Belajar Dari Kritik

November 14, 2009

“Kritik – Kritik Tajam Itu Seperti Guru Yang Sedang Mengajari Diri Kita Untuk Memperkuat Kemampuan Diri Sendiri Dalam Perjalanan Menuju Puncak Sukses Tertinggi.” – Djajendra

Saat seseorang merasa tidak nyaman pada sebuah kondisi, maka dia pasti akan mengkritik orang atau lingkungan yang membuat dirinya tidak nyaman. Saat diri merasa sangat mencintai atau menyayangi seseorang, tapi saling tidak paham, maka kritik akan menjadi solusi dalam upaya menyamakan kemauan.

Prilaku mengkritik adalah sesuatu hal yang sangat wajar. Kritik bisa muncul dari sikap cinta dan sikap benci. Kritik adalah guru terbaik yang mengajarkan diri untuk selalu memperkuat dan memperbaiki kualitas diri agar menjadi lebih cemerlang. Menerima kritikan dari orang lain berarti diri harus siap dengan tulus untuk bercermin pada cermin integritas jiwa.

Saat berada dibawah tekanan kritik sebaiknya tenangkan diri dan coba lakukan introspeksi untuk menjawab semua kritikan tersebut dengan jiwa besar. Saat performa diri dalam kondisi yang labil, maka kritikan biasanya akan dipahami secara negatif, dan secara otomatis akan mengakibatkan diri merasa tertekan. Jadi, pastikan Anda menjadikan setiap kritikan sebagai pengetahuan berharga dalam upaya memperkuat kualitas diri Anda. Jadikan setiap suara kritikan sebagai energi positif yang membangkitkan benih-benih motivasi diri untuk menjadi lebih baik. Jangan pernah membiarkan diri Anda tertekan oleh suara kritik dari sumber manapun, tapi berpikirlah positif dan jadikan setiap kritikan seperti lagu-lagu indah yang memotivasi perasaan dan pikiran Anda untuk bangkit dan bekerja lebih cerdas lagi.

Jangan pernah biarkan sikap pesimistis orang lain terhadap kemampuan diri Anda merusak semua potensi hebat yang ada di dalam diri Anda. Anda harus menjadi pribadi tegar yang tak tergoncangkan oleh badai kritik, lalu menjawab semua keraguan orang lain terhadap diri Anda dengan prestasi dan cara kerja yang hebat. Jangan biarkan diri Anda menjadi bulan-bulanan kritik dari siapa pun, jangan biarkan diri Anda menjadi keranjang sampah kritikan orang lain. Tetapi, bangkitlah dan tunjukkan kepada setiap orang bahwa Anda adalah pribadi terbaik dengan prestasi yang luar biasa hebat.
Setiap suara kritikan tidak boleh membuat Anda menyerah. Setiap kali dihujam kritik tidak boleh membuat Anda berkecil hati dan ketakutan. Setiap kali diri Anda diteror oleh suara-suara kritikan, Anda tidak boleh lari dan bersembunyi dikolong kehidupan. Ingat, tekanan adalah hal yang wajar di dalam kehidupan, tekanan bila dipahami secara positif, maka tekanan itu akan menjadi energi yang membuat diri lebih banyak belajar tentang hal-hal yang lebih baik dari kehidupan.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kendalikan Emosi Marah Anda.

Oktober 29, 2009

“Ketika Emosi Marah Anda Menyakiti Orang Lain, Jangan Berbangga Atau Tersenyum Menang, Sebab Orang Lain Pasti Muak Dengan Anda Dan Emosi Marah Anda.”-Djajendra

