasa tidak percaya masyarakat di Batam untuk menjadikan  Batam sebagai kota tandingan Singapore.

Pagi hari sebelum check out dari Hotel Planet Holiday untuk kembali ke Jakarta. Saya menyempatkan diri untuk melihat lingkungan sekitar hotel tersebut melalui balkon hotel. Pandangan pertama saya langsung tertuju pada pinggiran kota Singapore.  Dari balkon kamar 620 hotel Planet Holiday tersebut terlihat laut yang memisahkan Singapore dan Batam, laut yang terisi oleh kapal-kapal raksasa pengangkut barang. Pinggiran Singapore dengan gedung-gedung pencakar langit yang begitu luar biasa modern. Sedang di sisi Batam tidak ada satu pun gedung pencakar langit, yang terlihat dari pandangan saya hanya sekitar empat gedung tinggi, yaitu Swiss Belhotel, Hotel Oasis, dan dua gedung lainnya yang namanya tidak terbaca oleh saya.  Saya merenung sejenak memikirkan ambisi Batam tempo dulu untuk menjadi kota penanding Singapore, tapi sekarang ini dari balkon hotel, saya melihat Batam sangat lambat larinya dan Singapore begitu luar biasa energinya untuk membangun negerinya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com