Belilas Kota Minyak Dan Gas

November 6, 2009

“Saya Belum Pernah Berada Dalam Situasi Ketika Memiliki Uang Membuat Keadaan Menjadi Lebih Buruk.”-Clinton Jones, Pemain Football Amerika

Setelah mendarat bersama garuda Indonesia di Bandar udara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, Riau. Saya bersama rombongan dari sebuah perusahaan gas melanjutkan perjalanan dengan mobil inova ke sebuah daerah bernama Belilas, yang berjarak sekitar lima sampai dengan enam jam dari kota Pekanbaru. Tujuan kami adalah ke lokasi perusahaan gas tersebut dan kami akan menginap di hotel Miki Mutiara, satu-satunya hotel di kota Belilas. Jalur perjalanan kami adalah lintas timur Sumatra.

Pada tahun 1988 an, Belilas adalah sebuah daerah transmigran dan sekarang ini telah berkembang menjadi kota kecil yang ramai dan kaya. Kaya gas alam, kaya minyak bumi, kaya sawit, kaya karet, kaya kayu, dan kaya lain sebagainya.

Memasuki kota Belilas terkesan sangat gersang, tanah kapur yang berwarna putih dengan suhu udara yang panas membuat semuanya terasa gersang. Tapi untungnya perkebunan sawit, karet, dan kayu kertas di kiri kanan jalan membuat kehijauan tetap terpelihara.

Perjalanan menuju ke Belilas bisa melalui kota Jambi atau pun kota Pekanbaru, keduanya merupakan pilihan yang baik. Kalau melalui kota Jambi perjalanan harus melewati jalan yang bertikungan tajam, kalau melalui kota Pekanbaru perjalanan harus melewati jalan turun naik dengan sudut pandang yang sempit. Jadi, kami harus selalu berhati-hati, sebab ada begitu banyak truk-truk pengangkut kayu dan sawit yang menggunakan kedua jalur tersebut.

Di sepanjang perjalanan saya melihat semua rumah tinggal, warung, toko, dan gedung perkantoran menggunakan atap berbahan seng. Saya bertanya dengan rekan-rekan setim dan jawabannya sangat beragam. Sesampai di hotel Miki Mutiara saya menemui sebuah gedung bertingkat dua yang ternyata juga atapnya berbahan seng.

Listrik selalu padam. Saya heran, Belilas adalah daerah yang kaya minyak, gas, sawit, kayu, karet, dan kaya sdm nya. Tetapi kenapa listrik sering sekali padam. Semalaman di Belilas sudah beberapa kali listrik mati, kasihan laptop saya.

Salah satu pengalaman unik saya berjalan-jalan ke Sumatra, khususnya ke daerah-daerah yang kaya minyak dan gas bumi adalah listrik sering sekali padam. Kenapa ya?

Melihat listrik sering padam, beberapa orang dari rekan setim memutuskan untuk menginap di kantor mereka, walau disekeliling kantor mereka ada pipa gas, tapi mereka lebih merasa nyaman dengan kantornya yang sudah lengkap fasilitas berkualitas tinggi.

Pagi yang cerah di tanah Belilas. Seperti biasa, setiap pagi saya pasti berolahraga ringan, dan ketika saya melakukan latihan pernapasan, tanah kapur belilas ikut naik bersama udara yang saya hirup. Jadi, terpaksa saya batalkan latihan pernapasan saya, dan hanya melakukan jalan-jalan di sekeliling taman hotel yang minim warna-warni tanaman.

Sekitar jam 5 an sore kami telah selesai memberikan pelatihan. Seharusnya malam itu kami masih di Belilas, tapi mengingat sering-seringnya listrik padam, maka sekitar jam 6 an sore kami memutuskan untuk kembali ke kota Pekanbaru. Perjalanan malam hari yang harus lebih berhati-hati, sebab jalanan cukup senyap dan licin oleh hujan rintik-rintik.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Melihat Singapore Dari Balkon Hotel

November 5, 2009

“Membangun Kecemerlangan Sebuah Kota Itu Butuh Integritas, Butuh Komitmen, Butuh Kerja Keras, Butuh Konsistensi, Butuh Semangat, Butuh Energi, Butuh Kecerdasan, Butuh Kekuatan Uang, Dan Butuh Kepercayaan Diri.” – Djajendra

Saat saya bilang kepada anak saya bahwa saya ada tugas menjadi pembicara di sebuah acara training di Batam, anak saya langsung menceritakan tentang murahnya harga-harga barang elektronik di Batam. Dan dia pun menitip sebuah hp BB lengkap dengan nomor tipe dan modelnya untuk saya belikan buat dia.

