MENGELOLA EMOSI EMPATI

“Jangan Hanya Ada Satu Sisi Yang Memberikan Empati, Sedangkan Sisi Lainnya Tidak Memiliki Empati.” – Djajendra

“Empati Adalah Untuk Memperkuat Komunikasi Yang Saling Memahami Dan Merasakan Sudut Pandang Orang Lain, Untuk Proses Kemanusiaan Dalam Integritas Kehidupan Sosial Positif.” – Djajendra

Apakah Anda termasuk pribadi yang mudah berempati? Bila ya, Anda harus mengelola emosi empati Anda hanya untuk berempati kepada hal-hal yang etis. Dan, tidak membuang percuma energi empati Anda untuk memahami perasaan orang-orang yang senang berkehidupan dengan cara melanggar etika, hukum, komitmen, tanggung jawab, dan integritas kehidupan.

Berempati tidak selalu harus benar-benar merasakan apa yang orang lain merasakan. Yang benar adalah, berempati untuk memperkuat komunikasi yang saling memahami dan merasakan sudut pandang orang lain untuk proses kemanusiaan dalam integritas kehidupan sosial positif.

Tujuan utama emosi empati adalah untuk mendorong kesadaran integritas pribadi, dalam memfasilitasi landasan kehidupan sosial bersama, untuk membangun solusi kemanusiaan.

Bila Anda memiliki empati, Anda pasti akan menawarkan dukungan, dan Anda juga pasti akan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang Anda berikan perhatian dan kepedulian melalui energi empati Anda. Artinya, energi empati harus terhubung ke dalam dua hati yang saling memberikan cinta dan kepedulian untuk sebuah proses kemanusiaan. Jangan hanya ada satu sisi yang memberikan empati, sedangkan sisi lainnya tidak memiliki empati.

Empati meningkatkan keterhubungan melalui tindakan atas dasar cinta dan kepedulian. Empati memberikan kepada orang lain perasaan sukacita, karena mereka mendapatkan cinta dan perhatian yang sangat aktif. Empati memperkaya kepribadian seseorang dengan sikap dan perilaku untuk bertoleransi.

Bahaya dari emosi empati adalah dia sangat berkemampuan untuk mengembangkan kepribadian yang kurang rasional dalam melihat perasaan orang lain. Oleh karena itu, gunakan akal sehat dalam setiap pemanfaatan energi empati Anda. Jangan sekedar berempati terhadap semua perasaan orang lain atau pun terhadap semua keadaan. Tapi, pahami dulu, apakah Anda berempati untuk kebaikan atau untuk keyakinan dari orang-orang yang melanggar proses kemanusiaan.

Melalui emosi empati, Anda dapat mencoba membantu teman-teman Anda untuk mengatasi masalah atau waktu sulit yang sedang dihadapi. Anda dapat menggunakan keterampilan emosi empati Anda, untuk berkomunikasi dan mencarikan solusi yang menguntungkan. Melalui keterampilan emosi empati yang sempurna Anda pasti akan memiliki kecerdasan emosional untuk menempatkan diri Anda dalam perasaan, pikiran, sikap, persepsi, asumsi, dan logika berpikir orang lain.

Emosi empati akan semakin terasa saat Anda memiliki kesamaan dalam pengalaman. Sebab, saat Anda memiliki kesamaan pengalaman, Anda dengan mudah bisa mengidentifikasi persoalan, dan tahu, apa dan bagaimana perasaan mereka.

Empati tidak sekedar untuk memahami perasaan penderitaan orang lain, tapi juga untuk memahami perasaan penderitaan diri sendiri. Pastikan Anda sudah memiliki kecerdasan emosional di semua aspek kehidupan diri sendiri dan kehidupan sosial. Lalu, temukan diri Anda yang berempati terhadap pengalaman kemanusiaan orang lain atas dasar etika dan nilai-nilai kehidupan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan.

DJAJENDRA

About these ads