Memarahi orang lain itu sangat gampang, siapapun bisa marah, dan marah itu energi emosi terburuk yang ada di dalam diri Anda. Persoalannya bukanlah membiarkan diri Anda hidup bersama emosi marah, tapi Anda harus bekerja keras untuk mengendalikan dan menghapus energi marah dari diri Anda, agar Anda terlihat pintar, baik, tulus, cerdas, sabar, percaya diri, dan enak dilihat oleh orang lain. Mampukah Anda?, atau maukah Anda hidup tanpa emosi marah? Semua jawabannya hanya Anda yang tahu, hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Anda hanya perlu ingat, bahwa emosi marah hanya mempercepat Anda diserang oleh berbagai macam penyakit komplikasi, yang berpotensi mengurangi rasa nyaman Anda dalam hidup ini.
Pribadi cerdas adalah pribadi yang tercerahkan oleh sifat-sifat baik, dia adalah pribadi yang melatih semua emosi marah untuk dijadikan emosi cinta yang penuh perhatian dan kepedulian pada kehidupan dirinya dan orang – orang lain. Dia selalu menggunakan akal sehat untuk melihat hidup dari mata hatinya yang telah tercerahkan oleh bahasa-bahasa kemanusiaan yang penuh cinta, kasih sayang, perhatian, dan kepedulian.
Mengendalikan emosi marah berarti Anda tulus dalam antusias besar, untuk mengidentifikasi semua kebiasaan buruk Anda dan menghentikannya segera mungkin, agar kebiasaan buruk itu tidak menjadi racun yang merusak semua reputasi dan kredibilitas Anda.
Hidup ini memang tidak sempurna. Dan setiap orang memiliki keterbatasan dan kesulitannya tersendiri untuk mengendalikan dan menghapus emosi marah dari dirinya, tetapi ketidaksempurnaan dan keterbatasan itu janganlah dibiarkan menjadi sebuah persetujuan buat membiarkan emosi marah hidup dan berkembang di dalam diri Anda. Anda harus tegas dalam komitmen yang jujur untuk mendepak dan menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Sebab, tanpa emosi marah Anda adalah pribadi yang tercerahkan untuk hidup sehat dan bahagia.
Tingkatkan kualitas diri Anda dengan cara-cara kebaikan yang penuh dengan sikap sabar dalam toleransi pergaulan, yang saling menghormati dan saling menghargai.
Jadilah pribadi yang memilih untuk berbicara tanpa dipengaruhi rasa marah. Jadilah pribadi yang penuh sabar dalam melihat realitas hidup hari ini. Jadilah pribadi yang peduli dan langsung memberi jalan keluar terbaik buat siapapun.
Bangun citra diri Anda sebagai pribadi yang cerdas, pintar, sabar, tulus, berkomitmen, percaya diri, dan peduli pada orang lain. Untuk itu, Anda tidak boleh jatuh ke dalam perangkap emosi marah. Sebab, sekali Anda bersatu dalam emosi marah, maka diri Anda akan dikenal oleh orang lain sebagai tukang marah-marah. Jadi hindari gambar buruk Anda dengan cara melatih dan berlatih terus-menerus untuk menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Ingat, manusia yang tercerahkan adalah jiwa-jiwa yang matang dengan tanpa setitikpun emosi marah di dalam dirinya.
Marah itu gampang, marah itu sifat orang barbar, sedangkan sifat orang tercerahkan adalah sabar dan penuh peduli.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Cara Mengatasi Luapan Emosi Di Kantor

September 16, 2009

“Setiap Kali Anda Meluapkan Emosi Marah Anda, Hasilnya Orang-Orang Disekitar Anda Semakin Tidak Menyukai Anda.” – Djajendra

spiritual

Pertanyaan?

Bagaimana cara mengatasi luapan emosi di kantor.  Banyak  sekali kasus kita memiliki masalah pribadi yang sulit dibendung hingga akhirnya menangis atau bahkan marah dengan rekan kerja hingga menyebabkan kita tidak lagi profesional dengan pekerjaan dan semua pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik. Nah, apakah ada tip-tip khusus agar kita lebih bisa mengontrol emosi dan bisa lebih fokus pada kerjaan kantor. Irfina – Cosmopolitan

Djajendra Menjawab!