Sore hari setelah menyantap Sop Ikan Batam yang terkenal itu, saya berjalan-jalan di pusat penjualan barang-barang elektronik di Batam. Saya mulai mencari barang pesanan anak saya dari satu toko hp ke toko hp berikutnya. Ternyata harga barangnya sama dengan harga Jakarta, malah kalau pintar nawar mungkin Jakarta menjadi jauh lebih murah. Setelah berkeliling pusat perbelanjaan tersebut harga BB yang dipesan anak saya itu  berselisih 100 ribu rupiah dengan harga di Jakarta. Dan saya konfirmasi kembali kepada anak saya, lalu dia setuju untuk tidak dibeli.

Dari waktu ke waktu pamor kota Batam sebagai tempat membeli barang-barang murah ternyata mulai pudar. Batam telah menjadi kota yang sama dengan kota-kota lain di pulau Sumatra. Sudah tidak ada hal yang istimewa. Mungkin buat turis Singapore Batam masih menjadi tempat berlibur kuliner yang murah. Mungkin loh!

Batam masih berpotensi untuk menjadi kota pariwisata dan bisnis yang terkemuka di kawasan Sumatra, Riau. Tetapi, semua ini perlu kebijakan yang cerdas dan komitmen yang konsisten.

Sudah sangat sering saya pergi ke Batam, seingat saya sejak tahun 1992 an saya sudah suka jalan-jalan ke kota Batam. Memang pada awalnya perkembangan kota Batam luar biasa ambisius, ada semangat yang luar biasa pada saat itu untuk menjadi kota penyaing Singapore, tapi semenjak tahun 2000 an ada perlambatan dan rasa tidak percaya masyarakat di Batam untuk menjadikan  Batam sebagai kota tandingan Singapore.

Pagi hari sebelum check out dari Hotel Planet Holiday untuk kembali ke Jakarta. Saya menyempatkan diri untuk melihat lingkungan sekitar hotel tersebut melalui balkon hotel. Pandangan pertama saya langsung tertuju pada pinggiran kota Singapore.  Dari balkon kamar 620 hotel Planet Holiday tersebut terlihat laut yang memisahkan Singapore dan Batam, laut yang terisi oleh kapal-kapal raksasa pengangkut barang. Pinggiran Singapore dengan gedung-gedung pencakar langit yang begitu luar biasa modern. Sedang di sisi Batam tidak ada satu pun gedung pencakar langit, yang terlihat dari pandangan saya hanya sekitar empat gedung tinggi, yaitu Swiss Belhotel, Hotel Oasis, dan dua gedung lainnya yang namanya tidak terbaca oleh saya.  Saya merenung sejenak memikirkan ambisi Batam tempo dulu untuk menjadi kota penanding Singapore, tapi sekarang ini dari balkon hotel, saya melihat Batam sangat lambat larinya dan Singapore begitu luar biasa energinya untuk membangun negerinya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Menginternalisasi Etika Bisnis Ke Mind Set Karyawan Dan Pimpinan

November 5, 2009

“Bila Saya Membandingkan Situasi Ketika Saya Masih Bekerja Di Tahun 1996 An, Di Mana Saat Itu Bisnis Dijalankan Seperti Sopir Bis Yang Ngebut Di Pinggir Jurang, Maka Di Hari Ini Saya Melihat Ada Aturan Dan Kesantunan Untuk Menjalankan Bisnis Secara Beretika.”-Djajendra

Saat ini para pemegang saham di perusahaan-perusahaan besar sangat mewajibkan manajemen untuk mensosialisasikan etika bisnis kepada setiap lapisan pimpinan dan karyawan. Setelah mengikuti program internalisasi etika bisnis, para karyawan dan pimpinan juga wajib menandatangani semacam pakta integritas untuk bekerja berdasarkan etika bisnis. Intinya, pihak pemegang saham sangat serius untuk membangun kualitas sumber daya manusia perusahaannya agar mampu berhubungan secara profesional dengan setiap stakeholders.

Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa etika bisnis sudah tidak sekedar teori dan wacana, tapi telah menjangkau kepada program internalisasi ke mind set karyawan dan pimpinan. Jelas, semua ini adalah program lanjutan dari implementasi prinsip-prinsip good corporate governance.

