JANGAN MENJADI KORBAN STRES

“Dalam hidup, tidak semua persoalan atau masalah dapat dihindari, ataupun melarikan diri darinya. Ketika harus berhadapan dengan realitas yang tidak menyenangkan, yang tidak dapat dihindari; tetaplah berkomunikasi dengan realitas tersebut, dan kelola semua risikonya menjadi seminimal mungkin.”~ Djajendra

Semakin hari semakin banyak orang-orang menjadi korban dari energi stres. Lingkungan kehidupan dan lingkungan tempat kerja dengan stres tinggi, telah menjadikan orang-orang kurang produktif untuk kehidupan yang lebih baik. Stres yang berlebihan pasti akan menurunkan kualitas hidup. Diperlukan kemampuan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, untuk mengurangi stres agar diri bisa tetap produktif di tengah lingkungan kehidupan stres tinggi.

Stres muncul karena diri tidak ikhlas dengan realitas yang sedang dihadapinya. Apalagi diri yang selalu terobsesi untuk mendapatkan semua hal dengan mudah dan tanpa perjuangan lebih. Dan diri yang seperti ini, saat krisis hadir, biasanya langsung panik dan mudah mendapatkan stres tinggi. Akibatnya, mereka menjadi korban atas realitas yang tidak dapat mereka terima dengan ikhlas dan sabar.

Semua orang harus sukses, semua orang harus dapat meraih impiannya. Janganlah menjadi penghalang atau penghambat kemajuan seseorang, jadilah pribadi yang memajukan orang-orang, walau tidak pernah kenal dengan orang-orang tersebut. Jadi, untuk Anda yang suka berkeluh-kesah dan selalu melihat segala hal dari sudut negatif, hentikan sifat dan perilaku tersebut. Sebab, sifat dan perilaku Anda itu dapat mempengaruhi orang lain, dan meningkatkan stres di dalam kehidupan mereka, sehingga akan menjadi penghalang atau penghambat kemajuan mereka.  

Ketika Anda sedang berhadapan dengan orang-orang dalam situasi stres yang tinggi, maka kuatkan mereka dengan harapan dan kisah-kisah sukses untuk pembangkit energi optimisme. Jangan tambahkan energi pesimistis ke dalam situasi stres mereka, sebab hal itu akan menjadikan mereka lebih stres lagi dari sebelumnya.

Stres adalah bukti bahwa diri belum mampu berterima kasih kepada Tuhan atas kehidupan yang sedang dijalani. Bila diri memiliki kesadaran untuk fokus pada hal-hal baik yang sedang dinikmati dari kehidupan yang indah ini, maka sudah pasti stres akan hilang dengan sendirinya. Jadi, orang-orang yang menjadi korban stres dalam berbagai krisis kehidupan adalah orang-orang yang belum mampu mengenal kebaikan Tuhan dengan sepenuh hati.

Stres tidak boleh dipelihara di dalam diri. Saat diri merasakan stres, pastikan mampu mendengarkan dan memahami sumber pengetahuan yang memampukan diri untuk bersyukur dan berterima kasih dengan realitas hidup. Siapkan mental positif dan emosi cerdas agar diri mampu mencerna semua informasi positif, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari stres yang sedang dialami. Bila diri tidak mampu menyiapkan mental positif dan emosi cerdas, maka diri akan sulit memahami ataupun mencerna informasi dari energi optimisme dan nilai-nilai positif penghambat stres.

Jangan menjadi korban stres. Jadilah lebih rendah hati dan masuklah ke dalam energi ikhlas, lalu yakinkan diri sendiri untuk mengembangkan persepsi yang melihat segala sesuatu dengan cinta dan keindahan. Berdoalah kepada Tuhan agar Anda diberikan kemampuan untuk melihat kehidupan dengan cinta dan rasa syukur. Bila Tuhan sudah memberkahi Anda dengan segala keindahan, ketenangan, kecerdasan, dan kemampuan untuk mencintai tanpa setitik benci atau dendam di dalam hati; maka, stres dan semua kebisingan negatif di dalam mental, akan hilang dan tergantikan oleh energi positif yang anti stres.

 Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

About these ads