Salah satu penyebab utama ketidakmampuan diri untuk menahan emosi marah adalah ketidakcerdasan diri dalam memahami pentingnya emosi positif dan pikiran positif.  Jika seseorang sadar dan tahu bahwa melalui emosi baik dia akan meraih kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, dan lebih sejahtera, maka dia pasti akan berjuang untuk mengendalikan dirinya dari semua emosi negatif.

Pribadi-pribadi yang emosinya positif pasti akan dicintai dan disukai oleh siapa pun dan dimana pun. Dan, orang-orang yang dicintai dan yang disukai biasanya tidak akan terlalu sulit untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sebab kehidupan akan membantu mereka melalui energi positif yang ada di dalam diri mereka sendiri.

Saat masalah pribadi menjadi sulit dibendung, janganlah menangis apalagi marah-marah dengan rekan kerja. Tetapi, segeralah bersujud dan berdoa kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong menyelesaikan masalah Anda. Lalu, jernihkan pikiran Anda, sederhanakan semua masalah Anda, tersenyumlah seolah-olah Tuhan telah membantu menyelesaikan permasalahan Anda, bersyukurlah dengan keadaan Anda sekarang, dan mulailah secara bertahap menyelesaikan semua masalah Anda tersebut dengan jiwa besar dan emosi yang lebih cerdas.

Pastikan Anda tetap menjadi pribadi yang profesional yang cerdas mengontrol emosi dan selalu fokus pada pekerjaan kantor Anda.

Catatan: tanya-jawab ini dibuat untuk kepentingan majalah Cosmopolitan

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Mengobati Stres Karyawan

September 11, 2009

”Semakin Sadar Perusahaan Untuk Mendidik Emosi Karyawan, Semakin Cerdas Karyawan Melayani Perusahaan Dengan Dedikasi Kerja Yang Tanpa Stres.” – Djajendra

Motivation nn

Semakin tinggi stres yang dirasakan karyawan di tempat kerja, semakin hilang kualitas diri si karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dan hal ini akan menggerogoti produktivitas perusahaan sampai ke level yang merusak kekuatan fundamental perusahaan. Harga yang harus ditanggung perusahaan terhadap stres di tempat kerja adalah sangat besar dan menimbulkan ketidakefisienan terhadap rencana perusahaan. Di samping itu, stres juga akan menjadi sumber utama dari ketidakbahagian karyawan di tempat kerja. Saat karyawan merasa tidak bahagia bersama perusahaan, mereka tidak akan memiliki motivasi dan antusiasme yang besar untuk membantu menjalankan rencana-rencana perusahaan secara bijak dan profesional.

Akumulasi dari stres karyawan yang tidak diperhatikan oleh perusahaan akan menjadi benih risiko yang akan tumbuh menjadi bencana buat perusahaan. Oleh karena itu, secara periodik perusahaan harus melakukan penilaian terhadap daya tahan diri karyawan dalam menghadapi pekerjaan; melakukan monitoring terhadap semua disiplin dan attitude karyawan pada perusahaan dan pekerjaan; melakukan evaluasi secara total tentang motivasi, tekad, sikap, dan gairah kerja karyawan untuk berjuang demi perusahaan. Dari hasil evaluasi ini perusahaan harus melakukan pencerahan dan brainstorming agar mind set karyawan searah dengan tujuan dan rencana perusahaan. Perusahaan juga harus mengambil tindakan-tindakan profesional untuk memindahkan, menghindari, dan mengurangi semua efek negatif dari stres karyawan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan harus bersikap berani dan tegas untuk menampung sebagian atau semua konsekuensi dari ancaman stres karyawan tersebut. Lalu, berupaya melakukan pencerahan total terhadap mental karyawan, termasuk mencerdaskan emosi baik dan pikiran positif karyawan.

Pimpinan dan karyawan harus berada dalam satu visi yang jelas untuk membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka dalam sebuah keharmonisan yang menciptakan kebahagian di tempat kerja dan menyingkirkan semua benih stres dari lingkungan kerja.