Saya menyerap dari berbagai pembicaraan dan pelatihan good corporate governance yang saya berikan, pemegang saham bersama-sama manajemen perusahaan sangat menginginkan praktik-praktik bisnis yang bersih dan jujur. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan – perusahaan Indonesia sedang menuju kepada praktik-praktik bisnis yang sehat dan penuh tanggung jawab. Semua ini adalah titik terang untuk terciptanya sistem ekonomi Indonesia yang berkredibilitas tinggi.  Saya selalu optimis dan percaya bahwa praktik-praktik bisnis di Indonesia akan menjadi contoh terbaik di dunia.

Setiap langkah menginternalisasi etika bisnis kepada sumber daya manusia perusahaan menjadi semacam konfirmasi kuat bagi stakeholders, akan keseriusan perusahaan untuk berbisnis dengan cara-cara yang penuh etika dan tanggung jawab.

Secara pasti niat implementasi good corporate governance di Indonesia ternyata berjalan sangat  luar biasa. Bila saya membandingkan situasi ketika saya masih bekerja di tahun 1997 an, di mana saat itu bisnis dijalankan seperti sopir bis yang ngebut di pinggir jurang, maka di hari ini saya melihat ada aturan dan kesantunan untuk menjalankan bisnis secara beretika. Walaupun semua ini masih dalam proses menuju ke cara yang lebih baik. Artinya, semenjak good corporate governance di perkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2000 an, hasilnya cukup baik dan good corporate governance saya anggap cukup sukses memberikan banyak  hal positif  buat dunia korporasi Indonesia.

Sistem dan gagasan untuk menjalankan etika bisnis di perusahaan secara profesional akan menciptakan budaya korporasi yang mendukung keunggulan di dalam kompetisi global. Dan, semua ini akan menciptakan efisiensi dan efektifitas di semua aspek kerja perusahaan.

Semangat pemegang saham untuk menginternalisasikan etika bisnis di semua kalangan pejabat dan pegawai dalam perusahaannya dan juga terhadap para stakeholdersnya akan menjadikan perusahaan semakin kuat, sehat, dan kompetitif. Di samping itu, setiap stakeholders juga harus saling mendukung untuk menjalankan etika bisnis secara profesional.

Pelaksanaan etika bisnis secara total, hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dan kejujuran di antara setiap stakeholders untuk berkomitmen menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat, adil, bermoral dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Karyawan Biasa Juga Bisa Kaya Raya

November 4, 2009

“Perbedaan Antara Orang Kaya Dengan Orang Miskin Adalah Bahwa Orang Miskin Membelanjakan Uang Mereka Lalu Menyimpan Sisanya; Orang Kaya Menyimpan Uang Mereka Lalu Membelanjakan Sisanya.” – Jim Rohn, Motivator

Beberapa waktu yang lalu Radio HardRock Bali mewancarai saya untuk sebuah acara talk show. Tema yang dibahas adalah apakah mungkin karyawan biasa menjadi kaya? Sebuah tema pembahasan yang sangat cerdas dan kreatif.

Sering sekali para pekerja atau karyawan level bawah merasa minder dan tidak percaya diri untuk menjadi kaya raya seperti orang kaya pada umumnya. Ada kesan bahwa kalau kita bekerja dengan jujur dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan etika kerja, maka kita akan sulit menjadi kaya dan makmur. Sebuah kesan yang sangat salah.

Di sepanjang hidup saya, saya paling suka mengamati kisah-kisah sukses dari orang-orang yang ada disekeliling saya. Dan, ada begitu banyak kisah-kisah pribadi luar biasa yang mampu meraih sukses dan keberhasilan melalui jalan yang jujur dan berintegritas tinggi. Termasuk, para karyawan level bawah dengan gaji sekitar lebih kurang dua jutaan, masih mampu menunjukkan kelasnya sebagai pribadi istimewa yang mencapai kemakmuran dan kekayaan. Apa rahasianya? Rahasianya adalah melakukan investasi. Rahasianya adalah membelanjakan uang seminimal mungkin dan menabung semaksimal mungkin. Rahasianya adalah memiliki mind set seorang investor dan selalu mencari peluang untuk mencari lahan investasi terbaik dengan risiko minimal.

Saya tidak pernah menyarankan Anda untuk berinvestasi di saham, valas, reksadana, obligasi, dan barang-barang sejenisnya. Saya sarankan Anda untuk melakukan investasi di bidang bisnis, tanah, emas, dan sejenisnya. Saya juga menyarankan Anda semua untuk membaca dan menghayati buku The Beardstown Ladies’ guide to smart spending for big savings, dan juga buku I Can Make You Rich, karya Paul McKenna.

