PENGEMBANGAN KARAKTER KEBANGSAAN INDONESIA

“Awal Dari Pengembangan Karakter Kebangsaan Indonesia Adalah Meyakini Kebenaran Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Satu-Satunya Cara Berperilaku Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.” – Djajendra

Pengembangan karakter kebangsaan adalah sebuah tindakan kebersamaan sosial. Artinya, semua komponen dari bangsa tersebut harus sepakat melalui kesadaran diri sendiri untuk menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi kebangsaan ke dalam mindset masing-masing individu atau kelompok. Setiap individu dan kelompok harus bersikap proaktif untuk memperkaya kepribadian masing-masing dengan nilai-nilai ideologi negara dan filosofi kebangsaan. Termasuk, cerdas menghapus nilai-nilai kehidupan  yang berpotensi merusak karakter kebangsaan.

Dalam konteks pengembangan karakter kebangsaan Indonesia, setiap kelompok masyarakat Indonesia wajib berperilaku sukarela dan ikhlas dalam menginternalisasikan nilai-nilai dari empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke dalam kepribadian dan jati diri masing-masing. Tidak boleh ada kelompok masyarakat atau individu masyarakat yang meragukan atau mempertanyakan tentang kebenaran nilai-nilai yang terdapat di dalam empat pilar kebangsaan Indonesia.

Pendidikan karakter kebangsaan haruslah dimunculkan oleh para pemimpin bangsa melalui slogan dan keteladanan dalam upaya pengembangan moral dan etika kebangsaan. Tanpa ada upaya secara serius dan sadar dari para pemimpin bangsa, maka motivasi dan gairah masyarakat untuk membangun karakter kebangsaan Indonesia akan pudar. Setiap hari para pemimpin bangsa tidak boleh lupa untuk mendidik masyarakat untuk patuh pada nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Semakin sering para pemimpin berbicara dan memperlihatkan keteladanan karakter kebangsaan Indonesia kepada masyarakat luas, maka semakin banyak masyarakat luas yang akan patuh pada karakter kebangsaan Indonesia.

Membangun karakter kebangsaan Indonesia haruslah dengan cara mendidik perasaan dan pikiran orang-orang untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam perilaku sehari-hari. Hal termudah adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila ke dalam perilaku sehari-hari.  Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai-nilai untuk patuh pada Tuhan Maha Pencipta. Artinya, karakter kebangsaan Indonesia itu adalah percaya pada kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, dan untuk itu seseorang haruslah selalu berkehidupan dalam sifat dan perilaku yang penuh syukur, penuh cinta dan kasih sayang, selalu berterima kasih, ikhlas, tulus, dan menjadi pribadi spiritual yang menjaga keseimbangan kehidupan dan alam semesta melalui nilai-nilai positif. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung tiga nilai sekaligus yaitu, kemanusiaan, adil, dan beradab. Artinya, karakter kebangsaan Indonesia itu adalah menjunjung tinggi kemanusiaan dan hak asasi kehidupan manusia dalam keadilan dan keberadaban. Keberadaban berarti patuh pada etika, moral, integritas, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Keadilan berarti memiliki empati terhadap kehidupan orang lain atau kelompok lain untuk saling tidak merugikan, serta saling menjaga keadilan untuk semua orang. Sila ketiga, Persatuan Indonesia mengandung arti bahwa dimanapun orang Indonesia berada, dia bertanggung jawab menjaga persatuan keindonesiaan. Artinya, karakter kebangsaan Indonesia itu adalah walaupun berbeda wilayah, suku, agama, bahasa, pakaian, dan makanan; tapi semuanya adalah satu, yaitu Indonesia untuk semua Warga Negara Indonesia, dan semua Warga Negara Indonesia untuk kejayaan NKRI. Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan mengandung arti untuk selalu mengedepankan komunikasi dalam wujud permusyawaratan melalui perwakilan yang terpercaya dalam memutuskan hal-hal strategis kebangsaan. Artinya, karakter kebangsaan Indonesia itu adalah selalu melakukan dialog atau brainstorming untuk mendapatkan sebuah permusyawaratan yang dihasilkan dari pikiran dan perasaan paling bijaksana untuk kebaikan dan keadilan setiap Warga Negara Indonesia. Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung arti bahwa setiap individu rakyat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mendapatkan kehidupan dalam keadilan. Artinya, karakter kebangsaan Indonesia itu selalu peduli kepada kehidupan orang lain. Tidak boleh ada pihak yang terlalu haus untuk mengumpulkan penghasilan secara berlebihan dengan merugikan atau menghambat penghasilan orang lain. Semua orang Indonesia harus memiliki empati dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendapatkan kehidupan yang layak sesuai upaya dan perjuangan masing-masing dalam ruang lingkup etika, integritas, moral, kejujuran, dan tanggung jawab.

Bila saja nilai-nilai Pancasila tersebut mampu menjadi kekuatan moral dalam perilaku sehari-hari, maka secara otomatis karakter kebangsaan Indonesia akan terbentuk dengan sendirinya ke dalam kepribadian setiap Warga Negara Indonesia. Selanjutnya, setiap pemimpin bangsa harus melakukan peran dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar, dalam upaya menjaga tatanan nilai-nilai kebangsaan melalui ke empat pilar, agar mampu memenuhi harapan setiap Warga Negara Indonesia.

Sebuah bangsa tanpa karakter kebangsaan yang unik dan autentik akan mengalami kesulitan dalam memposisikan dirinya di dalam pergaulan internasional. Keasliaan jati diri bangsa melalui karakter kebangsaan Indonesia dari setiap Warga Negara Indonesia akan menjadi sebuah keunggulan dalam memenangkan persaingan di dalam kehidupan globalisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

About these ads