Ketika tubuh, jiwa, dan pikiran tidak berada dalam keseimbangan yang baik, maka daya tahan tubuh akan melemah dan kesehatan diri menjadi terganggu. Jelas, hal ini akan menjadi persoalan yang merugikan kepentingan perusahaan, selain perusahaan akan kehilangan produktivitas oleh ketidakhadiran karyawan di kantor, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya rumah sakit untuk mengobati karyawan yang sakit tersebut.

Stres yang berlarut-larut akan berubah menjadi depresi yang berpotensi membuat karyawan sering sakit-sakitan. Jika karyawan sudah sering sakit-sakitan, jangankan berharap prestasi dari dirinya, sekedar menuntaskan tugas dan tanggung jawab saja pasti dia tidak mampu.

Stres sangat berpotensi menyerang karyawan saat karyawan tidak mampu memenuhi target kerja; saat karyawan tidak mampu mengendalikan emosi dirinya dari tantangan dan tekanan kerja;  saat karyawan belum mampu berpikir positif terhadap semua persoalan dirinya dengan tempat kerjanya; saat karyawan terlibat konflik dengan kolega, pimpinan, keluarga, atau dengan yang lainnya; saat perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu besar kepada karyawan.

Stres akan merusak tubuh, emosi , dan mental sukses seorang karyawan, yang mana semua ini secara otomatis akan menurunkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Saatnya pimpinan dan karyawan bersatupadu memfokuskan diri untuk mencapai kinerja optimal melalui tubuh, jiwa, pikiran yang sehat dan penuh semangat.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Belajar Kebaikan Dari Ketidakbaikan Orang Lain

Agustus 19, 2009

“Kehidupan Yang Damai Selalu Akan Mendapat Cobaan Dan Ujian Dari Sikap Tidak Baik Orang Lain. Tetapi, Jika Anda Memiliki Keteguhan Hati Untuk Berpikir Positif Dan Belajar Hal-Hal Baik Dari Ketidakbaikan Orang Lain Tersebut, Anda Pasti Dapat Menjalani Kehidupan Yang Lebih Damai.” – Djajendra

Hal terburuk dalam hidup ini adalah membicarakan keburukan orang lain. Sebab, saat Anda membicarakan keburukan orang lain, saat itu juga Anda telah mengundang kekuatan negatif masuk ke dalam pikiran Anda, saat itu juga Anda telah membiarkan gerbang perasaan Anda terbuka untuk dimasuki dan diisi oleh kekuatan emosi negatif. Dan hasilnya, Anda tidak akan pernah merasa damai, nyaman, apalagi bahagia.

Benar! Membicarakan ketidakbaikan orang lain hanya akan membuat diri Anda tidak bahagia. Membicarakan ketidakbaikan orang lain akan menambah stres, akan mengurangi rasa bahagia Anda secara tanpa Anda sadari.

Maukah Anda menjadi pribadi yang tidak bahagia? Saya yakin semua orang menginginkan hidup dalam kebahagiaan total.

Jika Anda mengharapkan kehidupan yang bahagia, Anda harus memulainya dari hal-hal kecil. Misalnya, tidak lagi memikirkan apalagi membicarakan ketidakbaikan orang lain. Mulai hari ini belajarlah untuk menjadi pribadi yang melihat setiap hal dan setiap orang dari pikiran positif, dan dari perasaan baik Anda.

Sikap positif, pikiran positif, dan perasaan positif Anda dapat menciptakan kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, lebih ceria, lebih bersemangat, dan lebih  bermanfaat buat kehidupan yang indah ini.

Baik dan buruknya kehidupan ini ada di dalam pikiran dan perasaan. Ketika Anda merasakan hal-hal buruk di dalam kehidupan Anda, maka sesungguhnya hal-hal buruk itu keluar dari persepsi Anda, dari pikiran-pikiran negatif Anda terhadap realitas kehidupan.