Kehidupan selalu menjanjikan kemakmuran dan kekayaan buat pribadi-pribadi jujur, yang mau bekerja keras dan mau berjuang dengan mind set orang kaya untuk menjadi orang – orang kaya baru. Jadi, apa yang Anda pikirkan akan Anda hasilkan. Bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur, maka Anda pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang jujur dan benar. Tetapi, bila Anda selalu memikirkan cara, taktik, teknik, dan upaya untuk menjadi kaya raya melalui jalan-jalan gelap yang penuh kecurangan, maka Anda pun pasti akan menjadi kaya raya melalui jalan yang penuh dengan ketidakjujuran. Bedanya, kekayaan yang Anda dapatkan dijalan yang benar dan jujur akan memberikan Anda perasaan damai dan bahagia. Sedangkan kekayaan yang Anda dapatkan melalui jalan yang penuh kegelapan, kecurangan, dan ketidakjujuran  hanya akan mengantar Anda pada penderitaan hidup.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sudah Jujurkah Para Stakeholders Dalam Praktik Good Corporate Governance?

November 2, 2009

“Ketika Orang Bijaksana Meragukan Kejujuran Lingkungannya Untuk Menciptakan Kebaikan, Maka Keyakinan Dan Kepercayaan Diri Telah Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Kejujuran adalah sifat dan perilaku yang sangat mulia. Ketika kejujuran menjadi kesepakatan dalam setiap hubungan dengan para stakeholders, maka semangat good corporate governance di perusahaan pasti dapat diwujudkan secara baik. Persoalannya, sering sekali perusahaan sudah berjuang keras untuk menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat dan bersih, tapi kelakukan tidak sehat dan tidak bersih dari segelintir stakeholders membuat kerja keras perusahaan tersebut kandas di dalam ketidakjujuran.

Di sela-sela makan siang pelatihan etika bisnis di Grand Jatra Hotel, Pekan Baru, Riau. Saya duduk satu meja dengan dirut dari perusahaan yang sedang saya training tersebut. Sambil mencicipi makan siang yang nikmat itu, si dirut curhat, si dirut merasa telah berjuang mati-matian untuk menjalankan etika bisnis dan prinsip-prinsip good corporate governance dengan sebersih-bersihnya, dan di internal perusahaan hal ini berhasil, tapi saat perusahaan berhubungan dengan para stakeholdersnya, perusahaan sangat sulit untuk mempertahankan nilai-nilai praktik bisnis yang bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Sebagai trainer dan motivator, saya harus membesarkan hati si dirut, saya harus memperbesar semangatnya agar beliau tidak menyerah diperjalanan sucinya untuk membangun korporasi yang sehat dan kuat. Beliau adalah seorang dirut yang luar biasa jujur dan bersih, beliau telah banyak memberikan contoh-contoh keteladanan yang baik di internal perusahaannya, sehingga para karyawan tertular sikap jujur si dirut, dan pada umumnya standar kejujuran para karyawan di perusahaan ini sudah cukup tinggi. Artinya, integritas para karyawan sudah tidak perlu diragukan lagi, semuanya telah menjalankan tugas, tanggung jawab, fungsi, dan peran kerja mereka secara bijaksana. Semuanya telah menunjukkan kuantitas dan kualitas kerja yang luar biasa berbobot.

Setelah saya mendengar curhat si dirut, saya katakan bahwa tantangan akan selalu datang untuk menggoyang setiap niat baik dan kerja keras, tapi pemimpin yang unggul tidak akan pernah tergoncangkan oleh sikap dan perilaku tidak jujur dari pihak luar perusahaan.

Batas kekuasaan si dirut hanya sebatas perusahaan, begitu batasnya sudah di luar perusahaan, maka yang bertanggung jawab adalah seluruh masyarakat bersama-sama pemerintah. Jadi, kerja keras para pemimpin di internal perusahaan wajib didukung dengan kerja keras yang lebih jujur, lebih bersih, dan lebih penuh tanggung jawab dari setiap fungsi dan peran pemerintah dan masyarakat di dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih, jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab.  Bila masyarakat dan pemerintah kompak untuk membersihkan dan membuat setiap fungsi pelayanan menjadi jujur, bersih, terbuka, dan penuh tanggung jawab, maka si dirut yang jujur ini pasti akan lebih bersemangat di dalam dedikasinya untuk membangun perekonomian bangsa yang kuat melalui bidang usahanya.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Good Corporate Governance Mendukung Bisnis Untuk Dipercaya Oleh Stakeholders

