CARA PENJUAL MENDAPATKAN CALON PEMBELI

PROFILE 7CARA PENJUAL MENDAPATKAN CALON PEMBELI

“Penjual yang berkualitas selalu akan memfokuskan semua yang dia miliki, untuk terhubung dengan calon pembeli yang membutuhkan produknya, atau juga calon pembeli yang memiliki daya beli, serta dapat dipengaruhi untuk membeli.” ~ Djajendra

Dalam bisnis, menjual adalah hal terpenting untuk menghasilkan nilai tambah dan keuntungan. Menjual memiliki komponen produk, calon pembeli, proses penjualan, dan penjual. Semua komponen menjual tersebut haruslah menjadi mindset dari seorang penjual. Dan, mindset penjual ini harus memiliki karakter untuk meyakinkan calon pembeli, agar calon pembeli dapat membeli lebih banyak.

Tanpa penjualan bisnis itu tidak pernah ada. Setiap orang yang ditempatkan dibagian penjualan haruslah memiliki mental menjual. Kemampuan untuk terhubung dengan pembeli, dan kemampuan untuk meyakinkan pembeli, haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari dalam wujud pelayanan dengan sikap baik.

Disamping keharusan untuk memberikan respon yang sangat cepat kepada calon pembeli. Seorang penjual juga harus memiliki kecerdasan empati, dan tidak pernah menganggap calon pembeli bukan orang pintar, atau orang yang bisa diakali dengan informasi yang tidak jujur. Semakin terbuka dan jujur seorang penjual memberikan informasi, serta tidak menyembunyikan sesuatu dari calon pembeli, maka ia akan mampu menjual lebih banyak dan menjadi orang yang lebih dipercaya.

Penjual sukses lahir dari kepercayaan dan keyakinan orang lain terhadap kejujuran dirinya dalam menjual. Semakin jujur karakter menjual seseorang, maka semakin hebat ia akan mampu menjual kepada siapapun. Menjual adalah seni meyakinkan dengan karakter dan perilaku yang terpercaya. 

Seorang penjual yang baik pasti melengkapi dirinya dengan pengetahuan produk yang benar. Hal ini diperlukan saat dirinya terhubung dengan calon pembeli. Pengetahuan produk yang benar akan memudahkan penjual, untuk memberikan penjelasan dan informasi yang lebih lengkap tentang produknya.

Semakin lengkap pengetahuan calon pembeli tentang produk yang dijual, semakin yakinlah dia untuk membeli produk tersebut, sehingga penjual dapat menutup penjualan dengan sukses.

Tidak semua orang akan menjadi pembeli yang baik. Oleh karena itu, seorang penjual haruslah cerdas menggunakan bakat dan pengetahuan menjualnya, untuk mendapatkan prospek atau calon pembeli yang benar-benar berpotensi untuk membeli.

Penjual juga harus sadar bahwa tidak semua orang membutuhkan produk yang dijualnya, dan sebagai seorang penjual, haruslah cerdas memahami siapa yang butuh dan tidak butuh terhadap produk yang dijual.

Penyaringan terhadap prospek atau calon pembeli haruslah dibuat dengan prioritas dan klasifikasi. Kemampuan untuk memetakan prospek dan keberanian untuk membuat keputusan, akan menjadikan penjual mampu bertindak dengan berkualitas. 

Semakin cerdas mengklasifikasikan dan mengkonsentrasikan calon pembeli inti, maka semakin mudah untuk menentukan calon pembeli yang harus segera didekati untuk ditawarkan produk.

Seorang penjual yang cerdas pasti mempertimbangkan kebutuhan calon pembeli. Dan juga tidak akan membuang-buang waktu untuk memaksa atau mempengaruhi orang-orang yang tidak membutuhkan produknya. Jika produk yang ia miliki diyakini tidak dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli, maka dia tidak akan mengkonsentrasikan waktu dan energinya untuk melayani mereka. Penjual yang berkualitas selalu akan memfokuskan semua yang ia miliki, untuk terhubung dengan calon pembeli yang membutuhkan produknya, atau juga calon pembeli yang memiliki daya beli, serta dapat dipengaruhi untuk membeli.

Sikap baik dalam wujud pelayanan unggul haruslah menjadi proses yang indah dalam sebuah penjualan. Pendekatan kepada prospek haruslah dengan pelayanan dan sikap, yang membuat prospek tersebut senang dan bahagia. Disini, penjual harus betul-betul mempersiapkan karakter diri, yang mampu membuat dirinya terhubung dengan calon pembeli.  Selama penjual dan calon pembeli tidak terhubung dalam energi baik, maka transaksi akan mengalami hambatan.

Kembali diingatkan bahwa tidak semua orang akan membutuhkan produk Anda. Pastikan Anda mampu menyaring orang-orang yang betul-betul berpotensi untuk membeli produk Anda. Tetapi, sering sekali, ada orang-orang yang hanya ingin tahu tentang produk Anda, dan mereka tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membeli produk Anda. Jadi, bisa saja mereka hanya bertanya-tanya, dan tidak berdaya beli atas produk Anda.  Oleh karena itu, pastikan fokus penjualan Anda benar-benar terfokus kepada calon pembeli atau prospek, yang berpotensi atau memiliki daya beli untuk menjadi pelanggan Anda.

Jadilah penjual yang cerdas memahami potensi prospek. Lalu, cerdas mendengarkan harapan dan kebutuhan prospek. Dan, Anda juga harus terus-menerus belajar untuk memperkuat intuisi menjual Anda, sehingga naluri menjual Anda benar-benar tajam, dan dapat mendengarkan suara prospek dengan sangat baik.

Selamat menjual dengan hati yang penuh cinta dan peduli kepada prospek Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

About these ads