Sikap baik Anda kepada orang lain; perasangka baik Anda kepada kehidupan; ketulusan hati Anda untuk menjalani setiap ujian kehidupan; kesabaran Anda dalam melihat perilaku dan karakter tak terpuji; dan kecerdasan Anda untuk memahami kebesaran Tuhan melalui keanekaragaman warna kehidupannya, dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi positif yang melihat semua aspek kehidupan dari sisi-sisi kebaikannya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Tragedi 17 Pagi – Bisnis Pascaledakan Di Ritz-Carlton Dan JW Marriott

Juli 17, 2009

“Ketika Cahaya Di Dalam Batin Terdalam Mati, Maka Kegelapan Akan Menguasai Pikiran Cerdas.” – Djajendra

Kehidupan saat ini, di dunia bagian manapun, ada orang-orang yang telah kehilangan cinta dan kasih sayang pada sesama manusia, sehingga mereka menjadi buas untuk melukai orang-orang tak berdosa. Jumat 17 pagi, orang-orang tak berdosa di Mega Kuningan Jakarta harus menerima musibah dan bencana dari kejadian ledakan bom. Kita semua sedih mendengarkan peristiwa yang menghasilkan bencana kemanusiaan, peristiwa yang melukai perasaan banyak orang. Kita semua berduka cita untuk korban-korban yang tak berdosa di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jakarta. Kita juga kecewa tidak dapat menonton tim sepak bola Manchaster United lawan PSSI di Senayan. Musibah akan selalu datang dan pergi, bencana akan selalu datang dan pergi, tetapi semangat tidak boleh pudar oleh bencana dan musibah. Jelas, dalam jangka pendek insiden ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriott ini pasti akan menjadi sorotan dunia Internasional. Untuk itu, diperlukan sikap tenang dari para pemimpin, lalu secara bijaksana mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas keamanan. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang memiliki magnet bisnis dan investasi untuk siapa pun. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang sangat berpengalaman menjinakan bencana dan musibah. Sudah banyak sekali bencana dan musibah yang jauh lebih besar dari tragedi 17 pagi, yang mampu diatasi oleh pemerintah dan rakyat. Saatnya kita interospeksi diri untuk memperkuat semua aspek keamanan, sehingga tidak ada ruang buat orang-orang buas yang hobinya menikmati penderitaan orang-orang tak berdosa.  Marilah kita membangun Indonesia menjadi rumah yang lebih aman dan nyaman buat tinggal, berbisnis dan berinvestasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu berpikiran positif untuk mengatasi kecemasan, ketakutan, kekhawatiran,  ketakberdayaan, dengan keamanan yang mendamaikan hati setiap orang.


Ketika Uang Dalam Kendali Kecerdasan Emosional Anda

Juni 15, 2009

“Uang Akan Menjadi Maharaja Di Dalam Batin Orang-Orang Lemah; Uang Akan Menjadi Budak Di Dalam Batin Orang-Orang Kuat; Uang Akan Menjadi Surga Di Dalam Batin Orang-Orang Bijak.” – Djajendra

“Jika Anda Mampu Mengelola Uang Dengan Bijak Di Bawah Kendali Kecerdasan Emosional Anda, Di Dalam Situasi Keuangan Anda Yang Kuat Atau Pun Di Dalam Situasi Keuangan Anda Yang Sangat Buruk, Barulah Anda Bisa Merasakan Batin Yang Merdeka Dan Bebas Dari Jajahan Uang Terhadap Diri Anda.” – Djajendra

Uang menjadi sebuah faktor yang tidak boleh diabaikan di dalam mengelola kedamaian batin. Uang itu seperti sebuah pisau yang tajam, bila digunakan untuk emosi baik dia akan mendatangkan manfaat, bila digunakan untuk emosi negatif dia akan mendatangkan musibah.

Saat Anda mampu melihat uang tanpa tergoda untuk menjadi serakah, Anda akan menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab untuk menggunakan uang dengan kekuatan kecerdasan emosional, dan secara otomatis Anda akan memahami bahwa ukuran cukup tidaknya uang ditentukan oleh kekuatan kecerdasan emosional Anda.

Sering sekali ketika uang yang tidak mencukupi kehidupan akan menjadi sumber kekacauan emosi diri. Perasaan takut akan hari esok dan perasaan tidak aman akan menjadi faktor yang membuat diri berada dalam sugesti kekalahan hidup.