November 1, 2009

“Jika Anda Berusaha Memahami Dan Menjalankan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Secara Bijaksana, Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Dengan Kualitas Diri Yang Sangat Tinggi.” – Djajendra

Dalam sebuah pelatihan seorang peserta bertanya tentang terlalu banyaknya infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan good corporate governance.  Si peserta merasa terlalu banyak komponen yang dibutuhkan untuk menjalankan budaya good corporate governance di perusahaannya. Sebut saja, harus ada bord manual, etika bisnis, code of condact, GCG Code, sop, dan belum lagi ditambah fungsi-fungsi manajemen seperti corporate secretary, compliance, risk management, internal dan eksternal audit, department GCG, dan lain sebagainya.” Apakah semua ini tidak menciptakan biaya yang lebih tinggi?,” Tanya si peserta tersebut.

Saat perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnisnya dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness, maka di butuhkan trust atau kepercayaan. Nah, untuk membangun kepercayaan diperlukan sistem, aturan, dan kebijakan yang sifatnya konsisten.

Memang betul bahwa untuk menjalankan good corporate governance  secara konsisten dan benar diperlukan biaya tambahan, tapi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menjalankan budaya good corporate governance ini akan menjadi tidak terlalu besar bila bisnis perusahaan menjadi lebih dipercaya dan lebih efisien.

Bisnis adalah kepercayaan, dan saat perusahaan dipercaya oleh setiap stakeholdersnya, maka secara otomatis omset dan pertumbuhan bisnis  akan bertumbuh dengan pesat. Artinya, perusahaan akan menjadi lebih besar dengan keuntungan yang lebih maksimal. Ingat! Tujuan utama dari pelaksanaan good corporate governance adalah untuk memaksimalkan shareholder’s value. Jadi, tidaklah benar bahwa pelaksanaan budaya good corporate governance akan menciptakan biaya tinggi di perusahaan.

Melalui budaya good corporate governance yang benar, perusahaan dapat mengurangi setiap permasalahan yang ada di manajemen, di  operasional, di keuangan, di SDM, dan di semua aspek, fungsi, dan peran organisasi yang lainnya.

Pekerjaan yang berkualitas membutuhkan dukungan yang kuat dari setiap unsur kepemimpinan di perusahaan. Dan saat setiap pemimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong mewujudkan budaya good corporate governance di perusahaan, maka secara otomatis perusahaan juga akan menjadi lebih sehat dan lebih kuat bersama nilai-nilai dan prinsip-prinsip budaya good corporate governance.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Sikap Saya Terhadap Peserta Training

Oktober 31, 2009

“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – Laotse

Di setiap pelatihan, saya selalu membangun kepercayaan diri peserta dan mendorong semangat mereka untuk menjadi lebih baik; saya selalu memberikan pujian kepada para peserta tentang kehebatan potensi yang mereka miliki; dan saya juga selalu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap aktifitas dan kepedulian mereka di kelas dengan ucapan terima kasih.

Konsep saya sangat sederhana, yaitu mendorong potensi peserta untuk menjadi lebih terang, mengarahkan potensi peserta kepada misi dan visi perusahaan, dan mengajari peserta untuk selalu merawat semua potensi hebat yang ada di dalam diri mereka. Intinya, saya mengajarai para peserta untuk selalu peduli kepada semua kehebatan yang ada di dalam diri mereka dan sekaligus patuh pada aturan, peraturan, dan etika bisnis perusahaan.

Saya selalu meyakinkan setiap peserta bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pribadi terbaik; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk meningkatkan kinerja di setiap tugas dan tanggung jawab; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk  mengurangi dan menghapus semua konflik kepentingan di dalam pekerjaan; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk membangun kualitas diri dengan integritas, dan saya juga selalu meyakinkan setiap peserta untuk tumbuh melalui pengalaman hidupnya yang unik.

Sikap saya untuk membangkitkan kesadaran tertinggi peserta, dan mendorong peserta untuk mencapai kesuksesan tertinggi adalah sebuah sikap untuk memperjelas bahwa kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri akan mengantar mereka kepada keberhasilan tanpa batas.

Saya selalu percaya bahwa setiap orang dilahirkan untuk meraih keberhasilan, dan setiap orang memiliki hak mutlak untuk menjadi seperti yang ia inginkan. Jadi, tugas saya sebagai seorang trainer adalah memberikan selengkap mungkin informasi dan petunjuk yang memungkinkan para peserta untuk menentukan langkah-langkah sukses mereka yang selanjutnya.

Pertanyaannya, apakah cara saya ini mampu mencairkan hati-hati beku yang sudah lama hidup di dalam mind set negatif dan pesimistis. Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya harus merenungkan setiap perilaku dari para peserta training di kelas saya. Pertama, ada peserta training yang secara sukarela membuka gerbang hati dan gerbang pikirannya untuk menerima nilai-nilai positif buat memperbaiki setiap ketidaksempurnaan yang ada di dalam diri mereka. Tetapi, ada juga peserta training yang mempertahankan sikap negatifnya di dalam melihat setiap persoalan kehidupan yang dia temui. Walaupun dipelatihan adalah tempat melakukan proses pembelajaran terhadap nilai-nilai baru, tapi para pemikir negatif tetap berjuang keras untuk mempertahankan ideologi negatif mereka. Dan hal ini membuat saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan pencerahan-pencerahan yang bersifat logika. Jadi, saat beradapan dengan para pemikir negatif, senjata saya adalah melakukan pencerahan melalui logika yang terang. Apakah ini berhasil? Di kelas biasanya berhasil, tapi di kehidupan nyata saya selalu berdoa agar mereka berhasil. Sebab, apakah para pemikir negatif mau merubah ideologi negatif dengan ideologi positif?

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Jangan Pernah Menyerah Ketika Anda Kehilangan Pekerjaan

Oktober 30, 2009

“Hidup Itu Sebuah Perjalanan Penuh Warna, Ketika Kita Mau Mencintai Dan Menyukai Semua Warna Dari Perjalanan Hidup Kita, Kita Akan Merasakan Syukur Untuk Mengucapkan Terima Kasih Kepada Tuhan Yang Menciptakan Kita.” – Djajendra

Setelah memberikan pelatihan etika bisnis untuk sebuah perusahaan di hotel Planet Holiday, Batam. Saya melanjutkan perjalanan ke Pekan Baru, Riau, untuk memberikan pelatihan ke sebuah perusahaan lain di Hotel Grand Jatra. Saya menggunakan pesawat Mandala air lines, dengan waktu penerbangan sekitar 37 menit dari Bandara Hang Nadim, Batam menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekan Baru, Riau. Perjalanan singkat dengan berbagai pengalaman yang menyenangkan hati. Di pesawat saya mendapatkan kursi B, berarti saya duduk ditengah-tengah, saya duduk di antara seorang pemuda yang baru saja terkena pemutusan kontrak kerja dan harus kembali ke kampung halamannya di pinggiran Sumatra barat, yang berjarak sekitar delapan jam dari Pekan Baru dengan kendaran umum. Si pemuda duduk di sebelah kiri saya di kursi A, mungkin karena baru kehilangan pekerjaan dan tidak tahu langkah berikutnya, si pemuda menyapa saya, lalu bertanya-tanya tentang karir dan pekerjaan. Semangat si pemuda itu cukup luar biasa, tapi sepertinya dia bingung tanpa pembimbing yang mengarahkannya untuk mencapai harapan dan impian. Saat saya sedang asyik berbicara dengan si pemuda itu, penumpang lain yang mendapatkan kursi C juga sambil tersenyum duduk di sebelah kanan saya. Saya juga tersenyum dan menyapa penumpang di kursi C. Dan, saya kembali lagi berbicara  dengan si pemuda yang duduk di sebelah kiri saya. Rasa kasihan saya kepada si pemuda tersebut membuat saya sejenak berubah menjadi motivator untuk membangunkan harapan dan impiannya, agar api semangat di jiwa si pemuda itu tidak padam untuk meraih semua cita-citanya. Saya katakan kepada si pemuda itu bahwa Tuhan menciptakan setiap orang untuk sukses dan menjadi kaya raya. Oleh karena itu, dia harus mampu mengelola semua potensi dirinya dengan sabar dan penuh semangat, dia harus mampu mengarahkan dirinya untuk meraih semua impiannya dengan tekun dan penuh percaya diri, dan dia juga harus selalu merawat semua kepercayaan yang diberikan oleh orang lain kepadanya dengan penuh bijaksana yang dilandasi oleh kekuatan sikap baik.  Mungkin karena mendengar kata-kata saya,  penumpang di sebelah kanan saya tersenyum dan mulai mengajak saya berbicara. Dia bertanya saya mau ke mana di Pekan Baru, dengan logat melayu yang sangat kental, dan saya jelaskan tujuan saya di Pekan Baru. Lalu, dia bercerita bahwa di Riau jika masyarakat asal mau berkebun pohon sawit, maka pasti makmur. Dia katakan dengan empat hektar sawit setiap orang pasti mendapatkan penghasilan minimal delapan juta per bulan. Dengan penuh percaya diri dan penuh semangat penumpang di sebelah kanan saya bercerita tentang kemakmuran dan keberhasilan orang-orang di Riau dengan hanya berkebun sawit. Saya ingin bertanya banyak hal dari bapak yang duduk di sebelah kanan saya tersebut, tapi karena waktu penerbangan dari Hang Nadim ke Sultan Syarif Kasim II begitu singkat, maka saya harus berhenti untuk bertanya. Pesawat Mandala sudah mendarat di SSK II dan kami semua sudah seperti saling tidak mengenal, dan saling antri untuk segera turun dari pesawat.