Bila hal-hal negatif akibat kurangnya uang membuat Anda cemas dalam setiap momen hidup Anda, maka Anda sesungguhnya belum mampu mengelola potensi emosi baik Anda. Tetapi, ketika Anda sudah mampu mengelola uang Anda di bawah kendali kecerdasan emosional Anda, maka berapa pun jumlah nominal uang Anda akan menjadi kekuatan yang mampu membuat batin Anda nyaman dan tidak takut untuk melihat kebutuhan hari besok.

Di setiap aspek kehidupan Anda, walaupun Anda merasa telah melakukannya secara total dan penuh semangat, tapi bila ada persoalan uang di dalamnya, dan Anda tidak memiliki kecerdasan emosional yang tangguh dan solid, maka Anda pasti berada dalam rasa kurang beruntung dan kurang kaya.

Anda pasti tahu bahwa emosi diri yang selalu merasa tidak cukup dengan jumlah uang yang dimiliki, akan menciptakan batin yang jauh dari rasa bahagia dan damai.

Jika Anda mampu mengelola uang dengan bijak di bawah kendali kecerdasan emosional Anda, di dalam situasi keuangan Anda yang kuat atau pun di dalam situasi keuangan Anda yang sangat buruk, barulah Anda bisa merasakan batin yang merdeka dan bebas dari jajahan uang terhadap diri Anda.

Jika Anda konsisten dalam memanfaatkan kekuatan kecerdasan emosional Anda, untuk bisa tetap bertahan dan berjuang dalam mengatasi berbagai persoalan keuangan Anda, Anda akan menjadi pribadi yang bermental tangguh dengan tanpa rasa takut untuk menghadapi hari esok yang lebih cemerlang.

Jika Anda sulit atau pun tidak mampu menyingkirkan emosi negatif Anda dari persoalan sulitnya keuangan Anda, maka Anda tetap akan berada dalam ketidakbahagiaan dan ketidakdamaian batin dan pikiran Anda di sepanjang hidup Anda.

Ingat! Seberat apa pun persoalan keuangan Anda, jika Anda lakoni dengan kecerdasan emosional Anda, maka Anda akan menjadi semakin kuat untuk menaklukkan persoalan keuangan Anda itu melalui berbagai cara yang kreatif dan strategis.

Singkirkan diri Anda dari perasaan takut dan perasaan marah oleh miskinnya kantong Anda di hari ini. Dan peluklah semua emosi baik diri Anda, lalu berikan motivasi dan pencerahan kepada batin terdalam Anda, untuk bangkit berjuang dalam kekuatan rasa syukur atas apa yang Anda miliki saat ini.

Perasaan marah, kecewa, tidak percaya diri, dan  takut adalah benih-benih dari emosi negatif yang bisa merubah diri Anda menjadi sesuatu yang tidak berharga.

Ketika Anda menjalani setiap nafas kehidupan Anda bersama kekuatan kecerdasan emosional Anda, Anda akan selalu percaya diri dan yakin untuk memperbaiki setiap kekurangan diri dengan sikap tegar, sabar, dan optimistis.

Jadilah pribadi dengan kekuatan kecerdasan emosional diri yang konsisten, miliki komitmen yang kuat untuk meletakkan kekuatan keuangan Anda di bawah kendali emosi baik Anda. Dan, ekspresikan hidup Anda untuk menikmati setiap sisi surga yang ada di dalam diri Anda dan yang ada di luar diri Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Apakah Keterampilan Memanipulasi Emosi Diri Sendiri Bisa Dikategorikan Sebagai Kecerdasan Emosional?

Mei 11, 2009

”Memanipulasi Emosi Diri Sendiri Hanya Akan Membuat Anda Mengecil, Sementara Upaya Mencerdaskan Emosi Baik Akan Memaksa Potensi Sukses Diri Anda Tumbuh Lebih Besar Daripada Sebelumnya.” – Djajendra

Dear Bapak Djajendra,

Pertama saya mengucapkan terima kasih, saya telah banyak belajar tentang emotional intelligence dari tulisan-tulisan yang anda posting. Saya aktif di kelas akting, salah satu yang saya pelajari adalah melakukan latihan emosi. Teknik latihan emosi di kelas akting merupakan memanipulasi emosi diri sendiri. Pertanyaan saya, apakah keterampilan memanipulasi emosi diri sendiri ini bisa dikategorikan sebagai kecerdasan emosional? Langkah apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan perasaan bahagia yang sesungguhnya? Terima kasih, RR.Widia.

Djajendra Menjawab!

Dear RR.Widia,

Latihan emosi yang Anda lakukan di kelas akting merupakan sebuah latihan seni untuk kepentingan seni pertunjukan. Kehidupan manusia bersama realitas emosi dirinya sangatlah tidak sederhana untuk bisa diuraikan dalam sebuah skenario seni akting. Praktik memanipulasi emosi diri sendiri tidaklah sama dengan kecerdasan emosional. Perlu Anda pahami bahwa realitas hidup manusia adalah sebuah proses perjalanan hidup yang membutuhkan emosi positif untuk mengatasi setiap tantangan hidup. Sedangkan untuk mendapatkan perasaan bahagia yang sesungguhnya, Anda harus menghapus semua potensi emosi negatif diri Anda sampai keakar-akarnya secara total dan jujur.

Bila Anda tekun melatih emosi positif Anda, maka daya tahan mental diri Anda akan menjadi sangat tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kehidupan seperti apa pun. Oleh karena itu, tanamlah benih emosi baik ke dalam diri Anda; keluarkan segera semua benih emosi negatif dari gen Anda; pastikan Anda mampu untuk memahami, mengidentifikasi, dan mengontrol perasaan Anda sendiri secara bijaksana. Sekian dulu ya, RR.Widia, have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Setiap Hari Hidup Bersama Emosi Baik

Mei 10, 2009

”Penderitaan Itu Muncul Oleh Ketidakmampuan Diri Untuk Memanfaatkan Potensi Emosi Baik Dalam Diri. Jika Diri Mau Menangani Kecerdasan Emosionalnya Dengan Baik, Maka Penderitaan Tidak Akan Pernah Mampu Melukai Batin.”- Djajendra

Setiap orang pasti ingin menghindarkan dirinya dari penderitaan hidup, tapi tidak pernah mau untuk hidup dengan kekuatan emosi baik diri sendiri. Padahal melalui kekuatan emosi baik diri sendiri Anda pasti mampu menghindarkan diri dari ancaman penderitaan hidup apa pun. Kecerdasan emosional adalah obat termanjur untuk menghapus semua penderitaan hidup dari batin dan meningkatkan mood baik Anda.

Berikut tips untuk menjalani hari-hari Anda bersama emosi baik.