Untuk seminar/training silakan hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Senyum Tulus Adalah Bahasa Komunikasi Terbaik

Oktober 29, 2009

“Saat Anda Tersenyum Tulus Kepada Setiap Orang Yang Anda Temui, Maka Nilai Kebaikan Akan Memasuki Perasaan Dari Orang-Orang Yang Menerima Senyum Tulus Anda. Dan Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Yang Disukai Semua Orang.”-Djajendra

Tahukah Anda bahwa setiap senyum tulus Anda kepada orang lain, adalah surga yang Anda pancarkan dari aura baik Anda. Senyum tulus Anda mampu berkata melalui bahasa perasaan, bahasa pikiran dan bahasa senyum, yang mampu mempengaruhi batin terdalam dari setiap orang yang berkomunikasi dengan Anda.
Senyum tulus Anda adalah bahasa komunikasi unggul, bahasa komunikasi yang langsung menyentuh hati terdalam para pendengarnya dalam kenyamanan dan kepuasan tertinggi.
Dalam setiap pelayanan, pastikan Anda lebih sering tersenyum, tersenyum dengan segala niat baik untuk memberikan hal-hal terbaik buat pelanggan Anda.
Yakinkan diri Anda bahwa senyum tulus Anda akan mengantar Anda ke gerbang puncak sukses. Semakin tulus Anda tersenyum untuk melayani orang lain, akan semakin berkualitas diri Anda untuk memberikan kenyamanan dan kepedulian pada para pelanggan Anda. Jadi, pastikan senyum Anda tidak pahit, tapi manis selalu dan menyejukkan hati yang menerima senyum tulus Anda.
Semakin sering Anda memberikan senyum tulus pada orang lain, maka otot-otot wajah Anda akan bekerja keras untuk memberikan hadiah awet muda buat diri Anda.
Ingatlah selalu untuk sering-sering senyum tulus dalam bingkai kepedulian dan cinta kasih, agar fisik Anda bisa terlihat semakin muda, walau usia semakin tua.
Senyum tulus Anda akan membuat diri Anda lebih menarik. Senyum tulus Anda akan membuat diri Anda lebih bahagia. Senyum tulus Anda akan menyiram benih kasih sayang ke batin orang lain. Senyum tulus Anda akan meningkatkan rasa percaya diri Anda untuk meraih sukses tertinggi.
Senyum tulus Anda akan membantu Anda untuk berkomunikasi dengan siapapun, dalam ruang percakapan yang menggembirakan hati dan pikiran. Senyum tulus Anda akan mengundang pelanggan Anda untuk sering-sering berbisnis dengan Anda. Senyum tulus Anda akan membuat hari-hari kerja Anda penuh dengan energi positif, yang menyenangkan batin dan pikiran Anda. Senyum tulus Anda akan membantu Anda untuk melihat kehidupan yang damai dan bahagia.
Senyum tulus Anda akan membuat batin Anda sehat dalam kehidupan yang penuh dengan kesenangan. Senyum tulus Anda akan menghasilkan berjuta-juta sahabat baru, dan menghilangkan semua musuh-musuh lama Anda.
Senyum tulus Anda adalah undangan sejati buat mendatangkan pelanggan-pelanggan berkualitas tinggi, untuk berbisnis dengan Anda, dan membuat Anda sukses untuk selamanya.
Pastikan Anda selalu tersenyum manis pada semua orang, hindari senyum pahit untuk selamanya. Sebab, senyum pahit Anda akan terasa kecut dibatin yang menerimanya. Dan Anda juga tidak akan bahagia bersama senyum pahit Anda.
Pastikan Anda selalu tersenyum tulus dan tidak tersenyum mengkerut. Sebab, bila Anda tersenyum mengkerut, maka setiap orang akan pergi dari hidup Anda. Pergi menjauh dari diri Anda untuk selama-lamanya.
Nah, sekarang saatnya Anda mulai berlatih untuk tersenyum tulus. Lihat kaca, bersihkan hati dari semua dendam dan benci. Lalu keluarkan senyum tertulus Anda. Pastikan wajah Anda jujur untuk melayani orang lain. Pastikan hanya senyum kebaikan yang menghiasi wajah Anda. Pastikan semua yang ada dimulut dan bibir Anda terawat dengan baik. Selamat berlatih!!!