  • Bangunlah setiap pagi dengan niat baik untuk memberikan segala kebaikan hidup buat diri Anda sendiri dan buat orang-orang lain. Aktifkan kekuatan emosi baik dari kesadaran diri Anda, nyalakan pikiran positif Anda dari pikiran bawah sadar Anda.
  • Lakukan olahraga yang mampu meningkatkan aktivitas tubuh, pikiran, dan emosi Anda sampai ke tingkat keseimbangan emosi diri yang harmonis. Rasakan kegembiraan, kesehatan, dan kesenangan dalam setiap nafas Anda bersama aktivitas olahraga yang Anda lakukan tersebut.
  • Berjalanlah di sekitar pohon yang rindang dan tanaman bunga yang indah. Rasakan semua keindahan alam tersebut, dan jangan pernah lupa untuk mendapatkan sinar matahari pertama di pagi hari Anda yang indah.
  • Mulailah rutinitas tugas dan tanggung jawab Anda dengan doa dan rasa syukur. Bertindaklah  ramah terhadap kolega, pimpinan, customer, dan kepada siapa pun yang lainnya. Nikmati detik demi detik rutinitas Anda dengan cara memperkuat perasaan baik Anda untuk keramahan Anda pada orang lain.
  • Hadapi semua tantangan dan pahami semua masalah, kemudian gunakan kekuatan sikap baik Anda untuk menyelesaikannya dengan konsisten dan optimis.
  • Buatlah diri Anda seolah-olah setiap detik berada di lingkungan rumah, lingkungan kantor, dan lingkungan sosial Anda yang sangat tenang dan penuh kegembiraan. Aturlah diri Anda  hanya untuk melihat hal-hal terbaik dan semua kebaikan dari di lingkungan Anda.
  • Lakukan kebaikan-kebaikan kepada orang lain, dan jadilah pribadi yang bermanfaat buat kehidupan ini. Saat Anda memberikan kebaikan kepada kehidupan lain, emosi baik Anda akan semakin menguat dan mendominasi jiwa Anda.
  • Selamatkan sebuah pohon, selamatkan seekor satwa, selamatkan orang lain dari kelaparan.  Menyelamatkan kehidupan akan membuat emosi baik semakin memberikan sensasi bahagia kepada batin terdalam Anda.
  • Bergeraklah dengan hati yang senang. Bertindaklah dengan rencana yang baik dan yang menguntungkan banyak orang. Tingkatkan mood baik dan tunjukkan sikap baik kepada kehidupan.
  • Pelajari sesuatu yang baru yang bisa menjadikan Anda lebih bahagia dan lebih damai. Dekatkan diri Anda dengan ilmu pengetahuan yang bisa merubah mind set Anda untuk menjadi orang baik yang paling bahagia.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Djajendra Menjawab! Mana Yang Lebih Penting Di Antara Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual?

Mei 6, 2009

“Jika Intelektualisasi Diri Menjadi Sumber Buat Logika Kehidupan, Maka Emosi Yang Cerdas Akan Melukiskan Hal-Hal Yang Tak Terjangkau Oleh Kekuatan Intelektual .” – Djajendra

Yth Bpk Djajendra,

Di antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual, mana yang menjadi paling penting dalam membuat diri kita sukses di tempat kerja? Terima kasih, Annie Wira Kesuma, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear  Annie Wira Kesuma,

Kecerdasan intelektual berarti Anda harus memahami semua aspek kehidupan Anda secara bijak dalam tuntunan logika ilmu pengetahuan; logika sosial, budaya, politik, dan lingkungan kehidupan yang ada disekitar Anda; keterampilan yang pas buat pekerjaan Anda; pikiran positif dan emosi baik. Sedangkan kecerdasan emosional berarti Anda  terlibat dalam upaya mengoptimalkan potensi diri Anda melalui pengendalian emosi diri untuk melayani hidup Anda dan hidup orang lain dengan rasa cinta, peduli, perhatian, dan penuh tanggung jawab.

Pada dasarnya di antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional haruslah menyatu, agar diri Anda memiliki tingkat kesadaran yang tidak statis. Kecerdasan intelektual akan menghasilkan pikiran kreatif dan tindakkan strategis untuk menghadirkan masa depan yang lebih berkualitas. Dan hal ini akan semakin kuat saat diri Anda mampu menyerap segala kebaikan hidup melalui potensi emosi baik diri Anda.

Untuk membuat diri Anda sukses ditempat kerja adalah mutlak Anda harus menguasai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan berpikir positif, kecerdasan motivasi, dan kecerdasan untuk memahami realitas kehidupan yang ada. Mutlak berarti bahwa tidak ada perbedaan kelas di antara masing-masing kecerdasan tersebut. Sebab, semua kecerdasan tersebut akan menjadi kunci sukses keberadaan Anda di tempat kerja. Saat Anda mampu memiliki semua aspek dari kecerdasan-kecerdasan tersebut secara harmonis dan dinamis, maka diri Anda akan memiliki hubungan kerja yang bahagia dan saling merangkul dengan kolega, pimpinan, customer, dan stakeholder lainnya.  Sekian dulu ya, annie wk, have a great day!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com