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com


Kendalikan Emosi Marah Anda.

Oktober 29, 2009

“Ketika Emosi Marah Anda Menyakiti Orang Lain, Jangan Berbangga Atau Tersenyum Menang, Sebab Orang Lain Pasti Muak Dengan Anda Dan Emosi Marah Anda.”-Djajendra

Memarahi orang lain itu sangat gampang, siapapun bisa marah, dan marah itu energi emosi terburuk yang ada di dalam diri Anda. Persoalannya bukanlah membiarkan diri Anda hidup bersama emosi marah, tapi Anda harus bekerja keras untuk mengendalikan dan menghapus energi marah dari diri Anda, agar Anda terlihat pintar, baik, tulus, cerdas, sabar, percaya diri, dan enak dilihat oleh orang lain. Mampukah Anda?, atau maukah Anda hidup tanpa emosi marah? Semua jawabannya hanya Anda yang tahu, hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Anda hanya perlu ingat, bahwa emosi marah hanya mempercepat Anda diserang oleh berbagai macam penyakit komplikasi, yang berpotensi mengurangi rasa nyaman Anda dalam hidup ini.
Pribadi cerdas adalah pribadi yang tercerahkan oleh sifat-sifat baik, dia adalah pribadi yang melatih semua emosi marah untuk dijadikan emosi cinta yang penuh perhatian dan kepedulian pada kehidupan dirinya dan orang – orang lain. Dia selalu menggunakan akal sehat untuk melihat hidup dari mata hatinya yang telah tercerahkan oleh bahasa-bahasa kemanusiaan yang penuh cinta, kasih sayang, perhatian, dan kepedulian.
Mengendalikan emosi marah berarti Anda tulus dalam antusias besar, untuk mengidentifikasi semua kebiasaan buruk Anda dan menghentikannya segera mungkin, agar kebiasaan buruk itu tidak menjadi racun yang merusak semua reputasi dan kredibilitas Anda.
Hidup ini memang tidak sempurna. Dan setiap orang memiliki keterbatasan dan kesulitannya tersendiri untuk mengendalikan dan menghapus emosi marah dari dirinya, tetapi ketidaksempurnaan dan keterbatasan itu janganlah dibiarkan menjadi sebuah persetujuan buat membiarkan emosi marah hidup dan berkembang di dalam diri Anda. Anda harus tegas dalam komitmen yang jujur untuk mendepak dan menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Sebab, tanpa emosi marah Anda adalah pribadi yang tercerahkan untuk hidup sehat dan bahagia.
Tingkatkan kualitas diri Anda dengan cara-cara kebaikan yang penuh dengan sikap sabar dalam toleransi pergaulan, yang saling menghormati dan saling menghargai.
Jadilah pribadi yang memilih untuk berbicara tanpa dipengaruhi rasa marah. Jadilah pribadi yang penuh sabar dalam melihat realitas hidup hari ini. Jadilah pribadi yang peduli dan langsung memberi jalan keluar terbaik buat siapapun.
Bangun citra diri Anda sebagai pribadi yang cerdas, pintar, sabar, tulus, berkomitmen, percaya diri, dan peduli pada orang lain. Untuk itu, Anda tidak boleh jatuh ke dalam perangkap emosi marah. Sebab, sekali Anda bersatu dalam emosi marah, maka diri Anda akan dikenal oleh orang lain sebagai tukang marah-marah. Jadi hindari gambar buruk Anda dengan cara melatih dan berlatih terus-menerus untuk menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Ingat, manusia yang tercerahkan adalah jiwa-jiwa yang matang dengan tanpa setitikpun emosi marah di dalam dirinya.
Marah itu gampang, marah itu sifat orang barbar, sedangkan sifat orang tercerahkan adalah sabar dan penuh peduli.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com